• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi Di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Pada Periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017 Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi Di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Pada Periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017 Chapter III VI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan tentang distribusi impaksi molar ketiga mandibulaberdasarkan klasifikasi Winter dan klasifikasi Pell and Gregory yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara pada periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke Poliklinik Gigi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017 untuk melakukan pencabutan gigi molar ketiga mandibula impaksi.

3.2.2 Sampel

Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana sampel pada penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien dengan gigi molar ketiga mandibula impaksi yang dicabut di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

Kriteria inklusi:

a) Data rekam medik seluruh pasien gigi molar ketiga mandibula impaksi yang dicabut di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

Kriteria eksklusi:

(2)

b) Data rekam medik pasien yang tidak tercantum jenis impaksi atau karakteristik impaksi gigi molar ketiga mandibula di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

3.3 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. 3.4 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan memeriksa rekam medik pasien dengan gigi molar ketiga mandibula impaksi di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

3.5 Pengolahan Data

Data diolah dengan sistem komputerisasi dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

3.6 Analisis Data

(3)

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Impaksi Molar Ketiga Mandibula

Dari hasil penelitian diperoleh impaksi molar ketiga mandibula yang dicatat di bagian rekam medis di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017 dengan jumlah sebanyak 99 sampel.

4.2 Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi Berdasarkan Winter’s Classification

Tabel 1. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula berdasarkan Winter’s

Classification

Klasifikasi Jumlah Persentase

Mesioangular 68 68.69%

Horizontal 18 18,18%

Vertikal 9 9,09%

Distoangular 1 1,01%

Bukoangular 3 3,03%

Total 99 100%

4.3 Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi berdasarkan Pell & Gregory

Dari Tabel 2, impaksi kelas II sebanyak 80,81%, kelas I 13,13% dan kelas III 6,06%. Dari Tabel 3, impaksi posisi A 7,07%, posisi B 80,81% dan posisi C 12,12%. Dari Tabel 4 diperoleh kelas IIB yang memiliki persentase tertinggi yaitu 72,73%. Tabel 2. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan relasi molar

(4)

Klasifikasi Jumlah Persentase

Kelas I 13 13,13%

Kelas II 80 80,81%

Kelas III 6 6,06%

Total 99 100%

Tabel 3. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan hubungannya terhadap garis oklusal dan garis servikal molar kedua disebelahnya

Klasifikasi Jumlah Persentase

Posisi A 7 7,07%

Posisi B 80 80,81%

Posisi C 12 12,12%

Total 99 100%

Tabel 4. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017

Klasifikasi Jumlah Persentase

(5)

Grafik 1. Distribusi frekuensi klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan Winter’s Classification

Grafik 2. Distribusi frekuensi klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan Pell dan Gregory

Kelas I Kelas II Kelas III

(6)

BAB 5

PEMBAHASAN

Hasil penelitian gambaran klasifikasi impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan Winter’s Classification menunjukkan impaksi mesioangular sebagai jenis impaksi yang paling ditemui dengan jumlah 68.69% dari 99 sampel. Jenis impaksi yang kedua terbanyak adalah Horizontal 18,18% diikuti oleh Vertikal 9,09%, Bukoangular 3,03% dan yang paling langka yaitu Distoangular dengan 1,01%. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Amanat (2014) pada populasi Pakistan dan Hashemipour (2013) pada populasi Iran dengan mesioangular sebagai impaksi molar ketiga mandibula yang sering ditemui, dan distoangular sebagai impaksi yang paling jarang.8,16 Penelitian- penelitian lain juga menunjukkan hal yang serupa.7,10Studi menunjukkan bahwa mesioangular adalah impaksi M3 mandibula yang paling umum.8,9 Dengan demikian, prosedur pengangkatan gigi impaksi M3

mandibula mesioangular adalah yang paling umum tetapi ada beberapa penelitian

yang menunjukkan temuan yang berbeda. Dalam penelitian Hazza (2009) di Jordan, Vilela (2011) di Brazil, Secic (2013) di Bosnia, dan Baabdullah (2015) di Jeddah, jenis impaksi yang terbanyak ditemui adalah impaksi vertikal diikuti mesioangular.21,22,23,24

(7)

posisi A yaitu 7,07%. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Obiechina et al dan penelitian – penelitian lain.Hasil penelitian Obiechina et aldan penelitian – penelitian lain menunjukkan impaksi posisi A adalah yang paling umum.11,21,23,24Perbedaan hasil ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor genetik dan etnis.16

Menurut penelitian Kanneppady (2013) yang membandingkan 3 kelompok etnis yang berbeda di Malaysia, impaksi molar ketiga dengan posisi B adalah terbanyak, diikuti oleh posisi A dan kemudian posisi C. Namun, jika dilihat dari hasil penelitian dari 3 kelompok etnis masing- masing, pada etnis Cina dan Melayu paling sering ditemukan impaksi posisi A. Sedangkan pada etnis India, impaksi posisi B paling sering ditemukan.25Alasan untuk perbedaan ini, etnis India termasuk dalam sub-kelompok ras Kaukasoid yang juga disebut Indo-European sedangkan etnis Melayu dan etnis Cina termasuk dalam ras Mongoloid.26Hal ini dapat menjelaskan perbedaan hasil penelitian yang diperoleh dari negera yang berbeda.

Dari hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan Pell dan Gregory yang paling banyak ditemukan adalah Kelas IIB sebesar 72,73%. Seterusnya, Kelas IB merupakan kedua terbanyak dengan persentase 7,07%. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Hashemipour et al (2013) pada populasi di bagian tenggara Iran. Menurut penelitian mereka, impaksi molar ketiga mandibula yang paling banyak diperoleh dari 750 sampel adalah Kelas IIA sebesar 38,9% dan kedua adalah Kelas IIB sebesar 16,8%.16Perbedaan hasil penelitian mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik, ras, usia sampel, kebiasaan diet yang berbeda di negara masing-masing dan sebagainya. Menurut penelitian Madhey pada tahun 2015, individu dari latar belakang etnis yang berbeda memiliki bentuk wajah, pola pertumbuhan wajah, ukuran rahang serta ukuran gigi yang berbeda dan hal-hal tersebut mempengaruhi pola impaksi.26

Selain dari faktor-faktor yang telah disebutkan diatas, kemungkinan besarkelas IIB sebagai impaksi yang paling umum di Rumah Sakit USUdisebabkan oleh rujukan pasien dengan impaksi tersebut ke rumah sakit. Faktor-faktor yang

(8)

memakan waktu yang sangat lama dan lebih baik dilakukan oleh spesialis atau

dilakukan di rumah sakit, pasien meminta penggunaan anestesi umum, pasien yang

sangat gelisah menolak anestesi lokal, prosedur dianggap terlalu rumit untuk anestesi

lokal, dan pasien kompromimedis. Impaksi molar tiga dengan kelas II dan kelas B

Pell dan Gregory merupakan salah satu faktor yang mempersulitkan prosedur

odontektomi.27 Di samping itu, alasan impaksi kelas IIB lebih banyak ditemukan

sementara jumlah gigiimpaksi lain yang lebih rumitsedikit di rumah sakit ini,

mungkin disebabkan oleh jumlah sampel penelitianyang kecil.

(9)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Hasil penelitian mengenai gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi di RS USU dari tanggal 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017 menunjukkan bahwa:

1. Jenis Impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan Winter’s Classification yang paling umum adalah mesioangular.

2. Jenis Impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan relasi gigi dengan ramus mandibula yang paling umum adalah Kelas II.

3. Jenis Impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan hubungannya terhadap garis oklusal dan garis servikal molar kedua di sebelahnya yang paling umum adalah Kelas B.

4. Jenis Impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan Pell and Gregory’s classification adalah Kelas IIB.

6.2 Saran

(10)

ini. Seperti kebanyakan karya serupa sebelumnya tentang impaksi molar ketiga,

penelitianini menggunakan sampel berbasis rumah sakityang kekurangan pengacakan

dan sampelnya juga kecil.Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak

sesuai untuk mewakili populasi besar di Kota Medan. Diharapkan untuk diadakan

Gambar

Tabel 1. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula berdasarkan Winter’s
Tabel 3. Gambaran klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan
Grafik 1. Distribusi frekuensi klasifikasi molar ketiga mandibula impaksi berdasarkan Winter’s Classification

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan ketebalan angulus mandibula antara kelompok pasien gigi impaksi dengan tanpa gigi impaksi

Penelitian ini bertujuan mengetahui komplikasi yang paling sering terjadi post odontektomi molar ketiga rahang bawah impaksi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Universitas

Dari 164 pasien yang melakukan pencabutan gigi molar satu mandibula di BP-RSGM Manado pada tahun 2012 tersebut jumlah pasien yang paling banyak melakukan pencabutan gigi molar

Impaksi gigi molar ketiga bawah adalah gigi molar ketiga mandibula yang gagal untuk erupsi (tumbuh) secara sempurna pada posisinya, oleh karena terhalang oleh

Hasil penelitian: 40 foto rontgen panoramik yang mengalami impaksi molar ketiga rahang bawah di RSGM UMY pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016 Didapatkan

analysis of impacted third molars among three ethnic groups of patients attending. AIMST dental

Faktor pertama adalah kedalaman relatif gigi molar ketiga yang terdiri atas kelas A dengan bidang oklusal gigi impaksi dalam posisi yang sama dengan bidang oklusal gigi molar

Penelitian ini bertujuan mengetahui komplikasi yang paling sering terjadi post odontektomi molar ketiga rahang bawah impaksi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Universitas