• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi Di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Pada Periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Klasifikasi Molar Ketiga Mandibula Impaksi Di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Pada Periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pencabutan gigi impaksi adalah suatu prosedur bedah yang sering dilakukan

di bidang Oral and Maxillofacial Surgery.Gigi impaksi adalah gigi yang tidak keluar

ke dalam lengkung gigi dalam jangka waktu perkembangan yang diharapkan. Gigi

impaksi terjadi disebabkan oleh adanya gigi lain yang berdekatan, tulang padat

diatasnya, jaringan lunak yang berlebihan, atau kelainan genetik yang mencegah

erupsi gigi normal. Gigi impaksi selalu terjadi akibat panjang lengkung gigi tidak

adekuat untuk erupsi gigi. 1

Gigi yang sering mengalami impaksi adalah gigi molar ketiga mandibula dan

maksila, diikuti oleh kaninus maksila dan premolar mandibula. Gigi molar ketiga

(M3) merupakan gigi yang paling sering mengalami impaksi karena merupakan gigi

yang terakhir erupsi.1 Secara umumnya, gigi M3 ditemukan erupsi antara usia 17 dan

21 tahun, tetapi dapat juga erupsi hingga usia 25 tahun.1,2,3Selain itu, terdapat

penelitian- penelitian yang melaporkan variasi berdasarkan ras. Erupsi gigi M3 dan

perubahan posisinya yang terus menerus setelah erupsi tidak hanya berhubungan

dengan ras tetapi juga dengan sifat dari pola makanan, kebiasaan mengunyah dan

juga keturunan genetik. 3,4

Gigi impaksi M3 yang tidak dicabut dapat menyebabkan nyeri,

pembengkakan, infeksi dan dapat merusak struktur gigi dan tulang berdekatan.

Sekitar sepertiga dari gigi M3 impaksi ataupun terpendam yang asimtomatik telah

ditemukan mengalami perubahan posisi dengan waktu, sehingga gigi M3 tersebut

erupsi sebagian (partial eruption) tetapi adalah non-fungsional atau non-higienis.

Gigi M3 impaksi yang asimtomatik akan menyebabkan perkembangan penyakit gigi

atau inflamasi simtomatik seperti karies, penyakit periodontal akut dan kronis serta

nyeri. Hal ini juga mungkin menyebabkan crowding di gigi bagian anterior. Selain itu,

(2)

2

dapat menyebabkan gangguan aktifitas harian dan kualitas hidup seperti mengunyah,

berbicara, ataupun kegiatan- kegiatan lainnya. Hal ini juga dapat menyebabkan lesi

pada maksilofasial atau selulitis wajah yang bersifat odontogenik.5,6

Pengambilan gigi M3 impaksi yang tetap asimtomatik selama beberapa tahun sering

dilakukan untuk mencegah perkembangan komplikasi atau terjadinya kondisi

patologis walaupun tidak ada indikasi umum untuk kebutuhan pengambilan semua

gigi M3 impaksi yang asimtomatik. Beberapa penulis berpendapat bahwa semua M3

impaksi asimtomaik maupun simtomatik harus dibuang. Pengambilan gigi M3

impaksi telah terbukti dapat meningkatkan status periodontal pada aspek distal gigi

molar kedua dan kesehatan keseluruhan jaringan pendukung periodontal secara

signifikan. Pengambilan gigi M3 impaksi dapat juga menyebabkan komplikasi.

Penelitian ditemukan bahwa komplikasi pencabutan gigi M3 impaksi dengan bedah

lebih sering pada mandibula dibandingkan maksila.Beberapa komplikasi yang

berhubungan dengan pengambilan gigi M3 mandibula termasuk alveolar osteitis,

infeksi dan parastesi saraf alveolar inferior, kerusakan jaringan periodontal pada gigi

yang berdekatan, dan kerusakan struktur gigi atau restorasi yang berdekatan. 5,7,8

Berdasarkan klasifikasi impaksi molar ketiga mandibula yang paling dasar,

beberapa peneliti menemukan bahwa impaksi mesioangular pada rahang bawah

adalah yang paling umum dan klasifikasi yang paling jarang ditemui adalah

distoangular.9 Menurut Santosh, India (2016), impaksi yang paling sering pada

mandibula adalah jenis mesioangular, yang kedua adalah vertikal dan yang terakhir

adalah horizontal. Penelitian lain menunjukkan bahwa impaksi mesioangular pada

mandibula adalah yang tertinggi diikuti oleh distoangular, horizontal dan impaksi

vertikal sebagai impaksi yang paling jarang terjadi. 3,10

Beberapa klasifikasi telah dikembangkan untuk menilai tahap kesulitan

prosedur bedah untuk meminimalkan jumlah komplikasi selama pencabutan gigi M3

mandibula impaksi dan membantu dalam membuat rencana pengobatan yang optimal.

Klasifikasi yang paling populer adalahWinter’s Clasification danPell and Gregory

Classification.4 Banyak penelitian telah menyajikan distribusi klasifikasi untuk jenis-

jenis impaksi gigi M3 mandibula dan hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk

(3)

3

melakukan penelitian ini di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara di Medan

karena belum pernah ada penelitian seperti ini dilakukan di sini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan diatas maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaranimpaksi molar ketiga mandibula berdasarkan Winter’s

Classification di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal 1 Oktober

2016 – 31 Maret 2017.

2. Bagaimana gambaran impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan Pell and

Gregory Classification di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dari tanggal

1Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui distribusi impaksi molar ketiga mandibula

berdasarkanWinter’s Classification danPell and Gregory Classification di Rumah

Sakit Universitas Sumatera Utara pada periode 1 Oktober 2016 – 31 Maret 2017.

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan diketahuinya distribusi impaksi molar ketiga mandibula berdasarkan

Winter’s Classification dan Pell and Gregory Classification pada pasien di Poliklinik

Gigi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara, diharapkan dapat:

1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai jenis- jenis impaksi gigi M3

mandibula dan teknik-teknik pencabutan yang sesuai klasifikasinya terutamanya

bagi penulis sendiri.

2. Menyediakan informasi dan masukan bagi tenaga kesehatan gigi dan masyarakat

tentang jenis- jenis impaksi gigi M3 mandibula dan prevalensinya yang ada di

Poliklinik Gigi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara.

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan Reability (kehandalan) dari pegawai yang ada di kantor Kecamatan Cijeungjing ini sudah relatif baik, kemampuan para pegawai di kantor

Dari hasil analisis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar kelistrikan otomotif dan

Istilah “Perbandingan” yang terkandung dalam Perbandingan Administrasi Negara (PAN), Administrasi Negara Perbandingan (ANP), Administrasi Publik Komparatif, atau

Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sarana dan prasarana yang sudah dimiliki di sekolah bisa dikatakan sudah lengkap, maka

Adapun manfaat dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kehilangan air, khususnya pada Perumahan Karang Sari Permai, Kota Pematang Siantar dan dapat

Dengan demikian, suatu departemen pemerintah komposisinya harus terdiri dari jabatan teknikal yang berbasis pada kompetensi profesional dari para birokrat untuk

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan PT Inalum Kuala Tanjung meningkatkan komunikasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja khususnya mengenai program behavior based

NOTE: Only factors with statistically significant main effects or interactions with model type are shown. * indicates statistically significant main effects for factor; **