• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi Batu Opal, Batu Pirus dan Batu Satam dengan XRD, SEM-EDS dan Kekerasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karakterisasi Batu Opal, Batu Pirus dan Batu Satam dengan XRD, SEM-EDS dan Kekerasan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KARAKTERISASI BATU OPAL, BATU PIRUS DAN BATU SATAM DENGAN XRD, SEM-EDS DAN KEKERASAN

Abstrak

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi Batu Opal, Batu Pirus, Batu Satam dengan XRD, SEM-EDS dan Kekerasan. Batu Opal memiliki sistem kristal hexagonal dengan parameter kisi a = b = 4.9093 Å, c = 5.3969 Å, fasa Quartz SiO2 dengan fraksi massa 100%, O = 26.38 wt%, Si = 12.64 wt%, dengan kekerasan 426 HVN. Batu Pirus memiliki sistem kristal Hexagonal dengan parameter kisi a = b = 5.3205 Å, c = 7.279 Å, fasa Lizardite Al0.15Fe0.06H4Mg2.82O9Si1.94 dengan fraksi massa 24.51% dan kristal Monoclinic dengan parameter kisi a = b = 5.357 Å dan c = 28.835 Å, fasa Chlorite Al0.865Fe0.255H4Mg2.292O9Si1.588, dengan fraksi massa 75.49%. Unsur C = 3.95 wt%, O = 49.37 wt%, Mg = 22.69 wt% , Al = 1.47 wt%, Si = 17.14 wt%, Fe = 2.91 wt% dan Cu = 2.52 wt%, hardness 98 HVN. Batu Satam memiliki sistem kristal Hexagonal dengan parameter kisi a = b = 4.9086 Å dan c = 5.3969 Å, fasa Quartz SiO2 dengan fraksi massa 86.27% dan sistem kristal Hexagonal dengan parameter kisi a = b = 4.7098 Å dan c = 16.224 Å, fasa Dolomite Ca0.5Mg0.5CO3, dengan fraksi massa 13.73% dan mineral silica dengan fraksi massa 86,27%. Unsur C = 46.87 wt%, O = 26.38 wt%, Mg = 6.13 wt%, Si = 12.64 wt%, Ca = 6.28 wt% dan Fe = 1.69 wt%, dengan kekerasan 324 HVN.

Kata kunci : (Batu Opal, Batu Pirus, Batu Satam, Sistem Kristal, Komposisi Unsur dan Kekerasan)

(2)

THE CHARACTERIZATION OF OPAL STONE, PUNE STONE AND

SATAM STONE WITH XRD, SEM-EDS AND HARDNESS

Abtrack

Research on the characterization of Batu Opal Stones, Pune Stones, Satam Stones with XRD, SEM-EDS and Hardness. Opal stones have a hexagonal crystal system with lattice parameters a = b = 4.9093 Å, c = 5.3969 Å, Quartz SiO2 phase with mass fraction of 100%, O = 26.38 wt%, Si = 12.64 wt%, With a hardness 426 HVN. Turquoise stones have Hexagonal crystal system with lattice parameters a = b = 5.3205 Å, c = 7279 Å, Al0.15Fe0.06H4Mg2.82O9Si1.94 Lizardite phase with 24.51% and the mass fraction of monoclinic crystals with lattice parameters a = b = 5,357 Å and C = 28.835 Å, Al0.865Fe0.255H4Mg2.292O9Si1.588 Chlorite phase, with a mass fraction of 75.49%. Elements C = 3.95 wt%, O = 49.37 wt%, Mg = 22.69% by weight, Al = 1.47% by weight, Si = 17.14% by weight, Fe = 2.91% by weight and Cu = 2.52% by weight, hardness 98 HVN. Satam stones had Hexagonal crystal system with lattice parameters a = b = 4.9086 Å and c = 5.3969 Å, Quartz SiO2 phase with 86.27% and the mass fraction Hexagonal crystal system with lattice parameters a = b = 4.7098 Å and c = 16,224 Å, Dolomite phase Ca0.5Mg0.5CO3, with mass fraction 13,73% and silica mineral with mass fraction 86,27%. Elements C = 46.87% by weight, O = 26.38 wt%, Mg = 6.13 wt%, Si = 12.64% by weight, Ca = 6.28 wt% and Fe = 1.69% by weight, with Hardness 324 HVN.

Keywords: (Opal Stones, Pune Stones, Satam Stones, Cristal system, Composition of element and hardness)

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan penelitian untuk pembuatan dan karakterisasi beton polimer yang terbuat dari campuran serat kulit pinang, batu apung dan pasir sebagai agregat, kemudian resin

Dan hasil pengujian SEM menunjukan bahwa ikatan serat Rami lebih merekat dengan ebonit dari pada ikatan dari serat Bambu yang terlihat akan terlepas dari ebonitnya.. Kata kunci

Pengaruh Lama Sonikasi terhadap Porositas dan Kekerasan Nanokomposit Hidroksiapatit- SiO2 Berbasis Batu Onyx Bojonegoro dengan Metode Sonokimia1. Reri Duana Saputri 1 ,

Karbida krom(Cr 23 C 6 ) mendominasi struktur mikro yang terbentuk pada material ball mill dimana menyebabkan meningkatnya kekerasan, kekuatan lelah dan elastisitas

karakteristik katalis Ni/zeolit dapat diketahui dari analisis kristalinitas puncak-puncak zeolit dan Ni dalam difraktogram XRD, struktur morfologi SEM, serta

Hasil analisis fasa dengan XRD menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk fasa dominan yaitu fasa Al 2 O 3 (corondum) dan fasa minor yaitu fasa SiO2, dan AlO2.. Kata kunci :

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton polimer dengan hasil karakterisasi yang optimum dihasilkan pada komposisi pencampuran pasir, batu apung, serat cangkang kulit

CaO yang dihasilkan dari hasil kalsinasi batu kapur, dikarakterisasi dengan menggunakan XRD untuk dapat ditentukan CaO yang akan digunakan dalam sintesis dengan