• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "EVALUASI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI

DAN KOMUNIKASI DI STKIP PGRI PACITAN

Siska Iriyani1), YhonyAgusSetya Mahendra2)

1) Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI Pacitan Jalan Cut NyakDien 4A PlosoPacitan, e-mail: [email protected]

2) Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI Pacitan Jalan Cut NyakDien 4A PlosoPacitan, e-mail:[email protected]

Abstrak

Penelitian ini difokuskan pada evaluasi adopsi TIK dalam lingkup perguruan tinggi STKIP PGRI Pacitan yang meliputi tata kelola TIK perguruan tinggi, infrastruktur dan fasilitas TIK perguruan tinggi, sistem dan aplikasi TIK perguruan tinggi, informasi dan konten TIK perguruan tinggi, dan stakeholder TIK perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan Tri Darma perguruan tinggi. Evaluasi adopsi TIK ini dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan data menggunakan instrumen penerapan TIK di perguruan tinggi yang dikembangkan oleh APTIKOM dan Dirjen Dikti dalam bentuk kuesioner kepada pihak pemangku keputusan institusi perguruan tinggi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan melakukan scoring pada setiap kriteria kuesioner guna menghasilkan akumulasi nilai tertentu. Nilai hasil scoring

akan dimasukkan dalam formula tertentu untuk menghasilkan nilai akhir yang dapat diartikan secara deskriptif tentang seberapa besar perguruan tinggi telah melakukan adopsi penuh terhadap TIK dalam konteks menuju tata kelola perguruan tinggi modern. Hasil dari penelitian ini adalah sejumlah rekomendasi teknis tindak lanjut tata kelola TIK dalam lingkungan STKIP PGRI Pacitan untuk menuju keselarasan antara investasi, tujuan, dan pemanfaatan TIK perguruan tinggi.

Kata Kunci: Adopsi Teknologi Informasi, Tata Kelola, Perguruan Tinggi

PENDAHULUAN

(2)

Terdapat lima peranan TIK terkait dengan proses penyelenggaraan dan pengelolaan manajemen institusi pendidikan tinggi, masing-masingadalah: (1) TIK berperan untuk mendukung aktivitas operasional dan administrasi; (2) TIK untuk membantu proses pengambilan keputusan; (3) TIK berperan untuk menunjang aktivitas komunikasi dan interaksi antar pemangku kepentingan; (4) TIK untuk memungkinkan terjadinya pengoptimalan proses dan sumber daya; dan (5) TIK berperan untuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak eksternal (Indrajit, 2011).

Sudah hampir 9 tahun STKIP PGRI Pacitan memanfaatkan TIK dalam proses penyelenggaraan perguruan tinggi, tetapi sampai saat ini secara khusus belum diketahui seberapa besar peran dan kapasitas pemanfaatan TIK dalam mendukung Tri Darma perguruan tinggi. Hal ini tercermin belum adanya masterplan (baca: perencanaan strategis) TIK sebagai acuan tata kelola TIK dalam perguruan tinggi yang diselaraskan dengan core process perguruan tinggi. Dalam Borang AIPT (BAN-PT, 2014) STKIP PGRI Pacitan, khususnya pada Standar-6 tercantum bahwa STKIP PGRI Pacitan sudah mengadopsi beberapa produk TIK, tetapi belum dapat menyebutkan secara spesiik seberapa lama produk tersebut diadopsi, apa dampak yang dirasakan selama pemanfaatan produk tersebut, dan sejauh mana produk tersebut mendukung Tri Darma perguruan tinggi. Hal ini berkemungkinan besar berpengaruh negatif terhadap hasil evaluasi akreditasi institusi pendidikan tinggi khususnya Standar 6 dalam Borang AIPT.

Evaluasi adopsi TIK ini dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan data menggunakan Instrumen penerapan TIK di perguruan tinggi (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer dkk, 2010) dalam bentuk sebuah kuesioner kepada pihak pemangku keputusan institusi perguruan tinggi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan melakukan scoring pada setiap kriteria kuesioner guna menghasilkan akumulasi nilai tertentu. Nilai hasil scoring akan dimasukkan dalam formula tertentu untuk menghasilkan nilai akhir yang dapat diartikan secara deskriptif tentang seberapa besar perguruan tinggi telah melakukan adopsi penuh terhadap TIK dalam konteks menuju tata kelola perguruan tinggi modern. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana pemanfaatan TIK di lingkungan perguruan tinggi, dan apa saja rekomendasi yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi, serta dari rekomendasi tersebut diharapkan mampu memicu tata kelola TIK yang sistematis dalam lingkungan STKIP PGRI Pacitan untuk menuju tata kelola perguruan tinggi modern. Demikian pula secara tidak langsung juga akan meningkatkan keunggulan mutu perguruan tinggi dan berpengaruh terhadap AIPT khususnya Standar 6 dan sangat memungkinkan juga berpengaruh terhadap standar yang lainnya.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

(3)

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kampus STKIP PGRI Pacitan Jalan Cut NyakDien 4a PlosoPacitan, dimulai bulan Juni hingga Oktober 2015.

Target/Subjek Penelitian

Penelitian ini mengambil subjek pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di lingkungan kampus STKIP PGRI Pacitan dalam mendukung Tri Darma perguruan tinggi. Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen yang dikembangkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian PendidikanNasional (Dikti), Dewan TIK Nasional (Detiknas), KementerianKomunikasidan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), Tim Riset Warta Ekonomi, dan PT. Telkom Tbk. sejak tahun 2010. Instrumen tersebut senantiasa digunakan untuk mengukur tingkat kematangan pemanfaatan TIK di perguruan tinggi dalam ajang perlombaan keunggulan teknologi perguruan tinggi yang diselenggarakan PT. Telkom Tbk. setiap tahun atau sering dikenal dengan sebutanTeSCA (Telkom Smart Campus Award).

Instrumen yang dimaksud berupa angket evaluasi pemanfaatan teknologi informasi di perguruan tinggi sebagai media pengumpulan data yang nantinya dilakukan penilaian terhadap 5 (lima) kriteria dasar pemanfaatan TIK sebagai berikut: (1) tata kelola dan manajemen; (2) infrastruktur dan fasilitas; (3) sistem Aplikasi; (4) konten dan database; dan (5) sumber daya manusia.

Teknik Analisis Data

Setelah data dari kuesioner yang disebarkan terkumpul, maka perhitungan dilakukan dengan menggunakan tahapan sebagai berikut:

Scoring Hasil Evaluasi Diri

Jawaban pada angket dikonversi ke dalam angka dengan menggunakan kaidah tertentu, sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan pada instrumen evaluasi pemanfaatan TIK di perguruan tinggi (APTIKOM, 2010).

Menghitung Nilai Sub-Total per Kriteria

Setelah nilai dikonversi, untuk masing-masing kriteria dijumlahkan menjadi nilai sub-total (STn) untuk setiap kriteria (n) kemudian dilakukan normalisasi untuk menghasilkan nilai per kriteria (Kn) denganformulasisebagai berikut:

K1 = ST1 / 56*100 Nilai Tata Kelola dan Manajemen 1

K2 = ST2 / 71*100 Nilai Infrastruktur dan Fasilitas 2

K3 = ST3 / 46*100 Nilai Sistem Aplikasi 3

K4 = ST4 / 36*100 Nilai Konten dan Database 4

(4)

Menghitung Nilai Total Akhir

Setelah dilakukan penghitungan terhadap sub-total nilai masing-masing kriteria, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai total akhir (NT) dengan menjumlahkan hasil perkalian sub-total dengan masing-masing bobot kriteria(wn) sebagai berikut:

perkalian sub-total dengan m

Berdasarkan nilai akhir yang dihasilkan, maka dapat diambil sejumlah kesimpulan mengenai seberapa besar sebuah perguruan tinggi telah melakukan adopsi penuh terhadap TIK dalam konteks menuju implementasi paradigma pendidikan abad ke-21. Sebelum menggolongkan perguruan tinggi berdasarkan tingkat adopsi yang dimaksud, perlu dilihat terlebih dahulu arti dari masing-masing subtotal nilai per kriteria (STn) berdasarkanTabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Matriks Konversi Arti Nilai Subtotal Evaluasi berdasarkan Setiap Kriteria

Skor < 20,0 20,0–39,9 40,0–59,9 60,0–79,9 ≥ 80

Kriteria 1 Manajemen Kriteria 5 SDM Terbatas SDM Cukup SDM Mahir SDM Unggul SDM Inovatif

Sumber: APTIKOM, 2010

Berdasarkan range nilai total yang didapat dan penarikan arti terhadap setiap kriteria berdasarkan Tabel 1 maka paling tidak perguruan tinggi terkait berdasarkan Nilai Total Akhir (NT) dapat dikategorikan ke dalam 5 (lima) tingkatan kelas pengadopsian TIK sebagai berikut:

Tabel 2. Tingkatan Kelas Pengadopsian TIK

No. Interval NT Kelas Adopsi TIK Keterangan

1 < 20,00 Tingkat Muda Belajar implementasi TIK

2 20,00 – 39,99 Tingkat Pratama Berusaha membangun TIK

3 40,00 – 59,99 Tingkat Madya Standar TIK PT

4 60,00 – 79,99 Tingkat Pranata Implementasi TIK optimal

5 > 80,00 Tingkat Paripurna Model TIK PT lain

Sumber: APTIKOM, 2010

(5)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Evaluasi Diri

Pengumpulan data dalam penelitian evaluasi ini menggunakan sebuah angket yang seluruhnya ada 72 item pertanyaan dalam lima kriteria yang disusun sebagaimana dalam Tabel 3.

Tabel 3. Susunan kriteria dalam Angket Penerapan TIK di Perguruan Tinggi

No Kriteria Bobot

1 Kriteria 1: Tata Kelola TIK Perguruan Tinggi 25%

Organisasi TIK

1) Unit Organisasi Khusus TIK

2) Pimpinan tertinggi penanggung jawab TIK 3) Jumlah staf/karyawan yang mengelola TIK 4) Forum TIK Perguruan Tinggi

5) Pengelola fungsi TIK Perguruan Tinggi 6) Fungsi TIK

7) SOP (Standard Operating Procedure) pengelolaan TIK Perguruan Tinggi

8) Helpdesk

Perencanaan TIK

1) Peranan TIK Perguruan Tinggi 2) Rencana strategis pengembangan TIK 3) Revisi terakhir rencana strategis TIK 4) Cetak biru arsitektur TIK

5) Alokasi anggaran belanja TIK 6) Investasi TIK tiga tahun terakhir 7) Nilai operasional TIK

8) KPI (Key Performance Indicator) implementasi TIK Perguruan Tinggi 9) Hibah TIK

10) Dana hibah TIK terbesar Evaluasi TIK

1) Evaluasi/audit TIK Perguruan Tinggi 2) Audit TIK terakhir kali

3) Penghargaan TIK

4) Masalah utama implementasi TIK Perguruan Tinggi

2 Kriteria 2: Infrastruktur dan Fasilitas TIK Perguruan Tinggi 15%

1) Jumlah komputer aktif yang dimiliki 2) Penggunaan sistem operasi legal 3) Jumlah server

4) Fungsi server

5) Intranet

(6)

No Kriteria Bobot 7) Metode koneksi internet

8) Kapasitas bandwidth

9) Internet domestik via IIX (Indonesia Internet Exchange) 10) Area hotspot lingkungan kampus

11) Persentase cakupan hotspot

12) Media akses di lingkungan kampus

13) Persentase penggunaan media akses oleh tenaga pengajar 14) Persentase penggunaan media akses oleh mahasiswa

15) Persentase mahasiswa membawa komputer pribadi ke kampus

16) Contingency Plan TIK

3 Kriteria 3: Sistem dan Aplikasi TIK Perguruan Tinggi 20%

1) Aplikasi belajar mengajar 2) URL Aplikasi belajar mengajar

3) Persentase mata kuliah yang diakses melalui e-Learning 4) Rata-rata peserta e-Learning

5) Sistem informasi yang terkait dengan administrasi Perguruan Tinggi 6) Sistem informasi pengambil keputusan

7) URL sistem pengambil keputusan 8) Aplikasi penunjang berbasis TIK 9) URL e-Library Perguruan Tinggi 10) Kelengkapan itur e-Library

11) Persentase tenaga pengajar yang telah memanfaatkan e-Library 12) Persentase mahasiswa yang telah memanfaatkan e-Library 13) Lama Perguruan Tinggi membangun sistem dan aplikasi TIK

4 Kriteria 4: Informasi dan Konten TIK Perguruan Tinggi 15%

1) Bahan ajar mata kuliah digital yang bisa diunduh 2) Jumlah mata kuliah yang sudah ter digitalisasi 3) Jumlah materi/bahan ajar yang siap diunduh 4) URL koleksi digital Perguruan Tinggi

5) Kuantitas tenaga pengajar yang memiliki web blog pribadi

6) Bentuk fasilitas komunikasi untuk mahasiswa, dosen, dan alumni 7) URL koleksi visual multimedia

8) Jumlah hasil penelitian yang sudah dipublikasikan di internet 9) Penggunaan TIK untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain 10) Penggunaan TIK untuk berkolaborasi dengan stakeholders di luar

pergu-ruan tinggi

5 Kriteria 5: Stakeholders TIK Perguruan Tinggi 25%

1) Email account Perguruan Tinggi

(7)

No Kriteria Bobot 3) Target pelatihan TIK kampus

4) Frekuensi pelatihan SDM TIK kampus per tahun 5) Jenis pelatihan TIK yang diselenggarakan

6) Bagian/unit pengelola pelatihan TIK kampus 7) Waktu akses terbuka jaringan internet 8) Ruang khusus akses internet

9) Koneksi denganjaringan WAN Jardiknas 10) Layanan online Perguruan Tinggi

11) Saran sosialisasi fasilitas TIK Perguruan Tinggi

Berdasarkan jawaban yang telah diisikan oleh narasumber dalam angket tersebut, setiap jawaban akan dikonversikan ke dalam angka.Sehingga masing-masing kriteria dapat dihitung besar nilainya untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Tabel 4. Hasil Konversi Jawaban Angket Penerapan TIK di Perguruan Tinggi STKIP PGRI Pacitan

No K1 K2 K3 K4 K5

0 3 1 3 5 0 3

2 0 3 1 1 0 0

2 0 0 1 0 0 0

0 0 -5 4 0 1 0

0 0 1 0 1 0

1 2 2 1 1 0

1 1 1 1 0 3

0 0 4 1 5 0

1 0 1 0 0

1 1 3 0 0

4 2 1

3 4

2 2

2 2 0

STn 6 8 -1 31 21 8 7

13

Nilai Subtotal per Kriteria

(8)

Tabel 5. Arti Nilai Subtotal per Kriteria Berdasarkan Perolehan Data

Kriteria Nilai Subtotal Interval Skor Arti Skor

1 13 < 20,00 Manajemen Ad-Hoc

2 31 20,00 – 39,99 Infrastruktur minimal

3 21 20,00 – 39,99 Aplikasi sporadis

4 8 < 20,00 Konten minimalis

5 7 < 20,00 SDM terbatas

Nilai Total Akhir

Kemudian untuk menghasilkan nilai akhir (Kn) untukmasing-masing kriteria perlu dilakukan normalisasi menggunakanpersamaan 1 s.d.5. Setelah nilai akhir didapat untuk masing-masing criteria. Selanjutnya, untuk dapat diartikan sebagai suatu kondisi tertentu, maka seluruh nilai akhir kriteria (Kn) dijumlahkan setelah masing-masing dikalikan dengan bobotnya (wn) menggunakan persamaan 6.

wn = {25%, 15%, 20%, 15%, 25%}

NT = (K1*w1) + (K2*w2) + (K3*w3) + (K4*w4) + (K5*w5)

NT = (23,21*0,25) + (43,66*0,15) + (45,65*0,20) + (22,22*0,15) + (24,14*0,25) = 5,80 + 6,55 + 9,13 + 3,33 + 6,04

= 30,85

Jadi nilai total akhir (NT) yang dihasilkan sebesar 30,85. Arti Nilai Akhir

Selanjutnya perolehan nilai total akhir (NT) yang diperoleh akan dikonversikan ke dalam tingkatan kelas pengadopsian TIK Perguruan Tinggi berdasarkan Tabel 2. Dimana NT yang diperoleh STKIP PGRI Pacitan adalah sebesar 30,85 yang artinya STKIP PGRI Pacitan menduduki kelas pengadopsian TIK pada tingkat Pratama.

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dari arti nilai subtotal setiap kriteria yang dihasilkan, dapat dijabarkan bahwa penerapan TIK di STKIP PGRI Pacitan masih menerapkan tata kelola dan manajemen Ad-Hoc dalam penyelenggaraan TIK nya, infrastruktur dan fasilitas yang dimiliki masih tergolong minim. Selain itu, sistem aplikasi yang sudah diimplementasikan tergolong sporadic. Konten dan database

yang dimiliki atau disajikan masih sangat minimalis, dan SDM pengelola TIK perguruan tinggi masih sangat terbatas.

(9)

Tetapi untuk mencapai Tingkat Madya – yaitu tingkatan standar TIK perguruan tinggi yang terstruktur dan memiliki SDM yang terampil, maka STKIP PGRI Pacitan perlu meningkatkan nilai total akhir (NT) nya hingga di atas skor 40,00. Tingkat inilah yang merupakan target yang harus dicapai oleh institusi pendidikan tinggi. Suatu kondisi dimana secara rapi, terstruktur, dan jelas peranan, fungsi, prosedur, dan mekanisme pemanfaatan TIK yang telah disusun oleh institusi yang bersangkutan dan telah disosialisasikan dengan baik dalam lingkungan kampus. Dalam hal ini STKIP PGRI Pacitan masih perlu meningkatkan pemanfaatan TIK nya hingga 9,15 poin atau lebih, untuk dapat mencapai tingkat pengadopsian standar/Tingkat Madya.

Beberapa tindak lanjut terkait pengadopsian TIK yang direkomendasikan untuk meningkatkan skor pengadopsian TIK perguruan tinggi STKIP PGRI Pacitan:

1) Mengubah paradigma pembelajaran klasik menjadi berbasis TIK, melalui sosialisasi pemanfaatan TIK dalam konteks pembelajaran dalam bentuk seminar dan workshop; 2) Melatih segenap SDM dalam konteks manajemen TIK, yaitu perencanaan, operasional,

pengawasan, dan pengendalian baik terhadap infrastruktur maupun fasilitas TIK perguruan tinggi melalui program pelatihan khusus yang intensif;

3) Menambah investasi sarana/fasilitas TIK dengan berlandaskan pada Perencanaan Strategis TIK dan Roadmap Implementasi TIK perguruan tinggi yang disusun STKIP PGRI Pacitan (jika sudah ada);

4) Membentuk unit organisasi khusus yang bertanggung jawab mengelola TIK kampus. Sehingga mulai perencanaan, implementasi, pengendalian, dan pengawasan ditangani dengan baik oleh unit tersebut;

5) Membuat perencanaan strategis TIK berkala dan terprogram, sebagai acuan implementasi TIK perguruan tinggi;

6) Meningkatkan peran TIK untuk mendukung aktivitas operasional dan administrasi. Dengan melakukan digitalisasi terhadap aktivitas operasional maupun administrasi, baik parsial maupun keseluruhan yang melibatkan sistem informasi dan basis data;

7) Meningkatkan peran TIK untuk membantu proses pengambilan keputusan. Dengan mengimplementasikan Decision Support System untuk membantu pengambilan keputusan dalam ranah manajemen perguruan tinggi;

8) Meningkatkan peran TIK untuk menunjang aktivitas komunikasi dan interaksi antar pemangku kepentingan. Misalnya dengan membentuk forum online bagi mahasiswa, dosen, alumni, dan stakeholder lainnya;

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Albach, P.G. 2006. International Higher Education: Relections on Policy and Practice, Massachusetts: Center for International Higher Education, Boston College.

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian PendidikanNasional (Dikti), Dewan TIK Nasional (Detiknas), KementerianKomunikasidan Informatika Republik Indonesia, Tim Riset Warta Ekonomi, dan PT. Telkom Tbk. 2010. Instrumen Penerapan TIK di PerguruanTinggi, DalamRichardusEkoIndrajit (Ed.), Peranan Teknologi Informasi pada PerguruanTinggi (hlm. 144-165), Jakarta: APTIKOM.

BAN-PT. 2014. Borang Akreditasi Institusi Pendidikan Tinggi: Pacitan: STKIP PGRI Pacitan unpublished.

Friedman, T.L. 2006. he World is Flat: he Globalized World in the Twenty-First Century. London: Penguin Books.

Indrajit, R.E., Prof. 2011a. Teknologi Informasi dan Perguruan Tinggi: Menjawab Tantangan Pendidikan Abad ke-21. Jakarta: APTIKOM.

Indrajit, R.E., Prof. 2011b. Peran Teknologi Informasi pada Perguruan Tinggi: Paradigma – Konsep – Strategi Implementasi. Jakarta: APTIKOM.

Kothari, C.R., 2004. Research Methodology: Methods and Techniques. New Delhi: New Age International Ltd. Publisher.

Nugroho, L.E. 2009. Pemanfaatan Teknologi Informasi di PerguruanTinggi, Yogyakarta: Prajna Media.

Rainer, R.K., Jr. and E. Turban. 2009. Introduction to Information Systems: Enabling and Transforming Business, International Student Version. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. Subiyakto, A., 2009. Kontrol Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Perguruan

Tinggi Indonesia. Prosiding Seminar Risetdan Teknologi Informasi (SRITI), Yogyakarta: STMIK AKAKOM.

Telkom Indonesia, PT., Tbk. 2012. TeSCA 2012: Pemetaan, Perhitungan Indeks, dan Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia atas Pelaksanaan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) di Lingkungan Kampus. Jakarta: Tempo Media Group.

Gambar

Tabel 1. Matriks Konversi Arti Nilai Subtotal Evaluasi berdasarkan Setiap Kriteria
Tabel 3. Susunan kriteria dalam Angket Penerapan TIK di Perguruan Tinggi
Tabel 4. Hasil Konversi Jawaban Angket Penerapan TIK di Perguruan Tinggi
Tabel 5. Arti Nilai Subtotal per Kriteria Berdasarkan Perolehan Data

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa penelitian diatas di perguruan tinggi Agama Hindu belum ada pembahasan mengenai Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Dalam Meningkatan Mutu

Hasil Pengolahan data sebelumnya, memperlihatkan kondisi tata kelola Sistem Informasi Akademik pada perguruan tinggi swasta yang menjadi sampel penelitian

Dari variabel kualitas layanan yang terdapat pada WebQual 4.0 masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap User Satisfaction SIAKAD di STKIP PGRI

Menjadikan STKIP PGRI Sumatera Barat sebagai perguruan tinggi yang memiliki tatakelola yang baik (good university governance), sehat dan memiliki daya saing yang

Menurut hasil pengamatan, terdapat beberapa informasi selain Daftar Program Studi yang tidak ada pada Brosur Penerimaan Mahasiswa Baru STKIP PGRI Pacitan

Dalam rangka adopsi teknologi TIK pada pemanfaatan repository industri bambu, maka perlu dilakukan pemetaan terhadap kondisi kualitas saat ini dari para pelaku industri

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP PGRI SIDOARJO Pendirian Perguruan Tinggi : SK Kemendikbud Nomor : 0326/0/1990, tanggal 1 Mei 1990 Terakreditasi SK BAN-PT Nomor :

Information Technology Balanced Scorecard IT Balance Scorecard dapat digunakan untuk mengukur kinerja perguruan tinggi berkaitan dengan tata kelola IT.Keyes:2005 Teknologi informasi