EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN KOORPERATIF TIPE STAD DENGAN
BANTUAN MEDIA ICT C PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
KELAS 10 DISMA X SALATIGA
Oleh:Graha Chandradinangga
Univesitas Kristen Satya Wacana
ABSTRAK
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar matematika yang biasanya menggunakan model pembelajaran biasa itu cukup sulit dipelajari dan dipahami oleh siswa, dan pembelajaran matematika dapat di tingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan bantuan ICT. Model pembelajaran dengan menggunakan koorperatif tipe model STAD (student teams achievement divisions) ini di berikan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas kegiatan siswa dalam proses belajar dengan bantuan ICT. Dalam penelitian ini di maksudkan untuk memudahkan siswa dalam memahami pengetahuan yang sedang dipelajari serta untuk menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan. Penelitian ini bersifat experimen kuantitatif, subyek penelitian ini adalah siswa kelas 10 di SMA X di Salatiga. Sampel yang digunakan satu kelas yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini membuktikan bahwa memahami pelajaran matematika secara umumnya sangatlah sulit bagi siswa. Dengan model STAD dengan bantuan ICT ini dapat memahami dan mempelajari pelajaran matematika secara mudah dan menyenangkan.
1. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Didalam dunia pendidikan matematika merupakan ilmu yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap siswa karena tidak terlepas dari kehidupan manusia. Juga matematika menjadi salah satu matapelajaran yang di gunakan sebagai ujian nasional, pentingnya peran maematika sekolah perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Keberhasilan pelajaran matematika tidak jauh oleh peran seorang guru untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisiensi bagi perserta didik. Media pembelajaran yang diberikan guru haruslah menarik minat siswa dan memberika kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya harus interaktif.
digunakan dalam pembelajaran matematika dan sekolah haruslah menyediakan sarana dan prasarana yang cukup untuk menunjang semua itu.
Pembelajaran matematika di sekolah perlu menerapkan pembelajaran dengan pendekatan tertentu yang menarik,menyenangkan dan dapat membantu siswa untuk lebih memudahkan siswa dalam pemahaman materi. Salah satu pendekatan yang baik adalah dengan pembelajaran kooperatif. Kooperatif yang sesuai di SMA X Salatiga dengan tipe STAD (Student Teams-Achievement Divisions) memiliki ciri khas bahwa siswa ditempatkan atau dikelompokkan sesuai tim yang beranggotakan lima siswa yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi.jenis kelamin dan suku.
2. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajara kooperatif tipe STAD dengan bantuan media ICT pada pelajaran matematika di kelas 10 SMA X Salatiga.
3. Kajian Teori
1. Pengetian Efektivitas
Efektivitas dalam pengertian secara umum adalah : “kemampuan berdaya guna dalam mselaksanakan sesuatu pekerjaan sehingga menghasilkan hasil guna (efisien) yang maksimal”.Memaknai efektivitas setiap orang memberi arti yang berbeda sesuai sudut pandang dan kepentingan masing-masing dalam kamus bahasa indonesia Mulyasa (dalam Mirawaty: 2010: 6) dikemukakan bahwa ; “efektif berarti dan efeknya (akibatnya, pengaruhya dan kesannya) manjur atau mujarab, dapat membawa hasil”, jadi efektivitas adalah adanya keseuaian antara orang yang melakukan tugas, dengan sasaran yang dituju. Sedangkan Menurut Desy Anwar efek adalah “ akibat pengaruh kesan yang timbul pada pikiran, penonton, pendengar, pembaca, dan sebagainya (sesudah mendengar atau melihat sesuatu) ; Sedangkan efektif (akibatnya, pengaruhnya, kesannya) Manjur atau mujarab, (tentang efektifitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu program obat) dapat membawa hasil, berhasil guna (tentang usaha, tindakan) hal ini berlakunya (tentang undang-undang, peraturan)”. (dalam : Wiwi Irjanty Kentjil : 2010 : 8).
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian tentang efektivitas adalah serangkaian tugas-tugas yang dilakukan orang-orang untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah dietapkan sebelumnya dalam suatu organisasi. Ciri-Ciri Efekivitas Pembelajaran
a. Berhasil menghantarkan siswa mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah di tetapkan
b. Memberikan pengalaman belajar yang atraktif, melibatkan siswa secara aktif sehingga menunjang pencapaian tujuan instruksional
c. Memiliki sarana-sarana yang menunjang proses belajar mengajar
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa proram pembelajaran yang baik adalah bagimana guru berhasil menghantarkan anak didiknya untuk mendapatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman belajar yang antraktif.
2. Pembelajaran Kooperatif STAD
Menurut Slavin (Trianto, 2007) model pembelajaran kooperatif terdiri atas beberapa tipe yaitu: tipe STAD ( Student teams achvement divisions), tipe Jigsaw, Tipe TGT ( Team Geam Turnament), tipe TAI (Team Accelerated Instructions) dan tipe NHT ( Numbered Head Together). Dalam penelitian ini menggunakan tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) memiliki ciri khas yaitu siswa ditepatkan atau dikelompokan dalam tim yang beranggotakan empat orang yang merupakan campuran mnurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Selanjutnya guru menyajikan pelajaran, kemuduan siswa berkerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Pada akhirnya seluruh siswa secara individu mengerjakan atau menjawab kuis mengenai materi yang telah di kerjakan oleh siswa.
3. . Pengertian ICT (Information Communication and Technology Class)
Istilah ICT C merupakan kepanjangan dari; I (Information) untuk Informasi (information: Inggris) berarti: keterangan; pemberitahuan, khabar atau berita tentang sesuatu. C (COMMUNICATION) untuk Komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicare Yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama dalam hal pengertian dan pendapat antara komunikator dan komunikan. Dan T (TECHNOLOGY) untuk Teknologi didefinisikan sebagai, “Cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindera dan otak manusia”. Sedangkan C (CLASS) untuk Kelas berarti sebuah ruang yang digunakan untuk melaksanakan belajar mengajar.
pembelajaran. Pemanfaatan ICT (Information Communication and Technology) Dalam Pendidikan ICT (Information Communication and Technology) harus mengambil peran sentral dalam upaya mengembangkan pendidikan, baik itu proses pendidikan formal maupun pelatihan. ICT (Information Communication and Technology) dapat berperan dalam pendidikan terbuka jarak jauh. Seperti di Universitas Terbuka, pemanfaatan ICT (Information Communication and Technology) mampu meningkatan kualitas pembelajaran dan memperluas jangkauan akses layanan pendidikan. Selain itu, penerapan ICT (Information Communication and Technology) dapat digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan pendidik secara nasional. Demikian pula pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan ICT (Information Communication and Technology) untuk pelatihan bagi berbagai kelompok masyarakat, misalnya usaha kecil menengah, birokrasi pada pemerintah daerah, pendidik dan lain-lain.
ICT (Information Communication and Technology) dapat digunakan untuk memudahkan kerja sama antara pendidik dengan peserta didik yang letaknya berjauhan secara fisik. Dahulu, seseorang harus berjalan jauh untuk menemui seorang pakar guna mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal itu dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan e-mail. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, e-mail, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing. Secara umum ada tiga pendekatan dalam penggunaan atau pemanfaatan ICT (Information Communication and Technology) untuk pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
a. Learning about computers and the internet, di mana technological literacy menjadi tujuan akhir. Komputer dapat dijadikan sebagai objek pembelajaran, misalnya ilmu komputer (computer science). Artinya menjadikan ICT (Information Communication and Technology) sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah.
Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, Pendidikan Agama Islam dan lain-lain sebagai salah satu alternative media pembelajaran di SMA dan SMK.
c. Learning through computers and the internet, yaitu mengintegrasikan pengembangan keterampilan-keterampilan berbasis ICT (Information Communication and Technology) dengan aplikasi-aplikasi dalam kurikulum. Misalnya di perguruan tinggi, sebagai contoh mahasiswa melakukan riset online, menggunakan spreadsheet dan program database untuk membantu mengorganisasikan dan menganalisis data yang telah dikumpulkan atau menggunakan word processing untuk menyusun laporan penelitian. Oleh karena itu, komputer dapat juga digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan proses tertentu, misalnya perhitungan atau kalkulasi dan penyimpanan data serta pemprosesan kata dan data (word and data processing).
4. Pembelajaran Matematika
Definisi pembelajaran diungkapkan oleh Winataputra dan Tita bahwa proses pembelajaran adalah proses membuat orang melakukan proses belajar sesuai dengan rencana. Menurut beliau, pembelajaran ditandai dengan terciptanya suasana dan lingkungan belajar yang dirancang oleh orang lain untuk kepentingan perubahan perilaku orang yang belajar. Dari uraian definisi pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika merupakan proses membuat orang melakukan proses belajar matematika sesuai dengan rencana untuk kepentingan perubahan perilaku maupun pola pikir matematika orang yang belajar. Dalam pembelajaran matematika terdapat aktivitas belajar matematika yang seperti diuraikan sebelumnya, bahwa dalam belajar matematika hendaknya siswa bukan hanya menghafal, namun juga memahami konsep-konsepnya secara berurutan.
2. Metode Penelitian
ini peneliti memberikan tiga siklus yang dimana siklus pertama tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dan ICT C, siklus ke dua menggunakan tipe STAD tanpa ICT C dan yang ketiga menggunakan tipe kooperatif STAD dan ICT C. Selanjutnya penyajian dan analisis data dilakukan untuk menemukan makna dari data-data yang diperoleh. Peneliti menggunakan exsel dan program SPSS Untuk mendukung hasil, penulis juga melakukan studi pustaka dengan mempelajari bahan-bahan yang terkait dengan masalah tersebut sebagai landasan teoritis dalam penelitian ini.
3.
Pembahasan
14
Berdasarkan tabel di atas dapat dideskripsikan mengenai besaran nilai mean, median, mode, standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum dari test yang telah dilakukan. Statistiknya dapat dilihat di tabel :
Statistics
Berdasarkan data dari tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai Tes pertama, kedua, dan ketiga diperoleh :
Nilai nimimum pada tes tahap pertama 50.00 dan nilai maksimum yang diperolehnya adalah 100.00, dengan Mean 70.1, nilai Median diperoleh sebesar 75.00 , Mode diperoleh 75.00, dan Standar Deviasi 15.26. Berikut tabel frekuensi yang diperoleh:
Tabel 4.8 Distribusi frekuensi Nilai siswa pada tahap pertama
Non STAD dan Non ICT C
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 50.00 6 24.0 25.0 25.0
60.00 3 12.0 12.5 37.5
65.00 1 4.0 4.2 41.7
75.00 8 32.0 33.3 75.0
87.50 5 20.0 20.8 95.8
100.00 1 4.0 4.2 100.0
Total 24 96.0 100.0
Missing System 1 4.0
Total 25 100.0
2. STAD dan Non ICT C
Nilai nimimum pada tes tahap kedua 45.00 dan nilai maksimum yang diperolehnya adalah 85.00, dengan Mean 75.41, nilai Median diperoleh sebesar 85.00, Mode diperoleh 85.00, dan Standar Deviasi 14.95. Berikut tabel frekuensi yang diperoleh:
Tabel 4.9 Distribusi frekuensi Nilai siswa pada tahap kedua
STAD dan Non ICT C
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 45.00 1 4.0 4.2 4.2
50.00 4 16.0 16.7 20.8
65.00 2 8.0 8.3 29.2
80.00 2 8.0 8.3 37.5
85.00 15 60.0 62.5 100.0
Total 24 96.0 100.0
Missing System 1 4.0
3. STAD dan ICT C
Nilai nimimum pada tes tahap ketiga 30.00 dan nilai maksimum yang diperolehnya adalah 100.00, dengan Mean 80.83, nilai Median diperoleh sebesar 80.00 , Mode diperoleh 80.00, dan Standar Deviasi 16.65. Berikut tabel frekuensi yang diperoleh:
Tabel 4.10 Distribusi frekuensi Nilai siswa pada Post test 2
posetest2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 30.00 1 4.0 4.2 4.2
60.00 2 8.0 8.3 12.5
70.00 3 12.0 12.5 25.0
80.00 11 44.0 45.8 70.8
100.00 7 28.0 29.2 100.0
Total 24 96.0 100.0
Missing System 1 4.0
Total 25 100.0
Dengan sistem pengajaran yang telah diberikan oleh siswa di kelas 10 pada SMA X Salatiga menggunakan sistem STAD dan ICT C. Keefektifan penggunaan program ini sangat membantu sekali dalam model pengajaran yang di berikan.
4. Kesimpulan dan Saran
matematika akan lebih menyenangkan jika menggunakan bantuan ICT yang dimana siswa tidak hanya membuat hitung-hitungan di kertas atau buku tetapi dapat meng hitung menggunakan kakulator yang sudah terdapat dalam komputer.
Berdasarkan pengertiaan di atas maka pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD dengan bantuan ICT sangatlah efektif untuk di terapkan dalam sekolah-sekolah khususnya pada pelajaran matematika di SMA X Salatiga.
References
Annisah. (2012). Penggunaan ICT Dalam Pembelajaran Matematika. Education zone And music. Kamis 22 November 2012. www.annisah.org/2012/11/ diakses 1 Desember 2015 pukul 15.00
Firman, Harry (1987) Keefektifan Program Pembelajaran
http://ahmadmuhli.wordpress.com/2011/08/02/efektivitas-pembelajaran/ diakses Desember 2015
Ibrahim,dkk. 2005. Pembelajaran Kooperatif.Surabaya: UNESA-UNIVERSITAS PRESS
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta : Pustaka.