ZONA INTEGRITAS, WBK /
WBBM DAN GRATIFIKASI
27 Februari 2018
Jalan Gebang Putih No 10 Sukolilo Surabaya
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program & Anggaran 2018 BP PAUD & DIKMAS JAWA TIMUR
MEMBANGUN ZONA
INTEGRITAS
SYARAT PENGAJUAN WBK/WBBM
4
SYARAT WBK WBBM
TINGKAT INSTANSI PEMERINTAH
Opini BPK “WTP” Opini BPK “WTP”
selama minimal 2 tahun berturut-turut Nilai AKIP minimal “CC”
TINGKAT UNIT KERJA
Setingkat Es. I s.d Es. III
Peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis
Melaksanakan program-program reformasi birokrasi secara baik
DASAR HUKUM
DASAR HUKUM PERMENPAN
DASAR HUKUM PERMENPAN
1. UU 28 / 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. UU 31 / 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi;
3. UU 30 / 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi; 4. UU 14 / 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ; 5. UU 25 /2009 tentang Pelayanan Publik ;
6. PP 60 / 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah;
7. Perpres 54 / 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
8. Perpres 81 / 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;
9. Perpres 55 / 2012 tentang Strategi Nasional
Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Inpres 2 / 2014 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;
10.Permen PAN dan RB 14 / 2014 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
1. UU 28 / 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. UU 31 / 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi;
3. UU 30 / 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi; 4. UU 14 / 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ; 5. UU 25 /2009 tentang Pelayanan Publik ;
6. PP 60 / 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah;
7. Perpres 54 / 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
8. Perpres 81 / 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;
9. Perpres 55 / 2012 tentang Strategi Nasional
Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Inpres 2 / 2014 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;
10.Permen PAN dan RB 14 / 2014 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
PERMENPAN tentang ZI
PERMENPAN tentang ZI
Permen PANRB 20 / 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan ZI menuju Wilah Bebas dari Korupsi
Permen PANRB 20 / 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan ZI menuju Wilah Bebas dari Korupsi
Permen PANRB 60 / 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan
WBBBM di Lingkungan K/L dan Pemda
Permen PANRB 60 / 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan
WBBBM di Lingkungan K/L dan Pemda
Permen PANRB 52 / 2014 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju
WBK dan WBBM di Lingkungan Instansi
Pemerintah
Permen PANRB 52 / 2014 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju
KERANGKA LOGIS PENILAIAN
H A S I L ( 4 0 % ) P E N G U N G K I T ( 6 0 % )
PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN
PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN
PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BEBAS
KKN (20)
PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BEBAS
KKN (20) PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (20) ) PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (20) ) M A N A JE M E N P E R U B A H A N ( 5 ) M A N A JE M E N P E R U B A H A N ( 5 ) PENATAAN TATALAKSANA (5) PENATAAN TATALAKSANA (5) P E N IN G K A T A N K U A L IT A S P E L A Y A N A N P U B L IK ( 1 0 ) P E N IN G K A T A N K U A L IT A S P E L A Y A N A N P U B L IK ( 1 0 ) PENATAAN
MANAJEMEN SDM (15)
PENATAAN
MANAJEMEN SDM (15)
PENGUATAN PENGAWASAN (15) PENGUATAN PENGAWASAN (15) PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA (10) PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA (10)
Nilai persepsi korupsi (survei eksternal)
(15)
TAHAPAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS.
TETAPKAN UNIT KERJA YANG AKAN DIJADIKAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI
(WBK)/WILAYAH BIROKRASI BERSIH DAN MELAYANI (WBBM).
TETAPKAN RENCANA AKSI REFORMASI BIROKRASI UNTUK UNIT KERJA ZONA INTEGRITAS.
PELAKSANAAN RENCANA AKSI.
UKUR INDIKATOR HASIL DAN PROSES YANG DICAPAI.
LAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI ATAS INDIKATOR HASIL DAN PROSES YANG DICAPAI.
SYARAT PENETAPAN WBK/WBBM
SYARAT WBK WBBM
Nilai Total (Pengungkit dan
Hasil) minimal 75 85
Nilai komponen hasil
“Terwujudnya Pemerintah yang
Bersih dan Bebas KKN” minimal 18 18
Nilai sub-komponen “Survei
Persepsi Anti Korupsi” minimal 13,5 13,5
Nilai sub-komponen “Persentasi
TLHP” minimal 3,5 3,5
Nilai komponen hasil
“Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat” minimal
PENGUNGKIT (60)
Manajemen
Perubahan
Penguatan
Akuntabilitas
Penataan
Tatalaksana
Penguatan
Pengawasan
Penataan Sistem
Manajemen SDM
Peningkatan Kualitas
Pelayanan Publik
5
5
15
10
15
Manajemen Perubahan
12
Tim Kerja (1)
Tim Kerja (1)
•
Tim telah dibentuk
•
Penentuan anggota
tim selain pimpinan
dipiih melalui
prosedur yang jelas
•
Tim telah dibentuk
•
Penentuan anggota
tim selain pimpinan
dipiih melalui
prosedur yang jelas
Rencana Kerja
pembangunan ZI (1) Rencana Kerja pembangunan ZI (1)
• Rencana kerja
pembangunan ZI telah dibuat.
• Dalam dokumen
pembangunan terdapat target-target prioritas
• Telah terdapat mekanisme atau media untuk
mensosialisasikan
pembangunan ZI menuju WBK/WBBM
• Rencana kerja
pembangunan ZI telah dibuat.
• Dalam dokumen
pembangunan terdapat target-target prioritas
• Telah terdapat mekanisme atau media untuk
mensosialisasikan
Pemantauan Dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM
(2)
Pemantauan Dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM
(2)
• Kegiatan pembangunan telah
dilaksanakan sesuai rencana
• Monitoring dan evaluasi
terhadap pembangunan Zona Integritas
• Hasil Monitoring dan Evaluasi
telah ditindaklanjuti
• Kegiatan pembangunan telah
dilaksanakan sesuai rencana
• Monitoring dan evaluasi
terhadap pembangunan Zona Integritas
• Hasil Monitoring dan Evaluasi
telah ditindaklanjuti
Perubahan pola pikir dan budaya kerja (1)
Perubahan pola pikir dan budaya kerja (1)
• Pimpinan berperan sebagai role
model dalam pelaksanaan
Pembangunan WBK/WBBM • agen perubahan sudah
ditetapkan
• Pelatihan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi
• keterlibatan anggota organisasi dalam pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM
• Pimpinan berperan sebagai role
model dalam pelaksanaan
Pembangunan WBK/WBBM • agen perubahan sudah
ditetapkan
• Pelatihan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi
• keterlibatan anggota organisasi dalam pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM
Penataan Tatalaksana
14
Prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan
utama (1,5)
Prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan
utama (1,5)
•SOP mengacu proses
bisnis instansi
•Prosedur operasional
tetap (SOP) telah diterapkan
• Prosedur operasional
tetap (SOP) telah dievaluasi.
•SOP mengacu proses
bisnis instansi
•Prosedur operasional
tetap (SOP) telah diterapkan
• Prosedur operasional
tetap (SOP) telah dievaluasi.
E-government (2)
E-government (2)
• sistem pengukuran kinerja unit
sudah menggunakan teknologi informasi
• Operasionalisasi manajemen SDM
sudah menggunakan teknologi informasi
• Pemberian pelayanan kepada publik
sudah menggunakan teknologi informasi.
• Monitoring dan dan evaluasi
terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan
pemberian layanan kepada publik
• sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi
• Operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasi
• Pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi
informasi.
• Monitoring dan dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan
Penataan Tatalaksana
Keterbukaan Informasi Publik
(1,5)
Keterbukaan Informasi Publik
(1,5)
•
Menerapkan kebijakan
keterbukaan informasi publik
•
Melakukan monitoring dan
evaluasi pelaksanaan kebijakan
keterbukaan informasi publik.
•
Menerapkan kebijakan
keterbukaan informasi publik
•
Melakukan monitoring dan
Penataan Sistem Manajemen SDM
16
Perencanaan kebutuhan pegawai
sesuai dengan kebutuhan (2)
kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatan
penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan
Monitoring dan dan evaluasi terhadap penempatan pegawai rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerja
Pola Mutasi Internal (2)
Dalam melakukan pengembangan karier pegawai, apakah telah dilakukan mutasi pegawai antar jabatan
mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan
monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja
Pengembanga n pegawai
berbasis
kompetensi (3)
Unit Kerja melakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensi
Penyusunan rencana pengembangan kompetensi pegawai, apakah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
Persentase kesenjangan kompetensi pegawai yang ada dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatan
unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai (dapat melalui pengikutsertaan pada lembaga pelatihan, in-house training, atau melalui coaching, atau mentoring, dll)
Penataan Sistem Manajemen SDM
Penetapan kinerja individu (4)
Penetapan kinerja individu (4)
• penetapan kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi
• Ukuran kinerja individu sesuai dengan indikator kinerja individu level diatasnya
• Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik
• Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward
(pengembangan karir individu, penghargaan dll).
• penetapan kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi
• Ukuran kinerja individu sesuai dengan indikator kinerja individu level diatasnya
• Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik
• Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward
(pengembangan karir individu, penghargaan dll).
Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode
perilaku pegawai (3)
Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode
perilaku pegawai (3)
• Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah
dilaksanakan/diimplementasik an
• Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/diimplementasik an Sistem Informasi Kepegawaian (1) Sistem Informasi Kepegawaian (1)
• Data informasi kepegawaian unit kerja telah dimutakhirkan secara berkala.
Penguatan Akuntabilitas Kinerja
18
keterlibatan pimpinan (5)
keterlibatan pimpinan (5)
•pimpinan terlibat secara langsung
pada saat penyusunan Perencanaan
•pimpinan terlibat secara langsung
pada saat penyusunan Penetapan Kinerja
•pimpinan memantau pencapaian
kinerja secara berkala
•pimpinan terlibat secara langsung
pada saat penyusunan Perencanaan
•pimpinan terlibat secara langsung
pada saat penyusunan Penetapan Kinerja
•pimpinan memantau pencapaian
kinerja secara berkala
Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja (3)
Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja (3)
•Dokumen perencanaan sudah ada •Dokumen perencanaan telah
berorientasi hasil
•Indikator Kinerja Utama (IKU •indikator kinerja telah SMART • laporan kinerja telah disusun
tepat waktu
•Upaya peningkatan kapasitas
SDM yang menangani akuntabilitas kinerja
•Pengelolaan akuntabilitas kinerja
dilaksanakan oleh SDM yang kompeten
•Dokumen perencanaan sudah ada •Dokumen perencanaan telah
berorientasi hasil
•Indikator Kinerja Utama (IKU •indikator kinerja telah SMART • laporan kinerja telah disusun
tepat waktu
•Upaya peningkatan kapasitas
SDM yang menangani akuntabilitas kinerja
•Pengelolaan akuntabilitas kinerja
Penguatan Pengawasan
Pengendalian Gratifikasi (3)Pengendalian
Gratifikasi (3)
• dilakukan public
campaign
• Penanganan gratifikasi
telah diimplementasikan
• dilakukan public campaign
• Penanganan gratifikasi telah diimplementasikan
Penerapan SPIP (3)
Penerapan SPIP (3)
• Laporan harta kekayaan • dilakukan penilaian
risiko atas pelaksanaan kebijakan
• dilakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi
• SPI telah diinformasikan
dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait
• Laporan harta kekayaan
• dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakan
• dilakukan kegiatan
pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi
• SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait
Pengaduan Masyarakat (3)Pengaduan
Masyarakat (3)
• Penanganan pengaduan
masyrakat telah diimplementasikan
• Hasil penanganan
pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti
• Telah dilakukan
monitoring dan evaluasi atas penanganan
pengaduan masyarakat
• Hasil evaluasi atas
penanganan pengaduan masyarakat telah
ditindaklanjuti
• Penanganan pengaduan masyrakat telah
diimplementasikan
• Hasil penanganan
pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti
• Telah dilakukan
monitoring dan evaluasi atas penanganan
pengaduan masyarakat
• Hasil evaluasi atas
penanganan pengaduan masyarakat telah
Penguatan Pengawasan
20
Whistle-Blowing System (3)
Whistle-Blowing System (3)
• Whistle Blowing System telah
diinternalisasi
• Whistle Blowing System telah
diterapkan
• Telah dilakukan evaluasi atas
penanganan Whistle Blowing System
• Hasil evaluasi atas penanganan
Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti
• Whistle Blowing System telah
diinternalisasi
• Whistle Blowing System telah
diterapkan
• Telah dilakukan evaluasi atas
penanganan Whistle Blowing System
• Hasil evaluasi atas penanganan
Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti
Penanganan Benturan Kepentingan (3)
Penanganan Benturan Kepentingan (3)
• Telah terdapat identifikasi/pemetaan
benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama
• Penanganan Benturan Kepentingan
telah disosialisasikan/internalisasi
• Penanganan Benturan Kepentingan
telah diimplementasikan.
• dilakukan evaluasi atas Penanganan
Benturan Kepentingan.
• Hasil evaluasi atas Penanganan
Benturan Kepentingan telah ditindaklanjuti
• Telah terdapat identifikasi/pemetaan
benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama
• Penanganan Benturan Kepentingan
telah disosialisasikan/internalisasi
• Penanganan Benturan Kepentingan
telah diimplementasikan.
• dilakukan evaluasi atas Penanganan
Benturan Kepentingan.
• Hasil evaluasi atas Penanganan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Standar Pelayanan (3)
Standar Pelayanan (3)
• Terdapat kebijakan
standar pelayanan.
• Standar pelayanan telah
dimaklumatkan.
• Terdapat SOP bagi
pelaksanaan standar pelayanan
• Dilakukan reviu dan
perbaikan atas standar pelayanan dan SOP
• Terdapat kebijakan
standar pelayanan.
• Standar pelayanan telah
dimaklumatkan.
• Terdapat SOP bagi
pelaksanaan standar pelayanan
• Dilakukan reviu dan
perbaikan atas standar pelayanan dan SOP
Budaya pelayanan prima (3)
Budaya pelayanan prima (3)
• Sosialisasi/ pelatihan
dalam upaya penerapan Budaya Pelayanan Prima.
• Informasi tentang
pelayanan mudah
diakses melalui berbagai media.
• Terdapat sanksi/reward
bagi pelaksana layanan serta pemberian
kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar.
• Terdapat sarana layanan
terpadu/terintegrasi.
• Terdapat inovasi
pelayanan
• Sosialisasi/ pelatihan
dalam upaya penerapan Budaya Pelayanan Prima.
• Informasi tentang
pelayanan mudah
diakses melalui berbagai media.
• Terdapat sanksi/reward
bagi pelaksana layanan serta pemberian
kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar.
• Terdapat sarana layanan
terpadu/terintegrasi.
• Terdapat inovasi
pelayanan Penilaian kepuasan terhadap pelayanan (4) Penilaian kepuasan terhadap pelayanan (4)
• Dilakukan survey
kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
• Hasil survey kepuasan
masyarakat dapat diakses secara terbuka
• Dilakukan tindak lanjut
atas hasil survey kepuasan masyarakat
• Dilakukan survey
kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
• Hasil survey kepuasan
masyarakat dapat diakses secara terbuka
• Dilakukan tindak lanjut
INDIKATOR HASIL (40)
22
• Nilai persepsi
korupsi
(survei eksternal )
• Presentase
penyelesaian TLHP
• Nilai persepsi
korupsi
(survei eksternal )
12 DARI 27 SATKER DI LINGKUNGAN KEMENDIKBUD
YANG DIUSULKAN SEBAGAI SATKER PERCONTOHAN WBK YANG AKAN DITETAPKAN OLEH MENDIKBUD
Satker Pusat
•
Sekretariat Ditjen PAUD
dan Dikmas
•
Dit. Pemb. PAUD
•
Dit. Pemb. Dik. Aktara
•
Dit. Pemb. Suslat
•
Dit. Pemb. Dik Kel
Satker Daerah
•
PP PAUD Dikmas Jabar
•
PP PAUD Dikmas Jateng
•
BP PAUD Dikmas Sumut
•
BP PAUD Dikmas Jatim
•
BP PAUD Dikmas Sulsel
•
BPNB Bali
•
Museum Benteng
Perkembangan Hasil PMPRB dan Ev.
MenPAN-RB
2014, 2015, dan 2016
No Komponen BobotTahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
Itjen Men
PAN-RB Itjen Men PAN-RB Itjen Men PAN-RB
A Komponen Pengungkit (KP) 60 47,46 28,30 50,56 38,82 50,20 42,09
1. Manajemen Perubahan 5 4,43 3,54 4,60 3,86 4,33 3,89 2. Penataan Peraturan 5 3,75 2,71 3,75 2,71 3,75 3,13 3. Penguatan Organisasi 6 4,01 3,84 4,51 3,84 4,51 3,84 4. Penataan Tatalaksana 5 4,46 3,47 4,46 3,63 4,21 3,76 5. Penataan Sistem Mjm SDM 15 12,71 6,84 13,91 11,78 13,64 12,05 6. Penguatan Akuntabilitas 6 4,26 2,65 5,07 4,10 5,01 4,32 7. Penguatan Pengawasan 12 8,92 3,11 9,29 5,32 9,79 7,42 8. Pening. Kualitas Pelayanan 6 4,91 2,64 4,96 3,58 4,96 3,68 B Komponen Hasil (KH) 40 29,39 27,07 30,97 31,96 32,91 31,82
1. Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
20 13,64 14,26 14,29 14,73 15,08 15,69
2. Pemerintah yang bersih dan
bebas KKN 10 8,25 6,54 8,43 9,8 9,18 8,70
3. Kualitas Pelayanan Publik 10 7,50 6,27 8,25 8,23 8,65 7,48
HASIL MONEV TIM RBI KEMENDIKBUD
ATAS 12 SATKER YANG DIUSULKAN WBK
2017
NO SATKER PENILAIA
N MANDIRI
HASIL TIM MONEV
KETERANGA N
1. Set Ditjen PAUD dan
Dikmas 86,52 0 Belum dinilai RBI
2. Dit. Bin. PAUD 87,81 0 Belum dinilai
RBI
3. Dit. Bin. Diktara 80,11 0 Belum dinilai
RBI
4. Dit. Bin. Suslat 82,20 0 Belum dinilai
RBI
5. Dit. Bin. DikKel 81,06 0 Belum dinilai
RBI 6. PP-PAUD Dikmas Jawa
Barat
84,51 85,14
7. PP-PAUD Dikmas Jawa
NO SATKER PENILAIA N MANDIRI
HASIL TIM MONEV
KETERANGA N
8. BP-PAUD Dikmas
Sumatera Utara 85,33 0 Belum dinilai RBI
9. BP-PAUD Dikmas Jawa Timur
93,22 0 Belum dinilai
RBI
10 BP-PAUD Dikmas Sulsel 85,81 72,53
11. Museum Benteng
Vredeburg Yogyakarta 77,50 77,50
12. BPNB Bali 72,16 66,11
HASIL MONEV TIM RBI KEMENDIKBUD
ATAS 12 SATKER YANG DIUSULKAN WBK
Komitmen Kerja
untuk menjadi Satker
Piloting
WBK
a. Membentuk Tim Kerja dan menyusun program kerja merujuk pada 6 komponen pengungkit yaitu:
1) Manajemen Perubahan; 2) Penataan Tatalaksana;
3) Penataan Sistem Manajemen SDM; 4) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; 5) Penguatan Pengawasan; dan
6) Peningkatan kualitas pelayanan publik
b. Mencanangkan Pembangunan ZI menuju WBK;
c. Menggerakkan dan mendayagunakan para Tunas Integritas untuk menjadi motor dan agen perubahan;
d. Melakukan kampanye publik tentang WBK dalam berbagai media;
e. Melaksanakan program kerja WBK yang telah dibentuk Tim Kerja dengan mengacu instrument evaluasi WBK;
f. Instrumen evaluasi WBK dapat diakses pada:
PEMBEKALAN
TUNAS
Bertindak konsisten sesuai dengan
nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi walaupun dalam keadaan yang
sulit untuk melakukan Bertindak konsisten sesuai dengan
nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi walaupun dalam keadaan yang
sulit untuk
melakukan melaksanakan Tulus dalam
amanah/pekerjaa n Tulus dalam melaksanakan amanah/pekerjaa n
Bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma-norma kebenaran dan
kebaikan Bertindak dan
berperilaku sesuai dengan norma-norma kebenaran dan
kebaikan
Ucapan dan tin
dakan sama, ju
jur dan tanggun
g jawab Ucapan dan tin
dakan sama, ju
jur dan tanggung jawab
Memahami dan mengenal perilaku sesuai kode etik Memahami dan mengenal perilaku sesuai kode etik Apa yang ditulis
di berbagai kebijakan atau peraturan dilaksanakan secara konsisten (tidak hanya tertulis) Apa yang ditulis
di berbagai kebijakan atau peraturan dilaksanakan secara konsisten (tidak hanya tertulis) Satunya tekad ucapan dan tindakan yang baik dan benar Satunya tekad ucapan dan tindakan yang baik dan benar Konsisten dalam melaksanakan pekerjaan tidak terpengaruh dengan lingkungan Konsisten dalam melaksanakan pekerjaan tidak terpengaruh dengan lingkungan Fak tor uta
m a inte grit as a dalah keju juran Fak
tor uta m a inte grit as a dalah keju juran
Kesesuaian antara kata dan perbuatan, integritas menunjukkan isi bukan kulit sehingga
integritas harus kita junjung tinggi Kesesuaian antara kata
dan perbuatan, integritas menunjukkan isi bukan kulit sehingga
integritas harus kita junjung tinggi
Tidak melakukan penyimpangan terhadap
peraturan yang berlaku Tidak melakukan penyimpangan terhadap
peraturan yang berlaku
Integritas merupakan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarka n kewibawaan Integritas merupakan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarka n kewibawaan Satu antara kata dan perbuatan Satu antara kata dan perbuatan Bertindak berdasar nilai/values meskipun sulit,
berisiko dan berbiaya besar
Bertindak berdasar nilai/values meskipun sulit,
berisiko dan berbiaya besar
Jujur, komitmen terhadap diri sendiri,
berani bertanggung jawab
Jujur, komitmen terhadap diri sendiri,
berani bertanggung jawab Integritas merupakan suatu kejujuran, kebenaran, konsistensi karakter seseorang, loyalitas, dll yang kesemuanya menjadi
satu kesatuan yang utuh dalam diri untuk
mencapai tujuan organisasi Integritas merupakan suatu kejujuran, kebenaran, konsistensi karakter seseorang, loyalitas, dll yang kesemuanya menjadi
satu kesatuan yang utuh dalam diri untuk
mencapai tujuan organisasi Beberapa jawaban staf : Mampu melaksanakan tugas secara konsisten
dalam perkataan dan perbuatan, berperilaku
terpuji, disiplin dan penuh dedikasi
berdasarkan pada norma dan etika.
Rumusan Kemen PAN&RB
INTEGRITAS
http://kbbi.web.id/integritas
mutu, sifat, atau
keadaan yg
menunjukkan
kesatuan yg utuh
sehingga memiliki
potensi dan
kemampuan yg
memancarkan
kewibawaan;
kejujuran;
“Integrity is doing the
right thing, even when
no one is watching.”
Integritas adalah melakukan
hal yang benar walaupun
tidak ada yang mengawasi.
Sumber:
http://seraajfh.com/integrity-and-character-in-human-services/
“Somebody once
said that in looking
for people to hire,
you look for three
qualities:
integrity
,
intelligence
,
and
energy
. And if you
don’t have the first,
the other two will
kill you.”
Warren Buffett
Seseorang pernah berkata bahwa, ketika anda mencari orang untuk
BE
RA
NI
Konsist
en
J u j u r
Kada
r Inte
niat
niat
perilaku
perilaku
internalisasi dan aktualisasi
nilai-nilai integritas (Tunas
Integritas)
internalisasi dan aktualisasi
nilai-nilai integritas (Tunas
Integritas)
so
lu
si
so
lu
si
Pe
ny
eb
ab
ko
ru
ps
i
Pe
ny
eb
ab
ko
ru
TI Ke men
dikbu
d
73
9
630
Pejab
at (S & F)
109
CPNS
Jabatan/Unit Utama
Eselon I
Peta
Jaga
Integritas
Eksternal
Internal
Jaga I
ntegri
tas….
kesempatan
kesempatan
sistem
sistem
Pembangunan sistem
berbudaya integritas (Tunas
Integritas)
Pembangunan sistem
berbudaya integritas (Tunas
Integritas)
so
lus
i
so
lus
i
Pe
ny
eb
ab
ko
ru
ps
i
Pe
ny
eb
ab
ko
ru
CO
NT
OH
Su
ra
t
Tu
ga
s
Semua Pejabat dan Pegawai Itjen Kemdikbud
Keuangan Keluarga
Dapat – Keluar = Tabungan
Dapat – Tabungan = Keluar
SE
suai
kebutuhan
DER
mawan
HA
ti-hati
NA
bung
Be
rba
gi
cer
ita
Gra
tifi
Hadiah
Atau
Gratifikasi
Boleh Gak
Ya…?
- Uang/Setara Uang
- Barang
- Rabat/Discaunt
- Pinjaman Tanpa Bunga
- Komisi
- Pengobatan Cuma-Cuma
- Tiket Perjalanan
- Perjalanan Wisata
- Fasilitas Penginapan
- Fasilitas Lainnya
0
%
48
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
GRATIFIKASI ?
Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni
AGAM
A
AGAM
A
BUDAY
BUDAY
A
A
PERGAUL
AN
PERGAUL
TINDAK PIDANA KORUPSI
30
KERUGIAN KEUANGAN
NEGARA
SUAP MENYUAP
PENGGELAPAN DALAM JABATAN
PEMERASAN PERBUATAN
CURANG COI DALAM
PENGADAAN
.
GRATIFIKASI MASUK TINDAK PIDANA
KORUPSI
Penerimanya Pegawai Negeri/Penyelenggara
negara.
Penerimanya Pegawai Negeri/Penyelenggara
negara.
Berhubungan dengan jabatan dan
berlawanan dengan tugas dan
kewajiban
Berhubungan dengan jabatan dan
berlawanan dengan tugas dan
kewajiban
Tidak dilaporkan ke KPK
dalam waktu 30 hari sejak
diterima
Tidak dilaporkan ke KPK
dalam waktu 30 hari sejak
Pegawai Negeri
Pegawai negeri sebagaimana dimaksud
dalam Undang-undang tentang Kepegawaian
Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam
Kitab Undang-undang Hukum Pidana
Orang yang menerima gaji atau upah dari
keuangan negara atau daerah
Penyelenggara Negara
Pejabat negara pada lembaga tertinggi negara
Pejabat negara pada lembaga tinggi negara
Menteri
Gubernur
Penyelenggara Negara
(UU No 28/1999)
Pejabat Lain yang memiliki fungsi strategis:
1. Komisaris, Direksi, Pejabat Struktural
BUMN dan BUMD
2. Pimpinan BI
3. Pimpinan Perguruan Tinggi
4. Pejabat Eselon Satu dan pejabat lain yang
disamakan pada lingkungan sipil dan
militer
5. Jaksa
6. Penyidik
7. Panitera Pengadilan
KLASIFIKASI GRATIFIKASI
SURAT EDARAN PIMPINAN KPK B.143/01-13/01/2013
GRATIFIKASI MENGARAH PADA
SUAP
GRATIFIKASI DALAM KEDINASAN
GRATIFIKASI YG TIDAK MASUK DLM KONSEP
UU NO.20 TH 2001
Berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban: uang terima kasih dr rekanan, hadian tanda perkenalan jabatan baru, fasilitas wisata kpd istri pejabat dr rekanan dan lain-lain
Penerimaan oleh wakil instansi dlm kedinasan: akomodasi dlm kedinasan, penerimaan plakat/vandel/souvenir dr panitia dlm kegiatan kedinasan, penerimaan hadiah dlm kontes/kompetisi terbuka dlm kedinasan
Karena hubungan keluarga, sepanjang
tidak memiliki konflik
kepentingan.
Penyelenggaraan
pernikahan, kelahiran, aqiqah, baptis, khitanan, dan potong gigi, atau
upacara adat/agama lain paling banyak
Rp1.000.000,00.
Terkait Musibah atau Bencana paling banyak Rp1.000.000,00;
Sesama Pegawai pada pisah sambut, pensiun, promosi, dan ulang tahun (tidak
berbentuk uang) paling
banyak Rp300.000,00 dengan total pemberian
Rp1.000.000,00 dalam 1 th dari pemberi yang sama;
Sesama rekan kerja paling banyak (tidak dalam bentuk uang) Rp200.000,00 dengan total pemberian Rp1.000.000,00 dalam 1 (satu) tahun dari pemberi yang sama;
Hidangan atau sajian yang
Berlaku Umum;
Prestasi akademis atau non akademis yang diikuti dengan menggunakan
biaya sendiri seperti kejuaraan, perlombaan atau kompetisi tidak terkait kedinasan;
Keuntungan atau bunga dari
penempatan dana, investasi atau kepemilikan saham pribadi yang Berlaku Umum;
Manfaat bagi seluruh peserta koperasi atau
organisasi pegawai berdasarkan
keanggotaan yang Berlaku Umum;
Seminar kit yang berbentuk seperangkat modul dan alat tulis serta sertifikat yang
diperoleh dari kegiatan resmi kedinasan seperti rapat,
seminar, workshop,
konferensi, pelatihan, atau kegiatan lain sejenis yang Berlaku Umum;
Penerimaan hadiah, beasiswa atau
tunjangan baik berupa uang atau barang yang ada kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja yang diberikan oleh Pemerintah atau pihak lain sesuai
dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Diperoleh dari kompensasi atas profesi diluar
kedinasan, yang tidak terkait dengan tupoksi dari pejabat/pegawai, tidak memiliki konflik kepentingan dan tidak melanggar aturan
internal instansi
pegawai/kode etik;
BAGAIMANA MENCEGAH SANKSI GRATIFIKASI ?
Pengendalian oleh penyelenggara negara/PN dg menggunakan:
1. alat bantu uji yaitu :
AMATI
A
M
A
T
I
TURAN
AKSUD
GENDA
Bagaimana dengan aturan yg berlaku di instansi anda terkait dg gratifikasi ?
Apa maksud si pemberi memberikan gratifikasi kepada anda ?
Adakah agenda kegiatan yang dilakukan pemberi, yang sedang berlangsung pada saat dilangsungkan pemberian ?
Apakah pemberian tersebut sah dan dilakukan secara terbuka ?
erbuka
dentitas
3. Menggunakan alat bantu yaitu :
MATRIK UJI GRATIFIKASI
NO
KENALI ATAU PELAJARI
1.
Latar belakang motif pemberian tersebut
2.
Bagaimana cara pemberian dilakukan ?
3.
Berapa nilai pemberian tersebut. Dalam hal ini
pemberian yang dilakukan berulang-ulang
dalam jumlah relatif kecil, perlu dicermati
4.
Siapa yang memberi ? (Hubungan
kuasa/kesetaraan/ sifatnya strategis)
5.
Apakah pihak pemberi memiliki hubungan
Ancaman Hukuman
Penerima
Pidana Denda
Rp 200 - Rp 1 miliar.
Pidana Penjara
Seumur hidup atau 4
-20 tahun
PENGECUALIAN
SANKSI HUKUM GRATIFIKASI
SANKSI TIDAK
BERLAKU JIKA
PENERIMAAN
GRATIFIKASI
DILAPORKAN KE
KPK
Sanksi bagi
Pemberi
Pidana Denda Rp
150 juta
Pidana Penjara 3
tahun
APA YG DIMAKSUD
PPG?
MENGAPA PERLU
PPG?
APA ITU
PPG ?
PROGRAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI ADALAH
SERANGKAIAN KEGIATAN YANG BERKESINAMBUNGAN DENGAN PERAN SERTA AKTIF ORGANISASI MITRA
FUNGSI UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI
Menyiapkan perangkat aturan terkait
pengendalian penerimaan
hadiah/fasilitas;
Sosialisasi ketentuan pengendalian
penerimaan hadiah/fasilitas kepada
internal instansi;
Menerima pelaporan & proses laporan
penerimaan hadiah/fasilitas dari pegawai
instansi bersama-sama dengan KPK;
Melaksanakan mekanisme SPP/WBS;
Monitoring & evaluasi atas pelaksanaan
fungsi pengendalian bersama-sama
dengan KPK;
Memberikan informasi dan data terkait
PPG KEMENDIKBUD
Permendikbud Nomor 51 Tahun 2012 Ttg
Pengendalian Gratifikasi Dilingkungan
Kemendikbud
Pasal 2 : Pegawai Kemendikbud wajib
melaporkan
segala
bentuk
penerimaan
sehubungan dengan gratifikasi
Permendikbud Nomor 51 Tahun 2012 Ttg
Pengendalian Gratifikasi Dilingkungan
Kemendikbud
76
ALAMAT UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSPEKTORAT JENDERAL
KEMDIKBUD
JL. JENDERAL SUDIRMAN, SENAYAN
JAKARTA, 10270
TEL. 5737104, FAX.
021-5737125
ATAU LAPOR SECARA ONLINE MELALUI :