• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zona Integritas Surabaya Februari 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Zona Integritas Surabaya Februari 2018"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

ZONA INTEGRITAS, WBK /

WBBM DAN GRATIFIKASI

27 Februari 2018

Jalan Gebang Putih No 10 Sukolilo Surabaya

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program & Anggaran 2018 BP PAUD & DIKMAS JAWA TIMUR

(2)

Tak Kenal…..Tak Sayang

08111181158

[email protected] [email protected]

AWASI

dengan

(3)

MEMBANGUN ZONA

INTEGRITAS

(4)

SYARAT PENGAJUAN WBK/WBBM

4

SYARAT WBK WBBM

TINGKAT INSTANSI PEMERINTAH

Opini BPK “WTP” Opini BPK “WTP”

selama minimal 2 tahun berturut-turut Nilai AKIP minimal “CC”

TINGKAT UNIT KERJA

Setingkat Es. I s.d Es. III

Peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis

Melaksanakan program-program reformasi birokrasi secara baik

(5)

DASAR HUKUM

DASAR HUKUM PERMENPAN

DASAR HUKUM PERMENPAN

1. UU 28 / 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. UU 31 / 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi;

3. UU 30 / 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi; 4. UU 14 / 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ; 5. UU 25 /2009 tentang Pelayanan Publik ;

6. PP 60 / 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah;

7. Perpres 54 / 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

8. Perpres 81 / 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;

9. Perpres 55 / 2012 tentang Strategi Nasional

Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Inpres 2 / 2014 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;

10.Permen PAN dan RB 14 / 2014 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

1. UU 28 / 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. UU 31 / 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi;

3. UU 30 / 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi; 4. UU 14 / 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ; 5. UU 25 /2009 tentang Pelayanan Publik ;

6. PP 60 / 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah;

7. Perpres 54 / 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

8. Perpres 81 / 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;

9. Perpres 55 / 2012 tentang Strategi Nasional

Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Inpres 2 / 2014 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;

10.Permen PAN dan RB 14 / 2014 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

PERMENPAN tentang ZI

PERMENPAN tentang ZI

Permen PANRB 20 / 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan ZI menuju Wilah Bebas dari Korupsi

Permen PANRB 20 / 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan ZI menuju Wilah Bebas dari Korupsi

Permen PANRB 60 / 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan

WBBBM di Lingkungan K/L dan Pemda

Permen PANRB 60 / 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan

WBBBM di Lingkungan K/L dan Pemda

Permen PANRB 52 / 2014 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju

WBK dan WBBM di Lingkungan Instansi

Pemerintah

Permen PANRB 52 / 2014 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju

(6)

KERANGKA LOGIS PENILAIAN

H A S I L ( 4 0 % ) P E N G U N G K I T ( 6 0 % )

PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN

PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN

PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BEBAS

KKN (20)

PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BEBAS

KKN (20) PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (20) ) PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (20) ) M A N A JE M E N P E R U B A H A N ( 5 ) M A N A JE M E N P E R U B A H A N ( 5 ) PENATAAN TATALAKSANA (5) PENATAAN TATALAKSANA (5) P E N IN G K A T A N K U A L IT A S P E L A Y A N A N P U B L IK ( 1 0 ) P E N IN G K A T A N K U A L IT A S P E L A Y A N A N P U B L IK ( 1 0 ) PENATAAN

MANAJEMEN SDM (15)

PENATAAN

MANAJEMEN SDM (15)

PENGUATAN PENGAWASAN (15) PENGUATAN PENGAWASAN (15) PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA (10) PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA (10)

Nilai persepsi korupsi (survei eksternal)

(15)

(7)
(8)

TAHAPAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS.

TETAPKAN UNIT KERJA YANG AKAN DIJADIKAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI

(WBK)/WILAYAH BIROKRASI BERSIH DAN MELAYANI (WBBM).

TETAPKAN RENCANA AKSI REFORMASI BIROKRASI UNTUK UNIT KERJA ZONA INTEGRITAS.

PELAKSANAAN RENCANA AKSI.

UKUR INDIKATOR HASIL DAN PROSES YANG DICAPAI.

LAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI ATAS INDIKATOR HASIL DAN PROSES YANG DICAPAI.

(9)
(10)

SYARAT PENETAPAN WBK/WBBM

SYARAT WBK WBBM

Nilai Total (Pengungkit dan

Hasil) minimal 75 85

Nilai komponen hasil

“Terwujudnya Pemerintah yang

Bersih dan Bebas KKN” minimal 18 18

Nilai sub-komponen “Survei

Persepsi Anti Korupsi” minimal 13,5 13,5

Nilai sub-komponen “Persentasi

TLHP” minimal 3,5 3,5

Nilai komponen hasil

“Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat” minimal

(11)

PENGUNGKIT (60)

Manajemen

Perubahan

Penguatan

Akuntabilitas

Penataan

Tatalaksana

Penguatan

Pengawasan

Penataan Sistem

Manajemen SDM

Peningkatan Kualitas

Pelayanan Publik

5

5

15

10

15

(12)

Manajemen Perubahan

12

Tim Kerja (1)

Tim Kerja (1)

Tim telah dibentuk

Penentuan anggota

tim selain pimpinan

dipiih melalui

prosedur yang jelas

Tim telah dibentuk

Penentuan anggota

tim selain pimpinan

dipiih melalui

prosedur yang jelas

Rencana Kerja

pembangunan ZI (1) Rencana Kerja pembangunan ZI (1)

Rencana kerja

pembangunan ZI telah dibuat.

Dalam dokumen

pembangunan terdapat target-target prioritas

Telah terdapat mekanisme atau media untuk

mensosialisasikan

pembangunan ZI menuju WBK/WBBM

Rencana kerja

pembangunan ZI telah dibuat.

Dalam dokumen

pembangunan terdapat target-target prioritas

Telah terdapat mekanisme atau media untuk

mensosialisasikan

(13)

Pemantauan Dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM

(2)

Pemantauan Dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM

(2)

Kegiatan pembangunan telah

dilaksanakan sesuai rencana

Monitoring dan evaluasi

terhadap pembangunan Zona Integritas

Hasil Monitoring dan Evaluasi

telah ditindaklanjuti

Kegiatan pembangunan telah

dilaksanakan sesuai rencana

Monitoring dan evaluasi

terhadap pembangunan Zona Integritas

Hasil Monitoring dan Evaluasi

telah ditindaklanjuti

Perubahan pola pikir dan budaya kerja (1)

Perubahan pola pikir dan budaya kerja (1)

Pimpinan berperan sebagai role

model dalam pelaksanaan

Pembangunan WBK/WBBM • agen perubahan sudah

ditetapkan

Pelatihan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi

keterlibatan anggota organisasi dalam pembangunan Zona

Integritas menuju WBK/WBBM

Pimpinan berperan sebagai role

model dalam pelaksanaan

Pembangunan WBK/WBBM • agen perubahan sudah

ditetapkan

Pelatihan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi

keterlibatan anggota organisasi dalam pembangunan Zona

Integritas menuju WBK/WBBM

(14)

Penataan Tatalaksana

14

Prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan

utama (1,5)

Prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan

utama (1,5)

SOP mengacu proses

bisnis instansi

Prosedur operasional

tetap (SOP) telah diterapkan

Prosedur operasional

tetap (SOP) telah dievaluasi.

SOP mengacu proses

bisnis instansi

Prosedur operasional

tetap (SOP) telah diterapkan

Prosedur operasional

tetap (SOP) telah dievaluasi.

E-government (2)

E-government (2)

sistem pengukuran kinerja unit

sudah menggunakan teknologi informasi

Operasionalisasi manajemen SDM

sudah menggunakan teknologi informasi

Pemberian pelayanan kepada publik

sudah menggunakan teknologi informasi.

Monitoring dan dan evaluasi

terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan

pemberian layanan kepada publik

• sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi

• Operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasi

• Pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi

informasi.

• Monitoring dan dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan

(15)

Penataan Tatalaksana

Keterbukaan Informasi Publik

(1,5)

Keterbukaan Informasi Publik

(1,5)

Menerapkan kebijakan

keterbukaan informasi publik

Melakukan monitoring dan

evaluasi pelaksanaan kebijakan

keterbukaan informasi publik.

Menerapkan kebijakan

keterbukaan informasi publik

Melakukan monitoring dan

(16)

Penataan Sistem Manajemen SDM

16

Perencanaan kebutuhan pegawai

sesuai dengan kebutuhan (2)

kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatan

penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan

Monitoring dan dan evaluasi terhadap penempatan pegawai rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerja

Pola Mutasi Internal (2)

Dalam melakukan pengembangan karier pegawai, apakah telah dilakukan mutasi pegawai antar jabatan

mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan

monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja

Pengembanga n pegawai

berbasis

kompetensi (3)

Unit Kerja melakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensi

Penyusunan rencana pengembangan kompetensi pegawai, apakah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai

Persentase kesenjangan kompetensi pegawai yang ada dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatan

unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai (dapat melalui pengikutsertaan pada lembaga pelatihan, in-house training, atau melalui coaching, atau mentoring, dll)

(17)

Penataan Sistem Manajemen SDM

Penetapan kinerja individu (4)

Penetapan kinerja individu (4)

• penetapan kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi

• Ukuran kinerja individu sesuai dengan indikator kinerja individu level diatasnya

• Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik

• Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward

(pengembangan karir individu, penghargaan dll).

• penetapan kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi

• Ukuran kinerja individu sesuai dengan indikator kinerja individu level diatasnya

• Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik

• Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward

(pengembangan karir individu, penghargaan dll).

Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode

perilaku pegawai (3)

Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode

perilaku pegawai (3)

• Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah

dilaksanakan/diimplementasik an

• Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/diimplementasik an Sistem Informasi Kepegawaian (1) Sistem Informasi Kepegawaian (1)

• Data informasi kepegawaian unit kerja telah dimutakhirkan secara berkala.

(18)

Penguatan Akuntabilitas Kinerja

18

keterlibatan pimpinan (5)

keterlibatan pimpinan (5)

pimpinan terlibat secara langsung

pada saat penyusunan Perencanaan

pimpinan terlibat secara langsung

pada saat penyusunan Penetapan Kinerja

pimpinan memantau pencapaian

kinerja secara berkala

pimpinan terlibat secara langsung

pada saat penyusunan Perencanaan

pimpinan terlibat secara langsung

pada saat penyusunan Penetapan Kinerja

pimpinan memantau pencapaian

kinerja secara berkala

Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja (3)

Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja (3)

Dokumen perencanaan sudah adaDokumen perencanaan telah

berorientasi hasil

Indikator Kinerja Utama (IKUindikator kinerja telah SMART laporan kinerja telah disusun

tepat waktu

Upaya peningkatan kapasitas

SDM yang menangani akuntabilitas kinerja

Pengelolaan akuntabilitas kinerja

dilaksanakan oleh SDM yang kompeten

Dokumen perencanaan sudah adaDokumen perencanaan telah

berorientasi hasil

Indikator Kinerja Utama (IKUindikator kinerja telah SMART laporan kinerja telah disusun

tepat waktu

Upaya peningkatan kapasitas

SDM yang menangani akuntabilitas kinerja

Pengelolaan akuntabilitas kinerja

(19)

Penguatan Pengawasan

Pengendalian Gratifikasi (3)Pengendalian

Gratifikasi (3)

dilakukan public

campaign

Penanganan gratifikasi

telah diimplementasikan

• dilakukan public campaign

• Penanganan gratifikasi telah diimplementasikan

Penerapan SPIP (3)

Penerapan SPIP (3)

Laporan harta kekayaan • dilakukan penilaian

risiko atas pelaksanaan kebijakan

• dilakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi

SPI telah diinformasikan

dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait

• Laporan harta kekayaan

• dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakan

dilakukan kegiatan

pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi

• SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait

Pengaduan Masyarakat (3)Pengaduan

Masyarakat (3)

Penanganan pengaduan

masyrakat telah diimplementasikan

• Hasil penanganan

pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti

• Telah dilakukan

monitoring dan evaluasi atas penanganan

pengaduan masyarakat

Hasil evaluasi atas

penanganan pengaduan masyarakat telah

ditindaklanjuti

• Penanganan pengaduan masyrakat telah

diimplementasikan

Hasil penanganan

pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti

Telah dilakukan

monitoring dan evaluasi atas penanganan

pengaduan masyarakat

• Hasil evaluasi atas

penanganan pengaduan masyarakat telah

(20)

Penguatan Pengawasan

20

Whistle-Blowing System (3)

Whistle-Blowing System (3)

Whistle Blowing System telah

diinternalisasi

Whistle Blowing System telah

diterapkan

Telah dilakukan evaluasi atas

penanganan Whistle Blowing System

Hasil evaluasi atas penanganan

Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti

Whistle Blowing System telah

diinternalisasi

Whistle Blowing System telah

diterapkan

Telah dilakukan evaluasi atas

penanganan Whistle Blowing System

Hasil evaluasi atas penanganan

Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti

Penanganan Benturan Kepentingan (3)

Penanganan Benturan Kepentingan (3)

Telah terdapat identifikasi/pemetaan

benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama

Penanganan Benturan Kepentingan

telah disosialisasikan/internalisasi

Penanganan Benturan Kepentingan

telah diimplementasikan.

dilakukan evaluasi atas Penanganan

Benturan Kepentingan.

Hasil evaluasi atas Penanganan

Benturan Kepentingan telah ditindaklanjuti

Telah terdapat identifikasi/pemetaan

benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama

Penanganan Benturan Kepentingan

telah disosialisasikan/internalisasi

Penanganan Benturan Kepentingan

telah diimplementasikan.

dilakukan evaluasi atas Penanganan

Benturan Kepentingan.

Hasil evaluasi atas Penanganan

(21)

Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Standar Pelayanan (3)

Standar Pelayanan (3)

Terdapat kebijakan

standar pelayanan.

Standar pelayanan telah

dimaklumatkan.

Terdapat SOP bagi

pelaksanaan standar pelayanan

Dilakukan reviu dan

perbaikan atas standar pelayanan dan SOP

Terdapat kebijakan

standar pelayanan.

Standar pelayanan telah

dimaklumatkan.

Terdapat SOP bagi

pelaksanaan standar pelayanan

Dilakukan reviu dan

perbaikan atas standar pelayanan dan SOP

Budaya pelayanan prima (3)

Budaya pelayanan prima (3)

Sosialisasi/ pelatihan

dalam upaya penerapan Budaya Pelayanan Prima.

Informasi tentang

pelayanan mudah

diakses melalui berbagai media.

Terdapat sanksi/reward

bagi pelaksana layanan serta pemberian

kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar.

Terdapat sarana layanan

terpadu/terintegrasi.

Terdapat inovasi

pelayanan

Sosialisasi/ pelatihan

dalam upaya penerapan Budaya Pelayanan Prima.

Informasi tentang

pelayanan mudah

diakses melalui berbagai media.

Terdapat sanksi/reward

bagi pelaksana layanan serta pemberian

kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar.

Terdapat sarana layanan

terpadu/terintegrasi.

Terdapat inovasi

pelayanan Penilaian kepuasan terhadap pelayanan (4) Penilaian kepuasan terhadap pelayanan (4)

Dilakukan survey

kepuasan masyarakat terhadap pelayanan

Hasil survey kepuasan

masyarakat dapat diakses secara terbuka

Dilakukan tindak lanjut

atas hasil survey kepuasan masyarakat

Dilakukan survey

kepuasan masyarakat terhadap pelayanan

Hasil survey kepuasan

masyarakat dapat diakses secara terbuka

Dilakukan tindak lanjut

(22)

INDIKATOR HASIL (40)

22

Nilai persepsi

korupsi

(survei eksternal )

Presentase

penyelesaian TLHP

Nilai persepsi

korupsi

(survei eksternal )

(23)

12 DARI 27 SATKER DI LINGKUNGAN KEMENDIKBUD

YANG DIUSULKAN SEBAGAI SATKER PERCONTOHAN WBK YANG AKAN DITETAPKAN OLEH MENDIKBUD

Satker Pusat

Sekretariat Ditjen PAUD

dan Dikmas

Dit. Pemb. PAUD

Dit. Pemb. Dik. Aktara

Dit. Pemb. Suslat

Dit. Pemb. Dik Kel

Satker Daerah

PP PAUD Dikmas Jabar

PP PAUD Dikmas Jateng

BP PAUD Dikmas Sumut

BP PAUD Dikmas Jatim

BP PAUD Dikmas Sulsel

BPNB Bali

Museum Benteng

(24)

Perkembangan Hasil PMPRB dan Ev.

MenPAN-RB

2014, 2015, dan 2016

No Komponen Bobot

Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016

Itjen Men

PAN-RB Itjen Men PAN-RB Itjen Men PAN-RB

A Komponen Pengungkit (KP) 60 47,46 28,30 50,56 38,82 50,20 42,09

1. Manajemen Perubahan 5 4,43 3,54 4,60 3,86 4,33 3,89 2. Penataan Peraturan 5 3,75 2,71 3,75 2,71 3,75 3,13 3. Penguatan Organisasi 6 4,01 3,84 4,51 3,84 4,51 3,84 4. Penataan Tatalaksana 5 4,46 3,47 4,46 3,63 4,21 3,76 5. Penataan Sistem Mjm SDM 15 12,71 6,84 13,91 11,78 13,64 12,05 6. Penguatan Akuntabilitas 6 4,26 2,65 5,07 4,10 5,01 4,32 7. Penguatan Pengawasan 12 8,92 3,11 9,29 5,32 9,79 7,42 8. Pening. Kualitas Pelayanan 6 4,91 2,64 4,96 3,58 4,96 3,68 B Komponen Hasil (KH) 40 29,39 27,07 30,97 31,96 32,91 31,82

1. Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi

20 13,64 14,26 14,29 14,73 15,08 15,69

2. Pemerintah yang bersih dan

bebas KKN 10 8,25 6,54 8,43 9,8 9,18 8,70

3. Kualitas Pelayanan Publik 10 7,50 6,27 8,25 8,23 8,65 7,48

(25)

HASIL MONEV TIM RBI KEMENDIKBUD

ATAS 12 SATKER YANG DIUSULKAN WBK

2017

NO SATKER PENILAIA

N MANDIRI

HASIL TIM MONEV

KETERANGA N

1. Set Ditjen PAUD dan

Dikmas 86,52 0 Belum dinilai RBI

2. Dit. Bin. PAUD 87,81 0 Belum dinilai

RBI

3. Dit. Bin. Diktara 80,11 0 Belum dinilai

RBI

4. Dit. Bin. Suslat 82,20 0 Belum dinilai

RBI

5. Dit. Bin. DikKel 81,06 0 Belum dinilai

RBI 6. PP-PAUD Dikmas Jawa

Barat

84,51 85,14

7. PP-PAUD Dikmas Jawa

(26)

NO SATKER PENILAIA N MANDIRI

HASIL TIM MONEV

KETERANGA N

8. BP-PAUD Dikmas

Sumatera Utara 85,33 0 Belum dinilai RBI

9. BP-PAUD Dikmas Jawa Timur

93,22 0 Belum dinilai

RBI

10 BP-PAUD Dikmas Sulsel 85,81 72,53

11. Museum Benteng

Vredeburg Yogyakarta 77,50 77,50

12. BPNB Bali 72,16 66,11

HASIL MONEV TIM RBI KEMENDIKBUD

ATAS 12 SATKER YANG DIUSULKAN WBK

(27)

Komitmen Kerja

untuk menjadi Satker

Piloting

WBK

a. Membentuk Tim Kerja dan menyusun program kerja merujuk pada 6 komponen pengungkit yaitu:

1) Manajemen Perubahan; 2) Penataan Tatalaksana;

3) Penataan Sistem Manajemen SDM; 4) Penguatan Akuntabilitas Kinerja; 5) Penguatan Pengawasan; dan

6) Peningkatan kualitas pelayanan publik

b. Mencanangkan Pembangunan ZI menuju WBK;

c. Menggerakkan dan mendayagunakan para Tunas Integritas untuk menjadi motor dan agen perubahan;

d. Melakukan kampanye publik tentang WBK dalam berbagai media;

e. Melaksanakan program kerja WBK yang telah dibentuk Tim Kerja dengan mengacu instrument evaluasi WBK;

f. Instrumen evaluasi WBK dapat diakses pada:

(28)

PEMBEKALAN

TUNAS

(29)
(30)

Bertindak konsisten sesuai dengan

nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi walaupun dalam keadaan yang

sulit untuk melakukan Bertindak konsisten sesuai dengan

nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi walaupun dalam keadaan yang

sulit untuk

melakukan melaksanakan Tulus dalam

amanah/pekerjaa n Tulus dalam melaksanakan amanah/pekerjaa n

Bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma-norma kebenaran dan

kebaikan Bertindak dan

berperilaku sesuai dengan norma-norma kebenaran dan

kebaikan

Ucapan dan tin

dakan sama, ju

jur dan tanggun

g jawab Ucapan dan tin

dakan sama, ju

jur dan tanggung jawab

Memahami dan mengenal perilaku sesuai kode etik Memahami dan mengenal perilaku sesuai kode etik Apa yang ditulis

di berbagai kebijakan atau peraturan dilaksanakan secara konsisten (tidak hanya tertulis) Apa yang ditulis

di berbagai kebijakan atau peraturan dilaksanakan secara konsisten (tidak hanya tertulis) Satunya tekad ucapan dan tindakan yang baik dan benar Satunya tekad ucapan dan tindakan yang baik dan benar Konsisten dalam melaksanakan pekerjaan tidak terpengaruh dengan lingkungan Konsisten dalam melaksanakan pekerjaan tidak terpengaruh dengan lingkungan Fak tor uta

m a inte grit as a dalah keju juran Fak

tor uta m a inte grit as a dalah keju juran

Kesesuaian antara kata dan perbuatan, integritas menunjukkan isi bukan kulit sehingga

integritas harus kita junjung tinggi Kesesuaian antara kata

dan perbuatan, integritas menunjukkan isi bukan kulit sehingga

integritas harus kita junjung tinggi

Tidak melakukan penyimpangan terhadap

peraturan yang berlaku Tidak melakukan penyimpangan terhadap

peraturan yang berlaku

Integritas merupakan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarka n kewibawaan Integritas merupakan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarka n kewibawaan Satu antara kata dan perbuatan Satu antara kata dan perbuatan Bertindak berdasar nilai/values meskipun sulit,

berisiko dan berbiaya besar

Bertindak berdasar nilai/values meskipun sulit,

berisiko dan berbiaya besar

Jujur, komitmen terhadap diri sendiri,

berani bertanggung jawab

Jujur, komitmen terhadap diri sendiri,

berani bertanggung jawab Integritas merupakan suatu kejujuran, kebenaran, konsistensi karakter seseorang, loyalitas, dll yang kesemuanya menjadi

satu kesatuan yang utuh dalam diri untuk

mencapai tujuan organisasi Integritas merupakan suatu kejujuran, kebenaran, konsistensi karakter seseorang, loyalitas, dll yang kesemuanya menjadi

satu kesatuan yang utuh dalam diri untuk

mencapai tujuan organisasi Beberapa jawaban staf : Mampu melaksanakan tugas secara konsisten

dalam perkataan dan perbuatan, berperilaku

terpuji, disiplin dan penuh dedikasi

berdasarkan pada norma dan etika.

Rumusan Kemen PAN&RB

(31)

INTEGRITAS

http://kbbi.web.id/integritas

mutu, sifat, atau

keadaan yg

menunjukkan

kesatuan yg utuh

sehingga memiliki

potensi dan

kemampuan yg

memancarkan

kewibawaan;

kejujuran;

(32)

“Integrity is doing the

right thing, even when

no one is watching.”

Integritas adalah melakukan

hal yang benar walaupun

tidak ada yang mengawasi.

Sumber:

http://seraajfh.com/integrity-and-character-in-human-services/

(33)

“Somebody once

said that in looking

for people to hire,

you look for three

qualities:

integrity

,

intelligence

,

and

energy

. And if you

don’t have the first,

the other two will

kill you.”

Warren Buffett

Seseorang pernah berkata bahwa, ketika anda mencari orang untuk

(34)

BE

RA

NI

Konsist

en

J u j u r

Kada

r Inte

(35)
(36)

niat

niat

perilaku

perilaku

internalisasi dan aktualisasi

nilai-nilai integritas (Tunas

Integritas)

internalisasi dan aktualisasi

nilai-nilai integritas (Tunas

Integritas)

so

lu

si

so

lu

si

Pe

ny

eb

ab

ko

ru

ps

i

Pe

ny

eb

ab

ko

ru

(37)

TI Ke men

dikbu

d

73

9

630

Pejab

at (S & F)

109

CPNS

Jabatan/Unit Utama

Eselon I

(38)

Peta

Jaga

Integritas

Eksternal

Internal

Jaga I

ntegri

tas….

(39)

kesempatan

kesempatan

sistem

sistem

Pembangunan sistem

berbudaya integritas (Tunas

Integritas)

Pembangunan sistem

berbudaya integritas (Tunas

Integritas)

so

lus

i

so

lus

i

Pe

ny

eb

ab

ko

ru

ps

i

Pe

ny

eb

ab

ko

ru

(40)

CO

NT

OH

Su

ra

t

Tu

ga

s

Semua Pejabat dan Pegawai Itjen Kemdikbud

(41)
(42)
(43)
(44)

Keuangan Keluarga

Dapat – Keluar = Tabungan

Dapat – Tabungan = Keluar

SE

suai

kebutuhan

DER

mawan

HA

ti-hati

NA

bung

(45)

Be

rba

gi

cer

ita

Gra

tifi

(46)
(47)

Hadiah

Atau

Gratifikasi

Boleh Gak

Ya…?

(48)

- Uang/Setara Uang

- Barang

- Rabat/Discaunt

- Pinjaman Tanpa Bunga

- Komisi

- Pengobatan Cuma-Cuma

- Tiket Perjalanan

- Perjalanan Wisata

- Fasilitas Penginapan

- Fasilitas Lainnya

0

%

48

APA YANG DIMAKSUD DENGAN

GRATIFIKASI ?

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni

(49)

AGAM

A

AGAM

A

BUDAY

BUDAY

A

A

PERGAUL

AN

PERGAUL

(50)

TINDAK PIDANA KORUPSI

30

KERUGIAN KEUANGAN

NEGARA

SUAP MENYUAP

PENGGELAPAN DALAM JABATAN

PEMERASAN PERBUATAN

CURANG COI DALAM

PENGADAAN

(51)

.

GRATIFIKASI MASUK TINDAK PIDANA

KORUPSI

Penerimanya Pegawai Negeri/Penyelenggara

negara.

Penerimanya Pegawai Negeri/Penyelenggara

negara.

Berhubungan dengan jabatan dan

berlawanan dengan tugas dan

kewajiban

Berhubungan dengan jabatan dan

berlawanan dengan tugas dan

kewajiban

Tidak dilaporkan ke KPK

dalam waktu 30 hari sejak

diterima

Tidak dilaporkan ke KPK

dalam waktu 30 hari sejak

(52)

Pegawai Negeri

Pegawai negeri sebagaimana dimaksud

dalam Undang-undang tentang Kepegawaian

Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam

Kitab Undang-undang Hukum Pidana

Orang yang menerima gaji atau upah dari

keuangan negara atau daerah

(53)

Penyelenggara Negara

Pejabat negara pada lembaga tertinggi negara

Pejabat negara pada lembaga tinggi negara

Menteri

Gubernur

(54)

Penyelenggara Negara

(UU No 28/1999)

Pejabat Lain yang memiliki fungsi strategis:

1. Komisaris, Direksi, Pejabat Struktural

BUMN dan BUMD

2. Pimpinan BI

3. Pimpinan Perguruan Tinggi

4. Pejabat Eselon Satu dan pejabat lain yang

disamakan pada lingkungan sipil dan

militer

5. Jaksa

6. Penyidik

7. Panitera Pengadilan

(55)

KLASIFIKASI GRATIFIKASI

SURAT EDARAN PIMPINAN KPK B.143/01-13/01/2013

GRATIFIKASI MENGARAH PADA

SUAP

GRATIFIKASI DALAM KEDINASAN

GRATIFIKASI YG TIDAK MASUK DLM KONSEP

UU NO.20 TH 2001

Berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban: uang terima kasih dr rekanan, hadian tanda perkenalan jabatan baru, fasilitas wisata kpd istri pejabat dr rekanan dan lain-lain

Penerimaan oleh wakil instansi dlm kedinasan: akomodasi dlm kedinasan, penerimaan plakat/vandel/souvenir dr panitia dlm kegiatan kedinasan, penerimaan hadiah dlm kontes/kompetisi terbuka dlm kedinasan

(56)

Karena hubungan keluarga, sepanjang

tidak memiliki konflik

kepentingan.

Penyelenggaraan

pernikahan, kelahiran, aqiqah, baptis, khitanan, dan potong gigi, atau

upacara adat/agama lain paling banyak

Rp1.000.000,00.

(57)

Terkait Musibah atau Bencana paling banyak Rp1.000.000,00;

Sesama Pegawai pada pisah sambut, pensiun, promosi, dan ulang tahun (tidak

berbentuk uang) paling

banyak Rp300.000,00 dengan total pemberian

Rp1.000.000,00 dalam 1 th dari pemberi yang sama;

(58)

Sesama rekan kerja paling banyak (tidak dalam bentuk uang) Rp200.000,00 dengan total pemberian Rp1.000.000,00 dalam 1 (satu) tahun dari pemberi yang sama;

Hidangan atau sajian yang

Berlaku Umum;

(59)

Prestasi akademis atau non akademis yang diikuti dengan menggunakan

biaya sendiri seperti kejuaraan, perlombaan atau kompetisi tidak terkait kedinasan;

Keuntungan atau bunga dari

penempatan dana, investasi atau kepemilikan saham pribadi yang Berlaku Umum;

(60)

Manfaat bagi seluruh peserta koperasi atau

organisasi pegawai berdasarkan

keanggotaan yang Berlaku Umum;

Seminar kit yang berbentuk seperangkat modul dan alat tulis serta sertifikat yang

diperoleh dari kegiatan resmi kedinasan seperti rapat,

seminar, workshop,

konferensi, pelatihan, atau kegiatan lain sejenis yang Berlaku Umum;

(61)

Penerimaan hadiah, beasiswa atau

tunjangan baik berupa uang atau barang yang ada kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja yang diberikan oleh Pemerintah atau pihak lain sesuai

dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku;

Diperoleh dari kompensasi atas profesi diluar

kedinasan, yang tidak terkait dengan tupoksi dari pejabat/pegawai, tidak memiliki konflik kepentingan dan tidak melanggar aturan

internal instansi

pegawai/kode etik;

(62)

BAGAIMANA MENCEGAH SANKSI GRATIFIKASI ?

Pengendalian oleh penyelenggara negara/PN dg menggunakan:

1. alat bantu uji yaitu :

AMATI

A

M

A

T

I

TURAN

AKSUD

GENDA

Bagaimana dengan aturan yg berlaku di instansi anda terkait dg gratifikasi ?

Apa maksud si pemberi memberikan gratifikasi kepada anda ?

Adakah agenda kegiatan yang dilakukan pemberi, yang sedang berlangsung pada saat dilangsungkan pemberian ?

Apakah pemberian tersebut sah dan dilakukan secara terbuka ?

erbuka

dentitas

(63)

3. Menggunakan alat bantu yaitu :

MATRIK UJI GRATIFIKASI

NO

KENALI ATAU PELAJARI

1.

Latar belakang motif pemberian tersebut

2.

Bagaimana cara pemberian dilakukan ?

3.

Berapa nilai pemberian tersebut. Dalam hal ini

pemberian yang dilakukan berulang-ulang

dalam jumlah relatif kecil, perlu dicermati

4.

Siapa yang memberi ? (Hubungan

kuasa/kesetaraan/ sifatnya strategis)

5.

Apakah pihak pemberi memiliki hubungan

(64)

Ancaman Hukuman

Penerima

Pidana Denda

Rp 200 - Rp 1 miliar.

Pidana Penjara

Seumur hidup atau 4

-20 tahun

(65)

PENGECUALIAN

SANKSI HUKUM GRATIFIKASI

SANKSI TIDAK

BERLAKU JIKA

PENERIMAAN

GRATIFIKASI

DILAPORKAN KE

KPK

(66)

Sanksi bagi

Pemberi

Pidana Denda Rp

150 juta

Pidana Penjara 3

tahun

(67)
(68)

APA YG DIMAKSUD

PPG?

MENGAPA PERLU

PPG?

(69)

APA ITU

PPG ?

PROGRAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI ADALAH

SERANGKAIAN KEGIATAN YANG BERKESINAMBUNGAN DENGAN PERAN SERTA AKTIF ORGANISASI MITRA

(70)

FUNGSI UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Menyiapkan perangkat aturan terkait

pengendalian penerimaan

hadiah/fasilitas;

Sosialisasi ketentuan pengendalian

penerimaan hadiah/fasilitas kepada

internal instansi;

Menerima pelaporan & proses laporan

penerimaan hadiah/fasilitas dari pegawai

instansi bersama-sama dengan KPK;

Melaksanakan mekanisme SPP/WBS;

Monitoring & evaluasi atas pelaksanaan

fungsi pengendalian bersama-sama

dengan KPK;

Memberikan informasi dan data terkait

(71)

PPG KEMENDIKBUD

Permendikbud Nomor 51 Tahun 2012 Ttg

Pengendalian Gratifikasi Dilingkungan

Kemendikbud

Pasal 2 : Pegawai Kemendikbud wajib

melaporkan

segala

bentuk

penerimaan

sehubungan dengan gratifikasi

Permendikbud Nomor 51 Tahun 2012 Ttg

Pengendalian Gratifikasi Dilingkungan

Kemendikbud

(72)
(73)
(74)
(75)
(76)

76

(77)

ALAMAT UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

INSPEKTORAT JENDERAL

KEMDIKBUD

JL. JENDERAL SUDIRMAN, SENAYAN

JAKARTA, 10270

TEL. 5737104, FAX.

021-5737125

ATAU LAPOR SECARA ONLINE MELALUI :

(78)
(79)

Referensi

Dokumen terkait

Perpustakaan merupakan salah satu unit pelaksana teknis di perguruan tinggi dengan tugas pokoknya sebagai pengelola informasi ilmiah secara efektif dan efisien untuk

Dari informasi di atas dapat dilihat bahwa peningkatan penerimaan total yang diperoleh dalam usahatani padi program SLPTT lebih besar dibandingkan peningkatan

Berdasarkan keseluruhan pengujian pada bab ini maka dapat disimpulkan bahwa apabila pemimpin mampu memperlakukan anggota timnya secara manusiawi, mendelegasikan

Penelitian ini membahas tentang analisis portofolio optimal menggunakan Multi-Index Models dengan studi kasus pada saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic

33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah: untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah, pemerintah daerah didukung sumber-sumber

Secara gamblang dapat disebutkan bahwa tidak ada jaminan bahwa penguasaan yang signifikan dari Bank Mandiri, BRI, BCA dan BNI terhadap asset, kredit, DPK dan laba

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis eksistensi hak ulayat suku samin di wilayah hukum Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)

Anggota Mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan Penyusunan dokumen pelaksanaan mutasi