Ainun Musadat 145030101111127 Herdan Afida R. 145030100111081 Denny Iswanto 145030100111030 Irwan Prasetya 145030107111052
PELAYANAN PUBLIK YANG
EFISIEN, RESPONSIF DAN
Konsep dan Dinamika Pelayanan
Publik
S
erangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Pengguna yangdimaksudkan di sini adalah warganegara yang membutuhkan pelayanan publik, baik pelayanan barang maupun pelayanan jasa
Pelayanan
Publik ?
Pergeseran Paradigma Model Pelayanan Publik
No .
Aspek Old Public Administration
New Public Management
New Public Service 1 Dasar
Teoritis
Teori Politik Teori Ekonomi Teori Demokrasi
2 Konsep kepenting an publik
Kepentingan publik adalah sesuatu yang didefinisikan secara politis yang tercantum dalam aturan.
Kepentingan publik mewakili agregasi dari kepentingan individu
Kepentingan publik adalah hasil dari dialog tentang berbagai nilai
Klien (clients) dan pemilih
Pelanggan (customers)
Lanjutan...
warga negara dan kelompok komunitas5 Akuntabilit as
Menurut hierarki administratif
Kehendak pasar yang merupakan hasil keinginan pelanggan
(costumers)
Multi aspek: Akuntabel pada hukum, nilai,
Kualitas Pelayanan Publik yang Ideal
Untuk menilai kualitas pelayanan publik itu sendiri,
terdapat sejumlah indikator yang dapat dipergunakan.
Pendapat Levine (1990: 188),
1. Responsiveness 2. Responsibility 3. Accountability
Gibson, Ivancevich, & Donnelly (1996)
1. Produksi 2. Mutu 3. Efisiensi
4. Fleksibilitas 5. Kepuasan 6. Persaingan
Lanjutan...
Untuk mengukur kualitas pelayanan publik tidak
cukup hanya menggunakan indicator tunggal,
tetapi harus menggunakan multi-indicator atau
indicator ganda. Kualitas pelayanan publik dapat
dilihat dari aspek proses pelayanan maupun dari
out-put atau hasil pelayanan.
Zeithaml,
Parasuraman &
Berry (1990: 26)
Menurut KepMenPan
81/1995
•
Kesederhanaan
•
Kejelasan dan
kepastian tentang tata
cara
•
Keterbukaan
•
Ekonomis
•
Keadilan yang merata
KONSEP PELAYANAN PUBLIK YANG EFISIEN,
RESPONSIF, DAN NON PARTISAN
Pelayanan Publik yang Efisien
Efisien dapat didefinisikan sebagai perbandingan yang
terbaik antara input dan output. Dengan demikian, apabila
suatu output dapat dicapai dengan input yang minimal maka
dinilai efisien. Artinya, harga pelayanan publik harus:
•
dapat terjangkau oleh kemampuan ekonomi masyarakat.
•
pelayanan publik dalam waktu yang relative singkat dan
tidak banyak memputuhkan tenaga.
•
Dengan menggunakan bantuan teknologi modern maka
Pelayanan Publik yang
Responsif
•
Responsivitas atau daya tanggap adalah
kemampuan organisasi untuk
mengidentifikasi kebutuhan masyarakat
menyusun prioritas kebutuhan, dan
mengembangkannya ke dalam berbagai
program pelayanan. Responsivitas
mengukur daya tanggap organisasi
terhadap harapan, keinginan dan aspirasi,
serta tuntutan warga pengguna layanan.
Mendekatkan diri dengan pelanggan melalui
strategi KYC (Know Your Customers)
Osborne dan Gaebler (1996: 208-212) mengidentifikasi
beberapa keuntungan system administrasi dan manajemen yang menempatkan pelanggan pada posisi sentral, yaitu :
•
Sistem yang berorientasi pada pelanggan memaksa pemberi jasa untuk bertanggung jawab kepada pelanggannya.•
Sistem yang berorientasi pada pelanggan mendepolitisasi keputusan pilihan pemberi jasa•
Sistem yang berorientasi pada pelanggan merangsang lebih banyak inovasi.•
Sistem yang berorientasi pada pelanggan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memilih di antara berbagai macam pelayanan.•
Sistem yang berorientasi pada pelanggan menghindaripemborosan karena pasokan disesuaikan dengan permintaan.
Model Citizen’s Charter
•
Agar birokrasi lebih responsive terhadap pelanggan ataupengguna layanan, Osborne dan Plastrick (1997) mengenalkan ide Citizen’s charter (kontrak pelayanan), yaitu standar
pelayanan yang ditetapkan berdasrkan aspirasi dari pelanggan, dan birokrasi berjanji untuk memenuhinya.
•
Citizen’s charter adalah suatu pendekatan dalammenyelenggarakan layanan publik yang menempatkan
Responsivitas Pelayanan Publik
•
Kota pekalongan memiliki forum yang
diselenggarakan rabu malam yang diselenggarakan
oleh walikota dan dinas terkait untuk membahas
berbagai masalah dan menampung aspirasi warga
•
Kota Semarang memiliki forum antara birokrat dan
warganya melalui jalan sehat ke setiap kelurahan
dengan tujuan memantau warganya secara langsung
dan berdialog mengenai kelurahan dan tuntutan
warga.
•
Kabupaten Rembang memiliki forum komunikasi yang
diadakan DPRD dengan LSM dan warga sebulan dua
kali. Forum ini berbentuk “Coffee Morning”.
Ada fenomena yang menarik disejumlah daerah yang
menunjukkan adanya upaya birokrasi pemerintah dalam
Pelayanan Publik yang
Non-Partisan
Maksud dari pelayanan publik non-partisan adalah
system pelayanan yang memperlakukan semua
pengguna layanan secara adil tanpa
membeda-bedakan berdasarkan status sosial ekonomi,
Pelayanan
publik
non-partisan
dapat dilihat
dari
indicator-indikator:
(1) adanya akses yang sama bagi
semua orang untuk mendapatkan
pelayanan;
(2) Pemberian pelayanan publik
kepada pelanggan berdasarkan
nomor urut;
Upaya Mewujudkan Pelayanan Publik yang Efisien,
Resposif dan Non Paertisan Melalui Standard
Pelayanan Minimal (SPM)
•
SPM pada dasarnya merupakan
implementasi dari urusan wajib
sebagaimana diamanatkan pasal 11
ayat (4) UU No. 32 Taun 2004 yang
Tujuan SPM
•
Meningkatkan akses, kualitas dan cakupan pelayanan yang dilakukan oleh Pemda•
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam seluruh dalam seluruh kewenangan daerah yang berada pada masing-masing SKPD yang bersangkutan•
Tersusunya rencana capaian SPM penyelenggaraan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat sesuai kondisi, kemampuan dan karakteristik daerah•
Rencana Pencapaian SPM bermanfaat menentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan•
Menjadi landasan dalam penentuan perimbangan keuangan lintas SKPD yang lebih adil dan transparan•
Capaian SPM dapat digunakan menentukan anggaran kinerja berbasis manajemen kinerja•
Membantu penilaian kinerja/LKPJ•
Menjadi alat ukur meningkatkan akuntabilitas Pemda terhadap masyarakat•
Merangsang transparansi dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan PemdaMonitoring, Evaluasi dan Pengawasan SPM
1.
MonitoringBentuk dari monitoring antara lain:
a)
Pemerintah memonitor dan mengendalikan pelaksanaan urusan wajib Kab/Kota dan SPMb)
Pemerintah menilai apakah urusan daerah wajib sudah dilaksanakan sesuai dengan SPM melalui pemantauan terhadap:•
Laporan berkala oleh Pemda•
Laporan khusus Pemda bila upaya memenuhi SPM gagal dan mengakibatkan terancamnya pengadaan pelayanan dasar kepada masyarakat•
Laporan daerah ditindaklanjuti Pemerintah dengan melakukan permintaan dokumen, inspeks, atau audit khusus bila SPM gagal dan mengakibatkan terancamnya pengadaan pelayanan dasar kepada masyarakat•
Dalam hal daerah Kab/Kota tidak melaksanakan urusan wajib serta tidakmemenuhi SPM maka Pemerintah dapat mempertimbangkan drajat kegagalan