• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Bisnis Koperasi Perempuan Jagung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rencana Bisnis Koperasi Perempuan Jagung"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

KOPWAN

Pesada PEREMPUAN

PERDAGANGAN JAGUNG

Jakarta, 01 Juli 2015

Disusun oleh

Yayasan Penabulu

Jl. Empat Lima Gang Pesada No. 2 Sidikalang, Kabupaten Dairi

(3)

3

Jagung merupakan komoditas yang peranannya semakin penting dalam beberapa tahun terakhir ini, baik sebagai bahan industri makanan maupun sebagai bahan baku pakan ternak. Selain potensi suplai yang dimiliki oleh Kabupaten Dairi, keberadaan kelompok petani jagung yang menjadi anggota CU Perempuan juga yang mendorong Kopwan Pesada Perempuan ingin melakukan pembentukan unit usaha baru, yaitu unit usaha yang memproduksi jagung untuk bahan pakan ternak.

Unit usaha ini akan mulai menjual hasil panen anggota diperkirakan pada bulan Desember 2015, hal ini dinilai waktu yang tepat setelah langkah-langkah persiapan yang telah dilakukan, dari mulai pembentukan unit usaha, peningkatan kapasitas SDM unit usaha sampai analisa pasar untuk produsen pakan di Medan

Selain untuk memenuhi kebutuhan untuk pakan ternak, jagung juga mempunyai potensi untuk dijadikan bahan pangan, khususnya tepung jagung. Potensi ini pula yang akan menjadi rencana pengembangan usaha unit usaha jagung Kopwan Pesada Perempuan dalam kurun waktu 3 tahun kedepan.

Dengan potensi ketersediaan suplai dari anggota di dua kecamatan, yaitu kecamatan

Gunung Sitember dan Tiga Kingga, maka serapan hasil panen diperkirakan sebanyak ……

ton per tahun. Dengan potensi suplai tersebut kami telah menetapkan target penjualan yaitu :

NO

Nama Produk 2015 Target Penjualan (Ton) 2016 2017 2018

1. Jagung pipil - 20 - -

2. Jagung pecah kasar - 10 40 70

3. Jagung pecah halus - 10 40 70

4. Tepung jagung - - 10 40

5. Produk dari

bonggol jagung

- - 10 40

Dengan target capaian diatas, maka kami telah melakukan analisa kebutuhan modal sebesar

……… dengan alokasi untuk :

- Pembelian hasil panen anggota

- Kelengkapan fasilitas operasional unit usaha dan alat produksi - Biaya operasional dan pemasaran

Dengan analisa kelayakan yang sudah kami susun, kami mentargetkan (riview hasil analisa

keuangan) sehingga jangka waktu pengembalian modal dalam waktu…..

(4)

4

Daftar Isi

RINGKASAN ... 3

VISI MISI ... Error! Bookmark not defined. Visi ... 8

Misi ... 8

GOALS ... 8

Daftar Isi ... 4

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN ... 6

Data Perusahaan ... Error! Bookmark not defined. Training programs ... 7

Konsultan Pendamping ... 7

Susunan Pemilik/Pemegang Saham ... 7

ANALISIS PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN ... 9

Produk dan Jasa Yang Dihasilkan ... 9

Produk dan Jasa ... Error! Bookmark not defined. Posisi Pasar: ... 9

Unique Selling Position ... Error! Bookmark not defined. Antisipasi Permintaan: ... 9

Strategi Penetapan Harga ... Error! Bookmark not defined. Gambaran Pasar ... 9

Target dan Segmen Pasar Yang dituju ... 10

Trend Perkembangan Pasar ... 10

Proyeksi Penjualan ... 10

Strategi Promosi dan Pemasaran ... 11

 PENGEMBANGAN PRODUK ... 11

 PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN ... 11

 KEGIATAN PROMOSI ... 11

 STRATEGI PENETAPAN HARGA... 11

Analisis Pesaing ... 11

Competitor details ... Error! Bookmark not defined. Saluran Distribusi ... 12

Wilayah pemasaran dan jalur distribusi yang direncanakan ... 12

Sistem Pemesanan: ... 12

Sistem Pembayaran: ... 12

ANALISIS PRODUKSI ... 13

(5)

5

Bahan Baku Produksi ... 14

Fasilitas dan Kapasitas Produksi ... 14

Suppliers Bahan Produksi ... 15

Teknologi ... 15

Rencana Pengembangan Produk ... 15

Kegiatan Pengembangan Produk ... 15

ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) ... 16

ANALISIS KOMPETENSI SDM ... 16

ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM ... 16

RENCANA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN SDM ... 17

Rencana Pengembangan Usaha ... 18

Rencana Pengembangan Usaha ... 18

 STRATEGI PEMASARAN ... Error! Bookmark not defined.  STRATEGI PRODUKSI ... 18

 STRATEGI ORGANISASI DAN SDM ... 18

 STRATEGI KEUANGAN ... Error! Bookmark not defined. Tahapan-Tahapan Pengembangan Usaha ... 18

ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA ... 19

... 19

Dampak Terhadap Masyarakat Sekitar ... 19

Dampak Terhadap Lingkungan ... 19

Analisis dan Manajemen Resiko Usaha ... 19

ANALISIS LINGKUNGAN usaha ... 20

Analisis Lingkungan Internal ... 20

STRENGHT (KEKUATAN) ... Error! Bookmark not defined. WEAKNESS (KELEMAHAN) ... 20

Analisis Lingkungan Eksternal ... 20

OPPORTUNITY (PELUANG) ... 20

THREATS (ANCAMAN) ... 20

Analisis Pelanggan ... 20

Analisis Pesaing ... 21

Peningkatan kekuatan posisi tawar konsumen ... 21

Peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok ... 22

(6)

6

1.1

Nama Koperasi

: Kopwan Pesada Perempuan

1.2

Jenis Usaha

: Perdagangan Jagung

1.3

Bentuk Badan Hukum

: Koperasi

1.4

Jenis Produk

:

Berikut beberapa jenis produk jagung yang nantinya akan diproduksi:

 Jagung pipil

 Bahan baku pakan ternak:

- Jagung pecah kasar - Jagung pecah halus

 Bahan baku pangan:

- Tepung jagung

 Produk dari bonggol jagung

1.5

Lokasi Usaha

:

 Lokasi produksi jagung berada di Kecamatan Gunung Sitimber

 Kantor koperasi berada di Kecamatan Sidikalang

1.6

Regristasi Usaha

:

(7)

7

1.7

Struktur Organisasi

Struktur organisasi Koperasi Pesada Perempuan yang telah terbentuk:

1.8

Training Programs

Dalam melakukan pengembangan produk jagung pipil menjadi pakan ternak Koperasi Pesada Perempuan akan melakukan training untuk memperkuat kapasitas internal, yang mecakup:

 Motivasi rencana usaha kepada petani jagung

 Pelatihan budidaya jagung

 Proses pengolahan biji jagung menjadi beberapa produk pakan ternak

 Pemasaran

 Penguatan mutu produksi

1.9. Konsultan Pendamping

Yayasan Penabulu, Jakarta.

Yayasan Sada Ahmo, Dairi, Sumatra Utara

1.10 Susunan Pemilik/Pemegang Saham

Kemungkinan kepemilikan usaha dapat menggunakan satu dari dua pilihan yang tersedia, Yaitu:

1. Yayasan Pesada

2. Yayasan Pesada dan CU Pesada Perempuan

CU PESADA PEREMPUAN

PESADA

UNIT USAHA

MANAGER UNIT REHULINA PADANG

STAFF KEUANGAN

DRAPIDA KABAN

STAFF PRODUKSI

LESMITA GINTING

STAFF PEMASARAN & ADM

(8)

8

Visi

Terciptanya perempuan yang sadar, mandiri, sejahtera, dan diakui oleh masyarakat dan pemerintah

Misi

 Melakukan upaya-upaya untuk perempuan mengetahui dan sadar HAP dan HAM.

 Membangun pengetahuan dan ketrampilan perempuan mengenai posisi yang setara antara perempuan dan laki-laki.

 Mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha-usaha perempuan untuk

memenuhi kebutuhan dan kepentingan perempuan.

 Melakukan upaya pembelaan, memberi layanan hukum, berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan serta melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan negara.

Peningkatan ekonomi petani anggota koperasi melalui penguatan usaha berbasis potensi jagung tahun 2018

(9)

9

4.1

Produk Yang Dihasilkan

Tabel berikut merupakan produk yang akan di produksi oleh Koperasi Pesada Perempuan

Proses

Jenis Produk Deskripsi Produk Harga per Kg

Diproduksi Mulai Tahun

2016

Pakan

Jagung Pipil Dikemas kedalam

karung 25 kg 3.500

Jagung Pecah kasar Dikemas kedalam

karung 25 kg 4.000

Jagung Pecah Halus Dikemas kedalam

karung 25 kg 4.500

Diproduksi Mulai tahun

2017

Pangan Tepung Jagung

Dikemas kedalam

karung 25 kg 6.000

4.2

Keunggulan Produk

Pengolahan langsung dari kelompok petani dampingan, sehingga harga bisa lebih murah

4.3

Posisi Pasar

Unit Usaha sebagai produsen sekaligus supplier jagung pipil untuk pakan ternak dan produsen bahan makanan

4.4

Gambaran Pasar

Pertumbuhan industri pakan ternak tahun 2014 mencapai 15,5 juta ton dan kebutuhan jagung sebesar 7,7 juta ton, ini naik dari tahun lalu sebesar 12% sekitar 13,8 juta ton. Sedangkan impor jagung tahun 2013 sebesar 2,95 juta ton. Kebutuhan jagung tahun ini perlu ditinjau kembali karena industri pakan ternak skala kecil belum terdata dengan baik, dan termasuk kebutuhan untuk industri non pakan yang belum masuk pendataan. Selain itu, ada pengguna jagung untuk industri makanan dan minuman sekitar 5 juta ton tiap tahun.

Hasil survey mengatakan, industri pakan lebih memilih impor karena jika kekurangan pasokan jagung pelaku industri tidak mau mencari ke petani dan lebih suka impor jagung ke India, Amerika Serikat dan Brazil untuk memenuhi kebutuhannya, hal ini dikarenakan proses mendapatkan bahan dinilai lebih cepat datangnya ketimbang mengumpulkan jagung dari para petani.

Dilihat dari keterangan tersebut, potensi untuk pengembangan jagung di dalam negeri cukup besar dan untuk meningkatkan produksinya lebih mudah dibandingkan dengan padi. Upaya yang sedang dilakukan Kementan saat ini adalah menghubungkan industri pakan dengan sentra produksi, dan sentra produksi didorong meningkatkan produktivitas jagung dan sekaligus memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak dalam negeri.

(10)

10

4.5

Target atau Segmen Pasar yang Dituju

Berikut adalah target sasaran pasar yang ditetapkan:

 Produsen pakan ternak lokal

 Masyarakat peternak sekala kecil

 Produsen makanan olahan dari jagung

4.6

Trend Perkembangan Pasar

Rata-rata harga jagung di pasar domestik cenderung terus mengalami peningkatan, walaupun pada tingkat pertumbuhan yang tidak terlalu besar. Pada bulan Maret 2014, harga eceran jagung mengalami kenaikan 4,1% (Februari 2014 yaitu naik 8,8% dibanding bulan Maret 2013).

Sedangkan dalam kerangka Renstra

Kementerian Perdagangan 2010-2014,

pergerakan harga jagung di tingkat eceran masih dapat dikatagorikan stabil, karena

koefisien keragamannya hanya 2,5%.

Informasi yang dapat mendukung hal tersebut adalah informasi yang juga disampaikan oleh Kementerian Perdagangan pada gambar tabel berikut:

Jika dilihat per kota (Gambar 1 dan Gambar 2) pergerakan harga jagung dibeberapa daerah cukup beragam tapi secara umum di kota-kota besar harga eceran jagung mengalami kenaikan yang cukup tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan Maret 2013.

Gambar 2.

Perkembangan Harga Rata-rata Bulanan Jagung di Beberapa

Kota (Rp/Kg)

Gambar 1.

(11)

11

4.7

Proyeksi Penjualan

Target Penjualan produk jagung pakan Unit Usaha Perempuan di 2016-2018:

NO Nama Produk Target Penjualan (Ton)

2015 2016 2017 2018

Target awal penjualan setiap jenis produk dimulai dari 10 Ton dan meningkat 30 Ton disetiap Tahunnya. Proyeksi ini didasari banyaknya potensi produksi jagung para anggota. Terbukannya pasar yang menerima bahan baku untuk dijadikan produk pakan ternak.

4.8

Strategi Promosi dan Pemasaran

4.8.1 Pengembangan Produk

Untuk trategi pengembangan produk, Unit Usaha Perempuan akan mempoduksi produk-produk, yaitu:

1. Jagung Pipil:

- Pecah kasar

- Pecah halus

2. Tepung jagung

3. Bonggol jagung giling

4.8.2 Pengembangan Wilayah Pemasaran

Untuk strategi pengembangan wilayah pemasaran Koperasi Pesada Perempuan akan menggunakan strategi-strategi berikut:

1. Menjalin kerjasama sebagai supplier jagung pipil untuk ekspotir di Medan 2. Menjalin kerjasama sebagai suplier jagung pipil pecah kepada produsen pakan

ternak di wilayah Sumatra Utara

3. Menjalin kerjasama sebagai supplier tepung jagung kepada produsen makanan di wilayah Sumatra Utara

4.8.3 Kegiatan Promosi

Kegiatan promosi yang akan dilakukan untuk menguatkan branding image, diantaranya:

1. Mengikuti pameran-pameran produk UKM di berbagai kota

2. Optimalisasi Website untuk media informasi

4.8.4 Strategi Penetapan Harga

(12)

12

4.9

Analisis Pesaing

Berikut merupakan tabel beberapa analisa pesaing berdasarkan produk yang dihasilkan:

Produsen Produk Harga Keunggulan Kelemahan

Pengepul Tingkat

4.10 Saluran Distribusi

4.10.1 Wilayah pemasaran dan jalur distribusi yang direncanakan

 Wilayah Pemasaran • Lokal ... 30 % • Regional ... 70 %

 Jalur Distribusi • Peternakan Di kabupaten dairi • Masyarakat peternak

sekala kecil

• Industri kreatif UKM • Produsen pakan ternak

lokal

 Rencana Lokasi Penjualan

Kantor Kopwan Pesada Perempuan

4.10.2 Antisipasi Permintaan

Berikut adalah langkah Unit Usaha Perempuan untuk menjaga pasokan jagung:

 Pembelian jagung dari anggota saat musim panen untuk pengamanan stok jagung yang kemudian digudangkan.

 Menjalin kemitraan antara CU Perempuan dengan Koperasi untuk

peminjaman modal produksi, sehingga ada komitmen untuk menjual hasil panen jagung kepada Koperasi

4.10.3 Sistem Pemesanan:

Sistem pemesanan produk menggunakan beberapa media, mencakup: telepon (kantor/HP), email, fax, website, saluran media sosial.

4.10.4 Sistem Pembayaran:

(13)

13

5.1

Proses Produksi

(14)

14

5.2

Bahan Baku Produksi

(sesuaikan dengan harga beli tahun ini)

5.2.1 Bahan Baku Produksi

Bahan Baku Harga Sumber

Jagung kering 3.000 /kg jagung kering Petani Jagung

Karung 500/karung, (Kapasitas 25 kg) Produsen

Solar 7.000 /liter (1 liter/50 kg) Produsen

Transportasi 150 /kg Jasa transportasi

Kapasitas Bahan baku produksi di ambil dari proyeksi penjualan yang sudah di buat disetiap tahunnya.

5.2.1 Fasilitas dan Kapasitas Produksi

Alat dan fasilitas yang dibutuhkan koperasi dalam pengembangan usaha:

Fasilitas dan Mesin

Produksi Jumlah

Harga

Satuan Jumlah Spesifikasi

Fasilitas kantor yang direncanakan

Gudang Produksi

1 unit 100.000.000 100.000.000 Milik kelompok CU Perempuan Gunung Sitember

Komputer 1 unit 4.000.000 4.000.000

Printer 1 unit 1.000.000 1.000.000

Meja dan kursi kantor 1 paket 3.000.000 3.000.000

ATK 1 pack/

bulan

300.000 1.200.000

Fasilitas Produksi yang direncanakan tahun 2016

Mesin Pipil Jagung 1 unit 6.000.000 6.000.000 Tipe : 5-TY26D 200

kg/jam (aset ICCO)

Mesin penggiling jagung pecah

1 unit 6.000.000 6.000.000 Mesin hummer

Kapasitas 100 kg/jam (aset ICCO)

Pengukur kadar air 1 unit 3.800.000 3.800.000 Alat Ukur Kadar Air

MD7822

Wadah Penampung 15 unit 50.000 750.000

Siller

1 unit 3.500.000 3.500.000 Mesin Jahit Karung

Newlong NP-7A /nli japan

Fasilitas Produksi yang direncanakan tahun 2017-2018

Mesin penggilingan tepung jagung

1 unit 6.500.000 6.500.000 Mesin Hummer Mill

Model 9FQ-26 250 kg/jam (aset ICCO) Mesin Pencacah

Bonggol Jagung

(15)

15

5.3

Teknologi

 Teknologi pemecahan biji

 Teknologi penggilingan tepung jagung

 Teknologi pencacah bonggol jagung

 Teknologi pensortir jagung

5.4

Suppliers Bahan Produksi

Kopwan Pesada perempuan menerima dari petani anggota dalam bentuk jagung utuh/pipil yang kemudian diolah menjadi jagung pecah kasar, pecah halus dan tepung. Semua bahan baku jagung didapat dari petani anggota di Kecamatan Gunung Sitember dan Tiga Lingga.

5.5

Rencana Pengembangan Produk

Melakukan aktivitas pengembangan turunan jagung menjadi beberapa jenis produk:

 Jagung Pecah Kasar

 Jagung Pecah Halus

 Tepung Jagung

 Produk dari Bonggol jagung

5.6

Kegiatan Pengembangan Produk

Untuk mendukung pengembangan produk jagung yang berkualitas, Koperasi melakukan riset terkait proses-proses produksi tepung jagung serta pengadaan sarana dan prasarana proses produksi. Adapun rencana kegiatan pengembangan produknya sebagai berikut:

- Pelatihan produksi Jagung Pecah untuk kelompok tani di Kec. Gunung Sitember

- Produksi jagung pecah

Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018

- Riset produksi produk olahan dari bonggol jagung

- Pelatihan produksi produk olahan bonggol jagung untuk kelompok tani

- Produksi Produk dari bonggol jagung

- Produksi Jagung Pipil : - Pecah Kasar - Pecah Halus

- Riset produksi tepung jagung - Pelatihan produksi produk tepung

jagung untuk kelompok tani - Produksi tepung jagung Pertengahan

(16)

16

6.1

Analisis Kompetensi SDM

Jumlah

6.2

Keunggulan Dan Kompetensi SDM

1. Bagian administrasi dan keuangan mempunyai pengalaman dibidangnya lebih dari 2 tahun

2. Manager bagian produksi SDM yang berpengalaman di bidang budidaya, produksi dan quality control jagung

3. Pendamping lapangan dikerjakan oleh SDM yang mempunyai pengalaman keorganisasian serta pendampingan petani jagung

6.3

Analisis Kebutuhan Dan Pengembangan SDM

JABATAN Tingkat

Pendidikan

Pengalaman (tahun)

Keterampilan Khusus

Ketua Minimal

SMA/D3 Min. 2

- Managerial koperasi - Leadership

Manager Bagian Produksi & QC Minimal SMA Min. 1 Tahun

- Pengolahan jagung paska panen - QC jagung pipil - Leadership

Manager Pemasaran Minimal SMA Min. 2 Tahun - Komputer - Komunikasi Manager Keuangan dan

Administrasi Minimal SMA Min. 2 Tahun

- Komputer - Adm Keuangan

BAB 6. ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA

BAGIAN / DEPT. Jumlah

Manajemen 2

Bagian Produksi 3

Bagian Pemasaran 1

Lain - Lain

(17)

17

6.4

Rencana Kebutuhan Pengembangan SDM

JABATAN Jumlah

Kebutuhan

Tenaga yang Tersedia

Tenaga yang Harus Direkrut

Direktur Unit Usaha 1 - 1

Manager Keuangan dan

Admnistrasi 1

- 1

Manager Produksi 1 - 1

Manager Pemasaran 1 - 1

Staff Produksi 2 - 2

6.5

Gaji Pegawai

Jabatan Jumlah Orang Gaji/bulan Total

Yang Direncanakan

Direktur Unit Usaha 1 2.000.000 2.000.000

Manajer Keuangan dan Administrasi

1 1.500.000 1.500.000

Manajer Produksi 1 1.500.000 1.500.000

Manajer Pemasaran 1 1.500.000 1.500.000

(18)

18

7.1 Strategi Produksi

 Meningkatkan kualitas jagung dengan optimalisasi quality contol dan sortasi paska panen

 Produksi tepung jagung untuk suplai produsen makanan

 Penguatan kelompok tani dengan pelatihan produksi jagung pipil dan tepung jagung

7.2 Strategi Pemasaran

 Menjalin kerjasama sebagai supplier jagung pipil untuk beberapa eksportir di Medan

 Menjalin kerjasama sebagai supplier tepung jagung untuk beberapa produsen makanan di beberapa kota di Sumatra Utara

 Membuka akses pasar baru untuk produk olahan bonggol jagung

 Membangun jaringan agen/reseller di luar daerah untuk produk tepung jagung

7.3 Strategi Organisasi Dan SDM

 Penguatan kapasitas managerial dan operasional koperasi

 Training strategi marketing

 Penguatan Internal Control System (ICS)

 Pendampingan lapangan untuk teknik budidaya dan perawatan tanaman jagung

7.4 Strategi Keuangan

 Penguatan managemen keuangan

 Pelatihan pencatatan transaksi penjualan

 Pelatihan penggunaan software catatan keuangan koperasi

7.5 Tahapan-Tahapan Pengembangan Usaha

Akhir Tahun 2015

Pembentukan unit usaha Kejelasan relasi antara CU dan Unit

Usaha

Pemetaan saluran distribusi produk

Inventarisasi dan instalasi alat produksi

Produksi jagung pipil

Akhir Tahun 2016 Akhir Tahun 2017 Akhir Tahun 2018 Pertengahan

Tahun 2015

Pengembangan Kerja sama permodalan CU dengan Unit Usaha Jagung

Peningkatan menejemen produksi

Produksiturunan pipil: pecah kasar dan pecah halus Riset produk tepung jagung dan produk dari bonggol

(pengembangan unit Riset and Development)

Produksi Tepung jagung dan produk dari bonggol

Penguatan menejemen dan tata kelola koperasi

Penguatan keanggotaan CU sebagai anggota koperasi

Pengembangan rencana strategis koperasi berbasis potensi jagung

BAB 7. RENCANA PENGEMBANGAN

USAHA

(19)

19

8.1

Dampak Terhadap Masyarakat Sekitar

 Mendorong terjaganya tanaman jagung yang terancam alih tanam dengan tanaman

lain seperti kakao dan singkong

 Terciptanya kemandirian ekonomi warga khususnya petani jagung

 Keterlibatan perempuan dalam proses pasca panen komoditi jagung dalam upaya peningkatan ekonomi

8.2

Dampak Terhadap Lingkungan

 Berkurangnya alih fungsi lahan pertanian yang mengancam berkurangnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem lingkungan

 Terkelolanya sumberdaya alam yang berkelanjutan

 Mendorong berkembangnya teknologi budidaya dan teknologi pasca panen ramah

lingkungan

 Semakin berkembangnya lahan-lahan kering untuk budidaya tanaman jagung

8.3

Analisis dan Manajemen Resiko Usaha

Resiko Peluang Damp

ak StrategiAntisipasi Resiko

Penurunan produksi jagung karena alih tanam jagung menjadi tanaman

singkong

Mungkin Tinggi

- Pendampingan budidaya jagung untuk menurunkan biaya penanaman dan perawatan

- Menaikkan nilai beli jagung diatas nilai BEP budidaya (Rp 3.000)

Kualitas supply jagung yang rendah dari petani:

 Tidak tersortir

 Kadar air tinggi

 Dicampur dengan material non-jagung

Mungkin Sedang

 Pendampingan paska

panen

 Sortasi penerimaan

Kerusakan produk dalam penyimpanan karena kualitas produksi yang lemah

Sangat

Mungkin Sedang

Standarisasi produksi dan sistem kualiti kontrol Kerusakan produk dalam penyimpanan

karena kualitas produksi yang lemah Sangat

mungkin Tinggi

 Standarisasi kualitas produksi

 Sistem pergudangan

Penjualan tidak memenuhi target karena kelemahan pemasaran

Mungkin

Sedang

 Penentuan target pasar yang tepat (terutama produsen pakan ternak lokal)

Catatan:

Peluang : Sangat mungkin, mungkin, dan tidak mungkin Dampak : Tinggi, sedang, dan rendah

(20)

20

9.1

Analisis Lingkungan Internal

9.1.1 Kekuatan

Kelompok petani jagung Kecamatan Gunung Sitember dan Kecamatan Tiga Lingga memiliki potensi penghasil jagung terbesar di Kabupaten Dairi. Komoditi jagung merupakan komoditas yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Pada umumnya para petani jagung di Kecamatan Gunung Sitember dan Kecamatan Tinga Lingga adalah anggota Kopwan Peseda Perempuan, khusus nya anggota CU Perempuan.

CU Perempuan memiliki jaringan di ….. kecamatan, ….. kabupaten dengan total anggota sebanyak ….. orang, yang ….% nya adalah petani jagung.

9.1.2 Weakness (Kelemahan)

Belum terkelolanya komoditi jagung secara optimal, dikarenakan selama ini petani menjual hasil panennya hanya dalam bentuk buah kering (gelondongan) dikarenakan kurangnya pemahaman akan teknologi pengolahan hasil panen dan masih lemahnya petani dalam akses pemasaran hasil produksi.

9.2

Analisis Lingkungan Eksternal

Pesaing yang sudah terpetakan adalah pengepul ditingkat kampung sampai tingkat kabupaten, para pengepul di tinggakt kampung melakukan aktifitas usahanya dengan cara meminjamkan permodalan kepada para petani disertai bunga yang cukup besar dan dibayarkan oleh hasil panen setelah ditambah bunga, sehingga para petani sulit untuk memutus hubungan dengan pengepul. Hal ini bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha bagi koperasi, karena praktek ini sudah berlangsung sangat lama, sehingga perlu waktu untuk bisa membuat para petani beralih jual kepada koperasi.

9.2.1 Opportunity (Peluang)

Melihat potensi petani di Kecamatan Gunung Sitember dan Tiga Lingga yang mayoritas masyarakatnya membudidayakan jagung yang menjadi sumber pendapatan mereka merupakan peluang untuk dikembangkannya sebuah unit usaha. Dengan potensi komoditas yang dimiliki petani tidak hanya menjual dalam bentuk jagung utuh, tetapi mampu memproduksi dalam bentuk olahan yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Selain untuk kebutuhan pakan ternak, potensi jagung juga bisa diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan.

9.2.2 Threats (Ancaman)

Lemahnya sistem budidaya jagung dan pasca panen yang kurang baik yang mengakibatkan menurunnya kuantitas dan kualitas produksi. Serta monopoli suplai oleh pengepul besar yang memiliki akses langsung ke produsen besar di Medan.

9.2.3 Analisis Pelanggan

Konsumen jagung pipil adalah para produsen pakan ternak baik produsen sekala kecil yang berada di lokal, maupun produsen sekala besar yang pada umum nya berada di Medan. Secara umum mereka menerima jagung pipil dari para pengepul, jarang sekali mereka membelli langsung dari para petani, hal ini dikarenakan pengepul banyak

(21)

21

dijumpai disetiap kampung dimana ada potensi jagung. Sedangkan mengenai standar kualitas jagung yang diterima, para produsen pakan sekala kecil menerapkan standar jagung pipil kering dengan kadar air 17-20%, hal ini dikarenakan efisiensi dalam proses produksi. Hal ini berbeda dengan para produsen dengan sekala besar, rata-rata mereka masih bisa menerima jagung pipil dengan kadar air lebih dari 20%, dikarenakan umumnya mereka memiliki teknologi mesin pengering sendiri, selain itu jagung pipil yang diterima bisa lebih murah.

9.3

Analisis Pesaing

Selain pelanggan, unit usaha jagung Kopwan Pesada Perempuan juga memiliki cukup banyak pesaing yaitu pengepul. Dalam hal ini, unit usaha jagung Kopwan Pesada Perempuan telah mengidentifikasi dua kekuatan yang menentukan daya tarik pasar atau segmen pasar tertentu :

9.3.1 Ancaman Persaingan Ditingkal Pengepul yang Ketat.

Kekuatan permodalan dan akses kepada pengepul yang lebih besar ataupun produsen pakan besar menjadi kekuatan yang dimiliki oleh para pesaing, hal ini menjadikan para petani kesulitan untuk menjual langsung kepada pengepul besar ataupun produsen. Selain itu setiap pengepulpun menerapkan sistem bisnis nya yang berbeda-beda, dari mulai memberikan pinjaman permodalan untuk kebutuhan bertani seperti benih, pupuk dan modal kerja sampai memberikan pinjaman untuk kebutuhan-kebutuhan harian yang jumlahnya melebihi dari hasil panen yang akan didapat, sehingga petani sudah terikat kepada salah satu pengepul dalam waktu yang cukup lama. Tidak hanya itu, sistem hargapun menjadi menjadi tidak kompetitif dikarenakan jeratan hutang.

Hal ini menjadi tantangan bagi koperasi untuk menjaga pasokan suplai dalam waktu jangka panjang. Maka strategi yang akan dibangun oleh unit usaha jagung Kopwan Pesada Perempuan adalah sinergi program permodalan untuk anggota petani jagung melalui CU sampai dengan pinjaman modal kerja seperti benih, pupuk dan peralatan penunjang melalui unit saprotan yang akan dibentuk. Strategi ini diharapkan akan menjadi strategi memutus jeratan pengepul kepada petani.

9.4.1 Ancaman Pendatang Baru.

Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Terlebih segmen yang dimasuki oleh pengepul-pengepul cenderung sama, hal ini membuat celah yang cukup besar untuk pendatang baru masuk kedalam segmen ini. Hal ini membuat persaingan lebih fokus kepada aspek permodalan yang dibutuhkan untuk bisa mengamankan suplai yang ada. Selain itu, akses kepada produsen pakan sekala besar menjadi bagian yang harus dimiliki oleh para pesaing untuk bisa meraih untung yang lebih besar. Hal ini akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan unit usaha jagung Kopwan jika fokus tentang kualitas, permodalan dan akes pasar tidak ditingkatkan.

9.4

Peningkatan Kekuatan Posisi Tawar Konsumen

(22)

22

panen, maka konsumen akan beralih kepada produk yang sesuai dengan standar produksi mereka.

9.5

Peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok

(23)

23

Kekuatan Kelemahan

 Potensi suplai dari kelompok petani anggota CU Perempuan

 Dukungan permodalan dari CU

Perempuan

 Komitmen kuat dari Pesada dan

Kopwan Pesada Perempuan dalam pengembangan kelompok petani berbasis ekonomi

 Biaya budidaya masih tinggi dirasakan petani (benih, pupuk kimia)

 Pola budidaya lemah (pola tanam, pemanfaatan pupuk organik, masa sela tanam)

 Pengolahan pascapanen

 Pencampuran jagung lokal dengan

jagung hibrida

Peluang Ancaman

 80% serapan jagung untuk pakan

ternak

 Komitmen pemerintah Kabupaten

Dairi dan Provinsi dalam

pengembangan komoditi jagung

 Potensi bonggol sebagai pakan ternak dan bahan pangan

 Penambahan suplai dari anggota CU

Pesada Perempuan di 5 Kecamatan

 Pengembangan tepung jagung lokal

 Pengelolaan unit usaha yang tidak menggunakan menejemen bisnis

 Beralihnya lahan perkebunan

jagungmenjadi kakao dan singkong

 Ketersediaan air untuk irigasi

Gambar

    Gambar 1. Perkembangan Harga Jagung Dalam Negeri

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan peran tenaga kerja perempuan yang dilihat dari curahan waktu kerja perempuan dalam kegiatan usahatani Jagung di Desa

Adopsi varietas unggul jagung putih oleh petani responden diduga dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan yang dimiliki,

Hal ini dapat membantu petani jagung dalam memonitoring tanah serta air yang dimiliki, hanya dengan cara menancapkan alat pada tanah untuk mengetahui pH tanah yang telah ditandai atau

Jika CV > 0,5 maka dapat diambil kesimpulan bahwa risiko produksi usahatani jagung yang dimiliki petani tinggi Menjawab tujuan mengenai faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap