PERLINDUNGAN HUKUM DEBITUR TERHADAP PARATE EKSEKUSI OBYEK JAMINAN FIDUSIA | MANURUNG | Legal Opinion 5865 19474 1 PB
Teks penuh
Dokumen terkait
hak kepemilikan atas benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia dilakukan dengan cara “Constitutum Possessorium (Verklaring van Houderscahp)”, dengan pengertian pengalihan
Dari hasil penelitian Perjanjian jaminan fidusia yang dilakukan tanpa mendaftarkan benda yang menjadi obyek yang dijaminkan tidak memiliki hak-hak eksekutorial yang
Ketentuan Pasal 27 Undang-Undang Jaminan Fidusia tersebut, dapat diketahui bahwa Penerima Fidusia memiliki hak yang didahulukan atau diutamakan terhadap kreditur lainnya, yaitu
kebendaan pada jaminan fidusia terjadi karena adanya aturan dalam UUJF, yaitu ketentuan Pasal 20 UUJF yang menyatakan bahwa dalam hal pengalihan atas benda
Obyek jaminan fidusia adalah benda yang dapat dimiliki dan dialihkan kepemilikannya, baik berwujud maupun tidak berwujud, terdaftar maupun tidak terdaftar, bergerak
Caranya adalah dengan menuangkannya dalam perjanjian hutang-piutang dengan pengikatan benda jaminan fidusia yang dibuat antara BMT dan BPR Syariah dengan Pemberi Jaminan Fidusia
Pelimpahan hak kepemilikan ialah pemindahan kewenangan atas pemberi fidusia terhadap penerima fidusia berdasarkan kepercayaan, demi persyaratan benda yang meliputi obyeknya terus berada
42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia adalah “Pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap