• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembaruan Tani Desember 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembaruan Tani Desember 2015"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

[email protected] www.spi.or.id Edisi 142, Desember 2015

M I M B A R K O M U N I K A S I P E T A N I

Aksi SPI Asahan Tuntut Penyelesaian Sengketa Agraria

Selamat Jalan, Pak Rujianto

Kekeringan: Haruskah Kita Mulai Khawatir Krisis Pangan?

5

10

12

INDEKS BERITA

Zero Budget Natural Farming (ZBNF),

Alternatif dari India, Menghapus

Ketergantungan Petani dari Luar

KARNATAKA. Di tengah pergulatan perusahaan-perusahaan pertanian transnasional untuk semakin menguasai dunia pertanian dan petani, di India hadir sebuah sistem pertanian yang menjadi alternatif menghalau itu semua. Zero Budget Natural Farming (ZBNF) namanya. Simak cerita redaktur Pembaruan Tani yang langsung mengunjungi India di edisi kali ini.

Foto: Seorang petani India sedang menggembalakan sapi-sapinya. Di India selain diposisikan sebagai hewan

yang "diagungkan", sapi juga memegang peranan pening

dalam sistem ZNBF (Zero Budget Natural Farming) (Mengenang Alm. Rujianto) SPI Jambi

(2)

Penanggung Jawab: Henry Saragih Pemimpin Umum: Zaenal Ariin Fuad Redaktur Pelaksana : Hadiedi Prasaja Redaksi: Ali Fahmi, Agus Ruli Ardiansyah, Muhammad Ikhwan, Heri Purwanto, Angga Hermanda Keuangan: Raih Kesuma, Sulastri Sirkulasi: Adi Wibowo Penerbit:

Serikat Petani Indonesia (SPI) Alamat Redaksi: Jl. Mampang Prapatan XIV No. 5 Jakarta Selatan 12790 Telp: +62 21 7993426 Email: [email protected] Website: www.spi.or.id

P E M B A R U A N A G R A R I A

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

2

Zero Budget Natural Farming (ZBNF),

Alternatif dari India, Menghapus

Ketergantungan Petani dari Luar

KARNATAKA. Di tengah pergulatan perusahaan-perusahaan pertanian transnasional untuk semakin menguasai dunia pertanian dan petani, di India hadir sebuah sistem pertanian yang menjadi alternatif menghalau itu semua. Zero Budget Natural Farming (ZBNF) namanya.

Adalah Subash Palekar, pencetus ZBNF yang tak kenal lelah mempromosikan sistem pertanian ini di seluruh India.

“ZBNF adalah filosofi, menolak pertanian kimia yang diwariskan oleh revolusi hijau dan (istilah) pertanian organik yang semakin dikooptasi oleh perusahaan-perusahaan pertanian,” kata pria asal Amravati, Maharashtra, India ini.

Tingkat bunuh diri petani di India cukup tinggi. 10 tahun terakhir saja sudah lebih 300.000 petani yang bunuh diri; di Negara Bagian Karnataka April – Mei 2015 sudah 60 orang bunuh diri. Penyebabnya adalah para petani tersebut terlilit hutang yang sangat besar karena membeli input-input pertanian dari kimia yang mahal, namun gagal panen dan hasil produksinya tidak mampu mencukupi modal. Akibatnya si petani tidak mampu bayar, dipermalukan di desanya, frustasi, kemudian bunuh diri.

“ZBNF hadir sebagai solusi. ZBNF ingin melawan sistem global yang sangat menyengsarakan petani, tapi di ZBNF kita tidak “menyalahkan” perusahaan-perusahaan agribisnis transnasional tersebut; kita petani sendirilah yang seharusnya jangan pernah mau menggunakan

(3)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

P E M B A R U A N A G R A R I A

3

produk input pertanian dari mereka,” papar Subash berfilosofi.

Disebut ZBNF karena praktek pertanian ini berusaha meminimalkan penggunaan biaya, yang biasanya berasal dari pupuk kimia, pestisida, benih GMO, upah, dan lainnya.

“Semua yang dipakai dalam ZBNF ini ada di sekitar kita petani. Itulah mengapa namanya “zero budget” (tanpa biaya)”, ujarnya.

Jiwambrita, Intercrop, Mulching & Humus

Dalam praktek ZBNF, selain menolak penggunaan input kimia, juga memaksimalkan semua yang ada di sekitar lingkungan untuk dimaksimalkan dalam lahan.

“ZBNF berusaha memaksimalkan kandungan humus dalam tanah sehingga produksi bisa maksimal,” kata Subash.

Untuk itu ada beberapa hal mendasar yang harus dilaksanakan dalam praktek ZBNF. Pertama adalah harus menanam tanaman silang (intercrop) dalam satu lahan, seperti komposisi antara kelapa, pinang, pisang, kacang-kacangan, glisirida (kihujan), marigold (sejenis bunga yang berwarna oranye), drumstick (sejenis petai cina), (dan kombinasi intercrop lainnya) yang masing-masing tanaman saling mendukung satu sama lain untuk membuat kandungan humus di dalam tanah meningkatkan.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah proses mulching, proses penyebaran sisa-sisa tanaman (seperti dedaunannya, jerami, ranting-ranting) dengan meletakkannya di atas permukaan lahan.

“Asumsi yang mengatakan kalau tanaman harus mengambil nutrisi dengan dikubur ke dalam tanah adalah salah, cukup ditebar saja di atas lahan di antara dua jenis tumbuhan, dan ditambahkan jiwambrita,” jelasnya.

Jiwambrita adalah ramuan yang berfungsi untuk mempercepat proses pembusukan (dekomposisi) dari sisa tanaman yang sudah di-mulching

dan juga mampu meningkatkan humus di tanah. Jiwambrita terdiri atas campuran kotoran sapi (harus sapi lokal), urin sapi, glisirida, jaeggery

(bentuknya mirip dengan gula merah atau gula aren, tapi ini berasal dari tebu), dan lainnya.

Foto: Pandi, pemuda tani SPI asal Bogor Jawa Barat memegang seriikat pertanda selesai melaksanakan workshop Zero Budget Natural Farming

(ZBNF) di Karnataka, India.

(4)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

P E M B A R U A N A G R A R I A

4

“Jangan pernah pakai kotoran sapi yang bukan dari breeding lokal, karena jiwambrita tidak akan berfungsi,” katanya.

Palekar selanjutnya menerangkan, ZBNF bukanlah pertanian malas, yang membiarkan begitu saja lahan setelah ditanami. ZBNF harus dilaksanakan dengan teliti dan seksama, dan setidaknya dilakukan pengontrolan setiap harinya.

“Hasil menunjukkan banyak petani di India yang sukses setelah teliti menerapkan sistem ini. Hasil panennya bertambah dua kali lipat, ia terbebas dari hutang, menjaga alam dan lingkungan, dan membantu mendinginkan bumi yang semakin panas,” tegasnya.

Sejalan dengan Prinsip Agroekologi

Pandi, pemuda tani SPI asal Ciampea, Bogor, yang mengikuti workshop ZBNF selama 7 hari (29 Oktober – 4 November 20150 di sekolah

agroekologi La Via Campesina regional Asia Selatan di Amirthabhoomi, Chamarajangar, Karnataka, India menyatakan, praktek ZBNF tidak jauh beda dengan sistem pertanian yang sudah dijalankannya bertahun-tahun.

“Sebenarnya semua yang diajarkan oleh Pak Subash Palekar ini telah saya praktekkan di lahan saya yang kecil (3.000 m2) di Bogor, sesuai dengan prinsip agroekologi. Dalam satu petak lahan saya menanam beragam tanaman seperti cesim, kangkung, bayam, tomat, terong, kemangi, dan lainnya,” imbuh Pandi.

“Ramuan jiwambrita dari Pak Subash juga sudah buat, tapi yah memang komposisinya tidak semuanya sama,” kata Pandi lagi.

Pandi menggarisbawahi, filosofi dan pola pikir dari Subash yang membuatnya kagum terhadap pria yang memiliki dua putra ini.

“Saya akan coba mereplikasi semua ilmu-ilmu dan teknik pertanian dari Pak Subash dan mencoba menerapkannya sesuai dengan kondisi pertanian di desa saya,” katanya.

Hal senada disampaikan Ali Fahmi, Ketua Departemen Penguatan Organisasi Badan Pengurus Pusat (BPP) SPI. Ia mengapresiasi filosofi ZBNF

dari Subash Palekar yang mampu mengajak ratusan ribu petani di India untuk pindah dari pertanian berbasiskan input kimia menjadi pertanian ramah lingkungan ala ZBNF.

“Subash juga mempromosikan konsep kedaulatan pangan yang berawal dari mencukupi kebutuhan pangan keluarga sendiri lalu kebutuhan pangan di desa atau lingkungan sekitar. Kita dari SPI mengapresiasi hal ini,” tutur Ali yang juga turut hadir di Karnataka, India.

Yudhvir Singh, anggota Komite Koordinasi Internasional La Via Campesina regional Asia Selatan menyampaikan, La Via Campesina melihat

ZBNF sebagai sebuah alternatif dan tetap berada di bawah kerangka agroekologi, prinsip pertanian yang menjadi pilar La Via Campesina. “La Via Campesina mendukung ZBNF dan akan bekerjasama dengan Subash Palekar untuk melaksanakan workshop-workshop seperti ini, khususnya di negara-negara Asia Selatan,” tutupnya.#

Sambungan dari hal. 3

(5)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

P E M B A R U A N A G R A R I A

5

TANJUNG BALAI. Ratusan massa petani anggota Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara melakukan aksi di depan pengadilan negeri Tanjung Balai, Asahan, tadi pagi (26/11). Aksi dilakukan terkait permasalahan sengketa lahan antara petani SPI di Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan dengan pihak H. Yusbar Manurung.

Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Kabupaten Asahan, Syahmana Damanik menjelaskan, pihak H. Yusbar Manurung melalui Koperasi Bina Tani Mandoge mengklaim lahan seluas 158 hektar yang diusahakan oleh petani SPI adalah miliknya. Syahmana melanjutkan, sesuai dengan gugatan pihak H.Yusbar Manurung mengatakan bahwa tanah yang dikuasai dan diusahai oleh petani SPI di Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat Asahan adalah milik mereka sesuai dengan Surat Keterangan Tanah yang mereka miliki, dimana SKT tersebut didapat dari pemberian ganti rugi kepada masyarakat Desa Bangun.

“Faktanya, lahan yang diusahai petani SPI Basis Bangun tidak pernah diganti rugi oleh siapa pun, dan lahan tersebut merupakan lahan hutan register 5A yang dibuka oleh petani pada tahun 1970-an dan diproduksikan hingga kini. Selain itu, lahan yang dibuka yang merupakan lahan hutan yang tidak dapat diperjual belikan, karena itu merupakan perbuatan pidana,” papar Syahmana.

Syahmana juga menggarisbawahi keterangan pihak H.Yusbar Manurung dalam gugatannya yang mengatakan bahwa lahan itu merupakan milik anggota unit Koperasi Bina Tani Mandoge yang berada di Desa Bangun,

“Faktanya, para petani SPI Desa Bangun tidak pernah mengetahui berdirinya koperasi tersebut, kegiatannya sampai pembubarannya,” lanjutnya.

Syahmana mengemukakan, konflik antara H.Yusbar Manurung dengan petani SPI Basis Bangun pernah dimediasi oleh pemerintahan desa,

kabupaten, dan kepolisian.

“Pada saat itu, sekitar tahun 2011, tim penyelesaian sengketa melakukan kunjungan langsung ke lahan, namun anehnya pihak H. Yusbar Manurung tidak dapat menunjukkan lahan yang diklaim menjadi miliknya tersebut,” kata Syahmana.

Foto: Persiapan aksi oleh petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Asahan, Sumatera Utara

Aksi SPI Asahan Tuntut Penyelesaian

Sengketa Agraria

(6)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

P E M B A R U A N A G R A R I A

6

Syahmana menegaskan, yang semakin membuat konflik ini meruncing adalah ketika pihak Pengadilan Negeri Tanjung Balai mengabulkan

permohonan sita jaminan Pihak H.Yusbar Manurung terhadap lahan yang dikuasai Petani SPI Basis Bangun yang telah diusahai, diproduksikan sejak turun temurun.

“Ini adalah bentuk dari lemahnya proses pengawasan dalam setiap proses peradilan memberikan ruang bagi para mafia hukum untuk

memainkan peran merubah setiap keputusan. Tanpa mendengarkan keterangan dari saksi-saksi yang ada tentang sejarah tanah tersebut, Pengadilan Negeri Tanjung Balai langsung menetapkan sita jaminan,” tegas Syahmana.

Oleh karena itu, Syahmana kembali menegaskan aksi ini menuntut pihak Pengadilan Negeri Tanung Balai untuk mencabut penetapan sita jaminan terhadap lahan yang sudah dikuasai dan diusahai oleh petani SPI sejak tahun 1970-an.

“Laksanakan peradilan adil, jujur dan objektif yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan; tangkap mafia hukum peradilan di Pengadilan

Negeri Tanjung Balai,” tambah Syahmana.#

Sambungan dari hal. 5

Foto: Persiapan aksi oleh petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Asahan, Sumatera Utara

(7)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

7

COP 21: La Via Campesina Bawa Suara

Petani Sedunia di Pertemuan Iklim Sedunia

PARIS. La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) hadir di Paris, Perancis, dalam rangka COP 21, konferensi PBB yang membahas mengenai krisis iklim dunia. Ratusan petani kecil anggota La Via Campesina dari seluruh penjuru dunia hadir di Paris untuk menyuarakan sikapnya

mengenai perubahan iklim yang semakin parah terjadi

Badrul Alam, perwakilan petani asal Bangladesh menegaskan, petani kecil adalah korban dari perubahan iklim di dunia.

"Bangladesh adalah salah satu negara yang rentan terhadap perubahan iklim, sudah banyak petani kami yang jadi korban akibat perubahan iklim seperti curah hujan yang meninggi yang mengakibatkan banjir, hingga naiknya permukaan laut," papar Badrul Alam (09/12).

Hal senada disampaikan Antolin Huascar, petani asal Peru. Ia menyampaikan, dalam konferensi perubahan iklim COP 21 yang dilakukan PBB suara petani kecil sama sekali tidak mendapatkan porsi, padahal petani kecillah yang menjaga iklim dengan melaksanakan pertanian agroekologi yang ramah lingkungan, bukan pertanian berbasiskan industri yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar.

"Faktanya adalah suara kami tidak terwakili dalam COP 21, tapi di luar, di jalanan di kota Paris ini kami membuat forum alternatif COP 21, memperdengarkan suara-suara kami petani melalui diskusi, hingga aksi di jalanan," tuturnya.#

(8)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

C A M P E S I N O S

8

SPI & La Via Campesina di COP 21 Paris:

Agroekologi & Kedaulatan Pangan

Satu-Satunya Jalan Keluar Krisis Iklim

PARIS. Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) hadir di Paris, Perancis, dalam rangka COP 21, konferensi PBB yang membahas mengenai krisis iklim dunia.

Dalam sebuah forum paralel – yang digelar tepat di sebelah forum utama COP 21 – oleh gerakan masyarakat sipil, Zainal Arifin Fuad,

perwakilan SPI menyampaikan, jika ada komitmen yang serius untuk memecahkan krisis iklim, para pemerintah pasti memeilih bekerja sama dengan petani dan produsen skala kecil lainnya, daripada bernegosiasi dengan perusahaan.

“Kami mewakili petani kecil sedunia menawarkan agroekologi berbasis kedaulatan pangan sebagai solusi krisis iklim,” kata Zainal kepada ratusan orang yang hadir dalam forum tersebut (08/12).

Hal senada disampaikan Josie Riffaud, pimpinan Confederation Paysanne, gerakan petani Perancis, anggota La Via Campesina.

“Agroekologi berdasarkan kedaulatan pangan, adalah sebuah panggilan untuk mengubah sistem pertanian dunia, memberi makan masyarakat dunia, dan di saat yang sama juga mendinginkan planet kita,” katanya.

Sementara itu, Adam Payne, pemimpin muda dari Aliansi Buruh Lahan di Inggris mengecam pendekatan bisnis yang digunakan PBB di konferensi iklim ini.

“Ada inkoherensi dan kemunafikan dalam ruang negosiasi pemerintah. Mereka baru saja membahas solusi berbasis pasar yang palsu seperti

REDD + untuk perubahan iklim selama COP 21 ini,” paparnya.

(9)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

C A M P E S I N O S

9

Propaganda Perusahaan

Sementara itu, selama COP 21 ini pihak perusahaan selalu berusaha membuat propaganda, seolah-olah mereka melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk petani kecil dan bumi pertiwi. Carrefour contohnya, perusahaan yang diundang hadir ke dalam konferensi PBB

COP 21 ini, mengemas ulang ide dan konsep agroekologi La Via Campesina kemudian memodifikasinya dan memasukkannya ke dalam

materi-materi kampanye dan promosinya.

“Kami mengecam Carrefour yang menawarkan solusi agroekologi palsu yang sudah dimodifikasi demi kepentingan perusahaan berbasiskan profit,” tegas Zainal.

“Kita petani kecil harus berjuang mempertahankan agroekologi sebagai jalan hidup, sebagai bahasa alam, bahasa ibu pertiwi, dan menjaganya

dari intrik-intrik perusahaan-perusahaan yang mencoba menggunakannya, memodifikasinya, hanya demi keuntungan mereka,” sambungnya.

Zainal menerangkan, petani kecil berkontribusi dalam menyediakan lebih dari 70 persen pangan untuk masyarakat dunia dengan hanya menguasai 30 persen lahan. Oleh karena itu pemerintah dan perusahaan harus menyerahkan kembali pertanian kepada petani kecil, karena sistem pertanian berbasis industri yang telah dilaksanakan oleh perusahaan telah menghancurkan lingkungan, mengusir petani kecil dari lahannya.

Ahmad Fitriyadi, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Selatan, yang turut hadir di Paris menjelaskan bahwa ketamakan perusahaan-perusahaan telah mengakibatkan terjadinya salah satu krisis lingkungan terbesar dalam sejarah.

“Baru beberapa minggu lalu, pulau Sumatera, Kalimantan, dan beberapa kawasan di Indonesia mengalami bencana kabut asap akibat ulah perusahaaan-perusahaan yang membakar lahan. Hal ini bukan hanya merusak lingkungan namun juga mengganggu kesehatan ratusan ribu penduduk, dan pastinya mengancam kedaulatan pangan,” katanya.

Ahmad Fitriyadi menambahkan, oleh karena itu sangatlah naif apabila ada yang mengatakan bahwa praktek-praktek perusahaan pertanian mampu menyejahterakan petani kecil.

“Fakta yang terjadi adalah perusahaan pertanianlah penyebab konflik lahan, mengusir petani dari lahannya, merusak lingkungan. Tidak ada

jalan keluar lagi dari krisis iklim ini selain menerapkan pertanian agroekologi berbasis kedaulatan pangan yang dilakukan oleh para petani kecil di seluruh dunia,” tambahnya.

(Foto kiri-kanan) Zainal Ariin Fuad dan Ahmad Fitriyadi mewakili petani SPI yang turut hadir dan akif dalam aksi bersama La Via Campesina di COP 21

(10)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

S O S O K

10

Selamat Jalan, Pak Rujianto

JAMBI. Kabar duka menyelimuti Serikat Petani Indonesia (SPI). Salah seorang kader terbaiknya, Rujianto (60-an tahun) meninggal dunia, sekitar pukul 22.00 WIB (09/11). Beliau meninggal akibat penyakit paru-paru yang semakin memburuk sejak seminggu terakhir. Rujianto dikebumikan di desanya di Desa Sukamaju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, siang ini (10/11).

Sarwadi, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jambi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya salah satu kader dan guru dalam gerakan tani.

“Almarhum Pak Rujianto adalah salah seorang deklarator SPI di Jambi. Ia juga inspirator bagi kami semua karena almarhum tidak pernah absen dan tidak kenal lelah dalam memperjuangkan kepentingan kaumnya,” kata Sarwadi.

Sarwadi juga menyampaikan, semasa hidupnya Rujianto sangat konsisten dalam garis perjuangan SPI.

“Kepemimpinannya menginspirasi kami semua. SPI kehilangan tokoh yang mampu mengajak ribuan petani di Jambi untuk berjuang menuntut dan mempertahankan lahannya,” tutur Sarwadi.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum SPI Henry Saragih. Henry menyampaikan, SPI secara nasional kehilangan kader sekaligus guru terbaiknya.

“Saya menerima kabar tentang meninggalnya Pak Rujianto pagi ini dari teman-teman SPI Jambi tepat saat peringatan Hari Pahlawan. Bagi SPI, Pak Rujianto adalah salah satu pahlawan kaum tani karena saat hidupnya beliau berada di garda terdepan dalam perjuangan mempertahankan lahan,” papar Henry.

Henry menambahkan, semoga segala amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan oleh Rujianto semasa hidupnya diterima oleh Yang Maha Kuasa.

“Yang paling penting adalah beliau telah mewariskan semangat berjuang pantang menyerah demi kesejahteraan petani kecil di Indonesia. Selamat jalan, Pak Rujianto,” tambah Henry.#

(Foto) : Alm. Rujianto saat mengikui Konferensi Pembaruan Agraria di Abad 21 yang dilaksanakan oleh La Via Campesina (gerakan petani

(11)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

K E D A U L A T A N P A N G A N

11

SPI Bengkulu Gelar Syukuran

Pasca Panen Kopi

REJANG LEBONG. Ratusan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Bengkulu mengadakan syukuran pasca panen kopi di Desa Tugurejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (16/11). Selain berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan petani SPI dari beberapa kecamatan di Kabupaten Kepahiang.

Menurut Ketua Badan Pelaksana Wilayaj (BPW) SPI Bengkulu Hendarman, acara seperti ini dilaksanakan untuk mensyukuri karunia (berupa hasil panen yang bagus) dari Sang Maha Pencipta.

“Ini kami sebut juga sedekah bumi untuk mensyukuri hasil panen tahun ini. Rata-rata panen 1,5 ton, total skitar 2.500 ton. Kualitas kopi yang dipanen juga semakin membaik, rata-rata petik merah musim ini,” kata Hendarman.

Hendarman juga menyampaikan, acara ini juga dijadikan ajang sosialisasi, konsolidasi, dan diskusi mengenai masalah yang dihadapi petani SPI.

“Alhamdulillah hari ini datang perwakilan Gubernur Bengkulu yakni Sekretaris Daerahnya. Kami juga diskusikan dengan beliau mengenai

penyelesaian konflik lahan yang menimpa petani kita,” tuturnya.

Sementara itu menurut Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Sumardi, pemerintah akan mendorong kopi menjadi komoditi andalan

karena telah ikut mengharumkan nama Bengkulu

“Kami akan upayakan agar kopi Kaba yang diproduksi oleh petani SPI ini semakin berkembang dengan menjamin pasar, fasilitas, alat mesin pasca panen dan juga tentunya modal kepada koperasi. Ini semua agar para petani lebih maksimal lagi dalam kuantitas dan kualitas kopi yg dihasilkan,” imbuhnya.#

(12)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

12

A N A L I S I S

Kekeringan: Haruskah Kita

Mulai Khawatir Krisis Pangan?

Ratusan ribu hektar lahan pertanian mengering di sekitar 18 provinsi

Di Jawa Barat sendiri, diperkirakan 60 ribu hektar sawah terkena dampak kekeringan. Sekitar 9 ribu hektar diantaranya mengalami puso. Inilah laporan terkini dari Posko Dampak Kekeringan, yang dibentuk oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama beberapa organisasi tani, mahasiswa dan masyarakat sipil di seluruh Indonesia.

Di banyak lahan pertanian pangan yang subur baik di Pulau Jawa, Sumatera hingga Kalimantan, petani kita memainkan taktik wait and see. Tunggu musim tanam selanjutnya, hingga air datang. Hingga akhir Oktober ini, air hampa. Irigasi masih kering. Hujan datang tak merata.

Sementara itu, ratusan ribu hektar lahan lagi terbakar. Paparan asap juga sampai ke lahan-lahan pertanian yang subur. Akibatnya, petani segan menanam. Selain takut rugi jika terpapar panas dan asap, mereka juga ogah sakit. Lagi-lagi, tanam ditunda.

El Nino masih terus bergelayut di sekitar Samudera Pasifik bagian barat–setidaknya hingga Januari-Februari 2016. Perkiraan ini menambah

tanya: lalu musim tanam akan geser hingga berapa lama? Lalu dari mana stok pangan rakyat Indonesia?

Praduga “krisis pangan” ini mulai tercium saat koordinasi pemerintah kacau menyoal beras. Kementerian Pertanian bilang kita surplus. Wakil Presiden dan kementerian bidang ekonomi ambil jalan pintas impor. Kekeringan jangan jadi alasan untuk impor–tapi data sebenar-benarnya untuk produksi beras kita pun sulit ditemukan.

Beras memang politis. Sudah jadi masalah kronis. Pasar goyang sedikit, pemerintah langsung gatal impor. Sayangnya, ini tak semudah masalah

stok dan harga–pun hak petani untuk dibeli berasnya via Bulog, serta fakta harga gabah sedang oke. Perusahaan dan pedagang mengintai untung

dari aksi impor beras pemerintah. Kronis.

Padahal kekeringan, stok pangan karbohidrat terkait beras bisa diatasi dengan kampanye diversifikasi pangan. Dari perjalanan Serikat Petani

(Foto) : Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) sedang melakukan kunjungan lahan di lahan yang terbakar di Sumatera Selatan

(13)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

A N A L I S I S

13

Indonesia mulai Agustus hingga Oktober, kami menemukan umbi-umbian yang masih banyak ditanam petani. Harga bisa jadi tak bersaing, tapi stok pangan itu ada.

Sayangnya, ide diversifikasi pangan selain beras ini tak pernah benar-benar dikampanyekan serius oleh pemerintah.

Di sisi lain, kekhawatiran krisis pangan terus muncul. Penyebabnya jelas karena pergeseran musim tanam. Konsumen, terutama rakyat perkotaan, mereka yang jauh dari pangan, harus mulai bersiap.

Terutama lagi, mereka yang tak dekat dengan pangan, yang makan tak beraneka ragam, wajib khawatir. Jika Anda cuma makan nasi,

khawatirlah. Banyak yang belum ditanam untuk panen raya musim depan. Harga-harga pun akan terkerek naik karena stok akan semakin sedikit. Mereka yang makannya bisa beragam, makan umbi, buah, atau sayur, masih bisa bernapas lega. Krisis pangan mungkin tak akan terlalu mencekik–selain masalah harga bahan pangan nanti. Tapi jika Anda dekat dengan pangan lokal, langsung berhubungan dengan petani, kenaikan harga bisa dimitigasi. Terlebih bagi petani pangan sendiri, yang sudah seharusnya bisa menyetok umbi dan buah di desa. Petani dan masyarakat desalah yang selalu bisa bersolidaritas dan bahu-membahu (plus paling dekat) untuk mengatasi kekhawatiran krisis pangan.

Masalah air? Banyak yang menunggu musim pulih. Pemerintah pun jangan pelit. Jika pemantauan awal dan data sudah cukup untuk khawatir krisis pangan, alirkan air dengan segala cara ke pedesaan.

Buat negara hadir dalam mengatasi kekeringan. Buat petani senang dan bisa menanam. Lagi pula, petani kecil kitalah yang menjadi tulang punggung produksi pangan. Bukan korporasi. Bukan pedagang. Insentif air, bantuan produksi harus sampai langsung ke mereka.

Sayang sekali jika solusi yang diambil pemerintah nanti adalah impor dan intensifikasi ala agribisnis perusahaan. Padahal katanya di balik

intaian bencana, selalu ada hikmahnya.

Dalam masalah kekeringan ini, konsolidasi petani adalah kuncinya. Organisasi-organisasi petani yang riil pasti siap kerja, kerja dan kerja untuk menepis bahaya krisis pangan tahun depan.

*Oleh Muhammad Ikhwan, Ketua Departemen Komunikasi Nasional, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI)

WUJUDKAN PEMBARUAN AGRARIA SEJATI!

(14)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

H A K A S A S I P E T A N I

14

Petani SPI Sukabumi Peringati

Hari Pangan Sedunia & Hari Sumpah Pemuda

SUKABUMI. Ratusan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Pangan Sedunia dan Hari Sumpah Pemuda di Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (29/10).

Dalam acara yang bertemakan “Peran Penting Pemuda dalam Mengawal Nawacita: Percepatan Reforma Agraria Menuju Kedaulatan Pangan” Sekretaris Umum Badan Pelaksana Pusat (BPP) SPI Agus Ruli Ardiansyah menyampaikan, pemuda memiliki peran penting dalam pertanian di Indonesia.

“Pemuda adalah penggerak dan tonggak masa depan. Oleh karena itu dalam peringatan Hari Pangan Sedunia sekaligus Hari Sumpah Pemuda kali ini, kami mengajak agar para pemuda membangun desanya, tetap bertani, karena bertani adalah kegiatan yang mulia, karena bertani berarti menyediakan pangan bagi masyarakat dunia, sekaligus menegakkan kedaulatan pangan,” papar Agus Ruli.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jawa Barat Tantan Sutandi. Ia menggarisbawahi pentingnya mengkonsumsi pangan lokal yang diproduksi oleh petani.

“Mari kita kembali mengkonsumsi pangan lokal yang ada di sekitar kita. Jangan tergantung pada beras, dan pemuda bisa berada di barisan terdepan untuk mengkampanyekan dan mempromosikan hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua SPI Sukabumi Engkos menyampaikan bahwa acara ini sengaja dilaksanakan di lapangan lokasi tanah PTPN VIII yang disewakan ke pengusaha yang ditanami pohon jengjeng.

“Acara ini juga ingin menegaskan bahwa kami menolak perpanjangan HGU PT. Bumi Loka dan menuntut PTPN VIII untuk menyerahkan lahan yang disewakan ke pengusaha kepada petani,” kata Engkos.

Sementara itu, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penataan dan Pengaturan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi Samsul Hilal dan Ketua Komisi I DPRD Sukabumi Asep Suherman. Turut hadir dalam acara ini perwakilan pemuda dari DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, FRAKSI RAKYAT, dan Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI).#

(15)

PEMBARUAN TANI

EDISI 142

DESEMBER 2015

R A G A M

15

TEKA TEKI SILANG PEMBARUAN TANI - 060

PETANI BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN

Keluarga

Besar

Serikat

Petani

Indonesia

(SPI)

Mengu-capkan

turut

ber-duka cita

atas

men-inggalnya

alm. Pak

Rujianto.

Semoga

amal

ibadah

beliau

diterima

di sisi

Allah

SWT.

Amiiien

MENDATAR

9. Tirai untuk mencegah nyamuk 10. Ritme lagu 13. Serbuk halus dari kulit padi 16. Aneh, tidak biasa 19. Keluarga Berencana 20. Tanda nomor kenderaan Riau 22. Koalisi Anti Utang

23. Makanan terbaik bagi bayi 25. ... Janeiro, kota di Brasil 26. Tanda nada 27. Kosong 28. Pewarna 29. Lumpur (Inggris) 30. Sumber kehidupan 31. Masa, zaman 33. Surat keterangan pengambilan barang 35. Kepala Keluarga 40. Kilometer 41. Tanah yang digarap untuk menanam padi 44. Nyenyak 47. Kuno 50. Pengairan

MENURUN

(16)

PEMBARUAN TANI

EDISI 141

NOVEMBER 2015

P E M B A R U A N A G R A R I A

16

Di Tengah Kepungan Asap,

Petani SPI Jambi Laksanakan Rapat Akbar

MUARO JAMBI. Di tengah kepungan asap yang cukup tebal, ratusan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) dari Desa Pangkalan Ranjau, Kecamatan Tanjung Lebar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi melaksanakan rapat akbar (27/10). Hadir dalam rapat akbar ini Ketua Umum SPI Henry Saragih, Ketua SPI Jambi Sarwadi, Ketua SPI Lampung Muhlasin, dan Ketua SPI Sumatera Selatan Ahmad Fitriyadi.

Dalam rapat ini, Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan, petani – khususnya yang tinggal di Desa Pangkalan Ranjau, Kecamatan Tanjung Lebar, Kabupaten Muaro Jambi – haruslah berjuang menyelamatkan hutan.

“Yang kita perjuangkan bukan hanya kehidupan petani saja, tapi juga kehidupan dan kelestarian alam kita,” ungkap Henry. Henry melanjutkan, hutan untuk rakyat bukan perusahaan besar.

“Mari kita tanami dengan tanaman pangan. Hutan untuk rakyat bukan perusahaan besar. Kita berjanji dalam rapat akbar kali ini, bagaimana membangun pertanian dan hutan bersama rakyat. Kita bisa tanam sebagai tanaman bayang dengan tenaman hutan seperti karet, pala, durian, aren, coklat dan yang lainnya,” papar Henry.

Henry menegaskan, SPI merumuskan program pendidikan pertanian yang menyelamatkan alam. “Jangan lagi ada kebakaran, jangan lagi ada yang terlantar,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jambi Sarwadi. Ia mengemukakan petani harus berada di garda terdepan dalam menyelamatkan alam dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita adalah produsen pangan. Kitalah yang memberi makan masyarakat dunia. Kita jugalah yang mendinginkan bumi dengan sistem

pertanian agroekologi yang ramah lingkungan dan anti input kimia, apalagi dari perusahaan-perusahaan agribisnis transnasional,” papar Sarwadi. Perwakilan petani SPI Basis Pangkalan Ranjau Tatang menyampaikan, ia sangat senang bisa bertemu langsung dengan Ketua Umum SPI beserta rombongan lainnya.

“Saya bangga bertemu pak Henry Saragih. Di tengah kemarau dan bencana asap ini, Pak Ketua bagaikan obat bagi kami. Terimakasih,” tambahnya.#

Foto bersama peserta rapat akbar petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) di tengah kepungan asap kebakaran lahan di Desa Pangkalan Ranjau,

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,