25PERDA NO.2 TAHUN 2009 (Ret Air Bawah Tanah)
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Permasalahan alokasi air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan dengan empat cara alternatif, meliputi penurapan mata air, pembuatan sumur bor, sumur pasak, dan sumur
CEKUNGAN AIR BAWAH TANAH SEBAGAI LANDASAN TATA RUANG.. Heru Hendrayana - 2003 22 Penataan ruang yang berdasarkan kepada paradigma pengelolaan sumberdaya air bawah tanah
Permasalahan alokasi air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan dengan empat cara alternatif, meliputi penurapan mata air, pembuatan sumur bor, sumur pasak, dan sumur
Air bawah tanah di suatu lokasi mempunyai sifat yang strategis dan vital, apabila tidak ada sumber air alternatif lain yang dapat dipakai sebagai sumber air baku, misalnya air
berhak melakukan usaha dibidang pengeboran air tanah sesuai dengan izin yang diberikan.. (2) Pemegang izin pengeboran eksplorasi air tanah berhak
(1) Untuk mencegah dan/atau menghentikan terjadinya amblesan tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) dilakukan dengan mengurangi pengambilan air tanah bagi pemegang izin
(2) Zona penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini merupakan acuan dalam penyusunan rencana pengeboran, penggalian air tanah, pengembangan, pemakaian
Izin usaha pengeboran air bawah tanah yang selanjutnya yang disingkat IUPAT adalah izin melakukan kegiatan usaha pengeboran bawah tanah oleh setiap badan atau