• Tidak ada hasil yang ditemukan

M01442

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " M01442"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

65

REAKSI PASAR TERHADAP SUSTAINABILITY INFORMATION PADA

PERUSAHAAN

Karina Crist Kusumarini1), MI Mitha Dwi Restuti2), dan Paskah Ika Nugroho3)

Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

2)e-mail: [email protected]

ABSTRACT

The aim of this research is to determine the differences in market reaction that occurred in period before the publication of sustainability information and after the publication of sustainability information. The reaction is measured by cumulative abnormal return and trade volume activity. The sample used is manufacture companies listed on Indonesian Stock Exchange (IDX), and published sustainability information for 2012. This research used 102 manufacture companies as samples. The samples were tested using Wilcoxon Signed Test to determine whether there are any differences in the period after issuance and prior to issuance. The results of this research indicate that there are significant differences in market reaction before and after the disclosure, measured by CAR and TVA.

Keywords: sustainability information, CAR, TVA

1. PENDAHULUAN

Laporan sustainabilitas (Sustainability Report) kian menjadi tren dan kebutuhan bagi perusahaan progresif untuk menginformasikan perihal kinerja ekonomi, sosial dan lingkungannya sekaligus kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan (Chariri, 2007). Sustainability (keberlanjutan) adalah keseimbangan antara people-planet-profit, yang dikenal dengan konsep Triple Bottom Line (TBL). Sustainability terletak pada pertemuan antara tiga aspek, people-sosial; planet-environment; dan profit-economic. Yang berarti perusahan harus bertanggung-jawab dan mempertanggung jawabkan dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan

terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh United Nations World Commission on Environment and Development pada tahun 1987, Sustainable development adalah (konsep) pembangunan dimana untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang, tidak boleh mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam strategi perusahaan mereka juga harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

(2)

management berupa GRI Sustainability Reporting Guidelines dengan menunjukkan beberapa elemen penting yang berhubungan dengan tiga aspek yaitu ekonomi, lingkungan, dan manusia atau triple bottom line (Profit, Planet & People). Di Indonesia sendiri pengungkapan laporan keberlanjutan (sustainability report) bagi perusahaan – perusahaan yang sudah go public diatur dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 di pasal 66.

Meskipun telah didukung oleh peraturan, dan undang-undang, akan tetapi praktek penerapan sustainability reporting di Indonesia dinilai masih rendah. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Global Reporting Initiative (2004) menunjukan bahwa selama tahun 2001-2003, pelaporan mengenai informasi tentang lingkungan dan sosial baru sebesar 1 persen dari seluruh negara di benua Asia dan Australia (Budiman dan Supatmi, 2008). Bagi perusahaan, laporan sustainabilitas berfungsi sebagai alat ukur pencapaian target kerja perusahaan dalam menyikapi isu yang berhubungan dengan lingkungan, ekonomi, dan manusia (triple bottom line). Bagi stakeholder, laporan keberlanjutan dapat digunakan sebagai tolak ukur atau alat kontrol pencapaian kinerja perusahaan dalam mengalokasi sumber daya finansialnya terutama dalam lingkup sustainable and responsible investment (SRI). Oleh karena itu, sangatlah penting bagi perusahaan untuk memperoleh kepercayaan investor terkait reliabilitas laporan mereka.

Beberapa penelitian menganalisis bahwa perilaku investor sangat dipengaruhi oleh sejauh mana perusahaan menerapkan prinsip – prinsip keberlanjutan.Chariri dan Ghozali (2007) menyebutkan bahwa perusahaan harus menjaga hubungan dengan stakeholder-nya dengan

mengakomodasi keinginan dan kebutuhan stakeholder-nya, terutama stakeholder yang mempunyai power terhadap ketersediaan sumber daya yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan, misal tenaga kerja, pasar atas produk perusahaan dan lain-lain.

Seperti yang dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Budiman dan Supatmi (2008), sejak tahun 2005 Ikatan Akuntan Indonesia Kompartmen Akuntan Manajemen (IAI-KAM) menyelenggarakan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA), sebagai bentuk apresiasi perusahaan – perusahaan yang telah menerapkan Sustainabiliy Reporting (SR). Dengan adanya ISRA ini, diharapkan reputasi perusahaan – perusahaan yang menjadi pemenang penghargaan akan meningkat karena perusahaan – perusahaan tersebut terbukti telah melaksanakan pelaporan keuangan yang memperhatikan aspek social, ethical, dan environmental dengan baik. Selain itu diharapkan kepercayaan investor terhadap perusahaan – perusahaan yang meraih penghargaan akan meningkat (Budiman dan Supatmi, 2008).

Penelitian menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2012. Alasan menggunakan perusahaan manufaktur sebagai sampel karena dirasa dalam perusahaan – perusahaan manufaktur, faktor lingkungan hidup memiliki peranan penting bagi pengguna laporan keuangannya dalam mengambil keputusan, sehingga keberadaan sustainability information dalam perusahaan manufaktur dirasa cukup penting.

(3)

67 penelitian ini untuk mengukur reaksi

pasar karena dinilai dapat merefleksikan keadaan investor yang sesungguhnya. Apabila investor berpikiran negatif terhadap saham atau kinerja sebuah perusahaan, maka akan terjadi abnormal return yang negatif, begitu pula sebaliknya (Sularso, 2003).

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak pengungkapan Sustainability Reporting terhadap reaksi pasar yang diukur menggunakan volume perdagangan dan abnormal return saham. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran kepada para pemakai laporan keuangan dan praktisi penyelenggara perusahaan dalam memahami reaksi pasar dan pengaruhnya terhadap sustainability information yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan. Selain itu diharapkan hasil penelitian ini juga dapat menjadi acuan penelitian - penelitian sejenis dan penelitian lanjutan.

2. TINJAUAN LITERATUR Teori Legitimasi

Teori legitimasi menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya untuk memastikan bahwa mereka beroperasi dalam bingkai dan norma yang ada dalam masyarakat atau lingkungan dimana perusahaan berada, dimana mereka berusaha untuk memastikan bahwa aktifitas mereka (perusahaan) diterima oleh pihak luar sebagai suatu yang “sah” (Deegan, 2004 dalam Widianto, 2011). Penerimaan pihak luar, terutama masyarakat di lingkungan sekitar tempat operasi perusahaan, sangat penting bagi keberlangsungan hidup perusahaan. Salah satu cara untuk memastikan bahwa aktifitas perusahaan diterima oleh masyarakat sekitar adalah dengan melalui suatu kontrak sosial, kemudian perusahaan tersebut membuat kesepakatan untuk melaksanakan

berbagai macam tindakan yang diinginkan oleh masyarakat sebagai balasan atas diterimanya tujuan perusahaan, kelangsungan hidup perusahaan, dan penghargaan lainnya. (Guthrie dan Parker, 1989)

Teori legitimasi menunjukkan bahwa pengungkapan sustainability information dapat mempengaruhi hubungan antara perusahaan dengan para stakeholder. Menyadari pentingnya hal tersebut maka perusahaan secara sadar dan dengan sukarela mengungkapkan informasi sosial dan lingkungannya (Lackmann et al. 2011). Melalui laporan berkelanjutan para pelaku pasar modal atau investor akan mengevaluasi setiap pengumuman yang diterbitkan oleh perusahaan, sehingga hal tersebut akan menyebabkan perubahan pada transaksi perdagangan saham. (Jogiyanto, 2008)

Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)

Elkington (1997) dalam Adhima (2011) mendefinisikan sustainability report sebagai laporan yang memuat tidak hanya informasi kinerja keuangan, tetapi juga informasi non keuangan yang terdiri dari informasi aktivitas sosial dan lingkungan yang memungkinkan perusahaan bisa bertumbuh secara berkesinambungan (sustainable performance). Sustainability report ini sendiri menjadi strategi komunikasi kunci bagi para manajer atau pimpinan perusahaan dalam menyampaikan aktivitasnya. Pelaporan sustainability akan menjadi perhatian utama dalam pelaporan nonkeuangan, Pelaporan ini memuat empat kategori utama, yaitu: business landscape, strategi, kompetensi, serta sumber daya dan kinerja (Falk, 2007).

(4)

perusahaan, sebagai tanggung jawab kepada stakeholder internal maupun eksternal mengenai kinerja organisasi dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. GRI ini sendiri merupakan sebuah badan yang mempunyai tujuan mencapai transparansi dan pelaporan suatu perusahaan melalui pengembangan standar dan pedoman pengungkapan sustainability report.

Pengembangan Hipotesis

Reaksi investor dalam berinvestasi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah ketersediaan informasi mengenai laporan keuangan dan non-keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Jogiyanto (2009) menyatakan bahwa jika informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan mengandung informasi yang bermanfaat bagi investor, maka diharapkan investor bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh investor. Sustainability report merupakan salah satu informasi yang dikeluarkan perusahaan sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja perusahaan. Kerangka kerja (framework) yang dikembangkan oleh GRI menyebutkan bahwa sustainability report yang dihasilkan oleh perusahaan harus bersifat relevan dan reliabel (GRI 2006). Konsep reliabel dan relevan ini juga sesuai dengan framework yang dikembangkan oleh US-GAAP dan IFRS.

Selain itu, Chen et al. (2004) dalam penelitiannya juga mengungkapkan bahwa penambahan informasi yang diungkapkan oleh sebuah perusahaan diikuti dengan reaksi positif dari investor, tapi tidak harus selalu diikuti dengan peningkatan volume perdagangan. Hal ini disebabkan karena semakin banyak informasi mengenai perusahaan yang diungkapkan kepada pasar, maka semakin banyak juga hal –

hal yang menjadi pertimbangan dari investor tersebut.

Jika informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dianggap berguna oleh investor, maka akan terjadi perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan, reaksi tersebut biasanya diukur dengan menggunakan abnormal return (Budiman dan Supatmi, 2008). Selain itu, reaksi investor juga dapat di ukur dengan menggunakan Trading Volume Activity (TVA). TVA adalah indikator yang menunjukkan besarnya minat investor pada suatu saham, jika volume perdagangan saham tersebut semakin besar berarti saham tersebut sering ditransaksikan (Budiman dan Supatmi, 2008).

Informasi – informasi mengenai keterlibatan masyarakat dalam perusahaan, informasi – informasi mengenai sumbangsih perusahaan terhadap lingkungan, dan informasi – informasi mengenai sumber daya alam yang digunakan dapat dikategorikan sebagi informasi positif. Informasi – informasi positif yang terkandung dalam sustainability information dapat terbukti berpengaruh secara signifikan dalam membantu investor mengambil keputusan berinvestasi (Nurdin dan Cahyandito, 2006).

(5)

69 yang dilakukan oleh Nurdin dan

Cahyandito (2006).

Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Lackmann et al.(2011) menunjukkan bahwa investor mempertimbangkan peningkatan reliabilitas sustainability information saat menentukan nilai pasar sebuah perusahaan, diukur berdasarkan abnormal return saham. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H1: Investor bereaksi positif terhadap sustainability information yang diukur berdasarkan abnormal return.

H2: Investor bereaksi positif terhadap sustainability information yang diukur berdasarkan TVA.

3. METODE PENELITIAN

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa harga penutupan saham harian dari perusahaan – perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012, dan data nonkeuangan perusahaan (Sustainability Reporting) yang diambil dari annual report perusahaan pada tahun 2012. Data diperoleh dari situs www.idx.co.id, sedangkan data mengenai harga saham diperoleh dari finance.yahoo.com.

Penelitian ini merupakan event study tentang pengaruh penerbitan sustainability information terhadap reaksi pasar yang diukur menggunakan TVA dan abnormal return saham. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012.

Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan purposive sampling (dipilih dengan kriteria-kriteria tertentu). Kriteria yang dipakai yaitu:

1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012 yang menerbitkan

laporan keuangan tahunan secara lengkap. Penyajian laporan keuangan secara lengkap terdiri dari Neraca, Laporan Laba/Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (Satria, 2013) 2. Menerbitkan Sustainability Reporting untuk tahun 2012.

Terdapat 146 perusahaan manufaktur yang terccatat di BEI sampai dengan Desember 2012 (Indonesian Capital Market Dorectory, 2012). Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria dan dapat dijadikan sampel perusahaan adalah sebanyak 102 perusahaan.

Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini reaksi pasar diukur dengan menggunakan variable abnormal return dan TVA. TVA dan abnormal return saham dihitung dari t-5 hingga t+5 setelah penerbitan sustainability information sebagai event window, hal ini dilakukan agar reaksi pasar dapat diukur secara akurat dan tidak terpengaruh faktor lain yang menyebabkan keputusan investor (Satria, 2013). Tanggal yang digunakan sebagai cut-off adalah tanggal 28 Maret 2013 yang jatuh pada hari Kamis karena merupakan batas waktu maksimal yang ditentukan oleh Bapepam untuk menerbitkan laporan keuangan yang sudah diaudit.

CARi dihitung dengan cara mengambil jumlah dari laba harian yang tidak normal dalam periode waktu tertentu. Dalam mengukur laba harian yang tidak normal, penelitian ini menggunakan metode well-established-market-model

(6)

Market-Adjusted Model. Model tersebut digambarkan sebagai berikut:

ARi.t = Ri.t – E[Ri.t]

Keterangan:

E[Ri.t]= Rm.t

Rm.t =

Ri.t =

Keterangan:

ARi.t = abnormal return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t

Rit = Return realisasian yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.

E[Ri.t] = Return ekspektasian sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t.

Rm.t = return indeks pasar yang terjadi pada periode peristiwa ke-t

IHSGt = indeks harga saham gabungan yang terjadi pada periode peristiwa ke-t

IHSGt-1= indeks harga saham gabungan yang terjadi pada periode peristiwa ke- t-1

Pi.t = harga saham sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke – t

Pi.t-1 = harga saham sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke – t-1

Trading Volume Activity (TVA) adalah indikator yang digunakan untuk menunjukkan besarnya minat investor pada suatu saham. Semakin besar volume perdagangan, berarti saham tersebut sering ditransaksikan (Budiman dan Supatmi, 2008). TVA dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

TVAit =

Setelah TVA diketahui, kemudian dihitung rata – rata TVA selama periode berjalan dengan menggunakan rumus:

XTVAt =

Keterangan:

XTVAt = rata – rata TVA pada waktu ke-t

∑TVAi = jumlah TVA pada waktu ke – t

n = jumlah sampel

Teknik dan Langkah Analisis

(7)

71 sampel berpasangan dengan paired

sample t-test. Sebaliknya, apabila data tidak berdistribusi normal, maka pengujian selanjutnya menggunakan metode uji non parametrik dua sampel berpasangan, wilcoxon signed test.

[image:7.595.309.507.381.515.2] [image:7.595.90.289.545.681.2]

4. HASIL DAN PEMBAHASAN Grafik 1 menggambarkan pola pergerakan Abnormal Return yang terjadi pada sekitaran tanggal penerbitan sustainability information perusahaan – perusahaan yang terkait. Dapat dilihat bahwa pergerakan abnormal return pada t-5 sampai dengan t-4 mengalami peningkatan positif, namun abnormal return mengalami penurunan pada t-3 hingga mencapai titik terendah pada t-1.

Abnormal return mencapai puncak tertinggi pada saat t-0, kemudian mengalami penurunan kembali pada t+1 dan t+2. Namun sejak t+3 penerbitan sustainability information, abnormal return kembali meningkat hingga mencap ai puncaknya pada saat t+5, meski jumlahnya tidak sebanyak pada saat t-0. Diperkirakan, reaksi pasar yang meningkat pada saat tanggal penerbitan disebabkan adanya manfaat yang didapatkan oleh investor terkait terbirnya sustainability information tersebut.

Grafik 1: Abnormal Return Saham

Selain itu, rata – rata abnormal return pada saat sebelum dan sesudah penerbitan juga mengalami perubahan. Rata – rata abnormal return pada periode sebelum diterbitkannya sustainability

information lebih rendah dari pada rata – rata abnormal return pada periode sesudah laporan diterbitkan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Budiman dan Supatmi (2008) yang menyatakan investor merespon dan memahami manfaat yang ditimbulkan dengan diterbitkannya sustainability information oleh perusahaan, sehingga pasar bereaksi positif terhadap abnormal return saham. Dapat dilihat pada grafik 2 bahwa volume perdagangan saham pada t-5 hingga t-4 sebelum tanggal penerbitan sustainability information mengalami penurunan. Kemudian volume perdagangan meningkat pada t-3 hingga t-0 tanggal penerbitan, meskipun volume perdagangan pada t-2 sempat mengalami penurunan.

Grafik 2. Trade Volume Activity

(8)

Hal tersebut mengindikasikan bahwa investor merasakan dan mengetahui manfaat – manfaat yang ditimbulkan melalui terbitnya sustainability information, sehingga mereka mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja dan keberlangsungan dari perusahaan yang menerbitkan laporan tersebut. Ekspektasi investor tersebut dapat dilihat dari perubahan jumlah saham yang diperdagangkan pada periode pengamatan setelah diterbitkannya sustainability information.

Pengujian Hipotesis

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa kedua variabel yang hendak diuji mempunyai nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0,05. Selanjutnya data akan diuji menggunakan metode wilcoxon-signed test, yang merupakan uji dua sampel berpasangan untuk data yang tidak normal.

Hasil pengujian hipotesis 1 yang tercantum dalam tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara reaksi pasar pada periode sebelum penerbitan dengan reaksi pasar pada periode setelah penerbitan sustainability information. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada hasil pengujian yang dilakukan terhadap rata – rata nilai abnormal return sebelum dan sesudah tanggal penerbitan, pada t-5 dengann t+5, t-3 dengan t+3, t-2 dengan t+2, dan t-1 dengan t+1.

Nilai signifikansi pada hasil uji wilcoxon signed test yang lebih rendah dari pada tingkat signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0.05 menunjukkan bahwa hipotesis 1 terbukti. Terbuktinya hipotesis 1 ini mengindikasikan bahwa investor sudah mengetahui manfaat yang ditimbulkan dengan diterbitkannya sustainability information oleh perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adhima (2011) yang menyatakan bahwa pengungkapan sustainability report

dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Tabel 1. Uji Hipotesis Abnormal Return Saham

Keterangan Z Asymp. Sig. Rata-rata sebelum –

Rata-rata Sesudah -2.803 0.005 ARt-5– ARt+5 -3.414 0.001

ARt-4– ARt+4 -0.781 0.435

ARt-3– ARt+3 -2.122 0.034

ARt-2– ARt+2 -3.721 0.000

ARt-1– ARt+1 -4.121 0.000

Menurut Budiman dan Supatmi (2008) perubahan positif yang timbul ketika sustainability information terbit, disebabkan karena investor sudah memahami dan merespon manfaat yang ditimbulkan dengan diterbitkannya laporan tersebut. Reaksi positif yang ditemukan dalam event windows juga diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Lackman et al. (2011), disebutkan dalam penelitiannya bahwa investor menggunakan sustainability information dalam menentukan nilai pasar sebuah perusahaan, yang diukur berdasarkan abnormal return saham.

(9)

73 Tabel 2. Uji Hipotesis Volume

Perdagangan Saham

Keterangan Z Asymp. Sig. Rata-rata sebelum –

Rata-rata Sesudah -0.167 0.867 TVAt-5– TVAt+5 -0.180 0.857

TVAt-4– TVAt+4 -1.322 0.186

TVAt-3– TVAt+3 -2.389 0.017

TVAt-2– TVAt+2 -2.420 0.016

TVAt-1– TVAt+1 -3.093 0.002

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan Wilcoxon Signed Test yang dilakukan terhadap volume perdagangan saham pada periode sebelum dengan periode sesudah penerbitan saham, dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 dalam penelitian ini dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi hasil uji yang lebih rendah dari pada tingkat signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0.05.

Terbuktinya hipotesis 2 penelitian ini yaitu, investor bereaksi positif terhadap sustainability information yang diukur berdasarkan TVA, menunjukkan bahwa investor merasakan manfaat dari diterbitkannya sustainability information oleh perusahaan sehingga tercipta ekspektasi yang baik mengenai kinerja perusahaan tersebut kedepannya. Manfaat yang ditimbulkan dengan adanya informasi – informasi mengenai lingkungan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurdin dan Cahyandito (2006).

5. KESIMPULAN

Pengungkapan sustainability information terbukti dapat mendorong terjadinya reaksi investor di pasar yang dapat diukur berdasarkan CAR dan

volume perdagangan saham. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan yang signifikan pada nilai CAR dalam periode sebelum dan sesudah penerbitan sustainability information. Selain itu, ditemukan juga adanya perbedaan dalam nilai volume saham yang diperdagangkan dalam periode sebelum penerbitan sustainability information dengan periode setelah dilakukannya penerbitan.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar sudah memahami manfaat yang ditimbulkan dengan adanya pengungkapan sustainability information, dan menjadikan laporan tersebut sebagai salah satu pertimbangan untuk menghasilkan keputusan. Ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Adhima (2011). Selain itu, ditemukannya perbedaan yang signifikan pada nilai CAR juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Lackman et al. (2011), yang menyebutkan bahwa investor menggunakan sustainability information dalam menentukan nilai pasar sebuah perusahaan, yang diukur berdasarkan abnormal return saham.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Adhima, Mochammad. (2011). Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Profitabilitas Perusahaan Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. Tidak dipublikasikan.

Ball, Ray. (2006). International Financial Reporting Standards (IFRS): Pros and Cons for Investors. Accounting and Business Research: 5 – 27.

Budiman, Ferry dan Supatmi. (2008). Pengaruh Pengumuman Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) terhadap Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi XII Palembang.

Chen, H., Noronha, G., dan Singal, V. (2004). The Price Response to S&P 500 Index Additions and Deletions: Evidence of Asymmetry and a New Explanation. Journal of Finance, 59(4), 1901 – 1929.

Falk. (2007). Sustainability Reporting and Business Value. European CEO

Ghozali, Imam. dan A, Chariri. (2007). Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Guthrie, J dan Parker L.D. (1989). CSR: A Rebuttal Of Legitimacy Theory. Accounting and Business Research, 19 (76), 343 – 352.

Jogiyanto, Hartono. (2009). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE-Yogyakarta, Edisi Keenam. Yogyakarta.

Lackmann, Ernstberger dan Stich. (2011). Market Reaction to Increased Reliability Sustainability Information .Springer Science. Business Media B.V, 111-128.

Nurdin, Emilia. dan Cahyandito, M. Fani. (2006). Pengungkapan Tema – tema Sosial dan Lingkungan dalam Laporan Perusahaan Terhadap Reaksi Investor. Thesis S2 Universitas Padjajaran. Tidak dipublikasikan.

Rahman, Hervi Andita. (2008). Reaksi Pasar Sebelum dan Sesudah Publikasi Laporan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2004 – 2006. Tesis S2 Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Manajemen Univeristas Diponegoro Semarang. Tidak dipublikasikan.

Satria, Rendi. (2013). Reaksi Pasar Sebelum dan Sesudah Internet Financial Reporting. Jurnal Akuntansi & Keuangan, 15(2), November 2013, 86-94.

(11)

Gambar

Grafik Abnormal perusahaan yang terkait. Dapat dilihat bahwa pergerakan abnormal return pada t-5 sampai dengan t-4 mengalami peningkatan positif, namun abnormal return mengalami penurunan pada t-3 hingga mencapai titik terendah pada t-1
Tabel 2. Uji Hipotesis Volume Perdagangan Saham

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Yang terpenting, meskipun dibingkai sebagai bentuk promosi pemanfaatan kembali abu batu bara, tidak satupun [ketentuan] di dalam peraturan yang benar-benar membuat

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMAN 5 Kota Serang, berikut beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi: (1) Guru

biopsikososial harusnya digunakan dalam melakukan penanganan LBP kronis dan pemberian latihan pada pasien merupakan rekomendasi terbaik, akan tetapi pada prakteknya

yang menarik untuk disoroti berkaitan dengan pemanfaatan keterampilan Abad 21 sebagai sarana implementasi sikap spiritual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Hal tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 18 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Desa pasal 11, bahwa kegiatan yang

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kasar biji buah langsat terhadap Salmonella typhi, mengetahui kandungan metabolit

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok bersamaan dengan pemberian pupuk bokashi kulit buah kakao memberikan jumlah daun

Adanya klasifikasi kemampuan ini akan dapat membantu guru untuk menentukan langkah yang harus dilalui di dalam proses belajar mengajar (Burhanuddin, 1997: 110). Tanpa