• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi pemasaran UKM Kacapuri dalam menarik konsumen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Komunikasi pemasaran UKM Kacapuri dalam menarik konsumen."

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh

Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.)

Oleh:

ACHMAD FAUZI

NIM. B06213003

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

JURUSAN KOMUNIKASI

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

Achmad Fauzi , B06213003, 2017. Komunikasi Pemasaran UKM Kacapuri Dalam

Menarik Konsumen Skripsi Program Studi llmu Komunikasi Fakultas

Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kata Kunci

: komunikasi pemasaran, UKM Kacapuri .

Dalam pnelitian ini, peneliti mengambil rumusan masalah bagaimana

strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri.

Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam,

dalam penelitian ini digunakan metode dan pendekatan penelitian deskriptif

kualitatif karena dalam penelitian ini peneliti berusaha menelaah fenomena sosial,

kemudin data yang didapatkan tersebut akan dianalisis dengan teori komunikasi

pemasaran terpadu

Dari hasil penelitian mengenai strategi komunikasi pemasaran yang

dilakukan oleh UKM Kacapuri ditemukan bahwa strategi komunikasi pemasaran

yang dilakukan oleh UKM Kacapuri adalah 1)UKM Kacapuri menggunakan

Iklan melalui media sosial, (2) UKM Kacapuri Menggunakan pemasaran

langsung melalui penjualan tatap muka dan melalui media online, (3)Penggunaan

Instagram sebagai media pemasaran interaktif, (4) UKM Kacapuri

memberikan potongan harga sebagai bagian dari promosi penjualan (5)

membangun citra dan publikasi sebagai bagian dari kegiatan Humas UKM

Kacapuri, (6) UKM Kacapuri menggunakan

personal branding

sebagai bagian

dari penjualan personal

(7)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

I

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

II

PERSETUJUAN PEMBIMBING

III

PENGESAHAN TIM PENGUJI

IV

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

V

KATA PENGANTAR

VI

ABSTRAK

VIII

DAFTAR ISI

IX

DAFTAR GAMBAR

XII

DAFTAR TABEL

XIII

BAB I: PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

1

B.

Rumusan Masalah

5

C.

Tujuan Penelitian

5

D.

Manfaat Penelitian

5

E.

Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

6

F.

Definisi Konsep

8

a)

Komunikasi pemasaran

8

b)

Strategi Komunikasi Pemasaran

10

c)

Integrated marketing communication

11

d)

Konsumen

13

G.

Kerangka Pikir Penelitian

14

H.

Metode Penelitian

17

(8)

2.

Subyek, Obyek, dan lokasi Penelitian

18

3.

Sumber Data dan Teknik pengumpulan data

15

4.

Tahap-tahap Penelitian

21

5.

Teknik Pengumpulan Data

24

6.

Teknik Analisis Data

25

7.

Tekhnik Pemeriksaan Keabsahan Data

27

I.

Sistematika Pembahasan

28

BAB II: KAJIAN TEORITIS

A.

Kajian Pustaka

30

1.

Komunikasi Pemasaran

30

a.

Pengertian Komunikasi Pemasaran

34

b.

Tujuan Komunikasi Pemasaran

35

a.

Peran Komunikasi Pemasaran

37

2.

Strategi Komunikasi Pemasaran

39

a.

Pengertian Strategi Komunikasi Pemasaran

39

b.

Bauran Komunikasi Pemasaran

41

B.

Kajian Teori

54

1.

Teori Komunikasi Pemmasaran terpadu

54

BAB III: PENYAJIAN

A.

Deskripsi Subyek, Obyek, dan LokasiPenelitian

59

1.

Subyek Penelitian

59

2.

Obyek Penelitian

61

3.

Lokasi Penelitian.

51

B.

Deskripsi Data Penelitian

68

1.

Komunikasi Pemasaran UKM Kacapuri

69

2.

Strategi Komunikasi pemasaran UKM Kacapuri

74

BAB IV : ANALISIS DATA

A.

Temuan Penelitian

84

B.

Konfirmasi dengan Teori

93

(9)

1.

Simpulan

103

2.

Rekomendasi

105

DAFTAR PUSTAKA

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. kerangka pikir penelitian ... 16

Gambar 3.1. Logo UKM Kacapuri ... 98

Gambar 3.2. Ekawarna ... 66

Gambar 3.3. Gaudi ... 66

Gambar 3.4.Rosela ... 67

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Kajian Penelitian Terdahulu... 6

Tabel 1.2. Kajian Penelitian Terdahulu... 7

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Manusia pada hakikatnya adalah makluk sosial, makhluk yang

tidak akan pernah bisa hidup sendiri, manusia akan senantiasa bergantung

dan saling membutuhkan satu sama lain. Salah satu aktivitas sosial yang

sering dilakukan oleh manusia sebagai individu ataupun organisasi adalah

kegiatan pemasaran. Salah satunya adalah UKM Kacapuri. UKM Kacapuri

adalah UKM yang menekuni bidang kerajinan tangan dari bahan kayu

dengan bentuk

telenan. Telenan

yang selama ini jarang dilirik dan identik

dengan kegiatan dapur dirubah menjadi satu kerajinan sehingga

meningkatkan nilai jual

telenan

tersebut.

Melihat sejarahnya, untuk mencapai kesuksesan seperti saat ini

UKM Kacapuri harus melalui perjalan yang lumayan panjang, kegiatan

pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri pada awalnya juga tidak

berjalan selancar saat ini, namun sekarang UKM Kacapuri telah memiliki

konusumen tidak hanya dari daerah Surabaya namun juga dari luar negeri

seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, UKM Kacapuri bahkan telah

diliput oleh sembilan media nasional. Hal ini tentunya tidak lepas dari

strategi pemasaran yang diterapkan oleh UKM Kacapuri.

Dalam Ilmu komunikasi dikenal istilah komunikasi Pemsaran,

komunikasi Pemasaran merupakan sebuah aspek penting dalam keseluruan

misi pemasaran serta penentuan suksesnya pemasaran. Dalam kajian

(13)

komunikasi

pemasaran

secara

terpadu

(intregrated

marketing

communications/IMC),

yang merupakan salah satu perkembangan penting

dalam dunia pemasaran. Perusahaan di masa lalu sering menganggap

elemen komunikasi sebagai aktivitas yang terpisah dari pemasaran,

sedangkan filosofi pemasaran saat ini menekankan pentingnya integrasi

keduanya untuk meraih sukses, seperti yang di ringkaskan oleh kutipan di

bawah ini:

“Pemasaran yang sukses dalam lingkungan baru adalah orang yang

mengkoordinasikan bauran komunikasi secara ketat, sehingga anda

dapat melihat dari media (periklanan) yang satu ke media lainya,

dari program even yang satu ke program even lainya, dan secara

instan dapat melihat bahwa merek tersebut berbicara dengan satu

suara

”.

1

Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya manajemen

pemasaran, mengatakan komunikasi pemasaran adalah sarana dimana

perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan

konsumen secara langsung maupun tidak langsung, tentang produk dan

merek yang dijual. Intinya komunikasi pemasaran mempresentasikan suara

perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan

dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Kotler dan lane menegaskan bahwa komunikasi pemasaran juga banyak

melaksanakan fungsi bagi konsumen. Komunikasi pemasaran dapat

memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana

dan mengapa produk itu digunakan, oleh orang macam apa, serta dimana

dan kapan. Konsumen dapat mempelajari tentang produk apa, siapa yang

1 Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu jilid 1

(14)

memproduksi, mereknya apa, cocok dikonsumsi oleh siapa, apa

keunggulan nya, dapat diperoleh di mana, dan bagaimana caranya

memperoleh produk itu. Dengan demikian komunikasi pemasaran

memiliki

peran

yang

sangat

penting

bagi

perusahaan

untuk

mengkomunikasikan produk yang dipasarkan kepada pasar sasaran secara

lebih luas, bahkan dapat berkontribusi terhadap ekuitas merek dengan

menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra (image) merek,

serta mendorong penjualan, dan memperluas pasar.

2

Dalam komunikasi pemasaran yang baik tentunya memerlukan

strategi yang baik pula dalam kegiatan pemasaranya, strategi dalam

komunikasi pemasaran atau bisa disebut dengan strategi komunikasi

pemasaran pada umumnya menggunakan elemen atau model

model

komunikasi dalam pemasaran sebagai langkah untuk mencapai tujuan

komunikasi suatu perusahaan. Model-model komunikasi pemasaran

tersebut dikenal dengan bauran komunikasi pemasaran.

Bauran komunikasi pemasaran agar dapat mendorong efektifitas

dan efisiensi komunikasi pemasaran terdiri dari banyak model komunikasi,

namun yang umum digunakan menurut Morissan mencakup; memasang

iklan, pemasaran langsung, promosi penjualan, penjualan personal,

pemasaran interaktif; dan, Hubuungan masyarakat.

3

2

http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-pemasaran-sebagai-strategi-memperluas-pasar/

3

(15)

1.

Iklan, yaitu semua bentuk terbayar dari presentasi non personal dan

promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas.

2.

Promosi penjualan, berbagai insentif jangka pendek untuk

mendorong percoba an atau pembelian produk atau jasa.

3.

Hubungan masyarakat dan publisitas, beragam program yang

dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan

atau produk individunya.

4.

Pemasaran langsung, penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail,

atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau

meminta respons atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.

5.

Pemasaran interaktif, kegiatan dan program online yang dirancang

untuk melibatkan pelanggan atau prospek secara langsung atau tidak

langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, atau

menciptakan penjualan produk dan jasa.

6.

Penjualan personel, interaksi tatap muka dengan satu atau lebih

pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab

pertanyaan, dan pengadaan pesanan.

Dari apa yang dikemukakan oleh Morissan, dapat disimpulkan

bahwa komunikasi pemasaran yang baik terdiri dari berbagai aspek yang

saling berhubungan satu sama lain.

UKM Kacapuri yang terbilang masih

berusia muda, berdiri semenjak 1 September 2015, mampu berkembaang

dengan sangat pesat dan kini memiliki konsumen yang bahkan berasal

dari luar negeri, perkembangan yang sangat pesat ini tentunya tidak

(16)

tujuan awal untuk kegiatan sosial, namun saat ini justru berkembang

menjadi usaha yang cukup menghasilkan. Karena itu

peneliti ingin

meneliti bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh

UKM Kacapuri untuk menarik Konsumen.

B.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mengajukan rumusan

masalah , bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh

UKM Kacapuri?

C.

TUJUAN PENELITIAN

1.

Untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan

UKM Kacapuri

D.

MANFAAT PENELITIAN

1.

Manfaat Teoritis

a.

Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk mengembangkan

pengetahuan mengenai komunikasi pemsaran khususnya yang

berkaitan dengan

Integrtaed marketing Communication

atau IMC

b.

Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai refrensi dan tolak

ukur untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan

komunikasi pemasaran khusunya yang berkaitan dengan

Integrtaed

marketing Communication

atau IMC

2.

Manfaat Praktis

a.

Dapat mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang baik dalam

komunikasi pemasaran sehingga dapat digunakan untuk kegiatan

(17)

b.

Memberikan pemahaman bahwa komunikasi merupakan salah satu

hal yang berpengaruh dalam proses pemasaran modern.

E.

KAJIAN HASIL PENELITIAN TERDAHULU

untuk mempermudah proses pengkajian tema yang terkait, peneliti

berupaya mencari refrensi mengenai penelitian yang sudah dilakukan oleh

orang lain. Hasil penelitian yang sudah ada tersebut kemudian dijadikan

sebagai acuan peneliti untuk meneliti dengan tema penelitian yang sama.

Namun meskipun begitu, dalam bagian ini tentu saja peneliti tidak akan

menjabarkan terlalu banyak mengenai penelitian terdahulu yang peneliti

jadikan sebagai acuan. Berikut adalah kajian dari penelitian terdahulu:

Tabel 1.1 kajian hasil penelitian terdahulu

Sasaran Penelitian

Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti

Ahmad Musholin

Judul

Komunikasi Pemasaran CV. Cita Rasa Cemerlang

Papa Ron’s Pizza

Dalam

Menarik Pelanggan

Jenis Karya

Skripsi

Tahun Penelitian

2013

Metode Penelitian

Kualitatif

Hasil Temuan

Penelitian

Ada tiga tahap sistem komunikasi yang dilakukan

oleh

CV Cita Rasa Cemerlang Papa Ron’s Pizza

yaitu segmentasi,

perencanaan, implementasi

dan

pengendalian

dengan serangkaian elemen

bauran

(18)

Perbedaan

Lokasi dan fokus penelitian, dalam penelitian

terdahulu lokasi yang dijadikan sebagai lokus

penelitian adalah CV. Cita Rasa Cemerlang Papa

Ron’s Pizza serta berfokus pada

empat kegiatan

dalam komunikasi pemasaran yaitu; perencanaan,

implementasi, pengendalian serta evaluasi

Tabel 1.2 kajian hasil penelitian terdahulu

Sasaran Penelitian

Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti

Anifatul Jannah

Judul

KOMUNIKASI PEMASARAN

INTEGRATED

MARKETING COMMUNICATIONS

(Studi Model

DAGMAR oleh RH Colley pada Panitia Acara

Young Moslem Entrepreneur Camp

(YouMEC)

2015” di UIN Sunan Ampel Surabaya)

Jenis Karya

Skripsi

Tahun Penelitian

2015

Metode Penelitian

Kualitatif

Hasil Temuan

Penelitian

Penggunaan strategi komunikasi yang di gagas

oleh Colley dengan model DAGMAR

dalam acara

Young Moslem Entrepreneur Camp

(YouMEC)

2015. Dimana panitia telah melakukan sebuah

strategi untuk menginformasikan kegiatan

Young

Moslem Entrepreneur Camp

(YouMEC) 2015

melalui saluran media apapun seperti media online,

cetak, elektronik maupun komunikasi tatap muka

secara langsung.

Perbedaan

Lokasi dan fokus penelitian, dalam penelitian

terdahulu lokasi yang dijadikan sebagai lokus

penelitian adalah UIN Sunan Ampel Surabaya

Tabel 1.3 kajian hasil penelitian terdahulu

Sasaran Penelitian

Penelitian Terdahulu

(19)

Judul

OPTIMALISASI MEDIA SEBAGAI MEDIA

PEMASARAN USAHA KECIL MENENGAH

Jenis Karya

Jurnal

Tahun Penelitian

2013

Metode Penelitian Kualitatif

Hasil Temuan

Penelitian

1.

Sosial media sebagai

Integrated Marketing

Communication

(IMC) mampu memberikan

keunggulankompetitif bagi UKM

2.

UKM sebagai basis kekuatan ekonomi rakyat,

harus dapat melakukan pemasaran secara

gerilya. Sosial media dengan segala

kelebihan

fiturnya,

terbukti

mampu

memberikan fasilitas yang tidak kalah

menarik

dengan

media

lain

yang

membutuhkan biaya tinggi

3.

Agar para pelaku UKM dapat mengikuti

perkembanagan

informasi,

peningkatan

pemahaman dan kapasitas SDN di bidang

teknologi informasi perlu dilakukan.

Perbedaan

Obyek penelitian Usaha Kecil menengah dengan

fokus pada kegiatan promosi di media sosial

sebagai

bagian

dari

Integrated

Martketing

Communication

F.DEFINISI KONSEP

Penelitian ini mengambil tema mengenai kegiatan komunikasi

pemasaran, khususnya bagaimana strategi Komunnikasi pemasaran yang

dilakukan oleh UKM Kacapuri menurut prespektif

Integrated Marketing

Communication

atau komunikasi pemasaran terpadu. Kemudian untuk

mempermudah proses analisis maka definisi yang terdapat dalam judul

perlu dijelaskan jangkauan operasionalnya terlebih dahulu

a)

Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua

(20)

proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu,

atau antara organisasi dengan individu. Pemasaran adalah sekumpulan

kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer

nilai-nilai (pertukaran) antara mereka dengan pelanggannya. Tentu saja,

pemasaran lebih umum pengertianya daripada komunikasi pemasaran,

namun kegiatan pemasaran banyak melibatkan aktivitas komunikasi.

jika digabungkan, komunikasi pemasaran merepresantasikan gabungan

semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang memfasilitasi

terjadinya

pertukaran

dengan

menciptakan

suatu

arti

yang

disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.

4

Willian G. Nickless dalam Basu Swastha, Manajemen pemasaran

Modern menjelaskan, komunikasi pemasaran adalah kegiatan

komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dn penjual, dan merupakan

kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan dibidang

pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan

dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.

5

Seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat dikatakan bahwa

komunikasi pemasaran adalah proses dimana individu atau kelompok

kemudian memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan

menciptakan, menawarkan, serta menukarkan nilai-nilai atau dalam hal

ini produk atau jasa antara produsen sampai ke konsumen.

b)

Strategi Komunikasi pemasaran

4 Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2003), Hal; 4.

(21)

Adisaputro menjelaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran

merupakan langkah-langkah kreatif yang berkesinambungan yang

diupayakan oleh sebuah perusahaan guna mencapai target pemasaran

terbaik dalam rangka mewujudkan kepuasan konsumen secara

maksimal. Strategi komunikasi pemasaran adalah cara yang ditempuh

perusahaan untuk merealisasikan misi, tujuan, dan sasaran, yang telah

di tentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya keserasian

antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan yang dimiliki

serta peluang dan ancaman yang dihadapi dipasar produknya.

6

Sedangkan Jelly Enjelita sedikit berbeda dalam menjelaskan

strategi komunikasi pemasaran, Jelly berpendapat bahwa strategi

komunikasi pemasaran adalah pengemabilan keputusan-keputusan

mengenai biaya pemasaran, bauran pemasaran, harga produk, kondisi

produk dan alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan

lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.

7

Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi

komunikasi pemasaran adalah langkah-langkah yang digunakan oleh

perusahaan dalam mencapai tujuan pemasaran perusahaan tersebut,

dalam penelitian ini strategi komunikasi pemasaran berfokus cara atau

langkah yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan dan

sasarannya dengan menggunkan elemen-elemen pemasaran yang

terdapat dalam bauran komunikasi pemasaran

6 Gunawan Adisaputro, Manajemen pemasaran: Analisis untuk perancangan strategi pemasaran,

(Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, 2010) Hal; 18

7Jelly Enjelita, “Analisis Korelasi Pengaruh Strategi Komunikasi Pemasaran terhadap Loyalitas

(22)

c)

Integrated Marketing Communication (IMC)

Terence A. Shimp dalam bukunya yang berjudul Periklanan

Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu jilid 1,

mengutip Don E. Schultz, menjelaskan Definisi IMC dalam prespektif

yang luas diterima adalah :

IMC adalah proses pengembangan dan implementasui berbagai

bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan

calong pelanggan secara berkelanjutan. Tujuan IMC adalah

mempengaruhi atau memberikan efek langsung kepada perilaku

khalayak sasaran yang dimilikinya. IMC menganggap seluruh

sumber yang dapat menghubungkan pelanggan atau calon

penlanggan dengan produk atau jasa dari suatu merek atau

perusahaan adalah jalur yang potensial untuk menyampaikan pesan

di masa datang. Lebih jauh lagi, IMC menggunakan semua bentuk

komunikasi yang relevan serta dapat diterima oleh pelanggan dan

calon pelanggan. Dengan kata lain proses IMC berawal dari

pelanggan atau calon pelanggan kemudian berbalik kepada

perusahaan untuk menentukan dan mendifinisikan bentuk dan

metode yang perlu dikembangkan bagi program komunikasi yang

persuasif.

8

Sedangkan Morison dalam bukunya, Periklanan Komunikasi

Terpadu, menjelaskan, IMC (

Integrated Marketing Communication

)

adalah sebuah konsep dari perencanaan komunikasi pemasaran yang

memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang

mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi

misalnya periklanan umum, respon langsung,

sales promotion

, dan PR

dan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan,

konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal. Secara

sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai Proses dari pengelolaan

customer

relationships

yang menggerakkan

brand value

. Sedangkan secara

(23)

spesifik, IMC dapat diartikan sebagai proses yang mempunyai fungsi

bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang

menguntungkan dengan

customer

dan stakeholder lainnya dengan

mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang

terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan

maksud tertentu kepada mereka.

Integrated Marketing Communication

(IMC) adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna membina

hubungan dengan

customer

. Apa yang membedakan IMC dengan

proses

customer-centric

lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah

komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga

merupakan proses yang sirkuler.

9

Dari dua pengertian tentang IMC yang dijabarkan di atas konsep

dasar dari IMC adalah komunikasi. dengan komunikasi sebagai

dasarnya IMC berusaha untuk memaksimalkan efek kepada perilaku

khalayak sasaran yang dimilikinya. IMC menganggap seluruh sumber

yang dapat menghubungkan pelanggan atau calon penlanggan dengan

produk atau jasa dari suatu merek atau perusahaan adalah jalur yang

potensial untuk menyampaikan pesan. Dapat dikatakan bahwa proses

dalam IMC berawal dari pelanggan atau calon pelanggan yang

kemudian berbalik ke perusahaan untuk kemudian mengartikan dan

menentukan bagaimana komunikasi persuasif yang baik serta dapat

menarik pelanggan atau calon pelanggan.

d)

Konsumen

(24)

Konsumen adalah orang yang membeli atau menggunakan produk

atau mengadopsi ide yang memuaskan kebutuhan dan keinginan

mereka.

10

Dalam buku lain dijelaskan yang dimaksud dengan konsumen

dalam hal ini adalah pemakai produk yang dipasarkan, sedangkan

langganan pembeli atau calon pembeli yang membeli kembali produk

yang pernah dibelinya.

11

Kemudian lebih lanjut, pemasaran pada dasarnya bertujuan

memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen yang

di tuju atau konsumen sasaran (target konsumen). Bidang ilmu prilaku

konsumen (

consumer bihaviour

) mempelajari bagaimana individu,

kelompok dan organisasi memilih, membeli, memakai serta

memanfaatkan suatu produk dalam rangka memuaskan kebutuhan dan

hasrat mereka. Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan,

khususnya bagian pemasaran, selama ini adalah bagaimana

mempengaruhi prilaku konsumen agar dapat mendukung produk

(barang dan jasa) yang ditawarkan kepada mereka. Tujuan terpenting

dari setiap promosi adalah memengaruhi konsumen untuk membeli.

12

Untuk menarik konsumen agar mau menggunanakan produk atau

jasa tertentu, sebuah Perusahaan harus mengerti bagaimana perilaku

konsumennya. Tidak adanya pemahaman terhadap motifasi, kebutuhan,

dan keinginan konsumen merupakan sumber kegagalan terbesar

perusahaan.

Dengan

mempelajari

perilaku

konsumen

sebuah

perusahaan akan dapat mempengaruhi perilaku konsumen agar mau

(25)

menggunakan produk atau jasa dari perusahaan tersebut dengan cara

meningkatkan dan mengembangkan kualtias produk, menonjolkan

keunggulan produk, menentukan harga, mengatur bagaimana

pemasaran dan pesan dalam iklan, serta pesan bauran pemasaran yang

lain.

G.

KERANGKA PIKIR PENELITIAN

Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti memerlukan kejelasan

landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalahnya. Dalam

hal ini teori yang dianggap paling relevan dengan penelitian ini adalah

teori komunikasi terpadu, atau

Integrated Marketing Communication/

IMC.

Integrated

Marketing

Communication/

IMC

adalah

proses

pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi

persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan.

Tujuan IMC adalah mempengaruhi atau memberikan efek langsung

kepada perilaku khalayak sasaran yang dimilikinya.

Komunikasi pemsararan khususnya komunikasi pemasaran terpadu

tentunya tidak akan berjalan dengan sendirinya, perlu adanya strategi

dalam komunikasi pemasaran atau hal ini dapat disebut dengan strategi

komunikasi pemasaran.

Strategi Komunikasi Pemasaran yang dimaksud disini addalah

perencanaan (

Planning

) dan manajemen

(Management)

untuk mencapai

suatu tujuan pemasaran dengan menggunakan bauran pemasaran antara

lain iklan (

advertising

), promosi penjualan (

sales promotion

), hubungan

(26)

pemasaran Langsung (

direct marketing

), dan pemasaran interaktif (

online

marketing

) yang merupakan alat-alat dasar yang digunakan untuk

mencapai tujuan komunikasi dari sebuah organisasi.

13

Dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri,

tentunya juga menggunakan strategi pemasaran, dengan menggunakan

prespektif

Integrated Marketing Communication

diharapkan dapat

menjelaskan sejauh mana strategi kounikasi pemasaran yang dilakukan

UKM Kacapuri terkait dengan bauran komunikasi pemasaran, seperti yang

dijelaskan sebelumnya bauran komunikasi pemasaran agar dapat

mendorong efektifitas dan efisiensi komunikasi pemasaran terdiri dari

banyak model komunikasi, namun yang umum digunakan menurut

Morissan mencakup; memasang iklan, pemasaran langsung, promosi

penjualan, penjualan personal, pemasaran interaktif; dan, Hubuungan

masyarakat.

Lebih lanjut Terrance A Shimp dalam bukunya Periklanan Promosi

Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu menjelaskan

menjelaskan IMC memiliki beberapa ciri utama yakni

1) Berawal Dari, 2)

Pelanggan dan calon pelanggan, 3)Melakukan satu atau berbagai cara

untuk melakukan kontak, 4)

Berusaha menciptakan sinergi, 5) Menjalin

hubungan.

Dari pengertian teori tersebut, peneliti membuat kerangka pikir

berdasarkan model komunikasi dalam bauran komunikasi pemasaran

menurut morissan sebagai berikut:

13

Tyas, Permana, Skripsi Sarjana: “Event Organizer sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam

(27)

Gambar 1.1 Bagan kerangka pikir penelitian

Dalam kerangka pikir ini digambarkan setiap aspek dalam kegiatan

komunikasi pemasaran terpadu saling berhubungan, dan berusaha

memaksimalkan penyampaian pesan melalui berbagai media, selain itu

seperti salah satu cirinya komunikasi pemasaran terpadu berawal dari

pelanggan atau calon pelanggan Maksudnya kegiatan komunikasi

pemasaran terpadu dimulai dengan melihat apa yang dibutuhkan oleh

khalayak. Kemudian dari situ perusahaan menentukan bagaimana strategi

komunnikasi pemasran yang dilakukan, UKM Kacapuri selaku pemasar

(28)

memenuhi apa yang diinginkan pelanggan atau calon pelanggan, sehingga

dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran terpadu tiap aspeknya

saling berkaitan dan merupakan proses yang sirkuler

H.

METODE PENELITIAN

1.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Merujuk apa yang dikatakan oleh Denzin dan Lincon, bahwa

penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar ilmiah,

dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan

jalan melibatkan metode yang ada.

14

Berdasarkan sifat realitas, metode

kualitatif mengandiung persepsi subjektif bahwa realitas (komunikasi)

bersifat ganda, rumit, semu, dinamis (mudah berubah), dikonstuksikan,

dan holistik; kebenaran realitas bersifat relatif.

15

a.

Pendekatan penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

karena dalam penelitian ini berusaha menelaah fenomena sosial,

sebagaimana yang dikemukakan oleh Lexy J. Maleong bahwa

penelitian kualitatif adalah sebagai prosedur yang menghasilkan

satu deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang

dan perilaku yang dapat diamati.

16

b.

Jenis Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif,

karena kualitatif adalah suatu jenis penelitian yang menggunakan

14 Lexy J.Maleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosakarya, 2006), hlm 16 15 Mahi M. Hikmat, Metode Penelitian Dalam perspektif Ilmu Komunikasi dan Sastra (Yogyakarta: Graha Ilmu,2011), hlm 37

(29)

latar alamiah. Dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi

dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada,

yaitu upaya memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku

baik individu maupun sekelompok orang.

17

2.

Subyek, Obyek, dan Lokasi Penelitian

a.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian kali ini adalah pihak manajemen Kaca Puri serta

bagian yang bertanggung jawab dalam merencanakan kegiatan

komunikasi pemasaran yang dilakukan Kaca Puri

b.

Obyek Penelitian

Obyek dari penelitian ini adalah bagaimana komunikasi

pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri, khususnya strategi

komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri dilihat

dari pendekatan

integrated marketing communication

(IMC)

c.

Lokasi Penelitian

Penulis memilih UKM Kacapuri sebagai lokasi penelitian karena

penulis tertarik dengan perkembangan UKM Kacapuri yang bisa

dibilang sangat pesat bila dibandingkan produk serupa, dalam kurun

waktu satu setengah tahun UKM Kacapuri tidak hanya mampu

menarik konsumen dari Surabaya saja, namun juga mampu menarik

konsumen dari luar negeri seperti Brunai dan Malaysia, karena hal

tersebut pula UKM Kacapuri juga telah dimuat diberbagai media baik

cetak maupun digital.

(30)

3.

Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

a.

Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif ini

adalah data primer dan data sekunder.

1) Data Primer

Adalah segala informasi kunci yang didapat dari informan sesuai

dengan fokus penelitian atau data yang diperoleh secara langsung dari

subyek penelitian perorangan hingga kelompok. Dalam hal ini, peneliti

mengambil data primer dari informan, yaitu menajemen UKM

Kacapuri serta bagian yang bertanggung jawab merencanakan

komunkasi pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri. Sehingga

peneliti bisa mendapatkan informasi yang detail terkait komunikasi

pemasaran pada UKM Kacapuri dipandang dari pendekatan

Integrated

Marketing Communcation

(IMC)

2) Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pendukung dari data primer yang

diperoleh melalui usaha peneliti sendiri misalnya dokumentasi foto.

Video dan lain sebagainya.

3) Catatan Lapangan (field note)

Catatan lapangan adalah catatan hasil observasi atau wawancara

dengan cara menyaksikan langsung kejadian yang berkaitan dengan

penelitian, yang diperoleh dari pengamatan berpartisipasi. Sejalan

denga Bogdan dan Biklen, catatan lapangan adalah kumpulan tulisan

(31)

yang kita lihat, kita dengar, kita alami dan kita rasakan selama proses

penelitian dalam upaya mengumpulkan data.

a.

Sumber Data

Sumber data yang didapatkan penulis adalah sebagai berikut:

1)

Sumber Data Primer

Data

primer

didapatkan

penulis

dari

hasil

wawancara

terbuka

yang

akan

dilakukan

dengan

mengajukan beberapa pertanyaan yang berkembang. Hal ini

dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam

penafsiran konsep-konsep yang dipahami informan apabila

terdapat satu hal yang membutuhkan penjelasan lebih

lanjut. Penentuan sumber data primer menggunakan metode

purposive sampling

, yakni dilakukan dengan mengambil

orang-orang yang terpilih. Sampling yang purposive adalah

sampel yang dipilih dengan cermat hingga relevan dengan

desain penelitian.

Untuk menghindari kesalahan dalam penunjukkan

informan, maka peneliti menentukan beberapa kriteria.

informan adalah bagian manaejemen UKM Kacapuri atau

orang yang mengerti dan bertanggug jawab dalam

perencanaan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh

(32)

2)

Sumber Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang mendukung data

primer,data primer berupa hasil wawancara dengan bagian

manaejemen UKM Kacapuri atau orang yang mengerti dan

bertanggug

jawab

dalam

perencanaan

komunikasi

pemasaran yang dilakukan oleh UKM Kacapuri. kemudian,

dalam hal ini data sekunder didapatkan penulis melalui

pendokumentasian berupa foto selama pengumpulan data

(wawancara dan Observasi).

4.

Tahap-tahap Penelitian

Dalam melakukan penelitian kualitatif, perlu mengetahui

tahap-tahap yang akan dilalui dalam proses penelitian ini. Ada-pun tahap-tahap

penelitian secara umum terdiri dari empat tahap, yaitu

18

:

a.

Tahap Pra-lapangan

Dalam

melakukan

tahapan

ini

peneliti

perlu

mempertimbangkan etika dalam penelitian lapangan, yang diuraikan

sebagai berikut:

1)

Memilih lapangan penelitian, dalam pemilihan penelitian

peneliti harus mempertimbangkan hal-hal yang mungkin

menyulitkan peneliti dalam melakukan penelitian, namun dalam

hal ini peneliti tidak mengalami kenddala yang berarti

2)

Mengurus perizinan, dalam penelitian ini penulis hanya

memerlukan izin penelitian dari pihak kampus

18
(33)

3)

Memilih dan memanfaatkan informan, hal ini dilakukan untuk

membantu mempermudah memperoleh informasi dan data yang

dibutuhkan dari beberapa informan yang memiliki kredibilitas

dalam pemenuhan data dan yang sesuai dengan kriteria peneliti.

Menyiapkan perlengkapan peenelitian, semua perlengkapan

yang bersifat teknis maupun non teknis penulis siapkan dengan

sempurna.

b.

Tahap Pekerjaan Lapangan

Dalam tahap ini, peneliti mulai masuk pada lapangan

penelitian guna mencari data yang akurat serta dibatasi tiga bagian

yaitu:

1)

Memahami Latar penelitian

Memahami latar penelitian diperlukan agar peneliti lebih

mengeatahui seluk beluk lokasi penelitian, dalam hal ini peneliti

belum begitu seluk beluk lokasi penelitian karena peneliti

merupakan Mahasiswa yang berdomisili di Surabaya. Karena itu,

untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam peneliti

melakukan observasi dengan cara mengamati langsung bagaimana

komunnikasi pemasaran yang dilakuan oleh UKM Kacapuri

2)

Memasuki lapangan

Kegiatan ini peneliti lakukan dengan cara berkomunikasi

langsung dengan manaejemen UKM Kacapuri atau orang yang

mengerti dan bertanggug jawab dalam perencanaan komunikasi

(34)

wawancara, sehingga terbangun kedekatan antara peneliti dengan

informan untuk menguatkan informasi yang peneliti akan

dapatkan.

c.

Tahap Analisis Data

Analisis data kualitatif (Bogdan dan Biklen, 1982) dalam

buku metode penelitian kualitatif, Lexy J. Moleong adalah upaya yang

dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data,

memilah-milahnya

menjadi

satuan

yang

dapat

dikelola,

mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa

yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat

diceritakan kepada oprang lain.

19

Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan semua data - data

berupa hasil wawancara, pengamatan lapangan, serta dokumen -

dokumen yang mendukung yang kemudian disusun, dikaji, serta

ditarik kesimpulan dan dianalisa dengan analisis induktif.

d.

Tahap Penulisan Laporan

Penulisan laporan merupakan hasil akhir dari suatu

penelitian sehingga peneliti mempunyai pengaruh terhadap hasil

laporan. Hal ini dilakukan peneliti setelah mendapatkan data dari

wawancara dan observasi, yang kemudian peneliti menganalisisnya.

5.

Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer dan

sumber data sekunder. Sumber data primer didapat dengan melakukan

teknik pengumpulan data melalui :

19
(35)

a.

Wawancara Mendalam (

Depth Interiew

)

Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau

informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar

mendapatkan data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukan

dengan frekuensi tinggi ( berulang - ulang ) secara intensif.

20

Informan

pada penelitian kali ini diambil dari sumber data primer, yaitu:

manaejemen dari UKM Kacapuri atau orang yang mengerti dan

bertanggug jawab dalam perencanaan komunikasi pemasaran yang

dilakukan oleh UKM Kacapuri.

b.

Pengamatan

Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan

cara mengamati dan mencatat segala sistematik gejala-gejala yang

diselidiki.

21

Dalam hal ini pengamatan dilakukan dengan mengamati

secara langsung bagaimana komunikasi pemasaran yang dilakukan

oleh UKM Kacapuri. Metode ini lebih memungkinkan periset

mengamati kehidupan individu atau kelompok, dimana terdapat

setting

yang riil tanpa dikontrol atau diatur secara sestematis seperti riset

eksperimental.

c.

Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen , yang berarti

barang-barang tertulis, untuk mendapatkan data yang akurat, selain diperoleh

dari sumber manusia, data juga diperoleh dari dokumen. Dokumen

20 Rachmat Krisyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi (Jakarta : Predana Media Group, 2006) hal. 100

(36)
[image:36.595.135.513.256.546.2]

merupakan catatan peristiwa lampau. Dokumen bisa berbentuk tulisan,

gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.

Dalam penelitian ini dokumentasi diperlukan untuk memperkuat

fakta yang ditemukan dari penelitian yang lakukan. Dokumentasi yang

diambil berupa foto dan hasil wawancara tertulis.

6.

Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari pelaksanaan observasi dianalisis secara

kualitatif. Sedangkan data analisis komunikasi pemasaran UKM Kacapuri

dalam menarik pelanggan menggunakan metode deskriptif. Metode ini

bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap mengenai

gejala sosial tertentu. Metode ini digunakan untuk pengamatan atau

penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan

baik terhadap suatu masalah tertentu dan didalam suatu daerah tertentu.

Analisis data kualitatif ( Bogdan & Biklen, 1982 ) dalam buku

metodologi penelitian kualitatif karya Lexy J. Moleong adalah upaya yang

dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data,

memilah-milahnya

menjadi

satuan

yang

dapat

dikelola,

mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang

penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat

diceritakan kepada orang lain.

22

Analisis data dalam penelitian kualitatif selalu bersifat induktif,

alur kegiatan analisis terjadi secara bersamaan dengan

23

:

(37)

1.

Reduksi data, dengan melakukan pemilihan dan menganalisa data-data

yang didapat. Proses ini akan dilakukan selama penelitian.

2.

Display data, dari sebagian data yang telah didapat akan langsung

diolah sebagai setengah jadi yang nantinya akan dimatangkan melalui

data-data selanjutnya.

3.

Verifikasi dan penarikan kesimpulan, merupakan suatu kegiatan dari

konfigurasi yang utuh, membuat rumusan proposisi yang terkait dan

mengangkatnya sebagai temuan penelitian. Dari sini peneliti akan

mulai mencari arti dari setiap data yang terkumpul, menyimpulkan

serta memverikasi data tersebut.

Pada tahap reduksi data peneliti berusaha untuk memilah data-data

yang dianggap penting dan akurat. Baik data dari sumber primer maupun

data dari sumber ssekunder, oleh karena itu, pada tahap ini membutuhkan

ketelitian dan kecermatan agar tidak salah dalam memilih data yang paling

akurat.

Berikutnya dari data yang sudah diperoleh dan dipilah mana yang

akurat, akan diolah menjadi setengah jadi. Hal tersebut berlangsung

sementara, karena jika ada data baru yang lebih akurat, maka data

sebelumnya akan dihapus. Ini terjadi pada tahap display data.

Tahap berikutnya adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan setelah

data yang diperoleh dari penelitian di UKM Kacapuri, maka akan diambil

kesimpulan yang akan menjadi hasil temuan dalam penelitian.

(38)

Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang

digunakan yaitu

24

:

1.

Pemeriksaan sejawat melalui diskusi, teknik ini dilakukan dengan

mengekpos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam

bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Cara yang dilakukan

adalah mengumpulkan rekan-rekan yang sebaya serta memiliki

pengetahuan umum yang sama tentang Komunikasi pemasaran

terutama Strategi komunikasi pemasaran, sehingga bersama mereka

peneliti dapat me-

review

persepsi, pandangan dan analisis yang

sedang dilakukan.

2.

Trianggulasi, teknik ini merupakan pemeriksaan keabsahan data

yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Trianggulasi merupakan

cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi

kenyataan yang ada dalam suatu studi sewaktu mengumpulkan data

tentang berbagai kejadian dalam berbagai pandangan. Peneliti

melakukannya dengan cara mengajukan berbagai macam

pertanyaan kepada informan, mengecek dengan sumber-sumber

data yang didapat, serta memanfaatkan berbagai metode agar

pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan.

I.

Sistematika Pembahasan

Laporan penelitian ini dibagi atas beberapa bagian. Bagian pertama

adalah pendahuluan. Pada bagian ini diuraikan latar belakang penelitian,

permasalahan-permasalahan yang tercakup pada penelitian, tujuan

24
(39)

penelitian, manfaat yang dapat diambil dari penelitian, kajian hasil

penelitian terdahulu, definisi operasional, serta metode yang digunakan

dalam penelitian. Dan dibagian akhir diuraikan sistematikan penyajian

laporan penelitian.

Bagian kedua berisi kajian teoritis. Pada bagian ini meliputi daftar

pustaka yang dipakai pada waktu penelitian serta mepaparkan teori-teori.

Teori-teori ini diambil dari buku literatur dan dari internet.

`Bagian ketiga berisi penyajian data yang di peroleh selama

penelitian, yang meliputi deskripsi subyek dan lokasi penelitian serta

deskripsi data penelitian.deskripsi subyek dan lokasi penelitian berisi

tentang gambaran profil dari informan, dan menggambarkan lokasi

dilakukannya penelitian.

Bagian keempat merupakan analisis data , pada bagian ini akan

dipaparkan mengenai temuan yang didapatkan selama penelitian, serta

konfimasi temuan dengan teori.

Bagian kelima merupakan bagian penutup, pada bagian ini berisi

simpulan yang merupakan jawaban langsung dari rumusan masalah. Selain

itu pada bagaian ini berisi pula rekomendasi, yaitu beberapa anjuran bagi

kemungkinan dilaksanakannya penelitian lanjutan berdasarkan simpulan

yang dihasilkan dikaitkan dengan manfaat penelitian.

`Dibagian akhir berisi daftar pustaka yang digunakan oleh penulis

(40)

BAB II

KAJIAN TEORITIS

A.

Kajian Pustaka

1.

Komunikasi Pemasaran

a.

Pengertian Komunikasi Pemasaran

Secara garis besar komunikasi pemasaran terdiri dua bidang

keilmuan komunikasi dan pemasaran. Menurut Houvland yang

dikutip oleh Onong Uchjana Effendy dalam bukunya

Ilmu

Komunikasi Teori dan Praktek

mengatakan bahwa komunikasi

adalah proses mengubah perilaku orang lain, (

communication is the

process to modify the bahavior of other individuals

).

1

Kemudian

dalam Proses dari komunikasi menurut Tomy Suprapto dalam

pengantar teori & Manajemen Komunikasi

dapat diartikan sebagai

transfer informasi atau pesan (

Message

) dari pengirim pesan sebagi

komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Dalam

proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling

pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat

dalam proses komunikasi. dalam proses komunikasi, komunikator

mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan sebagai sasaran

komunikasi.

2

1 Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: remaja Rosda Karya

2006) Hal;10

2 Tommy Suprapto, Pengantar teori & Manajemen Komunikasi (Yogyakarta: Medpress 2009)

(41)

Dalam berbagai definisi yang ada komunikasi dapat

digolongkan dalam tiga pengertian utama komunikasi, yaitu

pengertian secara etimologis, terminologis, dan paragdimatis.

3

1)

Secara Etimologis, komunikasi dipelajari menurut asal-usul

kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa latin

‘Communicatio’ dan perkataan ini bersumber dari kata

‘comminis’ yang berarti sama makna mengenai suatu hal

yang dikomunikasikan.

2)

Secara

terminologis,

komunikasi

berarti

proses

penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada

orang lain.

3)

Secara paragdimatis, komunikasi berarti pola yang meliputi

sejumlah komponen berkolerasi satu sama lain secara

fungsional

untuk

mencapai

suatu

tujuan

tertentu.

Contohnya adalah ceramah, kuliah, dakwah, diplomasi, dan

sebagainya. Demikian pula pemberitaan surat kabar dan

majalah, penyiaran radio dan televisi atau pertunjukan film

di gedung bioskop, dan lain-lain.

Sedangkan pemasaran menurut Freddy Rangkut, Pemasaran

merupakan pendorong untuk meningkatkan penjualan sehingga

tujuan perusahaan dapat tercapai.

4

3 Tommy Suprapto, Pengantar teori & Manajemen Komunikasi (Yogyakarta: Medpress 2009)

Hal;7

4 Freddy Rangkut, Strategi Promosi yang kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing

(42)

Pengetahuan mengenai pemasaran menjadi penting bagi

perusahaan pada saat dihadapkan pada beberapa permasalahan

dihadapkan pada beberapa permasalahan, seperti menurunya

pendapatan perusahaan yang disebabkan oleh menurunnya daya

beli konsumen terhadap suatu produk sehingga mengaibatkan

melambatnya pertumbuhan perusahaan.

Sehubungan dengan permasalahan di atas, terkait dengan

pemasaran, diperlukan suatu kemampuan untuk berpandangan

kedepan dalam mengarahkan dan mengambil tindakan pemasaran

untuk mencapai tujuan perusahaan. Itu adalah hal yang sulit

dicapai oleh perusahaan. Oleh sebab itu dalam hal ini dibutuhkan

kesadaran dan inisiatif yang tinggi dalam mempelajari serta

meguasai hal-hal yang berkaitan dengan pengertian dan pentingnya

kegiatan pemasaran.

5

Dari definisi pemasaran tersebut, pemasaran bersandar pada

beberapa konsep inti yaitu: Kebutuhan, keinginan dan permintaan;

Produk/jasa yang ditawarkan ; Nilai dan kepuasan; Pertukaran dan

transaksi; Hubungan dan jaringan; Pasar.

6

1)

Kebutuhan, keinginan dan permintaan

a.

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan dan harus ada

sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar

berusaha.

5 Freddy Rangkut, Strategi Promosi yang kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing

Communication (Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama. 2009) hal; 17

6 Freddy Rangkut, Strategi Promosi yang kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing

(43)

b.

Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas

kebutuhan yang lebih spesifik akan kebutuhan yang lebih

mendalam.

c.

Permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang

didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membeli.

2)

Produk/jasa adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk

memuaskan suatu kebutuhan yang diinginkan

3)

Nilai dan kepuasan, merupakan konsep penuntun dalam meilih

produk mana yang dapat memuaskan dan mempunyai kapasitas

berbeda sebagai perangkat tujuan.

4)

Pertukaran dan transaksi merupakan cara-cara yang dialkuakn

orang dalam memperoleh produk yang diinginkannya.

a.

Pertukan adalah tindakan memperoleh barang yang

dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu

sebagai imbalan

b.

Transaksi adalah perdagangan nilai-nilai antara dua pihak

atau lebih.

5)

Hubungan dan jaringan, merupakan praktik dilakukan

perusahaan dengan pihak-pihak kunci seperti pelanggan,

pemasok, dan penyalur guna mempertahankan refrensi dan

bisnis jangka panjang perusahaan .

6)

Pasar yang terdiri atas semua pelanggan potensial yang

(44)

mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk

memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

Komunikasi pemasaran dengan demikian dapat dipahami

dengan menguraikan dua unsur pokoknya, yaitu komunikasi dan

pemasaran. Dari apa yang diuraikan sebelumnya mengenai

komunikasi, pemasaran serta konsep dasar yang menyusun

keduanya, Jika kedua unsur tersebut (komunikasi dan pemasaran)

disatukan

komunikasi

pemasaran

dapat

merepresentasikan

gabungan dari semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang

kemudian memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan

suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.

7

Jadi komunikasi pemasaran jika dilihat dari apa yang

dijabarkan oleh beberapa ahli di atas, mulai dari unsur-unsur

komunikasi pemasaran yang di jabarkan satu persatu yaitu

komunikasi dan pemsaran, dapat disimpulkan bahwa komunikasi

pemasaran adalah usaha dari suatu perusahaan untuk

menyampaikan pesan kepada khalayak, terutama konsumen yang

merupakan sasaran pasarnya, kemudian pesan tersebut berisi

informasi mengenai produk atau jasa yang mereka tawarkan,

dalam usaha untuk menyampaikan pesan tersebut perusahaan

menggunakan berabagi aspek dalam pemasaran.

7 Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu jilid

(45)

b.

Tujuan Komunikasi Pemasaran

Tanpa adanya komunikasi perusahaan ke pasar maka

mustahil akan terjadi penjualan karena pasar tidak mengenal

produk. Karena itulah komunikasi pemasaran sangat penting dalam

proses pemasaran suatu perusahaan, terdapat tujuan-tujuan dalam

komunikasi pemasaran, Riyeke dan Silvia dalam

Strategi Serangan

Internet Marketing

mengatakan bahwa tujuan komunikasi

pemasaran adalah untuk:

8

a.

Memperkenalkan produk / merek dengan berbagai

keunggulannya.

b.

Membangkitkan perasaan suka terhadap produk/merek

c.

Membangun keyakinan konsumen terhadap produk/merek.

d.

Menempatkan produk/merek pada urutan pertama

Lebih

jelas

Kennedy

dan

Soemanegara

menjelaskan

komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap

perubahan yang ditujukan kepada konsumen, yaitu:

9

1)

Tahap Perubahan Pengetahuan

Perubahan pengetahuan menunjukkan bahwa konsumen

mengetahui adanya keberadaan sebuah produk, untuk apa

produk itu diciptakan, dan ditujukan kepada siapa produk

8 Riyeke Ustadiyanto dan Silvia Ratna A, Strategi serangan internet marketing (Yogyakarta: Andi,

2002) Hal;160

9 Kennedy, John. E; R Dermawan Soemanagara. Marketing Communication Taktik dan Strategi.

(46)

tersebut, dengan demikian pesan yang disampaikan tidak lebih

menunjukkan informasi penting dari produk.

2)

Tahap Perubahan Sikap

Sikap (attitude) menggambarkan penilaian, perasaan, dan

kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang atas

sebuah objek atau gagasan. Adapun tahap perubahan sikap

yang dimaksud berkaitan dengan pengaruh komunikasi

pemasaran terhadap penilaian konsumen atas suatu produk.

Dalam faktor sikap terdapat tiga komponen, yaitu (1) cognitive

component (kepercayaan terhadap merek): kepercayaan

konsumen dan pengetahuan tentang obyek, (2) affective

component: emosional yang merefleksikan perasaan seseorang

terhadap suatu obyek (evaluasi merek), apakah obyek tersebut

diinginkan atau disukai, (3) behavioral component (maksud

untuk membeli): merefleksikan kecenderungan dan perilaku

aktual terhadap suatu obyek, yang mana komponen ini

menunjukkan kecenderungan melakukan suatu tindakan.

Perubahan sikap ini ditentukan oleh tiga unsur yang disebut

tricomponent attitude

changes

yang menunjukkan bahwa

tahapan perubahan sikap ditentukan oleh tiga komponen yaitu

Cognition

(pengetahuan),

Affection

(perasaan), dan

Conation

(perilaku). Jika ketiga komponen ini menunjukkan adanya

(47)

dan konatif) maka memungkinkan sekali akan terjadi sebuah

perubahan sikap.

3)

Perubahan Perilaku

Perubahan Perilaku dimaksudkan agar konsumen tidak

beralih pada produk lain dan terbiasa menggunakannya.

Penerapan strategi dan teknik komunikasi pemasaran harus

tepat, karena harus disesuaikan dengan karakteristik produk,

segmen pasar yang dituju, tujuan pemasaran yang ingin dicapai

serta karakter dan kondisi perusahaan.

Dari kedua pendapat yang di jelaskan di atas, Ketiga

tahapan yang dialami konsumen tersebut dapat dianggap sebagai

fase dimana konsumen merespon dan memahami suatu produk dari

hasil interaksi mereka melalui komunikasi pemasaran. Dari kedua

penjelasan mengenai Tujuan Komunikasi Pemasaran tersebut dapat

ditarik kesimpulan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran

memiliki tujuan untuk merubah dan membawa masyarakat untuk

mengenal, mengetahui dan menggunakan produk atau jasa dari

sebuah perusahaan. Masyarakat atau konsumen harus memiliki

pengetahuan dan kepercayaan atas citra dari sebuah perusahaan

atas produk atau jasa yang tersedia.

c.

Peran komunikasi Pemasaran

Menurut Keller yang dikutip oleh Tandiarruan menjelaskan

(48)

ekuitas merek dengan menetapkan merek pada memori dan

hubungan yang kuat, menguntungkan, dan asosiasi yang unik ke

dalamnya. Berbagai macam pilihan komunikasi pemasaran yang

berbeda ada untuk membantu pemasar.

10

Ekuitas merek sendiri

adalah seperangkat aset dan kemampuan merek berhubungan

dengan nama merek atau symbol yang menambah dan mengurangi

nilai sebuah produk bagi pelanggan maupun perusahaan.

11

Sedangkan Jatmiko dalam artikelnya yang berjudul

Komunikasi Pemasaran Sebagai Strategi Memperluas Pasar,

mengutip apa yang dikatakan oleh Philip kotler menjelaskan bahwa

dalam

operasional sebuah perusahaan, komunikasi pemasaran

memiliki peran yang sangat penting, dalam sebuah organisasi atau

perusahaan komunikasi pemasaran memiliki peranan memberikan

informasi, membujuk, mengingatkan kon sumen (secara langsung

maupun tidak langsung ) tentang produk dan merek yang dijual.

Komunikasi pemasaran melaksanakan banyak fungsi kepada

konsumen atau pasar sasaran terutama memberitahu dan memper

lihatkan seputar bagaimana dan mengapa produk itu digunakan,

siapa pasar sasarannya, dimana dan kapan produk itu dapat

diperoleh.

12

10 Tandiarruan, Ela Dik Roth Sri, Skripsi Sarjana: “Hubungan Antara Kualitas Pelayanan

Informasi dan non-Informasi dengan Brand Assocation”(Universitas Atma Jaya Yogyakarta: 2013)Hal; 4

11 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi 3, (Yogyakarta: Andi, 2008) Hal;39

12 Jatmiko, “Komunikasi pemasaran sebagai strategi untuk memperluas pasar” universitas Esa

(49)

Jadi peran komunikasi pemasaran jika dilihat dari dua

pendapat yang dijabarkan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan

bahwa peran komunikasi pemasaran pada dasarnya adalah

mengenalkan, menginformasikan, dan mempursuasi konsumen

tentang produk dan merek yang dijual oleh suatu perusahaan. Peran

komunikasi pemasaran dapat dikatakan sangat erat kaitanya

dengan

brand,

terutama mengenai bagaimana menginformasikan,

atau menyampaikan pesan mengenai

brand

tersebut kepada

konsumen.

2.

Strategi Komunikasi Pemasaran

a.

Pengertian Strategi Komunikasi Pemasaran

jika dilihat kata perkata, strategi komunikasi pemasaran

terdiri dari tiga unsur yaitu , strategi, komunikasi dan pemasaran,

sebelum membahas lebih jauh tentang strategi komunikasi

pemasaran, yang perlu diketahui adalah definisi dari startegi

kumonikasi pemasaran itu sendiri. Menurut Swastha Basu yang

dikutip oleh Hermawan dalam bukunya

Komunikasi Pemasaran

mendfinisikan strategi sebagai serangkaian rancangan yang

menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi

untuk mencapai tujuanya.

13

Kemudian west dan turner

mendefinisikan komunikasi sebagai proses sosial dimana

individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan

(50)

menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka.

14

Lebih

lanjut tentang pemasaran Hermawan mengutip W.Y Stanton

menjelaskan pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh

sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan

menentukan

harga

sampai

dengan

mempromosikan

dan

mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan

pembeli aktual maupun potensial.

15

Kemudian Adisaputro lebih jauh menjelaskan, bahwa

strategi komunikasi pemasaran merupakan langkah-langkah kreatif

yang berkesinambungan yang diupayakan oleh sebuah perusahaan

guna mencapai target pemasaran terbaik dalam rangka

mewujudkan kepuasan konsumen secara maksimal. Strategi

komunikasi pemasaran adalah cara yang ditempuh perusahaan

untuk merealisasikan misi, tujuan, dan sasaran, yang telah di

tentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya

keserasian antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan

yang dimiliki serta peluang dan ancaman yang dihadapi dipasar

produknya.

16

Sedangkan

Jelly

Enjelita

sedikit

berbeda

dalam

menjelaskan strategi komunikasi pemasaran, Jelly berpendapat

Gambar

Gambar 3.2. Ekawarna ....................................................................................
Tabel 1.3. Kajian Penelitian Terdahulu...........................................................
Tabel 1.1 kajian hasil penelitian terdahulu
Tabel 1.2 kajian hasil penelitian terdahulu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan dan fasilitas tidak cukup untuk menarik konsumen, dibutuhkan elemen-elemen dalam strategi komunikasi pemasaran untuk mencapai hasil

Tesis ini berjudul “ Implementasi Komunikasi Pemasaran Dalam Menarik Minat Calon Siswa Bersekolah di SMK ”, Studi Kasus Mengenai Kegiatan Komunikasi Pemasaran Yang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Harian Joglosemar dalam upaya menarik minat pemasang iklan pada periode

Pokok permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Lion Star dalam menarik minat konsumen. Tujuan dari penelitian ini

Tujuan penelitian ini untuk menguraikan strategi komunikasi pemasaran oleh event Jakcloth yang menggunakan proses komunikasi pemasaran secara langsung serta tatap muka dalam

Peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut mengenai strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Holdak dengan melakukan penelitian yang berjudul “ STRATEGI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu yang dijalankan oleh Samara Beauty Care yaitu melalui periklanan (media dan non media),

Dalam penjualan Personal UKM Kacapuri tetap mengutamakan personal branding, dalam melayani konsumen apalagi jika berhadapan dan berinteraksi langsung dengan