SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
30 JUNI 2012 DAN 2011/
Catatan/
Notes
30 Juni/
June2012
December
2011
ASET ASSETS
Kas 2h,4 106,058 84,810 Cash
Current accounts with
Giro pada Bank Indonesia 2c,2d,2i,5 366,327 335,969 Bank Indonesia
Giro pada bank lain 2c,2d,2i,6 106,488 83,795 Current accounts with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 2c,2d,2j,7 73,485 578,855 and other bank
Efek-efek 2c,2d,2k,8 420,319 423,726 Marketable securities
Efek-efek yang dibeli dengan 2c,2d, Securities purchased under
janji untuk dijual kembali 2l,8g 127,597 108,568 resale agreement
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2f - - impairment losses
127,597 108,568
Pinjaman yang diberikan 2c,2d, Loans
Pihak berelasi 2m,9,34 17,437 106,702 Related parties
Pihak ketiga 4,126,597 3,235,074 Third parties
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2f,9f (44,161) (29,855) impairment losses
4,099,873 3,311,921
Penyertaan saham 2n,10 449 413 Investments in shares
Aset tetap 2o,11 149,558 120,996 Fixed assets
Dikurangi: akumulasi penyusutan 2o,11 (38,058) (33,775) Less: accumulated depreciation 111,500 87,221
Agunan yang diambil alih 2p 4,824 2,450 Foreclosed assets
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2f (2,439) (1,593) impairment losses
2,385 857
Aset pajak tangguhan 2w,1 8c 2,262 - Deferred tax assets
Aset lain-lain 2c,2d,2q, Other assets
Pihak berelasi 12,34 703 1,245 Related parties
Pihak ketiga 79,087 68,382 Third parties
79,790 69,627
Catatan/
Notes
30 Juni/
June2012
December
2011
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas segera 2c,2d,2r,13 1,877 1,126 Obligations due immediately
Simpanan dari nasabah 2c,2d,2s,14 Deposits from customers
Pihak berelasi 277,034 374,914 Related parties
Pihak ketiga 4,239,609 3,713,078 Third parties
4,516,643 4,087,992
Simpanan dari bank lain 2c,2d,2t,15 51,422 206,771 Deposits from other banks
Efek-efek yang dijual dengan Securities sold under
janji untuk dibeli kembali 2c,2d,2l,8h 124,304 - repurchase agreement
Pinjaman yang diterima 2c,2d,2v,17 1,254 3,761 Borrowings
Efek-efek yang diterbitkan-bersih 2c,2d,2u,16 246,366 245,544 Marketable securities issued - net
Utang pajak kini 2w,18a 6,083 6,246 Current tax liabilities
Utang pajak lainnya 2w, 18a 4,521 4,702 Other tax liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 2w,18c - 4,166 Deferred tax liabilities - net Penyisihan imbalan kerja karyawan 2x,19 17,061 14,442 Provision for employee benefits Beban yang masih harus dibayar
dan liabilitias lain-lain 2c,2d,20 54,483 37,838 Accruals and other liabilities
JUMLAH LIABILITAS 5,024,014 4,612,588 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham Share capital
Modal dasar 6.000.000.000
lembar saham biasa, Authorised capital 6,000,000,000
ditempatkan dan disetor ordinary shares, issued and
penuh 2.316.373.000 lembar fully paid 2,316,373,000 ordinary
saham biasa pada 2012 shares in 2012 (2011:
(2011: 2.316.373.000) dengan nilai 2,316,373,000) with par value
nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham, 22 231,637 231,637 Rp 100 (full amount) per share Tambahan modal disetor - bersih 2aa,22 46,724 46,724 Additional paid-in capital – net Cadangan kompensasi berbasis saham 23 1,023 1,023 Share based compensation reserve
Cadangan wajib 24 13,529 9,027 Statutory reserve
(Kerugian)/keuntungan yang belum Unrealised (loss)/gain on
direalisasi atas efek- efek dalam available for sale
kelompok tersedia untuk dijual - bersih 2k (18,470) 2,569 marketable securities - net
Saldo laba 198,076 182,194 Retained earnings
JUMLAH EKUITAS 472,519 473,174 TOTAL EQUITY
Periode enam bulan yang berakhir pada/Six-month
periods ended
Catatan/
Notes
30 Juni/
June2012
30 Juni/
June2011
Pendapatan bunga 2m,2y,26 357,408 267,667 Interest income
Beban bunga 2s,2t,2y,27 (165,998) (113,649) Interest expenses
Pendapatan bunga - bersih 191,410 154,018 Interest income - net
Pendapatan operasional
lainnya 28 33,155 12,098 Other operating income
(Pembentukan)/pemulihan
cadangan kerugian (Allowance)/reversal
penurunan nilai aset for impairment losses on
keuangan 29 (16,785) 13,504 financial assets
Pembentukan cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai aset impairment losses on
non-keuangan 30 (847) (368) non-financial assets
Beban operasional lainnya Other operating expenses
Umum dan administrasi 31 (80,307) (62,743) General and administrative
Tenaga kerja 32 (65,474) (47,927) Personnel
Jumlah beban operasional
lainnya (145,781) (110,670) Total other operating expenses
Laba operasional bersih 61,152 68,582 Net operating income
Pendapatan/(beban) Non operating income/
non operasional - bersih 2g,33 783 (542) (expenses) - net
Laba sebelum pajak
penghasilan 61,935 68,040 Income before tax
Pajak penghasilan badan 2w,18b Corporate Income tax expense
Kini (15,486) (10,710) Current
Tangguhan (585) (6,770) Deferred
Beban pajak penghasilan
-bersih (16,071) (17,480) Income tax expense - net
Laba bersih 45,864 50,560 Net income
Pendapatan komprehensif lain: Other comprehensive
(Kerugian)/keuntungan yang belum income:
direalisasi atas efek- efek dalam Unrealised (loss)/gain
kelompok tersedia untuk on available for sale
dijual - bersih (21,039) 3,389 marketable securities - net
Jumlah pendapatan komprehensif 24,825 53,949 Total comprehensive income
Net earnings per share
Laba bersih per saham (expressed in Rupiah
(dalam nilai penuh Rupiah per saham) 2ac,25 full amount per share)
- Dasar 19.80 21.83 Basic
-Catatan/ Notes
Modal saham/
Share capital
Tambahan modal disetor
-bersih/ Additional
paid-in capital - net
Cadangan kompensasi
berbasis saham/ Share based compensation
reserve
Cadangan wajib/ Statutory
reserves
Keuntungan/ (kerugian) yang
belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia
untuk dijual/ Unrealised gain/(loss) on available for sale
marketable securities
Saldo laba/ Retained earnings
Jumlah/ Total
Saldo per 1 Januari 2011 231,637 46,724 - 7,245 (6,812) 114,780 393,574 Balance as at 1 January 2011
Pendapatan/(beban) komprehensif lain: Other comprehensive income/(expense)
- Laba bersih periode berjalan - - - 50,560 50,560 Net income for the year
-- Kerugian yang belum direalisasi atas Unrealised loss on
-efek-efek dalam kelompok yang available for sale
tersedia untuk dijual 2k - - - - 3,389 - 3, 389 marketable securities
Jumlah pendapatan komprehensif - - - - 3,389 50,560 53,949 Total comprehensive income
Pembentukan cadangan wajib 2 4 - - - 1,782 - (1,782) - Allocation for statutory reserve
Pembagian dividen 2 4 - - - (20,847) (20,847) Distribution of dividends
Beban kompensasi opsi karyawan Compensation costs of employee and
dan manajemen berbasis saham management stock option program
(ESOP/MSOP) 2x,2 3 - - 1,023 - - - 1,023 (ESOP/MSOP)
Catatan/ Notes
Modal saham/
Share capital
Tambahan modal disetor
-bersih/ Additional
paid-in capital - net
Cadangan kompensasi
berbasis saham/ Share based compensation
reserve
Cadangan wajib/ Statutory
reserves
(kerugian) yang belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia
untuk dijual/ Unrealised gain/(loss) on available for sale
marketable securities
Saldo laba/ Retained earnings
Jumlah/ Total
Saldo per 1 Januari 2012 231,637 46,724 1,023 9,027 2,569 182,194 473,174 Balance as at 1 January 2012
Jumlah pendapatan komprehensif - - - - Total comprehensive income
pada periode berjalan - - - - (21,039) 4 5,864 24 ,825 for the period
Pembentukan cadangan wajib 24 - - - 4,502 - (4,502) - Allocation for statutory reserve
Pembagian dividen 24 - - - (25,480) (25,480) Distribution of dividends
Periode enam bulan yang berakhir pada/
Six-month periods ended
30 Juni/
June2012
30 Juni/
June2011
CASH FLOWS FROM OPERATING
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI ACTIVITIES
Penerimaan bunga dan komisi 362,726 270,790 Interest and commissions received Penerimaan dari transaksi
operasional lainnya 33,119 12,085 Other operating income received
Pembayaran bunga (163,783) (120,178) Interest paid
Penerimaan kembali kredit 668 992 Loan recoveries
Pembayaran beban operasional (147,805) (101,837) Operational expenses paid
Penerimaan dari transaksi Received from
non operasional - bersih 783 105 non operating transactions - net Pembayaran pajak penghasilan badan (15,649) (13,673) Payments of corporate income tax
Perubahan dalam aset dan Changes in operating assets
liabilitas operasi: and liabilities:
(Kenaikan)/penurunan aset operasi: (Increase)/decrease in operating assets:
Efek-efek yang dibeli dengan Securities purchased under
janji untuk dijual kembali (19,029) - resale agreement
Pinjaman yang diberikan (805,407) (601,210) Loans
Aset lain-lain (10,320) (6,359) Other assets
Kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi: Increase/(decrease) in operating liabilities:
Liabilitas segera 723 603 Obligations due immediately
Simpanan dari nasabah 428,652 751,513 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain (155,348) 15,553 Deposits from other banks
Efek-efek yang dijual dengan janji Securities sold under
dibeli kembali 124,304 - repurchase agreement
Utang pajak 181 1,310 Tax liabilities
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 16,645 7,561 Accruals and other liabilities
Kas bersih (digunakan untuk)/ Net cash (used in)/provided by
diperoleh dari aktivitas operasi (349,540) 217,255 operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING
INVESTASI ACTIVITIES
Pembelian efek-efek tersedia untuk Purchase of available-for sale and dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo (33,616) (35,532) held-to-maturity marketable securities
Pembelian aset tetap (31,089) (14,769) Acquisition of fixed assets
Penjualan aset tetap 2,165 2 Proceeds from sale of fixed assests
Kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash used in investing
Periode enam bulan yang berakhir pada/
Six-month periods ended
30 Juni/
June2012
30 Juni/
June2011
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING
PENDANAAN ACTIVITIES
Pembayaran atas pinjaman yang diterima (2,507) (2,507) Payment of borrowings
Pembayaran dividen (25,453) (20,839) Dividends paid
Kas bersih digunakan Net cash used in
untuk aktivitas pendanaan (27,960) (23,346) financing activities
(Penurunan)/kenaikan bersih Net (decrease)/increase in
kas dan setara kas (440,040) 143,610 cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas awal periode 1,191,177 534,358 at the beginning of the period
Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas akhir periode 751,137 677,968 at the end of the period
Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of:
Kas 106,058 71,262 Cash
Giro pada Bank Indonesia 366,327 252,911 Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain 106,488 44,122 Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia*) 73,485 252,460 Placements with Bank Indonesia*) Sertifikat Bank Indonesia*) 98,779 57,213 Certificates of Bank Indonesia*)
751,137 677,968
*) Jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang Mature within three months *)
a. Pendirian dan Informasi Umum Bank a. Bank Establishment and General Information
PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (“Bank”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 30 tanggal 15 Juni 1974 yang dibuat di hadapan Noezar, S.H., Notaris di Bandung. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
(sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia) dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/224/3 tanggal 30 Juni 1975 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 29 Agustus 1975, Tambahan Berita Negara No. 448.
PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (the “Bank”) was established based on Notarial Deed of Noezar, S.H., No. 30 dated 15 June 1974. The Articles of Association were approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia (currently Minister of Law and Human Rights) through decision letter No. Y.A.5/224/3 dated 30 June 1975 and was published in Supplementary No. 448 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 69 dated 29 August 1975.
Setelah pendiriannya, Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya perubahan yang penting adalah sebagai berikut:
After its establishment, the Bank’s Articles of Association have been amended several times, where such significant amendments are as follows:
Berdasarkan Akta No. 14 tanggal 11
Agustus 2008, yang dibuat oleh Notaris Stephanie Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar Bank dari Rp 400.000 (4.000.000.000 saham) menjadi Rp 600.000 (6.000.000.000 saham).
Penyesuaian Anggaran Dasar Bank sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dimana perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No.
AHU-53773.AH.01.02-Tahun 2008 tanggal 21 Agustus 2008 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 91 tanggal
11 November 2008, Tambahan Berita
Negara No. 23388.
Pursuant to Notarial Deed No. 14 dated 11
August 2008, by Notaris Stephanie
Wilamarta, S.H., Notary in Jakarta, regarding the increase of the Bank’s share capital from Rp 400,000 (4,000,000,000 shares) to Rp 600,000 (6,000,000,000 shares).
The amendment of the Bank’s Articles of Association in accordance with Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Entity, which amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its letter No. AHU-53773.AH.01.02-Year 2008 dated 21 August 2008 and was published in Supplement No. 23388 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 91 dated 11 November 2008.
Setelah perubahan tersebut di atas, perubahan terakhir anggaran dasar Bank berdasarkan akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa yang dibuat dihadapan notaris Fathiah Helmi S.H., No.43 tanggal 16 Maret 2012 mengenai perubahan
Anggaran Dasar dan perubahan susunan
Direksi dan Dewan Komisaris. Akta perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No. AH.01.10-13944 dan No. AHU-AH.01.10-13945 tanggal 23 April 2012.
a. Pendirian dan Informasi Umum Bank
(lanjutan)
a. Bank Establishment and General Information
(continued)
Kegiatan utama Bank adalah menjalankan usaha sebagai bank umum. Bank memperoleh ijin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.Kep-067/KM.17/1993 tanggal 7 April 1993.
The main activity of the Bank is conducting
commercial banking services. The Bank
obtained its license as a commercial bank based on the Decision Letter of Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. Kep-067/KM.17/1993 dated 7 April 1993.
Kantor Pusat Bank berlokasi di Jl. Buah Batu
No. 58, Bandung 40262 dengan jaringan
distribusi pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 sebagai berikut (tidak diaudit) :
The Bank’s head office is located at
Jl. Buah Batu No 58, Bandung 40262 with distribution network as at 30 June 2012 and 2011 as follows (unaudited):
2012 2011
Kantor Pusat 1 1 Head Office
Kantor Cabang 15 14 Branches
Kantor Cabang Pembantu 65 65 Sub-Branches
Kantor Kas 18 19 Cash Offices
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 42 42 Automatic Teller Machines (ATM)
Kas Mobil 3 3 Mobile Cash
Bank memulai kegiatan operasional usaha jasa kustodian pada tanggal 8 Oktober 2007 dan kegiatan operasional sebagai bank devisa mulai
tanggal 14 April 2008 masing-masing
berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (“BAPEPAM-LK”) No.
Kep-01/BL/Kstd/2007 tanggal 12 September 2007 dan berdasarkan Surat Keputusan Deputi
Gubernur Bank Indonesia Nomor:
10/2/KEP.DpG/2008 tanggal 22 Februari 2008.
The Bank started its custodian services on 8 October 2007 and foreign exchange operation on 14 April 2008 based on the Decision Letter of the Chairman of Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (“BAPEPAM-LK”) No. Kep-01/BL/Kstd/2007 dated 12 September 2007 and based on the Decision Letter of Deputy Governor of Bank Indonesia No.10/2/
KEP.DpG/2008 dated 22 February 2008,
respectively.
b. Penawaran umum saham dan penerbitan obligasi Bank
b. Public offering of the Bank’s shares and issudance of bonds
Penawaran umum saham perdana Initial public offering
Pada tanggal 4 Desember 2006, Bank
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM-LK melalui surat No.
S-3065/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum saham perdana atas 500.000.000 saham biasa Bank dengan nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham dengan harga penawaran saham sebesar Rp 115 (nilai penuh) per saham. Pada tanggal 15 Desember 2006, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) dengan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta
No. S-1192/BEJ-PSJ/12-2006 tanggal 12
Desember 2006.
On 4 December 2006, the Bank obtained the effective notification from the Chairman of the
BAPEPAM-LK through his letter No.
b. Penawaran umum saham dan penerbitan obligasi Bank(lanjutan)
b. Public offering of the Bank’s shares and issuance of bonds(continued)
Penawaran umum terbatas Limited public offering
Berdasarkan surat pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK No. S-10522/BL/2009 tanggal 8 Desember 2009, Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas I sejumlah 750.000.000 saham biasa baru dengan nilai nominal per saham Rp 100 (nilai penuh) per saham dengan harga penawaran Rp 140 (nilai penuh) per saham (lihat Catatan 22).
Based on the effective notification from
BAPEPAM-LK No. S-10522/BL/2009 dated
8 December 2009, the Bank undertook a Limited Public Offering I (Rights Issue I) issuing 750,000,000 new ordinary shares at par value per share of Rp 100 (full amount) per share and at an offering price of Rp 140 (full amount) per share (refer to Note 22).
Penerbitan obligasi Bank Saudara I Issuance of Bank Saudara Bonds I
Pada tanggal 27 September 2011, Bank
menerbitkan Obligasi Bank Saudara I. Obligasi ini ditawarkan sebesar nilai nominal, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan dinyatakan efektif berdasarkan Surat Keputusan Bapepam-LK pada tanggal 23 November 2011. Wali amanat dari penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk (lihat catatan 16).
On 27 September 2011, the Bank issued Bank Saudara Bonds I. The bonds were offered at its nominal value, listed in the Indonesia Stock Exchange and became effective based on
Bapepam-LK Decision Letter dated 23
November 2011. The trustee for the bonds is PT Bank Permata Tbk (refer to Note 16).
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Kepala Divisi Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan
c. Board of Commissioners, Board of Directors, Risk Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, Division Head of Internal Audit Unit, Corporate Secretary, and Employees
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi adalah sebagai berikut:
As at 30 June 2012 and 31 December 2011, the composition of the Board of Commissioners and board of Directors are as follows:
2012
Dewan Komisaris: Board of Commissioners:
Komisaris Utama Farid Rahman*) President Commissioner
Komisaris Independen Maskan Iskandar Independent Commissioner Komisaris Independen Ahmad Agus Setiadjaja Independent Commissioner
*) Sedang dalam proses fit and dan proper test In fit and proper test process *)
Dewan Direksi: Board of Directors:
Direktur Utama Madyantoro Purbo President Director
Direktur Kepatuhan dan Sumber
Daya Manusia Arief Budiman Compliance and Human Capital Director
Direktur Bisnis Denny Novisar Mahmuradi Business Director
Direktur Network dan Operasi Hardono Budi Prasetya Network and Operation Director 2011
Dewan Komisaris: Board of Commissioners:
Komisaris Utama Rd. Maulana Ibrahim President Commissioner
Komisaris Farid Rahman Commissioner
Komisaris Independen Maskan Iskandar Independent Commissioner Komisaris Independen Ahmad Agus Setiadjaja Independent Commissioner
Dewan Direksi: Board of Directors:
Direktur Utama Madyantoro Purbo President Director
Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya
Manusia Arief Budiman Compliance and Human Capital Director
Direktur Bisnis Denny Novisar Mahmuradi Business Director
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Kepala Divisi Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan(lanjutan)
c. Board of Commissioners, Board of Directors, Risk Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, Division Head of Internal Audit Unit, Corporate Secretary, and Employees
(continued)
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, susunan Komite Audit adalah sebagai berikut:
As at 30 June 2012 and 31 December 2011, the compositions of the Audit Committee are as follows:
2012 dan/and2011
Ketua Maskan Iskandar Chairman
Anggota Suharjadi Sunarja Member
Anggota Gasmara Tisnawinata Member
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, kepala Divisi Satuan Kerja Audit Internal adalah Bambang Sutidjo.
As at 30 June 2012 and 31 December 2011, the Division head of Internal Audit Unit is Bambang Sutidjo.
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, susunan Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut:
As at 30 June 2012 and 31 December 2011, the composition of the Risk Monitoring Committee are as follows:
2012
Ketua Ahmad Agus Setiadjaja Chairman
Anggota Gasmara Tisnawinata Member
Anggota Ratna Komara Member
2011
Ketua Ahmad Agus Setiadjaja Chairman
Anggota Franciskus Antonius Member
Anggota Gasmara Tisnawinata Member
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011, susunan Komite Remunerasi dan
Nominasi adalah sebagai berikut:
As at 30 June 2012 and 31 December 2011, the
composition of the Remuneration and
Nomination Committee are as follows:
2012
Ketua Maskan Iskandar Chairman
Anggota Farid Rachman Member
Anggota Ervy Sinoranti Member
2011
Ketua Maskan Iskandar Chairman
Anggota Rd. Maulana Ibrahim Member
Anggota Farid Rahman Member
Anggota Ervy Sinoranti Member
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, Sekretaris Perusahaan adalah Bambang Wisaksono.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Kepala Divisi Satuan Kerja Audit Internal, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan(lanjutan)
c. Board of Commissioners, Board of Directors, Risk Monitoring Committee, Remuneration and Nomination Committee, Division Head of Internal Audit Unit, Corporate Secretary, and Employees
(continued)
Jumlah karyawan pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebanyak 856 dan 701 orang (tidak diaudit).
The number of employees as at 30 June 2012 and 31 December 2011 are 856 and 701 employees (unaudited), respectively.
Jumlah gaji dan tunjangan Dewan Komisaris dan Komite Audit dan Dewan Direksi adalah sebagai berikut:
The total salaries and allowances paid to the Board of Commissioners and Audit Committee and Board of Directors are as follows:
30 Juni/
Dewan Komisaris Board of Commissioner
dan Komite Audit 1,218 877 and Audit Committee
Dewan Direksi 3,820 2,785 Board of Directors
Dewan Komisaris, Komite Audit dan Dewan Direksi merupakan personil manajemen kunci Bank.
Board of Commissioners, Audit Committee and Directors are key management personnel of the Bank.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICIES
Laporan keuangan Bank disusun oleh Dewan Direksi dan diselesaikan pada tanggal 15 Agustus 2012. Laporan keuangan disusun untuk pelaporan kepada Bapepam-LK untuk tujuan pelaporan berkala dan telah mengikuti peraturan Bapepam-LK seperti dijelaskan pada Catatan 2a.
The financial statements of the Bank were prepared by the Board of Directors and completed on 15 August 2012. These financial statements have been prepared for submission to Bapepam-LK for the purpose of regular reporting and have followed the requirements from Bapepam-LK as described in Note 2a.
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah seperti dijabarkan di bawah ini:
The principal accounting policies adopted in
preparing the financial statements are set out below:
a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of the financial statements
Laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 disusun sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, termasuk Pedoman Akuntansi
Perbankan Indonesia (“PAPI”) 2008, serta Peraturan No. X.K.2 tentang “Penyampaian
Laporan Keuangan Berkala Emiten atau
Perusahaan Publik” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-346/BL/2011 tanggal 5 Juli 2011, dan Surat Edaran Ketua Bapepam-LK No. SE-02/BL/2008 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi, dan Perbankan”
The financial statements for the six-month period ended 30 June 2012 and 2011 and for
the year ended 31 December 2011 were
prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards which include
the Accounting Guidelines for Indonesian
Banking Industry (“PAPI”) 2008, and Regulation
No. X.K.2 regarding “Regular Financial
Statements Submission by Issuer or Public Company” included in the Appendix of the Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-346/BL/2011 dated 5 July 2011, and Circular Letter of Chairman of the Bapepam-LK No. SE-02/BL/2008 regarding “Guidelines for
Financial Statements Preparation and
a. Dasar penyusunan laporan keuangan
(lanjutan)
a. Basis of preparation of the financial statement(continued)
Laporan keuangan disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (jika ada), yang diukur pada nilai wajar.
Laporan keuangan disusun berdasarkan
akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas.
The financial statements have been prepared under the historical cost convention, except for financial assets classified as available for sale, and financial assets and liabilities held at fair value through profit and loss statement (if any), which are measured at fair value. The financial statements are prepared under the accrual basis of accounting, except for statement of cash flows.
Laporan arus kas disusun menggunakan
metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
The statement of cash flows is prepared based on direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain dan investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash equivalents include cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks and other short term highly liquid investments with original maturities of 3 (three) months or less from the acquisition date, as long as they are not being pledged as collateral for borrowings or restricted.
Laporan keuangan dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang pelaporan Bank. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam
jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali
dinyatakan secara khusus.
The financial statements are presented in Rupiah, which is the reporting currency of the Bank. Figures in these financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah, unless otherwise stated.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi:
- nilai aset dan liabilitas dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas
kontinjensi pada tanggal laporan
keuangan;
- jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin
berbeda dengan jumlah yang diestimasi
semula.
The preparation of financial statements in conformity with Financial Accounting Standards requires the use of estimates and assumptions that affects:
- the reported amounts of assets and
liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of financial statements;
- the reported amounts of revenues and
expenses during the reporting period.
Although these estimates are based on
management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates.
Secara khusus, informasi mengenai hal-hal signifikan yang terkait dengan ketidakpastian taksiran dan pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan dijelaskan dalam Catatan 3.
b. Perubahan kebijakan akuntansi yang signifikan
b. Changes in significant accounting policies
Standar akuntansi yang baru New accounting standards
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah melakukan revisi atas beberapa standar akuntansi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2012 sebagai berikut:
Financial Accounting Standard Board of
Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI) has issued revision of the following accounting standards which effective as at 1 January 2012:
- PSAK 10 (Revisi 2010) – Pengaruh
Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing, - PSAK 13 (Revisi 2011) – Properti Investasi, - PSAK 16 (Revisi 2011) – Aset Tetap, - PSAK 18 (Revisi 2010) – Akuntansi dan
Pelaporan berdasarkan Program Manfaat Pensiun,
- SFAS 10 (Revised 2010) – The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates,
- SFAS 13 (Revised 2011) – Investment
Property,
- SFAS 16 (Revised 2011) – Fixed Assets, - SFAS 18 (Revised 2010) – Accounting and
Reporting by Retirement Benefits Plan,
- PSAK 24 (Revisi 2010) – Imbalan Kerja, - SFAS 24 (Revised 2010) – Employee
Benefits,
- PSAK 26 (Revisi 2011) – Biaya Pinjaman, - SFAS 26 (Revised 2011) – Borrowings
Cost, - PSAK 28 (Revisi 2010) – Akuntansi untuk
Asuransi Kerugian,
- SFAS 28 (Revised 2010) – Accounting for Loss Insurance,
- PSAK 30 (Revisi 2011) – Sewa, - SFAS 30 (Revised 2011) – Leases,
- PSAK 33 (Revisi 2010) – Akuntansi untuk Pertambangan,
- SFAS 33 (Revised 2010) – Accounting for General Mining,
- PSAK 34 (Revisi 2010) – Kontrak
Konstruksi,
- SFAS 34 (Revised 2010) – Construction
Contracts,
- PSAK 36 (Revisi 2010) – Akuntansi
Asuransi Jiwa,
- SFAS 36 (Revised 2010) – Accounting for Life Insurance,
- PSAK 45 (Revisi 2010) – Laporan
Keuangan untuk Organisasi Nirlaba,
- SFAS 45 (Revised 2010) – Financial
Reporting for Non-Profit Organisation,
- PSAK 46 (Revisi 2010) – Pajak
Penghasilan,
- SFAS 46 (Revised 2010) – Income Taxes,
- PSAK 50 (Revisi 2010) – Instrumen
Keuangan: Penyajian,
- SFAS 50 (Revised 2010) – Financial
Instrument: Presentation,
- PSAK 53 (Revisi 2010) – Pembayaran
Berbasis Saham,
- SFAS 53 (Revised 2010) – Share-Based
Payment,
- PSAK 55 (Revisi 2011) – Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
- SFAS 55 (Revised 2011) – Financial
Instrument: Recognition and Measurement,
- PSAK 56 (Revisi 2011) – Laba per Saham, - SFAS 56 (Revised 2011) – Earnings per
Share,
- PSAK 60 (Revisi 2010) – Instrumen
Keuangan: Pengungkapan,
- SFAS 60 (Revised 2010) – Financial
Instruments: Disclosures, - PSAK 61 (Revisi 2010) – Akuntansi Hibah
Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah,
- SFAS 61 (Revised 2010) – Accounting for
Government Grants and Disclosure of
Government Assistance,
b. Perubahan kebijakan akuntansi yang signifikan(lanjutan)
b. Changes in significant accounting policies
(continued)
Standar akuntansi yang baru(lanjutan) New accounting standards(continued)
- PSAK 63 – Pelaporan Keuangan dalam
Ekonomi Hiper Inflasi,
- PSAK 64 (Revisi 2010) – Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Alam,
- SFAS 63 – Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies,
- SFAS 64 (Revised 2010) – Exploration and Evaluation of Mineral Resources,
- PSAK 109 – Akuntasi Zakat dan
Infak/Sedekah,
- SFAS 109 – Accounting of Zakat and
Infak/Sedekah,
- Pencabutan PSAK (PPSAK) 7, PPSAK 8,
PPSAK 9 dan PPSAK 11,
- Revocation of SFAS 7, Revocation of SFAS 8, Revocation of SFAS 9 and Revocation of SFAS 11,
- ISAK 13 – Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri,
- Interpretation of SFAS 13 – Hedge of Net Investment in a Foreign Operation,
- ISAK 15 – Batas Aset Imbalan Pasti,
Persyaratan Minimum dan Interaksinya,
- Interpretation of SFAS 15 – The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction,
- ISAK 16 – Pengelolaan Jasa Konsesi, - Interpretation SFAS 16 – Services
Concession Agreements, - ISAK 18 – Bantuan Pemerintah – Tidak
Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi,
- Interpretation of SFAS 18 – Government
Assistance – No Specific Relation with the Operating Activities,
- ISAK 19 – Penerapan Pendekatan
Penyajian Kembali pada PSAK 63,
- Interpretation SFAS 19 – Applying the
Restatement Approach under SFAS 63, - ISAK 20 – Pajak Penghasilan – Perubahan
Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya.
- Interpretation of SFAS 20 – Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders.
- ISAK 22 – Perjanjian Konsensi Jasa:
Pengungkapan.
- Interpretation of SFAS 22 – Service
Contention Agreement: Disclosure.
- ISAK 23 – Sewa Operasi Insentif. - Interpretation of SFAS 23 – Incentive
Operation Rental. - ISAK 24 – Evaluasi Substansi Beberapa
Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa.
- Interpretation of SFAS 24 – Substance of Transaction which Involving a Rental Legal Form Evaluation.
- ISAK 25 – Hak Atas Tanah. - Interpretation of SFAS 25 – Rights of Land.
- ISAK 26 – Penilaian Ulang Derivatif
Melekat.
- Interpretation of SFAS 26 – Re-valuation of Embedded Derivatives.
Berikut ini adalah dampak atas perubahan standar akuntansi di atas yang relevan dan berdampak terhadap laporan keuangan Bank:
The followings are the changes impacted by the above new standards that are relevant and has impact to the Bank’s financial statements:
PSAK 60 (Revisi 2010): “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
SFAS 60 (Revised 2010) : “Financial
Instruments: Disclosures”
PSAK 60 (Revisi 2010) mensyaratkan
pengungkapan yang lebih ekstensif atas risiko keuangan apabila dibandingkan dengan PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”. Pengungkapan tersebut adalah sebagai berikut:
SFAS 60 (Revised 2010) requires more
extensive disclosure of the entity’s financial risk management compared to SFAS 50 (Revised 2006), “Financial Instruments: Presentation and
Disclosures”. The requirements, amongst
b. Perubahan kebijakan akuntansi yang signifikan(lanjutan)
b. Changes in significant accounting policies
(continued)
Standar akuntansi yang baru(lanjutan) New accounting standards(continued)
PSAK 60 (Revisi 2010): “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” (lanjutan)
SFAS 60 (Revised 2010) : “Financial
Instruments: Disclosures” (continued)
a. Instrumen keuangan yang signifikan atas posisi keuangan dan performa entitas. Pengungkapan ini sejalan dengan PSAK 50 (Revisi 2010).
a. The significance of financial instruments for
an entity’s financial position and
performance. These disclosures
incorporate many of the requirements
previously in SFAS 50 (Revised 2010) .
b. Informasi kualitatif dan kuantitatif atas eksposur risiko yang timbul dari instrumen
keuangan, termasuk pengungkapan
minimum atas risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Pengungkapan kualitatif menjelaskan tujuan manajemen, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko tersebut. Pengungkapan kuantitatif menjelaskan informasi tentang batas risiko yang dihadapi entitas, berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal kepada personel manajemen kunci.
b. Qualitative and quantitative information
about exposure to risks arising from
financial instruments, including specified minimum disclosures about credit risk, liquidity risk and market risk. The qualitative
disclosures describe management’s
objectives, policies and processes for managing those risks. The quantitative disclosures provide information about the extent to which the entity is exposed to risk, based on information provided internally to the entity’s key management personnel.
PSAK 60 (Revisi 2010) berlaku secara
prospektif sejak tanggal 1 Januari 2012 (lihat Catatan 38 untuk pengungkapan terkait PSAK ini).
SFAS 60 (Revised 2010) is applied
prospectively since 1 January 2012 (refer to Note 38 for the disclosure of this SFAS).
c. Instrumen keuangan c. Financial instruments
PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011)
SFAS 50 (Revised 2010) and SFAS 55 (Revised 2011)
PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55
(Revisi 2006), “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran” diterapkan secara prospektif sejak 1 Januari 2010 sesuai dengan ketentuan transisi atas standar tersebut.
SFAS 50 (Revised 2006) “Financial
Instruments: Presentation and Disclosures” and
SFAS 55 (Revised 2006) “Financial
Instruments: Recognition and Measurement” are prospectively implemented since 1 January
2010 in accordance with the transitional
provisions of the standards.
Cadangan kerugian penurunan nilai dalam laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2012 dan 2011 telah disusun berdasarkan PSAK 50 (Revisi 2010) dan PSAK 55 (Revisi 2011) yang tidak memiliki perbedaan signifikan dengan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006).
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(i) Aset keuangan (i) Financial assets
Bank mengklasifikasikan aset
keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan
perolehan aset keuangan tersebut.
Manajemen menentukan klasifikasi aset
keuangan tersebut pada saat awal
pengakuannya.
The Bank classifies its financial assets in the following categories of (a) financial assets at fair value through profit and loss, (b) loans and receivables, (c) held to maturity financial assets, and (d) available for sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets are acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition.
(A) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(A) Financial assets at fair value through profit or loss statement
Kategori ini terdiri dari dua
sub-kategori: aset keuangan
diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh Bank untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
The category comprises two
subcategories: financial assets
classified as held for trading, and financial assets designated by the Bank as at fair value through profit or loss upon initial recognition.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam
kelompok diperdagangkan jika
diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat atau jika
merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek (short term profit taking) yang terkini.
A financial asset is classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term or if it is part of a portfolio of identified financial instruments that are managed
together and for which there is
evidence of a recent actual pattern of short term profit-taking.
Instrumen keuangan yang
dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya pada saat pengakuan awal; biaya transaksi (jika ada) diakui secara langsung ke dalam laporan laba rugi komprehensif. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan diakui
di dalam laporan laba rugi
komprehensif dan dicatat
masing-masing sebagai
“Keuntungan/(kerugian) dari
perubahan nilai wajar instrumen
keuangan” dan
“Keuntungan/(kerugian) dari
penjualan instrumen keuangan”. Pendapatan bunga dari instrumen
keuangan dalam kelompok
diperdagangkan dicatat sebagai “Pendapatan bunga”.
Financial instruments included in this category are recognised initially at fair value; transaction costs (if any) are taken directly to the statement of
comprehensive income. Gains and
losses arising from changes in fair value and sales of these financial instruments are included directly in the statement of comprehensive income
and are reported respectively as
“Gains/(losses) from changes in fair value of financial instruments” and “Gains/(losses) from sale of financial
instruments”. Interest income on
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(i) Aset keuangan(lanjutan) (i) Financial assets(continued)
(A) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (lanjutan)
(A) Financial assets at fair value through profit or loss statement (continued)
Perubahan nilai wajar atas aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diakui sebagai “Keuntungan bersih atas perubahan nilai wajar instrumen keuangan”.
Fair value changes relating to financial assets designated at fair value through profit or loss are recognised in “Net gains on changes in fair value of financial instruments”.
(B) Pinjaman yang diberikan dan piutang (B) Loans and receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
yang dimaksudkan oleh Bank
untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan dalam kelompok
tersedia untuk dijual; atau
dalam hal mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.
Loans and receivables are
non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than:
those that the Bank intends to sell immediately or in the short term, which are classified as held for trading, and those that the entity upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss statement;
those that the Bank upon initial
recognition designates as
available for sale; or
those for which the Bank may not recover substantially all of its initial investment, other than because of
loans and receivables
deterioration.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif.
Pendapatan dari aset keuangan
dalam kelompok pinjaman yang
diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi komprehensif dan dilaporkan sebagai ‘Pendapatan bunga’.
Loans and receivables are initially
recognised at fair value plus
transaction costs (if any) and
subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Interest income on financial
assets classified as loans and
receivables is included in the statement
of comprehensive income and is
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(i) Aset keuangan(lanjutan) (i) Financial assets(continued)
(B) Pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan)
(B) Loans and receivables (continued)
Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang,
dan bebannya diakui di dalam
laporan laba rugi komprehensif
sebagai “Cadangan kerugian
penurunan nilai aset keuangan”.
In the case of impairment, the
impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loan and receivables and the impairment loss is recognised in the statement of comprehensive income as “Allowance for impairment losses of financial assets”.
(C) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo
(C) Held-to-maturity financial assets
Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset
keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan jatuh temponya telah
ditetapkan, serta Manajemen
mempunyai niat positif dan
kemampuan untuk memiliki aset
keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali:
investasi yang pada saat
pengakuan awal ditetapkan
sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
investasi yang ditetapkan oleh Bank dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan
investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or
determinable payments and fixed
maturities that the Management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than:
those that the Bank upon initial recognition designates as at fair
value through profit or loss
statement;
those that the Bank designates as available for sale; and
those that meet the definition of loans and receivables.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan
selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan
menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari investasi dimiliki hingga jatuh tempo dicatat
dalam laporan laba rugi
komprehensif dan diakui sebagai
“pendapatan bunga”. Ketika
penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui didalam laporan keuangan
sebagai “Cadangan kerugian
penurunan nilai”.
These financial assets are initially recognised at fair value including
transaction costs (if any) and
subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method.
Interest income on held-to-maturity
investments is included in the
statement of comprehensive income and reported as “interest income”. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the investment
and recognised in the financial
statements as “Allowance for
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(i) Aset keuangan(lanjutan) (i) Financial assets(continued)
(D) Aset keuangan tersedia untuk dijual (D) Available-for-sale financial assets
Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan
atau piutang, investasi yang
diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Available-for-sale investments are financial assets that are intended to be held for definite period of time, which may be sold in response to needs for liquidity or changes in interest rates,
exchange rates or that are not
classified as loans and receivables,
held-to-maturity investments or
financial assets at fair value through profit or loss.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana keuntungan atau kerugian diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih
kurs, hingga aset keuangan
dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual
mengalami penurunan nilai,
akumulasi laba atau rugi yang
sebelumnya diakui sebagai
pendapatan komprehensif lainnya,
diakui pada laporan laba rugi
komprehensif. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau
kerugian yang timbul akibat
perubahan nilai tukar dari aset
moneter yang diklasifikasikan
sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi komprehensif .
Available-for-sale financial assts are initial recognised at fair value, plus
transaction costs (if any) and
measured subsequently at fair value with gains and losses being recognised
as other comprehensive income,
except for impairment losses and
foreign exchange gains and losses,
until the financial assets is
derecognised. If an available-for-sale financial asset is determined to be impaired, the cummulative gain or loss
previously recognised as other
comprehensive income is recognised in the profit or loss. Interest income is calculated using the effective interest method and foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available-for-sale are recognised in
the statement of comprehensive
income.
(E) Pengakuan (E) Recognition
Bank menggunakan akuntansi
tanggal transaksi untuk mencatat transaksi aset keuangan yang lazim (reguler).
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(ii) Liabilitas keuangan (ii) Financial liabilities
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
The Bank classifies its financial liabilities in the category of (a) financial liabilities at fair value through profit or loss and (b) financial liabilities measured at amortised cost.
(A) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(A) Financial liabilities recorded at fair value through profit or loss statement
Kategori ini terdiri dari dua
sub-kategori: liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai
diperdagangkan dan liabilitas
keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh Bank untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Pada saat pengakuan awal dan selanjutnya dicatat pada nilai wajar.
This category comprises two sub-categories: financial liabilities classified as held for trading, and financial liabilities designated by Bank as at fair value through profit or loss upon initial recognition. At the initial and subsequent recognition, this is recorded at its fair value.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan
sebagai diperdagangkan jika
diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari
portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.
A financial liability is classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term or if it is part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai ”Keuntungan/(kerugian) dari perubahan nilai wajar instrumen
keuangan”. Beban bunga dari
liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dicatat di dalam “Beban bunga”.
Gains and losses arising from
changes in fair value of financial liabilities classified held for trading are included in the comprehensive income statement and are reported as “Gains/(losses) from changes in fair value of financial instruments”.
Interest expenses on financial
liabilities held for trading are included in “Interest expenses”.
Perubahan nilai wajar terkait dengan liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi diakui di dalam
“Keuntungan/(kerugian) dari
perubahan nilai wajar instrumen keuangan”.
Fair value changes relating to
c. Instrumen keuangan(lanjutan) c. Financial instruments(continued)
(ii) Liabilitas keuangan(lanjutan) (ii) Financial liabilities(continued)
(B) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
(B) Financial liabilities at amortised cost
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Financial liabilities that are not classified as at fair value through profit and loss fall into this category and are measured as amortised cost.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada).
Financial liabilities at amortised cost are initially recognised at fair value plus transaction costs (if any).
Setelah pengakuan awal, Bank
mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
After initial recognition, the Bank measures all financial liabilities at amortised cost using effective interest rate method.
(iii) Penentuan nilai wajar (iii) Determination of fair value
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada
tanggal laporan posisi keuangan
menggunakan harga yang dipublikasikan secara rutin dan berasal dari sumber yang terpercaya, seperti quoted market price dari Bloomberg dan Reuters atau broker’s quoted price.
The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the date of statement of financial position such quoted market prices from Bloomberg and Reuters or broker’s quoted price.
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi
tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang
besar antara harga penawaran dan
permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini.