• Tidak ada hasil yang ditemukan

job 1 praktik diagnosispengapian konvensional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "job 1 praktik diagnosispengapian konvensional"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

FAKULTAS TEKNI K UNI VERSI TAS NEGERI YOGYAKARTA

D3 & S1 OTOMOTI F

DI AGNOSI S KENDARAAN

JOB 1

SI STEM PENGAPI AN KONVENSI ONAL

4 X 50 mnt TUJUAN :

Setelah Selesai praktik diharapkan siswa dapat :

1. Mengidentifikasi jenis gangguan pada Sistem Pengapian Konvensional. 2. Mengidentifikasi penyebab gangguan pada Sistem Pengapian Konvensional. 3. Mengatasi gangguan pada Sistem Pengapian Konvensional.

ALAT DAN BAHAN :

1. Stand Mesin Bensin dengan pengapian konvensional 2. Tool box

3. Multitester 4. Engine Tuner

LANGKAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA :

1. Bacalah job sheet/ lembar kerja agar tidak terjadi kesalahan dalam praktik. 2. Gunakan alat sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.

3. Laporlah pada dosen pembimbing saudara jika akan melakukan pekerjaan yang tidak ada dalam uraian job sheet.

LANGKAH KERJA :

1. Persiapkan alat dan bahan praktek serta tempat praktik yang aman dan nyaman. 2. Cek keadaan awal mesin yang meliputi : kapasitas oli mesin, air pendingin, air accu

serta komponen mesin yang lain. Jika terjadi kerusakan komponen mesin segera catat dan laporkan kepada dosen pembimbing anda.

(2)

4. Analisalah kemungkinan terjadinya gangguan awal pada mesin. Catat dan laporkan

pada instruktur/ dosen pembimbing.

a. Analisa pengaruh sudut pengapian terhadap kinerja mesin :

1). Stel saat pengapian sesuai spesifikasi : 8° s.d. 10° engkol. Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm.

2). Stel saat pengapian mundur dengan memutar distributor berlawanan arah rotor hingga diperoleh sudut pengapian : 0° engkol. Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm. Catat gejala yang timbul pada suara mesin dan kinerja mesin.

3). Stel saat pengapian maju dengan memutar distributor berlawanan arah rotor hingga diperoleh sudut pengapian : 20° engkol. Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm. Catat gejala yang timbul pada suara mesin dan kinerja mesin.

4). Bedakan gejala yang timbul dengan memajukan dan memundurkan sudut saat pengapian. Analisalah proses terjadinya gejala tersebut. Kembalikan sudut saat pengapian sesuai spesifikasi hingga mesin bekerja dengan normal

b. Analisa pengaruh sudut dw ell terhadap kinerja mesin :

1). Stel sudut dwell sesuai spesifikasi : 50° s.d. 54° . Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm.

2). Stel sudut dwell : 30° dengan merenggangkan celah platina. Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm. Catat gejala yang timbul pada suara mesin dan kinerja mesin.

(3)

4). Bedakan gejala yang timbul dengan memperbesar dan memperkecil sudut dwell. Analisalah proses terjadinya gejala tersebut. Kembalikan sudut dwell sesuai spesifikasi hingga mesin bekerja dengan normal. c. Analisa pengaruh koil terhadap kinerja mesin :

1). Stel sudut dwell sesuai spesifikasi : 50° s.d. 54° . Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm.

2). Stel sudut dwell : 30° dengan merenggangkan celah platina. Perhatikan suara mesin dan kinerja mesin. Tambah putaran mesin hingga diperoleh putaran 2000 rpm. Catat gejala yang timbul pada suara mesin dan kinerja mesin.

d. Analisa pengaruh kabel koil terhadap kinerja mesin : e. Analisa pengaruh kondensor terhadap kinerja mesin : f. Analisa pengaruh busi terhadap kinerja mesin :

5. Latihan trouble shooting pada Sistem Pengapian Konvensional :

6. Bersihkan tempat kerja, mesin dan alat seperti semula. Kembalikan dan rapikan

mesin pada tempat semula (kedudukan mesin berdasarkan nomor urut).

7. Buatlah laporan praktek dengan data yang saudara peroleh pada saat melakukan praktik.

TUGAS :

1. Buatlah Laporan Praktik dikumpulkan pada waktu praktik minggu berikutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari tabel 2 terlihat besarnya energi pada setiap putaran mesin, jika dilihat dari kerja yang dihasilkan (36.63 kW) kita akan mengasumsikan bahwa putaran mesin pada 3302 rpm

Pada putaran 900 rpm konsumsi bahan bakar mesin dengan sistem injeksi (setelah modifikasi) sedikit lebih tinggi dari pada mesin dengan sistem konvensional (sebelum

dapat disimpulkan bahwa pada saat menggunakan timing pengapian modifikasi – 1 (20 0 ) untuk nilai daya tertinggi dari berbagai variasi jarum skep terjadi pada putaran 7000

Selanjutnya torsi akan menurun dengan terus bertambahnya putaran mesin, namun penurunan torsi tidak terlalu signifikan, sehingga pada putaran mesin 7560 rpm dapat

Dari tabel 2 terlihat besarnya energi pada setiap putaran mesin, jika dilihat dari kerja yang dihasilkan (36.63 kW) kita akan mengasumsikan bahwa putaran mesin pada 3302 rpm

Hal ini disebabkan karena pengapian semi elektronik double trigger memiliki tingkat loncatan bunga api lebih besar pada setiap putaran mesin sehingga proses pembakaran di dalam ruang

Spesifikasi mesin ayak tersebut sebagai berikut, memiliki 2 saluran hasil ayak, saringan ayak dapat diganti, saringan digerakan lengan ayun, pengerak dinamo 3/4 hp, putaran 1400 rpm,

TIPS AND TRICK MEREKAM VIDEO DENGAN SMARTPHONE Siapkan kapasitas penyimpanan yang besar 01 Perhatikan posisi smartphone 02 Perhatikan cahaya dan suara sekitar saat akan merekam