• Tidak ada hasil yang ditemukan

104447 AKJ 26 November 2004 Diskusi Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "104447 AKJ 26 November 2004 Diskusi Pendidikan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH APA KABAR JOGJA

No Kaset : AKJ 129

Judul : Diskusi pendidikan

Lokasi : Gedung PWI Gambiran

Reporter & Camerawan : helmi dan yogi Tanggal Liputan : 30 NOVEMBER 2004

ACC

Redaktur Narator Editor

Naskah Apa Kabar Jogja Page 1 29/10/2010

Hal yang sangat diperlukan/ untuk mengubah nasib suatu bangsa adalah pendidikan// Sayangnya/

sampai saat ini/ nasib pendidikan nasional di Indonesia kurang diperhatikan// Pendidikan yang

berkualitas sepertinya masih jauh dari jangkauan// Sistem pendidikan nasional dengan segala

kelemahannya baik pada kurikulum/ tenaga pengajar/ serta sarana dan prasarana/ ditambah

dengan biaya pendidikan yang mahal/ mengindikasikan pendidikan belum tergarap dengan baik//

Hal ini mengarah pada sistem dan strategi pendidikan/ yang tidak berorientasi kepada kekuatan

dan kepentingan rakyat//

Dengan alasan inilah/ sebuah diskusi yang mengambil tema pendidikan berkualitas untuk semua/

digelar pagi tadi di gedung PWI di Gambiran/ Jogjakarta// Nuki Nugroho/ selaku keynote

speakernya/ menyatakan/ rendahnya kualitas pendidikan nasional/ menyebabkan ketidak

mampuan kita dalam mengelola kekayaan alam yang ada diatas dan dibawah permukaan bumi//

Akibatnya/ bukan kesejahteraan yang diperoleh/ akan tetapi kemiskinan yang dihadapi oleh

bangsa yang kaya raya ini//

---statement:---

Nuki Nugroho (Pembicara)

Note: Pendidikan kerakyatan…kekuatan rakyat….kepentingan rakyat…

Oleh karena itu/ pendidikan nasional harus mampu mendidik manusia Indoneisa untuk menjadi

individu yang profesional/ yang dapat mengerti apa yang dikuasai/ mampu untuki berperan/ dan

dapat menggunakannya untuk kepentingan orang banyak// Pendidikan berkualitas harus

mencakup kurikulum yang baik/ tenaga pengajar yang handal/ sarana dan prasarana yang cukup/

manajemen pendidikan yang bagus/ dan pengawasan oleh masyarakat//

Referensi

Dokumen terkait

PLKB/PKB harus berlatar belakang pendidikan S-l ke atas namun keberhasilan program BKKBN sampai saat ini tidak mengalami peningkatan, terutama masalah yang berkaitan dengan

Dalam rangka mewujudkan cita-cita pendidikan nasional, sampai saat ini Pemerintah masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan, baik permasalahan yang bersifat internal maupun

Universiti Press, 1975)... kehidupan masyarakat yang sudah maju. Pembentukan Sistem Pendidikan Nasional sampai saat ini masih belum selesai dan patut dipertanyakan

Sampai saat ini tercatat ada 74 perpustakaan khusus yang pembinaan dan pengelolaannya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional yang tersebar di seluruh Indonesia,

Sampai saat ini masalah yang paling mendasar dalam sistem pendidikan nasional adalah efisiensi dalam manajemen pendidikan. Oleh karena itu berbagai ukuran efisiensi

Universiti Press, 1975)... kehidupan masyarakat yang sudah maju. Pembentukan Sistem Pendidikan Nasional sampai saat ini masih belum selesai dan patut dipertanyakan

Arus perubahan zaman terus terjadi. Salah satunya adalah dibidang Pendidikan. Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak statis, melainkan Pendidikan merupakan hal yang dinamis. Pendidikan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Tentunya, hal ini membawa perubahan baik sistem maupun dalam landasan pendidikan. Tetapi, saat ini terdapat teori-teori serta kebijakan Pendidikan di Indonesia yang malah mengikuti teori-teori yang sudah ada. Untuk itu, perlu adanya penentuan landasan Pendidikan yang sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam tulisan-tulisannya. Penulisan karya ini berdasarkan dengan studi pustaka dengan menggunakan berbagai sumber yang relevan. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan dan mengidentifikasi pemikiranpemikiran Ki Hajar Dewantara sebagi tujuan akhirnya adalah ditemukannya sebuah solusi untuk kebijakan Pendidikan nasional yang sesuai dengan pribadi

Perjalanan pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perjuangan para tokoh nasional. Salah satunya yang paling terkenal dengan pemikirannya adalah Ki Hajar Dewantara (KHD). Berangkat dari pengalaman pribadi dan kepekaan beliau terhadap sistem pendidikan di tanah air yang masih mengadopsi sistem pendidikan Hindia Belanda pada saat itu, beliau hadir dengan mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa pada 03 Juli 1922 di Yogyakarta untuk menciptakan pendidikan yang humanis dan berdasarkan kepribadian bangsa. Perguruan ini mengutamakan peran guru sebagai pamong untuk menjalankan semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani”. Sampai saat ini semboyan tersebut masih digaungkan untuk mencapai tujuan pendidikan