• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Televisi sebagai salah satu produk teknologi dalam bidang komunikasi telah lama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. Televisi sebagai salah satu produk teknologi dalam bidang komunikasi telah lama"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Televisi sebagai salah satu produk teknologi dalam bidang komunikasi telah lama hadir ditengah-tengah kehidupan manusia. Sebagai produk budaya dan teknologi, kehadirannya akan terus bertambah dan meningkat seiring berjalannya waktu. Pesawat televisi bukan barang mewah lagi, tetapi sudah merupakan kebutuhan setiap orang dalam keluarga. Televivi merupakan salah satu media komunikasi massa dan media massa pun ikut mengalami perkembangan. Perkembangan di media massa tersebut dapat dilihat dari semakin cepatnya penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Semua media massa umumnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu; fungsi informatif, artinya melalui isinya seseorang dapat mengetahui dan memahami sesuatu hal. Fungsi edukatif, artinya isinya dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan moral seseorang, dengan kata lain sebagai alat yang mendidik. Fungsi entertaintment, yakni melalui isinya seseorang akan merasa terhibur. Informasi tersebut dapat tersebar melalui beberapa media sebagai perantaranya, seperti radio, koran, televisi, internet dan lainnya. Itulah sebabnya sebuah informasi dapat tersebar secara cepat dan luas kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menyebabkan perkembangan pada media massa adalah sifat masyarakat yang memiliki ketergantungan dan kebutuhan akan informasi. Masyarakat selalu berusaha untuk mencari informasi yang cepat dan akurat dari sumber lainnya ataupun media elektronik yang ada. Saat ini media tidak hanya memberikan informasi saja tetapi sekaligus juga memberikan hiburan dan pendidikan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Meningkatnya kebutuhan informasi dan hiburan ini membuka peluang

(2)

bagi para televisi untuk menunjukan serta membuktikan kepada masyarakat indonesia bahwa televisi mampu memberikan informasi yang menjadi pendidikan, hiburan, serta memberikan suatu pengaruh yang positif kepada masyarakat.

Televisi menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari media massa, karena televisi menjadi sarana informasi dan hiburan bagi masyarakat yang menampilkan gambar dan suara. Program televisi yang saat ini disukai oleh masyarakat salah satunya yaitu program informasi yang menghibur sekaligus menambah pengetahuan masyarakat. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat kita seiring dengan perkembangan media audio (radio dan televisi) yang dapat diterima oleh masyarakat. Munculnya berbagai program informatif menjadikan program tersebut selalu dinantikan oleh masyarakat yang ingin mendapatkan informasi-informasi yang terbaru dan unik yang terjadi disekeliling kita.

Dunia pertelevisian di indonesia saat ini menunjukan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan munculnya banyak stasiun televivi swasta yang memberikan kebebasan kepada masyarakat dan penontonnya untuk bebas memilih program yang sesuai dengan kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pemilik stasiun televisi untuk berlomba membuat suatu program acara yang bermanfaat dan bisa menarik minat penonton dan masyarakat agar menyaksikan program acara yang di stasiun televisi mereka. Saat ini program yang sedang banyak diminati masyarakat adalah program informatif.

Program feature adalah sebuah program acara yang membahas suatu pokok bahasan, satu tema, diungkapkan lewat berbagai pandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara kritis, dan disajikan dengan berbagai format.

(3)

Feature merupakan satu program. Oleh karena itu diperlukan penghubung atau link untuk menghubungkan format yang satu dengan lainnya.

Dalam penelitian ini penulis lebih memfokuskan pada program informatif yaitu program acara yang lebih banyak memberikan informasi-informasi yang unik dan masih jarang diketahui oleh masyarakat luas yang terjadi di berbagai negara di dunia. Program acara ini dikemas dengan cara dan konsep yang berbeda dan dengan kreatifitas yang menarik sehingga program acara ini layak disaksikan.

Program informasi biasanya banyak ditampilkan di televisi seperti program talk show atau program dokumenter, dan lainnya. Untuk program informatif seperti ini biasanya diproduksi oleh stasiun televisi itu sendiri. Hal tersebut bukan hanya dilakukan oleh satu stasiun televisi saja, ada beberapa program sejenis ini yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi yang berbeda, karena minat yang tinggi dari masyarakat akan sebuah program informatif. Akan tetapi walaupun jenis acara tersebut sama, jelas masing-masing mempunyai daya tarik dan kreatifitas serta konten yang berbeda-beda.

Hal ini ternyata juga menarik minat sebuah stasiun televisi swasta, yaitu RCTI . stasiun televisi ini mempunyai visi menjadi media utama hiburan dan informasi. Itu sebabnya RCTI ingin selalu memberikan program-program yang baru yang benar-benar bisa menghibur masyarakat yang menyaksikannya. Salah satunya dengan adanya program acara For Your Information (FYI) di RCTI. Program acara ini dikemas bukan saja hanya memberikan informasi semata tetapi sekaligus menjadi program hiburan, karena format program acara ini berbeda dari program lainnya. Informasi-informasi yang diberikan dalam program ini bukan informasi sembarangan, tetapi informasi tersebut juga melalui proses pemilihan sehingga menghasilkan informasi yang benar-benar bermanfaat.

(4)

Program acara For Your Information di RCTI, mulai di tayangkan pada tanggal 5 April 2012, setiap hari Kamis dan Jumat, Pukul 17.30 wib.

Program ini bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan bagi audiens- nya. Format program FYI ini menampilkan video-video atau foto-foto mengenai berbagai informasi yang unik, dan didukumg dengan latar belakang suara (Voice Over) seorang wanita yang menjelaskan lebih detail mengenai video atau foto dari info-info tersebut. Adapun sebutan/panggilan akrab seorang pengisi suara (voice over) tersebut dengan nama “Miss Kepo.

Kadangkala kita tidak pernah tahu, bagaimana suatu program acara televisi yang kita saksikan dapat diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, dan siapa saja yang ada dibelakang terciptanya suatu program. Mungkin banyak orang yang sudah mengenal dan mengetahui adanya produser. Namun, apakah kita sudah mengetahui dengan jelas apa peran dan tugas-tugas yang dilakukan oleh produser? Apakah seorang produser bekerja sendiri?

Disini penulis akan membahas lebih lanjut mengenai produser, serta kerterlibatan dan kontribusinya bagi sebuah program acara televisi. Serta apa permasalahan yang terjadi dalam memproduksi program acara. Dalam penelitian kali ini, penulis akan membahas mengenai hal-hal yang menjadi pertanyaan dan permasalahan yang telah penulis jabarkan diatas. Penulis memberi judul penelitian, yaitu : “Peran Tim Produksi Dalam Program Acara For Your Information Di RCTI (Periode April 2012)”

(5)

1.2 RUANG LINGKUP

Latar belakang yang telah disampaikan, mengacu pada ruang lingkup yang dapat didefenisikan dengan masalah yang akan dibahas lebih lanjut.

Dalam penelitian ini, penulis membuat pembatasan masalah, yaitu sebagai berikut :

1.2.1. Peran Tim produksi dalam program acara For Your Information

1.2.2. Proses Pra-Produksi program acara For Your Information

1.2.3. Proses Produksi program acara For Your Information

1.2.4. Proses Pasca Produksi program acara For Your Information

1.2.5. Permasalahan yang terjadi saat produksi program acara For Your Information

Dari pembatasan masalah diatas, maka ditarik rumusan masalah yang menuju kepada beberapa hal yang membutuhkan penelitian dan jawaban.

(6)

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT

1.3.1 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk:

1.3.1.1. Memenuhi syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar sarjana S1

di Universitas Bina Nusantara jurusan komunikasi pemasaran,

peminatan Broadcasting.

1.3.1.2. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam produksi program acara televisi terhadap ilmu komunikasi.

1.3.1.3. Mempelajari lebih dalam mengenai peran dan fungsi tim produksi dalam memproduksi suatu program acara televisi seperti program for your information.

1.3.1.4. Mengetahui Proses Pelaksanaan Program For Your Information (FYI)

dari tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi

1.3.2 MANFAAT PENELITIAN

Manfaat yang ingin diperoleh melalui penelitian ini terdiri dari manfaat teoritis dan manfaat praktis, yaitu adalah:

1.3.2.1. Manfaat Teoritis

Secara teori, penelitian ini diharapkan akan memperkaya studi pengemasan informasi yang membahas bagaimana peran tim produksi dalam program For Your Information (FYI) RCTI. Selain itu menambah pengetahuan penulis dalam media elektronik khususnya televisi.

(7)

1.3.2.2. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini penulis mengharapkan secara khusus dapat berguna untuk mengembangkan potensi mahasiswa broadcasting dalam memberikan suatu informasi dan hiburan dalam produksi program acara televisi yang baik untuk ditonton oleh semua lapisan masyarakat. Selain itu berguna sebagai bahan untuk melakukan tugas sebagai tim produksi dengan baik dan benar dalam menjalankan suatu produksi program acara.

1.4. METODOLOGI PENELITIAN

1.4.1. Metodologi

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. dimana metode ini menggambarkan peran tim produksi dalam memproduksi program For Your Information (FYI) agar menjadi sebuah program yang menarik untuk disaksikan.

1. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. 2. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik

karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya;

(8)

disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.

Jenis pendekatan kualitatif yang digunakan yaitu Data kasus yang hanya berlaku untuk kasus tertentu dan tidak mencari atau menjelaskan suatu hubungan ataupun menguji hipotesis dan membuat prediksi.

1.4.2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah;

1. Metode Wawancara

Metode wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. “ a meeting of two persons to exchange information and idea through question and responses, resulting in communication and join construction of meaning about a particular topic”. Esterberg (2002). Metode wawancara dengan teknik wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai tanpa menggunakan pedoman wawancara. Wawancara mendalam lebih banyak membahas keterlibatan informan dalam menjalankan tugasnya.

(9)

Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.

Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung.

Ada 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara :

a. Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bisa diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan.

b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masing individu. c. Menjadi stu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat tehnik lain sudah tidak dapat

(10)

Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu :

a. Retan terhadap bias yang ditimbulkan oleh kontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik.

b. Retan terhadap terhadap bias yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai. c. Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kurang akurat. d. Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh

interviwer.

2. Metode Observasi

Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan elektron) maupun yang sangat jauh (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas. Nasution (1988).

“through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut. Marshall (1995).

Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi dan wawancara. Dalam prakteknya kedua metode tersebut dapat digunakan secara bersama-sama, artinya sambil wawancara juga melakukan observasi atau sebaliknya. Wawancara akan berlangsung baik kalau telah tercipta rapport antara peneliti dengan yang diwawancarai.

(11)

Susan Stainback menyatakan “ Rapport is a relationship of mutual trust and emotional affinity between two or more people. Establishing rapport is an important task for the qualitative research”.

Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memahami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.

Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena :

a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.

b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.

c. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari.

(12)

d. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.

Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti.

1.4.3. Teknik Analisa Data

Penulis menggunakan teknik analisa data yaitu, Metode Triangulasi Data.

Keabsahan bentuk batasan berkaitan dengan suatu kepastian bahwa yang berukur benar - benar merupakan variabel yang ingin di ukur. Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.

Metode triangulasi merupakan salah satu metode yang paling umum di pakai dalam uji validitas penelitian kualitatif. Metode triangulasi di dasarkan pada filsafat fenomenologi. Fenomenologi merupakan aliran filsafat yang mengatakan bahwa kebenaran bukan terletak pada peneliti,melainkan realitas objek itu sendiri. untuk memperoleh kebenaran, secara epistimologi harusdilakukan penggunaan multiperspektif. Triangulasi adalah proses untuk mendapatkan data valid melalui penggunaan variasi instrumen. Ide tentang triangulasi bersumber dari ide tentang multiple operasional´ yang mengesankan bahwa kesahihan temuan-temuan dan

(13)

tingkat konfidensinya akan dipertinggi oleh pemakaianlebih dari satu pendekatan untuk pengumpulan data.

Menurut Sugiyono, teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

Menurut Patton (dalam Sulistiany 1999) ada 4 macam triangulasi Sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan data dan informasi, yaitu :

a. Triangulasi data

Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memeiliki sudut pandang yang berbeda.

b. Triangulasi Pelaku

Yakni menggunakan orang lain yang pernah melakukan pengamatan terhadap objek yang serupa.

c. Triangulasi Teori

Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memasuki syarat.

d. Triangulasi metode

Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.

(14)

Triangulasi data

Menguanakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasiatau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memeiliki sudut pandangyang berbeda

Triangulasi data ini dimaksudkan agar dalam pengumpulan data peneliti menggunakan banyak sumber data. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajatkepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metodekelitatif.Hal ini dapat dicapat dengan jalan :

• Membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil observasi yang kita lakukan

• Membandingkan dengan apa yang dikatakan secara pribadi dengan apa yang dikatakan didepan umum.

• Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apayang dikatakan sepanjang waktu.

• Membandingkan keadaan dan prespektif seseorang dengan berbagai pendapat dari berbagai lapisan masyarakat baik tingakat pendidikan, satatus pekerjaan misalnya.

• Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen lainnya

Dalam hal triangulasi, Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa “the aim is not to determine the truth about some social phenomenon, rather the purpose of triangulation is to increase one’s undurstanding of what ever is being investigated”.

(15)

Tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih kepada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.

Selanjutnya Bogdan menyatakan “ what the qualitative researcher is interested in is not truth perse, but rather perspectives. Thus, rather than trying to determine the “truth” of people’s perceptions, the purpose of corroboration is to help researchers increaser their understanding and probability that their finding will be seen as credible or worthy of concideration by others”. Tujuan penelitian kualitatif memang bukan semata-mata mencari kebenaran, tetapi lebih kepada pemahaman subyek terhadap dunia sekitarnya. Dalam memahami dunia sekitarnya, mungkin apa yang di kemukakan informan salah, karena tidak sesuai dengan teori, tidak sesuai dengan hukum.

Selanjutnya Mathinson (1988) mengemukakan bahwa “the value of triangulation lies in providing evidence – whatever convergent, inconsistent, or contracdictory”.

Nilai dari teknik analisa data dengan triangulasi adalah untuk mengetahui data yang diperoleh convergent (meluas), tidak konsisten atau kontradiksi. Oleh karena itu dengan menggunakan teknik triangulasi dalam analisis data , maka dapat diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti. Melalui triangulasi “can build on the strengths of each type of data collection while minimizing the weakness in any single approach” (Patton 1980). Dengan triangulasi akan lebih meningkatkan kekuatan data, bila dibandingkan dengan satu pendekatan.

(16)

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Penulisan skripsi ini disusun secara sistematis dalam tahapan yang disebut dengan bab. Penulis membagi tahapan atau bab yang terdiri dari lima bab secara garis besar sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menerangkan soal latar belakang masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan teori serta konsep yang dipakai sebagai dasar untuk analisis pada penyusunan skripsi ini. Teori dan konsep ini akan menjadi dasar penyusunan skripsi sesuai dengan masalah penelitian. Penulis menggunakan Teori Komunikasi Organisasi, yang lebih mengarah pada jalur komunikasi dalam sebuah struktur organisasi. Dalam penelitian ini antara lain peran dan tugas produser , Production Assistent, dan Tim Creative yang terlibat langsung dalam produksi program acara televisi For Your Information di RCTI.

BAB 3 OBYEK PENELITIAN

Bab ini berisi penjelasan mengenai obyek dari penelitian yang dilakukan penulis. waktu dan lokasi penelitian, metode penelitian & jenis penelitian, teknik keabsahan data, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.

(17)

BAB 4 HASIL PENELITIAN

Bab ini akan menganalisis obyek penelitian dan membahas hasil penelitian. Menguraikan hasil wawancara yang telah dilakukan, serta menganalisis sesuai dengan data yang didapat dari proses wawancara.

BAB 5 SIMPULAN & SARAN

Bab ini membahas kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis yang telah dijalankan, beserta saran dari penulis apabila kedepannya penelitian mengenai produser yang kiranya akan dilakukan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis keterpaduan pasar antara pasar spot Makassar dengan bursa berjangka NYBOT dan analisis regresi untuk

Melalui teks bacaan yang disajikan pada Google Sites/ grub WhatsApp/ Telegram/ Zoom/ Google meet/ Google Classroom tentang Keragaman Ekonomi di Indonesia (1),

Deteksi sinyal FA memerlukan syarat bahwa hanya sinyal akustik yang mempunyai frekuensi sama dengan sinyal referensi saja yang dapat Untuk menormalisasi sinyal

Maka, penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis kertas saring manakah yang baik digunakan sebagai bahan pembuatan kertas indikator pH dari ekstrak daun bayam

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat

Wisatawan pengguna jasa akomodasi vila di Kelurahan Seminyak sekitar 60% dibawa oleh pihak Biro Pejalanan Pariwisata (BPW), 20% melalui on line booking, dan 20% sisanya adalah

Sampai saat ini Indonesia baru menghasilkan Sembilan jenis minyak atsiri, yaitu minyak sereh wangi, minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak nilam, minyak akar wangi, minyak

Towards A Just Monetary System , Terj.. tidak bisa berkembang bahkan akhirnya gulung tikar. Itulah sebabnya sebagian ulama mengharamkan sistem bunga dan dinyatakan sebagai