• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Perontokan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Perontokan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MAKALAH

PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN

“ PERONTOKAN ” “ PERONTOKAN ” OLEH OLEH KELOMPOK 6 KELOMPOK 6

Handoko Manuel A.S Handoko Manuel A.S

TEKNOLOGI PERTANIAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011 2011

(2)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah  berkat Rahm

 berkat Rahmat dan Hidayaat dan Hidayah-Nya penulis dah-Nya penulis dapat menyelesapat menyelesaikan Makaikan Makalah tentang Peronlah tentang Perontokan .tokan . ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya.

risalah-Nya.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah  berjasa m

 berjasa memberikan memberikan motivasi dalam raotivasi dalam rangka menngka menyelesaikan Lyelesaikan Laporan Tetaaporan Tetap p iniini Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait,

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, yang telahyang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikan yang diberikan oleh membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari

kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa Ta’alaAllah Subhana wa Ta’ala..

Amin. Amin.

Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, untuk itu saran dan

untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangakritik yang sifatnya membangun sangat penulis t penulis harapkan.harapkan.

Indralaya, 13 April 2011 Indralaya, 13 April 2011

Penulis Penulis

(3)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

HAL

HALAMAN AMAN JUDUL JUDUL ... I... I KATA PENG

KATA PENGANTAR...ANTAR... ... IIII BAFTAR

BAFTAR ISI...ISI... ... IIIIII BAB I.

BAB I. PENDAHUPENDAHULUAN...LUAN... ... 11 1.1

1.1 Latar Belakang...Latar Belakang... 1... 1

1.2 Tujuan... 2

1.2 Tujuan... 2

1.3 Manfaat Penelitian... 2

1.3 Manfaat Penelitian... 2

BAB II. Isi dan Pembahasan... 3

BAB II. Isi dan Pembahasan... 3

BAB III. Kesimpulan... 14

BAB III. Kesimpulan... 14 BAB VI. DAFTA

(4)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang

Kebutuhan akan mekanisasi pertanian semakin meningkat seiring dengan makin Kebutuhan akan mekanisasi pertanian semakin meningkat seiring dengan makin

langkanya tenaga kerja pertanian dan adanya kenaikan upah yang nyata di pedesaan terutama langkanya tenaga kerja pertanian dan adanya kenaikan upah yang nyata di pedesaan terutama di daerah dengan intensitas tinggi.

di daerah dengan intensitas tinggi. Indikator paling sederhana untuk mengukur bahwaIndikator paling sederhana untuk mengukur bahwa mekanisas

mekanisasi pertanian makin dibutuhkan dapat i pertanian makin dibutuhkan dapat dilihat dari meningkatnya jumlah alsintandilihat dari meningkatnya jumlah alsintan yang digunakan terutama di daerah intensifikasi. Selama periode 1973

yang digunakan terutama di daerah intensifikasi. Selama periode 1973 sampai sekarang,sampai sekarang,  jumlah alsintan

 jumlah alsintan pra dan paspra dan pasca panen teca panen terus meningkrus meningkat. Seperti penggunat. Seperti penggunaan traktor dari taaan traktor dari tahunhun ke tahun terus

ke tahun terus meningkat, berbeda dengan jumlah alat perontok (Threser) masih sangatmeningkat, berbeda dengan jumlah alat perontok (Threser) masih sangat sedikit dan tidak

sedikit dan tidak sebanding dengan luas areal intensifikasi padi sawah. Padahal alat sebanding dengan luas areal intensifikasi padi sawah. Padahal alat perontok perontok   padi (Threse

 padi (Threser) ini sangat ber) ini sangat berperan dalam mrperan dalam mengurangi tingkat keengurangi tingkat kehilangan hasil pahilangan hasil padi untuk di untuk   peningkatan m

 peningkatan mutu dan nilai tamutu dan nilai tambah.bah.

Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi menjadi Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi menjadi gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan gabah dengan gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan gabah dengan  jeraminya

 jeraminya, sehingga peng, sehingga penggunaan pedagunaan pedal thresher ml thresher menjadi satu kesaenjadi satu kesatuan dengan tetuan dengan tenaga kerjanaga kerja  panen. Terd

 panen. Terdapat dua jenapat dua jenis thresher beis thresher berdasar alardasar alat penggeraknyt penggeraknya yaitu (1) Seca yaitu (1) Secara manuaara manuall dengan menggunak

dengan menggunakan pedal (pedal an pedal (pedal thresher) dan (2) digerakkan dengan mesin (power thresher) dan (2) digerakkan dengan mesin (power  threser). Penggunaa

threser). Penggunaan threser untuk n threser untuk merontok padi tidak dapat merontok padi tidak dapat dipisahkan dengandipisahkan dengan  perkemba

 perkembangan varietas ngan varietas unggul baru berumunggul baru berumur pendek dan ur pendek dan mudah rontok.mudah rontok. Mesin perontok padi dikenal j

Mesin perontok padi dikenal juga dengan Power Thresher adalah jenis mesin perontok uga dengan Power Thresher adalah jenis mesin perontok  yang telah terbukti

yang telah terbukti handal dan sangat cocok dengan berbagai jenis handal dan sangat cocok dengan berbagai jenis lahan persawahan dilahan persawahan di Indonesia. Mesin perontok jenis ini telah banyak digunakan oleh petani di

Indonesia. Mesin perontok jenis ini telah banyak digunakan oleh petani di seluruh nusantaraseluruh nusantara karena keunggulanny

karena keunggulannya yang praktis a yang praktis dan mudah dipindahkan dari lahan satu dan mudah dipindahkan dari lahan satu lainnya.lainnya. Digerakka

(5)

1.2 Tujuan penulisan makalah 1.2 Tujuan penulisan makalah

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

Memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang malat dan mesin Memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang malat dan mesin  perontok (Thre

 perontok (Thresher), khususher), khususnya mesin pesnya mesin perontok padi.rontok padi.

Mahasiswa mampu memahami kinerja /watak laku teknis dari mesin perontok padi Mahasiswa mampu memahami kinerja /watak laku teknis dari mesin perontok padi (Thresher)

(Thresher)

Mahasiswa mengetahui spesifikasi mesin perontok padi dalam kaitannya dengan Mahasiswa mengetahui spesifikasi mesin perontok padi dalam kaitannya dengan  penggunaan

 penggunaan mesin tersebmesin tersebut.ut.

1.3 Manfaat Penulisan 1.3 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini adalah : Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini adalah :

Mahasiswa mampu mengenali dan memahami prinsip kerja dan perilaku teknis dari mesin Mahasiswa mampu mengenali dan memahami prinsip kerja dan perilaku teknis dari mesin thresher tersebut.

thresher tersebut.

Mahasiswa mampu mengaplikasikan mesin thresher ini dilapangan. Mahasiswa mampu mengaplikasikan mesin thresher ini dilapangan.

(6)

BAB II BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN ISI DAN PEMBAHASAN

2.1. Mekanisasi Pasca Panen 2.1. Mekanisasi Pasca Panen

Proses pasca panen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah pemanenan. Proses pasca panen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah pemanenan. Proses-prose

Proses-proses tersebut s tersebut dapat berupa perontokan, pembersihan, pengeringan sertadapat berupa perontokan, pembersihan, pengeringan serta  penyimpana

 penyimpanan dan pengan dan pengangkutan.ngkutan.

Untuk tanaman padi petani banyak menggunakan alat pemanen manual, misalnya Untuk tanaman padi petani banyak menggunakan alat pemanen manual, misalnya ani-ani atau sabit

ani atau sabit meskipun dapat pula digunakan alat pemanen mekanis meskipun sangat jarangmeskipun dapat pula digunakan alat pemanen mekanis meskipun sangat jarang dilakukan petani di

dilakukan petani di Indonesia. Pemilihan penggunaIndonesia. Pemilihan penggunaan alat-alat pemanen tersebut tergantungan alat-alat pemanen tersebut tergantung  pada proses

 pada proses dan ketersedan ketersediaan alat pemdiaan alat pemroses pascroses pasca panen. Misaa panen. Misalnya apabila diglnya apabila digunakan alatunakan alat ani-ani maka perontokan bulir biasanya dilakukan dengan cara penumbukan. Sedangkan ani-ani maka perontokan bulir biasanya dilakukan dengan cara penumbukan. Sedangkan  penggunaan

 penggunaan sabit apabila psabit apabila perontokan dilakukerontokan dilakukan dengan caan dengan cara dipukul-pukulkan kra dipukul-pukulkan ke tanahe tanah (gebod)

(gebod) atau denga menggunakan alat perontok baik manual aatau denga menggunakan alat perontok baik manual a tau otomatis.tau otomatis.

Gambar 1. Contoh ilustrasi berbagai macam peralatan panen secara manual Gambar 1. Contoh ilustrasi berbagai macam peralatan panen secara manual

(7)

2.2 Tujuan Perontokan 2.2 Tujuan Perontokan

Proses perontokan padi adalah aktivitas kerja dari sebuah sistem manusia-mesin Proses perontokan padi adalah aktivitas kerja dari sebuah sistem manusia-mesin yang dilaksanakan secara manual. Disini kinerja proses akan sangat tergantung pada yang dilaksanakan secara manual. Disini kinerja proses akan sangat tergantung pada sepenuhnya pada manusia, baik dalam hal

sepenuhnya pada manusia, baik dalam hal penggunaan tenaga maupun pengendalianpenggunaan tenaga maupun pengendalian kerja. Proses kerja dilakukan dengan

kerja. Proses kerja dilakukan dengan menggunakan bantuan fasilitas/peralatan kerjamenggunakan bantuan fasilitas/peralatan kerja  berupa mesin peron

 berupa mesin perontok padi (tok padi (thresher thresher ) yang pengoperasiannya sangat ditentukan oleh) yang pengoperasiannya sangat ditentukan oleh kinerja operator yang umumnya bekerja dengan posisi

kinerja operator yang umumnya bekerja dengan posisi berdiri.berdiri.

Secara umum, tujuan perontokkan adalah untuk mengurangi kehilangan gabah saat Secara umum, tujuan perontokkan adalah untuk mengurangi kehilangan gabah saat  perontokan dan m

 perontokan dan mengurangi kerusengurangi kerusakan (pecakan (pecah) butir gabah sah) butir gabah sehingga petanehingga petani memperolei memperoleh nilaih nilai tambah dalam usahataninya (Purwadi, 1990).

tambah dalam usahataninya (Purwadi, 1990).

Proses perontokan dilakukan apabila hasil panen diperoleh

Proses perontokan dilakukan apabila hasil panen diperoleh dalam bentuk malaidalam bentuk malai (tangkai) seperti padi ataupun kedelai. Proses perontokan yang tertua secara manual (tangkai) seperti padi ataupun kedelai. Proses perontokan yang tertua secara manual

dilakukan dengan cara memukul-mukulkan tanaman yang telah dipanen pada batang kayu dilakukan dengan cara memukul-mukulkan tanaman yang telah dipanen pada batang kayu dengan dialasi tikar. Di

dengan dialasi tikar. Di beberapa daerah terutambeberapa daerah terutama di a di Jawa perontokan dilakukan dengan caraJawa perontokan dilakukan dengan cara menginjak-in

menginjak-injak tanaman yang telah jak tanaman yang telah dipanen., baru setelah itu dipanen., baru setelah itu kemudian dikenal suatu alatkemudian dikenal suatu alat  perontok lebih m

 perontok lebih maju yang dapaaju yang dapat digerakkan t digerakkan secara msecara manual dengan canual dengan cara diengkara diengkol sehinggaol sehingga disebut

disebut pedal treshe pedal tresher r ataupun secara mekanisataupun secara mekanis (power tresher).(power tresher).

2.3. Perkembangan Power Thresher 2.3. Perkembangan Power Thresher

Kegiatan perontokan padi dilakukan setelah kegiatan panen menggunakan sabit atau Kegiatan perontokan padi dilakukan setelah kegiatan panen menggunakan sabit atau alat mesin panen (reaper). Kegiatan perontokan ini

alat mesin panen (reaper). Kegiatan perontokan ini dapat dilakukan secara tradisionaldapat dilakukan secara tradisional (manual) atau menggunakan mesin perontok. Secara t

(manual) atau menggunakan mesin perontok. Secara t radisional kegiatan perontokan akanradisional kegiatan perontokan akan menghasilka

menghasilkan susut n susut tercecetercecer yang relatif r yang relatif besar, mutu gabah yang kurang besar, mutu gabah yang kurang baik, danbaik, dan membutuhkan tenaga yang cukup melelahkan. oleh karena itu, dengan kemajuan ilmu membutuhkan tenaga yang cukup melelahkan. oleh karena itu, dengan kemajuan ilmu  pengetahuan

 pengetahuan dan teknologi, teladan teknologi, telah diciptakannyh diciptakannya suatu mea suatu mesin yang digunaksin yang digunakan untuk an untuk  merontokka

merontokkan hasil n hasil panen, seperti padi,jagung dsb. Mesin perontok dirancang untuk panen, seperti padi,jagung dsb. Mesin perontok dirancang untuk mampumampu mempe

memperbesar kapasitas kerja, meningkatkan effisiensi kerja, rbesar kapasitas kerja, meningkatkan effisiensi kerja, menguranmengurangi kehilangan gi kehilangan hasilhasil dan memperoleh mutu hasil gabah yang baik. Bermacam

dan memperoleh mutu hasil gabah yang baik. Bermacam –  – macam jenis dan merk mesinmacam jenis dan merk mesin

 perontok padi da

 perontok padi dapat dijumpai di indonpat dijumpai di indonesia, mulai daesia, mulai dari yang memri yang mempunyai kapasitapunyai kapasitas kecil,s kecil, sedang, hingga kapasitas besar.

(8)

Berbagai macam jenis mesin perontok padi (Thresher), yaitu : Berbagai macam jenis mesin perontok padi (Thresher), yaitu :

1

1. Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis). Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)

2

2. Power Thresher (Thesher Mekanis). Power Thresher (Thesher Mekanis)

1.1

1.1 Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)

Thresher jenis pedal ini

Thresher jenis pedal ini mempmempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri unyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleholeh  petani dan cuk

 petani dan cukup dioperasikup dioperasikan oleh satu orang an oleh satu orang serta mudaserta mudah dijinjing ketengah dijinjing ketengah lapangan/h lapangan/ sawah. Pada umumnya hanya dipakai untuk merontok padi.

sawah. Pada umumnya hanya dipakai untuk merontok padi. Dengan menggunakan pedal

Dengan menggunakan pedal tresher tresher maka didapat beberapa keuntugan, yaitu selainmaka didapat beberapa keuntugan, yaitu selain menunjukka

menunjukkan hasil lebih n hasil lebih baik juga menunjukkan efisiensi waktu dan tenaga lebih tinggi sertabaik juga menunjukkan efisiensi waktu dan tenaga lebih tinggi serta kehilangan bulir yang lebih rendah.

kehilangan bulir yang lebih rendah.

Gambar 1 : Pedal Thresher  Gambar 1 : Pedal Thresher 

1.1. 1 Spesifikasi Pedal Thresher 1.1. 1 Spesifikasi Pedal Thresher ::

Mampu menghemat tenaga dan waktu Mampu menghemat tenaga dan waktu

Kebutuhan operatus 1 (satu) orang Kebutuhan operatus 1 (satu) orang Mudah dioperasikan dan akan

Mudah dioperasikan dan akan mengurangmengurangi i susut tercecer susut tercecer  Kapasitas kerja : 75 kg hingga 100 kg per jam

(9)

Gambar 2. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis

Gambar 2. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis pedalpedal thresher.thresher.

Gambar 3.

Gambar 3. Perontokan padPerontokan padi dengan pedai dengan pedal thresher l thresher 

1.1.2

1.1.2 Prinsip Prinsip Kerja Kerja Pedal Pedal ThresherThresher

Prinsip dasar alat perontok ini adalah merontokkan bulir dari malai atau

Prinsip dasar alat perontok ini adalah merontokkan bulir dari malai atau tangkaitangkai tanaman dengan menarik-nariknya dengan menggunakan suatu silinder putar yang tanaman dengan menarik-nariknya dengan menggunakan suatu silinder putar yang dilengkapi gigi-gigi. Silinder

dilengkapi gigi-gigi. Silinder diputar dengan menggunakan rantai yang dihubungkan dengandiputar dengan menggunakan rantai yang dihubungkan dengan engkol (untuk perontok manual) atau poros mesin yang berputar. Gabah yang telah

engkol (untuk perontok manual) atau poros mesin yang berputar. Gabah yang telah

dirontokkan langsung ditampung dalam karung. Kapasitas perontok manual dapat mencapai dirontokkan langsung ditampung dalam karung. Kapasitas perontok manual dapat mencapai 67 kg per jam dengan kebersihan 80%, sedangkan alat perontok mesin dapat mencapai 300 67 kg per jam dengan kebersihan 80%, sedangkan alat perontok mesin dapat mencapai 300 kg/jam dengan tingkat kebersihan 95%.

kg/jam dengan tingkat kebersihan 95%.

2.1.

2.1. Power Power Thresher Thresher (Thresher (Thresher Mekanis)Mekanis)

Mesin Power Thresher (Mesin Perontok Padi) adalah jenis

Mesin Power Thresher (Mesin Perontok Padi) adalah jenis mesin perontok yang telahmesin perontok yang telah terbukti handal dan sangat

(10)

Gambar 4. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis

Gambar 4. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis power thresh power thresher er 

Alat dan Mesin

Alat dan Mesin Pertanian (mesin perontok padi) dapat memberi kontribusi yang Pertanian (mesin perontok padi) dapat memberi kontribusi yang cukupcukup  berarti dalam

 berarti dalam rangka menrangka meningkatkan keuntungingkatkan keuntungan usahatanan usahatani padi sawah. Ui padi sawah. Unsur-unsur yangnsur-unsur yang mendukung peningkatan keuntungan adalah kecepatan proses perontokan dan pembersihan mendukung peningkatan keuntungan adalah kecepatan proses perontokan dan pembersihan sehingga menghem

sehingga menghemat waktu. Lebih at waktu. Lebih penting lagi power thresher terbukti penting lagi power thresher terbukti dapat mengurangidapat mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah sehingga kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah sehingga  petani mem

 petani memperoleh nilai tamperoleh nilai tambah dalam usabah dalam usaha taninya.ha taninya.

Gambar 5 : Power Thresher  Gambar 5 : Power Thresher 

2.1.1.

2.1.1. Spesifikasi Thresher Mekanis:Spesifikasi Thresher Mekanis:

 Tenaga penggeTenaga penggerak : Mesin diesel atau rak : Mesin diesel atau bensin 5,5 HP s/d 6 bensin 5,5 HP s/d 6 HPHP 

 Berat keseluruhan : 110 kgBerat keseluruhan : 110 kg 

 Panjang X Lebar X Tinggi : 1325 X 965 X 1213Panjang X Lebar X Tinggi : 1325 X 965 X 1213 

 Kapasitas kerja : 500 hingga 600 kg per Kapasitas kerja : 500 hingga 600 kg per jam Padi 350 hingga 450 kg per jamjam Padi 350 hingga 450 kg per jam

Kedelai 700

(11)

 KecepaKecepatan tan putar putar silinder silinder : : o o padi padi 600 600 rpmrpm

o

o kedelai kedelai 600600 –  – 650 rpm650 rpm

o

o jagung jagung 650650 –  – 700 rpm700 rpm

Kebutuhan tenaga : 3 sampai 4 orang Kebutuhan tenaga : 3 sampai 4 orang Kebutuhan bahan bakar : 0,9 liter per

Kebutuhan bahan bakar : 0,9 liter per jam bensin 1,0 liter per jjam bensin 1,0 liter per j am solar am solar 

2.1.2

2.1.2 Prinsip Kerja Prinsip Kerja Pedal ThreshPedal Thresherer

Power Thresher ini dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung dan

Power Thresher ini dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung dan kedelai)kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji

dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji –  – bijian yang dihasilkan relatif bijian yang dihasilkan relatif bersih. Power bersih. Power 

thresher ini yang selanjutnya berkembang dan beredar di

thresher ini yang selanjutnya berkembang dan beredar di pasar indonesia dengan modifikasipasar indonesia dengan modifikasi yang berbeda

yang berbeda –  – beda tergantung kepada merk dan model yang dikembangkan oleh masingbeda tergantung kepada merk dan model yang dikembangkan oleh masing –  – 

masing pabrikan. masing pabrikan.

2.3. Petunjuk Operasional 2.3. Petunjuk Operasional

2.3.1 Petunjuk keselamatan kerja : 2.3.1 Petunjuk keselamatan kerja :

1.

1. Jalankan thresher hanya bila operator benar Jalankan thresher hanya bila operator benar  –  – benar telah memahami cara pengoperasiannya.benar telah memahami cara pengoperasiannya.

Gunakan buku petunjuk ini

Gunakan buku petunjuk ini sebagai panduan.sebagai panduan.

2.

2. Sebelum menjalankan thresher, yakinkan bahwa lingkungan sekitar aman dan Sebelum menjalankan thresher, yakinkan bahwa lingkungan sekitar aman dan ingat bahwaingat bahwa gas dari knalpot di

gas dari knalpot di ruangan yang tertutup sangat berbahayaruangan yang tertutup sangat berbahaya..

3.

3. Jaga bagian tubuh (tangan, lJaga bagian tubuh (tangan, lengan, rambut dan kaki) dari engan, rambut dan kaki) dari sentuhan komponensentuhan komponen mesin yang berputar. Kenakan pakaian yang tidak

mesin yang berputar. Kenakan pakaian yang tidak longgar supaya tidak tersangkut bagianlonggar supaya tidak tersangkut bagian mesin yang berputar.

mesin yang berputar.

4.

4. Gunakan masker penutup hidung agar terhindar dari Gunakan masker penutup hidung agar terhindar dari debu yang ditimbulkan sewaktu prosesdebu yang ditimbulkan sewaktu proses  perontokan be

 perontokan berlangsung. Darlangsung. Dan rambut yang n rambut yang panjang sebapanjang sebaiknya diikat supaya iknya diikat supaya tidak terjepittidak terjepit oleh bagian mesin yang

oleh bagian mesin yang berputar.berputar.

5.

5. Jangan bekerja pada mesin yang kondisinya buruk (mur, baut kendor, dan lain-lain).Jangan bekerja pada mesin yang kondisinya buruk (mur, baut kendor, dan lain-lain).

6.

6. Tangki bahan bakar diisi secukupnya, jangan sampai melimpah, dan jangan mengisi bahanTangki bahan bakar diisi secukupnya, jangan sampai melimpah, dan jangan mengisi bahan  bakar sewa

 bakar sewaktu mesin dalktu mesin dalam keadaam keadaan hidup, jangan man hidup, jangan memakai lenemakai lentera, dan jangtera, dan jangan merokokan merokok,, dsb)

(12)

7.

7. Apabila menggunakan mesin diesel dengan pendingin air, usahakan uap air pada tangkiApabila menggunakan mesin diesel dengan pendingin air, usahakan uap air pada tangki  pendingin tidak be

 pendingin tidak berpengaruh terhrpengaruh terhadap bahan adap bahan yang akan/ seyang akan/ sedang dirontok.dang dirontok.

8.

8. Apabila menggunakApabila menggunakan mesin diesel an mesin diesel dengan penggerak listrik, periksa terlebih dahuludengan penggerak listrik, periksa terlebih dahulu kesemp

kesempurnaan seluruh urnaan seluruh rangkaian kelistrikan, bahaya hubungan pendek arus rangkaian kelistrikan, bahaya hubungan pendek arus listrik dapatlistrik dapat menimbulkan kebakaran.

menimbulkan kebakaran.

9.

9. Sediakan selalu kotak perlengkapan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).Sediakan selalu kotak perlengkapan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

2.3.2 Petunjuk Operasional Mesin Perontok (Power Thresher) 2.3.2 Petunjuk Operasional Mesin Perontok (Power Thresher)

A. Prosedur Sebelum Pemakaian A. Prosedur Sebelum Pemakaian

Taruhlah mesin ditempat yang rata, dekat dengan tumpuk

Taruhlah mesin ditempat yang rata, dekat dengan tumpukan hasil yang akan diran hasil yang akan dir ontok, bilaontok, bila  perlu taruhlah a

 perlu taruhlah alas terpal/ lelas terpal/ lembaran plasmbaran plastik di bawah mesin, tik di bawah mesin, untuk menguntuk mengurangi susut karenurangi susut karenaa tercecer.

tercecer.

Taruhlah dan posisikan mesin sedemikian rupa sehingga kotoran akan keluar searah dengan Taruhlah dan posisikan mesin sedemikian rupa sehingga kotoran akan keluar searah dengan arah angin.

arah angin.

Untuk mengurangi susut tercecer posisikan mesin menghadap dinding atau buatlah

Untuk mengurangi susut tercecer posisikan mesin menghadap dinding atau buatlah dindingdinding  buatan berupa

 buatan berupa lembaran lembaran plastik/ anyamplastik/ anyaman bambu didepaan bambu didepan mesin seden mesin sedemikian rupa smikian rupa sehinggaehingga  butiran bijian yang

 butiran bijian yang terlempar daterlempar dapat dikumpulkpat dikumpulkan.an. Bukalah penutup mesin dan periksalah :

Bukalah penutup mesin dan periksalah : drum, semua gigi perontok, konkaf, bersihkandrum, semua gigi perontok, konkaf, bersihkan  bagian dalam

 bagian dalam mesin dari kotoramesin dari kotoran dan benda n dan benda asing yang seasing yang sekiranya akakiranya akan menggann mengganggu danggu dan merusak mesin dan juga berbahaya bagi operator.

(13)

Putarlah drum perontok dengan tangan sehingga yakin tidak ada yang lepas atau Putarlah drum perontok dengan tangan sehingga yakin tidak ada yang lepas atau  bersentuhan

 bersentuhan/ bergeseka/ bergesekan.n. Periksala

Periksalah ketegangan dan garis lini h ketegangan dan garis lini sabuk puli, bila sabuk tidak sabuk puli, bila sabuk tidak dalam satu garis lini dandalam satu garis lini dan ketegangan tidak tepat maka sabuk puli akan cepat rusak sebelum waktunya. Untuk 

ketegangan tidak tepat maka sabuk puli akan cepat rusak sebelum waktunya. Untuk   permuka

 permukaan puli yang kasaan puli yang kasar sebaiknya r sebaiknya diamplas dan diamplas dan bila puli retak, sebila puli retak, sebaiknya segbaiknya segera diganti.era diganti. Lumasilah semua bantalan dengan minyak pelumas atau pasta pelumas, periksa juga secara Lumasilah semua bantalan dengan minyak pelumas atau pasta pelumas, periksa juga secara menyeluruh terhadap kemungkinan adanya mur, baur yang kendor.

menyeluruh terhadap kemungkinan adanya mur, baur yang kendor. Periksalah mesin apakah sudah cukup oli dan bahan bakarnya. Periksalah mesin apakah sudah cukup oli dan bahan bakarnya.

B. Cara Kerja Mesin Perontok (Power Thresher) B. Cara Kerja Mesin Perontok (Power Thresher)

Setelah semuanya siap, star/ hidupkan mesin, biarkan sebentar mesin tanpa muatan. Setelah semuanya siap, star/ hidupkan mesin, biarkan sebentar mesin tanpa muatan. Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergeser akibat getaran atau Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergeser akibat getaran atau  berpindah tem

 berpindah tempat.pat.

Masukkan sedikit bahan asupan untuk memeriksa kemampuan alat, tambah kecepatan putar  Masukkan sedikit bahan asupan untuk memeriksa kemampuan alat, tambah kecepatan putar  (rpm) drum perontok bila ternyata masih ada biji

(rpm) drum perontok bila ternyata masih ada biji –  – bijian yang belum terontok.bijian yang belum terontok.

Setelah mesin siap dioperasikan, masukkan bahan asupan yang akan dirontok ke pintu Setelah mesin siap dioperasikan, masukkan bahan asupan yang akan dirontok ke pintu  pemasuk

 pemasukan secara tean secara teratur sebanyratur sebanyak mungkin tanpa ak mungkin tanpa menimbulkmenimbulkan overload, Tuman overload, Tumpuklahpuklah  bahan di me

 bahan di meja pemasukaja pemasukan seefektif mn seefektif mungkin dua samungkin dua sampai tiga orang pai tiga orang diperlukan untuk diperlukan untuk  melayan

melayani mesin i mesin ini.ini.

Kurangi pemasukan bahan bila terasa akan menjadi

Kurangi pemasukan bahan bila terasa akan menjadi overloading overloading , terutama untuk bahan, terutama untuk bahan yang masih belum kering. Apabila mesin macet/ slip karena overloading, matikan mesin, yang masih belum kering. Apabila mesin macet/ slip karena overloading, matikan mesin,  bukalah tutup m

(14)

Apabila dirasa posisi meja pengumpan terlalu tinggi,

Apabila dirasa posisi meja pengumpan terlalu tinggi, pergunakan alat bantu meja atau kursipergunakan alat bantu meja atau kursi untuk tempat berdiri operator pengumpan atau

untuk tempat berdiri operator pengumpan atau rendahkan posisi dudukan mesin perontok rendahkan posisi dudukan mesin perontok  Cegahlah jangan sampai ada benda asing (batu, kayu, logam, mur, baut, kawat dsb) yang Cegahlah jangan sampai ada benda asing (batu, kayu, logam, mur, baut, kawat dsb) yang masuk kedalam mesin.

masuk kedalam mesin.

Kotoran berbentuk jerami yang keluar dari

Kotoran berbentuk jerami yang keluar dari pintu pelempar jerami atau kipas penghembuspintu pelempar jerami atau kipas penghembus harus segera dijauhkan dari mesin, agar ti

harus segera dijauhkan dari mesin, agar tidak menyumbat saringan atau tercampur dengandak menyumbat saringan atau tercampur dengan gabah bersih hasil perontokan, bila

gabah bersih hasil perontokan, bila perlu gabah ditampung langsung menggunakan karung diperlu gabah ditampung langsung menggunakan karung di depan mulut pintu

depan mulut pintu pengeluarapengeluaran gabah.n gabah.

Apabila proses perontokan telah selesai, mesin harus segera dibersihkan (terutama bagian Apabila proses perontokan telah selesai, mesin harus segera dibersihkan (terutama bagian dalamnya

dalamnya) untuk di) untuk disimpan ditempasimpan ditempat yang bersih t yang bersih dan kering, bila perlu diberi selimut agar dan kering, bila perlu diberi selimut agar  tidak berkarat. Menyimpan mesin dalam keadaan kotor akan menjadikannya mesin sebagai tidak berkarat. Menyimpan mesin dalam keadaan kotor akan menjadikannya mesin sebagai sarang hama dan penyakit.

sarang hama dan penyakit.

2.4.

2.4. Kendala Permasalahan Pokok Adopsi Teknologi PKendala Permasalahan Pokok Adopsi Teknologi Power Thresherower Thresher 2.4.1 Kendala Ekonomi

2.4.1 Kendala Ekonomi

Beberapa kendala ekonomi yang dipandang sebagai kendala dalam Beberapa kendala ekonomi yang dipandang sebagai kendala dalam  penerapan a

 penerapan adopsi power thredopsi power thresher adalah sher adalah ::

1.

1. LemahnyLemahnya permodalan petani, karena power thresher harganya mahal (Rp. a permodalan petani, karena power thresher harganya mahal (Rp. 10-12 Juta/unit10-12 Juta/unit tergantung kapasitas)

tergantung kapasitas)

2.

2. Tingginya harga BBM (solar) yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional power Tingginya harga BBM (solar) yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional power  thresher. Implikasi dari temuan ini perlu adnya dorongan dari pihak lain

thresher. Implikasi dari temuan ini perlu adnya dorongan dari pihak lain baik swasta maupunbaik swasta maupun  pemerintah un

(15)

(a) Bantuan permodalan pengadaan alsintan ditingkat

(a) Bantuan permodalan pengadaan alsintan ditingkat petani;petani;

(b)Pengembangan sistem sewa yang adil antara pemilik alsintan dan petani. (b)Pengembangan sistem sewa yang adil antara pemilik alsintan dan petani.

2.4.2. Kendala Sosial 2.4.2. Kendala Sosial

Kendala sosial kelembagaa

Kendala sosial kelembagaan dalam adopsi tn dalam adopsi teknologi power thresher,eknologi power thresher,

1.

1. Luas penguasaan lahan yang kecil dapat membatasi petani dalam melakukan investasi modalLuas penguasaan lahan yang kecil dapat membatasi petani dalam melakukan investasi modal  power threshe

 power thresher.r.

2.

2. Sebagian besar petani di perdesaan Pandeglang berstatus sebagai petani penggarap denganSebagian besar petani di perdesaan Pandeglang berstatus sebagai petani penggarap dengan sistem bagi hasil makro, diduga juga membatasi petani dalam melakukan investasi modal sistem bagi hasil makro, diduga juga membatasi petani dalam melakukan investasi modal  berupa powe

 berupa power thresher r thresher 

3.

3. Belum berkembangnya sistim panen secara tebasan dan berkembangnya kelembagaanBelum berkembangnya sistim panen secara tebasan dan berkembangnya kelembagaan kelompok panen dengan keanggotaan cukup (20 orang)

kelompok panen dengan keanggotaan cukup (20 orang)

4.

4. Kurangnya jiwa kewirausahaan (EnterpreneurshKurangnya jiwa kewirausahaan (Enterpreneurship), sehingga sebagian ip), sehingga sebagian besar petani danbesar petani dan  pelaku swas

 pelaku swasta kurang berata kurang berani mengamni mengambil resiko dengan bil resiko dengan berinvestasi powberinvestasi power thresher er thresher 

5.

5. Tidak dikehendaki oleh buruh tTidak dikehendaki oleh buruh tani dan petani ani dan petani lahan sempit, karena akan mengurangilahan sempit, karena akan mengurangi kesempatan kerja dan pendapatan berburuh panen yang telah ada

kesempatan kerja dan pendapatan berburuh panen yang telah ada

6.

6. Rata-rata tingkat pendidikan yang rendah diperkirakan semakin sulit melakukan adopsiRata-rata tingkat pendidikan yang rendah diperkirakan semakin sulit melakukan adopsi teknologi power thresher .

teknologi power thresher .

7.

7. Eksistensi dan dinamika kelembagaaEksistensi dan dinamika kelembagaan di n di tingkat kelompok tani rendah, sehingga posisitingkat kelompok tani rendah, sehingga posisi  petani mak

 petani makin lemah dan cein lemah dan cenderung tergantung nderung tergantung pada prograpada program-program' bam-program' bantuan pemntuan pemerintah,erintah, seperti bantuan power thresher.

seperti bantuan power thresher.

2.4.3.

2.4.3. KendalaKendala Aspek Kebijakan PemerintahAspek Kebijakan Pemerintah

Kendala Aspek Kebijakan Pemerintah adalah belum adanya bantuan power thresher  Kendala Aspek Kebijakan Pemerintah adalah belum adanya bantuan power thresher  secara memadai di perdesaan Pandeglang, sehingga sebagian besar petani belum tahu secara memadai di perdesaan Pandeglang, sehingga sebagian besar petani belum tahu manfaat dan efektivitas penggunaan power

manfaat dan efektivitas penggunaan power thresher.thresher. Berdasarka

Berdasarkan faktor n faktor - faktor - faktor tersebut, diperlukan pengembangan power thresher dengantersebut, diperlukan pengembangan power thresher dengan memberdayakan bengkel-bengkel yang ada di wilayah setempat dengan menggandeng pihak  memberdayakan bengkel-bengkel yang ada di wilayah setempat dengan menggandeng pihak  swasta dan lembaga penelitian seperti Balai Besar Mekanisasi Pertanian dalam permodalan swasta dan lembaga penelitian seperti Balai Besar Mekanisasi Pertanian dalam permodalan dan perancangan alat. Di Kab. Serang terdapat bengkel yang mampu menghasilkan power  dan perancangan alat. Di Kab. Serang terdapat bengkel yang mampu menghasilkan power 

(16)

thresher yang dijual dengan harga sekitar Rp.7 juta. Bantuan langsung dari

thresher yang dijual dengan harga sekitar Rp.7 juta. Bantuan langsung dari pemerintapemerintah pusath pusat maupun daerah untuk power thresher maupun pedal thresher juga sangat dibutuhkan, Namun maupun daerah untuk power thresher maupun pedal thresher juga sangat dibutuhkan, Namun  pemberian b

 pemberian bantuan alsintan antuan alsintan tersebut hendatersebut hendaknya disesuknya disesuaikan dengan aikan dengan kondisi fisik, sosial-kondisi fisik, sosial-ekonomi serta kelembagaan panen dan pasca panen yang ada di masyarakat.

ekonomi serta kelembagaan panen dan pasca panen yang ada di masyarakat.

2.5.

2.5. Kelebihan dan Kekurangan ThresherKelebihan dan Kekurangan Thresher A.

A. KelebihanKelebihan

Mobilitas tinggi

Mobilitas tinggi (menggunak(menggunakan an roda transporoda transportasi).rtasi). Pengumpa

Pengumpanan (Input) jerami flnan (Input) jerami fleksibel dengan menutup dan membuka pintu ieksibel dengan menutup dan membuka pintu input.nput. Metode potong pendek (Through In),

Metode potong pendek (Through In), pengumpanapengumpanan langsung jerami ke n langsung jerami ke mesin perontok.mesin perontok. Metode potong panjang (Hold

Metode potong panjang (Hold On), pengumpanan jerami dipegang dengan tangan.On), pengumpanan jerami dipegang dengan tangan. Kecepata

Kecepatan putar n putar kipas penghembus dapat diatur (rpm) dengan cara kipas penghembus dapat diatur (rpm) dengan cara menggamengganti diameter pullynti diameter pully kipas penghembus.

kipas penghembus.

B.

B. KekuranganKekurangan

Biaya awal lebih mahal. Biaya awal lebih mahal. Biaya perawatan lebih mahal Biaya perawatan lebih mahal

(17)

BAB III BAB III KESIMPULAN KESIMPULAN

Dari uraian tentang

Dari uraian tentang pembahaspembahasan,dapat diambil beberapa kesimpulan :an,dapat diambil beberapa kesimpulan : Ada

Ada 2 2 jenis mjenis mesin peronesin perontok tok (Thresher), (Thresher), yaitu yaitu ::

1

1. Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis). Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)

2

2. Power Thresher (Thesher Mekanis). Power Thresher (Thesher Mekanis)

Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi menjadi gabah. Alat Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi menjadi gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan gabah dengan jeraminya. ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan gabah dengan jeraminya.

Thresher jenis pedal mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh

Thresher jenis pedal mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani danpetani dan cukup dioperasikan oleh satu orang

cukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan/ sawah. Padaserta mudah dijinjing ketengah lapangan/ sawah. Pada umumnya hanya dipakai untuk merontok padi.

umumnya hanya dipakai untuk merontok padi. Power Thres

Power Thresher her dapat dipakadapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung dai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung dan kedelai) dann kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji

dilengkapi dengan pengayak sehingga biji –  – bijian yang dihasilkan relatif bersih, sertabijian yang dihasilkan relatif bersih, serta

mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir  mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir  gabah.

gabah.

Fungsi dari Power Thresher / Mesin perontok padi /

Fungsi dari Power Thresher / Mesin perontok padi / Mesin Perontok Serbaguna digunakaMesin Perontok Serbaguna digunakann sebagai alat mesin pertanian yang serbaguna.

sebagai alat mesin pertanian yang serbaguna. Mesin perontok jenis ini

Mesin perontok jenis ini dapat digunakan sebagai mesin perontok padi, dapat digunakan sebagai mesin perontok padi, perontok kedelaiperontok kedelai dan perontok jagung, dsb.

(18)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Fadli Rustam, di adopsi dari

Fadli Rustam, di adopsi dari MM odul odul tetentang Mntang M eekanisaskanisasi i PePertrt anian, anian, PePembemberdayaardayaan n P3A- P3A-  WISMP-IMRI 

WISMP-IMRI FFakultas Pertanian. Universitas Jember ; Jember.akultas Pertanian. Universitas Jember ; Jember.

Irwanto, A.K., 1983,

Irwanto, A.K., 1983,AlAl at dat dan Man M eessin in BudiBudi daydaya Pea Pertanirtani an an , Fakultas Teknologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor; Bogor.

Pertanian, Institut Pertanian Bogor; Bogor.

Purwadi, T., 1999,

Purwadi, T., 1999,MM eessin in dan Pedan Peralral atan atan , Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada; Jogjakarta.

Universitas Gadjah Mada; Jogjakarta.

Sukirno. 1999,

Sukirno. 1999,MM eekanikani ssasasi i PePerr tanian tanian , Fakultas Teknologi Pertanian .Universitas, Fakultas Teknologi Pertanian .Universitas Gadjah Mada

Gadjah Mada ;Jogjakarta.;Jogjakarta.

http://www.udai08.co.cc/2011/03/power-thresher.html

http://www.udai08.co.cc/2011/03/power-thresher.html diakses pada tanggal 10 Aprildiakses pada tanggal 10 April

2010 2010

Gambar

Gambar 1. Contoh ilustrasi berbagai macam peralatan panen secara manualGambar 1. Contoh ilustrasi berbagai macam peralatan panen secara manual
Gambar 1 : Pedal Thresher Gambar 1 : Pedal Thresher 
Gambar 2. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis pedal pedal thresher. thresher.
Gambar 4. Contoh ilustrasi alat perontok padi jenis power thresh  power thresher  er 

Referensi

Dokumen terkait

 Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak  berasa dan lebih berat daripada udara. N2O biasanya tersimpan dalam bentuk cairan

Misalnya dalam Yule (1996: 3) menyebutkan empat definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara; (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang

Dalam penelitian ini maka yang dikonfirmasi adalah mengenai presentasi diri serta pola komunikasi female disc jockey yang kemudian dikaitkan dengan teori interaksi simbolik.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Studi, artinya peneliti akan meneliti satu individu atau unit sosial secara mendalam. Peneliti berusaha

Langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut adalah membuat model mesin pemilah kayu otomatis yang sederhana karena hanya dapat melakukan proses pemilahan berdasarkan satu paramater

Oleh kar ena sebagian besar isolat-isolat yang diuji mer upakan mikr oor ganisme yang mampu melar utkan fosfat dan memfiksasi nitr ogen, maka isolat -isolat ter sebut

Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) dosis vitomolt sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan molting kepiting bakau, 2) penambahan dosis vitomolt

Media pembelajaran menurut Asyar (2012) merupakan alat atau media yang digunakan untuk menyalurkan materi pembelajaran dari sumber yang sudah dibuat sehingga dapat