BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan yang dimuat ke dalam sistem pakar dapat berasal dari seorang pakar atau

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Sistem Pakar

Pengetahuan yang dimuat ke dalam sistem pakar dapat berasal dari seorang pakar atau pun pengethauan yang berasal dari buku, jurnal, majalah dan dokumentasi yang dipublikasikan lainnya serta orang yang memiliki pengetahuan meskipun bukan ahli. Istilah sistem pakar sering disinonimkan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-based system) atau sistem pakar berbasis pengetahuan (knowledge based expert system). Sebuah sistem pakar umumnya tidak memiliki pengetahuan lain diluar area pengetahuannya kecuali jika diprogram dan dimuat ke dalam sistem (Rika Rosnelly,2012;3-4).

Sistem pakar pada umumnya dirancang untuk memenuhi beberapa karakteristik umum berikut ini :

1. Kinerja sangat baik (high performance). Sistem harus mampu memberikan respon berupa saran (advice) dengan tingkat kualitas yang sama dengan seorang pakar atau melebihinya. 2. Waktu respon yang baik (adequate respon time). Sistem juga harus mampu bekerja dalam

waktu yang sama baiknya (reasonable) atau lebih cepat dibandingkan dengan seorang pakar dalam menghasilkan keputusan.

3. Dapat diandalkan (good reliability). Sistem harus dapat diandalkan dan tidak mudah rusak/crash.

(2)

4. Dapat dipahami (understandable). Sistem harus mampu menjelaskan langkah-langkah penalaran yang dilakukannya seperti seorang pakar.

5. Fleksible (fleksibility). Sistem harus menyediakan mekanisme untuk menambah, mengubah, dan menghapus pengetahuan (Rika Rosnelly,2012;20-21).

II.1.1. Ciri-ciri Sistem Pakar

Sistem pakar memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya sebagai berikut : 1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.

2. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti. 3. Dapat menjelaskan alasan-alasan dengan cara yang dapat dipahami.

4. Bekerja berdasarkan kaidah/ruletertentu. 5. Mudah dimodifikasi.

6. Basis pengetahuan dan mekanisme inferensi terpisah. 7. Keluarannya bersifat anjuran.

8. Sistem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai, dituntun oleh dialog dengan pengguna (T.Sutojo,2012;162).

II.1.2. Manfaat Sistem Pakar

Sistem pakar menjadi sangat populer karena sangat banyak kemampuan dan manfaat yang diberikan, diantaranya :

(3)

1. Meningkatkan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat daripada manusia.

2. Membuat seseorang yang awam bekerja selayaknya seorang pakar.

3. Meningkatkan kualitas, dengan memberikan nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.

4. Mampu menangkap pengetahuan dan kepakaran seseorang. 5. Memudahkan akses pengetahuan seorang pakar.

6. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer. Integritas Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat sistem lebih efektif dan mencangkup lebih banyak sistem.

7. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan informasi yang tidak lengkap.

8. Bisa digunakan sebagai media pelengkap dalam pelatihan. Pengguna pemula bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman karena adanya fasilitas penjelas yang berfungsi sebagai guru.

9. Meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah karena Sistem Pakar mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar (T.Sutojo,2012;160-161).

II.1.3. Kekurangan Sistem Pakar

(4)

1. Memerlukan biaya yang sangat mahal untuk membuat dan memelihatanya. 2. Sulit dikembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar. 3. Sistem pakar tidak selamanya 100% bernilai benar (T.Sutojo,2011;161).

II.1.4. Konsep Dasar Sistem Pakar

Sistem pakar sistem pakar meliputi enam hal berikut ini : 1. Kepakaran (Expertise)

Kepakaran merupakan suatu pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Kepakaran inilah yang memungkinkan para ahli dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan pakar.

2. Pakar (Expert)

Pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan metode khusus serta mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah atau memeberi nasehat. Seorang pakar harus mampu menjelaskan dan memepelajari hal-hal baru yang berkaitan dengan topik permasalahan, jika perlu harus mampu menyusun kembali pengetahuan-penegtahuan yang didapatkan dan dapat memecahkan aturan-aturan serta menentukan relevansi kepakarannya. 3. Pemindahan Kepakaran (Transfering Expertisi)

Tujuan dari sistem pakar adalah memindahkan kepakaran dari seorang pakar ke dalam komputer, kemudian kepada orang lain yang bukan pakar. Proses ini melibatkan empat bagian, yaitu :

(5)

a.Akuisi pengetahuan (dari pakar atau sumber lain). b. Representase pengetahuan (pada komputer). c.Inferensi pengetahuan.

d. Pemindahan pengetahuan ke pengguna.

4. Inferensi (Inferencing)

Inferensi adalah sebuah prosedur (program) yang mempunyai kemampuan dalam melakukan penalaran. Inferensi ditampilkan pada suatu komponen yang disebut mesin inferensi yang mencangkup prosedur-prosedur mengenai pemecahan masalah. Semua penegtahuan oleh sistem pakar. Tugas mesin inferensi adalah mengambil kesimpulan berdasarkan basis pengetahuan yang dimilikinya.

5. Aturan-aturan (Rules)

Kebanyakan software pakar komersil adalah sistem yang berbasisrule(rule-based system), yaitu pengetahuan disimpan terutama dalam bentukrule, sebagai prosedure pemecahan masalah. 6. Kemampuan Menjelaskan (Explanation Capability)

Fasilitas lain dari sistem pakar adalah kemampuannya untuk menejelaskan saran atau rekomendasi yang diberikannya. Penjelelasan dilakukan dalam subsistem penjelasan (explanation). Bagian dari sistem ini memungkinkan sistem untuk memeriksa penalaran yang dibuatnya sendiri dan menjelaskan operasi-operasinya (T.Sutojo;2011:163-165).

(6)

II.1.5. Struktur Sistem Pakar

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (Development Environment) dan lingkungan konsultasi (Consultation Environment). Lingkungan pengembangan sistem pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Komponen-komponen sistem pakar dalam kedua bagian tersebut dapat dilihat dalam gambar II.1 berikut ini:

Gambar II.1. Arsitektur Sistem Pakar

(Sumber : Muhammad Arhani;2012: 13-14)

Keterangan :

1. Antarmuka (interface)

Interfacemerupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi. Selain itu antarmuka menerima informasi dari sistem dan menyajikan ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai.

Perbaikan Pengetahuan LINGKUNGAN KONSULTASI Fakta Tentang kejadian tertentu Mesin Inferensi Fasilitas Penjelas Workplace pemakai Antarmuka Aksi yang direkomendasikan LINGKUNGAN PENGEMBANGAN Knowledge Engineer Basis pengetahuan :

fakta dan aturan

Pakar

Akuisisi pengetahuan

(7)

2. Basis Pengetahuan

Mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang obyek dalam area permasalahan tertentu. Sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui.

3. Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)

Akumulasi transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer.

4. Mesin Inferensi

Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah. Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan danworkplace, dan untuk memformulasikan kesimpulan.

5. Workplace

Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory). Workplace digunakan untuk merekam hasil-hasil antara dan kesimpulan yang dicapai agar hasil-hasil tersebut dapat dimengerti oleh pengguna dalam membaca struktur diagram yang dipaparkan didalam pembuatan sebuah aplikasi.

(8)

6. Fasilitas Penjelasan

Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar. Komponen ini menggambarkan penalaran sistem.

II.2. Tanaman Karet

Menurut Elisabeth Ari (2010:149-150), Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Selain itu karet merupakan produksi utama bagi sebagian petani di indonesia,selain harganya yang relatif tinggi dan stabil disaat sekarang ini,sehingga karet masih banyak di minati oleh para petani indonesia. Namun masih banyak yang di keluhkan oleh para petani karet tentang hama dan penyakit yang ada pada tanaman karet tersebut. Dengan penangannannya menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida organik nasa yang telah banyak para petani karet yang membuktikannya. Adapun Penyakit yang sering ada pada tanaman karet diantaranya ialah :

1. Jamur Akar Putih(Rigidoporus Microporus)

Serangan Jamur Akar Putih pada tanaman karet ditandai dengan adanya perubahan warna pada daun-daun muda. Daun berwarna hijau kusam, permukaan daun lebih tebal dari yang normal, adakalanya tanaman membentuk bunga/buah lebih awal. Perkembangan penyakit JAP terutama dipengaruhi oleh banyaknya sumber infeksi di dalam kebun. Kebun karet yang dibangun pada bekas lahan hutan atau kebun karet tua dimana pengolahan tanahnya tidak dapat dilakukan dengan baik/teliti, tanaman akan banyak menderita serangan JAP.

(9)

2. Penyakit Gugur Daun(Corynespora Cassiicola)

Penyebab penyakit ini dapat menyerang daun muda maupun daun tua. Dan muda (flush) yang helaian daunnya baru membuka, berwarna merah tembaga atau hijau muda, apabila terserang Corynespora akan berubah menjadi kuning, menggulung dan layu. Daun-daun akan terlepas dari tangkainya dan akibatnya tangkai itu sendiri gugur. Pada daun muda, serangan Corynespora tidak menimbulkan bercak yang nyata, tetapi tampak kuning merata diseluruh permukaan daun. Sedangkan pada daun tua, serangan Corynespora ditandai dengan adanya bercak-bercak tak beraturan berwarna coklat tua atau hitam, tampak menyirip seperti tulang ikan. Ranting muda yang terserang akan pecah, kering dan akhirnya mati.

3. Penyakit Kering Alur Sadap (KAS)

Kekeringan kulit atau dikenal dengan istilah Brown Bast (BB) merupakan penyakityang sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utamanya. Penyakit ini telah diketahui sejak awal budidaya karet dilakukan dan akhir-akhir ini mulai menimbulkan masalah serius di beberapa negara penghasil karet alam. Gejala BB ditandai dengan terdapatnya bagian-bagian alur sadap yang tidak mengeluarkan lateks. Bagian-bagian-bagian tersebut kemudian meluas dan akhirnya seluruh pohon tidak mengeluarkan lateks sama sekali. Kulit sebelah dalam bagian yang sakit berubah warna coklat dengan kelembaban yang tinggi. Akibat perubahan hormon di sekitar kulit yang mati adakalanya terbentuk kambium sekunder sehingga terjadi pembentukan kayu yang luar biasa. Batang kemudian membesar dan kulit pohon menjadi pecah-pecah atau terbentuk tonjolan-tonjolan yang tidak teratur, sehingga penyadapan sulit dilakukan.

(10)

4. Penyakit Jamur Upas(Corticium salmonicolor)

Biasanya penyakit ditemukan pada percabangan atau pada bagian bawah percabangan dan ranting. Serangan awal dari Corticium salmonicolor ditandai dengan adanya benang-benang halus yang mirip dengan benang laba-laba pada bagian cabang yang diserang. Pada tahap ini pengamat yang belum terlatih akan mengalami kesulitan untuk menetapkan gejala penyakit tersebut. Pembusukan kulit dan kayu yang meluas sering mengakibatkan kematian sebagian dari pohon yang diserang. Pada pohon yang terserang hebat dan tidak sempat diperlakukan dengan fungisida dapat mengakibatkan kematian.

II.3. Metode Dempster Shafer

Ada berbagai macam penalaran dengan model yang lengkap dan sangat konsisten, tetapi pada kenyataannya banyak permasalahan yang tidak dapat terselesaikan secara lengkap dan konsisten. Ketidak konsistenan yang tersebut adalah akibat adanya penambahan fakta baru. Penalaran yang seperti itu disebut dengan penalaran non monotonis. Untuk mengatasi ketidak konsistenan tersebut maka dapat menggunakan penalaran dengan teori Dempster-Shafer. Dempster-Shafer adalah suatu teori matematika untuk pembuktian berdasarkan belief functions and plausible reasoning(fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal), yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah (bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Teori ini dikembangkan oleh Arthur P. Dempster dan Glenn Shafer. Secara umum teoriDempster-Shaferditulis dalam suatu interval :

(11)

a. Belief,Plausibility

Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi. Jika bernilai 0 maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Dimana nilai bel yaitu (0-0.9).

b. Plausibility(Pl) dinotasikan sebagai Pl(s) = 1 – Bel (-s)

Plausibility juga bernilai 0 sampai 1. Jika yakin akan -s, maka dapat dikatakan bahwa Bel(-s)=1, dan Pl(-s)=0. Pada teori Dempster-Shafer dikenal adanya frame of discrement yang dinotasikan dengan θ. Frame ini merupakan semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis. Tujuannya adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen θ. Tidak semua evidence secara langsung mendukung tiap-tiap elemen. Untuk itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas (m). Nilai m tidak hanya mendefinisikan elemen-elemen θ saja, namun juga semua subsetnya. Sehingga jika θ berisi n elemen, maka subset θ adalah 2n. Jumlah semua m dalam subset θ sama dengan 1. Apabila tidak ada informasi apapun untuk memilih hipotesis, maka nilai : m{θ} = 1,0.

Apabila diketahui X adalah subset dari θ, dengan m1 sebagai fungsi densitasnya, dan Y juga merupakan subset dari θ dengan m2 sebagai fungsi densitasnya, maka dapat dibentuk fungsi kombinasi m1 dan m2 sebagai m3, yaitu:

m3(Z) =

x∩y = z m1(X).m2(Y)

1-∑

x∩y = θm1(X).m2(Y)

(12)

Dimana :

m3(Z) = mass functiondarievidence(Z)

m1(X) = mass function dari evidence (X), yang diperoleh dari nilai keyakinan suatu evidencedikalikan dengan nilaidisbeliefdariefidencetersebut.

m2(Y) = mass function dari evidence (Y), yang diperoleh dari nilai keyakinan suatu evidencedikalikan dengan nilaidisbeliefdariefidencetersebut.

∑x∩y = θm1(X).m2(Y) = merupakan nilai kekuatan dari evidence Z yang diperoleh dari kombinasi nilai keyakinan sekumpulan evidence (jurnal Aprilia Sulistyohati;2008:2).

II.4. Unified Modeling Language (UML)

II.4.1. Defenisi Unifed Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem. Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan bahasa class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++,Java,C# atau

(13)

VB.NET. Walaupun demikian UML tetap digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C (Yuni Sugiarti;2013:34).

UML biasa digunakan untuk :

1. Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use casedanactor.

2. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilakukan secara umum, dibuat dengan interactions diagrams.

3. Menggambarkan representasi struktur statik sebuah sistem dalam bentukclass diagram. 4. Membuat model behavior “yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem”

denganstate transition diagrams.

5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan commponent dan development diagrams.

6. Menyampaikan atau memperluas fungsionality dan stereotypes (Yuni Sugiarti,2013;36).

II.4.2. Diagram – Diagram Pada UML

Beberapa diagram yang terdapat pada UML diantaranya adalah : 1. Use Case Diagram

Use Case Diagram merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Diagram Use Case mendeskripsikan sebuah

(14)

interaksi antara satu atau lebihactordengan sistem yang akan dibuat.Diagram Use Case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut. Hal yang perlu diingat mengenai diagram use case adalah diagram use case bukan menggambarkan tampilan antarmuka user, arsitektur dari sistem, kebutuhan nonfungsional dan tujuan performansi (Yuni Sugiarti;2013:41).

Berikut ini adalah simbol-simbol yang ada padause case diagram: Tabel II.1. Simbol-Simbol Pada Use Case Diagram

Use Case

Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja diawal frase namause case

Actor

Orang proses atau sistem yang lain berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri

Asosiasi/association

Komunitas antara actor dan use case yang berpartisipasi pada use case, atau use case memiliki interasi dengan aktor

Extend

……… <<extend>>

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu, mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek, biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan, arah panah mengarah pada use case yang dituju.

Simbol Deskripsi

(15)

<<include>> ………

memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankanuse caseini. Ada sudut pandang yang cukup besar mengenaiinclude berarti use case yang ditambahkan akan selalu dipanggil saat use case tambahan dijalankan.

(Sumber : Yuni Sugiarti;2013:42)

2. Class Diagram(Diagram Kelas)

Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefesian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. Atribut mendeskripsikan properti dengan sebaris teks didalam kotak kelas tersebut. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. Diagram kelas mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan statis yang terdapat diantara mereka (Yuni Sugiarti,2013;57)

Berikut ini adalah simbol-simbol yang ada pada diagram kelas : Tabel II.2. Simbol-Simbol Pada Diagram Kelas

Simbol Deskripsi

Package Package merupakan sebuah bungkusan dari

satu atau lebih kelas

(16)

Aktivitas

Nama kelas

+Atribute1 +Atribute2 +Operation1()

Kelas pada struktur sistem

Antarmuka /Interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek

Asosiasi

1 1..*

Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity

Asosiasi berarah /Directedasosiasi Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity

Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna

generalisasi-spesialisasi (umum khusus) Kebergantungan /defedency

……….

Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas

Agresasi Relasi antar kelas dengan makna semua

bagian (whole-part)

(Sumber : Yuni Sugiarti;2013:59)

3. Squence Diagram

Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah sekenario. Diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan pesan yang diletakkan diantaran objek-objek ini didalamuse case.

(17)

segiempat bernama. Messege diwakili oleh garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukkan denganprogress vertical.

a. Objek /participant

Objek diletakkan didekat bagian atas diagram dengan urutan dari kiri ke kanan. Mereka diatur dalam urutan guna menyederhanakan diagram. Setiapparticipantdihubungkan dengan garis titik-titik yang disebut lifeline. Sepanjang lifeline ada kotak yang disebut activation. Activation mewakili sebuah eksekusi operasi dari participant. Panjang kotak ini berbanding lurus dengan durasiactivation. Bentukparticipantdapat dilihat pada gambar II.2.

Gambar II.2. Bentuk Participant

(Sumber : Munawar;2012:88)

b. Message

Sebuah message bergerak dari suatu participant ke participant yang lain dan dari suatu lifeline ke lifeline yang lain. Sebuah participant bisa mengirim sebuah message kepada dirinya sendiri.

Sebuahmessagebisa jadisimple,synchronousatauasynchoronous.Messageyangsimple adalah sebuah perpindahan (transfer), contoh dari satu participant ke participant yang lainnya. Jika sebuahparticipantmengirimkan sebuahmessagetersebut akan ditunggu

(18)

sebelum diproses dengan urusannya. Namun jika message asynchoronous yang dikirimkan, maka jawabannya atasmessagetersebut tidak perlu ditunggu. Simbolmessagepadasequence diagramdapat dilihat pada gambar II.3.

Gambar II.3. Bentuk Message

(Sumber : Munawar;2012:88)

c. Time

Time adalah diagram yang mewakili waktu pada arah vertikal. Waktu mulai dari atas kebawah. Message yang lebih dekat dari atas akan dijalankan terlebih dahulu dibanding message yang lebih dekat ke bawah.

Terdapat dua dimensi pada squence diagram yaitu dimensi dari kiri ke kanan menunjukkan tata letak participant dan dimensi dari atas kebawah menunjukkan lintasan waktu. Simbol-simbol yang ada padasquence diagramditunjukkan pada gambar II.4.

synchronous simple

(19)

Gambar II.4. Bentuk Time

(Sumber: Munawar;2005:89)

4. Activity Diagram(Aktivitas)

Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Tabel II.3. Simbol Activity Diagram

Notasi Keterangan

Titik Awal Titik Akhir Activity

Pilihan untuk pengambilan keputusan Fork digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara paralel atau untuk menggabungkan dua kegiatan paralel menjadi satu

Rakemenunjukkan adanya dekomposisi

Participant (obyek) Activation Lifeline Name 1 Name 2 Message

(20)

Tanda waktu Tanda pengiriman Tanda penerimaan

Aliran Akhir (Flow Final)

(sumber: Munawar;2012:110)

Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefenisikan hal-hal berikut : a. Rancangan proses bisnis dimana setiap urusan aktivitas yang digambarkan

merupakan proses bisnis sistem yang didefenisikan.

b. Urutan atau pengelompokkan tampilan dari sistem/user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.

c. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefenisikan kasus ujiannya.

Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi ditrigger oleh selesainya state sebelumnya. Oleh karena itu, activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum (Yuni Sugiarti;2013:75).

II.5. ERD (Entity Relationship Diagram)

Pemodelan basis data dengan menggunakan diagram relasi antar entitas dapat dilakukan dengan menggunakan suatu pemodelan basis data yang bernama ERD (Entity Relationship Diagram) (Yudi Priadi;2014:20).

(21)

Tabel II.4. Simbol-Simbol Pada ERD

Simbol Deskripsi

Entitas /entity Entitas merupakan notasi untuk mewakili suatu objek dengan karakteristik sama, yang dilengkapi oleh atribut, sehingga pada suatu lingkungan yang nyata setiap objek akan berbeda dengan objek lainnya

Relasi Relasi merupakan notasi yang digunakan untuk

menghubungkan beberapa entitas berdasarkan fakta pada suatu lingkungan

Atribut Atribut merupakan notasi yang menjelaskan

karakteristik suatu entitas dan juga relasinya Garis Penghubung Garis penghubung merupakan notasi untuk

merangkaian keterkaitan antara notasi-notasi yang digunakan dalam Diagram E-R, yaitu entitas, relasi dan atribut.

(Sumber : Yudi Priadi;2014:21)

II.6. Normalisasi Data

Normalisasi adalah teknik yang dirancang untuk merancang tabel basis data relasional untuk menimbulkan diplikasi data dan menghindarkan basis data tersebut anomali. Suatu basis data dikatakan tidak normal jika terjadi 3 (tiga) anomali berikut : (Samiaji Sorosa;2012:5)

1. Insertion Anomaly

Anomaly yang terjadi jika ada data yang tidak bisa disisipkan ke dalam tabel.

Nama_entitas

Nama_Relasi

(22)

2. Update / Modification Anomaly

Anomali yang terjadi jika ada perubahan pada suatu item data maka harus mengubah lebih dari satu baris data.

Langkah-langkah normalisasi sampai pada bentuk 3NF sebagai berikut : a. First Normal Form(1NF)

Untuk menjadi 1NF suatu tabel harus memenuhi dua syarat. Syarat pertama tidak ada kelompok data atau field yang berulang. Syarat kedua harus ada Primary Key (PK) atau kunci unik, atau kunci yang memebedakan satu baris dengan baris yang lain dalam satu table. Pada dasarnya sebuah table selama tidak ada kolom yang sama merupakan bentuk table dengan 1NF.

b. Second Normal Form(2NF)

Untuk menjadi 2NF suatu tabel harus berada dalam kondisi 1NF dan tidak memiliki partial dependencies. Partial dependencies adalah kondisi jika atribut non kunci tergantung sebagian tetapi bukan seluruhnya pada PK.

c. Third Normal Form(3NF)

3NF suatu tabel berada dalam kondisi 2NF dan tidak memiliki transive dependencies. Transive dependencies adalah suatu kondisi dengan adanya ketergantungan fungsi antara 2 atau lebih atribut non kunci(Non PK).

(23)

Visual Basic.NET merupakan bahasa pemograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa pemrograman ini terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik dan pemrograman terstruktur. Keunggulan lain dariVisual Basic.NET adalah dapat digunakan untuk merancang program aplikasi yang memiliki tampilan seperti program aplikasi yang lain yang berbasisWindows(Aghus Sofwan;2013:2).

Visual Basic 2010 merupakan salah satu bagian dari produk pemrograman terbaru yang dikeluarkan oleh Microsoft, yaitu Microsoft Visual Studio 2010. Sebagai produk lingkungan pengembangan integrasi atau IDE andalan yang dikeluarkan Microsoft, Visual Studio 2010 menambahkan perbaikan-perbaikan vitur dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan versiVisual Studiopendahulunya, yaitu Microsoft Visual Studio2008 (Wahana Kompute;2010:2).

II.8. Basis Data

Menurut Chou, basis data merupakan kumpulan informasi yang bermanfaat yang diorganisasikan kedalam tatacara yang khusus. Menurut Fabbry dan Schwab, basis data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data. Menurut Date, sistem basis data pada dasarnya adalaha sistem terkomputerisasi yang tujuannya adalah memlihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. (Abdul Kadir;2012:9).

(24)

II.8.I. Model Basis Data

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis untuk menyatakan keadaan ini. (Abdul Kadir;2012:22)

Model dasar yang paling umum ada 3 macam, yaitu : 1. Hirarkis

2. Jaringan, dan 3. Relasional

II.8.2. Perancangan Basis Data

Perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani, dibagi menjadi 2 tahapan : 1. Perancangan basis data secara konseptual,

2. Perancangan basis data secara logis, dan 3. Perancangan basis data secara fisis.

Perancangan basis data secara konseptual merupakan upaya membuat model yang masih bersifat konsep.

Perancangan basis data secara logis merupakan tahapan untuk memetakan model konseptual ke model basis data yang akan dipakai (model rasional, hirarkis, atau jaringan).

(25)

basis data yang bersifat logis menjadi basis data yang tersimpan pada media penyimpan eksternal. (Abdul Kadir;2012:39)

II.9. SQL Server 2008

SQL Server 2008 adalah sebuah terobosan baru dari Microsoft dalam bidang database. SQL Server adalah DBMS (Database Management System) yang dibuat oleh Microsoft untuk ikut berkecimpung dalam persaingan dunia pengolahan data menyusul pendahulunya seperti IBM dan Oracle. SQL Server 2008 dibuat pada saat kemajuan dalam bidang hardware sedemikian pesat. Oleh karena itu sudah dapat dipastikan bahwa SQL Server 2008 membawa beberapa terobosan dalam bidang pengolahan dan penyimpanan data (Wenny Widya;2013:3).

SQL (Structured Query Language) pada dasarnya adalah bahasa komputer standar yang ditetapkan untuk mengakses dan memanipulasi sistem database. Sebuah database berisi satu tabel atau lebih dan memiliki nama yang berbeda untuk masing-masing tabel. Masing-masing tabel memiliki satu kolom (field) atau lebih dan memiliki baris (record). Query digunakan untuk mengakses dan mengolah database (Emma Utami dan Sukirisno;2008:1).

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Kadir, Abdul, 2012.Pengantar Sistem Informasi.Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Ari, Elisabeth, 2012. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Telinga Hidung Tenggorokan Dan Gangguan Wicara. Penerbit Rekatama, Jakarta. Munawar, 2012, Analisa Desain & Pemrograman Berorientasi Objek Dengan UML dan

Visual Basic.Net.Penerbit Elex Media, Jakarta.

Rosnelly, Rika, 2012. Sistem Pakar Konsep dan Teori.Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sofwan, Aghus, dkk, 2013. Kecerdasan Buatan Dalam Permainan Snake 3D Menggunakan Visual Basic.Net Dan Directx.Jurnal Ilmiah, Universitas Diponegoro, Semarang. Sulistyohati, Aprilia dan Taufik Hidayat,2012.Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal

Dengan Metode Dempster Shafer. Jurnal Ilmiah SNATI, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Sutojo, t, dkk, 2012.Kecerdasan Buatan.Penerbit Andi, Yogyakarta.

Wahana Komputer, 2012. Aplikasi Database Untuk Tugas Akhir Menggunakan Visual Basic 2010.Penerbit Andi, Yogyakarta.

, 2012.Belajar Pemrograman Visual Basic 2010 Tutorial % Hari.Penerbit Andi, Yogyakarta.

Widya, Wenny dan Iskandar Zulkarnaen, 2013. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Bersalin Ananda Palembang.Jurnal Ilmiah, STMIK GI MDP.

Figur

Gambar II.1. Arsitektur Sistem Pakar (Sumber : Muhammad Arhani;2012: 13-14)

Gambar II.1.

Arsitektur Sistem Pakar (Sumber : Muhammad Arhani;2012: 13-14) p.6
Tabel II.2. Simbol-Simbol Pada Diagram Kelas

Tabel II.2.

Simbol-Simbol Pada Diagram Kelas p.15
Diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan pesan yang diletakkan diantaran objek- objek-objek ini didalam use case.

Diagram ini

menunjukkan sejumlah contoh objek dan pesan yang diletakkan diantaran objek- objek-objek ini didalam use case. p.16
Gambar II.4. Bentuk Time (Sumber: Munawar;2005:89)

Gambar II.4.

Bentuk Time (Sumber: Munawar;2005:89) p.19
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis

Diagram aktivitas

atau activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis p.19
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefenisikan hal-hal berikut : a. Rancangan proses bisnis dimana setiap urusan aktivitas yang digambarkan

Diagram aktivitas

juga banyak digunakan untuk mendefenisikan hal-hal berikut : a. Rancangan proses bisnis dimana setiap urusan aktivitas yang digambarkan p.20
Tabel II.4. Simbol-Simbol Pada ERD

Tabel II.4.

Simbol-Simbol Pada ERD p.21

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :