• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMP Negeri 32 Purworejo : Lokasi Sulit Prestasi Melejit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SMP Negeri 32 Purworejo : Lokasi Sulit Prestasi Melejit"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

SMP Negeri 32 Purworejo :

Lokasi Sulit Prestasi Melejit

FP,PURWOREJO – SMP Negeri 32 Purworejo terletak di Desa

Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Untuk menjangkau sekolah ini dari pusat kota Purworejo cukup jauh. Bahkan dari jalan raya kecamatan saja harus masuk melewati jalan setapak sejauh lebih kurang 1,5 km. Intinya SMP negeri 32 terletak jauh dari keramaian kota.

Namun begitu untuk ururan prestasi sekolah yang punya motto

bersama kita bisa, bersama kita kuat dan bersama kita menuai prestasi tidak kalah dengan sekolah yang berada di pusat kota

Purworejo. Salah satunya dengan sekolah ini meraih 14 besar dari 43 SMP Negeri se Kabupaten Purworejo dengan hasil UN rata-rata 8 dan tingkat kelulusan mencapai 100%.

Sekolah ini juga terpilih sebagai sampel PISA bersama 64 sekolah se Indonesia. Terpilih sebagai sekolah yang mendapatkan Program Revitalisasi Sekolah (PRS) dari 30 sekolah se Indonesia dengan peningkatan sarana fisik sekolah senilai Rp 1, 250 miliar. Sekolah ini memiliki tenaga pendidik yang berkompetensi baik sesuai bidang tugasnya ( 36 % S2, 60 % S1 dan 4 % belum S1). Dengan tenaga pendidik seperti itu sekolah ini tercatat sebagai sekolah yang terbanyak memiliki tenaga pendidik S2.

Prestasi non akademis, juara I tenis meja putra, juara II tenis meja putri (PODPA 2012-2013), juara I tenis meja putra, juara II tenis meja putri (POPDA 2013-2014), juara I tenis meja putra, juara II tenis meja putri (POPDA 2014-2015), juara I voli putra Lustrum SMA Negeri 2 Purworejo, juara II voli putri Lustrum SMA Negeri 2 Purworejo, juara I tenis meja putra Lustrum SMK PN Purworejo, juara I dan III penulisan kesan dan pesan Museum Tosan Aji, juara I pionering Lomba Pramuka Tingkat Kwarcab, juara III halang rintang Lomba Pramuka

(2)

Tingkat Kwarcab dan Penyertaan sebagai Kas Kontingen Jamnas di Sumatera Selatan.

Kepala SMP Negeri 32 Purworejo, Sukadi, S.Pd, MM.MPd menerangkan, keberhasilan yang diraih sekolahnya tidak lepas dari peran serta seluruh warga sekolah. “Strateginya adalah mebangun budaya kerja, membentuk tim work yang solid dan menciptakan situasi kondusif dan iklim sejuk untuk seluruh warga sekolah,” kata Sukadi yang menjadi Kepala SMP Negeri 32 Purworejo sejak tahun 2008.

Dijelaskan, seiring peningkatan mutu dan prestasi sekolah dalam beberapa tahun terakhir ini tingkat kepercayaan masyarakat terhada SMP Negeri 32 Purworejo semakin kuat. Input atau calon siswa juga semakin besar. Meski jauh dari ideal namun sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah ini seperti sudah cukup memadai.

“Kekurangan kami adalah sekolah ini berdiri pada lahan yang labil dan berdampak bangunan cepat retak dan Sarana transportasi/ aset jalan menuju ke sekolah dirasakan sangat menghambat kelancaran KBM,” ungkapnya. Selain itu, Penebangan kayu di lahan sekitar sekolah akan mengakibatkan terjadinya erosi dan menurunnya sumber air di sekolah.

Rencana tindak lanut ke depan, kata Sukadi, pihaknya akan meningkatkan KBM dengan menekankan pada proses pembelajaran yang efektif dan berbasis studens centered melalui pendekatan PAKEM dan CTL, mengintensifkan MGMPS, IHT di tingkat sekolah dan menitik beratkan prasarana pendidikan yang berbasis IT. “Kami juga akan menjalin kemitraan dengan pihak ke tiga, dalam hal ini alumni untuk memupuk jiwa enterpreneur,” pungkasnya.

(3)

Samino Kembali Terpilih Ketua

DPC Partai Hanura

PURWOREJO,FP – Samino SH.MM kembali terpilih sebagai Ketua

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Purworejo periode 2016 – 2021. Samino terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Hanura di Hotel Sanjaya In Sabtu (19/3/2016). Samino adalah Ketua DPC Partai Hanura Purworejo hasil Muscablub tahun 2013.

Proses pemlihan ketua dihadiri perwakilan KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendara) anak cabang dari 16 kecamatan. Proses penjaringan dilakukan oleh Tim 9, dari hasil itu diperoleh tiga kandidat. Yakni Dwiyanto, Hariyanto BK dan Samino.

Hadir dalam Muscab tersebut, Ketua DPD Partai Hanura, H.Muhammad Supito, Bupati Purworejo Agus Bastian, seluruh ketua dan pengurus partai yang ada di Purworejo dan Kantor Kesbangpol.

Dalam kesempatan itu Bupati Agus Bastian mengatakan, Partai Hanura merupakan salah satu organisasi sosial politik yang kontribusinya sudah demikan besar bagi bangsa Indonesia, utamanya dalam demokrasi dan demokratisasi.

Di sisi lain, kader-kader Partai Hanura juga telah mampu menyumbangkan kemampuan melalui bidangnya masing-masing. “Tugas yang harus dilaksanakan oleh jajaran partai saat ini adalah konsolidasi dan kemudian membangun partai kedepan, menuju sosok partai yang baik dalam arti yang luas,”kata bupati.

Sementara itu, Samino SH.MM mengajak seluruh kader Partai Hanura untuk bergotong royong, bersatu, guyub rukun bersama-sama membangun serta memajukan Kabupaten Purworejo. “Sebagai kadr partai kita harus bersama-sama bergotong royong membangun daerah kita,” kata Samino.

(4)

Diungkapkan, dirinya merasa bangga, karena Partai Hanura bisa menjadi bagian dari partai pengusung dalam kemenangan Pilkada di Kabupaten Purworejo.Dia juga menjelaskan untuk saat ini Partai Hanura di DPRD telah berhasil memiliki 3 kursi.

Mempermudah Pembayaran PDAM

Kerjasama Dengan Bank BNI

PURWOREJO,FP – Untuk memberi kemudahan pembayaran tagihan,

PDAM Purworejo menjalin kerjasama dengan Bank BNI Cabang Purworejo. Kerjasama dalam bentuk pembayaran lewat online dan ATM BNI. Kerjasama tersebut dituangkan dalam MoU dan ditandatangani kedua belah pihak Jumat (18/3/2016) di Aula kantor PDAM.

Dengan dijalin kerjasma tersebut secara otomatis pelanggan PDAM juga akan menjadi nasabah Bank BNI. Secara teknis, melalui sistem online ini nantinya para pelanggan akan mendapat kemudahan. Bagi pelanggan yang akan membayar tagihan tidak harus datang ke kantor PDAM tapi cukup ke ATM terdekat dimana Bank BNI membuka cabang.

“Dengan sistem pembayaran online ini akan memberi banyak kemudahan bagi pelanggan PDAM. Selain itu juga cepat dan efektif, pada saat jatuh tempo pelanggan yang berada di luar daerah bisa membayar tagihan tanpa harus pulang,” kata Direktur PDAM Hermawan Wahyu Utomo ST diruang kerjanya.

Djelaskan, kerjasama dengan Bank BNI akan saling menguntungkan kedua belah pihak. Bagi PDAM selain memberi kemudahan kepada pelanggan juga uang yang masuk dirasa lebih aman karena langsung tersimpan di bank.

(5)

Sebelumnya, PDAM sudah menjalin kerjasama dengan Kantor Pos Purworejo, Bank Purworejo dan sejumlah outlet bertanda KIPO (Kios Pembayaran Online). “Khusus untuk pembayaran di outlet KIPO pelayanan tidak ada pantangan jam, bahkan hari Minggu bisa membayar jika outletnya buka,” papar Hermawan.

Meski pelanggan membayar ditempat-tempat tersebut namun tidak dikenai biaya tambahan. Artinya pelanggan hanya membayar sesuai tagihan dari PDAM dan tidak ada tambahan lain karena untuk fee tempat-tempat tersebut sudah ditanggung pihak PDAM. “Konsumen hanya bayar sesuai tagihan saja,” ucapnya.

Menurut dia, selain menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, dalam rangka untuk memberi pelayanan prima kepada pelanggan PDAM juga akan membuat instalasi Ibu Kota Kecamatan (IKK) dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

Untuk tahap awal ini instalasi itu akan dibangun di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Bagelen, Bayan, Gebang, Kaligesing dan Bruno. “Konsep saya nantinya setiap kecamatan ada instalasinya, untuk tahap awal ini kita prioritaskan lima dulu,” ujar Hermawan.

Suplai Instalasi IKK nantinya akan disesuaikan dengan daerah masing-masing. Untuk Kecamatan Bagelen akan mengambil dari Sungai Bogowonto, Bayan akan mengambil dari Sungai Sudogaran, Gebang akan bekerjasama dengan Kabupaten Wonosobo dan Kaligesing akan mengambil dari sumur dalam.

Untuk pendirian instalasi IKK yang anggaranya cukup besar Hermawan mengaku PDAM tidak bisa jalan sendiri, “PDAM butuh dukungan dan peran serta pemerintah daerah,” tandasnya. Saat ini jumlah pelanggan PDAM tercatat sebanyak 20.181 pelanggan.

(6)

YLPK

Kalimantan

Cabang

Purworejo Audensi Dengan

Bupati Agus Bastian

PURWOREJO,FP – Pengurus Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen

(YLPK) “Kalimantan” cabang Kabupaten Purworejo audensi dengan Buapti Purworejo Agus Bastian, Selasa (15/3/2016). Kedatangan pengurus YLPK itu untuk memperkenalkan keberadaan dan program kerja YLPK selama menjalin kerjasama dengan kepala daerah sebelumnya.

Kewuh Heru Prasetyo Jati, Pimpinan YLPK cabang Purworejo mengatakan, selain itu juga menawarkan agar bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dan membantu mewujudkan revolosi mental. “Dalam kesempatan itu juga digagas perlunya pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang sampai saat ini belum ada di Purworejo. Pembentukan BPSK dimotori oleh YLPK,” katanya.

Kata Heru, YLPK juga mendorong segera dibuat draf komposisi BPSK yang berhubungan dengan Kementerian Hukum Dan Ham dan selama ini belum pernah diagendakan oleh pemeritah daerah. Tugas BPSK untuk membantu penyelesaian sengketa antara pelaku usaha dan konsumen diluar pengadilan.

Dalam pertemuan itu juga banyak dimunculkan wacana-wacana kerjasama antara YLPK dengan pemerintah daerah. Salah satunya adalah wacana dari Bupati Agus Bastian tentang pendirian koperasi di setiap desa yang ada di Kabupaten Purworejo dengan program satu desa satu koperasi. Dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam program satu desa satu koperasi itu nantinya YLPK akan ditempatkan sebagai pengawas dan akan berkoordinasi dengan Kabid Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata(Disperindagkoppar) Kabupaten Purworejo. “Salah satu

(7)

tugas pokok YLPK adalah mengawasi kinerja koperasi agar tidak keluar dari koridor yang sudah ditentukan” ucap Heru.

Heru berharap, dengan adanya udensi itu nantinya akan ada sharing antara YLPK dan pemerintah daerah sehingga kedepan YLPK akan dilibatkan dalam program-program pemerintah. “Harapanya YLPK dan pemerintah daerah bisa bersinergi terjalin kerjasama khusunya dalam bidang yang berkaitan dengan perlindungan konsumen,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Agus Bastian menyambut baik pertemuan itu dan berharap YLPK bisa ikut berperan serta dalam proses pembangunan di Kabupaten Purworejo khususnya yang berhubungan hak-hak konsumen.“Pemerintah daerah wajib melindungi warganya, karena itu keberadaan dan peran YLPK sangat penting sekali,” ucap bupati.

Ketua YLPK, Kewuh Heru Prasetyo Jati dan Bupati Agus Bastian

Bupati berharap dengan peran serta YLPK dalam proses pembangunan di kabupataen purworejo akan menambah wawasan masyarakat tentang hak-hak konsumen dan kewajiban produsen. “Harapan saya YLPK nantinya bisa memberi pemahaman tentang apa saja yang menjadi hak konsumen dan produsen,”tambahnya.

YLPK “Kalimantan” Cabang Purworejo beralamat di Jl. Mojopahit No 26 Purworejo Tlpn (0275) 323015 berdiri sejak 26 Januari 2013. Dalam kiprahnya sudah banyak sekali menangani kasus-kasus besar dan kecil.

(8)

Wilayah kerjanya tidak terbatas hanya di Purworejo saja, melainkan juga menangani pengaduan di luar daerah bahkan sampai luar pulau Jawa. Dari sekian banyak pengaduan yang ditangani YLPK “Kalimantan” Cabang Purworejo tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Karena itu tidak mengherankan kalau keberadaan YLPK ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Kasus-kasus yang ditangani YLPK ini diantaranya terkait perbankan, sengketa tanah, eksekusi hak tanggungan dan perselisihan antara perusahaan dan karyawan, sampai utang piutang. YLPK “Kalimantan” Cabang Purworejo dipimpin oleh Kewuh Heru Prasetyo Jati dan dibantu oleh Muh. Andika Perdana (Sekretaris), Cahyo Adi Saputro (Divisi Kelembagaan), Aditya Budi Permana (Divisi Pengaduan) dan Heru Budiono (Divisi Operasional).

Siswa SMA Negeri 3 Purworejo

Ringkus Jambret

PURWOREJO,FP – Apa yang dilakukan oleh Imam dan Taufik,

keduanya siswa SMA Negeri 3 Purworejo memang luar biasa dan patut ditiru. Tanpa kenal takut kedua pelajar tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan oleh Catur Js (25) dan Prasetyo (18), warga Bagelen, Kecamatan Bagelen terhadap Muuiza Nur Afifa (26) dokter asal Jangkaran, Temon, kulonprogo Sabtu (12/3/2016) malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Kejadian bermula saat Muuiza mengendarai sepeda motor jenis matic dari arah Purworejo menuju Yogyakarta. Tiba ditempat kejadian, atau tepatnya di Desa Popongan, tas milik Mauiza yang diletakan di tempat pijakan sepeda motornya dijambret

(9)

oleh Catur dan Prasetyo. Sadar dirinya dijambret Mauiza kemudian menjerit minta tolong. Mendengar jeritan itu, Imam dan Taufik yang baru pulang dari pengajian langsung melakukan pengejaran.

Aksi kejar-kejaran dan teriakan minta tolong mengundang perhatian Brigadir Aqiunopun yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Brigadir Aqiunopun langsung ikut dalam aksi pengejaran tersebut. Aksi kejar-kejaran berlangung sampai Kecamatan Purwodadi. “Saat lewat di Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi kedua pelaku tidak berkutik karena jalan itu sudah diblokir oleh warga sehingga Brigadir Aqiunopun, Imam dan Taufik dengan mudah meringkusnya,” jelas Kasubag Humas Polres Purworejo AKP Lasiyem dalam gelar perkara Rabu (16/3/2016). Dikatakan, saat dalam pengejaran tersangka penjambretan sempat panik dan membuang tas milik korban. Dari pengakuan tersangka Catur dia nekad menjambret untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Kapolres Purworejo AKBP Arsida Septiana SH melalui Kapolsek Banyuurip mengungkapkan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua tersangka. Meski penangkapan dilakukan di wilayah Purwodadi namun karena tempat kejadian berada di wilayah Banyuurip maka kasus itu ditangani oleh Polsek Banyuurip. “Kita sangat mengapresiasi sekali terhadap tindakan yang dilakukan oleh Imam dan Taufik karena berkat keduanya tersangka penjambretan berhasil ditangkap,” ucapnya.

Kurang Dari 10 Jam Polsek

Banyuurip Ungkap Pencurian

(10)

Kayu

PURWOREJO,FP – Hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 jam

Unit Reskrim Polsek Banyuurip berhasil mengungkap kasus pencurian kayu yang terjadi di rumah milik Tugino, warga Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo belum lama ini. Aparat juga berhasil mengamankan dua terduga pelaku pencurian, yakni Angga Galuh Asmoro warga Desa Popongan dan Irwan Vidianto warga Keruhaan Borokulon. Sementara terduga lainnya, Agus warga Kelurahaan Doplang berhasil melarikan diri.

Bermula dari Tugeno menyewa rumah milik Angga untuk usaha kayu. Saat itu Tugeno meminta Angga untuk membeli gembok. Gembok dan dua kuncinya kemudian diserahkan kepada Tugeno dan kunci satunya disimpan oleh Angga. Pada saat Tugeno pergi Angga yang dibantu oleh Irwan dan Agus kemudian mencuri kayu milik Tugeno.

Kapolsek Banyuurip AKP Rahmad Efendi menjelaskan, setelah mendapat laporan dari korban Senin (7/3/2016) sekitar pukul 16.00 WIB Kanit Reskrim Polsek Banyuurip langsung melakukan penyelidikan.

Dari informasi masyarakat diketahui tidak jauh dari lokasi kejadian ada beberapa mobil pick up dengan ciri-ciri tertentu. “Setelah melalui pengamatan akhirnya sekitar pukul 02.00 WIB Kanit Reskrim AIPTU Triono dan anggotanya berhasil menangkap Angga dan Irwan, sedang Agus berhasil kabur dan kini masih dalam pengejaran aparat,” kata AKP Rahmad Efendi.

Disebutkan, kedua terduga pencurian kayu saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(11)

Polres

Purworejo

Dapat

Tambahan Personil

PURWOREJO,FP – Terhitung sejak Senin (14/3/2016) Polres

Purworejo mendapat tambahan 17 personil. 17 personil yang terdiri dari 13 polisi dan 4 polisi wanita (polwan) sudah mulai bertugas di Polres Purworejo. Sambil menunggu penempatan untuk sementara 17 Brigadir remaja itu ditempatkan di bagian sumber daya manusia (sumda).

“Sambil menunggu penempatan 17 Brigadir diperbantukan di bagian sumda,” kata Kabag Sumda Polres Purworejo, Kompol Sri Wigoyanti.

Dijelaskan, sebelumnya melakukan pendaftaran menjadi Brigadir melalui Polres Purworejo. Selanjutnya mereka menempun pendidikan selama tujuh bulan di SPN Purwokerto, SPN Banyubiru dan Sepolwan (Sekolah Polisi Wanita).

“Setelah selesai pendidikan penempatan pertama mereka di Polres Purworejo. Sementara menunggu penempatan di bagian apa dan satuan apa mereka setiap pagi melaksanakan latihan baris berbaris dan melakukan pengaturan lalulintas,” pungkas Kabag Sumda.

Kabag Sumda berharap dengan adanya tambahan 17 personil itu akan memperlancar tugas-tugas dan meningkatkan kinerja Polres Purworejo.

(12)

SBY Dan Ny. Ani Nyekar Di

Makam Sarwo Edie

PURWOREJO,FP – Dalam safari politik berjudul Tour de Jawa,

Jumat (11/3/2016) Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) dan Ny, Ani Yudhoyono menyempatkan diri nyekar di makam Jenderal Sarwo Edie Wibowo. Sekitar pukul 15.30 WIB Mantan Presiden RI ke 6 yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu tiba di makam Jenderal Sarwo Edie Wibowo.

Ikut dalam rombongan, Sekjen DPP Partai Demokrat Edi Baskoro Yudhoyono, mantan Kasad Jenderal Pramono Edi Wibowo, dan mantan Menpora Roy Suryo. Rombongan diterima Bupati Purworejo Agus Bastian, Wakil Bupati Yuli Hastuti, Wakil Ketua DPRD Yophi Prabowo, Muspida serta keluarga besar Sarwo Edi Wibowo. Di makam Jenderal Sarwo Edie Wibowo SBY dan Ny. Ani melakukan tahlil. Bacaan tahlil dipimpin oleh KH Gus Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Loano.

Dalam kesempatan itu SBY memberikan pernyataan mengenai riwayat perjuangan Sarwo Edi Wibowo yang disebutnya banyak ditulis secara salah dalam buku-buku sejarah. “Tulislah riwayat perjuangan tokoh-tokoh sejarah dengan benar dan apa adanya agar almarhum tenang di alam baka,” kata SBY.

Dijelaskan, pada periode tahun 1965-1966, Sarwo Edi telah mengingatkan agar TNI dan rakyat bersatu untuk mencegah terjadinya konflik horisontal. Namun ternyata dalam sejarah, cerita tentang Sarwo Edi pada masa itu ditulis secara salah.

(13)

Danramil Kaligesing Ajak

Masyarakat Buka Lahan Tidur

PURWOREJO,FP – Sedikitnya tujuh ribu meter persegi lahan

tidur di desa Sudorogo Kecamatan Kaligesing Purworejo diolah menjadi lahan produktif dengan ditanami tanaman jagung, Kamis (10/3/2016). Pengolahan lahan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo.

Secara simbolis, penanaman jagung di lahan tidur tersebut dilakukan oleh Dandim 0708 Purworejo Letnan Kolonel Czi Tommy Arief Susanto S.I.P yang diwakili Kasdim 0708 Purworejo Mayor Inf Restito, Danramil 03 Kaligesing, Camat, Petugas Penyuluh Lapangan serta perangkat desa serta Gapoktan desa setempat. Penanaman jagung perdana tersebut juga dimeriahkan dengan kesenian jaran kepang desa Sudorogo.

“Pengolahan lahan tidur di Desa Sudorogo ini kami realisasikan guna memberikan contoh kepada desa-desa lain khususnya di Kecamatan Kaligesing agar tidak menyia-nyiakan lahan yang ada. Lahan yang selama ini kurang bermanfaat karena berisi tanaman-tanaman yang tidak produktif harus segera diolah,” terang Danramil 03, Kapten Inf Sutopo.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya kegiatan pengolahan lahan ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kaligesing. Pasalnya, lahan-lahan potensial untuk menananam tanaman pangan masih banyak yang belum digarap. “Setidaknya ada tiga hal yang kami inginkan dalam program ini diantaranya, terwujudnya ketahanan pangan, peningkatan ekonomi warga masyarakat setempat serta optimalisasi lahan-lahan tidur yang selama ini tidak diolah agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya.

(14)

itu adalah Hibrida BC-18 sebanyak 10 kilogram. “Dari mulai persiapan lahan hingga panennya nanti akan terus kami dampingi. Kelemahannya adalah sulitnya sumber air. Maka waktu penghujan yang tinggal sedikit ini kami manfaatkan betul untuk melakukan penanaman,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kaligesing Bambang Budi Prasetyo m e n y a m b u t b a i k i n i s i a t i f d a r i t e n t a r a y a n g d a p a t direalisasikan bersama jajaran Muspika dan masyarakat setempat. Menurunnya, lahan tidur seperti di Desa Sudorogo tersebut adalah sample dari kondisi alam di wilayah Kaligesing.

“Bahkan prosentasi tanah yang tidur dengan yang tergarap untuk saat ini jauh lebih banyak yang belum tergarap dengan baik. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus motifasi bagi kita bersama untuk terus mengerjakan hal serupa dan meluas hingga 21 Desa di Kaligesing,” katanya.

Camat Kaligesing berpesan agar Gapoktan yang bersama tentara yang akan mengelola tanaman-tanaman pada lahan tidur itu untuk tidak patah semangat. Pasalnya, untuk menghasilkan hasil yang bagus tentu tidak hanya sekali proses penanaman selesai.

“Jika tanaman pertama atau kedua pada lahan ini belum berhasil, jangan kemudian selesai. Harus terus dilanjutkan karena seluruhnya butuh proses agar betul-betul menjadi lahan produktif yang dapat menyangga ketahanan pangan di Kaligesing ini,” katanya.

(15)

2016 Polres Purworejo Bagi –

Bagi Dawet Ireng

PURWOREJO,FP – Pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2016 yang

digelar oleh Polres Purworejo, Kamis (10/3/2016) benar-benar membuat simpatik masyarakat pengguna jalan. Operasi dilaksanakan di Jl Tentara Pelajar yang masuk zona KTL (Kawasan Tertib Lalulntas).

Operasi Simpatik Candi 2016 dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Diitempat itu sejumlah petugas menghentikan kendaraan dari arah barat dan timur. Dengan sigap para petugas kemudian memeriksa kelengkapan surat-surat berkendaraan.

K a n i t L a k a P o l r e s P u r w o r e j o , I P D A B e n i Murtopo serahkan dawet ireng kepada salah satu pengguna jalan raya

Namun pada saat pemeriksaan kelengkapan surat-surat tidak terlihat wajah tegang baik dari petugas maupun pengguna jalan seperti yang biasa terjadi. Justru sebaliknya, meski serius namun suasana terlihat mencair dan penuh keakraban. Sebab pengguna jalan yang sudah selesai diperksa kelengakapan suratnya, mereka diajak untuk singgah di Pospol Munumen untuk menikmati segelas dawet ireng, minuman khas Kabupaten Purworejo.

(16)

Tentu saja cara yang ditempuh oleh anggota Satlantas Polres Purworejo itu mengundang simpatik masyarakat dan pengguna jalan raya yang melintas.

“Ini merupakan terobosan baru bagi Satlantas Polres Purworejo. Kita membagikan dawet ireng sebagai bukti kepedulian polisi kepada pengguna jalan yang membawa kelengkapan surat dalam berkendara di jalan raya,” kata Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Muhammad Syuhada disela-sela operasi.

M e n i k m a t i d a w e t i r e n g d i s e l a - s e l a o p e r a s i simpatik

Menurut Kanit LakaPolres Purworejo, IPDA Beni Murtopo SH, karena programnya adalah operasi simpatik maka dalam menjalankan tugas petugas juga harus membuat simpatik masyarakat. “Pembagian dawet ireng kepada pengguna jalan raya adalah salah satu cara kami agar masyarakat simpatik,” jelas AKP Beni sambil memberikan segelas dawet ireng kepada salah satu pengguna jalan raya.

Sementara itu, Andini, warga Gombong, Kebumen, salah satu pengguna jalan saat dimintai komentar mengaku sangat mengapresiasi cara yang dilakukan polisi dalam menggelar operasi simpatik candi 2016. “Bagus banget, razia dengan memberi dawet ireng,” katanya.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu metode deep learning adalah Convolutional Neural Network (CNN), CNN telah banyak dimanfaatkan pada proses efisiensi budidaya tanaman seperti kematangan buah

Manajemen Aset merupakan sebuah langkah manajerial yang harus dilakukan seorang manajer keuangan saat ini, di dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi

Faktor sosial disini adalah faktor manusia (semua manusia), baik manusia itu hadir maupun kehadirannya itu dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir. Kehadiran orang

Taylor (2015) menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki dukungan sosial tinggi akan memiliki tingkat stress yang rendah, serta dapat menjalani hidup dengan lebih

a) Imunoglobulin intravena telah digunakan pada bayi – bayi dengan rhesus yang berat dan inkompatibilitas ABO untuk menekan hemolisis isoimun dan menurunkan tindakan

Penelitian ini merupakan serangkaian ha- sil pengamatan burung di wilayah hulu DAS Ci- tandui yang dilakukan pada tanggal 25-29 April 2014 di kawasan hutan Cagar Alam Talaga Bo-

pengelolaan keuangan daerah oleh sangat penting dilakukan, karena pengawasan merupakan suatu usaha untuk menjamin adanya keserasian antara penyelenggaraan tugas