pembahasan zat organik.doc

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Pembahasan Pembahasan

Per

Permanmanganoganometmetri ri mermerupakupakan an penpenetaetapan pan kadakadar r zat zat berberdasdasarkarkan an ataatas s reareaksi ksi oksoksidaidasisi red

reduksuksi i dengdengan an KMnKMnOO44. . KalKalium ium PerPermanmanganaganat t mermerupakupakan an oksoksidaidator tor kuakuat t serserta ta tidtidak ak perperlulu

menggunakan indikator, karena kalium permanganate bersifat auto indikator yaitu bisa bertindak  menggunakan indikator, karena kalium permanganate bersifat auto indikator yaitu bisa bertindak  se

sebagbagai ai inindidikakatotor r untuntuk uk didiririnynya a sesendndiriri. i. PaPada da tititrtrasasi i pepermrmangangananomometetriri, , lalarurutatan n kakaliliumum  permanganate

 permanganate selain selain bertindak bertindak sebagai sebagai larutan larutan standar standar sekaligus sekaligus juga juga indikator. indikator. KekuatanKekuatan oksidator kalium permanganat tergantung pada pH larutan. Keragaman ini disebabkan karena oksidator kalium permanganat tergantung pada pH larutan. Keragaman ini disebabkan karena mangan mempunyai bilangan oksidasi yang berbeda yaitu 1, 2, , 4, !, dan ". #eduksi mangan mangan mempunyai bilangan oksidasi yang berbeda yaitu 1, 2, , 4, !, dan ". #eduksi mangan dalam suasana asam akan beruba$ dari bilangan oksidasi " menjadi 2. %edangkan dalam suasana dalam suasana asam akan beruba$ dari bilangan oksidasi " menjadi 2. %edangkan dalam suasana  basa dari bilangan oksidasi " menjadi 4 &'urelia '

 basa dari bilangan oksidasi " menjadi 4 &'urelia 'urita, 2(11).urita, 2(11).

Permanganometri juga bisa digunakan untuk menentukan kadar belerang, nitrit, fosfit, Permanganometri juga bisa digunakan untuk menentukan kadar belerang, nitrit, fosfit, dan sebagainya. *ara titrasi permanganometri ini banyak digunakan dalam menganalisa zat+zat dan sebagainya. *ara titrasi permanganometri ini banyak digunakan dalam menganalisa zat+zat organik. Metode permanganometri didasarkan pada reaksi oksidasi ion permanganat. Oksidasi organik. Metode permanganometri didasarkan pada reaksi oksidasi ion permanganat. Oksidasi ini

ini dapdapat at berberlanlangsugsung ng daldalam am suasuasansana a asaasam, m, netnetral ral dan dan alkalkalialis. s. KalKalium ium perpermanmanganaganat t dapdapatat  bertindak

 bertindak sebagai sebagai indikator, indikator, dan dan umumnya umumnya titrasi titrasi dilakukan dilakukan dalam dalam suasan suasan asam asam karena karena karenakarena akan lebi$ muda$ mengamati titik ak$ir titrasinya. amun ada beberapa senya-a yang lebi$ akan lebi$ muda$ mengamati titik ak$ir titrasinya. amun ada beberapa senya-a yang lebi$ muda$ dioksidasi dalam suasana netral atau alkalis onto$nya

muda$ dioksidasi dalam suasana netral atau alkalis onto$nya $idrasin, sulfit, sulfida, sulfida dan$idrasin, sulfit, sulfida, sulfida dan tiosulfat &/lly %ulis, 2(1).

tiosulfat &/lly %ulis, 2(1).

 ilai kalium permanganat &KMnO

 ilai kalium permanganat &KMnO44 0alue) didefinisikan sebagai jumla$ mg KMnO 0alue) didefinisikan sebagai jumla$ mg KMnO44 yang yang

diper

diperlukan untuk lukan untuk mengomengoksidasksidasi i zat organik yang zat organik yang terdaterdapat di pat di dalam satu liter dalam satu liter onto$ air denganonto$ air dengan didi$kan selama 1( menit. Proses oksidasi untuk penetapan nilai kalium permanganat dapat didi$kan selama 1( menit. Proses oksidasi untuk penetapan nilai kalium permanganat dapat dilakukan dalam kondisi asam atau kondisi basa, akan tetapi oksidasi dalam kondisi asam adala$ dilakukan dalam kondisi asam atau kondisi basa, akan tetapi oksidasi dalam kondisi asam adala$ lebi$ kuat, dengan demikian ion+ion klorida yang terdapat pada onto$ air akan ikut teroksidasi. lebi$ kuat, dengan demikian ion+ion klorida yang terdapat pada onto$ air akan ikut teroksidasi. Ole$ karena itu oksidasi kalium permanganat dalam kondisi basa dianjurkan untuk pemeriksaan Ole$ karena itu oksidasi kalium permanganat dalam kondisi basa dianjurkan untuk pemeriksaan on

onto$ to$ air yang air yang menmengandgandung ung kadkadar ar klokloridrida a leblebi$ i$ dardari i (( (( mgmg. . 3er3erikuikut t ini adalaini adala$ $ zatzat+zat+zat organik yang dapat mengganggu penetapan nilai kalium permanganat serta ara untuk mengatasi organik yang dapat mengganggu penetapan nilai kalium permanganat serta ara untuk mengatasi gangguan tersebut

gangguan tersebut 1.

1. 5on s5on sulfidulfida dan a dan nitrnitrit, it, untuk untuk meng$imeng$ilangkan langkan $arus $arus dipanadipanaskan skan dengan dengan HH22%O%O44 ener sampai ener sampai

H

(2)

2. 6aram ferro dapat di$ilangkan dengan penamba$an beberapa tetes KMnO4  sebelum

dianalisa sampai larutan tepat mera$ muda.

. 3ila $arus disimpan lebi$ dari satu $ari, lebi$ baik diasamkan kurang dari ! & pH7! ) 'nalisis permanganometri dapat berlangsung dalam  suasana 

1. #eaksi dalam susasan asam

MnO4+ 8 9H8 8 !e+ Mn28 8 4H

2O

2. #eaksi dalam suasana netral

MnO4+ 8 4H88 e+ MnO

2 8 2H2O

. #eaksi dalam suasana 3asa

MnO4+ 8 e+ MnO

4

Penentuan zat organik dengan ara oksidasi dapat dilakukan dalam suasana asam maupun  basa. 3erdasarkan praktikum yang dilakukan prinsip yang digunakan adala$ prinsip metode

asam karena dalam titrasi ini menggunakan larutan asam H2%O4, dimana prinsip metode asam

yaitu zat organik didalam sampel dioksidasi ole$ KMnO4  berlebi$ dalam keadaan asam dan

 panas. %isa KMnO4  direduksi dengan larutan asam oksalat berlebi$. Kelebi$an asam oksalat

dititrasi kembali dengan KMnO4. #eaksi oksidasi KMnO4 dalam kondisi asam adala$ sebagai

 berikut

2KMnO4 8 H2%O4  2MnO4 8 K 2%O4 8 !O

%ebelum melakukan penentuan kadar zat organik pada sampel, dilakukan standarisasi

KmnO4 dengan asan oksalat (,(1 . Kalium permanganat perlu distandarisasi, karena kalium

 permanganat bukan larutan baku primer. %tandarisasi dilakukan dengan asam oksalat, ini dikarenakan agar reaksi tidak bolak balik, sedangkan potensial elektroda sangat tergantung pada  pH. %tandarisasi larutan kalium permanganate dilakukan seara langsung, dilakukan pada analit

yang dapat dioksidasi seara langsung.

Pada saat beberapa tetesan a-al titrasi reaksi berlangsung lambat meskipun tela$ dipanaskan, terbentuk -arna pink pada analit yang meng$ilang relatif lama. Hal ini disebabkan  belum terbetuknya Mn28 pada reaksi antara titran dan analit. Mn28 merupakan autokatalis yang

dapat memperepat laju reaksi. Ketika Mn28 yang terbentuk lebi$ banyak lagi, maka reaksi

(3)

 permanganat menjadikan larutan ber-arna mera$ sangat muda yang stabil dan titrasi pun di$entikan.

%tandarisasi dilakukan dengan dimasukkan 1( ml larutan asam oksalat (,(1  ke dalam erlenmeyer kemudia ditamba$kan ! ml H2%O4 bebas zat organik 4  ke dalamnya. :ujuan

menggunakan H2%O4 bebas zat organik iala$ agar reaksi dengan KMnO4 tidak dipengaru$i ole$

zat organik yang terdapat dalam H2%O4 ataupun pelarutnya. Kemudian larutan tersebut

dipanaskan pada su$u "(;* agar KMnO4 dapat mengoksidasi asam oksalat karena jika su$u

diba-a$ "(;* maka reaksi akan berjalan lambat dan akan menguba$ MnO4+ menjadi MnO

2 yang

 berupa endapan oklat se$ingga :': susa$ ditentukan. %edangkan apabila su$u diatas "(;+9(;*

maka akan merusak asam oksalat dan terurai menjadi *O2 dan H2O se$ingga $asil ak$ir akan

lebi$ keil &uneta 'urelia <atma, 2(14). 'sam oksalat dipanaskan setela$ ditamba$kan asam sulfat. Hal ini dilakukan karena dalam akuades asam oksalat membentuk peroksida, kemudian  peroksida yag terbentuk akan menyebabkan permanganate yang dibutu$kan saat titrasi lebi$

sedikit dan reaksi ini berlangsung lambat, dan saat dipanaskan akan menjadi asam oksalat kembali, se$ingga titrasi reduksi oksidasi dapat berlangsung dengan sempurna. %elanjutnya larutan tersebut dititrasi dengan KMnO4 dalam keadaan panas $ingga terjadi peruba$an -arna

dari larutan bening menjadi mera$ muda konstan, se$ingga normalitas KMnO4dapat ditentukan.

3erdasarkan praktikum yang dilakukan terdapat perbedaan $asil standarisasi KMnO4

 pada kelompok ganjil dan kelompok genap. %tandarisasi KMnO4 dengan asam oksalat (,(1 

 pada kelompok genap untuk penentuan kadar zat organik pada sampel air sumur, air kolam ikan, dan air sa-a$ dilakukan seara triplo dimana diperole$ $asil titrasi yaitu 1(,"( ml= 1(,!( ml= dan 1(,!( ml se$ingga diperole$ 0olume rata+rata titrasi yaitu sebesar 1(,!> ml dan setela$ melalui per$itungan diperole$ normalitas KMnO4 adala$ (,((?! . %edangkan pada standarisasi

KMnO4  dengan asam oksalat (,(1  pada kelompok ganjil yang digunakan untuk penentuan

kadar zat organik pada sampel air sumur bor, air tambak, dan air payau diperole$ 0olume titrasi yaitu 1(,> ml= 1(,! ml= dan 1(," ml se$ingga diperole$ 0olume rata+rata titrasi yaitu 1(,> ml dan

$asil per$itungan normalitas KMnO4 yang diperole$ adala$ (,((?4 . Perbedaan $asil

stansarisasi KMnO4 ini disebabkan karena faktor ketelitian praktikan antara kelompok genap dan

kelompok ganjil dalam melakukan titrasi standarisasi KMnO4 tersebut. Pada pembuatan kalium

(4)

zat pereduksi yang dapat membuat permanganat terdekomposisi menjadi mangan oksida, se$ingga perlu dilakukan pemanasan untuk meng$ilangkan zat+zat pereduksi dan juga untuk  memisa$kan endapan mangan oksida yang ber-arna keoklatan.

Kalium permanganat tidak dapat digunakan sebagai larutan baku primer karena sukar 

didapatkan dalam keadaan murni dan $ampir selalu berampur dengan MnO2, muda$ tereduksi

ole$ reduktor organik dalam air suling. Ole$ karena itu kalium permanganat $arus dibakukan,  biasanya dilakukan dengan larutan baku primer asam oksalat. #eaksi redoks antara asam oksalat

&H2*2O4) dengan KMnO4dalam suasana asam adala$ sebagai berikut

#eduksi  MnO4@  8 9H8 8 !e Mn28 8 4H

2O A 2

Oksidasi  *2O42+ 2 *O2 8 2e A !

2 MnO4@  8 1> H88 ! *

2O42+ 2 Mn28 8 9H2O 1(*O2

#eaksi di atas dalam suasana netral atau basa dan dingin akan berjalan lambat. Bntuk  memperepat reaksi, selain dibuat dalam suasana asam juga dibuat dalam suasana panas &"(;*)

Calam perobaan penentuan total zat organik &permanganometri) $al pertama yang dilakukan adala$ mengukur 2! ml sampel air yang akan diuji kemudian dimasukkan ke dalam

/rlenmeyer. Kemudian ditamba$kan ! ml H2%O4 4 bebas zat organik. Calam perobaan ini,

sebagai pengasam digunakan larutan H2%O4  ener. Karena ion MnO4+ akan tereduksi menjadi

Mn28 dalam suasana asam ole$ reaksi dengan atom H. %elain itu, asam sulfat ukup baik karena

tidak bereaksi dengan permanganat. 'pabila yang digunakan adala$ penamba$an asam klorida sebagai asam maka akan menyebabkan terbentuknya gas klor pada larutan se$ingga akan sulit menentukan titik ak$ir titrasi. %elain itu kemungkinan teroksidasinya ion klorida menjadi gas klor akan menyebabkan larutan permanganate yang terpakai menjadi lebi$ banyak dari yang se$arusnya. <ungsi penamba$an asam sulfat adala$ sebagai pendonor H8, membuat larutan

dalam suasana asam dan juga melepas oksigen dari ion oksalat agar bilangan oksidasinya turun, se$ingga asam oksalat lebi$ muda$ bereaksi dengan kalium permanganat. Penamba$an asam sulfat juga berfungsi sebagai katalis untuk memperepat reaksi, karena kekuatan oksidator  kalium permanganate bergantung pada pH larutan.

%elain itu H2%O4 yang digunakan adala$ H2%O4 yang bebas zat organik dengan maksud

agar zat organik yang terdapat dalam asam sulfat tidak mempengaru$i $asil pengukuran kadar  zat organik pada sampel air, dengan kata lain agar kadar zat organik yang diukur adala$ benar+

(5)

 benar kadar zat organik yang terdapat pada sampel air serta tidak dipengaru$i ole$ keberadaan reagen lainnya yang digunakan dalam titrasi penentuan kadar zat organik ini. %etela$ itu

ditamba$kan tetes demi tetes KMnO4 $ingga terbentuk larutan -arna mera$ muda, agar semua

senya-a organik yang tingkatnya renda$ dioksidasi menjadi senya-a yang lebi$ tinggi, kemudian dipipetla$ 1! ml larutan KMnO4 ke dalam erlenmeyer yang berisi sampe air tadi, maka

larutan menjadi mera$ keunguan pekat. Penamba$an KMnO4 ini berfungsi untuk mengoksidasi

zat organik yang terdapat dalam sampel air. Cengan proses oksidasi tersebut di atas mungkin $anya sebagian atau seluru$ zat organik yang bereaksi dengan kmno4 tersebut, dimana sisa kmno4 yang tidak mengoksidasi zat organik nantinya akan direduksi ole$ asam oksalat pada  proses titrasi . %etela$ ditamba$kan KMnO4 dipanaskan larutan itu dalam labu /rlenmeyer 

sampai mendidi$ selama 1( menit, setela$ mendidi$ -arna larutan akan menjadi lebi$ muda dikarenakan tela$ terjadi reaksi antara KMnO4 dengan zat organik dalam sampel, se$ingga

0olume KMnO4 akan berkurang dan membuat larutan menjadi lebi$ bening atau jerni$. Calam

$al ini, pemanasan yang tepat sesuai ketentuan yaitu selama 1( menit merupakan $al yang  penting. :ujuan dari pemanasan selama 1( menit ini yakni bertujuan agar zat organik bereaksi

epat dengan KMnO4 karena zat organik dapat teroksidasi pada su$u tertentu biasanya "(o* .

'pabila larutan $anya dipanaskan sampai mendidi$ &kurang dari 1( menit) maka zat organik 

dalam sampel belum $abis bereaksi dengan KMnO4 se$ingga akan mempengaru$i $asil titrasi

atau :': yang menyebabkan 0olume yang didapat tidak akurat.

Perlakuan yang sama untuk pengulangan pada sampel &titrasi seara duplo) k$ususnya dalam $al -aktu pemanasan juga merupakan $al yang sangat penting demi meng$asilkan $asil yang akurat. %elanjutnya dilakukan titrasi dalam keadaan panas dengan larutan asam oksalat $ingga -arna mera$ muda $ilang, se$ingga diperole$ 0olume 3 ml. <ungsi dari penamba$an

asam oksalat adala$ untuk mereduksi sisa KMnO4 yang sebelumnya tela$ digunakan untuk 

mengoksidasi zat organik. Pada proses titrasi sampel air tersebut, -arna mera$ muda $ilang ini ditandai dengan -arna larutan yang semula ber-arna ungu menjadi -arna oklat. 'dapun tujuan

titrasi dalam keadaan panas ini adala$ untuk memperepat reaksi yang akan menguba$ MnO4+

menjadi MnO2 yang berupa endapan oklat se$ingga :': susa$ ditentukan, selanjutnya larutan

dipanaskan kembali sampai mendidi$. %etela$ larutan mendidi$ maka -arna larutan yang sebelumnya ber-arna oklat beruba$ menjadi ber-arna oklat muda atau ba$kan bening dengan endapan ber-arna oklat. Kelebi$an sedikit dari permanganat yang $adir pada titik ak$ir dari

(6)

titrasi ukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumla$ MnO2. Dadi dapat

disimpulkan ba$-a endapan tersebut merupakan senya-a MnO2. Pada pemanasan yang kedua

ini tidak dilakukan selama 1( menit karena $anya dilakukan untuk mengembalikan su$u larutan agar dapat digunakan dalam titrasi dengan KMnO4 agar saat titrasi reaksi berjalan tidak lambat.

%etela$ mendidi$ larutan kembali dititrasi dengan larutan KMnO4 $ingga terjadi peruba$an

-arna larutan dari jerni$ menjadi mera$ muda &' ml). Cimana fungsi dari titrasi dengan KMnO4

ini adala$ untuk mengeta$ui kelebi$an asam oksalat pada titrasi sebelumnya, se$ingga nilai KMnO4 yang mengoksidasi zat organik dapat di$itung seara lebi$ tepat.

3erdasarkan $asil titrasi penentuan kadar zat organik yang dilakukan pada keenam sampel air yaitu pada air sumur (,?2 mg= air kolam ikan (,?! mg= air sa-a$ (,?! mg= air sumur bor (,!4 mg= air tambak 1,24 mg= dan air payau ?,14! mg. Cari keenam sampel air tersebut diketa$ui ba$-a kadar zat organik tertinggi terdapat pada sampel air tambak. %edangkan kadar zat organik terenda$ terdapat pada air sumur bor. 3erdasarkan ketentuan P/#M/K/% dikatakan ba$-a kadar maksimum zat organik yang terdapat dalam air adala$ 1(  ppm. %e$ingga keenam sampel air tersebut baik yang berasal dari air sumur, air kolam ikan, air 

sa-a$, dan air sumur bor masi$ termasuk dalam kategori aman untuk digunakan untuk keperluan se$ari+$ari seperti menui, dan lain+lain. %edangkan pada air payau memang memiliki kadar zat organik yang masi$ di ba-a$ standar, namun kadar zat organik di dalamnya patut di-aspadai dalam penggunaannya untuk keperluan se$ari+$ari karena kadarnya yang tergolong ukup tinggi dan $ampir mendekati standar. amun, pada air tambak memiliki kadar zat organik yang melebi$i standar se$ingga tidak baik digunakan dalam kegiatan se$ari+$ari.

Eat organik adala$ indiator penemar dalam air. :ingginya ppm zat organik artinya  banyak penemar. Eat organik muda$ terurai ole$ mikroorganisme se$ingga dapat menyebabkan

O2 dalam air berkurang. 3ila terus terjadi air akan menjadi bau.

3a$an organik terdiri dari  sumber, antara lain 

1. 'lam

Minyak nabati dan $e-ani, alkanoid, selulosa dan kanji.

2. %intesis

3a$an organik yang dapat diperole$ dari manusia. . <ermentasi

(7)

:ingginya kadar zat organik pada sampel air payau dan air tambak dikarenakan air payau merupakan pertemuan antara air sungai dan laut se$ingga memungkinkan terdapat banyak zat organik yang berasal dari alam seperti sampa$+sampa$ dedaunan maupun sampa$ yang dibuang ole$ manusia &termasuk kotoran manusia). %elain itu, pada air tambak merupakan tempat  budidaya ikan se$ingga kotoran yang di$asilkan ikan dapat menjadi penyumbang terbesar bagi tingginya kadar zat organik pada air tambak. %edangkan renda$nya kadar organik pada sampel air sumur bor karena keadaan dari air sumur ini yang diberi atap &penutup) se$ingga masuknya zat+zat organik &zat penemar) dapat diminimalisir.

Kelebi$an titrasi permanganometri adala$ titrasi permanganometri ini lebi$ muda$ digunakan dan efektif, karena reaksi ini tidak memerlukan indikator, $al ini dikarenakan larutan KMnO4 suda$ berfungsi sebagai indikator, yaitu ion MnO4+ ber-arna ungu, setela$ diredukdsi

menjadi ion Mn+ tidak ber-arna, dan disebut juga sebagai autoindikator. Calam titrasi ini tidak 

menggunakan indikator karena larutan permanganat ber-arna ungu, jika titrasi dilakukan untuk  larutan yang ber-arna, indikator tidak diperlukan. amun jika larutan permanganat yang kita  pergunakan ener, maka penamba$an indikator dapat dilakukan. 3eberapa indikator yang dapat dipergunakan seperti feroin, asam +fenil antranilat &'yu Ciandar, 2(14). Cisamping itu Mn28

 bertindak pula sebagai katalisator yang menyebabkan semakin lama reaksi semakin epat. %umber+sumber kesala$an pada titrasi permanganometri, antara lain terletak pada

• arutan pentiter KMnO4 pada buret

'pabila perobaan dilakukan dalam -aktu yang lama, larutan KMnO4 pada buret yang terkena

sinar akan terurai menjadi MnO2 se$ingga pada titik ak$ir titrasi akan diperole$ pembentukan

 presipitat oklat yang se$arusnya adala$ larutan ber-arna mera$ rosa.

• Penamba$an KMnO4 yang terlalu epat pada larutan seperti H2*2O4

Pemberian KMnO4 yang terlalu epat pada larutan H2*2O4 yang tela$ ditamba$kan H2%O4 dan

tela$ dipanaskan enderung menyebabkan reaksi antara MnO4+ dengan Mn28 .

(8)

• Penamba$an KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan seperti H2*2O4

Pemberian KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan H2*2O4 yang tela$ ditamba$kan H2%O4 dan

tela$ dipanaskan mungkin akan terjadi ke$ilangan oksalat karena membentuk peroksida yang kemudian terurai menjadi air.

H2*2O4 8 O2H2O2 8 2*O2G

H2O2H2O 8 O2G

Hal ini dapat menyebabkan pengurangan jumla$ KMnO4 yang diperlukan untuk titrasi yang pada

ak$irnya akan timbul kesala$an titrasi permanganometri yang dilaksanakan.

Hal+$al yang $arus diper$atikan dalam titrasi permanganometri ini adala$ 

• KMnO4 sebaiknya menggunakan bro-n buret karena KMnO4 dapat terurai ole$ a$aya

menjadi MnO2. proses titrasi tidak bole$ lama terkena sinar mata$ari karena kalium

 permanganat akan terurai menjadi mangan oksida apabila terkena sinar mata$ari. Hal ini akan berpengaru$ pada titik ak$ir titrasi, yang se$arusnya ber-arna mera$ sangat muda menjadi agak keoklatan dan reaksi berjalan lebi$ epat dari yang se$arusnya.

• Dika pada saat titrasi su$unya turun, maka reaksi akan berjalan lambat se$ingga 0olume

titrasi epat ber-arna mera$ muda tapi pada saat dikook akan kembali itu dikarenakan rekasi lambat.

Manfaat dari perobaan permangnometri ini adala$ untuk mengeta$ui kadar dari zat+zat yang bilangan oksidasinya masi$ dapat dioksidasi. Calam bidang industri, metode ini dapat dimanfaatkan dalam pengola$an air, dimana seara permanganometri dapat diketa$ui kadar suatu zat sesuai dengan sifat oksidasi reduksi yang dimilikinya se$ingga dapat dipisa$kan apabila tidak  diperlukan atau berba$aya.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

's$fi, 'zza$ra. 2(14. Laporan menentukan Kadar Zat Organik . onlineI. :ersedia

$ttpbumikimia.blogspot.om2(14(>laporan+menentukan+kadar+zat+organik.$tml. Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 14.4 J5:'I

Ciandar, 'yu. 2(14. Titrasi Permanganometri Penentuan Kadar . onlineI. :ersedia $ttpaiiudiandar.blogspot.om2(14(1titrasi+permanganometri+penentuan+ kadar9994.$tml. Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 14.49 J5:'I

Cilisa, o0a. 2(11. Materi Praktikum 1. onlineI. :ersedia

$ttpsno0adilisa.-ordpress.om2(11(?24materi+praktikum+1. Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 1!.1( J5:'I

<atma, uneta 'urelia. 2(14. Laporan Praktikum Kimia Analitik . onlineI. :ersedia

$ttplunetaaureliafatma.blogspot.om2(14("laporan+praktikum+kimia+analitik.$tml. Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 14.19 J5:'I

6usman, #esa. 2(14. Penentuan Zat Organik Cara Asam. &online). :ersedia

$ttpresagusman.blogspot.om2(14(2penentuan+zat+organik+ara+asam.$tml. diakses 24 Mei 2(1! pukul 14.(9 J5:'I

Putro, 6ale$ #estu. 2(12. Contoh laporan Resmi Penetapan Kadar . onlineI. :ersedia

$ttpbejoindustri.blogspot.om2(12(!onto$+laporan+resmi+penetapan+kadar.$tml. Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 1.1" J5:'I

%ulis, /lly. 2(1. Laporan Zat Organik . onlineI. :ersedia

$ttp---.slides$are.netellysulislaporanzatorganik . Ciakses 24 Mei 2(1! pukul 14.29 J5:'I

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :