• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANAMNESIS PENYAKIT KULIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANAMNESIS PENYAKIT KULIT"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

ANAMNESIS PENYAKIT KULIT

LABORATORIUM KETERAMPILAN KLINIK

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

TAHUN 2011

(2)

PENDAHULUAN

Untuk menegakkan diagnosis penyakit

kulit, beberapa faktor perlu dilihat secara

komprehensif, karena penyebab penyakit

kulit bukan hanya terletak pada satu faktor.

Walaupun kelainan kulit dapat dilihat

dengan mata telanjang, namun di balik

kelainan tersebut banyak hal tersembunyi

yang perlu mendapat perhatian.

Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan

yang cermat dan teliti yang diawali dengan

anamnesis yang baik.

(3)

ANAMNESIS PRIBADI

Anamnesis pribadi pada penyakit kulit memiliki

komponen yang sama dengan anamnesis

penyakit lainnya. Hal-hal yang harus ditanyakan

pada anamnesis pribadi antara lain nama, umur,

jenis kelamin, alamat, agama, bangsa/suku, status

perkawinan dan pekerjaan.

Data-data tersebut merupakan identitas pasien

dan penting untuk diketahui karena pada penyakit

gangguan kulit terkadang terdapat hubungan

antara data identitas dengan epidemiologi, atau

insidensi (angka kejadian) penyakit.

Pengaruh umur terhadap insidensi penyakit kulit

dapat dilihat pada kasus akne vulgaris yang

banyak diderita pada usia remaja. Pada wanita,

akne vulgaris dapat bertahan bertahun-tahun

hingga umur 30-an.

(4)

ANAMNESIS KELUHAN UTAMA

Keluhan utama adalah keluhan yang

dirasakan pasien sehingga dirinya datang

berobat.

Seorang dokter harus mampu

mengelaborasi keterangan pasien dengan

memakai bahasa yang sederhana (bahasa

pasien), yang membuat pasien mencari

pertolongan dan keluhan ini ditetapkan

sebagai keluhan utama.

(5)

Keluhan utama terdiri atas dua bagian, yaitu

keluhan objektif dan keluhan subjektif.

Keluhan objektif adalah keluhan yang saat ini

terlihat nyata pada tubuh pasien dengan

bahasa yang digunakan oleh pasien.

Apabila mengacu pada kriteria Domonkos,

dimana akan digunakan bahasa pasien untuk

bentuk lesi/ruam kulit yang diderita oleh

pasien.

Misalnya pada pasien furunkel (bisul) maka

akan terlihat pustula yang dalam bahasa

pasien menurut kriteria Domonkos adalah

gelembung berisi nanah.

(6)

Di bawah ini beberapa keluhan objektif yang

tertera dalam kriteria Domonkos, yaitu:

bintik (makula miller, purpura, eritem)

sisik (skuama)

bercak (makula, purpura, eritem) keropeng (krusta)

bintil (papula, vegetasi, komedo) lecet (erosi, ekskoriasi)

bentol (urtika) borok (ulkus) benjolan/tumor (nodul, tumor,

kista)

koreng (krusta, ulkus)

gelembung berisi cairan (vesikel, bola)

kudis (papel, krusta, ulkus

tergantung kasus: prurigo, skabies, insect bite)

gelembung berisi nanah /bisul (pustula)

parut (sikatriks)

bisul (abses) penebalan kulit (plak, likenifikasi, keratosis)

(7)

Adapun beberapa definisi dari ruam kulit tersebut

adalah:

Makula perubahan warna kulit setinggi permukaan kulit. Eritema makula yang berwarna merah.

Plak makula yang besar dengan diameter > 1 cm, diatas permukaan kulit.

Papula penonjolan padat di atas permukaan kulit, berbatas tegas, berukuran diameter < 1 cm.

Nodul seperti papula tetapi diameternya 1-2 cm.

Nodus/tumor penonjolan di atas permukaan kulit berdasarkan pertumbuhan sel maupun jaringan tubuh, dengan diameter > 2 cm.

Vesikel gelembung berisi cairan serosa dengan diameter < 1 cm. Bula vesikel yang diameternya > 1 cm.

Pustula vesikel berisi nanah.

Kista penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantingan

yang berisi cairan serosa atau padat atau setengah padat. Skuama pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kulit,

(8)

Krusta tumpukan cairan darah, kotoran, nanah dan obat yang sudah mengering di atas permukaan kulit.

Erosi kerusakan kulit sampai stratum spinosum, kulit tampak menjadi merah dan keluar cairan serosa.

Ekskoriasi

kerusakan kulit sampai ujung stratum papilaris sehingga kulit tampak merah disertai dengan bintik-bintik

perdarahan.

Fissura diskontinuitas epidermis dan dermis secara linear. Urtika/wheal penonjolan di atas permukaan kulit akibat edema

setempat dan dapat hilang perlahan-lahan.

Ulkus kerusakan kulit pada lapisan epidermis dan dermis yang memiliki dasar, dinding, tepi dan isi.

Sikatriks jaringan ikat yang menggantikan epidermis dan dermis yang sudah hilang, disebut juga dengan jaringan parut. Abses kantong berisi nanah di dalam jaringan.

Milia penonjolan di atas permukaan kulit yang berwarna putih yang ditimbulkan oleh penyumbatan saluran sebasea. Komedo ruam kulit berupa bintik-bintik hitam dan putih yang

timbul akibat proses oksidasi udara terhadap sekresi kelenjar sebasea di permukaan kulit.

(9)
(10)

Keluhan subjektif adalah keluhan yang

dirasakan oleh pasien. Adapun beberapa

keluhan subjektif menurut kriteria

Domonkos, yaitu:

gatal (paling sering)

panas (rasa terbakar)

dingin (rasa geli)

mencucuk

menyengat

menjalar- sakit/nyeri/mendenyut

kebas/semut-semutan

kurang berasa

kepekaan kulit berlebihan

tidak berasa

(11)

ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT

SEKARANG

Riwayat penyakit sekarang atau riwayat

perjalanan penyakit merupakan uraian rinci

mengenai keadaan kesehatan pasien sejak

sebelum keluhan utama, sampai saat pasien

datang berobat.

Sebagaimana anamnesis pada sistem organ

lainnya, untuk menggali informasi lebih dalam

terutama yang berkaitan dengan keluhan utama,

dapat digunakan komponen-komponen

pertanyaan yang berpedoman kepada Macleod’s

Clinical Examination (metode OLDCART dan

(12)

ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT

TERDAHULU

Pada bagian ini ditanyakan kepada pasien

tentang penyakit yang telah pernah

dideritanya sejak masih kanak-kanak

sampai dewasa (saat sebelum menderita

penyakit sekarang ini) yang mungkin

mempunyai hubungan dengan penyakit

yang dialami pasien saat ini.

(13)

Pada kasus dermatitis atopik biasanya

diderita oleh seseorang yang mempunyai

riwayat kepekaan dalam keluarganya, yang

dinamakan ”atopi”, contohnya asma

bronkial, rinitis alergi, dermatitis atopik dan

konjungtivitis alergi. Pasien yang menderita

dermatitis atopik bisa saja mempunyai

penyakit atopik lainnya misalnya rinitis

alergi, jadi dapat ditanyakan apakah

penderita juga menderita bersin-bersin di

pagi hari yang termasuk gejala dari rinitis

alergi.

(14)

ANAMNESIS RIWAYAT PRIBADI

Pada anamnesis riwayat pribadi pasien, dokter

menggali informasi-informasi mengenai kebiasaan

hidup pasien yang mungkin memiliki hubungan

dengan penyakit kulit yang dideritanya.

Sebagai contoh seorang wanita pekerja kantoran

yang memiliki kebiasaan dan keharusan untuk

berdandan setiap harinya dengan memakai

bahan-bahan kosmetik. Bahan-bahan tersebut

dapat saja mengakibatkan dematitis kontak alergi

pada beberapa orang yang sensitif terhadap

bahan tersebut. Apabila bahan tersebut terdapat

pada lipstik maka bibir akan menjadi eritematosa

dan diikuti dengan edema.

(15)

ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT

KELUARGA

Dalam anamnesis riwayat penyakit

keluarga, dokter menanyakan ada tidaknya

anggota keluarga dekat pasien (sedarah)

secara garis keturunan vertikal, seperti

ayah kandung, ibu kandung, kakek, nenek,

paman, dan bibi, yang menderita penyakit

yang sama dengan penyakit yang diderita

pasien.

Misalnya pada pada dermatitis atopik,

penyakit ini dapat diderita oleh anggota

keluarga lainnya karena memiliki kepekaan

yang sama yang dinamakan ”atopi”.

(16)

Pada anamnesis ini, dapat juga

ditanyakan kepada pasien adakah

anggota keluarganya yang menderita

penyakit yang penularannya melalui

kontak langsung. Misalnya skabies

yang merupakan penyakit yang

disebabkan oleh tungau yang dapat

menular dengan kontak langsung

antara kulit dengan kulit.

(17)

ANAMNESIS SOSIAL EKONOMI

Pada anamnesis sosial ekonomi, dokter

menanyakan keadaaan keluarga pasien

terutama mengenai perumahan, dan

lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.

Penyakit infeksi kulit misalnya skabies

yang disebabkan oleh tungau

perkembangannya tinggi pada sosial

ekonomi yang rendah dan hiegenitas yang

buruk.

(18)

ANAMNESIS GIZI

Pada anamnesis gizi dokter menanyakan

pada pasien tentang makanan yang

dikonsumsi setiap hari, seberapa banyak

porsinya serta frekuensi makan.

Dapat ditanyakan juga, apakah pasien

merasa berat badannya berkurang,

bertambah, atau tetap dan dicari apakah

ada hubungannya dengan penyakit yang

diderita oleh pasien.

Pada pasien akne vulgaris, kebiasaan

makan makanan yang berlemak tinggi

(19)

SIMULASI KASUS

ANAMNESIS PENYAKIT

1.Dermatitis Atopik (4)

2.Akne Vulgaris (4)

3.Skabies (4)

(20)

DERMATITIS ATOPIK

Dermatitis atopik adalah dermatitis yang

timbul pada individu dengan riwayat atopi

pada dirinya sendiri ataupun keluarganya,

yaitu riwayat asma bronkial, rinitis alergi

dan konjungtivitis alergi.

Penyakit ini sering terjadi pada masa bayi

dan anak-anak, sering berhubungan

dengan peningkatan kadar IgE dalam

serum. Kelainan kulit berupa eritema,

papulo-vesikel yang halus, karena gatal

digosok, pecah, eksudatif, dan akhirnya

terbentuk krusta.

(21)

Pada bayi usia 2 bulan-2 tahun disebut

dermatitis atopi infantil, predileksinya pada

pipi dan dahi.

Pada anak-anak usia 2-10 tahun disebut

dermatitis atopi anak, predileksinya di

lipatan siku dan lipatan lutut, biasanya

lesinya lebih kering.

Pada usia yang lebih tua dari 10 tahun

disebut dermatitis atopi remaja dan

dewasa, predileksinya sama dengan

dermatitis atopi anak, lesinya semakin

tidak khas.

(22)

Dermatitis Atopik pada Pipi Dermatitis Atopik pada Lipatan Siku

(23)

Adapun komponen yang dapat digali pada

anamnesis dermatitis atopi, yaitu:

Anamnesis Pribadi : Wanita : Pria 1,3:1. Segala

usia, terutama pada bayi dan anak-anak.

Keluhan Utama : Bintil-bintil merah yang gatal.

Keluhan Tambahan : Gelembung berisi cairan,

keropeng-keropeng.

Diagnosis Banding.

1) Dermatitis Kontak (dengan tipe bayi),

merupakan dermatitis yang disebabkan oleh

bahan/substansi yang menempel pada kulit,

biasanya lokasinya sesuai dengan tempat

kontaktan, lesi berupa papula miliar dan erosif.

2) Dermatitis Numularis, biasanya pada orang

dewasa, berupa lesi berbentuk mata uang atau

agak lonjong yang mudah pecah sehingga basah,

lokasi di ekstremitas inferior, tidak ada stigmata

atopi.

(24)

Onset. Keluhan munculnya bintil-bintil merah yang

terasa gatal secara tiba-tiba setelah terpajan dengan alergen.

Location. Pada usia 2 bulan-2 tahun berpredileksi di

pipi dan dahi. Pada usia 2-10 tahun dan > 10 tahun berpredileksi di lipatan siku dan lipatan lutut.

Character. Rasa gatal timbul sepanjang hari, tetapi

umumnya lebih berat pada malam hari.

Aggravating Factor. Keluhan diperberat apabila

berada di suasana panas dan lembab, stres dan di lingkungan yang banyak mengandung sensitizer.

Time. Keluhan dapat terjadi kapan saja, tergantung

dengan paparan alergen.

Anamnesis Riwayat Penyakit Terdahulu. Berisi

pertanyaan tentang ada tidaknya riwayat penyakit atopi yang lainnya, karena 80% anak yang mengalami

dermatitis atopi juga mengalami asma bronkial atau rinitis alergi. Digali juga informasi mengenai bahan atau zat apa saja yang menjadi alergen bagi pasien. Pajanan alergen pada dermatitis atopi dapat

(25)

Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga.

Berisi pertanyaan tentang ada tidaknya anggota

keluarga dekat pasien (sedarah) secara garis

keturunan vertikal, seperti ayah kandung, ibu

kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang

menderita penyakit yang sama dengan penyakit

yang diderita pasien.

Dermatitis atopi cenderung diturunkan. Lebih dari

seperempat anak dari seorang ibu yang menderita

atopi akan mengalami dermatitis atopi pada masa

kehidupan 3 bulan pertama.

Bila salah satu orangtua menderita atopi, lebih

dari separuh jumlah anak akan mengalami gejala

alergi sampai usia 2 tahun, dan meningkat sampai

79% bila kedua orangtua menderita atopi. Resiko

mewarisi dermatitis atopi lebih tinggi bila ibu yang

menderita penyakit tersebut dibandingkan dengan

ayah. Tetapi bila dermatitis alergi yang dialami

berlanjut hingga dewasa, maka resiko untuk

mewariskan kepada anaknya sama saja yaitu

kira-kira 50%.

(26)

Anamnesis Riwayat Sosial Ekonomi.

Berisi penggalian informasi tentang

keadaaan keluarga pasien, terutama

mengenai perumahan, penghasilan, dan

lingkungan, atau daerah sekitar tempat

tinggal pasien.

Penelitian mengatakan bahwa jumlah

anggota keluarga yang sedikit, pendidikan

ibu semakin tinggi, penghasilan meningkat

dan peningkatan penggunakan antibiotik

berpotensi menaikkan jumlah penderita

dermatitis atopi.

(27)

AKNE VULGARIS

Akne vulgaris atau lebih dikenal dengan jerawat

adalah penyakit peradangan menahun folikel

polisebasea yang umumnya terjadi pada masa

remaja.

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya akne

vulgaris, namun secara umum akne terjadi karena

produksi sebum yang meningkat yang menyebabkan

peningkatan unsur komedogenik dan inflamatogenik

penyebab terjadinya lesi akne.

Gambaran klinis akne vulgaris sering polimorf,

artinya terdapat berbagai macam lesi pada saat

pemeriksaan dilakukan, terdiri atas kelainan kulit

berupa komedo, papul, pustul, nodul dan jaringan

parut. Tempat predileksi adalah muka, dada bagian

atas dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain,

misalnya leher, lengan atas, dan glutea

kadang-kadang terkena.

(28)
(29)
(30)

Akne vulgaris pada dada dan punggung

bagian atas

(31)

Adapun komponen yang dapat digali pada anamnesis akne vulgaris, yaitu:

Anamnesis Pribadi : Wanita > pria, rentang usia wanita 14-17 tahun dan pria usia 16-19 tahun.

Keluhan Utama : Gelembung berisi nanah pada wajah,

dada bagian atas atau punggung bagian atas.

Keluhan Tambahan : Bintil-bintil, komedo atau jaringan parut.

Diagnosis Banding.

1) Akne venenata, merupakan akne akibat rangsangan fisis, umumnya lesi monomorf, tidak gatal, bisa berupa komedo atau papul di tempat rangsangan fisis.

2) Rosasea, penyakit peradangan kronik di daerah muka dengan gejala eritema, pustul, telangiektasi. Tidak

terdapat komedo, kecuali bila kombinasi dengan akne. 3) Erupsi akneiformis, disebabkan karena induksi obat seperti kortikosteroid, barbiturat, dan lainnya. Klinis

berupa erupsi papulo-pustul mendadak tanpa adanya komedo hampir diseluruh bagian tubuh, dapat disertai dengan demam.

(32)

Onset. Umumnya terjadi pada saat usia remaja dan

menjadi penanda peningkatan hormon seksual. Akne vulgaris dapat bertahan lama sehingga disebut juga penyakit menahun. Pada wanita, akne akan menetap sampai dengan umur 30-an atau bahkan lebih.

Location. Tempat predileksi akne vulgaris yaitu muka,

dada bagian atas dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain, misalnya leher, lengan atas, dan glutea

kadang-kadang terkena.

Character. Gelembung berisi nanah dapat berjumlah

banyak menyebar di seluruh permukaan wajah dan

tempat predileksi lainnya. Ruam ini dapat disertai dengan ruam lainnya pada saat bersamaan sehingga disebut

tampakan polimorf, dapat berupa bintil-bintil, komedo

maupun jaringan parut pada penderita akne vulgaris yang telah lama dan meninggalkan bekas lesi.

Aggravating Factor. Adapun faktor-faktor yang

memperberat atau mempengaruhi timbulnya akne adalah makan-makanan yang berlemak, kelembapan dan

temperatur yang tinggi, hiegene yang buruk, pemakaian kosmetika yang bersifat komedogenik dan stres.

(33)

Anamnesis Riwayat Pribadi. Berisi penggalian

mengenai kebiasaan diri pasien, berupa menjagaan kebersihan diri yaitu mandi dan membersihkan wajah. Akne vulgaris dapat muncul diakibatkan oleh hiegenitas diri yang buruk terutama pada tempat predileksi yaitu wajah, dada bagian atas dan punggung bagian atas.

Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga. Berisi

pertanyaan tentang ada tidaknya anggota keluarga dekat pasien (sedarah) secara garis keturunan vertikal, seperti ayah kandung, ibu kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang menderita penyakit yang sama dengan

penyakit yang diderita pasien. Hal ini penting karena akne vulgaris dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Anamnesis Sosial Ekonomi. Berisi penggalian informasi

tentang keadaaan keluarga pasien, terutama mengenai perumahan, penghasilan, dan lingkungan, atau daerah sekitar tempat tinggal pasien. Apakah ada faktor-faktor yang dapat membuat pasien stres, karena ini merupakan faktor yang memperberat munculnya akne vulgaris.

Anamnesis Gizi. Berisi penggalian mengenai pola

makan pasien. Makanan yang tinggi lemak dapat memperberat akne vulgaris.

(34)

SKABIES

Skabies merupakan penyakit kulit akibat

infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes

Scabiei jenis manusia dan produknya pada

tubuh.

Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan

tidak bermata. Setelah kopulasi (perkawinan)

yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati,

kadang-kadang masih hidup beberapa hari

dalam terowongan yang digali oleh yang betina.

Tungau betina yang telah dibuahi menggali

terowongan dalam stratum korneum, dengan

kecepatan 2-3 mm sehari dan sambil

meletakkan telurnya 2-4 butir sehari sampai

mencapai jumlah 40-50.

(35)

Sarcoptes Scabiei membuat terowongan dan

(36)

Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi

terhadap sekreta dan eksreta tungau yang

memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah

infestasi. Pada saat itu kelainan kulit

menyerupai dermatitis dengan ditemukannya

papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan

garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta

dan infeksi sekunder.

Tempat predileksinya biasanya merupakan

tempat dengan stratum kornuem yang tipis,

yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan bagian

volar, siku bagian luar, lipat ketiak depan, areola

mamae (wanita), umbilikus, bokong, genitalia

eksternal (pria), dan perut bagian bawah. Pada

bayi dapat menyerang telapak tangan dan

(37)

Terowongan pada stratum korneum dan lesi

yang diakibatkan Sarcoptes Scabiei

(38)

Adapun komponen yang dapat digali pada

anamnesis skabies, yaitu:

Anamnesis Pribadi : Pria = wanita, banyak

menyerang anak-anak walaupun orang dewasa

dapat pula terkena.

Keluhan Utama : Bintil-bintil sangat gatal pada

kulit terutama malam hari.

Keluhan Tambahan : Gelembung berisi cairan

atau keropeng-keropeng.

Diagnosis Banding.

1) Prurigo, berupa papula-papula yang gatal,

predileksi pada bagian ekstensor ekstremitas.

2) Gigitan serangga, biasanya jelas timbul

sesudah adanya gigitan, lesinya berupa urtikaria

papular.

3) Folikulitis, merupakan radang folikel rambut,

pasien akan merasa nyeri dengan lesi berupa

pustula milier dikelilingi daerah yang eritema.

(39)

Onset. Munculnya keluhan terjadi 1 bulan setelah

infestasi dari tungau ke kulit penderita.

Location. Predileksi tersering pada sela tangan dan

pergelangan tangan. Dapat timbul pada tempat lainnya yaitu ketiak, sekitar umbilikus, paha bagian dalam,

genitalia eksterna pria dan bokong. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan kaki.

Character. Gatal terutama terjadi pada malam hari yang

disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.

Aggravating Factor. Pasien dengan penyakit ini sering

menggaruk untuk mengurangi rasa gatal. Namun hal itu akan memperberat lesi karena akan terjadi erosi,

ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Penyakit ini juga sangat menular, pada saat pasien menggaruk di satu lokasi, maka pada kuku pasien akan tertinggal telur-telur tungau. Kemudian pasien akan menggaruk ke lokasi lain pada tubuh yang akan memindahkan tungau tersebut ke tempat lain.

(40)

Anamnesis Riwayat Pribadi. Berisi pertanyaan tentang

kebiasaan pasien. Pada pasien yang menggemari

memelihara banyak binatang memiliki potensi menderita skabies dari tungau yang berada pada binatang tersebut. Penyakit ini juga didukung juga dengan hiegenitas yang buruk sehingga dapat ditanyakan kebersihan diri pasien.

Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga. Berisi

pertanyaan tentang ada tidaknya anggota keluarga dekat tempat tinggal pasien yang menderita penyakit yang

sama. Hal ini penting karena mengingat penularan

penyakit ini yang sangat tinggi. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya sebuah keluarga biasanya seluruhnya terkena infeksi. Begitu pula pada perkampungan yang padat penduduk, sebagian tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut.

Cara penularan penyakit ini dapat melalui kontak

langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung yaitu melalui kulit dengan kulit, misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Kontak tidak langsung yaitu penularan melalui benda, misalnya pakaian, handuk, seprei, bantal dan lain-lain.

(41)

Anamnesis Sosial Ekonomi. Berisi penggalian

informasi tentang keadaaan keluarga pasien,

terutama mengenai perumahan, penghasilan, dan

lingkungan, atau daerah sekitar tempat tinggal

pasien. Faktor-faktor yang menunjang

perkembangan penyakit ini antara lain sosial

ekonomi yang rendah, hiegine yang buruk dan

hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas.

(42)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Lalu jika anda sudah cek menggunakan cara diatas namun IMEI hilang atau IMEI Null atau Invalid IMEI seperti gambar dibawah ini.. Jangan khawatir karena hal seperti ini bisa

Kerusakan infrastruktur yang berada di Sungai Senowo dan Pabelan bagian hilir adalah dampak dari banjir lahar dingin yang disebabkan curah hujan yang tinggi di

ranul sebanyak )0 gr dimasukkan ke dalam gelas ukur dan olume curah yang didapat dicatat. $ampel u/i dimampatkan dengan cara gelas ukur diketuk berulang kali

 Lesi putih berombak yang biasanya muncul di permukaan lateral dan ventral lidah individu dengan imunodefisiensi berat. Penyakit yang paling sering terkait adalah infeksi HIV,

Implementasi Peraturan Daerah No 1 Tahun 2013 Tentang Pandai Membaca Al-Quran di Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar belum berjalan dengan maksimal, itu dibuktikan masih

Setelah setiap opsi dibahas secara panjang-lebar, rupanya lebih banyak peserta setuju atas pembentukan unit baru dalam JSMP, atau pembentukan organisasi baru untuk memberikan

Pertama-tama, orang harus mengeluarkan uang yang banyak, termasuk pajak yang tinggi, untuk membeli mobil, memiliki surat ijin, membayar bensin, oli dan biaya perawatan pun

Pada pasien usia lanjut, dan yang dengan penyakit jantung atau masalah medis lainnya, tirotoksis parah, kelenjar yang besar (&gt;100g), diharapkan dapat dicapai keadaan