ANAMNESIS PENYAKIT KULIT
LABORATORIUM KETERAMPILAN KLINIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
TAHUN 2011
PENDAHULUAN
Untuk menegakkan diagnosis penyakit
kulit, beberapa faktor perlu dilihat secara
komprehensif, karena penyebab penyakit
kulit bukan hanya terletak pada satu faktor.
Walaupun kelainan kulit dapat dilihat
dengan mata telanjang, namun di balik
kelainan tersebut banyak hal tersembunyi
yang perlu mendapat perhatian.
Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan
yang cermat dan teliti yang diawali dengan
anamnesis yang baik.
ANAMNESIS PRIBADI
Anamnesis pribadi pada penyakit kulit memiliki
komponen yang sama dengan anamnesis
penyakit lainnya. Hal-hal yang harus ditanyakan
pada anamnesis pribadi antara lain nama, umur,
jenis kelamin, alamat, agama, bangsa/suku, status
perkawinan dan pekerjaan.
Data-data tersebut merupakan identitas pasien
dan penting untuk diketahui karena pada penyakit
gangguan kulit terkadang terdapat hubungan
antara data identitas dengan epidemiologi, atau
insidensi (angka kejadian) penyakit.
Pengaruh umur terhadap insidensi penyakit kulit
dapat dilihat pada kasus akne vulgaris yang
banyak diderita pada usia remaja. Pada wanita,
akne vulgaris dapat bertahan bertahun-tahun
hingga umur 30-an.
ANAMNESIS KELUHAN UTAMA
Keluhan utama adalah keluhan yang
dirasakan pasien sehingga dirinya datang
berobat.
Seorang dokter harus mampu
mengelaborasi keterangan pasien dengan
memakai bahasa yang sederhana (bahasa
pasien), yang membuat pasien mencari
pertolongan dan keluhan ini ditetapkan
sebagai keluhan utama.
Keluhan utama terdiri atas dua bagian, yaitu
keluhan objektif dan keluhan subjektif.
Keluhan objektif adalah keluhan yang saat ini
terlihat nyata pada tubuh pasien dengan
bahasa yang digunakan oleh pasien.
Apabila mengacu pada kriteria Domonkos,
dimana akan digunakan bahasa pasien untuk
bentuk lesi/ruam kulit yang diderita oleh
pasien.
Misalnya pada pasien furunkel (bisul) maka
akan terlihat pustula yang dalam bahasa
pasien menurut kriteria Domonkos adalah
gelembung berisi nanah.
Di bawah ini beberapa keluhan objektif yang
tertera dalam kriteria Domonkos, yaitu:
bintik (makula miller, purpura, eritem)
sisik (skuama)
bercak (makula, purpura, eritem) keropeng (krusta)
bintil (papula, vegetasi, komedo) lecet (erosi, ekskoriasi)
bentol (urtika) borok (ulkus) benjolan/tumor (nodul, tumor,
kista)
koreng (krusta, ulkus)
gelembung berisi cairan (vesikel, bola)
kudis (papel, krusta, ulkus
tergantung kasus: prurigo, skabies, insect bite)
gelembung berisi nanah /bisul (pustula)
parut (sikatriks)
bisul (abses) penebalan kulit (plak, likenifikasi, keratosis)
Adapun beberapa definisi dari ruam kulit tersebut
adalah:
Makula perubahan warna kulit setinggi permukaan kulit. Eritema makula yang berwarna merah.
Plak makula yang besar dengan diameter > 1 cm, diatas permukaan kulit.
Papula penonjolan padat di atas permukaan kulit, berbatas tegas, berukuran diameter < 1 cm.
Nodul seperti papula tetapi diameternya 1-2 cm.
Nodus/tumor penonjolan di atas permukaan kulit berdasarkan pertumbuhan sel maupun jaringan tubuh, dengan diameter > 2 cm.
Vesikel gelembung berisi cairan serosa dengan diameter < 1 cm. Bula vesikel yang diameternya > 1 cm.
Pustula vesikel berisi nanah.
Kista penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantingan
yang berisi cairan serosa atau padat atau setengah padat. Skuama pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kulit,
Krusta tumpukan cairan darah, kotoran, nanah dan obat yang sudah mengering di atas permukaan kulit.
Erosi kerusakan kulit sampai stratum spinosum, kulit tampak menjadi merah dan keluar cairan serosa.
Ekskoriasi
kerusakan kulit sampai ujung stratum papilaris sehingga kulit tampak merah disertai dengan bintik-bintik
perdarahan.
Fissura diskontinuitas epidermis dan dermis secara linear. Urtika/wheal penonjolan di atas permukaan kulit akibat edema
setempat dan dapat hilang perlahan-lahan.
Ulkus kerusakan kulit pada lapisan epidermis dan dermis yang memiliki dasar, dinding, tepi dan isi.
Sikatriks jaringan ikat yang menggantikan epidermis dan dermis yang sudah hilang, disebut juga dengan jaringan parut. Abses kantong berisi nanah di dalam jaringan.
Milia penonjolan di atas permukaan kulit yang berwarna putih yang ditimbulkan oleh penyumbatan saluran sebasea. Komedo ruam kulit berupa bintik-bintik hitam dan putih yang
timbul akibat proses oksidasi udara terhadap sekresi kelenjar sebasea di permukaan kulit.
Keluhan subjektif adalah keluhan yang
dirasakan oleh pasien. Adapun beberapa
keluhan subjektif menurut kriteria
Domonkos, yaitu:
gatal (paling sering)
panas (rasa terbakar)
dingin (rasa geli)
mencucuk
menyengat
menjalar- sakit/nyeri/mendenyut
kebas/semut-semutan
kurang berasa
kepekaan kulit berlebihan
tidak berasa
ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
Riwayat penyakit sekarang atau riwayat
perjalanan penyakit merupakan uraian rinci
mengenai keadaan kesehatan pasien sejak
sebelum keluhan utama, sampai saat pasien
datang berobat.
Sebagaimana anamnesis pada sistem organ
lainnya, untuk menggali informasi lebih dalam
terutama yang berkaitan dengan keluhan utama,
dapat digunakan komponen-komponen
pertanyaan yang berpedoman kepada Macleod’s
Clinical Examination (metode OLDCART dan
ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT
TERDAHULU
Pada bagian ini ditanyakan kepada pasien
tentang penyakit yang telah pernah
dideritanya sejak masih kanak-kanak
sampai dewasa (saat sebelum menderita
penyakit sekarang ini) yang mungkin
mempunyai hubungan dengan penyakit
yang dialami pasien saat ini.
Pada kasus dermatitis atopik biasanya
diderita oleh seseorang yang mempunyai
riwayat kepekaan dalam keluarganya, yang
dinamakan ”atopi”, contohnya asma
bronkial, rinitis alergi, dermatitis atopik dan
konjungtivitis alergi. Pasien yang menderita
dermatitis atopik bisa saja mempunyai
penyakit atopik lainnya misalnya rinitis
alergi, jadi dapat ditanyakan apakah
penderita juga menderita bersin-bersin di
pagi hari yang termasuk gejala dari rinitis
alergi.
ANAMNESIS RIWAYAT PRIBADI
Pada anamnesis riwayat pribadi pasien, dokter
menggali informasi-informasi mengenai kebiasaan
hidup pasien yang mungkin memiliki hubungan
dengan penyakit kulit yang dideritanya.
Sebagai contoh seorang wanita pekerja kantoran
yang memiliki kebiasaan dan keharusan untuk
berdandan setiap harinya dengan memakai
bahan-bahan kosmetik. Bahan-bahan tersebut
dapat saja mengakibatkan dematitis kontak alergi
pada beberapa orang yang sensitif terhadap
bahan tersebut. Apabila bahan tersebut terdapat
pada lipstik maka bibir akan menjadi eritematosa
dan diikuti dengan edema.
ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
Dalam anamnesis riwayat penyakit
keluarga, dokter menanyakan ada tidaknya
anggota keluarga dekat pasien (sedarah)
secara garis keturunan vertikal, seperti
ayah kandung, ibu kandung, kakek, nenek,
paman, dan bibi, yang menderita penyakit
yang sama dengan penyakit yang diderita
pasien.
Misalnya pada pada dermatitis atopik,
penyakit ini dapat diderita oleh anggota
keluarga lainnya karena memiliki kepekaan
yang sama yang dinamakan ”atopi”.
Pada anamnesis ini, dapat juga
ditanyakan kepada pasien adakah
anggota keluarganya yang menderita
penyakit yang penularannya melalui
kontak langsung. Misalnya skabies
yang merupakan penyakit yang
disebabkan oleh tungau yang dapat
menular dengan kontak langsung
antara kulit dengan kulit.
ANAMNESIS SOSIAL EKONOMI
Pada anamnesis sosial ekonomi, dokter
menanyakan keadaaan keluarga pasien
terutama mengenai perumahan, dan
lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.
Penyakit infeksi kulit misalnya skabies
yang disebabkan oleh tungau
perkembangannya tinggi pada sosial
ekonomi yang rendah dan hiegenitas yang
buruk.
ANAMNESIS GIZI
Pada anamnesis gizi dokter menanyakan
pada pasien tentang makanan yang
dikonsumsi setiap hari, seberapa banyak
porsinya serta frekuensi makan.
Dapat ditanyakan juga, apakah pasien
merasa berat badannya berkurang,
bertambah, atau tetap dan dicari apakah
ada hubungannya dengan penyakit yang
diderita oleh pasien.
Pada pasien akne vulgaris, kebiasaan
makan makanan yang berlemak tinggi
SIMULASI KASUS
ANAMNESIS PENYAKIT
1.Dermatitis Atopik (4)
2.Akne Vulgaris (4)
3.Skabies (4)
DERMATITIS ATOPIK
Dermatitis atopik adalah dermatitis yang
timbul pada individu dengan riwayat atopi
pada dirinya sendiri ataupun keluarganya,
yaitu riwayat asma bronkial, rinitis alergi
dan konjungtivitis alergi.
Penyakit ini sering terjadi pada masa bayi
dan anak-anak, sering berhubungan
dengan peningkatan kadar IgE dalam
serum. Kelainan kulit berupa eritema,
papulo-vesikel yang halus, karena gatal
digosok, pecah, eksudatif, dan akhirnya
terbentuk krusta.
Pada bayi usia 2 bulan-2 tahun disebut
dermatitis atopi infantil, predileksinya pada
pipi dan dahi.
Pada anak-anak usia 2-10 tahun disebut
dermatitis atopi anak, predileksinya di
lipatan siku dan lipatan lutut, biasanya
lesinya lebih kering.
Pada usia yang lebih tua dari 10 tahun
disebut dermatitis atopi remaja dan
dewasa, predileksinya sama dengan
dermatitis atopi anak, lesinya semakin
tidak khas.
Dermatitis Atopik pada Pipi Dermatitis Atopik pada Lipatan Siku
Adapun komponen yang dapat digali pada
anamnesis dermatitis atopi, yaitu:
Anamnesis Pribadi : Wanita : Pria 1,3:1. Segala
usia, terutama pada bayi dan anak-anak.
Keluhan Utama : Bintil-bintil merah yang gatal.
Keluhan Tambahan : Gelembung berisi cairan,
keropeng-keropeng.
Diagnosis Banding.
1) Dermatitis Kontak (dengan tipe bayi),
merupakan dermatitis yang disebabkan oleh
bahan/substansi yang menempel pada kulit,
biasanya lokasinya sesuai dengan tempat
kontaktan, lesi berupa papula miliar dan erosif.
2) Dermatitis Numularis, biasanya pada orang
dewasa, berupa lesi berbentuk mata uang atau
agak lonjong yang mudah pecah sehingga basah,
lokasi di ekstremitas inferior, tidak ada stigmata
atopi.
Onset. Keluhan munculnya bintil-bintil merah yang
terasa gatal secara tiba-tiba setelah terpajan dengan alergen.
Location. Pada usia 2 bulan-2 tahun berpredileksi di
pipi dan dahi. Pada usia 2-10 tahun dan > 10 tahun berpredileksi di lipatan siku dan lipatan lutut.
Character. Rasa gatal timbul sepanjang hari, tetapi
umumnya lebih berat pada malam hari.
Aggravating Factor. Keluhan diperberat apabila
berada di suasana panas dan lembab, stres dan di lingkungan yang banyak mengandung sensitizer.
Time. Keluhan dapat terjadi kapan saja, tergantung
dengan paparan alergen.
Anamnesis Riwayat Penyakit Terdahulu. Berisi
pertanyaan tentang ada tidaknya riwayat penyakit atopi yang lainnya, karena 80% anak yang mengalami
dermatitis atopi juga mengalami asma bronkial atau rinitis alergi. Digali juga informasi mengenai bahan atau zat apa saja yang menjadi alergen bagi pasien. Pajanan alergen pada dermatitis atopi dapat
Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga.
Berisi pertanyaan tentang ada tidaknya anggota
keluarga dekat pasien (sedarah) secara garis
keturunan vertikal, seperti ayah kandung, ibu
kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang
menderita penyakit yang sama dengan penyakit
yang diderita pasien.
Dermatitis atopi cenderung diturunkan. Lebih dari
seperempat anak dari seorang ibu yang menderita
atopi akan mengalami dermatitis atopi pada masa
kehidupan 3 bulan pertama.
Bila salah satu orangtua menderita atopi, lebih
dari separuh jumlah anak akan mengalami gejala
alergi sampai usia 2 tahun, dan meningkat sampai
79% bila kedua orangtua menderita atopi. Resiko
mewarisi dermatitis atopi lebih tinggi bila ibu yang
menderita penyakit tersebut dibandingkan dengan
ayah. Tetapi bila dermatitis alergi yang dialami
berlanjut hingga dewasa, maka resiko untuk
mewariskan kepada anaknya sama saja yaitu
kira-kira 50%.
Anamnesis Riwayat Sosial Ekonomi.
Berisi penggalian informasi tentang
keadaaan keluarga pasien, terutama
mengenai perumahan, penghasilan, dan
lingkungan, atau daerah sekitar tempat
tinggal pasien.
Penelitian mengatakan bahwa jumlah
anggota keluarga yang sedikit, pendidikan
ibu semakin tinggi, penghasilan meningkat
dan peningkatan penggunakan antibiotik
berpotensi menaikkan jumlah penderita
dermatitis atopi.
AKNE VULGARIS
Akne vulgaris atau lebih dikenal dengan jerawat
adalah penyakit peradangan menahun folikel
polisebasea yang umumnya terjadi pada masa
remaja.
Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya akne
vulgaris, namun secara umum akne terjadi karena
produksi sebum yang meningkat yang menyebabkan
peningkatan unsur komedogenik dan inflamatogenik
penyebab terjadinya lesi akne.
Gambaran klinis akne vulgaris sering polimorf,
artinya terdapat berbagai macam lesi pada saat
pemeriksaan dilakukan, terdiri atas kelainan kulit
berupa komedo, papul, pustul, nodul dan jaringan
parut. Tempat predileksi adalah muka, dada bagian
atas dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain,
misalnya leher, lengan atas, dan glutea
kadang-kadang terkena.
Akne vulgaris pada dada dan punggung
bagian atas
Adapun komponen yang dapat digali pada anamnesis akne vulgaris, yaitu:
Anamnesis Pribadi : Wanita > pria, rentang usia wanita 14-17 tahun dan pria usia 16-19 tahun.
Keluhan Utama : Gelembung berisi nanah pada wajah,
dada bagian atas atau punggung bagian atas.
Keluhan Tambahan : Bintil-bintil, komedo atau jaringan parut.
Diagnosis Banding.
1) Akne venenata, merupakan akne akibat rangsangan fisis, umumnya lesi monomorf, tidak gatal, bisa berupa komedo atau papul di tempat rangsangan fisis.
2) Rosasea, penyakit peradangan kronik di daerah muka dengan gejala eritema, pustul, telangiektasi. Tidak
terdapat komedo, kecuali bila kombinasi dengan akne. 3) Erupsi akneiformis, disebabkan karena induksi obat seperti kortikosteroid, barbiturat, dan lainnya. Klinis
berupa erupsi papulo-pustul mendadak tanpa adanya komedo hampir diseluruh bagian tubuh, dapat disertai dengan demam.
Onset. Umumnya terjadi pada saat usia remaja dan
menjadi penanda peningkatan hormon seksual. Akne vulgaris dapat bertahan lama sehingga disebut juga penyakit menahun. Pada wanita, akne akan menetap sampai dengan umur 30-an atau bahkan lebih.
Location. Tempat predileksi akne vulgaris yaitu muka,
dada bagian atas dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain, misalnya leher, lengan atas, dan glutea
kadang-kadang terkena.
Character. Gelembung berisi nanah dapat berjumlah
banyak menyebar di seluruh permukaan wajah dan
tempat predileksi lainnya. Ruam ini dapat disertai dengan ruam lainnya pada saat bersamaan sehingga disebut
tampakan polimorf, dapat berupa bintil-bintil, komedo
maupun jaringan parut pada penderita akne vulgaris yang telah lama dan meninggalkan bekas lesi.
Aggravating Factor. Adapun faktor-faktor yang
memperberat atau mempengaruhi timbulnya akne adalah makan-makanan yang berlemak, kelembapan dan
temperatur yang tinggi, hiegene yang buruk, pemakaian kosmetika yang bersifat komedogenik dan stres.
Anamnesis Riwayat Pribadi. Berisi penggalian
mengenai kebiasaan diri pasien, berupa menjagaan kebersihan diri yaitu mandi dan membersihkan wajah. Akne vulgaris dapat muncul diakibatkan oleh hiegenitas diri yang buruk terutama pada tempat predileksi yaitu wajah, dada bagian atas dan punggung bagian atas.
Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga. Berisi
pertanyaan tentang ada tidaknya anggota keluarga dekat pasien (sedarah) secara garis keturunan vertikal, seperti ayah kandung, ibu kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang menderita penyakit yang sama dengan
penyakit yang diderita pasien. Hal ini penting karena akne vulgaris dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Anamnesis Sosial Ekonomi. Berisi penggalian informasi
tentang keadaaan keluarga pasien, terutama mengenai perumahan, penghasilan, dan lingkungan, atau daerah sekitar tempat tinggal pasien. Apakah ada faktor-faktor yang dapat membuat pasien stres, karena ini merupakan faktor yang memperberat munculnya akne vulgaris.
Anamnesis Gizi. Berisi penggalian mengenai pola
makan pasien. Makanan yang tinggi lemak dapat memperberat akne vulgaris.
SKABIES
Skabies merupakan penyakit kulit akibat
infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes
Scabiei jenis manusia dan produknya pada
tubuh.
Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan
tidak bermata. Setelah kopulasi (perkawinan)
yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati,
kadang-kadang masih hidup beberapa hari
dalam terowongan yang digali oleh yang betina.
Tungau betina yang telah dibuahi menggali
terowongan dalam stratum korneum, dengan
kecepatan 2-3 mm sehari dan sambil
meletakkan telurnya 2-4 butir sehari sampai
mencapai jumlah 40-50.
Sarcoptes Scabiei membuat terowongan dan
Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi
terhadap sekreta dan eksreta tungau yang
memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah
infestasi. Pada saat itu kelainan kulit
menyerupai dermatitis dengan ditemukannya
papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan
garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta
dan infeksi sekunder.
Tempat predileksinya biasanya merupakan
tempat dengan stratum kornuem yang tipis,
yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan bagian
volar, siku bagian luar, lipat ketiak depan, areola
mamae (wanita), umbilikus, bokong, genitalia
eksternal (pria), dan perut bagian bawah. Pada
bayi dapat menyerang telapak tangan dan
Terowongan pada stratum korneum dan lesi
yang diakibatkan Sarcoptes Scabiei
Adapun komponen yang dapat digali pada
anamnesis skabies, yaitu:
Anamnesis Pribadi : Pria = wanita, banyak
menyerang anak-anak walaupun orang dewasa
dapat pula terkena.
Keluhan Utama : Bintil-bintil sangat gatal pada
kulit terutama malam hari.
Keluhan Tambahan : Gelembung berisi cairan
atau keropeng-keropeng.
Diagnosis Banding.
1) Prurigo, berupa papula-papula yang gatal,
predileksi pada bagian ekstensor ekstremitas.
2) Gigitan serangga, biasanya jelas timbul
sesudah adanya gigitan, lesinya berupa urtikaria
papular.
3) Folikulitis, merupakan radang folikel rambut,
pasien akan merasa nyeri dengan lesi berupa
pustula milier dikelilingi daerah yang eritema.
Onset. Munculnya keluhan terjadi 1 bulan setelah
infestasi dari tungau ke kulit penderita.
Location. Predileksi tersering pada sela tangan dan
pergelangan tangan. Dapat timbul pada tempat lainnya yaitu ketiak, sekitar umbilikus, paha bagian dalam,
genitalia eksterna pria dan bokong. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan kaki.
Character. Gatal terutama terjadi pada malam hari yang
disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.
Aggravating Factor. Pasien dengan penyakit ini sering
menggaruk untuk mengurangi rasa gatal. Namun hal itu akan memperberat lesi karena akan terjadi erosi,
ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Penyakit ini juga sangat menular, pada saat pasien menggaruk di satu lokasi, maka pada kuku pasien akan tertinggal telur-telur tungau. Kemudian pasien akan menggaruk ke lokasi lain pada tubuh yang akan memindahkan tungau tersebut ke tempat lain.
Anamnesis Riwayat Pribadi. Berisi pertanyaan tentang
kebiasaan pasien. Pada pasien yang menggemari
memelihara banyak binatang memiliki potensi menderita skabies dari tungau yang berada pada binatang tersebut. Penyakit ini juga didukung juga dengan hiegenitas yang buruk sehingga dapat ditanyakan kebersihan diri pasien.
Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga. Berisi
pertanyaan tentang ada tidaknya anggota keluarga dekat tempat tinggal pasien yang menderita penyakit yang
sama. Hal ini penting karena mengingat penularan
penyakit ini yang sangat tinggi. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya sebuah keluarga biasanya seluruhnya terkena infeksi. Begitu pula pada perkampungan yang padat penduduk, sebagian tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut.
Cara penularan penyakit ini dapat melalui kontak
langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung yaitu melalui kulit dengan kulit, misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Kontak tidak langsung yaitu penularan melalui benda, misalnya pakaian, handuk, seprei, bantal dan lain-lain.