• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBINAAN TK 'AISYIYAH DI KABUPATEN SUKABUMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBINAAN TK 'AISYIYAH DI KABUPATEN SUKABUMI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

38

PEMBINAAN TK 'AISYIYAH DI KABUPATEN SUKABUMI

Sistiana Windyariani, Leonita Siwiyanti, Astri Sutisnawati, Yanti Mulyanti, Dyah Lyesmaya

[email protected] 1

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Abstrak

TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di Kabupaten Sukabumi memiliki permasalahan yang hampir sama yakni kurang memiliki daya saing, kurangnya tata administrasi yang baik, serta kurangnya pemahaman guru terhadap pengembangan media pembelajaran Anak Usia Dini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ; 1) Menguatkan dan memberdayakan sekolah melalui penerapan program MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), 2) Melaksanakan promosi terintegrasi sekolah,3) Memberikan pelatihan berupa pembuatan Alat Permainan Edukatif sesuai dengan Kurikulum dan Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini/TK „'Aisyiyah Bustanul Athfal. Sasaran kegiatan adalah pengelola 3 TK ABA yang berlokasi di Kecamatan Kadudampit, Sukaraja, dan Lengkong. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi, tanya jawab dan diskusi, workshop dalam kelompok kecil, pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif untuk Anak Usia Dini (AUD). Hasil yang didapatkan adalah terlaksananya program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), program promosi terintegrasi sekolah serta meningkatnya pemahaman guru-guru terhadap pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Anak Usia Dini. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak sekolah TK ABA dan guru-gurunya serta memiliki makna strategis berkaitan dengan peningkatan kualitas TK ABA di Kabupaten Sukabumi.

Kata Kunci: TK/RA „'Aisyiyah, Manajemen Berbasis Sekolah, Promosi terintegrasi, Alat Permainan Edukatif. Abstract

TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) in Kabupaten Sukabumi have similar problems, are ; 1) less competitive, less well-organized school administration and a lack of understanding of teachers to the development of media Early Childhood Learning. The program aims to empowering the school through ; 1) MBS program (School Based Management),2) Implement the integrated of promotion schools, 3) Provide training in the form of making Gaming Tool Educational according to Curriculum and Learning Model Pendidikan Anak Usia Dini / TK 'Aisyiyah Bustanul RA. Target activity is 3 TK ABA located in District Kadudampit, Sukaraja, and Lengkong. The method used in the form of delivery of material, frequently asked questions and discussions, workshops in small groups, making training Educational Gaming Tool for Anak Usia Dini (AUD). The results is the implementation of a program of coaching and mentoring School Based Management (SBM) at the three schools' 'Aisyiyah, the implementation of an integrated promotional programs as well as increased understanding of school teachers towards making the Games Educational Tool for Early Childhood. The activity received a good appreciation of the TK ABA and teachers and has strategic significance with regard to improving the quality of kindergarten ''Aisyiyah in Sukabumi.

Keywords: TK / RA ''Aisyiyah, School-Based Management, Integrated promotion, Tools Educational Games. LATAR BELAKANG

Masyarakat secara luas mengidentikkan

Muhammadiyah sebagai lembaga

pendidikandan pengajaran. Pendidikan dan pengajaran dijadikan prioritas utama Muhammadiyah sejak awal didirikan oleh Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Perkembangan amal usaha Muhammadiyah khususnya dalam bidang pendidikan yang sangat pesat secara jumlah belum diimbangi

peningkatan kualitas yang sepadan, sehingga kurang memiliki daya saing yang tinggi (Fahrudy, 2015).

TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) merupakan Amal Usaha 'Aisyiyah yang merupakan organisasi otonom khusus di Persyarikatan Muhammadiyah menurut Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah no. 22/KEP/I.0/2009 'Aisyiyah adalah Organisasi Otonom (Ortom) yang memiliki kewenangan

(2)

39 untuk mengatur kegiatannya, menggariskan

programnya, dan menyusun tata aturannya sendiri sejalan dengan prinsip yang berlaku di dalam Persyarikatan (Tim PP Muhammadiyah, 2013).

Di Kabupaten Sukabumi terdapat 7 TK ABA yang berada dalam binaan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sukabumi.

Semua TK ABA tersebut dalam

perkembangannya memiliki permasalahan yang hampir sama diantaranya cenderung statis, sulit berkembang dengan baik, tata kelola administrasi sekolah minim, sehingga kurang memiliki daya saing bila dibandingkan dengan Taman Kanak-kanak yang lainnya. Perlunya pembinaan dan pendampingan yang intensif terhadap sekolah TK ABA agar mampu meningkatkan kualitasnya. Namun untuk melaksanakan pendampingan cukup sulit. Ke 7 TK ABA tersebar pada 5 Kecamatan yang saling berjauhan. Kondisi ini cukup menyulitkan bagi PDA untuk melakukan pembinaan.

Pada tahun 2015 telah dilaksanakan kegiatan KKN tematik yang mengangkat tema-tema berbasis masalah nyata di lapangan. Permasalahan yang terjadi di TK ABA diangkat menjadi tema KKN yang mensinergikan kegiatan Pembelajaran, Pengabdian Kepada masyarakat, serta Penguatan Persyarikatan Muhammadiyah yang difokuskan pada Amal Usaha Pendidikan Taman Kanak-kanak yang pada kegiatan ini dibatasi pada 3 TK ABA yakni, TK ABA Lengkong, TK ABA 3 Cipetir dan RA Muhammadiyah Sukaraja.

Kegiatan pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekolah mengacu pada Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat melalui pendidikan yang bermutu yang pada akhirnya mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Pelaksanaan program MBS ini sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 bahwa satuan pengelolaan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar layanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.

Selain kegiatan MBS kegiatan yang dilakukan pada Pengabdian Kepada Masyarakat adalah promosi terintegrasi sekolah untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah TK ABA. Selain itu dilakukan workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Anak Usia Dini yang sesuai dengan Kurikulum dan Model Pembelajaran PAUD/TK ABA. Workshop ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan guru di 3 TK ABA yang belum paham bagaimana cara mengembangkan alat permainan Edukatif terutama dari bahan-bahan yang mudah didapat dan aman untuk dimainkan anak-anak.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka dilakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk:

(1) Menguatkan dan memberdayakan sekolah melalui penerapan program MBS (Manajemen Berbasis Sekolah),

(2) Melaksanakan kegiatan promosi terintegrasi bagi sekolah.

(3) Memberikan pelatihan berupa pembuatan Alat Permainan Edukatif sesuai dengan Kurikulum dan Model Pembelajaran PAUD /TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA).

METODE PELAKSANAAN 1. Sasaran Kegiatan

Khalayak sasaran utama dari kegiatan pembinaan ini diantaranya kepala sekolah dan guru-guru yang ada di TK ABA Lengkong yang berada di Desa Lengkong Kecamatan Lengkong, TK ABA 3 Cipetir yang berada di Desa Sukamaju Kecamatan Kadudampit, dan RA Muhammadiyah Sukaraja yang berada di Desa Sukamekar Kecamatan Sukaraja.

(3)

40 Untuk membantu mengatasi permasalahan yang

dihadapi oleh TK ABA dipilih beberapa metode pendekatan yaitu sebagai berikut.

(1) Kegiatan pendampingan di sekolah untuk menata Manajemen Berbasis Sekolah. Dilaksanakan selama 40 hari dengan melibatkan 3 kelompok (51 orang mahasiswa) KKN tematik di tiga lokasi. (2) Pelatihan, teori dan ceramah mengenai

pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Anak Usia Dini. Bertujuan untuk menambah pemahaman bagi guru-guru TK ABA untuk membuat Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Anak Usia Dini (AUD) dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemui di rumah.

(3) Promosi terintegrasi sekolah pasca pembenahan MBS

3. Tahapan Pelaksanaan

Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat ini terintegrasi dengan kegiatan KKN Tematik 2015, terutama untuk kegiatan MBS dan promosi terintegrasi. Tahapan Kegiatan Pengabdian yang dilakukan terbagi ke dalam tahap persiapan dan pelaksanaan. Penjabaran dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilakukan:

(1) Persiapan (dilaksanakan pada bulan juli 2015 minggu keempat).

(2) Perencanaan program Pengabdian kepada Masyarakat.

(3) Sosialisasi program pengabdian kepada masyarakat kepada Sekolah TK „'Aisyiyah Lengkong dan TK „'Aisyiyah 3 Cipetir dan RA Muhammadiyah Sukaraja.

(4) Pelaksanaan kegiatan pendampingan MBS dilaksanakan dengan membantu Pengelolaan Administrasi, melengkapi profil sekolah, membantu menyusun Rencana Kerja Sekolah, menyediakan buku rujukan mengenai kurikulum PAUD/TK/RA Aisyiah yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat „Aisyiyah, membantu membuat media untuk sarana di kelas. (5) Promosi terintegrasi dilaksanakan dengan

mengadakan lomba bagi anak-anak sekitar TK/RA berupa lomba mewarnai, lomba

busana muslim, lomba tahfidz dan tutorial hijab.

(6) Pembuatan Alat Permainan Edukatif bagi Anak Usia Dini. Berupa kegiatan workshop, teori dan ceramah yang dilakukan di dua tempat yang berbeda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk kegiatan MBS antara lain, diperolehnya data profil sekolah, potensi, masalah dan kebutuhan sekolah berkenaan dengan program-program peningkatan manajemen sekolah, serta didapatnya sistem data base sekolah yang terbaru. Perolehan data ini menjadi informasi yang sangat penting bagi pengembangan sekolah ke depannya agar menjadi sekolah yang lebih berdaya. Identifikasi dan penemuan data yang dilakukan oleh pihak eksternal sekolah, dalam hal ini mahasiswa KKN, menjadikan penilaian menjadi objektif sehingga kepala sekolah akan tahu persoalan mana yang akan menjadi prioritas untuk diselesaikan. Begitupun mengenai sistem data base sekolah yang ada pada TK ABA, TK ABA 3 Cipetir, dan RA Muhammadiyah Sukaraja, diperbaharui kembali sehingga diperoleh data yang up date mengenai semua unsur manajemen yang ada di sekolah.

Kegiatan MBS juga dilakukan dengan membantu menyusun Rencana Kerja Sekolah. Rencana Kerja Sekolah yang ada di TK ABA sesungguhnya telah ada namun tidak didokumentasikan dengan baik dan tidak memiliki sasaran pencapaian. Rencana Kerja Sekolah bertujuan untuk menentukan target, capaian serta arahan dalam satu tahun pembelajaran yang jika disusun direncanakan dan dilaksanakan dengan baik akaneningkatkan kualitas sekolah dalam hal manajemen sekolah maupun pembelajaran.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kedua adalah Promosi Terintegrasi. Promosi ini berupa kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan dari TK ABA 3 Cipetir dan RA Muhammadiyah Sukaraja (di TK „'Aisyiyah Lengkong tidak dilaksanakan) kepada

(4)

41 masyarakat sekitar sekolah. Kegiatan promosi

yang dilakukan berupa lomba mewarnai dan lomba busana muslim bagi anak-anak. Dari banyaknya jumlah peserta yang mengikuti lomba dapat dikatakan bahwa kegiatan ini telah cukup berhasil menarik minat masyarakat dan harapan selanjutnya berminat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke dua TK ini.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ketiga adalah workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif sesuai dengan Kurikulum dan Model Pembelajaran PAUD /TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal. Kegiatan Alat permainan edukatif merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak. Syarat-syarat alat permainan edukatif untuk anak usia dini adalah : disesuaikan dengan usia dan minat anak,

mudah dibuat, menarik untuk anak, tidak membahayakan dan disesuaikan dengan kondisi setempat (Hayati, 2009). APE yang dibuat dalam workshop adalah playdough dan ubleg yang jika dimainkan dapat melatih kemampuan motorik halus anak usia dini. Playdough terbuat dari terigu, minyak sayur, air, garam, serta pewarna makanan.Sementara ubleg terbuat dari tepung sagu, air, dan pewarna makanan.

Uraian hasil kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri dari 3 kegiatan dijabarkan dalam tabel 1 berikut:

Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan di 3 TK ABA

Kegiatan Tempat dan waktu Keterangan Hasil Pendampi-ngan MBS TK „'Aisyiyah Lengkong 12 Agustus -20 September 2015 Mengidentifikasi potensi, masalah dan kebutuhan sekolah berkenaan dengan program-program

peningkatan manjemen sekolah,

Kegiatan MBS yang dilakukan adalah menata sistem data base sekolah,Pengelolaan Administrasi, melengkapi profil sekolah, membantu menyusun Rencana Kerja Sekolah, membantu membuat media untuk sarana di kelas.

Didapatnya potensi, masalah dan kebutuhan sekolah berkenaan dengan program-program

peningkatan manjemen sekolah, Didapatnya data base sekolah terbaru,.

TK „'Aisyiyah 3 Cipetir 12 Agustus -20 September 2015 Kegiatan MBS yang dilakukan adalah menata sistem data base sekolah, Pengelolaan Administrasi,

Terdapat data base sekolah terbaru. RA Muhammadiyah Sukaraja 12 Agustus -20 September 2015 Kegiatan MBS yang dilakukan adalah menata sistem data base sekolah, Membantu menguatkan program-program kepala sekolah.

Terdapat data base sekolah terbaru, dan menguatnya program sekolah Kegiatan Promosi terintegrasi TK „'Aisyiyah Lengkong Kegiatan tidak dilaksanakan - TK „'Aisyiyah 3 Cipetir 8 September 2015

Kegiatan yang dilakukan berupa lomba mewarnai dan lomba permainanan busana yang dikuti oleh

Masyarakat menyambut baik dan antusias terhadap kegiatan ini.

(5)

42 34 orang peserta. RA Muhammadiyah Sukaraja 16 September 2015

Kegiatan yang dilakukan berupa lomba mewarnai dan lomba permainanan busana yang diikuti oleh 8 PAUD dengan 76 peserta

Masyarakat menyambut baik dan antusias terhadap kegiatan ini. Workshop APE TK „'Aisyiyah Lengkong 14 September 2015

Membuat playdough dan ubleg dari bahan yang mudah ditemui di sekitar rumah, yang dihadiri oleh 5 orang guru

Meningkatnya kemampuan guru dalam membuat APE yang informasinya diperoleh dari kuosioner terbuka yang diisi setelah kegiatan berakhir. TK „'Aisyiyah 3 Cipetir Dilaksanakan secara bersamaan pada tanggal Juli 2015

playdough dan ubleg dari bahan yang mudah ditemui di sekitar rumah, Dihadiri oleh 6 orang guru

Meningkatnya kemampuan guru dalam membuat APE yang informasinya diperoleh dari kuosioner terbuka yang diisi setelah kegiatan berakhir.

RA

Muhammadiyah Sukaraja

Gambar 1. Kegiatan MBS untuk Pengelolaan Administrasi Sekolah

(Sumber : Dokumentasi, 2015)

Gambar 2. Kegiatan lomba peragaan busana sebagai bagian dari promosi terintegras

(Sumber : Dokumentasi, 2015)

Gambar 3. Kegiatan lomba mewarnai sebagai bagian dari promosi terintegrasi

(Sumber : Dokumentasi, 2015)

Gambar 4. Kegiatan workshop pembuatan APE di TK 'Aisyiyah Lengkong

(Sumber : Dokumentasi, 2015)

Kegiatan pembinaan bagi TK ABA yang terdiri dari tiga kegiatan telah mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.Tujuan awal dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas dan daya saing dari 3

(6)

43 TK ABA melalui program MBS, promosi

terintegrasi dan pelatihan pembuatan Alat Permainan edukatif melalui pembinaan.

Menurut Miftah Thoha (1997) pembinaan adalah suatu tindakan, proses atau pernyataanyang terus-menerus sehingga menjadi lebih baik.Diuraikan kembali bahwa: 1) Pembinaan merupakan suatu strategi yang unik dari suatu sistem pembaharuan dan perubahan (change), 2) Pembinaan merupakan suatu pernyataan yang normatif, yakni menjelaskan bagaimana perubahan dan pembaharuan yang berencana serta pelaksanaannya. 3) Pembinaan berusaha untuk mencapai efektivitas, efisiensi dalam suatu perubahan dan pembaharuan yang dilakukan tanpa mengenal berhenti. (Miftah,1997).

Kegiatan pembinaan yang dilakukan telah cukup efektif.Hal ini berdasarkan terlaksananya kegiatan MBS dan pemahaman pihak sekolah untukmenyusun program kerja sekolah dan antusias masyarakat dalam kegiatan promosi terintegrasi sekolah.Kegiatan ini sedikitnya telah membantu sekolah dalam upaya pembaharuan untuk meningkatkan kualitas sekolah.

Selain itu berdasarkan hasil dari kuosioner terbuka yang diberikan kepada guru-guru TK yang mengikuti kegiatan workshop diperoleh respon yang sangat positif.Informasi yang diperoleh sebagai umpan balik kegiatan bahwa guru-guru 1) Bertambah ilmu mengenai APE, 2) Meningkatkan kreatifitas dalam membuat APE, dan 3) Mendapat pengalaman baru. Setelah mengikuti workshop diharapkan guru lebih kreatif untuk memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan dan murah sebagai media pembelajaran untuk anak-anak.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Kegiatan pengabdian pada masyarakat telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.Yakni 1) Terlaksananya kegiatan MBS dengan diperolehnya potensi, kendala, dan kebutuhan

sekolah serta data base yang lengkap di 3 TK ABA, 2) Terlaksananya kegiatan promosi integrasi di TK ABA 3 Cipetir dan RA Muhammadiyah Sukaraja, dan 3) Meningkatnya kemampuan guru dalam membuat alat permainan edukatif di 3 TK ABA.

Saran

Meningkatkan kualitas daya saing sekolah TK „Aisyiah Busthanul Athfal (ABA) melalui pembinaan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat memerlukan waktu yang tidak sebentar dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karenanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini harus diprogramkan lebih lanjut sehingga Amal Usaha Muhammadiyah/'Aisyiyah di tingkat akar rumput bisa terus besar bukan hanya dari segi jumlah tetapi diikuti dengan kualitas yang baik sehingga diminati masyarakat bahkan dapat menjadi sekolah unggulan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UMMI) yang telah memfasilitasi program Pengabdian kepada Masyarakat ini. Terima kasih disampaikan pula kepada PDA Kabupaten Sukabumi dan mahasiswa peserta KKN Tematik Pendidikan 2015 yang telah membantu saat melaksanakan kegiatan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Hayati Nur (2009). Kegiatan Bermain Kreatif

Untuk Anak Usia Dini. Tersedia online:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tm p/PPM%20Mandiri%20di%20Hargobina ngun.pdf. (20 September 2015, 22:30) Kharis Fahrudy (2015).Muhammadiyah dan

Pendidikan. Tersedia online: hes.ums.ac.id/muhammadiyah-dan-pendidikan. (19 Oktober 2015, 09:53).

Miftah Thoha (1997). Pembinaan Organisasi, Proses Diagnosa dan Intervensi. PT

(7)

44 Tim Perumus KKN UMMI (2015). Pedoman

Kegiatan KKN Tematik, Universitas

MuhammadiyahSukabumi, Sukabumi :

UMMIPress.

Tim PP Muhammadiyah. (2013). Surat-surat

Pengakuan Muhammadiyah Sebagai

Badan Hukum. Yogyakarta : Pimpinan

Pusat Muhammadiyah.

Undang-undang Sisdiknas No 20/2003 Tahun 2003 Pasal 51.

Gambar

Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan di 3 TK ABA
Gambar 2. Kegiatan lomba peragaan busana  sebagai bagian dari promosi terintegras

Referensi

Dokumen terkait

Subjek pelaksanaan tindakan adalah peneliti untuk menganalisis setiap siklus untuk mengetahui hasil dari anak menceritakan kembali isi cerita setelah diketahui hasilnya

kembali. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah perubahan sikap dan perilaku menjadi lebih baik melalui pembinaan kehidupan masyarakat. Dalam praktiknya kepala desa

Implikasi penelitian ini adalah manajemen pembinaan TK/TPA Nur Annisa Desa Bategulung Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa sudah berjalan dengan baik sebagaimana

Sedangkan menurut Rita Kurnia (2009) permainan memiliki manfaat yang sangat baik bagi anak. Anak akan belajar kata-kata baru sehingga memperkaya perkembangan bahasanya serta

Pengamatan yang dilakukan terus menerus dari tahap awal hingga akhir akan menjadi bahan acuan untuk melakukan tindakan selanjutnya. Dari hasil pengamatan pada siklus I

Muslimat Nurul Hidayah Terhadap Karakter Kedisiplinan Anak Dampak upaya pembinaan kedisiplinan adalah sikap disiplin yang sering kali terjadi dengan pelanggaran, baik dari

Menurut Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, tujuan pembinaan warga binaan adalah membentuk warga binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,