BERDASARKAN VARIABEL PEMBENTUK INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA) Oleh: AGUS WIDODO NRP. 1310201707 Dosen Pembimbing: Dr. Purhadi, M.Sc
PROGRAM MAGISTER STATISTIKA JURUSAN STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA 2011
Pendahuluan 1 Kajian Pustaka 2 Metodologi 3
Hasil dan Pembahasan
4
Kesimpulan
L
ATARB
ELAKANG Proses pengelompokkan dengan hard clustering, setiap
elemen menjadi anggota secara ekslusif dari suatu kelompok tertentu dengan batasan yang jelas, dalam prakteknya kondisi ketidakpastian lebih sering ditemui dalam mengklasifikasikan suatu kondisi.
3 Analisis Kelompok
Menggelompokkan n objek pengamatan ke dalam c kelompok (c < n)
Muncul teori himpunan fuzzy (kabur, tidak pasti) yang mendasari berkembangnya metode fuzzy clustering,
Fuzzy clustering : metode pengelompokkan dengan menggunakan teori himpunan fuzzy.
Metode fuzzy c-means cluster sering digunakan dalam melakukan pengelompokan, karena metode ini memberikan hasil yang halus dan cukup efektif (Shihab, 2000), dalam penelitian ini digunakan metode fuzzy c-shell cluster untuk metode pembanding.
1. Metode fuzzy c-means cluster
2. Metode fuzzy c-shell cluster
Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tinggi
rendahnya ditunjukkan dengan menggunakan indeks komposit.
Menggunakan variabel pembentuk IPM,
Dengan pengelompokkan, digunakan sebagai
bahan perencanaan serta evaluasi sasaran program pemerintah
R
UMUSANM
ASALAH Bagaimana optimasi fungsi objektif dengan
metode fuzzy c-means dan fuzzy c-shell cluster?
Bagaimana membangun algoritma
pengelompokan dengan menggunakan metode fuzzy c-means dan fuzzy c-shell cluster dengan indeks validitas cluster?
Bagaimana pengelompokan antara metode fuzzy
c-means dan fuzzy c-shell cluster dalam kasus
pengelompokan kab/kota di pulau Jawa
T
UJUANP
ENELITIAN Mengkaji optimasi fungsi objektif untuk metode
fuzzy c-shell cluster dan fuzzy c-means cluster.
Membangun algoritma pengelompokan dengan
metode fuzzy c-shell cluster dan fuzzy c-means
cluster dengan menggunakan indeks validitas
cluster.
Membandingkan pengelompokan dari hasil
metode fuzzy c-shell cluster dan fuzzy c-means
cluster pada pengelompokan kabupaten/kota di
Pulau Jawa berdasarkan variabel pembentuk IPM.
M
ANFAATP
ENELITIAN Memberikan tambahan wawasan keilmuan serta
memperdalam konsep dan teori pada metode fuzzy clustering, terutama fuzzy c-shell cluster dan fuzzy c-means cluster .
Menjadi salah satu alternatif dalam kasus pengelompokan
kabupaten/kota menurut variabel pembentuk IPM bagi BPS serta dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah khususnya pemerintahan daerah di Pulau Jawa dalam mengambil suatu kebijakan untuk mengatasi masalah pembangunan kualitas hidup manusia.
B
ATASANM
ASALAH Membandingkan antara metode fuzzy c-shell
cluster dan fuzzy c-means cluster dalam kasus
pengelompokan kabupaten/kota di Pulau Jawa berdasarkan variabel pembentuk IPM.
Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data sekunder yang terdiri dari variabel-variabel pembentuk IPM pada Tahun 2008
Pendahuluan 1 Kajian Pustaka 2 Metodologi 3
Hasil dan Pembahasan
4
Kesimpulan
DISTRIBUSI MULTIVARIAT NORMAL
Pengujian data normal multivariat diuji dengan membandingkan jarak kuadrat (Johnson dan Wichern, 2002):
= sampel random ke j, j=1,2,…,n = vektor rata-rata kolom
= invers matrik varians kovarians Hipotesis yang digunakan adalah:
H0 : data berdistribusi normal multivariat
H1 : data tidak berdistribusi normal multivariat
H0 gagal ditolak jika persentase nilai lebih dari 50%. 11
(
) (
)
2 1 j j jd
=
X
−
X
′
S
−X
−
X
2.1 j X X 1 S− 2 2 , j p d < χ αUJI COVARIAN VEKTOR UNTUK BEBERAPA POPULASI
Hipotesisnya adalah sebagai berikut :
Statistik uji yang digunakan adalah (Rencher,
2002) :
Diterima , maka matriks varians-kovarians
bersifat homogen jika:
2.2
0 : 1 2 ... c H Σ = Σ = = Σ
1 : paling sedikit ada satu i yang berbeda
H ∑ 2 1 1 1 1 1 2(1 ) ln ln 2 2 c c hitung p i bi Si Spool i bi χ = − − = − =
∑
∑
UJI MEAN VEKTOR UNTUK BEBERAPA POPULASI
Hipotesisnya sebagai berikut :
Dengan statistik uji sebagai berikut :
H0 ditolak apabila: dengan
dan 13 2.3
(
)(
)
(
)(
)
1 1 * 1 1 i i n c T ij i ij i i j n c T ij ij i j X X X X X X X X = = = = − − Λ = − −∑∑
∑∑
0 : 1 2 ... c H µ = µ = = µ = µ 1 : paling sedikit ada satu i yang berbeda
H µ * ; ;q vH ;vE α Λ < Λ vh = −k 1 1 k E i i v =
∑
= n − = −k n kA
NALISISCL
USTER Metode hierarki:
Agglomerative (penggabungan): pautan tunggal
(single linkage), pautan lengkap (complete linkage), pautan rata-rata (average linkage), metode ward (ward’s method),
Divisive (pemecahan)
Metode non hierarki:
T
EORI HIMPUNAN FUZZY Zadeh (1965), yang menyatakan bahwa
ketidakpastian dapat didekati dengan model lain selain dengan pendekatan probabilitas yang
dikenal dengan konsep himpunan fuzzy (fuzzy set
= himpunan kabur).
Konsep dari himpunan fuzzy sejalan dengan
himpunan tegas, hanya saja derajat atau tingkat
keanggotaan dari himpunan fuzzy tersebut
bersifat kontiyu dimana nilainya dalam interval [0,1].
F
UZZYC-
MEANS CLUSTER(
FCM)
Merupakan pengembangan metode non hierarki dari
K-means cluster.
Diperkenalkan oleh Dunn (1973), kemudian
dikembangkan oleh Bezdek (1981), yang memperkenalkan suatu variabel m yang merupakan
weigthing exponent dari fungsi keanggotaan.
Dengan pendekatan FCM, setiap objek ke-k dianggap
menjadi anggota dari semua kelompok ke-i dengan fungsi keanggotaan 0 sampai ke 1. Keputusan objek ke-k menjadi anggota kelompok ke-i berdasarkan fungsi keanggotaan yang terbesar.
F
UZZYC-
MEANS CLUSTER(
FCM)
Rumus fungsi keanggotaanya:
Formulasi jarak yang digunakan adalah jarak euclidian ,
dengan rumus sebagai berikut :
Nilai pusat kelompok , dirumuskan :
17 2.3 2.4 2.5 1 1 2 1 2 1 m c ik ik j jk d u d − − = =
∑
2 2 ( , ) ( ) (T ) ik k i k i k i k i d x v = x −v = x −v x −v 1 1 n m ik k k i n m ik k u x v u = = =∑
∑
i v iv
F
UZZYC-
MEANS CLUSTER(
FCM)
Setiap data memiliki derajat keanggotaan untuk setiap
kelompok, dengan melakukan perulangan akan memperbaiki pusat kelompok dan derajat keanggotaan, sehingga pusat kelompok akan bergerak menuju lokasi yang tepat. Perulangan ini berdasarkan pada minimalisasi fungsi objektif. Kondisi minimum pada fungsi objektif diberikan melalui optimasi parameter dan
Fungsi objektif pada FCM adalah :
2.6 2 1 1
(
)
(
)
(
, )
c n m FCM ik ik k i i kJ
u
d
x v
= ==
∑∑
X, U, V
A
LGORITMA FCM:
1. Menentukan :
Jumlah kelompok yang akan dibentuk (2 ≤ c ≤ n) Weigthing exponent (m=2);
Maksimum iterasi;
Fungsi objektif awal = 0; Iterasi awal, t=1
2. Inisialisasi matrik fungsi keanggotaan awal , biasanya secara acak.
3. Menghitung nilai pusat kelompok ke-k
4. Menghitung matriks fungsi keanggotaan yang baru
5. Menbandingkan nilai keanggotaan dalam matriks , jika maka sudah konvergen. Nilai treshold (ε )
adalah suatu nilai yang sangat kecil mendekati 0. Jika
F
UZZY C-
SHELL CLUSTER(
FCS)
Diperkenalkan oleh Dave (1992)
Algoritma pada fuzzy c-shell cluster, bentuk
dasar dari kelompok adalah p-dimensi
hyper-spherical shell, yang dapat dikarakteristikan
F
UZZY C-
SHELL CLUSTER(FCS)
Formulasi jarak yang digunakan adalah jarak euclidian,
dengan pusat dan jari-jari . Dengan rumus sebagai berikut :
Fungsi keanggotaanya, dengan
21 2.7 2.8
(
)
2 2(
, )
ik k i k i id
x v
=
x
−
v
−
r
1 1 2 1 2 1(
, )
(
,
)
m n ik k i ik j jk k jd
x v
u
d
x v
− − =
=
∑
Jari-jari dan pusat kelompok dirumuskan : 2.9 2.10 1 1 n m ik k i k i n m ik k
u
x
v
r
u
= =−
=
∑
∑
1 n m ik k ku x
v
=
=∑
A
LGORITMAFCS
23 1. Menentukan :
Jumlah kelompok yang akan dibentuk (2 ≤ c ≤ n) Weigthing exponent (m=2);
Maksimum iterasi;
Fungsi objektif awal = 0; Iterasi awal, t=1
2. Inisialisasi matrik fungsi keanggotaan awal , biasanya secara acak.
3. Menghitung nilai pusat kelompok ke-k dan jari-jarinya serta jarak dari objek ke pusat kelompok
4. Menghitung matriks fungsi keanggotaan yang baru
5. Menbandingkan nilai keanggotaan dalam matriks , jika
maka sudah konvergen. Nilai treshold (ε ) adalah suatu nilai yang sangat kecil mendekati 0. Jika
I
NDEKS VALIDITAS Indeks validitas adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah kelompok yang optimal, dengan dicoba untuk beberapa nilai jumlah kelompok.
Indeks koefisien partisi (Partition Coefficient/PC)
Jumlah kelompok yang optimum jika nilai indeks yang maksimum Indeks Partition Entropy Coefficient/PE)
2 1 1 1 ( ) c n PC ik i k I c u n = = =
∑∑
2.11 1 1 1 ( ) ln c n PE ik ik i k I c u u n = = =∑∑
2.12I
NDEKS VALIDITAS Indeks Partition Index (PI)
Jumlah kelompok yang optimum diberikan oleh nilai PI yang minimum.
Indeks Xie dan Beni (XB)
Jumlah kelompok yang optimum jika indeks XB yang minimum25
2 1 1 2 1 ( ) c n m ik ik i k PI c ij i u d I c n d = = = =
∑∑
∑
2 2 1 1 2 ( ) min c n ik ik i k PI ij i j u d I c n v v = = = −∑∑
2.13 2.14I
NDEKSP
EMBANGUNANM
ANUSIA Angka harapan hidup
Rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu
Angka melek huruf
Persentase penduduk 15 tahun ke atas yang dapat
membaca dan menulis dibagi dengan total penduduk 15 tahun ke atas.
Rata-rata lama sekolah
Rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk di seluruh jenjang pendidikan formlai yang pernah dijalani.
27 Pendahuluan 1 Kajian Pustaka 2 Metodologi 3
Hasil dan Pembahasan
4
Kesimpulan
S
UMBER DATA DAN ALAT PENELITIAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang diperoleh dari Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) 2009 mengenai IPM menurut kabupaten/kota. Komponen-komponen IPM tersebut dipakai sebagai variabel dalam penelitian ini. Variabel tersebut yaitu:
X1 = Angka harapan hidup (tahun) X2 = Angka melek huruf (persen) X3 = Rata-rata lama sekolah (tahun)
X4 = Rata-rata pengeluaran riil per kapita per bulan (ribuan Rp)
Obyek dari penelitian ini adalah kabupaten/kota di pulau
Jawa sebanyak 110 kabupaten/kota, terdiri dari 32 kota dan 78 kabupaten.
T
AHAPAN PENELITIAN Melakukan kajian metode FCM dan FCS :
Melakukan optimasi dengan pengganda
lagrange untuk mendapatkan nilai optimum fungsi objektif FCM, sehingga didapatkan
nilai parameter dan yang optimum
Melakukan optimasi dengan pengganda
lagrange untuk mendapatkan nilai optimum fungsi objek FCS, sehingga didapatkan nilai
parameter , dan yang optimum
Dengan menggunakan algoritma FCM dan FCS
membentuk kelompok mulai dari c = 2 sampai dengan c=10.
Melakukan penghitungan nilai indeks validitas,
untuk semua kelompok, indeks validitas yang digunakan adalah indeks Xie dan Beni.
Mendapatkan jumlah kelompok yang optimum sesuai
dengan nilai indeks validitasnya, baik dengan metode FCM dan FCS.
Melakukan uji Multivariat Normal, Mean vektor dan
covarian Vektor dari hasil pengelompokan diatas.
33 Pendahuluan 1 Kajian Pustaka 2 Metodologi 3
Hasil dan Pembahasan
4
Kesimpulan
Optimasi Fungsi Objektif FCM
Fungsi objektif untuk FCM J(X,U,V) adalah:
dengan menggunakan pengganda lagrange
dengan constrain untuk memperoleh nilai parameter dan sehingga menjadi:
2 1 1 ( ) ( ) c n m FCM ik ik i k J u d = = =
∑∑
X, U, V ( ) ( ) 1 n c FCM FCM k ik L J λ u = = = + − ∑
∑
X, U, V X, U, V 1 1 c ik i u = =∑
4.1 4.2 Untuk mencari nilai optimum dan dilakukan
dengan menurunkan fungsi lagrange terhadap
masing-masing parameter dan kemudian disamakan dengan nol, untuk :
35 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 ( ) 1 ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( n c n c n c m m ik ik k ik ik ik k i k i k i FCM i i i n c m ik k i n c k i m T FCM ik k i k i k i i i i FCM i i u d u u d L v v v u x v L u x v x v v v v L u v λ = = = = = = = = = = ∂ + − ∂ ∂ = = ∂ ∂ ∂ ∂ − ∂ ∂ = = − − ∂ ∂ ∂ ∂ = ∂ ∑∑ ∑ ∑ ∑∑ ∑∑ ∑∑ ( ) ( ) ( ) ( ) 1 1 1 1 1 1 1 1 ) 2 ( ) 2 0 ( ) 2 ( ) 2 0 ( ) ( ) n c n c m m k k ik i k i k i n n m m ik k ik i k k n m ik k k i n m ik k x u v u x u v u x v u = = = = = = = = − + = − + = = ∑∑ ∑∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 4.3
Untuk ( ) ( ) ( ) 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 ( 1) 1 1 2 1 ( ) 1 0 dengan 1 1 1 1 n c n c m ik ik k ik k i k i m FCM ik ik k ik ik m k ik ik c ik i m c k i ik m k m c i u d u L mu d u u u md u md m d λ λ λ λ λ = = = = − − = − = − − = ∂ + − ∂ = = − = ∂ ∂ = = = = ∑∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑
Optimasi Fungsi Objektif FCS
Fungsi objektif untuk FCS J(X,U,V,R) adalah:
dengan menggunakan pengganda lagrange
dengan constrain untuk memperoleh nilai parameter , dan sehingga menjadi:
37 2 1 1 ( , ) ( ) c n m FCS ik ik i k J u d = = =
∑∑
X, U, V R 1 1 c ik i u = =∑
1 1 ( , ) ( , ) 1 n c FCS FCS k ik k i L J λ u = = = + − ∑
∑
X, U, V R X, U, V R 4.4 4.5 Dengan cara yang sama, maka diperoleh nilai : ( ) 1 1 2 2 1 1 ik m c ik j jk u d d − = =
∑
1(
)
(
)
n m ik k k i n m iku
x
v
u
==
∑
∑
1 1 ( ) ( ) n m ik k i k i n m ik k u x v r u = = − =∑
∑
Statistik Deskriptif
Pengujian Distribusi Multivariate Normal menunjukan
bahwa persentase nilai sebesar 61,53 persen. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa data diatas telah berdistribusi multivariat normal, sehingga data dapat dilakukan proses pengelompokkan dengan
menggunakan kedua metode tersebut. 39
Variabel N Minimum Maksimum Rata-rata Varians
X1 117 60,560 74,430 68,743 2.903 X2 117 64,120 99,640 91,843 6.293 X3 117 3,770 11,420 7,604 1.603 X4 117 588,040 647,030 632,000 9.290 2 2 ;0.05 j n d ≤ χ
H
ASIL DANP
EMBAHASAN Rata-rata Iterasi, Fungsi Objektif, Indeks Xie dan Beni, dan Waktu
Komputasi, dengan metode FCM
Jumlah kelompok
Banyaknya
Iterasi Fungsi Objektif
Indeks Xie dan
Beni Waktu Komputasi
2 15,6 54,91810502 0,001993298 0,741448173 3 22,1 31,91411894 0,002263152 1,011946319 4 60,6 22,85390327 0,005038049 1,217283024 5 133,6 18,03633625 0,003781829 1,393808393 6 154,9 14,70658773 0,003641467 1,786786863 7 188,5 12,11427890 0,003735356 2,279097467 8 177,3 10,37901985 0,004283722 2,421107644
Rata-rata Iterasi, Fungsi Objektif, Indeks Xie dan Beni, dan Waktu
Komputasi, dengan metode FCS
41
Jumlah kelompok
Banyaknya
Iterasi Fungsi Objektif
Indeks Xie dan
Beni Waktu Komputasi
2 27,6 706,023521395 0,008038464 35,105140122 3 41,5 190,670830048 0,007628473 96,764461173 4 40,4 102,818966609 0,005013489 135,020787350 5 46,0 58,652288055 0,013566060 149,064922086 6 48,0 39,922629811 0,005645252 212,843493769 7 53,7 30,386437454 0,021967206 270,998872936 8 54,9 23,650643668 0,014782679 313,227428878 9 41,9 21,008471343 0,017612013 317,912637367 10 42,5 14,652646693 0,007557815 352,556117707
0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 800.00 Fungsi Objektif FCM Fungsi Objektif FCS
43 0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Grafik Indeks Xie dan Beni FCM dan FCS
Indeks Xie dan Beni FCM Indeks Xie dan Beni FCS
Hasil Uji Wilks Lambda
Hasil Uji Covarian
Metode Jumlah Kelompok
Nilai Wilks
Lambda Nilai chi square P-value
FCM 6 0,0199 434,6743 0,000 FCS 4 0,7420 33,4216 0,000
Metode Jumlah
Kelompok Nilai Box’M Nilai chi square P-value
FCM 6 62,5243 55,1648 0,2857 FCS 4 30,0946 27,6152 0,5908
FCM dengan 6 kelompok dengan rincian
banyaknya kabupaten/kota anggota kelompok pertama sampai dengan kelompok keenam
berturut-turut 28, 25, 8, 29, 12, 15.
Karakteristik Kelompok Berdasarkan Rata-Rata
Kelompok Karekteristik
AHH AMH MYS PPP
1 + – – –
2 + + + +
3 – – – –
4 – + – –
Kelompok 1 : Cirebon, Indramayu, Subang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, Pemalang, Tegal, Brebes, Kulon Progo, Ponorogo, Trenggalek, TulungAgung, Malang, Jombang, Nganjuk, Magetan
Kelompok 2 : Kodya Jakarta Selatan, Kodya Jakarta Timur, Kodya Jakarta Pusat, Kodya Jakarta Barat, Kodya Jakarta Utara, Kota bogor, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Yogyakarta, Sidoarjo, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, Kota Tangerang, Kota Cilegon.
Kelompok 3 : Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Bojonegoro, Bangkalan, Sampang, Pamekasan
Kelompok 4 : Bogor, Sukabumi, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Banyumas, Temanggung, Kota Pekalongan, Mojokerto, Kota Batu, Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang, Kota Serang
Probolinggo
Kelompok 6 : Kepulauan Seribu, Cianjur, Boyolali, Sragen, Batang, Gunung Kidul, Pacitan, Kediri, Lumajang, Banyuwangi, Pasuruan, Madiun, Ngawi, Tuban, Lamongan
Kesimpulan :
Dalam mengkaji metode fuzzy c-means cluster
dapat dilakukan optimasi dengan pengganda lagrange untuk mendapatkan nilai fungsi objektif yang optimum. Pada dasarnya pengelompokkan dengan menggunakan FCM mempunyai prinsip meminimumkan fungsi objektitnya dengan menggunakan penganda lagrange sehingga diperoleh kondisi optimum untuk parameter
Optimasi metode fuzzy c-shell cluster dapat
dilakukan dengan pengganda lagrange untuk mendapatkan nilai fungsi objektif yang optimum dalam fuzzy c-shell cluster. Dengan meminimumkan fungsi objektifnya dengan menggunakan fungsi pengganda lagrange
diperoleh kondisi optimum untuk paramater 51
, ik vi µ , , ik v ri i µ
Berdasarkan nilai indeks validitas Xie dan Beni
yang minimum pada lembah pertama, hasil
pengelompokkan dengan menggunakan metode
fuzzy c-means cluster diperoleh sebanyak 6
kelompok, dengan nilai indeks validitas Xie dan Beni 0,0036. Hasil pengelompokkan dengan
menggunakan metode fuzzy c-shell cluster
diperoleh sebanyak 4 kelompok, dengan nilai indeks validitas Xie dan Beni 0,005.
Hasil pengelompokkan menggunakan metode
FCM, dengan jumlah kelompok sebanyak
6, dengan banyaknya kabupaten/kota anggota kelompok pertama dengan kelompok
keenam, berurut-turut 28,25,8,29,12 dan 15.
Saran:
Dalam penelitian ini masih banyak permasalah yang belum dibahas secara mendalam, karenanya penulis memberikan saran sebagai berikut :
Melakukan analisis data dengan menggunakan metode
pengelompokkan lainnya, seperti dengan algoritma two step cluster, fuzzy substractive, fuzzy gath dan geva, fuzzy gustafson-kessel.
Menggunakan analisis spasial untuk memperhitungkan
BPS. (2009),Indeks Pembangunan Manusia.BPS, Jakarta
BPS; Bappenas; UNDP. (2004), The Economics of Democracy: Financing of Human Development in
Indonesia, Indonesia Human Development Report (IHDR).,Badan Pusat Statistik,Jakarta.
Casella, G., & Berger, R. (2002),Statistical Inference, 2nd Edition, Duxbury Advanced Series., California. Champathong, S., Wongthanavasu, S., & Sunat, K. (2006), "Alternative Adaptive Fuzzy C-Means
Clustering", Proceeding of 7th WSEAS International Conference on Evolutionary Computing, Cavtat,Croatia, hal 7-11.
Dave, R. (1992), "Generalized Fuzzy C-Shell Clustering and Detection of Circular and Elliptical Boundaries",Pattern Recognition ,Vol. 25 No. 7, hal. 713-721.
Dillon, W., & Goldstein, M. (1984),Multivariate Analysis Methods and Application,John Wiley & Sons, New York.
Dunn, J. (1973), "A Fuzzy Relative of the ISODATA Process and Its Use in Detecting Compact well-Separated Cluster",Jurnal of Cybernetic 3, hal. 32-37.
Duo, C., Xue, L., & Du-Wu, C. (2007). "An Adaptive Cluster Validiti Index for the Fuzzy C-Means",International Journal of Computer Science and Nework Security,Vol 7 No. 2 , hal. 146-156.
Grabmeier, J., & Rudoplh, A. (2002). "Technique of Cluster Algorithms in Data Mining", Data Mining and
Knowledge Discovery ,vol. 6, hal. 303-360.
Habibi, A. (2009), Pendekatan Analisis Fuzzy Cluetering pada Pengelompokan Statisun Pos Hujan Untuk
Membuat Zona Prakiraan Iklim (ZPI) (Studi Kasus Pegelompokkan Zona Prakiraan Iklim (ZPI) dengan
Data Curah Hujan di Kab. Karawang, Kab. Subang dan Kan. Indramayu), Tesis, Jurusan
Satistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
Sandle River, New Jersey
Klawonn, F., & Höppner, F. (2003), "What is Fuzzy about Fuzzy Clustering?Understanding and Improving the Concept of the Fuzzier". Advances in Intelligent Data Analysis V, Springer, Berlin, hal 254-264
Klir, G., & Yuan, B. (1995), Fuzzy Sets and Fuzzy Logic Theory and Applications.Prentice Hall, Upper Sandle River, New Jersey
MacQueen, J. (1967), "Some Methods for Classification and Analysis of Multivariate Observations", In Proc.
5th Berkeley Symp. Math. Statist. Prob. 1, hal. 281-297
Pal, N., & Bezdek, J. (1995), "On Cluster Validity for the Fuzzy c-Means Model", IEEE Transactions on
Fuzzy Systems , Vol. 3 No.3, hal 370-379.
Pravitasari, A. A. (2008), ANALISIS PENGELOMPOKAN DENGAN FUZZY C-MEANS CLUSTER (Kasus
Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Tuban Berdasarkan Tingkat Partisipasi
Pendidikan),Tesis, Jurusan Satistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
Ravi, V., Srinivas, E., & Kasabov, N. (2007), "On-Line Evolving Fuzzy Clustring", International Conference
on Computational Intelengence and Multimedia Application. IEEE, hal. 347-351 Rencher, A. (2002), Methods of Multivariate Analysis,John Wiley and Sons, New York.
Shihab, A. (2000). Fuzzy Clustering Algorithm and Their Application to Medical Image Analysis. Dissertation, University of London, London.
Wu, K.-L., & Yang, M.-S. (2005),"A Cluster Validity Index for Fuzzy Clustering", Pattern Recognition Letters , hal. 1275–1291.