MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011
PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011
PERKARA NOMOR 12/PHPU.D-IX/2011
PERIHAL
PERSELISIHAN HASIL
PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH
KABUPATEN CIANJUR
ACARA
PEMERIKSAAN PERKARA
(I)
J A K A R T A
SENIN, 31 JANUARI 2011
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 10,11,12/PHPU.D-IX/2011 PERIHAL
Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Jembrana
PEMOHON
- H. Dadang Sufianto dan R.K. Dadan Suryanegara - Mardiyanto dan M. Rusli Hartono
- H. Hidayat Atori dan U. Suherlan Djaenudin - H. Maskana Sumitra dan H. Ade Sanoesi TERMOHON
KPU Kabupaten Cianjur ACARA
Pemeriksaan Perkara (I)
Senin, 31 Januari 2011 Pukul 14.00–14.55 WIB
Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Achmad Sodiki (Ketua)
2) Harjono (Anggota)
3) Ahmad Fadlil Sumadi (Anggota)
Mardian Wibowo dan Pan M. Faiz Panitera Pengganti
Pihak yang Hadir:
Pemohon (Perkara 10/PHPU.D-IX/2011): - H. Dadang Sufianto
- R.K. Dadan Suryanegara
Kuasa Hukum Pemohon (Perkara 10/PHPU.D-IX/2011): - Deden Erlan Sundata
- Susane Febriyati - Watmawati - Sadar Muslihat - Zulvah Riz. Harahap - Tavip Herawan - Us Us Usmayanto
Pemohon (Perkara 11/PHPU.D-IX/2011): - Mardiyanto
Pemohon (Perkara 12/PHPU.D-IX/2011): - Hidayat Atori
- U. Suherlan Djaenudin - Maskana Sumitra - Ade Sanoesi
Kuasa Hukum Pemohon (Perkara 12/PHPU.D-IX/2011): - Heru Widodo
- Supriyadi Adi - Dhimas Pradana - Andry Kartanegara - Duran Sianipar
Termohon:
- Unang Margana (Ketua KPU Kabupaten Cianjur) - Asep Rudiyana (Anggota KPU Kabupaten Cianjur) Kuasa Hukum Termohon:
- Memet Ahmad Hakim - Absar Kartabrata - Berna Sudjana Ermaya - Ubun Burhanudin - Oon Suhendra - Agus Hidayat - Lukman Syahrul Pihak Terkait:
- Tjetjep Muchtar Soleh - Suranto
Kuasa Hukum Pihak Terkait: - Giofedi
- Firman - Sunandar - Aris Setiawan - Nurdin Hidayatullah
1. KETUA: ACHMAD SODIKI
Sidang Perkara Nomor 10/PHPU.D-IX/2011, Nomor 11/PHPU.D-IX/2011 dan Nomor 12/PHPU.D-11/PHPU.D-IX/2011 dengan ini saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Baik, Assalamualaikum wr. wb.
Saya persilakan pada Pemohon Nomor 10 siapa yang mewakili silakan memperkenalkan diri.
2. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Majelis Hakim Yang Mulia, kami selaku Kuasa Hukum Pemohon dan sekaligus juga Prisipalnya juga hadir pada persidangan kali ini, Kuasa Hukum dari Nomor Perkara 10, yang pertama Ibu Susane Febriyati, S.H., yang kedua Ibu Watmawati, S.H., yang ketiga Sadar Muslihat, S.H., yang keempat Zulvah Riz. Harahap, S.H., yang kelima Tavip Herawan, S.H., yang keenam Us Us Usmayanto, S.H., dan Deden Erlan Sundata, S.H.
Terima kasih, Majelis Hakim Yang Mulia. 3. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik. Yang mewakili Pemohon Nomor 11?
4. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011):
MARDIYANTO
Terima kasih, Yang Mulia. Saya langsung kita…, Pemohon langsung untuk menyampaikan.
KETUK PALU 3X
5. KETUA: ACHMAD SODIKI
Oh, Prinsipal?
6. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011):
MARDIYANTO Betul.
7. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik, enggak pakai Kuasa, ya. Yang Nomor 12?
8. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 12/PHPU.D-IX/2011): HERU WIDODO
Assalamualaikum wr. wb.
Terima kasih, Majelis Hakim Yang Mulia. Pemohon Perkara Nomor 12 adalah 2 pasang Pemohon yakni Pasangan Calon Nomor Urut 1, hadir dalam persidangan ini Prinsipal Bapak Drs. H. Hidayat Atori, M.Si. sebelah kanan kami, dan bersama pasangannya Bapak Drs. U. Suherlan Djaenudin, S.H., M. M.
Kemudian Pemohon Pasangan Calon Nomor Urut 6, Bapak Drs. H. Maskana Sumitra, S.H., M.Si. dan Drs. H. Ade Sanoesi, hadir di persidangan ini didampingi oleh Kuasanya, saya sendiri Heru Widodo, kemudian sebelah kanan saya Supriyadi Adi, di belakang ada Bapak Dhimas Pradana, kemudian Andry Kartanegara, dan Duran Sianipar.
Terima kasih, Yang Mulia. 9. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik, sudah lengkap ya dari sana. Saya persilakan dari Termohon.
10. KUASA HUKUM TERMOHON: MEMET A. HAKIM Terima kasih, Yang Mulia.
11. KETUA: ACHMAD SODIKI
Waalaikumsalam wr. wb.
12. KUASA HUKUM TERMOHON: MEMET AHMAD HAKIM
Kami Termohon KPU Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, yang untuk Perkara Nomor 10, 11, maupun 12 dikuasakan kepada kami para advokat, saya sendiri Memet Ahmad Hakim didampingi Absar Kartabrata, Berna Sudjana Ermaya, Ubun Burhanudin, Oon Suhendra, Agus Hidayat dan Lukman Syahrul. Para komisioner termasuk ketua juga hadir bersama kami.
Terima kasih, Yang Mulia. 13. KETUA: ACHMAD SODIKI
Ya, baik. Sekarang Pihak Terkait, ya. Pihak Terkait saya silakan. 14. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: GIOFEDI
Terima kasih, Yang Mulia. Pada kesempatan ini Prinsipal kami hadir, Yang Mulia, Drs. Tjetjep Muchtar Soleh, bersama (…)
15. KETUA: ACHMAD SODIKI
Pihak Terkait itu perkara berapa ini? 16. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: GIOFEDI
Untuk 10 dan 12, Yang Mulia. 17. KETUA: ACHMAD SODIKI
10 dan 12?
18. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: GIOFEDI
Siap, Yang Mulia. Prinsipal kami berturut-turut Kuasa diwakili oleh saya Giofedi, kemudian Firman, kemudian Sunandar, kemudian Aris Setiawan, dan Nurdin, Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia.
19. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik, sudah lengkap dari sana? Terkait? Ya, baiklah.
Sidang ini untuk memeriksa perkara ini pendahuluan, jadi nanti untuk Perkara Nomor 10, Nomor 11 dan 12 saya persilakan untuk
memaparkan pokok-pokoknya saja, Saudara Kuasa Hukum. Kita mulai dari Perkara Nomor 10, silakan. Jadi tidak dibaca kalimat-kalimat karena waktunya juga tidak banyak. Silakan pokok-pokoknya (…)
20. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Terima kasih, Majelis Hakim Yang Mulia. Berdasarkan pada permohonan keberatan kami yang telah dimasukkan dalam perkara ini kami ada perbaikan. Akan tetapi perbaikan ini kami mohon waktu. Jadi kami akan membacakan setelah adanya perbaikan.
Terima kasih, Majelis Hakim. 21. KETUA: ACHMAD SODIKI
Sekarang enggak dibacakan? Kalau bisanya ini sidang pertama ini adalah nanti memberi kesempatan kepada Hakim untuk menyerahkan per bagannya itu bagaimana ya, dari apa yang sudah Saudara paparkan di sini. Kemudian Saudara diberi waktu untuk memperbaiki itu. Tapi kalau ini Saudara sudah anggap nanti ingin diperbaiki artinya lalu tidak katakanlah sudah merasa baik dan tidak memerlukan saran, kami juga tidak memaksa, ya. Jadi Saudara itu dipersilahkan supaya apa…, seandainya di dalam permohonan ini dari Majelis memandang ada hal-hal yang perlu diperbaiki, itu masih sempat Saudara perbaiki, tapi kalau memang tidak diperlukan ya terserah kepada Pemohon, gitu ya.
Silakan Saudara-Saudara, silakan.
22. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Terima kasih, Majelis Hakim. Kami akan membacakan dahulu yang permohonan keberatan yang pertama yang sudah masuk (…)
23. KETUA: ACHMAD SODIKI
Pokoknya sajalah, kira-kira…, silakan Pak Harjono. 24. HAKIM ANGGOTA: HARJONO
Saya tanya dulu pada Pemohon untuk Perkara Nomor 10. Kalau Saudara sudah mengantisipasi akan diperbaiki, yang diperbaiki kira-kira materi apa dari permohonan Saudara?
25. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Secara substansi sudah tergambar di dalam permohonan keberatan kami yang pertama, akan tetapi untuk penjabarannya untuk lebih detailnya tentang TMS, terstruktur massif sistemiknya, di dalam perbaikan yang (…)
26. HAKIM ANGGOTA: HARJONO
Jadi intinya permohonan pembatalan itu karena Anda mengatakan ada pelanggaran yang sistematis, terstruktur itu ya, cuma yang Anda butuhkan untuk perbaikan adalah menambahkan bukti-bukti apa itu yang terjadi?
27. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Diantaranya itu.
28. HAKIM ANGGOTA: HARJONO
Oke, jadi yang Anda perlukan adalah kesempatan untuk menambahkan bukti-bukti itu, dan itu akan ditambahkan nanti di dalam perbaikannya. Jadi ini tidak mengubah struktur permohonan, tapi yang akan dilakukan adalah penambahan bukti-bukti bahwa ada pelanggaran-pelanggaran itu?
29. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 10/PHPU.D-IX/2011): DEDEN ERLAN SUNDATA
Ya, betul, Majelis Hakim. 30. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baiklah kalau sudah mencukupkan diri, demikian Majelis menerima.
Silakan untuk permohonan nomor 11?
31. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011): MARDIYANTO
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamulaikum wr. wb.
Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Terima kasih, Majelis Hakim. Permohonan gugatan ini ditujukan kepada perihal
permohonan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Cianjur atau KPUDCianjur.
Kami Pemohon, Mardiyanto dan Haji Rusli Hartono selaku Calon Peserta Pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Cianjur 2011-2016, selanjutnya disebut Pemohon. Pemohon dengan ini mengajukan permohonan gugatan pelanggaran hukum, perbuatan kelalaian, dalam kewenangan, dan perbuatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Cianjur yang berkedudukan hukum di jalan Juanda Nomor 28B Kabupaten Cianjur.
Adapun hal perihal yang menjadi dasar gugatan adalah sebagai berikut;
Bahwa Pemohon adalah salah satu peserta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pasangan perseorangan dalam Pemilukada Kabupaten Cianjur 2011-2016 yang terdaftar di administrasi Termohon.
Dua, bahwa Pemohon telah memenuhi persyaratan pengajuan syarat dukungan sebanyak 67.358 orang yang melebihi batas syarat paling sedikit 3% dari jumlah penduduk Kabupaten Cianjur, atau jumlah dukungan 66.845 orang yang ditetapkan oleh Termohon, dan jumlah dukungan yang tersebar di 26 kecamatan yang melebihi dari 50% jumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur yaitu sebanyak 32 kecamatan, yang sebagaimana diatur di dalam Pasal 8 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13/2010, yang dicatat dengan tanda terima penyerahan berkas dukungan, bukti 1 terlampir.
Tiga, bahwa Pemohon telah memenuhi persyaratan administrasi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 10 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13/2010.
Empat, bahwa Pemohon telah dinyatakan lulus pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani oleh tim pemeriksa kesehatan sebagaimana pula yang diatur dalam Pasal 16 PKPU Nomor 13/2010.
Lima, bahwa adanya perbuatan Termohon yang menetapkan Berita Acara dengan tidak melibatkan saksi seorang pun dari Pihak Pemohon, pada saat Pleno penetapan jumlah dukungan dalam tahap awal proses verifikasi berkas suara pada hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010 pada awalnya Termohon menyatakan bahwa Pemohon tidak memenuhi syarat paling sedikit jumlah dukungan dengan alasan bahwa jumlah surat dukungan hasil proses verifikasi hanya berjumlah 61.839 orang, yang kemudian dituangkan dalam berita acara serta dinyatakan telah sesuai dan tidak dapat diganggu gugat, padahal berkas surat jumlah dukungan yang diserahkan oleh Pemohon adalah 67.356 orang. Perbuatan Termohon ini memperlihatkan sikap Termohon yang terkesan tertutup dan memaksa Pihak Pemohon untuk menerima hasil jumlah dukungan dalam berita acara dengan mengaibakan asas keterbukaan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum sesuai dengan Pasal 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2010, dan perbuatan Termohon ini nyaris mengakibatkan kerugian bagi Pihak
Pemohon karena dapat menghilangkan hak perseorangan Pemohon dalam Pemilukada Kabupaten Cianjur.
Enam, bahwa terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Termohon dalam menghilangkan jumlah dukungan Pemohon menjadi 61.839 orang ketika berlangsung proses verifikasi berkas surat dukungan pada hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010, sehingga menimbulkan kerugian Pemohon karena kehilangan suara dukungan sebanyak 5.517 orang dari jumlah dukungan seluruhnya sebanyak 67.356 orang. Hal ini menandakan perbuatan Termohon yang tidak mementingkan asas jujur dalam penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan Pasal 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2010, dan dapat menyebabkan hilangnya hak perseorangan bagi Pemohon dalam Pemilukada Kabupaten Cianjur.
Tujuh, bahwa adanya sikap arogansi Termohon dalam menolak berbagai pengajuan keberatan Pemohon mengenai proses verifikasi berkas suara dukungan pada hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010 yang telah menyulitkan Pihak Pemohon untuk meminta pembahasan terbuka mengenai proses verifikasi jumlah dukungan. Perlakuan Termohon menandakan sikap yang tidak melaksanakan asas adil dalam penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan Pasal 2 PKPU Nomor 13 Tahun 2010, dan cenderung tidak ingin memberikan kesempatan kepada Pemohon untuk membela hak perseorangan dalam Pemilukada Kabupaten Cianjur.
Delapan, bahwa adanya perbuatan Termohon yang telah mempermainkan angka jumlah dukungan dalam bentuk softcopy dengan memberikan jumlah angka tambahan ketika berlangsung proses pembahasan terbuka mengenai perbandingan berkas softcopy jumlah dukungan antara Termohon dengan Pemohon pada hari Kamis tanggal 19 Agustus 2010 yang disaksikan oleh beberapa wartawan dan saksi dari Pemohon. Proses perbandingan berkas softcopy antara Termohon dengan Pemohon ternyata menghasilkan jumlah softcopy yang sama yaitu menjadi 66.916 orang. Termohon sempat tepuk…, tetap menolak hasil perbandingan berkas softcopy tersebut, namun pada akhirnya menerima hasil perbandingan jumlah dukungan tersebut. Perbuatan Termohon yang menambahkan angka dengan alasan belum terhitung dalam rekapitulasi dan sempat menolak jumlah dukungan yang sama menandakan bahwa Termohon tidak bekerja secara asas profesionalitas di dalam penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan Pasal 2 Peraturan PKPU Nomor 13 Tahun 2010, dan terkesan mempersulit permohon…, Pemohon, dalam menuntut hak perseorangan dalam Pemilukada Kabupaten Cianjur.
32. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik, Saudara Pemohon, kami sudah menangkap maksud Saudara, kira-kira petitumnya apa…, petitumnya? Permohonan Saudara apa?
33. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011): MARDIYANTO
Jadi ada yang sangat esensi, Yang Mulia, bahwa nomor 13 dalam…, nomor 13…, nomor 13…, tadi kami sudah membacakan sampai ke delapan, bahwa Pihak Pemohon menemukan penyebab yang menjadi masalah dari semua itu adalah bahwa Pihak Pemohon menemukan selisih jumlah dukungan yaitu adanya 2 berita acara yang ganda, dibuat oleh PPS dengan nomor dan tanggal yang sama, di desa…, di 4 desa di Kecamatan Sukanagara sebagaimana berikut, bukti terlampir.
34. KETUA: ACHMAD SODIKI Ya.
35. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011): MARDIYANTO
Jadi adapun kesimpulan permohonan kami adalah dari apa yang kami paparkan tadi di atas bahwa kami dinyatakan tidak bisa ikut dalam Pemilukada dikarenakan kami kekurangan 1.300 suara. Padahal di sana ada Berita Acara tetapi Berita Acara ini ganda, setelah kami verifikasi…, kami…, dari pihak KPUD pada saat itu tidak bisa memberikan kesempatan kepada kami.
Adapun berdasarkan uraian dasar gugatan tersebut maka Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi, melalui Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi, untuk memeriksa dan menyidangkan perkara Pemohon dengan memberi amar putusan, sebagai berikut;
Pertama, mengadili…, satu, mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhunya.
Dua, menetapkan dan menyatakan sah pengajuan jumlah dukungan sebagaimana Pemohon yang melebihi batas syarat paling sedikit 3%.
Tiga, menetapkan dan menyatakan sah jumlah dukungan hasil laporan…., menetapkan dan menyatakan sah jumlah dukungan hasil laporan Panwas Kabupaten Cianjur sebanyak 1.321 orang, Berita Acara PPS dari 4 desa tersebut.
Empat, menetapkan menyatakan sah hasil jumlah dukungan seluruhnya yang memenuhi syarat administrasi dan faktual bagi pihak Pemohon sebanyak 68.152 orang.
Menetapkan dan menyatakan bahwa Pemohon adalah Peserta Pemilukada Kabupaten Cianjur 2011-2016.
Enam, membatalkan Berita Acara Nomor 13/BA/KPU Cianjur/11/2010.
Tujuh, membatalkan Berita Acara Nomor 14/BA/KPU Cianjur/11/2010 tentang Hasil Rekapitulasi.
Delapan, membatalkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur Nomor 14/Kpts/KPU-Kab.011.32996/2010 tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Sembilan, memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur untuk melakukan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Ulang Kabupaten Cianjur.
Sebelas, memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur untuk mengawasi Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Ulang sesuai dengan kewenangannya.
Apabila Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi berpendapat lain mohon penetapan keputusan yang seadil-adilnya.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dengan harapan agar kiranya Mahkamah Konstitusi dapat mengabulkan permohonan kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Cianjur…(…)
36. KETUA: ACHMAD SODIKI
Heemm, ya.
37. PEMOHON (PERKARA NOMOR 11/PHPU.D-IX/2011): MARDIYANTO
2011, Calon Peserta Kepala Daerah Mardiyanto, dan Calon Peserta Wakil Kepala Daerah Drs. M. Rusli Hartono.
Terima kasih, Assalamualaikum wr. wb.
38. KETUA: ACHMAD SODIKI
Walaikumsalam wr. wb. Saya persilakan Nomor 12.
39. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 12/PHPU.D-IX/2011): HERU WIDODO
Baik, terima kasih, Yang Mulia. Perkara Nomor 12 adalah Pasangan Calon Nomor Urut 1 dan Nomor Urut 6, selanjutnya dalam permohonan ini kami sebut para Pemohon. Adapun pokok-pokok permohonan yang kami ajukan ke hadapan persidangan ini adalah oleh
karena para Pemohon menemukan fakta hukum tentang proses pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Cianjur yang berlangsung tidak jujur, tidak adil, serta penuh dengan praktik kecurangan yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 5, dalam hal ini adalah Pihak Terkait, yang menurut Pemohon… menurut para Pemohon telah memenuhi unsur-unsur yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif.
Majelis Hakim Yang Mulia, yang kami maksudkan unsur terstruktur di sini adalah pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 5 selaku bupati incumbent, selaku bupati incumbent
melibatkan pejabat atau organisasi yang dibentuk secara terstruktur di Pemda Kabupaten Cianjur, yang dengan perintah Saudara Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh selaku bupati kepada pejabat di bawahnya untuk melakukan aktivitas yang tujuannya tidak lain adalah untuk memenangkan Pasangan Calon Nomor Urut 5. Dan pejabat terkait tersebut kemudian meneruskan perintah kepada pejabat di bawahnya secara berjenjang. Hal mana ini kami temukan berdasarkan fakta bahwa pada saat Termohon, pada saat KPU sudah menetapkan pasangan calon dengan SK Nomor 14 tertanggal 6 November, kemudian dengan SK Nomor 15, dengan pengundian nomor urut, nah pada tanggal 14 Desember pasca Bupati Cianjur menerbitkan radiogram bernomor 05 dan seterusnya tertanggal 14 Desember yang ditujukan kepada Saudara Camat se-Kabupaten Cianjur. Isi dari radiogram itu adalah sosialisasi program Rp10.000.000,00 per RT.
Nah, radiogram tersebut kemudian oleh camat diteruskan dengan membuat surat kepada kepala desa yang intinya sama, bahkan di situ disebut adalah menindaklanjuti radiogram dari Bupati Nomor 005. Kami punya buktinya. Nah kemudian apa hubungannya pelanggaran dalam Pemilukada ini? Bahwa program Rp10.000.000,00 per RT diketahui oleh publik merupkan program Pasangan Calon Nomor Urut 5.
Nah, oleh karena itu kemudian kami pun mendapatkan fakta hukum bahwa program Rp10.000.000,00 per RT direalisasikan dengan pembentukan Asosiasi Rukun Warga dan Tetangga yang kemudian dibentuk dan dideklarasikan oleh bupati incumbent ketika proses tahapan Pemilukada sudah berjalan yakni sekitar akhir Desember dan awal Januari yang kemudian, Majelis, di dalam pelantikan dan deklarasi itu pasangan incumbent itu kemudian juga membagi-bagi uang Rp1.000.000,00 kepada DKM sebanyak 5.000 DKM. Kami punya bukti rekaman penyerahan dan ada hitungan jumlahnya, satu DKM coba dihitung amplopnya 10x5.000 kami ada buktinya.
Nah, dengan alasan tersebut bahwa sudah cukup menjadi petunjuk tentang adanya pelanggaran yang secara terstruktur yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 5, sementara kami para Pemohon tidak mempunyai kekuasaan untuk mencegahnya ataupun melaporkannya kepada Panwas karena kami adalah pasangan calon yang bukan incumbent. Itu antara lain kemudian bahwa menurut para Pemohon pelanggaran tersebut bermuara pada hasil yang
mempengaruhi perolehan suara para Pemohon khususnya dan oleh karena menurut kami pelanggran itu sudah dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat yang mencederai demokrasi, kami mohon bahwa pasangan calon incumbent ini didiskualifikasi karena telah melakukan pelanggaran berat.
Yang kedua, Majelis, mohon izin kami sampaikan tentang uraian unsur sistematis, bahwa yang kami maksudkan adalah pelanggaran yang dilakukan oleh lagi-lagi Pasangan Calon Nomor Urut 5 yang melakukan dengan merencanakan secara matang adanya rencana pemenangan Pemilukada secara melawan hukum oleh Pasangan Nomor Urut 5. Berdasarkan fakta hukum sebagai berikut, Yang Mulia, pada tanggal 20 Oktober 2010 Bupati Cianjur menerbitkan Surat Keputusan Bupati Nomor 978.3 dan seterusnya tentang nama-nama masjid dan pondok pesantren penerima bantuan untuk sarana dan prasarana keagamaan dengan dana tahun anggaran 2010 yang antara lain isinya adalah memberikan bantuan kepada 32 Masjid besar senilai Rp1,9 miliar dan pondok pesantren-pondok pesantren dengan nilai Rp1,010 miliar.
Nah, kami menemukan fakta bahwa meskipun SK ini diterbitkan pada tanggal 20 Oktober 2010 akan tetapi perintah pencairannya itu berdasarkan surat perintah pencairan dana atau SP2D di situ kami menemukan tertanggalnya adalah 30 Desember 2010, perihalnya adalah untuk keperluan biaya bantuan keuangan kepada masjid dan pondok pesantren sebesar total Rp3 miliar. Nah, ini menurut peraturan bupati…, Peraturan Bupati Cianjur Nomor 8 Tahun 2008 ditegaskan bahwa proses pemberian bantuan itu tidak boleh dengan cara cash, tapi disebutkan Pasal 8 ayat (2) dengan syarat penerima bantuan harus membuka rekening pada bank yang ditetapkan oleh PPK SKPKD. Nah, kami menemukan fakta bahwa itu dibagi langsung oleh bupati incumbent
secara tunai dan itu akan kami buktikan dengan adanya rekaman dan keterangan saksi.
Kemudian fakta yang lain, Majelis, bupati juga menerbitkan surat Keputusan Nomor 475.1 dan seterusnya 2010 tertanggal 16 Desember 2010 tentang Penetapan Transmigran Pengganti Unit Permukiman Transmigrasi, di situ adalah…, ada satu kecamatan namanya Kecamatan Cikadu ada para transmigran yang karena ada korban bencana dialihkan ke sana. Nah, pada saat kampanye bupati menyerahkan bantuan-bantuan itu dengan apa namanya…, berupa usul untuk pembagian tanah bersertifikat. Nah, tindakan-tindakan tersebut menurut para Pemohon merupakan pelanggaran Pemilukada yang sangat sistematis yang direncanakan sebelumnya secara matang yang sangat melukai rasa keadilan yang hanya dapat dilakukan oleh pasangan calon incumbent. Oleh karena itu kami pun mohon agar pasangan ini karena telah melakukan pelanggaran berat didiskualifikasi.
Terakhir, Majelis, unsur massif yakni pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 5 yang melibatkan sedemikian banyak orang yang terjadi dalam wilayah yang luas di 32 kecamatan. Jadi program
sosialisasi Rp10.000.000,00 per RT itu tadi sudah melibatkan 32 camat dan para kepala desa di 32 kecamatan. Kemudian pemberian bantuan kepada masjid-masjid besar itu jumlahnya sungguh sangat fantastis, ada yang Rp100.000.000,00 per masjid, dan ada yang Rp30.000.000,00 dan ini tersebar di 32…, di masing-masing kecamatan ada masjid besar yang menerimanya. Kemudian ada 203 pondok pesantren yang tersebar juga di 32 kecamatan, ada satu kecamatan 8 pesantren, 9 pesantren, 6 pesantren dan seterusnya sebagaimana yang kami uraikan dalam pokok-pokok permohonan kami.
Nah, atas dasar fakta hukum tersebut menurut para Pemohon telah dikategorikan sebagai pelanggaran yang massif dan berat yang mencederai demokrasi, sehingga selain juga mempengaruhi perolehan suara pasangan calon khususnya para Pemohon kami juga mohon agar pasangan ini didiskualifikasi.
Terakhir petitum, berdasakan alasan-alasan yang kami uraikan kami mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim agar satu, menerima dan mengabulkan keberatan para Pemohon untuk seluruhnya. Yang ke-2, menyatakan tidak sah dan batal serta tidak mengikat Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilukada Tahun 2011 Kabupaten Cianjur tertanggal 14 Januari dan Keputusan Termohon Nomor 01 A dan seterusnya tertanggal 14 Januari 2011. Yang ke-3 adalah mendiskualifikasi Pasangan Calon Nomor Urut 5 atas nama Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M. dan Drs. H. Suranto, M.M. oleh karena telah terbukti melakukan pelanggaran berat dalam Pemilukada Cianjur 2011. Dan terakhir memerintahkan kepada Termohon melaksanakan pemungutan suara ulang di seluruh kecamatan se-Kabupaten Cianjur tanpa diikuti pasangan calon yang didiskualifikasi. Atau apabila Majelis berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya. Terakhir kami mohon saran dan masukan atas permohonan yang telah kami sampaikan.
Terima kasih, Yang Mulia. 40. KETUA: ACHMAD SODIKI
Ya, baiklah, Saudara Pemohon Nomor Perkara 12. Saya persilakan barangkali ada hal-hal yang ingin dikemukakan,silakan.
41. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI
Sebenarnya ada 2 ini, saran ini, tujuannya satu kepada Pemohon Nomor 11. Dan ke-2 berlaku untuk dua-duanya baik untuk Nomor…, apa namanya…, 10 maupun Nomor 12. Yang untuk Nomor 11 saya dahulukan, ini juga supaya menjadi perhatian dari Termohon sebagai penyelenggara Pemilu, bahwa Pemohon Nomor 11 ini pasangan calon yang gagal mengikuti pemilihan umum oleh karena menurut penilaian
Pemohon tadi adalah karena beberapa kelalaian yang dilakukan oleh Pihak Termohon.
Cuma tadi Saudara Pemohon perlu diperhatikan, uraiannya mengenai posita itu saya perhatikan sebagian besar itu ada menandakan atau dengan bahasa lain mengindikasikan, atau dengan bahasa yang setara dengan itu, itu bagaimana itu bisa apa…, dipastikan, karena soal fakta yang menjadi dasar untuk putusan pengadilan tidak bisa kalau sekedar indikasi, menandakan, atau bahasa-bahasa yang setara dengan itu. Ini harus di…, di …, apa namanya…, diungkapkan dalam bentuk kata yang…, yang apa…, yang selesai, fakta yang selesai, berupa apa? Di samping fakta berupa apa itu, kemudian tadi juga yang penting lagi hubungan kausalitet atau kausalitas antara fakta itu dengan ditolaknya Anda itu terkait dengan kesewenang-wenangan Termohon apa tidak?
Nah gitu, pastikan itu. Jadi Pemohon ini sewenang-wenang apa tidak, apa memang kalau tadi saya dengar itu baru satu yang agak punya nilai fakta yang dapat ditindaklanjuti nanti dalam persidangan itu salah menghitung dukungan. Apa hanya itu atau ada fakta lain?
Nah, ini yang perlu…, kalau salah menghitung dukungan itu barangkali dokumennya bisa diajukan kemari pada saatnya akan dibuktikan Pemohon punya dukungan bukti berapa dan dihitung oleh Termohon berapa. Lalu Mahkamah lah yang akan memastikan itu jumlahnya yang benar berapa. Atas dasar itu kalau Pemohon memang terbukti salah ya Anda tentunya berhak untuk jadi calon. Tapi kalau yang benar Termohon ya Anda tentu tidak. Jadi ada 2 soal tadi, faktanya apa, lalu kalau itu fakta yang sudah Anda mulai ungkap agak jelas itu mengenai penghitungan dukungan, dukungan itu di…, di, di…, apa namanya…, dibuktikan dengan apa, ini penting. Itu untuk Pemohon 11, sehingga oleh karena itu permohonan Anda hanya 1 sebenarnya, supaya Pemilu ini diulang dengan mengikut sertakan Anda.
Kemudian yang untuk yang Pemohon 10 maupun 11,… eh 12 karena yang 10 tidak mengungkapkan, tapi secara umum strukturnya sudah memang seperti itu jadi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 maupun Peraturan Mahkamah Konstitusi tentang perselisihan hasil Pemilukada terutama ini…, itu sudah apa…, sudah seperti itu, sudah tepat. Hanya saya belum menemukan tadi misalnya khusus untuk permohonan 12. Diorganisasi, dengan setelah membentuk organisasi ada perintah, perintah itu secara berjenjang, tapi yang disebut baru satu, soal radiogram. Radiogram pun itu soal sosialisasi Rp10.000.000,00. Bagaimana ini bisa dipahami secara terstruktur kalau membentuk RT-RW kan normal saja gitu ya? Ini organisasi apa? Organisasi yang menurut Saudara merupakan struktur ya, sehingga Saudara bisa berdalil ini terstruktur untuk memenangkan dan terstrukturnya itu tadi sudah disinggung juga secara melawan hukum. Tapi pengertian secara melawan hukum ini tidak ada tindak lanjutnya. Hukum apa yang dilawan oleh dia? Kalau membentuk…, barangkali Anda ingin bilang itu menyalahgunakan pembentukan RT-RW, ya yang dibuktikan
penyalahgunaan pembentukan, bukan membentuk secara melawan hukum, ini soal yang berbeda. Anda pun nanti membuktikannya harus berbeda, tidak seperti itu.
Kemudian dengan perintah itu perintah apa? Baru 1 tadi, radiogram. Perintah yang lain, yang terkait dengan Rp10.000.000,00. Kalau memang Rp10.000.000,00 itu programnya dia lalu dilanjutkan, apa salahnya, begitu ya? Apa ini program ini, program yang Rp10.000.000,00 itu bagaimana…, sepertinya tadi sudah direalisasi, misalnya yang sudah direalisasi itu untuk masjid…, untuk ini…, apakah itu masuk APBD? Kalau masuk APBD apakah itu disetujui oleh DPR..., DPRD maksud saya, DPRD Cianjur. Kalau tidak, secara melawan hukumnya di mana? Sebab anggaran itu ada prosedurnya dan baru bisa dikatakan melawan hukum itu kalau itu ditujukan untuk apa, diberikan untuk lain dari apa yang disebutkan. Atau ada prosedur yang untuk kepentingan dia ditinggalkan misalnya. Itu tidak jelas, tidak jelas.
Lebih-lebih kaitannya dengan Luber Jurdil. Kalau pelanggaran itu melanggar langsung…, pemilihan langsung, apa ada orang yang terhambat? Umum, apa semua orang…, ujiannya kan semua orang boleh apa tidak memilih itu? Langsung, umum, bebas, apa ada orang yang terintimidasi sehingga dia enggak bebas? Rahasia apa dibuka? Apa ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Pihak Terkait ini kalau…, ini Termohon tidak ada ini di sini, yang ada cuma Pihak Terkait tuduhan ini. Nanti jangan…, apa namanya…, secara berlebihan Anda juga ikut menjawab, sehingga Anda sepertinya itu…, apa namanya…, pembelanya dua-dua itu, biasanya begitu, suka…, lalu tidak jujur, tidak adil itu seperti apa? Ini elaborasi yang minim kaitan ya, minim hubungan kausalitas. Kalau petitumnya oke, saya cocok itu, dan sudah benar sesuai dengan undang-undang beserta Peraturan Mahkmah Konstitusi.
Saya kira itu, Pak Ketua, cukup. 42. KETUA: ACHMAD SODIKI
Baik, saya silakan Pak Harjono. 43. HAKIM ANGGOTA: HARJONO
Baik, Bapak Pimpinan. Saya hanya menambahi hal-hal yang mungkin terlewat dari apa yang disampaikan oleh Pak Hakim sebelumnya. Permohonan Nomor 10 dan 12 ini intinya sama ya, menurut saya. Oleh karena itu persoalannya adalah persoalan pada pengumpulan bukti dan kemudian mengkonstruksi bukti-bukti itu akan digunakan sebagai alasan yang mana, sistematis kah, terstruktur, atau massif? Kalau Pemohon Nomor 10 tadi masih berjanji akan menambahi, sedangkan Pemohon Nomor 12 sudah cukup yang diuraikan meskipun juga ada kekurangan-kekurangannya, namun fokusnya adalah bagaimana merangkum bukti-bukti itu kemudian memenuhi 3 kriteria,
terstruktur, sistimatis, dan massif. Itu nomor 10 dan 12. Nomor 10 dan Nomor 12 itu porsinya adalah porsi Pihak Terkait ya, karena itu yang dituduh Pihak Terkait, ya. Oleh karena itu meskipun permohonan itu nanti kemungkinan akan diperbaiki karena pemeriksaan sore hari ini fokusnya adalah hak dari Pemohon, maka kiranya Pihak Terkait sudah tahu kira-kira ke mana sasaran yang akan dituju oleh Pemohon Nomor 10 dan 12.
Pemohon 11, inilah yang menjadi…, apa itu…, tanggung jawab dari Termohon, Pelaksana, karena menyangkut ditolaknya Pemohon ini untuk dijadikan calon yang ikut serta dalam Pemilukada. Cuma saya harus juga ingin mengklarifikasi alasan dari Pemohon ini. Tadi disebut ada softcopy, apakah softcopy itu adalah softcopy DPT, yang kemudian dari softcopy itu kemudian bisa ditentukan berapa sih minimal syarat dukungan itu. Karena tadi juga ada softcopy yang dipegang oleh Termohon dan sebagainya, tidak usah dijawab sekaran, karena itu nanti dipertimbangkan untuk memperjelas permohonan.
Yang ke-2 adalah apakah memang persoalan Anda masih sebatas pada persoalan jumlah dukungan yang dipersyaratkan? Belum sampai pada verifikasi betul kah dukungan itu sejumlah itu? Karena ada 2 hal yang beda, ya. Jadi masih menyangkut jumlah hitungannya saja.
Yang berikutnya adalah Anda menyebut poin 13 sebagai kuncinya. Memang poin 13 itu Anda menyebutkan bahwa ada Berita Acara ganda yang dibuat PPS dengan nomor dan tanggal yang sama di 4 desa di Kecamatan Sukanagara. Apakah ini kemudian yang menjadikan dari 4 desa ini maka Anda kekurangan angka 1.321? Yang kekurangan itu menyebabkan Anda tidak bisa lolos untuk jadi ikut dalam pencalonan. Hanya saja dari tabel ini kurang jelas ya, maksudnya tabelnya sudah ada tapi penjelasannya adalah data yang diterima PPK 534 untuk Sukarame, sedangkan Pemohon 1.038. Ini apa artinya? Bagaimana Pemohon bisa menyatakan bahwa kelurahan yang sama memberikan data kepada Pemohon berbeda dengan data yang diberikan PPK ya? Tidak usah…, tidak usah dijawab sekarang karena nanti ada proses pembuktiannya. Hakim tidak perlu jawabnya tapi perlu buktinya. Anda bisa menjawab, menerangkan, tapi kalau tidak ada buktinya ya itu tidak menjadi berharga pernyataan Anda. Oleh karena itu mohon nanti dijelaskan di dalam pembuktian apa maksud itu.
Yang ke-2 adalah apakah kedua-duanya baik yang di PPK dan Pemohon itu mempunyai derajat kesahan yang sama? Artinya asalnya sama, tidak ada yang dipalsukan karena Anda menyebut di sini juga nomor dan tanggal yang sama. Ini yang perlu nanti Anda sampaikan.
Berikutnya adalah apakah Pemohon pernah menggunakan upaya hukum lain sebelum ke Mahkamah Konstitusi? Karena di dalam beberapa kasus biasanya Pemohon kalau…, pihak-pihak yang nasibnya seperti Pemohon ini lalu membawanya kepada PTUN. Apakah Pemohon juga sudah memanfaatkan upaya hukum PTUN itu untuk mempertahankan
haknya, yaitu karena ditolak oleh Termohon untuk didaftar sebagai peserta.
Ini hal-hal yang saya kira nanti menjadi fokus dari permohonan Nomor 11 dan saya kira saya tidak perlu jawaban sekarang ya, karena nanti akan ada waktunya sendiri, namun karena forum ini adalah untuk memperbaiki, masukan-masukan yang saya sampaikan tadi bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki permohonan Saudara.
Saya kira itu, Pak Ketua. Terima kasih. 44. KETUA: ACHMAD SODIKI
Ya, baiklah, jadi untuk ketiga Pemohon ini supaya diperhatikan ya. Dan saya mengingatkan supaya kalau ingin memperbaiki itu diberi waktu sampai..., jadi ini perbaikannya diberi kesempatan sampai besok hari Selasa jam 13.00 WIB, dengan catatan kalau sampai dengan jam 13.00 WIB tidak menyerahkan perbaikan berarti menggunakan permohonan yang asli.
Kepada para..., kepada Termohon dan Terkait supaya besok jam 13.00 WIB mengambil ke sini ya, sudah diserahkan oleh yang bersangkutan ya, kepada Panitera.
Dan kemudian menjawabnya itu sesuai dengan..., pertama mengenai subyek yang dimasalahkan, jadi kalau untuk memasalahkan yang melingkupi tugas-tugas dari KPU…, KPUD ya itu yang dijawab, jangan sampai menjawab yang dimasalahkan untuk Terkait. Demikian juga Terkait, supaya nanti masing-masing ada pilah-pilahnya, ada fokus. Dan jawabannya tentunya sesuai dengan nomor yang dimasalahkan oleh masing-masing pihak. Jadi dengan demikian maka mungkin ada 3 ya…, 3 Pemohon ini ya, jadi nanti bisa ke sana ya.
Kemudian untuk struktur, saya ingin menyebut struktur khusus untuk Pemohon Perkara 11, tolong diikuti struktur yang sudah lazim yang dipakai di sini ya, objectum litis-nya apa, subjectum litis-nya apa,
gitu ya. Kalau Saudara kemudian ndak masuk di situ lalu apakah Saudara bisa menunjuk yurisprudensi Mahkamah yang membolehkan itu, misalnya saja. Ya di situ nanti supaya diperbaiki lewat situ, ya.
Kemudian sidang selanjutnya itu hari Rabu, pukul 10.00 WIB, tanggal 2 Februari. Untuk itu baik pada Pemohon Nomor 10, 11, atau 12, masing-masing menyiapkan saksi sekaligus, ya. Jadi hari Rabu itu akan didahului dengan jawaban dari Termohon maupun Terkait, dan setelah itu diikuti dengan pemeriksaan Saksi dari Pihak Pemohon, baik Pemohon 10, 11, atau 12. Untuk itu sebaiknya Saudara Pemohon mengajukan Saksi terdaftar dulu, siapa yang mau diajukan di sini, supaya nanti alokasinya bisa diatur, ya.
Yang ke-2, tentunya masing-masing itu akan memperkuat dalil-dalil dari Pemohon dari berapa yang diperkuat oleh Saksi-Saksi itu, supaya lebih jelas jawabnya dari pihak penyaksian atau kesaksian yang akan dikemukakan oleh Termohon maupun Terkait, ya.Saya kira
aturannya begitu. Jadi hari Rabu itu pemeriksaan jawaban dari Termohon, Terkait…, baiklah, sudah jelas ya.
Hari Rabu itu dimungkinkan sidang diajukan jam 09.00 WIB, bukan jam 10.00 WIB, supaya nanti pemeriksaan Saksinya ada waktu agak luas, karena itu Insya Allah sampai jam 12.00, karena Pemohonnya 3, ya. Jadi jam 09.00 dimulai, sidang berikutnya nanti kita tentukan setelah hari Rabu, ya.
Ada pertanyaan? Kalau ndak, sudah cukup. Saya kira sudah cukup ya. Terima kasih, dengan demikian sidang saya nyatakan ditutup.
Jakarta, 31 Januari 2011
Kepala Sub Bagian Pelayanan Risalah t.t.d.
Mula Pospos
NIP. 19610310 199203 1001 SIDANG DITUTUP PUKUL 14.55 WIB
KETUK PALU 3X
Risalah persidangan ini adalah bentuk tertulis dari rekaman suara pada persidangan di Mahkamah Konstitusi, sehingga memungkinkan adanya kesalahan penulisan dari rekaman suara aslinya.