KATA PENGANTAR
Untuk menentukan arah dan kebijakan pemerintah harus didukung dengan data yang valid, up to date (terkini) dan dapat
dipercaya sumbernya. Pemerintahan yang berbasis data akan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Era demokrasi
dan reformasi menuntut Pemerintah Kabupaten untuk menyediakan layanan yang inovatif, perbaikan efisiensi administrasi, dan
peningkatan kualitas layanan publik. Hal tersebut bisa dicapai dengan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi,
yang mempercepat layanan kepada masyarakat, menghemat waktu dan biaya.
Guna menyediakan data yang akurat diperlukan sarana dan prasarana yang memadai baik dari sumber data maupun cara
pengolahan data sehingga menjadi data yang bisa dipakai atau digunakan untuk pemerintahan, akademisi maupun kalangan masyarakat
umum. Bappeda dan seluruh SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sistem
Informasi Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul menyusun buku Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2011.
Sejalan dengan konsep Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menerapkan E-Government di setiap sendi pelayanan
pemerintahan, Bapeda berusaha mengembangkan Sistem Informasi Profil Daerah menjadi sistem informasi yang bisa memenuhi
kebutuhan akan data base yang informatif dan akurat. Namun kami menyadari tentu banyak kekurangan baik dari sisi kelengkapan maupun
penyajiannya. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak demi penyempurnaan dimasa mendatang. Akhirnya
kepada semua pihak yang telah membantu menyusun Profil Daerah ini diucapkan terimakasih.
Kepala,
Ir. Syarief Armunanto, MM
NIP 19590728 199003 1 003
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...
1
Daftar Isi ...
2
Daftar Tabel ...
5
BAB I
Pendahuluan ...
6
BAB II
Gambaran Umum ...
9
BAB III Potensi ... 17
BAB IV Peluang Investasi ... 23
BAB V
Penutup ... 25
Lampiran
A. Peta
1. Peta Administrasi Kabupaten Gunungkidul ... 27
2. Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Gunungkidul ... 28
3. Peta Jenis Tanah Kabupaten Gunungkidul ... 29
B. Alamat Instansi Kabupaten Gunungkidul ... 30
C. Jenis data
1. Geografi
a. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikoltura ...
b. Dinas Kelautan dan Perikanan ...
c. Dinas Kehutanan dan Perkebunan ...
d. Badan Pusat Statistik ...
e. Kantor Pertanahan Nasional ...
2. Pemerintahan
a. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah ...
b. Badan Kepegawaian Daerah ...
c. Bagian Pemerintahan Umum Setda ...
d. Bagian Organisasi Setda ...
3. Demografi
a. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana ...
b. Dinas Kesehatan ...
c. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi ...
d. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ...
4. Kesehatan
a. Rumah Sakit Umum Daerah ...
5. Pendidikan, Kebudayaan Nasional, Pemuda dan Olah Raga
a. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ...
b. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ...
c. Kementrian Agama ...
6. Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan
a. DinasTanaman Pangan dan Hortikultura ...
b. Dinas Peternakan ...
c. Dinas Kelautan dan Perikanan ...
d. Dinas Kehutanan dan Perkebunan. ...
7. Energi dan Sumber Daya Mineral
a. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan ...
b. PT. Perusahaan Listrik Negara (persero) ...
8. Lingkungan Hidup dan Tata Ruang
a. Dinas Kehutanan dan Perkebunan ...
b. Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan ...
9. Perumahan
dan
Pemukiman
a. Dinas Pekerjaan Umum ...
10. Pariwisata, Pos, Telekomunikasi dan Informatika
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
b. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ...
c. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah ...
d. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk ...
11. Perhubungan, Transportasi dan Meterologi
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
12. Industri, Perdagangan, Pengembangan Usaha Nasional, Keuangan dan Koperasi
a. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan ...
b. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan ...
c. Kantor Pengelolaan Pasar ...
13. Pengelolaan Asset/Barang Daerah
14. Politik Dalam Negeri dan Pengawasan
a. Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana ...
b. Inspektorat Daerah ...
c. Sekretariat DPRD ...
d. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum ...
15. Hukum
a. Pengadilan Negeri ...
b. Kejaksaan Negeri ...
16. Keamanan dan Ketertiban Umum
a. Satuan Polisi Pamong Praja ...
b. Kepolisian Resort ...
17. Pengungsi
a. Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana ...
18. Penyakit Menular
a. Dinas Kesehatan ...
19. UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
20. Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
21. Perhubungan, Transportasi dan Meterologi
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
22. Prasarana dan Sarana Lalu Lintas
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
23. Retribusi
a. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ...
24. Penerbitan Surat Izin
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Fasilitas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010 ... 13
Tabel 2.2 Jumlah Siswa Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010 ... 13
Tabel 2.3 Jumlah Tenaga Pendidik Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010 ... 13
Tabel 2.4 Kondisi Jalan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011 ... 14
Tabel 2.5 Kapasitas Produksi Air di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2011 ... 15
Tabel 3.1 Produksi Sumber Daya Mineral Bahan Galian Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010 ... 18
Tabel 3.2 Perbandingan Produksi Perikanan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011 ... 19
Tabel 3.3 Produksi Perikanan Tangkap Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011 ... 20
Tabel 3.4 Populasi Hewan kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2011 ... 21
Tabel 3.5 Produksi Tanaman Pangan Padi dan Palawija Kabupaten Gunungkidul Tahun 2008-2009... 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Visi Kabupaten Gunungkidul 2010-2015
Visi adalah suatu pernyataan yang merupakan ungkapan atau artikulasi dari citra, nilai arah dan tujuan organisasi yang realistis,
memberikan kekuatan, semangat dan komitmen serta memiliki daya tarik yang dapat dipercaya sebagai pemandu dalam pelaksanaan
aktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Visi yang ditetapkan dapat memberikan motivasi kepada seluruh pegawai (pejabat dan staf)
serta masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan visi tersebut.
Filosofi pembangunan Kabupaten Gunungkidul DHAKSINARGHA BUMIKARTA merupakan tekad masyarakat Gunungkidul untuk
senantiasa ingin mewujudkan semboyan yang mengandung harapan agar Gunungkidul menjadi Daerah yang subur dan makmur,
dalam rangka mencapai HAMEMAYU HAYUNING BAWANA, sebagai cita-cita luhur untuk mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat
yang berkelanjutan berdasarkan nilai budaya. Penyusunan Visi RPJMD mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah (RPJPD) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2025. Adapun rumusan Visi yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah No.17
Tahun 2010 tentang RPJMD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010 - 2015 adalah sebagai berikut :
“Mewujudkan Gunungkidul yang Lebih Maju, Makmur, dan Sejahtera”
Pernyataan visi di atas dilandasi filosofi gotong royong yang akan dijabarkan berikut ini untuk membangun kesamaan persepsi,
sikap, komitmen, perilaku, etos kerja, dan partisipasi segenap pemangku kepentingan (stakeholders) dalam setiap tahapan proses
pembangunan selama 5 (lima tahun) ke depan.
Gunungkidul lebih maju, lebih makmur, dan lebih sejahtera merupakan keadaan masyarakat Gunungkidul yang lebih kreatif,
inovatif, dinamis, professional, selalu bergerak ke depan untuk mencapai nilai-nilai yang lebih berkualitas, unggul, dan handal dalam
meningkatkan standar kehidupan, baik dalam peningkatan pendapatan, penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan,
penghormatan atas nilai-nilai budaya, kemanusiaan, kesetaraan “gender”, menumbuhkan jati diri baik pribadi maupun masyarakat, dan
perwujudan kondisi masyarakat yang tercukupi dan terpenuhi kebutuhan dasarnya serta meningkat taraf hidup dan kualitas hidupnya
dari waktu ke waktu.
Pengertian maju adalah perwujudan kondisi masyarakat yang tumbuh dan berkembang baik secara ekonomi, sosial,
kependudukan, dan politik. Ditinjau dari aspek ekonomi masyarakat yang maju diukur dari tingkat kemakmurannya yang tercermin pada
tingkat pendapatan yang lebih tinggi dari pendapatan rata-rata dan pembagian yang lebih merata. Proses produksi telah berkembang
dengan keterpaduan antar sektor, terutama sektor industri, sektor pertanian, dan sektor-sektor jasa, serta didukung suatu pemanfaatan
sumber daya alam secara rasional, efisien, dan berwawasan lingkungan. Lembaga dan pranata ekonomi telah tertata dan berjalan serta
berfungsi dengan baik, sehingga mendukung perekonomian yang efisien dengan produktivitas tinggi. Ditinjau dari aspek sosial,
masyarakat yang maju berkaitan dengan kualitas sumber daya manusianya, yang dicerminkan semakin tinggi tingkat pendidikan
tinggi, kualitas pelayanan sosial yang baik, dan tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih kecil. Ditinjau dari aspek politik, masyarakat
yang maju adalah masyarakat yang telah mampu mengembangkan sistem dan kelembagaan politik yang demokratis dan mantap,
warganya terjamin hak-haknya, dan adanya peran serta masyarakat secara nyata dan efektif dalam segala aspek kehidupan
Sementara itu, kondisi masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera adalah tercukupinya kebutuhan dasar hidup masyarakat
baik lahir maupun batin, yang ditandai oleh kecukupan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, disamping situasi keamanan
yang kondusif, suasana kehidupan yang rukun, saling menghormati dan menghargai dilandasi oleh sikap religius, serta menjunjung
tinggi nilai-nilai demokrasi dan keadilan. Adapun motto yang pembangunan Tahun 2010-2015 adalah: “Deso Makmur Gunungkidul
Makmur”.
Visi tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja
di tingkat lokal. Pengembangan ekonomi lokal merupakan usaha mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan pemerintah,
dunia usaha, masyarakat lokal, dan organisasi masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi pada suatu wilayah.
Pengembangan ekonomi lokal tersebut memfokuskan kepada:
1. Pemanfaatan potensi lokal.
2. Pelibatan semua pemangku kepentingan (stakeholders) secara substansial dalam suatu kemitraan strategis.
3. Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi.
4. Pembangunan
yang
berkelanjutan.
5. Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besar masyarakat lokal.
6. Pengembangan usaha kecil dan menengah.
7. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif.
8. Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
9. Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, antar sektor, dan antar daerah.
10. Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomi terhadap lingkungan.
Secara umum Kabupaten Gunungkidul mempunyai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sehingga dapat dijadikan sebagai
salah satu faktor utama dalam pembangunan. Potensi ekonomi tersebut terutama terdapat pada sektor-sektor: (1) pertanian,
peternakan, kehutanan, dan perikanan/kelautan; (2) pertambangan; dan (3) Pariwisata. Sektor-sektor tersebut memiliki keunggulan nilai
kontribusi dalam perbandingan antar wilayah sehingga layak untuk terus dikembangkan dalam meningkatkan perekonomian lokal
wilayah pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.
Upaya yang harus dilakukan yaitu: (1) pengembangan industri yang menunjang aspek pertanian sebagai upaya mengoptimalkan
pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kabupaten
Gunungkidul serta upaya kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak swasta/lainnya; (2) menemukan dan mempromosikan
citra komoditi dan produk unggulan daerah sehingga memberikan nilai tambah berupa peningkatan PDRB dan PAD yang bermanfaat
bagi masyarakat; (3) menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk mendukung daerah membangun dengan memperluas kapasitas
fiskal daerah dan memperluas basis produktif sektor ekonomi rakyat; dan (3) meningkatkan pengelolaan potensi dan pengembangan
B. Misi Kabupaten Gunungkidul 2010-2015
Misi pembangunan daerah adalah sesuatu yang diemban atau dilaksanakan oleh pemerintah daerah, sesuai visi pembangunan
daerah yang telah ditetapkan, agar tujuan pembangunan daerah dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan yang
diharapkan, dengan memberikan akses secara luas kepada kelompok rentan. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi
penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan, maka misi pembangunan daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2015 dapat
dirumuskan sesuai konten visi sebagai berikut:
1. Peningkatan pemanfaatan air sebagai sumber kemakmuran.
2. Pemanfaatan sumber daya alam untuk menggerakan perekonomian daerah secara lestari.
3. Peningkatan pengelolaan pariwisata .
4. Pengembangan sumber daya manusia yang terampil, professional, dan peduli.
5. Peningkatan iklim usaha yang kondusif.
6. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) dan bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
7. Peningkatan peluang investasi dan penggalangan sumber-sumber pendanaan.
BAB II
GAMBARAN UMUM
A. PEMERINTAHAN
Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu Kota Wonosari
yang terletak 39 km sebelah Tenggara Kota Yogyakarta. Secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah
kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan
pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul
dipimpin oleh KRT Labaningrat.
Kelembagaan perangkat daerah Kabupaten Gunungkidul sebagai pelaksana urusan pemerintahan wajib dan pilihan terdiri atas:
Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Gunungkidul, 13 dinas daerah, 12 lembaga teknis daerah yaitu: 1 Inspektorat
Daerah, 5 badan, 4 kantor, dan Satuan Polisi Pamong Praja serta RSUD Wonosari. Organisasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
terdiri dari Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga
Teknis Daerah, Rumah Sakit Umum Daerah, dan Kecamatan. Perangkat Daerah dimaksud bertanggung jawab kepada Kepala Daerah
dan membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor
10 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, Struktur Organisasi Sekretariat Daerah yaitu :
1. Sekretariat
Daerah.
2. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, yang membawahi:
a. Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
b. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
c. Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan.
3. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, yang membawahi :
a. Bagian Administrasi Perekonomian.
b. Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
c. Bagian Administrasi Pembangunan.
4. Asisten Administrasi Umum, yang membawahi :
a. Bagian
Umum.
b. Bagian Hubungan Masyarakat, Protokol, dan Rumah Tangga.
c. Bagian
Hukum.
d. Bagian
Organisasi.
5. Staf Ahli, yang terdiri dari :
c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
d. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
6. Kelompok Jabatan Fungsional.
Sedangkan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul
Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, dengan struktur organisasi sebagai berikut :
1. Sekretaris
DPRD.
2. Bagian Tata Usaha.
3. Bagian Perencanaan dan Keuangan.
4. Bagian Risalah dan Perundang-undangan.
5. Bagian Persidangan dan Protokol.
6. Kelompok Jabatan Fungsional.
Dinas-dinas Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Dinas-Dinas Daerah, yaitu :
1. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
2. Dinas
Kesehatan.
3. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
4. Dinas
Peternakan.
5. Dinas Kelautan dan Perikanan.
6. Dinas Kehutanan dan Perkebunan.
7. Dinas Pekerjaan Umum.
8. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi.
9. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan.
10. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
11. Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika.
12. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah.
13. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Lembaga Teknis Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Lembaga Teknis Daerah, adalah sebagai berikut :
1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
2. Badan Kepegawaian Daerah.
3. Inspektorat
Daerah.
5. Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat, dan Penanggulangan Bencana.
6. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan.
7. Kantor Pengelolaan Pasar.
8. Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan.
9. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah.
10. Kantor Pelayanan Terpadu.
11. Satuan Polisi Pamong Praja.
Sedangkan Kecamatan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 14 Tahun 2008 tentang
Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Kecamatan. Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut dibentuk 18
kecamatan. Kecamatan yang dibentuk mempunyai tugas salah satunya adalah membina penyelenggaraan pemerintahan desa. Adapun
desa di Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul ada 144 desa.
B. KEADAAN GEOGRAFI
Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu Kota Wonosari
yang terletak 39 km sebelah Tenggara Kota Yogyakarta. Secara geografis Kabupaten Gunungkidul berada pada 7°46′ LS-8°09′ LS dan
110°21′ BT-110°50′ BT, dengan luas wilayah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Batas wilayah Kabupaten Gunungkidul dapat dirinci sebagai berikut:
1. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah.
3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.
Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim tropis, dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah
kawasan perbukitan Karst. Wilayah selatan didominasi oleh kawasan perbukitan Karst yang banyak terdapat goa-goa alam dan juga
sungai bawah tanah yang mengalir. Dengan kondisi tersebut menyebabkan kondisi lahan di kawasan selatan kurang subur yang
berakibat budidaya pertanian di kawasan ini kurang optimal. Kondisi klimatologi Kabupaten Gunungkidul secara umum menunjukkan
kondisi sebagai berikut:
1. Curah hujan rata-rata pada Tahun 2010 sebesar 1.954,43 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 103 hari/ tahun. Bulan
basah 7 bulan, sedangkan bulan kering berkisar 5 bulan. Wilayah Kabupaten Gunungkidul Utara merupakan wilayah yang memiliki
curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan Selatan. Wilayah Gunungkidul Selatan mempunyai awal hujan paling akhir.
2. Suhu udara rata-rata harian 27,7° C, Suhu minimum 23,2°C dan suhu maksimum 32,4°C.
C. KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
Status gizi serta perilaku kesehatan masyarakat Kabupaten Gunungkidul sampai pada tahun 2010 mengalami pasang surut,
berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul , saat ini terdapat rata-rata penduduk sakit per tahun sebanyak 5313
orang, sedangkan Prevalensi Balita Gizi Buruk sebanyak 0,71%. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
pemerintah senantiasa meningkatkan dan melakukan penambahan-penambahan fasilitas kesehatan dengan cakupan yang semakin
luas, dekat dengan masyarakat dan dibutuhkan masyarakat. Peningkatan fasilitas tersebut berupa penambahan polindes sebanyak 29
unit, puskesmas keliling sebanyak 42 unit, puskesmas pembantu sebanyak 108 unit, Rumah Sakit Umum tipe C sebanyak 1 unit, dan
Laboratorium sebanyak 1 unit.
Sampai saat ini masyarakat masih mengandalkan sarana kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui tempat
pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas atau fasilitas kesehatan milik pemerintah. Kebijakan Pemerintah di bidang kesehatan
dilaksanakan melalui peningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan, dengan tujuan sebagai berikut:
1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang murah dan memadai, terutama bagi masyarakat miskin, untuk meningkatkan produktivitas
masyarakat.
2. Meningkatkan jumlah, jaringan, dan kualitas pusat kesehatan masyarakat.
3. Mengembangkan pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan.
4. Mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat dan sanitasi yang layak.
Selain Bidang Kesehatan, Peningkatan terhadap mutu Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul dari tahun ke tahun terus
ditingkatkan sesuai dengan amanat dokumen RPJMD tahun 2010-2015 tentang kebijakan dalam peningkatan kualitas pelayanan
pendidikan dengan prioritas program untuk peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan pendidikan, dengan arah kebijakan
sebagai berikut :
1. Mewujudkan pelayanan pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua, tanpa diskriminasi, terutama masyarakat miskin.
2. Menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta efisiensi, efektivitas, dan relevansi manajemen pendidikan
Tabel 2.1
Fasilitas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010
Jenjang Pendidikan
2009
2010
Satuan
Taman Bermain/Play Groug
238
238
Unit
Taman Kanak-kanak (TK)
603
599
Unit
Sekolah Luar Biasa (SLB)
7
7
Unit
Sekolah Dasar (SD) dan sederajat
491
491
Unit
SLTP dan sederajat
107
107
Unit
SMU 24
24
Unit
SMK 42
42
Unit
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga
Tabel 2.2
Jumlah Siswa Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010
Jenjang Pendidikan
2009
2010
Satuan
Taman Kanak-kanak (TK)
13.719
13.579
Orang
Sekolah Luar Biasa (SLB)
344
302
Orang
Sekolah Dasar (SD) dan sederajat
57.156
56.163
Orang
SLTP dan sederajat
27.331
26.999
Orang
SMU 6.099
6.022
Orang
SMK 14.215
16.882
Orang
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga
Tabel 2.3
Jumlah Tenaga Pendidik Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010
Jenjang Pendidikan
2009
2010
Satuan
Taman Kanak-kanak (TK)
1.602
1.613
Orang
Sekolah Dasar (SD) dan sederajat
4.892
4.724
Orang
SLTP dan sederajat
2.321
2.348
Orang
SMU 838
825
Orang
SMK 1.511
1.576
Orang
D. SOSIAL BUDAYA
Bentuk wilayah atau fisografi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola kehidupan sosial budaya pada
masyarakat. Unsur sosial budaya merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan, hal ini terkait perencanaan, sasaran,
dan capaian target kinerja pembangunan. Karakteristik sosial budaya masyarakat Gunungkidul adalah masyarakat tradisional yang
masih memegang teguh budaya luhur warisan nenek moyang. Sehingga dalam melaksanakan pembangunan, pemerintah berupaya
untuk mengadopsi karakteristik sosial budaya agar dapat berimprovisasi dengan kultur masyarakat yang ada.
Masyarakat Kabupaten Gunungkidul secara umum menggunakan bahasa lokal (bahasa jawa) dalam berkomunikasi, sementara
bahasa nasional (bahasa Indonesia) secara resmi dipakai dalam lingkungan formal (kantor, pendidikan, fasilitas umum, dan lain-lain).
Organisasi kesenian sebagai budaya yang terus dipupuk dan dilestarikan oleh masyarakat berjumlah 1.762 organisasi, dengan tokoh
pemangku adat berjumlah 144 orang. Sementara itu desa budaya yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menunjang
kesejahteraan masyarakat sebanyak 10 desa budaya, cagar budaya yang dimiliki sebanyak 5 buah serta benda cagar budaya sejumlah
382 buah yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
E. SARANA DAN PRASARANA
Pergerakan barang dan jasa di Kabupaten Gunungkidul dipengaruhi oleh fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia, salah
satunya adalah sarana jalan. Fasilitas tersebut di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2010 berpengaruh dalam menunjang aksesbilitas
yang dibutuhkan masyarakat. Panjang jalan nasional sepanjang 61,42 Km, jalan provinsi sepanjang 260,33 Km, dan jalan kabupaten
sepanjang 686 Km.
Tabel 2.4
Kondisi Jalan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011
Jalan
Kondisi Jalan (Km)
2010 2011
Baik Sedang
Kurang Baik Sedang
Kurang
Nasional 61.42
61,42
Propinsi 166,55
67,08 26,70
166,55
67,08 26,70
Kabupaten 412,31 168,38 105,30 413,68 160,96 111,36
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum
Selain sarana dan prasarana jalan, kebutuhan mendasar yang tidak kalah penting adalah penyediaan sarana dan prasarana
air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana air bersih hambatan utama
adalah kondisi geografi Gunungkidul yang berbukit-bukit sehingga membutuhkan investasi yang cukup besar, akan tetapi Pemerintah
tetap berupaya mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakatnya antara lain dengan memanfaatkan sumber air bawah tanah yang
tersedia melimpah di Kabupaten Gunungkidul. Optimalisasi terhadap sumber air bawah tanah ini dijadikan solusi dan terus ditingkatkan
pemanfaatannya untuk menghadapi permasalahan kekeringan yang datang pada musim kemarau.
Tabel 2.5
Kapasitas Produksi Air di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2011
No
Kapasitas
Produksi
Air
2009 2010 2011 Satuan
1 Wonosari
119.50
134.00
154.50
Liter Perdetik
2 Seropan
125.00
150.00
150.00
Liter Perdetik
3 Ponjong
7.50
7.50
7.50
Liter Perdetik
4 Karangmojo
5.00
5.00
5.00
Liter Perdetik
5 Paliyan
6.00
6.00
6.00
Liter Perdetik
6 Playen
20.00
20.00
25.00
Liter Perdetik
7 Baron
150.00
150.00
150.00
Liter Perdetik
8 Rongkop
22.50
22.50
22.50
Liter Perdetik
9 Nglipar
15.00
15.00
15.00
Liter Perdetik
10 Panggang
15.00
15.00
15.00
Liter Perdetik
11 Tepus
12.00
12.00
12.00
Liter Perdetik
12 Bribin
80.00
80.00
80.00
Liter Perdetik
13 Ngobaran
80.00
80.00
80.00
Liter Perdetik
Sumber : PDAM Tirta Handayani Kab. Gunungkidul
F. PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH
Secara makro ekonomi Kabupaten Gunungkidul perekonomiannya di dominasi sektor pertanian dalam arti luas yang
berkontribusi besar terhadap pembentukan PDRB (34,89%). Prioritas utama sektor perekonomian adalah memacu pertumbuhan
ekonomi berbasis usaha kecil, menengah dan industri lokal. Sektor ini diharapkan bisa menjadi motor pengerak bagi sektor lainnya
akan tetapi ternyata peranannya belum optimal, terbukti kontribusi PDRB Kabupaten Gunungkidul masih didominasi dari sektor
pertanian. PDRB Kabupaten Gunungkidul atas dasar berlaku pada tahun 2010 sebesar Rp. 6.624.572, kontribusi PDRB ini sebagian
besar diperoleh dari sektor pertanian 34,89%, sektor jasa-jasa 17,28%, dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran 14,68%. Upaya
pengembangan sektor perdagangan dan jasa di Kabupaten Gunungkidul terus ditingkatkan.
Selain itu, untuk dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sektor lain yang diharapkan propektif dapat memberikan kontribusi
besar adalah sektor keuangan,sewa dan jasa perusahaan. Perkembangan sektor ini tercermin dalam meningkatnya jumlah koperasi
aktif 204 unit dan pasar tradisional sebanyak 39 buah.
bandingkan tahun yang lalu, sementara itu rasio PAD terhadap APBD sebesar 4,71%. Penerimaan APBD pada tahun 2011 sebesar Rp.
881.154.834.767,40, sedangkan pengeluaran rutin/belanja tidak langsung Rp. 673.744.383.373,44 dan pengeluaran
pembangunan/belanja langsung sebesar Rp. 256.005.311.396,35. Jumlah Dana Alokasi Khusus (pagu) Rp. 59.168.700.000,00 dengan
realisasi sampai bulan oktober 2011 sebesar Rp. 41.529.087.839,00 atau 70,19%.
G. DEMOGRAFI DAN KETENAGAKERJAAN
Jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul berdasar data menurut hasil perhitungan sementara sensus penduduk yang
dilaksanakan BPS Kabupaten Gunungkidul tahun 2010 berjumlah 675.382 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 326.703 jiwa dan
perempuan sebanyak 348.679 jiwa. Dengan luas wilayah 1.485,36 km
2yang didiami 675.382 jiwa maka rata-rata kepadatan penduduk
Gunungkidul adalah sebesar 455 jiwa/km
2, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gunungkidul sebesar 0,07% pertahun.
Jumlah penduduk yang terus meningkat tiap tahun berakibat pada meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan
pekerjaan, akan tetapi ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Gunungkidul saat ini belum bisa menampung angkatan kerja yang
ada, sehingga belum semua penduduknya mampu mengakses lapangan kerja yang ada atau masih menganggur. Berdasar data
pencari kerja yang terdaftar di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sampai pada tahun 2010, jumlah angkatan kerja adalah
sebanyak 406.865 orang, sedangkan jumlah penganggur terbuka pada tahun 2010 adalah sebesar 17.285 orang, namun angka ini
mengalami penurunan dibanding tahun 2009 yang berjumlah 18.623 orang. Kondisi geografis yang kurang menguntungkan dan
lapangan kerja yang terbatas, membuat sebagian dari penduduk usia kerja mencari pekerjaan diluar wilayah Kabupaten Gunungkidul
seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota besar lainnya. Tenaga Kerja yang bekerja di luar wilayah Gunungkidul tersebut sebagian
besar rutin mengirimkan uang kepada keluarga yang ada di Gunungkidul sehingga sangat berperan aktif dalam denyut nadi
perekonomian di wilayah Gunungkidul, ke depan diharapkan dana kiriman dari masyarakat Gunungkidul yang merantau tidak hanya
dimanfaatkan oleh keluarganya untuk kegiatan yang bersifat konsumtif namun juga dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif dan
atau investasi di wilayah Gunungkidul.
H. LINGKUNGAN HIDUP DAN PERTAHANAN
Dalam rangka melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagai upaya pengelolaan sumber daya secara
bijaksana, berkesinambungan, agar terjaga keseimbangan ekosistem yang ada, terkait dengan hal tersebut perlu antisipasi terhadap
konsekuensi logis timbulnya dampak (perubahan) terhadap lingkungan sebagai akibat dari proses pembangunan. Oleh karena itu
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berusaha untuk selalu mengedepankan masalah lingkungan di segala kegiatan pembangunan,
meskipun belum dapat maksimal yang ditandai dengan terdapatnya kasus pencemaran pada tahun 2011.
Pada tahun 2011 di Kabupaten Gunungkidul terdapat kasus pencemaran lingkungan, pencemaran tersebut berupa
pencemaran udara sebanyak 10 kasus, sedangkan pencemaran tanah, air, dan laut mengalami penurunan yang signifikan yaitu tidak
adanya kasus pencemaran yang ditemukan. Dalam menjaga lingkungan yang ada, pemerintah juga menetapkan dan melindungi
beberapa plasma nutfah yang terancam punah diantaranya penyu hijau, kucing hutan, landak, aneka macam burung dan lain-lain.
BAB III
POTENSI
A. SEKTOR PARIWISATA
Wisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi daerah, menyadari kondisi dan potensi tersebut kemudian pemerintah
membangun fasilitas-fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Seiring dengan berkembangnya jaman, kebutuhan rekreasi dikalangan
masyarakat luas meningkat, hal tersebut sangat menguntungkan Kabupaten Gunungkidul dalam rangka mengembangkan
perekonomian daerah. Upaya yang bisa dilaksanakan untuk mendukung berkembangnya sektor pariwisata adalah meningkatkan
aksesibitas, serta memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keadaan sarana dan prasarana pendukung di masing-masing
obyek-obyek wisata yang ada untuk menarik minat wisatawan yang datang berkunjung. Selain upaya tersebut diatas perlu juga
didukung oleh dukungan sektor yang lain seperti pertanian dan industri kecil untuk memacu pertumbuhan di sektor ini.
Potensi wisata di Kabupaten Gunungkidul didominasi wisata alam seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, Kawasan Karst
Pegunungan Sewu, Hutan Wonosadi, Gunung Gambar, Hutan Bunder/Rest Area, DAM Beton dan Bendungan Simo, Pantai Baron,
Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Siung, Wediombo, Sadeng, Ngerenehan, Nguyahan, Ngobaran, Gesing, Goa Langse,
Cerme, Maria Tritis, Bribin, Kalisuci, Grubug, Seropan, Lowo, Pasehan, Pindul, Air terjun Sri Getuk dan daya tarik wisata lainnya.
Sedangkan daya tarik berupa kesenian seperti Wayang Kulit, Reog, Campursari, Tayub, dan Kethek Ogleng. Jumlah ini hanya
sebagian dari daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul, berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di
Kabupaten Gunungkidul terdapat 52 daya tarik wisata alam, 59 daya tarik wisata sejarah, dan 9 wisata buatan.
B. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
Peran serta industri kecil dan menengah sangat dibutuhkan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Bertitik tolak dari hal
tersebut, maka pengembangan dan pemberdayaan koperasi, industri kecil dan menengah serta pengembangan iklim usaha yang
kondusif untuk mendukung kemitraan antar lembaga mikro dapat dijadikan arah pembangunan industri kecil dan menengah. Strategi
untuk terus meningkatkan Sektor Industri dan perdagangan menjadi salah satu Prioritas Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten
Gunungkidul. Sektor Industri yang berbahan baku lokal dan perdagangan harus terus dipacu agar mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang saat ini sangat mengantungkan pada Sektor Pertanian yang belum cukup berperan dalam
meningkatkan pendapatan masyarakat. Potensi yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sangat beragam, industri yang tersebar di wilayah
Kabupaten Gunungkidul yang menonjol antara lain, kerajinan topeng batik, boneka kayu, fiber glass, tatah sungging, ornamen batu
alam, batik tulis, perak, akar wangi, tembaga, ukir bambu, dan anyaman bambu.
Pada tahun 2011 Jumlah Pengusaha Perusahaan Industri sedang/besar di Kabupaten Gunungkidul tercatat 6 perusahaan
menyerap tenaga kerja sekitar 517.400 orang, industri kecil menengah sebanyak 20.171 unit dengan jumlah tenaga kerja 65.613 orang
sedangkan pelaku perdagangan dengan jumlah terbanyak adalah para pengusaha kecil yang berjumlah 4.040 unit usaha kemudian
pengusaha menengah 196 unit usaha, serta pengusaha besar 88 unit usaha.
C. PERTAMBANGAN DAN ENERGI
Pengolahan potensi pertambangan dan energi di Kabupaten Gunungkidul memiliki peluang untuk dikembangkan guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, akan tetapi harus tetap dalam koridor dan kerangka peraturan pemerintahan. Dikarenakan
kegiatan penambangan liar (tanpa izin) yang dilakukan oleh masyarakat dengan tanpa terkendali dapat mengakibatkan degradasi
lingkungan yang mengkhawatirkan.
Sumber daya mineral Bahan galian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul cukup beragam yaitu kaolin, pasir (pasir urug,
batu pasir, pasir kwarsa), andersit, zeloit, batu gamping, dan lain-lain.
Tabel 3.1
Produksi Sumber daya mineral bahan galian Kabupaten Gunungkidul 2010
No Komoditas
Produksi (m
3)
2010
1 Kaolin
4.831.808,34
2 Pasir
a. Pasir urug
2.972.000
b. Batu pasir
1.686.290.000
c. Pasir kwarsa
3.229.167
4 Andesit
a. Andesit
7.881.223,55
b. Breksi Andesit
1.017.193.560
5 Zeolit
55.000.000
6 Kelompok batu gamping
a. Terumbu lunak (keprus)
83.537.154,34
b. Terumbu keras (bedes)
17.058.257.374,24
c. Berlapis halus
42.045.107
d. Berlapis kasar (Kalkarenit)
308.867.145,30
7 Kelompok blok
a. Breksi batu apung
2.050.018.491
b. Batu pasir tufan
3.777.267.476
8 Tras
9.007.231
9 Kalsedon
38.000
Meskipun sektor pertambangan memiliki potensi yang cukup besar, akan tetapi dengan di terbitkannya Undang-Undang Tata
Ruang yang baru sangat membatasi pemanfaat potensi ini, hal ini dikarenakan sebagian besar kawasan pertambangan yang ada
ditetapkan sebagai kawasan lindung yang berdampak pada kecilnya kontribusi sektor ini dalam pembentukan PDRB. Sektor lain yang
juga berperan dalam pembentukan PDRB adalah listrik dan air bersih, berikut ini gambaran potensi kelistrik yang tersedia di Kabupaten
Gunungkidul yang di suplai oleh PLN sebesar 156.847.518 kwh, disalurkan oleh PLN sebagian besar digunakan oleh rumahtangga
sebesar 94.378.964 kwh, Bisnis 10.013.247 kwh, Industri 21.019.815 kwh, dan Sosial 4.849.550 kwh.
D. PERTANIAN DALAM ARTI LUAS
1. PERIKANAN
Luas wilayah perairan laut (0-4 mil dari garis pantai) yang dimiliki Gunungkidul adalah 518,56 km
2, dengan panjang
pantai 72 km. Sedangkan jumlah kecamatan pesisir sebanyak 6 kecamatan, yaitu kecamatan Purwosari, Panggang,
Saptosari, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo, dengan 17 desa pesisir. Adapun tempat pendaratan ikan sebanyak 8 unit,
pelabuhan ikan laut 1 unit, dan tempat pelelangan ikan (TPI dan sub TPI) sebanyak 8 unit. Luas kolam air tawar 23,9 ha,
luas tambaknya 1 ha, dan luas keramba 0,392 ha.
Tabel 3.2
Perbandingan Produksi Perikanan Kabupaten Gunungkidul Tahun 20010-2011
No. Komoditas
Produksi
2010 2011
1
Perikanan Tangkap (Ton)
2.831,43
758,26
2
Perikanan Budidaya (Ton)
2.028.47
1.584.97
3
Benih ikan BBI dan UPR (ekor)
12.147.050 4.399.700
4
Ikan hias (ekor)
2.630
18.858
Tabel 3.3
Produksi Perikanan Tangkap kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011
No Jenis
Ikan
Produksi (Ton)
2010 2011
1
Lobster
23.30
4.02
2
Bawal
10.91
23.10
3
Hiu
61.19
21.32
4
Layur
4.12
0.01
5
Pari
73.39
34.73
6
Manyung
95.87
14.60
7
Kakap
14.72
10.82
8
Kepiting
2.72
0.22
9
Tenggiri
3.49
7.71
10
Tuna
437.46
143.49
11
Tongkol
33.07
23.09
12
Cakalang
352.14
195.67
13
Lemadang
23.09
18.46
14
Caru
49.23
7.97
15
Jahan
0.91
14.60
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul
2. PETERNAKAN
Selama kurun waktu tahun 2009-2010 produksi daging mengalami fluktuasi produksi yang beragam. Pada tahun
2010, komoditas mengalami perubahan produksi yang berbeda-beda. Secara rinci untuk produksi Kambing turun dari
257,935 ton menjadi 218,683 ton atau turun 15,22%, untuk produksi Domba naik dari 19,07 ton menjadi 19,34 ton atau naik
1,43%, untuk produksi Ayam Pedaging turun dari 959,508 ton menjadi 919,355 ton atau 4,18%.
Tabel 3.4
Populasi Hewan kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2011
No
Jenis Hewan
Jumlah Populasi
Satuan
2009 2010 2011
1
Sapi Potong
122,352
126,455
141,307
Ekor
2
Kambing
150,572
150,645
156,511
Ekor
3
Domba
13,800
13,942
12,901
Ekor
4
Ayam Buras
1,010,662 1,029,375 1,015,358
Ekor
5
Ayam Ras Petelur
80,294
122,250
103,000
Ekor
6
Ayam Pedaging
488,081
912,500
834,500
Ekor
7
Itik
14,581
22,907
12,901
Ekor
8
Burung Puyuh
89,883
236,445
206,000
Ekor
Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul
3. TANAMAN PANGAN
Wilayah Kabupaten Gunungkidul banyak memiliki lahan tadah hujan, tetapi daerah yang selama ini dikenal gersang
ini, berhasil swasembada pangan. Produksi tanaman padi berhasil meningkat sehingga surplus gabah.
Tabel 3.5
Produksi Tanaman Pangan Padi dan Palawija Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010
No Komoditas
Produksi (ton)
2009 2010
1 Padi
260.363 259.282
2 Jagung
220.275 256.443
3 Kedelai
27.890
3.065
4 Kacang
Tanah
56.034 49.4664
5 Kacang
Hijau
361
456
6 Ubi
Kayu
933.155 994.271
7 Ubi
Jalar
941
392
8 Sorgum
295
226
Dari data di atas dapat dilihat bahwa produksi untuk komoditas tanaman padi dan palawija dari tahun 2009-2010
hampir semuanya menunjukkan kecenderung mengalami kenaikan. Pada Tahun 2009, produksi tanaman padi dan palawija
seluruhnya mengalami kenaikan produksi dibanding tahun 2008.
Kenaikan produksi berbagai tanaman pangan tersebut sebagai akibat adanya kepedulian dan kesungguhan dari
semua pemangku kepentingan terhadap pentingnya ketersediaan bahan pangan yang mencukupi. Serta dukungan dari
pemerintah pusat dan daerah. Faktor penting lain yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut adalah adanya
semangat dan partisipasi masyarakat yang sangat besar.
4. SEKTOR KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
a. KEHUTANAN
Luas wilayah hutan yang terbesar atau hampir 87% dari total wilayah hutan di Provinsi DIY terdapat di Kabupaten
Gunungkidul, yaitu 11.984,840 Ha, yang terdiri dari hutan pendidikan atau penelitian ”Wanagama” seluas 625 Ha,
sedangkan hutan tetap seluas 11.359,84 Ha.
Tabel 3.6
Produksi Komoditas Kehutanan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2011
No Komoditas Satuan
Produksi
20010 2011
1 Jati
m
373.581,34
40.361,07
2 Mahoni
m
35.889.33
6.987,01
3 Akasia
m
34,13
11,17
4 Sonokeling m
33.211,91
3.027,54
5 Bambu
Batang
130.494
210,29
6 Arang
Ton
106,34
147,78
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab, Gunungkidul
b. PERKEBUNAN
Selama kurun waktu tahun 2009-2010 produksi komoditas perkebunan mengalami fluktuasi produksi yang beragam.
Pada tahun 2010, setiap komoditas mengalami perubahan produksi yang berbeda-beda. Secara rinci untuk produksi kelapa
dari 7.110,312 ton menjadi 728,314 ton ,untuk produksi Kakao dari 308,674 ton menjadi 1.667,798 ton.
BAB IV
PELUANG INVESTASI
Keanekaragaman sumber daya alam yang ada di Kabupaten Gunungkidul,menjadikan pertimbangan Pemerintah Daerah
menawarkan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul. Potensi unggulan yang bisa ditawarkan kepada
investor diantaranya sektor Pariwisata, Pertanian dalam arti luas serta Industri Kecil. Upaya untuk menarik minat investor
menanamkan modal di Kabupaten Gunungkidul diantaranya diwujudkan dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana transportasi
yang memadai berikut listrik serta kemudahan dalam mengurus perijinan dengan terdapatnya Kantor Pelayanan Terpadu. Selain
dukungan sarana dan prasarana dukungan sumber daya manusia masih cukup besar, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja
terpenuhi. Adapun potensi unggulan yang dapat ditawarkan kepada investor seperti tersebut di bawah ini :
A. PENGELOLAAN OBYEK WISATA
Pariwisata sebagai urat nadi perekonomian sangat prospektif untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Di pesisir
Gunungkidul terdapat 46 lokasi pantai yang sudah bernama dan 12 lokasi pantai yang sudah dikembangkan, salah satu pantai
dengan nuansa yang eksotik berlatar belakang bukit serta pasir putih yang menghampar luas sangat cocok untuk dikembangkan
investor seperti Taman Impian Jaya Ancol adalah Pantai Sepanjang. Konsep pengembangan alternatif yang sesuai dengan
kondisi pantai Sepanjang adalah Theme Park. Dengan memadukan sektor yang lain seperti Pertanian dan Industri Pantai
Sepanjang sangat prospektif bagi investor. Jenis wisata yang bisa dilakukan di Gunungkidul selain wisata pantai antara lain:
panjat tebing, susur gua, trekking/jelajah wisata, wisata pancing, out bond, berkemah. Sehingga sangat terbuka peluang usaha
event organizer dan paket wisata yang lengkap dengan wisata kuliner dan kerajinan di Gunungkidul yang mempunyai
karakteristik tersendiri.
B. PERTANIAN DALAM ARTI LUAS
1. PERTANIAN TANAMAN PANGAN
Pertanian mempunyai andil yang cukup besar, sumbangan terbesar dalam pembentukan PDRB dari sektor ini
diberikan oleh Tanaman Pangan. Potensi unggulan komoditas tanaman pangan yang layak untuk ditawarkan diantaranya
adalah ubi kayu dan jagung. Untuk dapat meningkatkan nilai jual komoditas ini sangat dibutuhkan investor untuk pengolahan
ubi kayu dan jagung tersebut, kondisi saat ini kedua komoditas ini belum menjanjikan karena hanya dijual dalam bentuk
bahan mentah (raw material)tanpa pengolahan lebih lanjut, seperti ubi kayu hanya dijual dalam bentuk gaplek dan jagung
hanya dijual sebagai makanan ternak. Seiring dengan terjadinya pasar bebas peluang komoditas ubi kayu dan jagung
prospektif jika diolah menjadi produk turunan misal diolah menjadi tepung pengganti gandum maupun bio ethanol.
2. KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
Terbukanya investasi di bidang kerajinan berbahan baku kayu jati untuk meubelair dengan kapasitas produksi kayu jati di
Kabupaten Gunungkidul tahun 2010 sebesar 73.581 m3, didukung tingkat pelestarian yang relatif baik dan hasil produksi yang
berkesinambungan sehingga sangat mendukung untuk usaha dibidang kerajinan kayu. Untuk sisa limbah kayu masih diperlukan
suatu terobosan untuk pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan souvenir (miniatur) atau usaha kreatif berbahan baku kayu
lainnya. Komoditas perkebunan di Gunungkidul yang menonjol adalah mete, kakao, kelapa, akar wangi, dan tembakau. Peluang
industri hilir perkebunan yang masih terbuka antara lain: pengolahan serbuk coklat, pengolahan limbah sabut kelapa, dan
pengolahan tanaman jamu atau empon-empon.
3.
PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Peluang Investasi yang ditawarkan meliputi industri rumahan berbahan baku daging (nugget, sosis, abon, kerupuk
rambak, pengalengan daging), industri rumahan berbahan baku ikan (nugget, keripik, abon, pengalengan ikan). Peternakan
skala menengah kambing atau domba unggulan jenis Peranakan Ettawa, kambing pedaging Boerawa (silangan Boer jantan
dengan PE betina), ternak kelinci pedaging maupun hias, ternak ayam buras dan sebagainya.
C. BAHAN GALIAN
Sumber daya mineral bahan galian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul cukup beragam sedangkan investasi yang
ditawarkan dibidang ini adalah: pengolahan bahan galian calsium carbonat, pengolahan zeolit, pengolahan kaolin dan
pengolahan breksi batu apung.
D. PERIJINAN DAN PROSEDUR
Dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Gunungkidul maka Pemerintah telah memberikan
pelayanan perijinan berupa kebijakan-kebijakan yang mengatur tentang investasi, kebijakan dan peraturan tersebut berupa :
perijinan penanaman modal yang diterbitkan pemerintah kabupaten/kota. Perizinan penanaman modal yang diterbitkan
pemerintah propinsi. Kelengkapan permohonan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kelengkapan permohonan
Penanaman Modal Asing (PMA). Untuk secara terinci kebijakan dan peraturan tentang investasi tersebut, maka bagi para
investor yang tertarik dapat menghubungi alamat yang terkait dengan investasi: Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul
Bagian Administrasi Perekonomian Jl. Brigjen Katamso No.1 Wonosari Telp. (0274) 393340, Fax. (0274) 393340 Kodepos
55812.
BAB V
PENUTUP
Dengan melihat uraian diatas maka Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul senantiasa akan terbuka dan siap untuk
menjadi mitra bagi seluruh pihak yang ingin bekerjasama dan bersama-sama membangun masyarakat Kabupaten Gunungkidul.
Bahwa ketersediaan data ini juga merupakan salah satu bentuk fasilitasi dan kerangka berperanserta untuk memberikan
informasi yang bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap Kabupaten Gunungkidul.
Harapan besar untuk menyempurnakan penyajian data secara lengkap dengan tingkat validitas yang tinggi merupakan
sebuah target pada masa yang akan datang. Namun dengan segala keterbatasan yang kami miliki mudah-mudahan buku Sistem
Informasi Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul ini dapat memberikan gambaran dan informasi tentang Kabupaten Gunungkidul,
sehingga para pembaca dapat memiliki gambaran yang jelas dan lengkap tentang beragam potensi yang ada.
Melalui Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul kami berusaha untuk mewujudkan salah satu fungsi
akuntabilitas kinerja pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten Gunugkidul, serta dapat memberikan
pelayanan prima kepada masyarakat/publik di bidang informasi dalam rangka mewujudkan e-government.
Daftar Alamat Instansi Kabupaten Gunungkidul:
No
Nama SKPD
Alamat
No. Telp
1
Sekretariat Daerah
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-391006
2
Sekretariat DPRD
Jl. Brigjen Katamso No.12
0274-391030
3
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Jl. Satria No. 3
0274-391761
4
Badan Kepegawaian Daerah
Jl. Veteran No. 30
0274-391393
5
Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat, Dan
Penangulangan Bencana
Komplek Bangsal Sewokoprojo
0274-391537
6
Badan Pemberdayaan masyarakat, Perempuan dan KB
Jl. Kasatrian No. 38
0274-391411
7
Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
Jl. Taman Bakti No. 2A
0274-392878
8
Inspektorat Daerah
Komplek Bangsal Sewokoprojo
0274-391086
9
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
Jl. Pemuda No. 32
0274-391191
10
Dinas Kesehatan
Jl. Kol. Sugiyono No.17
0274-391503
11
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura
Jl. Taman Bakti No. 2
0274-391317
12
Dinas Peternakan
Jl. Wonosari-Yogya Km.2 Siyonoharjo
0274-391048
13
Dinas Kelautan dan Perikanan
Jl. Veteran No. 3
0274-391316
14
Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Jl. Brigjen Katamso No. 8
0274-391539
15
Dinas Pekerjaan Umum
Jl. Brigjen Katamso No. 2
0274-391005
16
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Jl. KH. Agus Salim No. 125
0274-391450
17
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-391150
18
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-391287
19
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Jl. Lingkar Utara, Piyaman
0274-391797
20
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Jl. Brigjen Katamso No. 10
0274-391031
21
Dinas Pendapatan, pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-391083
22
Kantor Pengelolaan Pasar
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-393595
23
Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan
Jl. Wonosari – Jogja Km. 3 Siyono
0274-391440
24
Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah
Jl. Kol. Sugiyono No.35
0274-394194
25
Kantor Pelayanan Terpadu
Jl. Brigjen Katamso No.1
0274-391942
No
Nama SKPD
Alamat
No. Telp
26
Satuan Polisi Pamong Praja
Komplek Bangsal Sewokoprojo
0274-391213
27
RSUD Wonosari
Jl. Taman Bakti No. 6
0274-391007
28
Badan Pusat Statistik
Jl. Pemuda No. 19A
0274-394180
29
Kantor Pertanahan
Jl. Kasatrian No. 38
0274-391376
30
Sekretariat KPU
Jl. Lingkar Utara, Piyaman
0274-391210
31
PDAM Tirta Handayani Kab. Gunungkidul
Jl. Ki Ageng Giring No.12
0274-391185
LAMPIRAN SIPD
Jenis Data : Geografi
Sumber Data : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1. Lahan Persawahan 7,865 7,865 7,865 Ha
2
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
No Jenis Data Tahun Satuan
a. Sawah teririgasi 2,351 2,351 2,355 Ha
b. Sawah Tadah Hujan 5,514 5,514 5,510 Ha
2. Lahan Kering
a. Rawa-rawa - Ha
b. Ladang 67,114 67,089 66,717 Ha
c. Perkebunan 110 110 110 Ha
d. Permukiman 13,754 13,771 14,107 Ha
j. Kolam Air Tawar 103 103 104 Ha
n. Tanah tandus/Tanah rusak (Tidak diusahakan) 535 535 535 Ha
o. Tanah terlantar (Tidak diusahakan) 535 535 535 Ha
p. Tanah lain 11,650 11,648 11,312 Ha 3. Keadaan Iklim a Suhu - - 0C a. Suhu - - C b. Kelembaban udara - - % c. Curah hujan 1,575.72 1,144 1,200 1,441 mm/th
d. Kecepatan angin - - Knot
Jenis Data : Geografi
Sumber data : Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1. 72.00 72.00 72.00 72.00 Km
Jenis Data : Geografi
Panjang Garis Pantai
No Jenis Data Tahun Satuan
2
Sumber Data : Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1. Luas penggunaan lahan a. Wilayah hutan
1). Hutan lindung 590.350 590.350 590.350 Ha
2). Hutan suaka alam dan wisata 617.000 617.000 617.000 Ha
3). Hutan produksi tetap 11,359.840 11,359.840 11,359.840 Ha
7). Hutan rakyat 28,349.000 29,073.980 30,373.980 32,458.150 Ha
No Jenis Data Tahun Satuan
Jenis Data : Geografi
Sumber data : Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011 1 3 4 5 6 7 1. Geografi A. Luas Wilayah a. Daratan 148,536 148,536 148,536 Ha b. Laut 12 mil Km2
No Jenis Data Tahun Satuan
2
B. Luas Penggunaan Lahan
a. Wilayah Hutan
1). Hutan Negara 1,317 13,717 13,717 Ha
7). Hutan Rakyat 25,058 24,968 25,339 Ha
b. Lahan Persawahan
1). Sawah Teririgasi 2,351 2,351 2,355 Ha
2). Sawah Tadah Hujan 5,514 5,514 5,510 Ha
c. Lahan Kering
1). Rawa-rawa Ha
2). Ladang 67,224 67,199 66,827 Ha
3). Perkebunan 110 Ha
4). Pemukiman 25,404 25,419 25,419 Ha
10) Kolam Air Tawar 103 103 104 Ha
10). Kolam Air Tawar 103 103 104 Ha
15). Tanah Terlantar (tdk diusahakan) 535 535 535 Ha
16). Tanah Lain 8,630 8,730 8,730 Ha
C. Keadaan Iklim
a. Suhu 0 C
b. Kelembaban Udara %
c. Curah Hujan 1,602 1,175.56 1,954.43 mm/th
d. Kecepatan Angin Knot
2. Demografi
A. Jumlah Penduduk (sumber : BPS) 686,772 688,145 * 675,382 ** Orang
a. Laki-laki (Sumber: BPS ) 335,013 334,518 326,703 Orang
Laki-laki (dalam Persen) 48.78 48.61 48.37 %
b. Perempuan (Sumber: BPS ) 351,759 353,627 348,679 Orang
Perempuan (dalam Persen) 51.22 51.39 51.63 %
B. Usia Orang
a. 0-4 Tahun 60,613 53,650 46,339 Orang
0-4 Tahun (dalam Persen) 9.04 7.80 6.86 %
b. 5-19 Tahun 169,133 145,162 148,670 Orang
5-19 Tahun (dalam Persen) 25.23 21.09 22.01 %
c. 20-59 Tahun 350,982 362,191 356,874 Orang
20-59 Tahun (dalam Persen) 52.35 52.63 52.84 %
d. 60 Tahun ke atas 89,705 127,142 123,499 Orang
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
F. Rata-rata Usia Harapan Hidup 70.80 70.88 70.97 Tahun
a. Laki-laki 68.90 Tahun
b. Perempuan 72.80 Tahun
3. Kesejahteraan Sosial
A. Jumlah Penduduk Miskin 173,520 Orang
B. Jumlah Keluarga Miskin 74,632 Orang
2
4. Lingkungan Hidup & Tata Ruang A. Lingkungan Hidup a. Jumlah Kawasan Lindung
1). Taman Nasional Ha
2). Cagar Alam Ha
3). Hutan Suaka Alam Ha
4). Hutan Negara 1,317 1,317 1,317 Ha
5). Cagar Budaya Ha
5. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
A. PDRB atas dasar harga berlaku 5,502,208 5,987,782 6,624,572 Jt Rp
B. PDRB tanpa migas atas dasar berlaku Jt Rp
C. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku 8,011,695 8,864,563 9,808,630 Rp
D PDRB per kapita tanpa migas atas dasar berlaku Rp
D. PDRB per kapita tanpa migas atas dasar berlaku Rp
E. Laju Pertambahan PDRB atas dasar konstan 4.39 4.14 4.15 %
F. Distribusi Presentase PDRB atas dasar menurut lapangan usaha
a. pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan 35.07 35.82 34.89 %
b. pertambangan dan penggalian 1.91 1.86 1.78 %
c. industri pengolahan 9.54 9.18 9.71 %
d. listrik, gas, air bersih 0.85 0.93 0.95 %
e. bangunan 9.01 9.05 9.24 %
f. perdagangan, hotel, dan restoran 14.62 14.87 14.68 %
g. pengangkutan dan komunikasi 6.73 6.43 6.36 %
h. keuangan, persewaan, jasa perusahaan 9.96 4.91 5.11 %
i. jasa-jasa 17.30 16.95 17.28 %
6. BUMD, Perbankan Daerah & Lembaga Keuangan Daerah
a. Besarnya PDRB
1). PDRB per kapita harga berlaku 8,011,695 8,864,563 9,808,630 Rp
2). Pertumbuhan Ekonomi 4.39 4.14 4.15 %
3). Sektor Terbesar sumbangan terhadap PDRB (Pertanian) 35.07 35.82 34.89 %
b. PDRB
1). Besarnya harga konstan 3,070,298 3,197,365 3,330,079 Rp
2). Besarnya harga berlaku 5,502,208 5,987,782 6,624,572 Rp
*) Proyeksi Sensus Penduduk 2010 **) Sensus Penduduk 2010
Jenis Data : Geografi
Sumber Data : Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1 Topografi
A. Luas Kemiringan Lahan (rata-rata)
1). Datar (0-2 %) 26,768 26,768 26,768 26,768 Ha
2). Bergelombang (3-15 %) 41,435 41,435 41,435 41,435 Ha 2
No Jenis Data Tahun Satuan
3). Curam (16-40 %) 59,452 59,452 59,452 59,452 Ha
4). Sangat Curam (>40 %) 20,881 20,881 20,881 20,881 Ha
5). Ketinggian Diatas Permukaan Laut (rata-rata) 100-500 100-500 100-500 100-500 m
B. Jumlah Pulau (bagi yang mempunyai)
a. Pulau Berpenghuni 0 Buah
b. Pulau Tidak Berpenghuni 7 Buah
c. Pulau Bernama 7 Buah
d. Pulau Tidak Bernama 6 Buah
C. Panjang Garis Pantai 80.29 80.29 80.29 80.29 Km
D. Panjang Perbatasan Darat dengan Negara Lain Km
E. Panjang Garis Batas Laut Propinsi 106.85 106.85 106.85 106.85 Km
F. Panjang Garis Batas darat dengan Propinsi 2 Tata Ruang
2 Tata Ruang
a. Luas Kawasan Lindung 66,320.20 66,320.20 Ha
1). Hutan 3,506.00 3,506.00 Ha
a.) Hutan 3,506.00 2,747 Ha
b.) Hutan sejenis 5.29 1,625 Ha
c.) Hutan Belukar 62,814.20 27,355 Ha
Hutan (dalam Persen) 5.29 5.29 %
2). Bukan Hutan 62,814.20 62,814.20 Ha
Bukan Hutan (dalam Persen) 94.71 94.71 %
b. Luas Kawasan Pemukiman 23,848.27 23,854.47 18,946.51 Ha
c. Luas Kawasan Industri - Ha
d. Luas Lahan Produktif 102,759.72 102,753.52 97,159.17 Ha
e. Luas Lahan Kritis 852.00 852.00 703.27 Ha
f. Luas Kabupaten Gunungkidul 148,536.00 Ha
g. Jumlah Industri yang memiliki AMDAL buah
3 Pertanahan
a. Jumlah Tanah yang bersertifikat bangunan/gudang 1). Hak Milik
• Jumlah 192,239.00 235,899.00 243,744.00 254,748 Bidang
• Luas 21,256.89 15,856.99 26,678.29 Ha
2). Hak Guna Bangunan
• Jumlah 523.00 527.00 528.00 710 Bidang
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
b. Jumlah Tanah yang bersertifikat tanah pertanian/perkebunan/ladang 1). Hak Milik
• Jumlah 241,693.00 249,736.00 0 Bidang
• Luas 17,618.42 28,464.27 0 Ha
2
Jenis Data : Pemerintahan
Sumber Data : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1 Asas Tugas Pembantuan
a. Tugas Pembantuan dari Pemerintah ke Kab/Kota
1). Jumlah tugas Pembantuan 23 19 13 14 Bidang
2). Jumlah Dana 48,446,435,000 62,809,972,000 54,809,972,000 57,506,354,000 Rp
Jenis Data : Pemerintahan
Sumber Data : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gunungkidul
Tahun
No Jenis Data Tahun Satuan
2
2008 2009 2010 2011
1 3 4 5 6 7
1 Aparatur Negara
a. Jumlah PNS per golongan 1). Golongan I a). I/a - Laki-laki 81 106 108 59 Orang - Perempuan 9 11 11 4 Orang b). I/b - Laki-laki 0 0 4 53 Orang - Perempuan 0 0 0 7 Orang c). I/c
No Jenis Data Tahun Satuan
2 - Laki-laki 244 281 273 189 Orang - Perempuan 16 35 42 30 Orang d). I/d - Laki-laki 46 47 38 114 Orang - Perempuan 0 0 1 12 Orang 2). Golongan II a). II/a - Laki-laki 652 776 708 469 Orang - Perempuan 643 659 426 302 Orang b). II/b
2008 2009 2010 2011 1 3 4 5 6 7 - Perempuan 240 248 301 366 Orang d). II/d - Laki-laki 226 217 229 203 Orang - Perempuan 117 141 170 174 Orang 3). Golongan III a). III/a
Jenis Data Tahun Satuan
2 No - Laki-laki 808 837 811 667 Orang - Perempuan 684 759 773 625 Orang b). III/b - Laki-laki 795 836 839 849 Orang - Perempuan 444 444 453 540 Orang c). III/c - Laki-laki 572 541 521 435 Orang - Perempuan 365 374 342 288 Orang d). III/d - Laki-laki 846 819 743 685 Orang - Perempuan 435 429 425 433 Orang 4). Golongan IV a) IV/a a). IV/a - Laki-laki 2,136 2,136 2,154 2110 Orang - Perempuan 1,343 1,343 1,389 1392 Orang b). IV/b - Laki-laki 70 67 73 65 Orang - Perempuan 11 12 15 17 Orang c). IV/c - Laki-laki 14 16 20 19 Orang - Perempuan 1 2 1 1 Orang d). IV/d - Laki-laki 2 3 3 2 Orang - Perempuan 0 0 0 0 Orang d). IV/e - Laki-laki 1 1 0 1 Orang - Perempuan 0 0 0 0 Orang
b. Jumlah PNS berdasarkan tingkat pendidikan
1). SD - Laki-laki 180 186 168 153 Orang - Perempuan 10 11 11 11 Orang 2). SMP umum - Laki-laki 412 469 441 413 Orang - Perempuan 33 51 56 54 Orang 3). SMP Kejuruan