• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

1

NASKAH PUBLIKASI

TUGAS AKHIR

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TOOTH BUCKET

EXCAVATOR SEBELUM DAN SESUDAH

PROSES HEAT TREATMENT

Naskah Publikasi Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :

MUH. ANDHY ISKANDAR NIM : D 200 060 027

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

2

HALAMAN PERSETUJUAN

Naskah Publikasi berjudul ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TOOTH

BUCKET EXCAVATOR SEBELUM DAN SESUDAH PROSES HEAT TREATMENT,

telah disetujui oleh pembimbing dan diterima untuk memenuhi persyaratan memperoleh, derajat sarjana (S1) pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(3)

3

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TOOTH BUCKET EXCAVATOR

SEBELUM DAN SESUDAH HEAT TREATMENT

Muh Andhy Iskandar, Wijianto, Pramuko IP

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura

ABTRAKSI

Tujuan dari penelitian pada tooth bucket excavator adalah untuk mengetahui komposisi kimia, struktur mikro, kekerasan dan proses perlakuan panas (heat treatment) antara lain quenching, aging dan annealing.

Metode penelitian yang digunakan dalam pengujian terdiri dari 5 spesimen dari tooth bucket excavator, yaitu 1 spesimen raw material (bahan mentah) untuk uji komposisi kimia, 1 spesiemen lagi dari raw material yang digunakan untuk uji struktur mikro dan kekerasan, serta 3 spesimen untuk proses heat treatment yang juga digunakan untuk uji struktur mikro dan uji kekerasan.

Dari data hasil pengujian dan pembahasan, pada pengujian tooth bucket excavator, untuk pengujian komposisi kimia dapat diketahui unsur yang mendominasi adalah mangan (Mn), 1,0875%, dan dapat pula tooth bucket excavator dapat digolongkan baja ASTM A 487 karena pembuatannya dicetak, dipanaskan, dikeraskan dan dicor,untuk pengujian struktur mikro ditemukan fasa austenit, fasa martensit,fasa ferit, fasa perlit, untuk pengujian kekerasan Vickers didapatkan nilai rata-rata pada specimen raw yaitu 483,148 HVN, setelah mengalami perlakuan panas quenching memiliki kekerasan 481,14 HVN, aging memiliki kekerasan 282,402 HVN, annealing kekerasan menurun sampai 172,78 HVN.

Kata kunci: Tooth Bucket Excavator, Komposisi Kimia, Heat Treatment, Struktur Mikro dan Kekerasan.

(4)

1 Pendahuluan

Sekarang ini banyak sekali kemajuan yang telah dicapai di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan perkembangan jaman yang didukung oleh sumber daya manusia yang semakin tinggi tingkat kecerdasannya. Disadari sepenuhnya bahwa berkembangnya ilmu pengetahuan dituntut karena semakin maraknya persaingan dan kebutuhan masyarakat yang semakin komplek. Dari sini pakar ilmu pengetahuan mencoba untuk membuat dan mencari sebuah metode baru untuk pemenuhan hal tersebut, sementara kalangan praktisi pendidikan juga melakukaan hal yang sama agar bisa menambah wacana dan suasana baru dalam bidang pendidikan yang semakin dibutuhkan oleh pasar. Apalagi saat menyongsong pasar global yang mana semakin dituntut adanya persaingan tanpa harus melihat itu siapa, bagaimana, dan dimana, sementara hal yang terpenting adalah menghadapi dan memenangkan persaingan dalam pasar global itu sendiri.

Dalam hal teknologi misalnya kemajuan dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dahulu dikerjakan oleh tenaga manusia ataupun hewan, sekarang mulai berpindah kearah pemanfaatan tenaga yang dihasilkan oleh mesin–mesin yang tentu saja ini dapat menambah efisiensi kerja dan mengurangi tenaga yang dikeluarkan.

Perkembangan jaman yang semakin pesat seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia

mendorong manusia untuk menciptakan alat bantu yang semakin canggih yang dapat meringankan proses kerja, mengurangi waktu kerja dalam pembangunan sebuah proyek-proyek besar seperti: pembangunan jalan tol, gedung-gedung pencakar langit, jembatan layang, bandara udara dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang memiliki kemampuan untuk dapat melakukan pekerjaan berat seperti: penggalian tanah, pengankutan tanah, dan lain-lain dengan waktu yang semakin efisien.

Salah satu jenis alat berat yang sering digunakan unuk penggalian adalah Excavator. Excavator adalah suatu peralatan konstruksi alat berat yang memiliki fungsi untuk melakukan pekerjaan berat seperti penggalian tanah, pengumpulan tanah, memindahkan dan mengangkut tanah serta mengangkut barang. Excavator dalam peralatan konstruksi alat berat ada berbagai macam jenisnya, antara lain ; Bulldozer, Backhoe, Tractor,

Shovell dll.

Dalam dunia alat-alat berat pasti ada bagian yang rusak, aus, dikarenakan pada saat penggalian tanah, pengumpulan tanah, pengangkutan tanah pada saat alat berat sedang bekerja. Disini penulis meneliti tentang tooth bucket excavator atau yang diartikan Cakar atau Kuku. Meneliti sifat logam yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Seperti sifat-sifat fisis, sifat mekanis dan sifat kimia. Maka diperlukan suatu penanganan khusus agar setiap

(5)

2 elemen-elemen logam tersebut dapat digunakan sesuai yang di inginkan.

Pentingnya sifat fisis dan mekanis pada tooth bucket excavator tersebut adalah untuk mengetahui sifat fisis bahan tersebut setelah terkena perlakuan panas pada suhu tertentu misalnya, bahan akan mengalami perubahan struktur mikro dan mengetahui fasa yang terkandung. Sedangkan sifat mekanik untuk mengetahui kemampuan bahan tersebut apakah mampu menahan beban yang dikenakan pada bahan tersebut. Sebagai contoh pada penelitian sebelumnya yang meneliti perlakuan panas pada roda gigi misalnya, Ahmad Aniq Soffiudin (2004) meneliti tentang pengaruh suhu carburizing

menggunakan media arang batok kelapa terhadap kekerasan dan ketahanan aus roda gigi baja aisi 4140, menyimpulkan bawa dalam pengujian kekerasan dan keausan maupun perhitungan laju keausan hasil paling baik adalah suhu pemanasan

carburizing 9500C dan pada sepesimen yang telah mengalami quenching dengan suhu carburizing 9500C. Penelitian ini memakai perlakuan panas (heat treatment) untuk memperbaiki sifat-sifat logam tersebut supaya mempunyai hasil yang lebih baik.

Perlakuan panas (heat treatment) bisa berupa quenching, aging, annealing, carburizing misalnya. Perlakuan panas pada logam dapat merubah sifat dan mekanis suatu logam.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang akan di teliti ini benarkah spesimen yang digunakan untuk penelitian merupakan paduan yang dapat dikenai perlakuan panas (heat tretment), dan adakah perbedaan kekerasan yang mencolok sifat fisis dan mekanis yang dihasilkan karena proses heat treatment. Oleh karena itu untuk mengetahui hasil tersebut maka dilakukan penelitian dengan cara proses heat treatment atau perlakuan panas pada bahan atau spesimen tersebut.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

Sebelum proses heat treatment :

1.Mengetahui komposisi kimia tooth

bucket excavator (unsur-unsur penyusun yang terkandung didalamnya).

2. Mengetahui kekerasan tooth bucket

excavator sebelum proses heat treatment

3. Mengetahui fasa yang terkandung didalamnya

Setelah proses heat treatment:

1. Mengetahui peningkatan atau penurunan kekerasan tooth bucket excavator setelah proses heat treatment.

2. Menetahui perubahan fasa yang yang tarjadi pada tooth bucket excavator setelah proses heat treatment.

(6)

3 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat berupa konstribusi bagi:

1. Bidang Akademik

Penelitian ini bisa mengetahui secara jelas dan akurat sifat-sifat fisis, mekanis serta unsur-unsur kimia yang terkandung dalam tooth bucket

excavator sebelum dan sesudah

proses heat treatment, dan dapat juga dipakai sebagai pengayaan data mata kuliah yang berhubungan dengan material. 2. Bidang Dunia Kerja

Tooth Bucket Excvator

digunakan dalam proses pengerjaan proyek-proyek pembuatan jalan seperti jalan tol, proses penggalian tanah, pengumpulan tanah, dan masih banyak lagi.

Batasan Masalah

Supaya pembahasan lebih fokus, maka penulis membatasi permasalahan pada beberapa hal:

1. Material yang digunakan dalam

penelitian ini adalah Tooth Bucket Excavator.

2. Perlakuan panas (heat treatment)

yang dilakukan pada spesimen ini berupa quenching, aging, dan

annealing.

3. Pengujian yang dilakukan meliputi:

a. Pengujian komposisi kimia (standar ASTM E 415)

b. pengujian struktur mikro (standar ASTM E3)

c. Pengujian kekerasan (standar ASTM E 92)

Tinjauan Pustaka

Agung Cahyono (2004) denganjudul” peningkatan kualitas kekerasan poros propeller dengan perlakuan panas quenching” dihasilkan bahwa pada pengujian kekerasan setelah quenching material mempunyai harga kekerasan yang lebih besar dari pada sebelum di quenching.

Gatot Budianto (2003) dengan judul “pengaruh proses quenching dan

annealing terhadap setruktur mikro dan

kekerasan Sporket Toyota kijang” menyimpulkan bahwa setelah mengalami proses quenching, nilai kekerasan tidak menunjukan kenaikan sedangkan setelah annealing nilai kekerasan mengalami penurunandan proses heat treatmet tidak mempengaruhi struktur mikro baja.

Ahmad Aniq Soffiyudin (2004) dengan judul “pengaruh suhu

carburizing menggunakan media arang

batok kelapa terhadap kekerasan dan ketahanan aus roda gigi baja aisi 4140” menyimpulkan bahwa dalam penelitian ini adalah pengujian kekerasan dan keausan maupun perhitungan laju keausan hasil paling baik adalah suhu pemanasan carbirizing 9500C dan spesimen yang telah mengalami

quenching dengan suhu carburizing

(7)

4 LandasanTeori

Klasifikasi Baja

Pada garis besarnya logam digolongkan menjadi dua: yaitu logam besi (fero) dan logam non fero. Logam besi terdiri dari baja, baja tuang, besi tuang, dan paduan besi. Untuk logam non fero dikelompokan menjadi dua: yaitu logam berat dan logam ringan. Logam berat dan logam ringan masing-masing terbagi menjadi logam murni dan paduan. Logam berat murni terdiri dari tembaga, timah putih, timah hitam, seng, nikel, dan lain-lain. Sedangkan logam berat paduan adalah kuningan, perunggu, contoh logam ringan paduan adalah anti corodal, aluman, dan avional logam-logam yang sering dijumpai dalam pekerjaan teknik adalah besi, tembaga, aluminium. Baja adalah logam ferro yang mempunyai paduan terdiri dari besi, karbon dan unsur lainnya seperti Si, S, P, Mn, Ni, Cr, Mo, Cu dan lainnya. Baja dikelompokan menjadi 2 yaitu:

1. Baja Paduan

Maksud dari paduan adalah untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan. Baja paduan dapat dipisahkan menjadi 3 golongan yaitu: baja konstruksi (biasanya dipergunakan untuk bagian mesin dengan beban berat), baja untuk alat-alat berat (dengan kekerasan yang tinggi), dan baja sepesial (misalnya baja anti karat dan baja anti panas).

2.Baja Karbon

Baja karbon adalah paduan antara Fe dan C dengan kadar C sampai 2,14%. Sifat-sifat mekanik baja karbon tergantung dari C yang dikandungnya, setiap baja termasuk baja karbon sebenarnya adalah paduan multi komponen yang disamping Fe selalu mengandung unsur-unsur lain seperti Mn, Si, S, P, N, H, yang dapat mempengaruhi sifat-sifatnya. Baja karbon dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian menurut kadar karbon yang dikandungnya, yaitu baja karbon rendah dengan kadar karbon kurang dari 0,5%, baja karbon sedang mengandung 0,25-0,6% karbon, dan baja karbon tinggi mengandung 0,7-1,5% karbon, dan ini pembagian baja karbon.

a. Baja karbon rendah

Baja karbon rendah mengandung kurang dari 0,5% karbon. Kebanyakan dari produk baja ini terbentuk proses anneal, kandungan karbonya yang rendah dan mikro setruktur yang terdiri dari fasa ferrit dan perlit menjadikan baja karbon rendah bersifat lunak dan kekuatannya lemah namun keuletan dan ketangguhannya sangat baik. Baja karbon rendah kurang responsive terhadap perlakuan panas

(8)

5 untuk mendapatkan mikrostruktur martensit maka dari itu untuk meningkatkan kekuatan dari baja karbon rendah dapat dilakukan dengan proses karburisasi.

b. Baja karbon sedang

Baja ini mengandung karbon antara 0,25% -

0,60%. Didalam

perdagangan biasanya dipakai sebagai alat-alat perkakas, baut, poros engkol, roda gigi, pegas dan lain-lain.

c. Baja karbon tinggi

Baja karbon tinggi ialah baja yang mengandung karbon antara 0,7% - 1,5% .

1. Diagram Fasa Fe – C

Gambar 1. Diagram kesetimbangan Besi Karbon (Fe-C)

2. Diagram fasa Fe-Mn

(9)

6 3. Diagram Continuous Cooling

Transformation (CCT)

Gambar 3.Continuous Cooling

Transformation (CCT)

4. Diagram Time Temperatur

Transformation (TTT)

Gambar 4. Diagram TimeTemperatur

Transformation (TTT)

Metode Penelitian

Gambar 5. Diagram Alir Penelitian

Mulai

Observasi Laboratorium Pengujian

Pembuatan Spesimen Uji komposisi kimia Tanpa heat treatment/ raw material Uji struktur mikro Uji kekerasan

Proses heat treatment

quenching Aging Annealing

Uji struktur mikro

Uji kekerasan

Data hasil penelitian

Analisa pembahasan

Kesimpulan

(10)

7 Bahan Penelitian

Pengujian yang dilakukan pada

tooth bucket excavator ini meliputi uji

struktur mikro dan uji kekerasan, yang terlebih dahulu dilakukan uji komposisi kimia untuk menentukan heat treatment yang sesuai. Pengujian struktur mikro dilakukan untuk mengetahui fasa atau struktur dari benda uji dan pengujian kekerasan dilakukan untuk mengetahui harga kekerasan serta pengujian komposisi kimia dilakukan untuk mengetahui unsur yang terkandung dalam material. Dari pengujian-pengujian tersebut kita dapat mengetahui kualitas material dari tooth

bucket excavator sebelum dan sesudah

proses heat treatment.

Gambar 6. Tooth bucket excavator Spesimen

.

Gambar 7.Spesimen raw material pengujian komposisi kimia tooth bucketexcavator

Gambar 8. Spesimen raw material dengan pengujian struktur mikro dan kekerasan pada tooth bucket excavator

Gambar 9. Spesimen setelah proses

heat treatment (quenching) dengan

pengujian struktur mikro dan kekerasan pada tooth bucket excavator

Penembakan Gas Argon

(11)

8 Gambar 10. Spesimen setelah proses

heat treatment (aging) dengan pengujian struktur mikro dan kekerasan

pada tooth bucket excavator

Gambar 11. Spesimen setelah proses

heat treatment (annealing) dengan

pengujian struktur mikro dan kekerasan pada tooth bucket excavator

Alat Penelitian 1. Alat Potong

Gambar 12.Gerinda

1. Amplas

Gambar 13.Ampelas , 600, 800, (Lab.Teknik UGM. Yogyakarta,

2012) 2. Bahan Etsa

Gambar 14.Nitrit acid (HNO3(Lab.Teknik UGM. Yogyakarta, 2012)

(12)

9 3.Peresinan

Gambar 15.peresinan 4. Alat-alat lain

Autosol, pensil, mistar, spidol, kertas dan jangka sorong.

Alat Uji Komposisi Kimia

Gambar 16.alat uji komposisi kimia

Optical Emission Sepectrometer

Alat Uji Struktur Mikro

Gambar 17.alat uji struktur mikro (Olympus Metalurycal mikroskope)

Alat Uji Kekerasan

Harga kekerasan vickersdapat dihitung dengan rumus:

2 d P x 1,854 = HV 2 d2 d1 d Dimana :

HV :harga kekerasan vickers (kg/mm2) P :beban penekan penetrator (kg) d :diagonal bekas injakan penetrator (mm)

Gambar 18.Vickers Hardeness Tester Alat Untuk Perlakuan Panas / Heat Treatment

Gambar 19.Tanur elektrik lab. S1 Mesin UGM

(13)

10 Pengujian Komposisi Kimia

Pengujian komposisi kimia dilakukan dengan mesin sepectrometer, dan memberikan hasil pembacaan secara otomatis kandungan komposisi kimia pada sampel uji. Pengujian komposisi kimia bertujuan mengetahui persentase kandungan unsur yang terdapat dalam sepesimen, selain itu juga untuk mengetahui karakter atau sifat bahan. Dari hasil uji komposisi kimia didapatkan 17 unsur.

Tabel IV.I.1 Tabel hasil uji komposisi kimia tooth bucket excavator

UNSUR (%) Fe 97,06 Mn 1,0875 Cr 0,8753 Si 0,5438 C 0,2983 S 0,0257 P 0,0226 Ni 0,0223 Cu 0,0216 Al 0,0126 Ti 0,0074 Pb 0,0073 Sn 0,0058 W 0,0051 Mo 0,0037 Zn 0,0022 Ca 0,0016

Pengujian Struktur Mikro

Pengujian struktur mikro ini dilakukan dengan mikroskop olympusmetalurgycal microscope pada

spesimen raw material dan setelah mengalami perlakuan panas atau heat

treatment dilakukan pembesaran 100x,

dan diperoleh foto mikro sebagai berikut:

Gambar 20. Struktur Mikro tooth bucket

excavator raw material

Gambar 21. Struktur mikro tooth bucket

excavator quenching ferit perlit martensit ferit ferit perlit perlit

(14)

11

Gambar 22. Struktur mikro tooth bucket

excavator aging

Gambar 23. Struktur mikro tooth bucket

excavator annealing

Data Hasil Pengujian Kekerasan Vickers

Pengujian kekerasan ini dilakukan dengan alat uji Hardeness

Vickers dengan beban 30 kg atau 294 N

dan kemudian besaran strip diubah dalam satuan millimeter (mm), dimana untuk pembesaran 100 kali besaranya 1 setrip = 0,02mm.

Angka kekerasan Vickers dapat dihitung dengan rumus:

2 d P x 1,854 = HV 2 d2 d1 d Dimana:

HV : harga kekerasan Vickers (kg/mm2 )

P : beban penekan penetrator (kg)

d : diagonal bekas injakan penetrator (mm)

Daftar tabel 2.kekerasan vickers pada

tooth bucket excavator sebelum proses heat treatment raw material.

No Diagonal I (d1) Diagonal II (d2) HV Kg/mm2 Kekerasan rata-rata HVN Kg/mm2 setrip mm setrip mm 1 2 3 4 5 17 17 16 18 17 0,34 0,34 0,32 0,36 0,34 17 17 16 18 17 0,34 0,34 0,32 0,36 0,34 481,14 481,14 543,16 429,16 481,14 483,148 ferit perlit ferit perlit d1 d2

(15)

12 Daftar tabel 3.kekerasan vickers pada toothbucket excavator setelah proses

heat treatment (Quenching)

No titik Diagonal (d1) Diagonal (d2) HV Kg/ mm2 Kekerasan rata-rata HVN Kg/mm2 setrip mm setrip mm 1 2 3 4 5 17 17 17 17 17 0,34 0,34 0,34 0,34 0,34 17 17 17 17 17 0,34 0,34 0,34 0,34 0,34 481,14 481,14 481,14 481,14 481,14 481,14

Daftar tabel 4.kekerasan vickers pada

tooth bucket excavator setelah proses heat treatment (Aging)

No Titik Diagonal II (d1) Diagonal II (d2) HV Kg/ mm2 Kekerasa n rata-rata HVN Kg/ mm2 setrip mm setrip mm 1 2 3 4 5 22 22 22 23 22 0,44 0,44 0,44 0,46 0,44 22 22 22 23 22 0,44 0,44 0,44 0,46 0,44 287,29 287,29 287,29 262,85 287,29 282,402

Daftar tabel 5.kekerasan vickers pada tooth bucket excavator setelah proses

heat treatment (Annealing)

Tabel 6. Data kekerasan tooth

bucket excavatorsebelum dan

sesudah proses heat treatment.

No Jenis bahan Spesiemen Kekerasan (HVN) 1 Raw Material Tooth Bucket Excavator 483,148

2 Quenching Tooth Bucket

Excavator

481,14

3 Aging Tooth Bucket

Excavator

282,402

4 Annealing Tooth Bucket

Excavator

172,78

Dari data hasil uji kekerasan

tooth bucket excavator sebelum dan

sesudah proses heat treatment berupa,

quenching, aging, annealing sedikit

mengalami penurunan yaitu dari pertama raw 483,148 HVN, ke

quenching sedikit menurun 481,14 HVN,

ke aging turun 282,402 HVN,

sedangkan proses annealing kekerasan menurun sampai 172,78 HVN, dari data tersebut dapat dibuat diagram histrogram, berikut data histrogram . No Titik Diagonal I (d1) Diagonal II (d2) HV Kg/ mm2 Kekerasan rata-rata HVN Kg/mm2 setrip mm setrip mm 1 2 3 4 5 28 28 28 28 30 0,56 0,56 0,56 0,56 0,6 28 28 28 28 30 0,56 0,56 0,56 0,56 0,6 177,35 177,35 177,35 177,35 154,5 172,78 483.148 481.14 282.402 172.78 0 100 200 300 400 500 1 2 3 4 K eker a sa n Ra ta -r a ta ( H V N ) Heat Treatment

(16)

13 Dari diagram histrogram dapat kita lihat tooth bucket excavator yang pertama

raw material, kekerasan lebih tinggi

483,148 HVN karena materialalnya masih mentah belum terkena perlakuan panas, dibandingkan dengan yang sudah mengalami perlakuan panas, setelah mengalami proses perlakuan panas quenching sedikit mengalami penurunan 481,14 HVN karena disebabkan pendinginan secara cepat jadi atom-atom mengalami pengerasan, setelah mengalami perlakuan panas aging mengalami penurunan 282,402 HVN , ini disebabkan atom-atom yang ada bergerak dan mulai membentuk susunan fasa yang lebih setabil, dan proses annealing mengalami penurunan sebesar 172,78 karena disebabkan pendinginan secara perlahan -lahan jadi bahan menjadi lunak dan memperbaiki butir-butir logam

Kesimpulan

Setelah melakukan serangkaian analisa sifat fisis dan mekanis pada

tooth bucket excavator dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut:

a. Berdasarkan uji komposisi kimia Dari hasil pengujian komposisi kimia baja paduan didapatkan prosentase unsur utama, yaitu: mangan (Mn) sebesar 1,0875%, merupakan unsur yang harus selalu ada didalam baja. Penambahan unsur mangan (Mn) didalam baja paduan menambah kekuatan, meningkatkan keuletan, kekerasan, ketahanan aus dan

ketahanan panas. Sehingga logam ini dapat digolongkan sebagai baja mangan, karena unsur mangan paling dominan dan digolongkan baja ASTM A 487 karena pembuatannya dicetak, dipanaskan, dikeraskan, dan dicor.

b. Berdasarkan uji struktur mikro Dari hasil pengamatan struktur mikro material spesimen

raw dan material yang telah diuji

perlakuan panas (heat treatment) ada terdapat macam-macam fasa. Raw material terdapat fasa austenite, setelah mengalami perlakuan panas quenching terdapat fasa martensit.Setelah diaging terdapat fasa perlit dan ferit. Setelah di annealing terdapat fasa ferit dan perlit. c. Berdasarkan uji kekerasan

Dari hasil pengujian kekerasan

Vickers dapat dilihat harga kekerasan rata-rata yang dimiliki material spesimen raw sebesar 483,148 HVN, kemudian setelah mengalami perlakuan panas di quenching memiliki kekerasan 481,14 HVN ini sedikit menurun, setelah di aging kekerasan menurun 282,402 HVN setelah di annealing kekerasan menurun sampai 172,78 HV.

Saran

Penulis mempunyai beberapa saran yang mungkin suatu saat dapat berguna dalam proses pembuatan atau

(17)

14 pengembangan penelitian yang akan datang, beberapa saran tersebut.

1. Pemotongan spesimen diharapkan sesuai standarisasi yang telah ditentukan sebelum dilakukan penelitian

2. Pada pengujian komposisi diharapkan untuk dicocokan pada type tertentu untuk menghindari tercampurnya spesimen yang satu dengan yang lainnya, karena tiap type spesimen mempunyai bentuk yang mirip. 3. Pada saat proses heat treatment

quenching, aging dan annealing diperlukan ketelitian untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan spesimen yang akan dilakukan pengujian karena banyak spesimen yang akan diuji.

4. Pembacaan hasil pengujian pada mikroskop setelah diuji kekerasan harus dilakukan dengan sangat teliti,

5. Pembuatan spesimen uji kekerasan vickers diharapkan sesuai standarisasi yang telah ditentukan sebelum dilakukan pengujian, supaya mendapatkan data yang akurat untuk mengetahui kekerasan bahan setelah diuji.

Penulis berharap dari beberapa saran tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan penelitian-penelitian yang akan datang sehingga penelitian tersebut semakin berkembang dan bermanfaat pada bidang yang sejenis.

(18)

1

DAFTAR PUSTAKA

Agung Cahyono, 2004. Peningkatan Kualitas Kekerasan Poros Propeller Dengan

Perlakuan Panas Quenching. Laporan Tugas Akhir Fakultas Teknik Mesin

UMS, Surakarta

Ahmad Aniq Soffiyudin, 2004. Pengaruh Suhu Carburizing Menggunkan Media Arang

Batok Kelapa Terhadap Kekerasan dan Ketahanan Aus Roda Gigi Baja Aisi 4140. Laporan Tugas Akhir Fakultas Teknik Mesin UMS, Surakarta

Amstead, B, H. ; Japrie, S (Alih Bahasa), 1995, Teknologi Mekanik, Edisi Ke-7, Jilid 1, PT. Erlangga, Jakarta

Brooks, C, R. , 1979, Heat Treatment of Ferrous Alloys, Mc. Graw Hill, Singapore

Gatot Budiyanto, 2003. Pengaruh Proses Quencing dan Annealing Terhadap

Struktur Mikro dan Kekerasan Spoket Toyota Kijang. Laporan Tugas Akhir

Fakultas Teknik Mesin UMS, Surakarta

Love, G. , 1986, Teori dan Praktek Kerja Logam, Edisi ke-3, PT. Erlangga, Jakarta Niemann, G. , 1994, Elemen Mesin, Jilid 1, Edisi ke-2, PT. Erlangga, Jakarta

Sucahyo, B. , 1995, Pekerjaan Logam Dasar, Cetakan ke-1, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Sularso. ; Suga, K. , 1997, Dasar Perencanaan dan Pemilihan, Cetakan ke-9, PT. Pradnya Paramita, Jakarta

Sumanto, Drs. , 1994, Pengetahuan Bahan untuk mesin dan Listrik,

Cetakan Ke-1, PT. ANDIPRATITA TRIKARSA MULIA, Jakarta Barat

Surdia, T. ; Saito, S. , 2000, Pengetahuan Bahan Teknik, Cetakan ke-5, PT. Pradnya Paramita, Jakarta

Van Vlack. , 1992, Ilmu dan Teknologi Bahan, Edisi ke-5, PT. Erlangga, Jakarta

Van Vliet, G, L, J. ; Haroen (Alih Bahasa), 1984, Teknologi untuk Bangunan Mesin :

(19)

2

Will John, By the ASM Committe on Metallography of Steel Castings, Asm Hand Book, Vol 8: USA

WWW.Google.co.id/search?q=Gambar+Warna+Heat+Treatment+Logam&W=id&client= firefox–a&w=pjg&rls=org.moj

Gambar

Gambar 1. Diagram kesetimbangan  Besi Karbon (Fe-C)
Gambar 3.Continuous Cooling  Transformation (CCT)  4.  Diagram Time Temperatur
Gambar  9.  Spesimen  setelah  proses  heat  treatment  (quenching)  dengan  pengujian  struktur  mikro  dan  kekerasan  pada tooth bucket excavator
Gambar 11. Spesimen setelah proses  heat treatment (annealing) dengan  pengujian struktur mikro dan kekerasan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Pemakaian peralatan pelindung yang cocok (termasuk peralatan pelindung diri yang dirujuk dalam Bagian 8 dalam lembar data keselamatan) untuk mencegah kontaminasi terhadap kulit,

Berdasarkan beberapa definisi yang telah di kemukakan oleh beberapa penulis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah suatu keadaan yang

Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Noor et al., (2010) yang menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan menanggung beban

Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa, kenaikan pengeluaran pemerintah akan mempengaruhi pendapatan, dimana dengan adanya kenaikan pengeluaran pemerintah

Dimana jumlah populasi sebanyak 98 responden, metodepengambilan sampel probability sampling tehnik accidental sampling sampel, besar sampel ditetapkan menggunakan rumus

keleluasaan bentuk melengkung menciptakan ruang yang mengubah skema arsitektur menjadi sesuatu yang sampai sekarang tidak diketahui, harmoni, rahmat dan keanggunan

Dari hasil pengujian sistem kontrol hasil perancangan pada simulasi maupun implementasi dapat diambil kesimpulan bahwa proses swing-up dengan menggunakan FSC disertai aturan

Cedera ankle memiliki resiko ce- dera untuk menjadi lebih parah apabila: (1) ebelumnya sudah pernah mengalami cedera di ankle; (2) melakukan kegiatan atau