• Tidak ada hasil yang ditemukan

tata cara penjangkauan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "tata cara penjangkauan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

V. TATA CARA UPAYA PENJANGKAUAN

1. Berdasarkan laporan, petugas kesehatan melakukan verifikasi.

2. Lakukan   pemeriksaan   tanda­tanda   vital,   tekanan   darah,   denyut nadi/sirkulasi,   pernafasan   dan   suhu,   tanda­tanda   cedera   yang berhubungan   dengan   proses   pengikatan,   rentang   gerak   ekstremitas (range of motion), dan status mental.

3. Lakukan   penilaian   kebersihan,   status   gizi,   dan   kemungkinan   adanya dehidrasi.

4. Pada   orang   yang   diikat,   setelah   dilakukan   pelepasan   ikatan,   lakukan perawatan   pada   daerah   pengikatan,   pantau   kondisi   kulit   yang   diikat (warna, temperatur, sensasi, sirkulasi). 7. Jika   pasien   dalam   kondisi   terkontrol   dan   kooperatif,   berikan

penangananan nonemergency.

8. Melakukan rujukan bila diperlukan sesuai dengan alur penangan kasus pasung.

9. Melatih keluarga untuk dapat merawat klien di rumah.

Gejala Agresivitas yang harus diwaspadai:

(2)

9. sulit tidur; 10. marah­marah;

11. mudah terpancing emosi yang dapat meningkat menjadi perilaku yang mengancam;

12. ketidakmampuan untuk menganalisa situasi dengan baik; 13. sensitif;

14. dendam

15. merasa tidak aman; 16. merusak lingkungan.

Tindakan untuk mengatasi kondisi agresif:

Referensi

Dokumen terkait

bentuk negatif, tetapi ia dapat dengan mudah mengatasi perasaan marah dan kesalnya dengan merubah emosi negatif menjadi emosi positif yaitu perasaan simpati, empati terhadap

Perilaku golput yang tidak lagi menjadi sebuah isu, melainkan sebuah gerakan yang disinyalir dapat mengancam keberlangsungan sistem kenegaraan, maka fatwa haram tersebut

  Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke

Pasien dengan perilaku kekerasan mengungkapkan emosi terhadap kejadian yang dianggapnya mengancam dan merupakan suatu bentuk respon kecemasan terhadap kebutuhan yang tidak

Pasien dengan perilaku kekerasan mengungkapkan emosi terhadap kejadian yang dianggapnya mengancam dan merupakan suatu bentuk respon kecemasan terhadap kebutuhan yang tidak

- Magnet lunak adalah logam yang sangat mudah dijadikan menjadi magnet ,tetapi setelah menjadi magnet mudah dihilangkan kemagnetannya (tidak dapat menyimpan sifat

yang ditandai dengan perilaku sombong, egosentris, emosi tidak stabil, menarik perhatian dengan afek yang labil, mudah tersinggung namun dangkal. perilaku

Perilaku disfungsional dalam penelitian ini adalah perubahan perilaku auditor yang dapat mengancam auditor yang dapat mengancam suatu sistem audit meliputi