• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI TEKNIK JOHARI WINDOW PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 PACITAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI TEKNIK JOHARI WINDOW PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 PACITAN."

Copied!
206
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI

MELALUI TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X

DI SMK NEGERI 1 PACITAN

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Citra Wahyu Sernika

NIM 09104244014

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI

MELALUI TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X

DI SMK NEGERI 1 PACITAN

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Citra Wahyu Sernika

NIM 09104244014

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI

MELALUI TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X

DI SMK NEGERI 1 PACITAN

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Citra Wahyu Sernika

NIM 09104244014

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

(2)

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN

yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.

Yogyakarta, Oktober 2013

Pembimbing I

Pembimbing II

Sugiyatno, M. Pd.

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

NIP. 19711227 200112 1 004

NIP. 19780622 200501 2 001

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN

yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.

Yogyakarta, Oktober 2013

Pembimbing I

Pembimbing II

Sugiyatno, M. Pd.

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

NIP. 19711227 200112 1 004

NIP. 19780622 200501 2 001

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN

yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.

Yogyakarta, Oktober 2013

Pembimbing I

Pembimbing II

Sugiyatno, M. Pd.

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

(3)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya

sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang

ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan

mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

Tanda tangan dosen penguji yang tertera dalam halaman pengesahan

adalah asli. Jika tidak asli, saya siap menerima sanksi ditunda yudisium pada

periode berikutnya.

Yogyakarta, Oktober 2013

Yang menyatakan,

(4)

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan

dinyatakan lulus.

DEWAN PENGUJI

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

Tanggal

Sugiyatno, M. Pd.

Ketua Penguji

.

..

Dr. Budi Astuti, M. Si.

Sekretaris Penguji

.

..

Dr. Edi Purwanta, M. Pd.

Penguji Utama

.

..

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

Penguji Pendamping

.

..

Yogyakarta,

..

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

Dekan,

Dr. Haryanto, M. Pd

NIP. 19600902 197802 1 001

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan

dinyatakan lulus.

DEWAN PENGUJI

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

Tanggal

Sugiyatno, M. Pd.

Ketua Penguji

.

..

Dr. Budi Astuti, M. Si.

Sekretaris Penguji

.

..

Dr. Edi Purwanta, M. Pd.

Penguji Utama

.

..

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

Penguji Pendamping

.

..

Yogyakarta,

..

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

Dekan,

Dr. Haryanto, M. Pd

NIP. 19600902 197802 1 001

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI

TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1

PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah

dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan

dinyatakan lulus.

DEWAN PENGUJI

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

Tanggal

Sugiyatno, M. Pd.

Ketua Penguji

.

..

Dr. Budi Astuti, M. Si.

Sekretaris Penguji

.

..

Dr. Edi Purwanta, M. Pd.

Penguji Utama

.

..

Isti Yuni Purwanti, M. Pd.

Penguji Pendamping

.

..

Yogyakarta,

..

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

Dekan,

Dr. Haryanto, M. Pd

(5)

MOTTO

Pikiran Anda bagaikan api yang perlu dinyalakan,

bukan bejana yang menanti untuk diisi

(Dorothea Brande)

Orang mendapatkan bukan dari apa yang dimintanya,

tapi dari apa yang diberikannya

(Daryanto

Penulis cerita motivasi)

(6)

PERSEMBAHAN

Karya ini penulis persembahkan untuk :

Agama, Nusa dan Bangsa

Ayah, Ibu, Adikku dan seluruh keluarga

Sahabat-sahabat tercinta

(7)

PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI

MELALUI TEKNIK

JOHARI WINDOW

PADA SISWA KELAS X

DI SMK NEGERI 1 PACITAN

Oleh

Citra Wahyu Sernika

NIM 09104244014

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa

kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan melalui teknik

Johari Window

.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (

action research

)

yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart.

Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi

dan refleksi. Subyek penelitian diambil melalui teknik

purposive sampling

.

Subyek dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa kelas X DKV-1 SMK Negeri 1

Pacitan. Tindakan dalam penelitian ini merupakan kegiatan-kegiatan yang

berkaitan dengan cara membuka diri berdasarkan perubahan daerah diri dalam

Johari Window.

Teknik ini membantu siswa dalam mengenali bagian-bagian

dirinya dan orang lain di sekitarnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan

skala keterbukaan diri, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Analisis

data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik

Johari Window

dapat

meningkatkan keterbukaan diri pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan.

Peningkatan dibuktikan dengan hasil skor skala keterbukaan diri rata-rata

pre test

sebesar 90,7;

post test I

sebesar 113,4; dan

post test II

sebesar 129,3. Hasil

tersebut telah diperkuat dengan hasil wawancara dan observasi terhadap subyek

yang menunjukkan bahwa siswa merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi

dengan orang lain dan dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapinya

dengan baik, serta gerak tubuh siswa jauh lebih rileks dan mampu lebih akrab

menjalin kedekatan dengan orang lain.

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayat dan

karunia-Nya. Hanya dengan pertolongan dari Allah SWT penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterbukaan Diri Melalui

Teknik

Johari Window

pada Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan .

Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna

memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Jurusan Psikologi Pendidikan dan

Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan

dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati perkenankanlah

penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah

memberikan fasilitas kemudahan dan izin penelitian.

2.

Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah berkenan

memberikan izin dalam penyusunan skripsi.

3.

Bapak Sugiyatno, M. Pd. selaku dosen pembimbing I yang telah begitu baik

dan cermat terhadap perencanaan dan pelaksanaan tindakan yang dilakukan

oleh penulis hingga terselesaikannya skripsi ini

4.

Ibu Isti Yuni Purwanti, M. Pd. selaku dosen pembimbing II yang selalu

bersedia memberikan inspirasi dan melatih kemandirian pada penulis sejak

awal penyusunan skripsi ini.

5.

Bapak Agus Triyanto, M. Pd. selaku dosen penasehat akademik yang telah

(9)

6.

Bapak Dr. Edi Purwanta, M. Pd. sebagai penguji utama beserta Ibu Dr. Budi

Astuti, M. Si. sebagai sekretaris penguji, yang dengan cermat dan terbuka

dalam memberikan masukan dan arahan terhadap kekurangan hasil penelitian

penulis ketika ujian hingga terselesaikannya skripsi ini.

7.

Seluruh dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah

memberikan banyak ilmu, wawasan dan pengalamannya selama penulis

mengikuti perkuliahan.

8.

Ayahku Agus Taslim, Ibuku Mardiyah, dan juga adek tercinta Helma Julio

Sandita, terima kasih tak terhingga atas do a dan dukungan yang diberikan

tanpa henti serta menjadi motivasi terbesar dalam hidup penulis. Karya ini

kupersembahkan untuk kalian.

9.

Bapak dan Ibu Guru SMK Nergeri 1 Pacitan yang telah memberikan ijin

penelitian dan membimbing peneliti secara langsung di lapangan.

10. Siswa kelas X SMK Negeri 1 Pacitan, atas kerjasamanya yang baik dalam

proses penelitian.

11. Sahabat sekaligus keluarga terdekatku di kota pelajar ini: Feri Rahmawati,

Dewi Fatimah, Oktantri Rujiantika Pratami, Septya Muti Fadhila, Eka Aryani,

Sinok Daevik Arista. Kalianlah yang selalu ada dalam suka duka penulis dan

tidak pernah lelah dalam mengingatkan penulis untuk mengerjakan

tugas-tugas dan kewmemberikan dorongan dalam melaksanakan penelitian ini serta

banyak mengisi kehidupan penulis selama di Jogja,

(10)

memberikan banyak warna, inspirasi dan motivasi selama masa-masa kuliah.

Semoga silaturahmi kita semua tidak akan pernah terputus. Amiin.

13. Kakak-kakak senior BK yang telah membantu dalam memberikan arahan dan

bantuan dalam penyusunan skripsi.

14. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam segala hal yang tidak dapat

penulis sebutkan satu-persatu.

Semoga semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan dan

bimbingan mendapatkan balasan dari Tuhan YME. Penulis menyadari bahwa

skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat menerima

saran, komentar dan kritik yang membangun. Semoga skripsi ini dapat berguna

bagi semua pihak yang membutuhkan. Amin.

Yogyakarta, Oktober 2013

(11)

DAFTAR ISI

...

hal.

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN... ii

HALAMAN PERNYATAAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

HALAMAN ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN

... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 11

C. Pembatasan Masalah ... 12

D. Rumusan Masalah ... 12

E.

Tujuan Penelitian ... 13

F.

Manfaat Penelitian ... 13

B

AB II KAJIAN TEORI

... 15

A. Keterbukaan Diri ... 15

1.

Pengertian Keterbukaan Diri ... 15

2.

Prinsip Keterbukaan Diri ... 17

3.

Aspek-aspek Keterbukaan Diri ... 20

4.

Tingkatan-tingkatan Keterbukaan Diri... 24

5.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterbukaan Diri ... 26

(12)

...

hal.

7.

Fungsi Keterbukaan Diri ... 30

8.

Manfaat Keterbukaan Diri... 32

B. Remaja dan Perkembangannya ... 37

1.

Pengertian Remaja... 37

2.

Klasifikasi Masa Remaja... 38

3.

Ciri-ciri Remaja... 39

4.

Tugas Perkembangan Remaja ... 41

5.

Perkembangan Sosial Remaja ... 43

C. Konseling Kelompok... 44

1.

Pengertian Konseling ... 44

2.

Pengertian Konseling Kelompok ... 45

3.

Tujuan Konseling Kelompok ... 46

4.

Tahap-tahap Konseling Kelompok... 47

5.

Manfaat Konseling Kelompok ... 50

D. Teknik

Johari Window

... 51

1.

Pengertian

Johari Window

... 51

2.

Bagian-bagian Diri

(Self)

... 53

3.

Prinsip-prinsip Perubahan Bagian Diri dalam

Johari Window

... 55

4.

Keunggulan dan Kelemahan Teknik

Johari Window

... 59

5.

Syarat Memberikan Umpan Balik... 60

6.

Teknik

Johari Window

dalam Meningkatkan Keterbukaan Diri .. 62

7.

Peran Konselor dalam Pemberian Teknik

Johari Window ...

66

E. Kerangka Berpikir ... 67

F. Hipotesis Tindakan... 69

BAB III METODE PENELITIAN

... 70

A. Pendekatan Penelitian ... 70

B. Subyek Penelitian... 71

C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 71

(13)

...

hal.

E. Rencana Tindakan ... 72

1.

Pra Tindakan ... 72

2.

Pemberian Tindakan... 73

F. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ... 77

G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 83

1.

Uji Validitas Instrumen ... 83

2.

Uji Reliabilitas Instrumen ... 86

H. Teknik Analisis Data... 87

I.

Kriteria Keberhasilan ... 89

B

AB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

... 90

A. Hasil Penelitian ... 90

1. Lokasi dan Waktu Penelitian... 90

2. Data Subyek Penelitian ... 92

3. Langkah Sebelum Pelaksanaan Tindakan ... 94

4. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Siklus I... 95

5. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Siklus II... 110

B. Pembahasan ... 123

C. Keterbatasan Penelitian ... 132

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

... 133

A. Kesimpulan... 133

B. Saran... 134

(14)

DAFTAR TABEL

...

hal.

Tabel 1. Ciri-ciri Orang Terbuka dan Tertutup ... 22

Tabel 2. Kisi-kisi Angket Keterbukaan Diri (sebelum uji coba) ... 79

Tabel 3. Skor Skala Keterbukaan Diri... 80

Tabel 4. Kisi-kisi Pedoman Observasi ... 81

Tabel 5

Kisi-kisi Pedoman Wawancara... 83

Tabel 6. Rangkuman Item Gugur dan Item Sahih ... 85

Tabel 7. Kisi-kisi Angket Keterbukaan Diri (setelah uji coba dengan

nomor baru) ... 86

Tabel 8. Kategori Skor Keterbukaan Diri... 88

Tabel 9. Waktu Pelaksanaan Tindakan... 91

Tabel 10. Hasil Skor Pre Test Subjek Penelitian... 93

Tabel 11. Skor

Post Test I

Subjek Penelitian... 106

Tabel 12 Skor Perbandingan

Pre Test

dan

Post Test I

Subjek Penelitian ... 107

Tabel 13. Skor

Post Test II

Subjek Penelitian ... 119

Tabel 14. Skor Perbandingan

Pre Test, Post Test I

dan

Post Test II

Subjek

Penelitian ... 120

(15)

DAFTAR GAMBAR

...

hal.

Gambar 1.

Johari Window ...

52

Gambar 2.

Kemungkinan

Johari Window

pada Seseorang... 57

Gambar 3. Susunan Wilayah Pada Awal Membangun Relasi ... 63

Gambar 4 Susunan Wilayah Pribadi Setelah Membangun Kedekatan

Hubungan ... 65

Gambar 5. Skema Kerangka Berpikir ... 69

Gambar 6. Proses Penelitian Tindakan ... 72

Gambar 7. Visualisasi

Johari Window

pada

Pre Test...

93

Gambar 8. Visualisasi

Johari Window

pada

Post Test I ...

98

Gambar 9. Visualisasi

Johari Window

pada

Post Test II...

111

Gambar 10. Grafik Peningkatan Keterbukaan Diri Siswa Pasca Tindakan.... 111

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

...

hal.

Lampira n 1. Skala Keterbukaan Diri (Sebelum Uji Coba) ... 139

Lampiran 2. Hasil Uji Validitas ... 144

Lampiran 3. Hasil Uji Validitas Melalui SPSS 16 ... 145

Lampiran 4. Skala Keterbukaan Diri (Setelah Uji Coba)... 148

Lampiran 5. Pedoman dan Hasil Observasi ... 152

Lampiran 6. Pedoman dan Hasil Wawancara ... 159

Lampiran 7. Teknik

Johari Window ...

164

Lampiran 8. Skor

Pre Test

Keterbukaan Diri ... 176

Lampiran 9. Skor

Pre Test, Post Test I,

dan

Post Test II

Subyek Penelitian ... 177

Lampiran 10. Lembar Kegiatan Siswa ... 178

Lampiran 11. Dokumentasi Kegiatan ... 180

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

!

"

# $

% & '

( '

)

' (

$ %

( ( " #

( ( "

* ++,,

$ -

(18)

0 10 234 35678 9:78 ; <7 =8 38 436 >7?7 4 @7 <= 8; 21:27 ;=A 0 1< 18 ;67?=A >78 0 18;38 ;6 7?678 ?=6=:78 >78 ? 1:7@ 7788B7C D1:7@778 B7 8 ; >= 38;6 7?678 >7?7 4 0 1:= 8;78678 2 1278 B7 8 ; ? 1:875 >=7 <70=CE 14= 7?9 :78 ; 010 1 :< 36789:78 ; <7=8 B7 8 ; >7?7 4 >=?1:F 7B7= 38 436 018;38 ;6 7?678 5 7<G57 < ? := 27 >= 8B7C H <15 6 7 :187 = 4 3A@ 1@19:78 ;57:3@>7?7 441:23676 1?7 >79:78 ;<7 =8 C

I958@98 JK7 :B70 LC M 7=87 3 N /OOP Q 018 38 R 366 78 275S 7 = 8 >= T=>3 B7 8 ; 070? 3 >7<70 6 14 1:2367 78 >=:= JU VWX YZU [ W\U ]^ V

)

7678 >7?7 4 0 18 ;38 ;67? 678 >= := @1F7 :7 4 1? 7 4 A 41:236 4= 070? 3 018 B1@37=678 >= :=

(

_Y_`aZ bV

)

A < 12= 5 ? 1:F7B7 >= := @18 >= := A <12= 5 6 90? 1 4 18 A >7?74 >= 78 >7 <678 A <1 2=5 0 70? 3 21:@ =67? ? 9@ = 4= cA ? 1:F7B7 4 1:57 >7? 9:78 ; <7=8 A <12= 5 92R 16 4=cA >78 4 1:2367 C E 127 <=68B7 = 8 >= T=>3 B7 8 ; 6 3 :78 ; 070 ? 3 >7 <70 010 2367 >= := JU VWX YZ U[ W \U]^ V

)

41:236 4= 4=>76 070? 3 0 18 B1@37=678 >=:= A6 3:78 ;?1:F7B7 >=:=A4= 023<? 1:7@7 78 476 34A F10 7@ A 0 1:7@ 7:18 >75>=:=A>784 1:4 343?C

d3:78 ;8B7 2 1:27 ;7= =8c9:07@= >7 := 9:78 ; <7=8 >7?74 0 10? 18 ;7:35= 6 1@157 478 018 47 < A 038 F 3< 0 7@7 <75 G07@7 <75 ? @= 6 9<9;= @ B7 8 ; 0 18B7 8 ;6 34 5 3238;78 = 8 41 :? 1:@98 7 <A B78 ; ? 7 >7 765=:8B7 @1F7 :7 4= >76 <78 ;@ 38 ; >7?74 0 10? 18;7 :35= 6 1@15 747 8c= @= 68 B7 Cd14=67 =8 >=T= >30 1:7@ 7678 7> 76 16 3:78;78 >7<70 >=:= 27= 6= 4 3 6 1@ 7 <7578 B78 ;4 1<75>=? 1 :23747 47 3? 3857 <G57 < B78 ;2 1<30 >=6 1475 3=A 418 4 38 B7 =8>=T= >3 @ 78;7 4 01023 435678 9:78 ; < 7= 8 38 4 36 0 18 >7?74678 = 8 c9:0 7@ = B7 8 ; @12 187 :8B7 418 478 ; >= :=8 B7C d9038=67@ = @ 1? 1:4= =8=0 10 234 3567830?7827 <= 67;7 :>7? 7 421:c38 ;@ =@1F7:79? 4= 07 < C

(19)

h ijk il mnop nj qijr nq ns jtn tnj k s ilnu rv w nh vj q nr n xjr nj k yxjrnj k z n{ no |}~€  nh mj q nr n p ijtnsnnjjtn‚ h n{ v u ƒnjtnp „onjk sio ms nh n q non o ih nw n tnj k hio n{n snp ms ns nm hnlm h ijkihmpnp nj q ijr nq nsjtn {i…no n s ioƒ mp n‚ { ilnv j vsm q non { v{ † n li ƒv u …ijr io mj k q n{v ‡ r nlnh ƒiorv {p m{ v p iqnr n k mom ns nmq mj s ihnj ys ihnjjtn r nlnh p ikvns nj ƒ ilnw no h ijk nw no rv { ip„lnu€ˆn up nj sv r np {irv pv s r nov o ihnw n tnj k hn{vu ƒilmh ƒv{n s io ƒmpn hij k ij nv hn{ nlnu qovƒnrv jtn p iq nrn „o nj k s mnjtn€ ‰l iu p no ij n vs m‚ r nq ns rv {v hq ml p nj ƒnu† n q no n { v {†n {iƒ nknv {i„o njk oih nwn h n{ v u h io n{ n h nlm r nj snp ms h ijkmj kpnqp nj pivjkv jnj r nj qijr nq ns jtn ƒnvp rv lv jkp mj knj pil mnok n‚ { ip„lnu‚r njhn{tno np ns€

Šihq ns ƒil nwno q io snhn r nj q nlv jk q ij sv jk r nlnh q iop ih ƒnj knj p iqov ƒnrvnj {i{i„onj k nr nlnu r nlnh l vjkp mj k nj p ilmnokn€ ‹„hmjvp n{ v rnl nh p ilmnokn {nj knsl nu qij svjk mj smp h il nsv u p iwmw mo nj njnp p iq nrn „o nj k s mn€ Œ„l n n{ mu „o njk s mn ƒio q ijk nomu sio u nr nq p ihnhq mnj { i„o nj k nj np r nl nh ƒiop„h mjv p n{v €‰o nj ks m n { iƒnvpjtnh ihƒiov p njp i{ihq nsnj p iqnr nnjnpjtn mj smp h ijkmj kpnqp nj qio n{ n nj r nj qvpv o njjtn mj smp hih msm{ p nj { mns m unl € Œiov j snu r nj j n{ v uns tnjk rv ƒiovp nj „o nj k s mn {inp nj †nwvƒ rv l np mp nj „l iu nj npjtn snjq n p„hmjvpn{ v r mn no nu€ nl v jv { iovjk hijti ƒnƒpnj q ioƒ ir nnj q io{iq{ v rvnj s no n p ir mnjtn‚ rnj ƒnkv tnj k svr np { iq nunh r nqns hijtnl nuy kmj npnjp iqio… ntnnjtn jksilnurv ƒ iovp nj€

(20)

–—–˜ ™š›–œ ––  ž š™–Ÿ–   ›–  ¡ ¢– £  œšœ˜– £ Ÿš¡–  ž š¤˜ —˜ ¥– ¦– § ¨ šŸ–  ¡ž– © ¤ š›œ£ž– ™— 𠛤˜ž–¤–¡£ ›– ¡¢ – £ – Ÿ–¢ – ¥ ª š ¦– ª™– £ž–  ™šœ – ¦– ¡Ÿ£¤˜ — ˜ ¥ž–    ›–  ¡¢– £ —š—– ¡Ÿ£ ›£ £ Ÿ£«£ Ÿ˜— š›œš¤˜ —§¬ šŸ˜– ™› œšœ¦– ¡Ÿ–™– —¤ 𛢖  ¡œ ˜  ¡ œ š­– ›– œš›š—–ž – ™–¤ £¢ – —š›®– Ÿ£ ž š™– Ÿ– ž šŸ˜– ¤ 𢖠¥ ™£¥–ž –ž–  ªšª¤˜– ¥ž– ›š¢–œ£¦–  ¡—š›¤˜ž –– —–›–£ Ÿ£«£ Ÿ˜Ÿš¡–  ›–  ¡¢ – £ §

¯£ ¡ž– — žš—š›¤˜ž ––  ™–Ÿ– œš—£– ™  ›–  ¡ ¤š›¤ šŸ– —£ ¡ž– —–¦–© ž ¥˜œ˜œ  ¦– ˜ —˜ž ªš¦– —–ž–  žš– Ÿ–– ¦– ¡ œ š¤ š–›¦– —š ›®– Ÿ£ ™–Ÿ– Ÿ£›£ ž £ —– § °–¢– ª ª–œ¦–›–ž – — — š›Ÿ– ™– — œ 𤠖¡£–    ›–  ¡ ¦–  ¡ ª˜ Ÿ– ¥ ˜ —˜ž —š›¤˜ž– — š—–  ¡ œ š ¡–¢– ¥–¢ ¤–£ž ™£ž £›– © ™š›–œ ––© Ÿ–  ™š¡–¢–ª–  ¦– Ÿ š¡–    ›–  ¡ ¢– £§ ±– ª˜ Ÿ£ œ £œ £¢ –£  –Ÿ–™˜¢–œš¤–¡£–   ›–  ¡ ¦–  ¡ ª š›–œ – žšœ ˜¢£—–˜ —˜žª š¡˜  ¡ž–™ž–  Ÿ£›£¦– œ š ­– ›– —š›¤˜ž– ª š¡š– £ œ ˜–—˜ —  ™£ž Ÿš¡–    ›–  ¡ ¢– £ © ž– ›š– Ÿ– ™–— Ÿ£™š¡– ›˜ ¥£  ¢š¥ ™› œšœ £Ÿ£ «£Ÿ˜ Ÿ–¢ – ª ¤ š›œ œ£–¢£œ –œ £ Ÿš¡–  ¢ £  ¡ž˜¡– œ šž £ —– ›¦–²°š³–—– ›£©´ µµ¶·§

(21)

ÄÅÆÅÇÈÉÄ Ê ÊË ÌÍÇÍÎ Ï ÊÄ Ê ÌÍÊ ÊÄ ÊË Ï ÅË Ð ÊÑ ÊÏÍ ÄÅÒÉÑÍ Æ ÊË ÈÅÇÄ ÓÏÉËÍÄ ÊÒÍ ÌÅ ËÐÊË ÓÇÊË ÐÑÊÍ ËÔ

ÕÅ ÆÅÇ ÈÉÄ Ê ÊË ÌÍÇÍ ÖÊË Ð ÌÍÑÊÄ ÉÄ ÊË ÓÑÅ× ÇÅÏÊØ Ê ÈÍ ÊÒ ÊËÖÊ ÌÍ ÉË ÐÄÊÙÄ ÊË ÏÅËÐÅË ÊÍ× ÊÑÚ× ÊÑÖÊËÐÈÅÇÒÍ ÛÊÆÉÏ ÉÏÎÒÅÙÅÇÆÍÏ Ê Ò ÊÑ Ê× ÆÇÅËÌ ÎÐÊ ÖÊ×ÍÌ ÉÙ Î× ÓÈÍÎ ÙÅËÐ ÊÑ ÊÏÊË ×ÍÌ ÉÙ Î Ì ÊË Ñ ÊÍË ÒÅ ÈÊÐ ÊÍ Ë ÖÊÔ Ü ÅÌ ÊË ÐÄ ÊË × ÊÑ ÖÊË Ð ÈÅÇÒÍ Û ÊÆ Ä× ÉÒ ÉÒ ÒÅÙÅÇÆÍ × ÊÑË ÖÊ ÏÊÒ ÊÑ Ê× ÙÇÍÈÊÌÍ ÖÊË Ð ÒÅÌÊË Ð ÌÍ ÊÑÊÏ ÍË ÖÊ ÝÞ ÅÇÑÅ Ð ÊÎ ßÅ ÆÆ Ò Î Ì ÊË à ÅÆÇ ÓËÍ ÓÎ áââãäÔ ß ÊÒÊ Ç ÅÏ ÊØ Ê ÏÅÇÉÙ ÊÄÊË ÏÊÒ Ê ÖÊË Ð Ù ÅË É× Ä ÓË ÛÑÍ Ä Î × ÊÑ Í ËÍ ÏÅËÍÏÈÉÑÄ ÊË ÄÅÇÅ ÒÊ×ÊË Ì ÊË Ä ÓË ÆÇ ÊÌÍÄ ÒÍ Ù ÊÌÊ ÇÅ Ï ÊØ ÊÔ Ü ÅÑ ÊÍË ÍÆÉÎ ÇÅÏÊØÊ Ø ÉÐÊ ÏÅÏÍÑÍ ÄÍÄÅ ÈÉÆ É× ÊËÉË Æ ÉÄÏÅÏÈÉÄ ÊÌÍ ÇÍÌÍÑÍ ËÐÄ ÉËÐÊËÒ ÓÒÍ ÊÑËÖÊÔåÅÏÊØ ÊÖÊËÐ ÏÅÏÍÑÍ ÄÍ ÄÅÏÊÏÙ ÉÊË ÄÅÆÅÇ ÈÉÄ ÊÊË ÌÍÇÍ ÊÄÊË ÌÊÙ Ê Æ Ï ÅËÅÇÍ Ï Ê ÒÅ ÐÊÑÊ ÄÅ ÑÅ ÈÍ× ÊË Ì ÊËÄÅÄ ÉÇ ÊË Ð ÊËÌÍ ÇÍËÖÊÏÊÉÙ ÉËÓÇÊË ÐÑ ÊÍ ËÔ

ß ÊÒ ÊÑÊ× Ä Å ÆÅÇ ÈÉÄÊÊË ÌÍÇÍ ÇÅÏ ÊØÊ Ò ÊÑ Ê× Ò ÊÆ ÉËÖÊ ÌÍ ÊÑÊÏ Í ÓÑÅ× ÒÍÒæ Ê ÌÍ Ü ßÕçáàÊèÍÆÊËÔà Ç ÓÛÍ Ñé ÊÏÊÆÊËÜ ß ÕçÅ ÐÅ ÇÍáàÊèÍÆÊËÊÌ ÊÑÊ×ê ëÉÑ ÉÒ ÊËÖÊËÐ ÈÅÇÄ ÉÊÑÍÆÊÒ Î×ÊËÌ ÊÑÌ ÊËÉËÐÐÉÑÎÏ ÅÏ Ù ÉËÖÊÍÅ Æ ÓÒÄ ÅÇØ ÊÖÊË ÐÆÍ Ë ÐÐÍÎÈÅÇÍ Ï ÊËÌ ÊË ÈÅÇ ÆÊ

qwa serta berbudi pekerti luhur, tanggap dan peduli terhadap lingkungan .

Keenam hal ini merupakan syarat penting dalam kesuksesan karirnya.

Kebiasaan cara berinteraksi dengan orang lain perlu dilatih sejak dini untuk

mempersiapkan diri menuju dunia masyarakat. Keterbukaan diri menjadi hal

terpenting untuk dibiasakan dalam interaksi di lingkungan sekolah. Namun

pada kenyataannya di SMKN 1 Pacitan, khususnya siswa kelas X yang masih

memiliki keterbukaan diri yang rendah.

(22)

SMKN 1 Pacitan tanggal 3 November 2012 hingga 5 April 2013. Berdasarkan

hasil wawancara dengan guru pembimbing, guru menemukan kendala dalam

berkomunikasi yang dialami oleh siswa kelas X di SMKN 1 Pacitan. Beberapa

bulan yang lalu, terdapat sebuah masalah yang cukup membuat resah suasana

di salah satu kelas X. Terdapat siswi yang sering pingsan tanpa sebab yang

jelas. Teman-temannya yang lain sering merasa direpotkan karenanya. Guru

pembimbing mencari informasi lebih dekat melalui pendekatan pada orang tua,

membawakan hasil bahwa ternyata siswi tersebut tidak memiliki riwayat sakit

yang berat dan di rumah dia tidak pernah pingsan.

Peneliti juga mewawancarai beberapa siswa di kelas tersebut dan benar

adanya bahwa informasi tersebut menguatkan dugaan siswa lain yang ternyata

dia tidak sungguh-sungguh pingsan dan hanya ingin diperhatikan. Hal ini

membuat suasana kelas menjadi tidak kompak karena tidak adanya

keterbukaan yang diharapkan dari masing-masing siswa. Padahal, seharusnya

keterbukaan diri dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dapat dipercaya.

Informasi tentang diri harus diberikan dengan sengaja serta pesan yang

disampaikan adalah benar adanya (Floyd, 2009: 107-112). Disini kejujuran

menjadi prinsip penting dalam melakukan keterbukaan diri seseorang, karena

akan berkurang manfaatnya jika individu menyampaikan pesan yang tidak

sesuai kebenarannya. Hal ini dapat menghambat terjadinya proses komunikasi

interpersonal dan fungsi pesan yang sesungguhnya.

Peneliti juga melakukan observasi di dalam kegiatan layanan bimbingan di

(23)

selalu dipancing untuk selalu berpartisipasi dan mengandalkan keaktifan guru

BK dalam memberikan bimbingan. Tidak sedikit siswa yang tidak berani

mengungkapkan hal yang belum diketahuinya kepada guru. Siswa juga jarang

yang mau untuk konsultasi dengan guru bimbingan dan konseling ketika

mempunyai masalah.

Kurangnya keterbukaan diri siswa juga dirasakan oleh beberapa guru mata

pelajaran di sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika guru memberikan

materi pelajaran tidak banyak siswa yang aktif atau berani bertanya atau

berpendapat kepada guru atau temannya. Hal ini terbukti ketika guru

memberikan pertanyaan di kelas, tidak sedikit siswa yang berani menjawab.

Informasi yang diperoleh dari siswa, yaitu siswa hanya mau membuka dirinya

pada guru-guru tertentu saja. Padahal orang yang mempunyai keterbukaan diri

yang baik, individu akan lebih dapat menerima dan mencari sumber informasi

untuk dirinya dari berbagai pihak (Brooks & Emmert; Jalaluddin, 2011: 134).

Siswa masih membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan barunya di

sekolah karena siswa berasal dari berbagai macam latar belakang keluarga,

tempat tinggal dan sekolah sebelumnya. Siswa yang masih memiliki

keterbukaan diri yang rendah ditandai dengan sikapnya yang kurang percaya

diri,

minder,

dan

pemalu.

Tidak sedikit siswa

yang

kurang dapat

mengungkapkan permasalahan secara terbuka kepada orang lain, siswa

cenderung pendiam, menutup diri, dan sulit untuk bergaul dengan orang lain.

(24)

terutama pada siswa perempuan yang tidak pernah membaur dengan siswa

kelompok lain, dan selalu bergaul dengan teman yang sama. Siswa kurang

dapat membaur dengan teman laki-laki di kelasnya. Begitu juga dengan siswa

laki-laki, beberapa siswa masih cenderung pasif dalam pergaulannya di kelas

dan lebih menutup dirinya. Sebagian siswa laki-laki lain tidak jarang

meninggalkan kelas ketika kegiatan belajar mengajar berlangung karena

suasana kelas yang kurang nyaman bagi siswa.

Jika dilihat dari segi prestasi, siswa yang cenderung pasif tersebut

memiliki prestasi yang rendah dan tidak termasuk dalam sepuluh besar di

kelasnya. Namun, keterbukaan diri yang rendah juga terjadi pada siswa

berprestasi di kelasnya. Hal ini sangat disayangkan oleh wali kelas, karena

siswa yang berprestasi tinggi jika tidak didukung dengan kemampuan

berkomunikasi yang aktif akan terbatas wawasannya dalam kehidupan sosial

dan karir ke depannya nanti.

Myers (1993, 495) menemukan hasil penelitian yang menarik bahwa di

mana ketika dua orang saling membuka diri dan memberikan informasi secara

mendalam dengan menanyakan apa yang disukai dan tidak disukai dari dirimu

sendiri? atau hal apa yang paling memalukan atau membanggakan darimu?

merupakan suatu pembukaan rahasia dan menjadi dasar seseorang mampu

terbuka dan menerima keadaan dirinya. Oleh karena itu, proses komunikasi

yang efektif di mana terdapat proses saling memberi dan menerima umpan

balik perlu ditanamkan untuk menjalin hubungan yang dekat antar individu.

(25)

oleh diri sendiri maupun orang lain akan dapat terungkap karena proses

keterbukaan diri dan umpan balik tersebut. Bentuk bantuan agar siswa

mempunyai keterbukaan diri yang baik yang dapat dilakukan oleh peneliti

adalah melalui bimbingan kelompok dengan teknik

ìíîïð ñòñ óôíõ ö

Teknik

ìíîïð ñ òñ óôíõ

belum pernah diterapkan pada kegiatan bimbingan

dan konseling, karena guru pembimbing lebih memperhatikan dan bersikap

fleksibel dalam penanganan masalah siswa di sekolah yang cenderung dinamis

dibandingkan yang bersifat teoritis. Pendekatan yang dilakukan lebih bersifat

universal namun tetap mengacu pada program yang telah dirancang. Guru

bimbingan dan konseling mengharapkan pada peneliti untuk dapat membantu

menyelesaikan permasalahan keterbukaan diri siswa kelas X melalui konseling

kelompok dengan menggunakan teknik

ìíîïð ñòñóôíõ ö

Secara teoritis,

ìíîïð ñòñóôíõ

terdiri dari empat bilik kepribadian. Dalam

Supratiknya (1995: 18) tujuan keterbukaan diri agar peserta dapat mengenal

tiga daerah dalam diri masing-masing yang dilukiskan dari

ìíîïð ñ òñó ôíõ

,

yaitu daerah terbuka, daerah buta, dan daerah tersembunyi. Keunggulan teknik

ini dapat membantu siswa memperluas daerah kesadaran dirinya dalam daerah

terbuka, dan mempersempit daerah yang tidak diketahuinya. Sedangkan

kelemahan dari teknik ini adalah dibutuhkan energi untuk menyembunyikan,

menyangkal, atau menjadi buta terhadap perilaku yang melibatkan interaksi.

Oleh karena itu, di dalam praktiknya, siswa diajak untuk berlatih membuka diri

(26)

Penggunaan teknik

÷øùú ûü ýü þÿø

telah terbukti efektif sebelumnya pada

penelitian yang dilakukan oleh Eris Triana ( 2012) yang berjudul Keefektifan

Permainan

÷øùúûü ýü þÿ ø

terhadap Pembentukan Konsep Diri pada Remaja

Panti Asuhan Sinar Melati 7 Al- Quddus . Hal ini dapat dilihat dari hasil uji

statistik yang diperoleh sebesar 2,805 dengan nilai signifikansi (p) sebesar

0,005 (p=0,05). Dengan demikian, maka ada pengaruh positif permainan

÷øùúûüýüþÿø

terhadap konsep diri remaja di Panti Asuhan Sinar Melati 7

Al-Quddus Yogyakarta.

Penelitian yang kedua berjudul Peningkatan Keterbukaan Diri Melalui

Bimbingan Kelompok Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta Tahun

Ajaran 2008/2009 oleh Isnaeni Kurniawati (2009), dengan hasil adanya

pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan keterbukaan diri

siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta. Semakin sering siswa melakukan

layanan bimbingan kelompok, semakin tinggi keterbukaan diri siswa. Hal

tersebut ditunjukkan pada nilai rata-rata

û

adalah 110,60 nilai tengah

110,00 sedangkan nilai rata-rata

ø

adalah 116,80 nilai tengah 117,50.

Pengamatan dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh

peneliti-peneliti sebelumnya membuat peneliti-peneliti hendak melakukan Penelitian Tindakan

Kelas (PTK) dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa melalui teknik

÷øùúûü

ýü þÿø

di SMKN 1 Pacitan, sehingga siswa lebih mampu mengungkapkan

dirinya kepada orang lain serta dapat merasakan kepuasan dalam menjalin

(27)

dapat meningkatkan keterbukaan diri pada siswa kelas X di SMKN 1

Pacitan.

B, Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diidentifikasi masalah

sebagai berikut:

1. Siswa belum mampu mengungkapkan permasalahan secara terbuka kepada

orang lain, banyak siswa cenderung pendiam, menutup diri, dan sulit untuk

bergaul dengan orang lain.

2. Siswa harus selalu dimotivasi oleh guru agar ikut aktif di dalam proses

pembelajaran di sekolah.

3. Terdapat salah satu kelas yang kurang kompak karena tidak adanya

keterbukaan yang diharapkan dari masing-masing siswa.

4. Dalam proses belajar mengajar di sekolah, tidak sedikit siswa memiliki

keterbukaan diri yang rendah terhadap guru, terbukti banyak siswa

cenderung diam dan tidak berani berpendapat kepada guru.

5. Pada kelas X DKV-1 terdapat kelompok-kelompok diantara para siswa,

terutama pada siswa perempuan yang tidak pernah berganti posisi duduk,

dan selalu bergaul dengan teman yang sama.

6. Jika dilihat dari segi prestasi, siswa yang cenderung tertutup memiliki

prestasi yang cukup rendah dan tidak termasuk dalam sepuluh besar di

(28)

keterbukaan diri yang rendah, hal ini sangat disayangkan oleh wali

kelasnya.

7. Pemberian layanan dan penanganan masalah yang dilakukan oleh guru

bimbingan dan konseling bersifat fleksibel dan cenderung dinamis

dibandingkan yang bersifat teoritis.

8. Teknik

belum pernah diterapkan sebelumnya oleh guru

bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan pada siswa di

sekolah.

C. Pembatasan Masalah

Untuk lebih mengarahkan penelitian ini pada permasalahan pokok

sebagaimana telah diuraikan di atas, serta memperjelas ruang lingkup

masalahnya, maka peneliti membatasi masalah penelitian pada peningkatan

keterbukaan diri siswa melalui teknik

di SMK Negeri 1

Pacitan

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang telah diuraikan di atas maka penulis

mengemukakan dan memperjelas ruang lingkup masalah penelitian yang

(29)

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan maka tujuan yang

ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterbukaan diri

siswa kelas X di SMKN 1 Pacitan melalui teknik

.

F. Manfaat Penelitian

1.

Manfaat Teoritis

Secara teoritis, manfaat penelitian ini adalah untuk menambah khasanah

peningkatan keterbukaan diri siswa melalui teknik

.

Dengan bertambahnya kajian ilmu ini diharapkan dapat dikembangkan

penelitian-penelitian lanjutan dalam topik yang sama maupun berbeda.

2.

Manfaat Praktis

Ditijnau dari segi manfaat praktis, maka manfaat penelitian ini adalah:

a. Bagi siswa

Meningkatkan kemampuan keterbukaan dirinya dengan baik kepada

orang lain sehingga siswa dapat merasakan kepuasan dalam menjalin

hubungan dengan orang lain.

b. Bagi guru Bimbingan dan Konseling

Guru bimbingan dan konseling mendapatkan sumbangan tentang

(30)

mengembangkan layanan dalam bidang pribadi dan sosial terkait

(31)

! " "

KAJIAN TEORI

A. Keterbukaan Diri

1. Pengertian Keterbukaan diri

K

#

t

#

r

$%&' '()*

r

* +#

ru

,' &'(

s

'- '.

s

'

tu

/'&0 12

y

'( 3)* $%0

u

.&'( )'-'+

.%$%(3'( *(0 #

r

,#

rs

1('-

,

&'

r

# (' )#(3 '( ')'(

y

' ,# (3

u

(3& ','( )*

r

*

s

#

s

#12'(3 )', '

t

+# (3

u

(3&',& '( ,# ()','

t

(

y

'

,

,#

r

'

s

''((

y

'

,

4*

t

'

-

4*

t

'(

y

'

)'(

s

# $'3'* (

y

'

, s

# .*(33 ' + #+

u

(4

u

- &'( .%$%(3 '( &#

t

#

r

$%&''(

(Qurr

10

u

-5

.R.

5

s

'()*

& H

'+*+

R

16

y

*)*

, 2010).

S

* )(#

y J

1%2'

r

)

(H

'(6 # (7

1982: 215)

+# (

y

'

t

'& '( $'.8 ' &#

t

#

r

$%&'' (

)*

r

* ')'- '.

su

'

tu

$#(0

u

& &1+

u

(* &'

s

* )*+'('

s

#

s

#12'(3 $#

rs

# )*' +# (3

u

(3& ',&'( *(/12+ '

s

*

t

# (0'(3 )*

r

*(

y

'

. K

#

t

#

r

$%&''( )*

r

* )','

t

)*-*.'

t

)#(3 '( + #+ $#

r

* & '( *(/ 12+ '

s

*

y

' (3 )*

s

#+ $%(

y

* &'( )'( +# (9')* &'((

y

' )*&#

t

'.%* 1-# . 12 '(3 -'*(:

S

# (')' )#( 3'(

y

'(3 )*

u

(3&',& '( 1- # .

D

#

V

*

t

1

(2008: 37)

$'.8 '&#

t

#

r

$

u

&''()*

r

*')'- '.

su

'

tu

$#(0

u

&&1+

u

(*&'

s

*)*+'('

*(/12+'

s

*

t

#(0'(3 )*

r

*

y

'(3 $* '

s

'(

y

' )*

s

*+,'( '

t

'

u

)*

s

#+$%(

y

* &' (7 )*&1+

u

(*&'

s

*&'( &# ,')' 12'(3 -'*(:

S

#-'(9

ut

(

y

'

,

,')' &#

t

#

r

$%&' '( )*

r

*

,

&1+

u

(* &'

s

*

y

'(3

t

#

r

9')*

s

# )* &*

t

(

y

' )*- '&%& '( 1- # . )%' 12 '( 3

. S

#

s

# 12 '(3

t

* )'& +

u

(3&*()','

t

+# +$%&')*

r

*&# ,')')*

r

* (

y

'

s

# ()*

r

*

,

*(/12+'

s

* .'

rus

)','

t

)*

t

#

r

*+ ')'()*+ #(3#

rt

*

s

# )* &*

t

(

y

'1-# .6'

tu

12'(3

.

(32)

t

=>? @> A BC

r

C C >BC

v

C B

u

D =E @B @ F

r

@>A G @C> BC H @> @ FI@>A G@C>

t

CB @D @D@>

H =H @J@HC KCD @ C>BC

v

CB L

t

=

rs

=M L?

t

C B @DH=>A@

t

@D@>>

y

@

. F

G F

y

B

(2009: 107)

K

u

A@ H=>

y

@

t

@D @> M @JN@ D =

t

=

r

M LD @@> BC

r

C @B @G@J

t

C >B @D @>

y

@>A BC G @D LD @> B => A@>

su

>AA

u

J

-su

>AA

u

J B @G @H H=H M =

r

C D @> C> O FIH@

s

C D =E @B @ FI@>A G@C>

t

=>? @> A BC

r

C>

y

@

y

@>A BC

y

@DC>C M @JN@ FI@>A G@C> M =G

u

H H=> A@

t

@J

u

C

C> OFIH@

s

C

t

=

rs

=M L?

.

I

>A=

Hut

@ A@G

u

>A

(2007: 28)

K

u

A@H =>

y

@

t

@D@> M @ JN@ D =

t

=

r

M LD @ @> BC

r

C

H =

ru

E @D @> E=

r

C G @D L D FH

u

>C D @

s

C

y

@>A BC G @D LD @> C>BC

v

CB L

s

=P@

r

@

s

=>A@ K@ H => K@BC D @> BC

r

C >

y

@ BC D=

t

@JLC FG =J E CJ@D G@C> Q

K

=

t

=

r

M LD@@> BC

r

C

t

=

r

K @BC @E @MCG@ C >BC

v

CB L

s

=P@

r

@

su

D @

r

=G @ H => P =

r

H C>D @> H=> A=> @C BC

r

C>

y

@ D=E @B@ FI@>A G @C >R

s

=JC>AA@ FI @> A

t

=

rs

=M L? H => K @BC

s

=>@> A D @

r

=> @ H=>B@E @

t

D @> C> OFIH@

s

CG@> A

su

>AB@

r

C

y

@>AM=

rs

@>AD L?@>B @

r

CE@B @

su

H M =

r-su

HM=

r

G@C > Q

S

=B @> AD@>

, Su

EI @

t

C D>

y

@

(1996: 61)

H=> A@

rt

C D @> M @JN@ D =

t

=

r

M LD@@>

BC

r

C @B @G @J H =>A

u

>AD@ED @>

r

=@DSC C >BC

v

C B L

t

=

r

J@B@E

s

C

tu

@

s

C

y

@>A BC J@B @EC>

y

@ D =E@B @ F

r

@> A G @C > B@> H =HM =

r

CD @> C > OFIH @

s

C

t

=>?@>A H@

s

@ G@G

u y

@>A DC

r

@>

y

@ M=

r

H@> O@@

t u

>?

u

D H=H @J @HC

r

=@DSC C >BC

v

C B L BC H @

s

@

s

=D @

r

@>A

. K

=

t

=

r

M LD@@> BC

r

C H =

ru

E @D @> EI FS=

s y

@> A H =GCM @

t

D @> D =

s

@B@

r

@>

BC

r

C @

t

@

u r

=D @

s

C C >BC

v

C B L

t

=

r

J@B @E

su

@

tu

D=DC >C @>R

s

=

su

@

tu

BC H @

s

@ G @HE @

u

y

@>A H=H M L@

t

C>BC

v

CB L M =

r

=@DSC B=>A@> P @

r

@

t

=

rt

=>?

u t

=

r

J@B @E H @

s

@ DC>C

,

B @>

s

=

su

@

tu

BC H@

s

@ B=E @>

y

@>A BC E =

rt

@

ru

J D @> B => A@>

r

= @DSC C>BC

v

CB L

t

=

rs

=M L?

. S

=G @> K

ut

>

y

@

, Wr

C AJ?

s

H@>

(Tr

C

D

@

y

@DC

s

>C

, 2007:104)

H=>

y

@

t

@D @>
(33)

TU

wu

V

u

TWXYTXZX [W\ ]U X

t

XY[\ [^X ]U_\

r

X

s

X XYTX YUY `ab [X

s

UT\Y ]XYabXY] ZXUY c

H

XZ

t

\

rs

\ ^de TU TdWdY] aZ\f _\YTX_X

t

TX

r

U

M

ab

t

aY

(Tr

U

D

X

y

X WU

s

YU

,

2006:104)

^Xf g X W\

t

\

r

^

u

WXXY TU

r

U [\

ru

_ XWXY W \]U X

t

XY [\ [^X ]U _ \

r

X

s

XX Y

TXY UY `ab[X

s

U

y

XY ] X WbX^ T\Y ]XY a

r

XY ] Z XU Y c

I

Y `a

r

[X

s

U TU TXZX[ W\

t

\

r

^dWX XY TU

r

U U YU ^\

rs

U`X

t

T\

s

WbU_eU` X

t

X

u

\

v

X Z

u

X

t

U `

. D

\

s

WbU _eU` X

rt

U Y

y

X UYTU

v

UTd [\Z

u

WU

s

WXY ^\

r

^X]XU `XWeX [\Y ]\Y XU TU

r

U

s

\YTU

r

U

, y

XY ] [

u

Y]WU Y ^\Z

u

[ TU W\

t

XfdU aZ \f ab XY] ZXUY h

s

\_\

rt

U V\YU

s

_\ W\

r

VXXY h XZX [X

t,

TXY

us

UX

.

S

\TXY]W XY \

v

XZ

u

X

t

U

v

\ X

rt

U Y

y

X U YTU

v

U Td [\Y]\[

u

WXWXY _\YTX_X

t

X

t

X

u

_\

r

X

s

X XY _bU ^XTUY

y

X

s

\_ \

rt

U

t

U_\ abXY ]

y

XY ] TU

su

WXU X

t

X

u

fXZ

-

f XZ

y

X Y ] TU

su

WXUX

t

X

u

TU^\Y iU

.

P

\Y]\

rt

U XY W\

t

\

r

^dWX XY TU

r

U

y

X Y ] TU

ut

X

r

XWXY aZ \f ^\ ^\

r

X_ X XfZU TU

X

t

X

s,

TX_X

t

TU

t

X

r

UW W\

s

U[_dZ XY ^Xf gX W\

t

\

r

^dWX X Y TU

r

U XTXZXf

su

X

tu

^\Ye

u

W Wa [

u

YU WX

s

U

y

XY ] TUZ XWd WXY

s

\ iX

r

X

s

\Y]XVX T \Y ]XY iX

r

X [\ [ ^X]U _UWU

r

X Y TXY U Y `ab[X

s

U

t

\YeXY] TU

r

U Y

y

X

s

\fUY ]]X [\Y VXTUW XY TU

r

U Y

y

X TU W\

t

XfdU aZ \ f abXY ]ZXU Y c

2. Prinsip Keterbukaan Diri

K

\

t

\

r

^dWX XY TU

r

U [\ [UZ UWU ^\ ^\

r

X_X _

r

U YjU _ TX

s

X

r y

XY ] _\

r

Z

u u

Ye

u

W
(34)

k

.

K

l

t

l

r

mno k kp qr

r

r qr s ko

u

o kp q lptkp

su

ptt

u

u

-su

p tt

u

u qkp qkvk

t

qr vl

r

wk

y

k

. I

pxyz{k

s

r

t

lp| kp t qr

r

r u k

rus

qrm l

r

rokp q lp tkp

s

lptk} k

s

l

rt

k vl

s

kp

y

kptqr

s

k{ vkrokpkq ks kum lpk

r

kqkp

y

k

.

m ~

K

l

t

l

r

mno k kp qr

r

r{l

ru

m kuo ls

u

k

s

kp q kpo lq ksk{ kpunmnp tkp vl

rs

yp ks

.

 € ‚ƒ „ƒ … †‡ˆ ‰Š ‹

u

ŒŠ Š ŽŠ ˆ Š ˆ

y

Š ‘ ‡ˆ ’

s

’ˆ “” •†Š

s

’

y

Š ˆ ‰  ŠŒ Š

t

’‡

t

Š –

u

’ ” — ‡– ”•Šˆ‰ —Š ’ˆ Š—І Œ ‡ˆ‰‡† ŽŠ ˆ ‰Šˆ –˜Ž ˜ ˆ ‰Šˆ ™ € šƒƒ ›ƒ… †‡ˆ ‰Š ‹

u

ŒŠ  Š—ŠŒ ’

s

Š ˆ’ ˆ “”•† Š

s

’† Šˆ Š

y

Šˆ‰ ŠŒ Š

t

 ’ ‡†

u

Š ŠˆŒŠ Š” •Šˆ‰—Š’ˆ™ w

.

K

l

t

l

r

mno k kp qr

r

r m l

r

m lqk

-

m lq k qksk{

s

l

t

r kv unmnp tkp ~

T

r q ko

s

l{

u

k

o lq ksk{ kp q kp ols

u

k

s

kp qr

u

p tokvo kp olvkqk

s

l{

u

k yzkpt

. M

k

s

r pt

-{ k

s

rp t rpqr

v

rqnm l

r

u ko{ lp

y

r{vkpmlm l

r

kvkr px yz{ k

s

r

t

lp|kptqr

r

r p

y

k

t

kp vkqro l

t

kunrys luyz kpt

-

y

r

kpt

t

l

rt

lp|

u.

q ~

K

l

t

l

r

mno k kp qr

r

r {l{m

utu

uo kp vzyœ l

s. K

lko

r

km kp qrm kpt

u

p

s

lr

r

rp t m l

r

} kskpp

y

k

w

ko|

u

qlp tkp

s

ksr pt { lpwk

r

r

t

kun q kp

s

ksr pt { lp t

u

ptokvo kpqr

r

r

,

{ ko k

s

l{korpm kp

y

koo ls ls

u

k

s

kkprpx yz{ k

s

r

y

kpt ko kp{l

r

lo ko l

t

kunr

.

l

.

K

l

t

l

r

mno k kpqr

r

r{l{ mn

tu

uo kp

t

r {m ksm ksr o ~

K

l

t

ro krpqr

v

rqn{l{mno k qr

r

r vkq k yzkpt skr p r p qr

v

r qn

s

kp tk

t

{lptu k

r

k vo kp yzkpt skrp

u

p|

u

o { lp kpttkvrp

y

kol{m ksr

.

x

.

K

l

t

l

r

mno k kp qr

r

r q kvk

t

{ l{ vnp

y

kr m kp

y

ko {ko

su

q q kp

tu

}

u

kp

. S

l

t

rkv rpqr

v

rqn

y

kpt { ls konokp o l

t

l

r

mno k kp qr

r

r vk

st

r { l{vnp

y

kr ksk

s

kp

t

l

rt

lp|

u, s

lvl

rt

r rp tr p qr

t

l

r

r { k

,

{ lp }ks rp o l

r

}k

s

k{ k

,

qr

s

onœr

,

(35)

ž

.

K

Ÿ

t

Ÿ

r

 ¡¢£ £¤ ¥¦

r

¦ ¥¦ §Ÿ¤ž£

ru

¨¦ ©ª Ÿ¨ « Ÿ¤¦

s

¢Ÿª£ ¬¦ ¤ ¥£¤ ¢ Ÿ ¡¥£

y

££¤ ­ ®¥£¤

y

£ £¤žž£ §£¤  £ ¨¯£

w

£¤¦

t

£ ¥£ §£

t

¬ Ÿª£¢¡ ¢£¤ ¢ Ÿ

t

Ÿ

r

 ¡¢£ £¤ ¥¦

r

¦ ªŸ ¦¨ £¤

y

£ ¢¥£

r

¦§£¥ £§°¦£

,

¥¦¬ £¤£¬ £

s

¦ ¤ ž

-

¬ £

s

¦ ¤ž¬ Ÿ

r

Ÿ¢£¬Ÿ¬§¡¤

y

£ ¦

t

£

t

£±£

r

£

t

Ÿ

rs

Ÿ¤¥¦

r

¦¥£ª£¬¬Ÿ¬ ¡¢£¥¦

r

¦

.

S

Ÿª£¦¤ Ÿ¬§£

t

§°¦¤ ²¦ § ¢ Ÿ

t

Ÿ

r

 ¡¢££¤ ¥¦

r

¦

y

£¤ž ¥¦

u

¤ž¢£ §¢ £¤ ©ª Ÿ¨

F

ª©

y

¥ ³

£ ¨ª¦ ª£¦ ¤

y

£ ¦

tu D

Ÿ

r

ª Ÿ ž£

, G

´Ÿª£¢

& O

¬£´

u (T

£

y

ª ©°

, 2009: 334)

«

u

ž£ ¬ Ÿ¬   Ÿ

r

¦ ¢£¤  Ÿ  Ÿ

r

£ §£ £ª£

s

£¤

ut

£¬£ ¥£

r

¦ ¢ Ÿ

t

Ÿ

r

 ¡¢££¤ ¥¦

r

¦

.

µŸ

r

¦ ¢¡¶ §Ÿ¤« Ÿª£

s

£¤¤

y

£

:

£

. P

Ÿ¤ Ÿ

r

¦¬ ££¤· ©²¦£ ª

I

¤¥¦

v

¦ ¥¡ ¬ Ÿ¤ž

u

¤ž¢ £ §¢ £¤ ¦¤ ¸©°¬£

s

¦

t

Ÿ¤¶ £¤ž ¥¦

r

¦¤

y

£ ž

u

¤£ ¬Ÿ¤¦ ¤ ž¢£

t

¢ £¤ §Ÿ¤Ÿ

r

¦¬ £ £¤

s

©²¦£ ª ¥£¤ £ž£

r

¦¤¥¦

v

¦ ¥¡ ¥¦

su

¢£¦ ©ªŸ¨ ©°£¤žª£¦¤ ­

  ­

P

Ÿ¤ žŸ¬  £¤ž£¤¹

u

 ¡¤ž£ ¤

µŸ

r

  £ž¦ ¦ ¤ ¸©°¬£

s

¦ §°¦ £¥ ¦ ¥£¤ ¢ Ÿ

y

£ ¢¦¤£¤ §

r

¦  £¥¦ £¥£ª£ ¨

s

£ ª£ ¨

s

£

tu

±£

r

£

u

¤¶

u

¢¬ Ÿ¤ž£

w

£ ª¦¨¡  ¡¤ ž£¤¥ £¤  Ÿ

r

žŸ

r

£¢¢ Ÿ£

r

£ ¨¦ ¤¶¦ ¬£

s

¦

.

±

. E

¢ ² §°Ÿ

s

¦

D

¦

r

¦

M

Ÿ¤ žŸ¢ ² §°Ÿ

s

¦ ¢£¤§ Ÿ

r

£

s

££¤¥£ §£

t

¬Ÿ¤ž

ur

£¤ž¦

str

Ÿ

ss.

¥ ­

K

ª£

r

¦¸¦¢£

s

¦

D

¦

r

¦

D

Ÿ¤ž£¤   Ÿ

r

  £ž¦ §Ÿ

r

£

s

££¤ ¥£¤ §Ÿ¤ ž£ ª£¬ £¤ §°¦   £¥¦ ¢ Ÿ§£¥£ ©°£¤ž ª£¦ ¤ ³ ¦¤¥¦

v

¦¥¡ ¥£§£

t

¬Ÿ¬ §Ÿ

r

©ª Ÿ¨ §Ÿ¬ £ ¨£¬ £¤ ¥ £¤ ¢ Ÿ

s

£¥£

r

£¤

y

£ ¤ž ª Ÿ ¦¨ª

u

£

s.

Ÿ

. K

©¤¶

r

©ª

S

©²¦£ ª

I

¤¥¦

v

¦ ¥¡ ¬

u

¤ž¢¦ ¤ ¬ Ÿ¬  ¡¢£ £

t

£

u

¬Ÿ¤

y

Ÿ¬  

u

¤

y

¦¢£¤ ¦ ¤¸©°¬£

s

¦

t

Ÿ¤¶ £¤ ž ¥¦

r

¦¤

y

£

s

Ÿ  £ž£¦£ª£

t

¢ ©¤¶

r

©ª

s

©²¦£ ª

. I

¤¥¦

v

¦ ¥¡¬

u

¤ ž¢¦¤ ¥£ §£

t

¬Ÿ¤ Ÿ¢£¤¢£¤

t

©§¦¢ £

t

£

u

¦ ¥ Ÿ

y

£ ¤ž ¬ Ÿ¤ ±¦ §¶ £¢£¤ ¢ Ÿ

s

£¤  £¦ ¢ ¥¦ ¬ £

t

£ §Ÿ¤¥ Ÿ¤ž£

r.

µŸ

r

¥ £

s

£

r

¢ £¤§°¦ ¤ ²¦ §

-

§°¦ ¤

s

¦§

y

£¤ž¥¦«Ÿª£

s

¢£¤©ª Ÿ¨  Ÿ  Ÿ

r

£ §££ ¨ª¦¥¦£

t

£

s,

¥£§£

t

¥¦

s

¦¬§¡ ª¢£¤  £ ¨¯£ ¢ Ÿ

t

Ÿ

r

 ¡¢ ££¤ ¥¦

r

¦ ¥¦ª£¢¡¢£¤ ¥ Ÿ¤ž£¤

su

¤žž

u

¨

-su

¤ žž

u

¨ ¥£¤ ¥ £ §£

t

¥ ¦ §Ÿ

r

±£

y

£

,

¬ Ÿ¤ž

u

 £ ¨ ¢Ÿª

u

£

s

£¤ ¥£¤ ¢Ÿ¥£ª£¬ £ ¤
(36)

º»¼ º ½¾¿¼ À»

ru

Á ½ ÂÃ ¿Á Ä ¿¼½

s

ſà »Æ ½¼ º » ¼ Å¿ÇȺ»

y

»» ¼

. S

¿Ã » ½¼ ½

tu

»Ã»

s

» ¼

ut

» Æ»

s

¿

s

¿Â É» ¼ À ƿû Å

u

Å» ¼ Å¿

t

¿

r

Ç

u

Å» » ¼ º ½

r

½ »º»Ã »Á ¾¿¼¿

r

½Æ»» ¼

s

Â Ê ½»Ã

,

¾¿¼À¿Æ Ç»¼À» ¼Á ÈÇȼ À»¼Ë¿ÅÊ ¾É¿

s

½º ½

r

½

,

Åû

r

½Ì½Å»

s

½º ½

r

½

,

º» ¼Å ¼Í

r

ÂÃ

s

Â Ê ½»Ã

.

3. Aspek-aspek Keterbukaan Diri

R

ÎÏÐ Ñ

r

Ò

W

Ó

st & Ly

ÔÔ

H. Tur

Ô Ó

r (

ÒÑÕÑÖ

H

» ƺ» ¼

Juw

» ¿¼½

, 2009)

ÖÓ Ô ×ÓÖ

u

ØÑØÑÔÙÓÙÓ

r

ÑÚ ÑÑ

s

ÚÓ ØÒ ÑÕ ÑÖØ Ó

t

Ó

r

ÙÛØ ÑÑÔÒ Î

r

Î

y

Ñ Î

tu:

»

.

K

ÓÕ

u

Ñ

s

ÑÔ

(

Ü ÝÞß à áâ

)

M

ÓÔ ×Ñ Ï

u

Ø ÓÚÑ ÒÑ Ö Ñ ÏÑÖ

t

ãÚ ÎØ

y

ÑÔ × ÒÎÒ Î

s

ØÛ ä ÎØ ÑÔÒ ÑÕÑÖ

su

Ñ

tu

Ð ÛÙÛ Ô× ÑÔ å

K

ÓÕ

u

Ñ

s

ÑÔ Ö ÓÔ ×Ñ Ï

u

Ú Ñ ÒÑ Ù ÑÔ æÑØÔ

y

Ñ çÓ ÔÎ

s

ÎÔ èãé Ö Ñ

s

Î

y

ÑÔ × Ò ÑÚ Ñ

t

Ò ÎØ Ó

t

ÑÐ

u

Î

ãÕ ÓÐãéÑÔ×Õ ÑÎÔÒÑÕÑ ÖÚÓÔ×ÓÖ ÙÑÔ× ÑÔÐÛÙÛ Ô ×ÑÔå Çê

W

ÑØ ë

u

Ø ÓÕ

u

Ñ

s

ÑÔ

(

Ü ÝÞß àáâáìíÞ

)

î Ó

r

Ð ÛÙÛ Ô× ÑÔÒÓÔ ×ÑÔç

u

ÖÕ ÑÐ

w

ÑØ ë

u y

ÑÔ×Ò ÎÐ Ñ Ù Î

s

ØÑÔãÕ ÓÐ ÚÑ

s

ÑÔ × ÑÔÒÑÕÑÖ ÙÓ

r

ØãÖ

u

ÔÎØ Ñ

s

Î

s

Ñ

tu s

Ñ Ö ÑÕ Ñ ÎÔ ÔæÑ ÖÓ Ô ×Ó Ô Ñ Î ÙÓ

r

ÙÑ× ÑÎÖ Ñ ÏÑ Ö

t

ãÚ ÎØ å

W

ÑØë

u

y

ÑÔ × Ò Î×

u

ÔÑØÑÔ ÒÓ Ô× ÑÔ

s

Ó

s

Ó ã éÑÔ× ÑØ ÑÔ ÏÓ ÔÒÓ

ru

Ô × ÖÓÔÎÔ ×ØÑ

t

Ø ÑÔ

ØÓÖ

u

Ô ×ØÎÔÑÔ

t

Ó

r

ç ÑÒ Îト ØÓ

t

Ó

r

ÙÛ ØÑÑÔ ÒÎ

r

Î

.

P

Ó ÖÎÕ ÎÐÑÔ

w

ÑØ

tu y

ÑÔ×

t

ÓÚÑ

t

s

ÑÔ× Ñ

t

ÚÓ ÔëÎÔ ×

u

Ôë

u

Ø ÖÓÔ ÓÔ ë

u

ØÑÔ ÑÚÑØ ÑÐ

s

Ó

s

Ó ã éÑÔ × Ò ÑÚ Ñ

t t

Ó

r

ÙÛØ Ñ Ñ

t

Ñ

u

t

ÎÒ ÑØ å

D

ÑÕÑÖ ØÓ

t

Ó

r

ÙÛØÑÑÑÔ ÒÎ

r

Î ÎÔÒÎ

v

ÎÒÛ Ú Ó

r

Õ

u

ÖÓ ÖÚÓ

r

ÐÑ

t

ÎØ ÑÔ Ø ãÔ ÒÎ

s

Î
(37)

ï

.

K

ð ñò óò ôò õ

(

ö ÷øù ú

)

M

ð

ru

û

u

ü ýòñò

t

þ õÿüò

t

üðþõþ ôòõ

y

ò õ ÿ ô ð õÿò

r

ò üòõ ñþ

s

ü þ ôð õÿðõòþ

su

ò

tu t

ýþ ü

M

ðõ

ut P

ðò

rs

õ üð ñòóòô ò õ üð

t

ð

r

u

üò ò õ

t

ð

r

ò ÿþ ò

t

ò

s

ñò

ñþ ô ð õ þ

y

ò ü õþ üð

t

ð

r

üò ò õ ñþ

r

þ

y

òõÿ ñò õÿ üòó ñòõ

y

òõ ÿ ñòóò ô

.

K

ð

t

ð

r

üòòò õñþ

r

þ

y

ò õ ÿñ òõÿ üòóþ ò

s

òõ òñþ

u

õÿ üò ýüòõüðýòñò òõÿ

y

ò õÿ

ò

ru

ñþ üð õò ó

. K

ðýò ñò ò õÿ

t

ð

rs

ð þò

s

ò õ ò ñþð

r

þ

t

ò üò õ ò

s

ý ðü

-

ò

s

ý ðü ÿð ÿ

r

òþ

s t

ð õòõÿ ñþ

r

þ ô þ

s

ò óõ ò õò ô ò

,

ñò ð

r

ò ò

s

ò ó ñò õ ò óòôò

t.

K

ð

t

ð

r

üòòò õ ñþ

r

þ

y

òõÿ ñò óò ô

,

ñþð

r

þ

t

òüò õ üðýò ñò òõÿ

-

òõÿ

y

ò õÿ

ô ðôþ óþüþüðñð üò

t

ò õ õÿòõ

(

ù

).

S

ut J

(

v

!

F

!

H

!

, 1995)

t

r

" !

r

! !! !" "

r

#

s

#

y

!

tu:

. K

"

r

! "!

r

s

!

K

"

r

! " !

r

s

! "

r

" "

r

!

u

$

u

"

s

!%

s

!

t

$ !

r

!

y

. I

!

v

! #

rs

!#

!

r

! # !

u

# " !

t

u

%

r

! " !

r

!

.

" &

R

s

S

s

r

s

y

r

! "

r

u

!

s

!

t

!

" !

r

!

y

# !

t

!

t

rus

rus s

"

y

!

!" ! "

.

ï

. K

'

u

'

ur

K

t

r

" !

r

! #

r

! !

s

s

r

u

# !

r

!

s

ï

r

'

u

'

ur

#

y

, s

" " # " !
(38)

M

()*+

ut

,

r

--./

& E

00(

rt (J

12 12

u

334 )

R

1.50 1

t, 2011: 134)

[image:38.595.138.517.208.491.2]

0 ()6 (0

u

. 1. 1) 7 4

r

4

-

7 4

r

4 - +1)6

t

(

r

8 *.1 31) - + 1)6

t

(

rtutu

9:

s

(9 (

rt

4

y

1)6 13 1 312 10

t

18 (2348 1

w

154 )4

:

Tabel 1. Ciri-ciri Orang Terbuka dan Tertutup

No.

Terbuka

Tertutup

1.

M

()4 214 9 (

s

1)

s

(7 1

r

1 -8;(.<4=

,

3()6 1) 0()66

u

)1. 1) 31

t

1 31) . (1;(61)2- 64. 1

M

()4 214 9 (

s

1) 8 (

r

31

s

1

r

0 -<4=

-0-<4=9 +48 134

2.

M

(0 8 (31. 1) 3 ()61) 0

u

315: 0 (2 45 1

t

)*1)/1

,

3/8

,(

r

9 4. 4

r

s

409 2 4

s

4

t

4

s,

1

rt

4)

y

1 8 (

r

9 4. 4

r

5 4

t

10 9 *<45

(t

1)9 1 )*1)/1

)

3.

,(

r

-

r

4 ()<1

s

49 13 14

s

4 ,(

rs

1)31

r

2 (8 45 8 1)

y

1. 9 131

su

0 8 (

r

9 (

s

1)31

r

49 1314

s

49 (

s

1)

4.

M

()7 1

r

4 4)=-

r

0 1

s

4 31

r

4 8 (

r

8 16 14

su

08 (

r

M

()7 1

r

4 4 )=-

r

01

s

4

t

()<1)6 . (9 (

r

71

y

1 1) - + 1)6 214) 31

r

4

su

0 8 (

r

)

y

1

s

()34

r

4

,

8 *. 1) 31

r

4

su

0 8 (

r

. (9 (

r

7 1

y

1 1)- +1)6214 )

5.

L

(8 45 8 (

rs

4=1

t

9 +-> 4

s

4- )12 31)

8 (

rs

(341 0()6

u

815

. (9 (

r

71

y

1)))

y

1

S

(7 1

r

1. 1. *0(09 (

rt

151 ). 1)31) 0 (0 (6 1)6

t

(6

u

5

s

4

st

(0 . (9 (

r

71

y

1 1))

y

1

6.

M

()7 1

r

4 9()6(

rt

4 1) 9(

s

1)

y

1 )6

t

4 31.

s

(

su

14 3()61 )

r

1)6.141) . (9 (

r

71

y

1 1))

y

1

.

M

()- 2 1.: 0 ()61814. 1 ): 0()

-34

st

- +

s

4

,

31) 0()- 21. 9 (

s

1)

y

1 )6

t

4 31. .- )/4

st

() 3()61 )

s

4

st

(0 . (9 (

r

71

y

1))

y

1

?4+4@74 +4- +1)6<(+8 *.1319 1<34 *+14. 1)/(816148 (+4. *< A 1B C()4 2149 (/1)/ (71+ 1-8;(.<4=3()61)0 ()66*) 1.1)31<131)2- 64. 1

(39)

GH

M

IJKLJMJG MNIOIPN IPJMQR SI

t

PL IP T INMPUIPJ

u

NISH

Or

IP U

t

M

r

GL O I QMGR S NIK I

t

JMJG MNIOIP N IP JMQRSI

t su

I

s

IP I I

t

I

u

PL IP TINMP UIP J

u

NISV

s

MSR PUU I NIK I

t

J MP

y

M

su

IR OIP NR

r

R NIQIJ

s

MUIQI SIQ

. L

MGR S JMJIP N IP U NLPRI

s

MW I

r

I

u

PR

v

M

rs

IQ GL OIP J MQR SI

t

NI

r

R OIWIJ I

t

ISR

t

IJNIPKL XRSH

W

. L

MGR SJ MPMOIP O IPK INIR

s

R

YIUR Z

r

IP U

t

M

r

GL OI

y

IP U KIQRPU K MP XR P U IN IQIS IK I

y

IP U NR GRWI

r

IOPI GL OIP

s

R IK I

y

IP U GM

r

GR W I

r

I

. S

MQIR P R

tu, t

RNIO

t

M

r

ROI

t

K INI ZXZ[R

t

I

s y

IP U J

ut

QIOT MSRPUUI

t

RNIOW MP NM

ru

P UW MJI

s

NIQIJ

s

M

t

R IKXRP NIOIPH

NH YM

rus

ISIJMP W I

r

RRP \Z

r

JI

s

RNI

r

R

su

JG M

r

Q IRP

Or

IP U

t

M

r

GL O I Q MGRS NIKI

t

J MP M

r

R J I NIP J MP W I

r

R

su

JG M

r

RP \Z[J I

s

R

u

P X

u

ONR

r

R P

y

INI

r

RG M

r

GIU IRKR SIOH

M

.

YM

rs

R \ I

t

K [Z]R

s

RZP IQ NIP G M

rus

IS I JMPWI

r

R R P \Z[JI

s

R

s

M

rt

I GM

rs

MNRI JMPU

u

GISOM

y

IOR PIP^ROI

t

R NIOT M

su

IRNMP U IPOMI NIIPH

_

rt

R P

y

I G M

rs

ROIK

t

MP X I

t

R\ NIP G M

r

KR OR

r

IP

t

M

r

GL OI

s

M

rt

I GM

rs

MNRI JMP NMP UI

r

K IP NIP U IP

y

IPU G M

r

Q I

w

IPIP NIP G M

rs

MNRI JMP U

u

G IS K ZTR

s

R ^ROIOMINI IPJMP USI

rus

O IPH

\

.

M

MPW I

r

R KMP UM

rt

RIP KM

s

IP

y

IP U

t

RNIO

s

M

su

IR NMPU IP

r

IP U OIR IP OMK M

r

WI

y

IIPP

y

I
(40)

`a

rs

b cde

t

a

r

` fc d

t

a

r

gdhde ea

r

`ahddi ib j db

,

ca ea

r

kd

y

d dil

s

bcdel hdi ea

r

bjdcfm

na

r

hd

s

d

r

c di

ur

dbdi hb d

t

d

s,

eaia jb

t

b dc di oai pp

u

idcdi d

s

eac ca

t

a

r

` fcd di hb

r

b o ai fq

ut J

rgi s ri

,

cd

r

ai d d

s

ea c

y

dip hb ta j d

s

cdi ja`bg `a

rs

b ud

t u

ib

v

a

rs

dj h di t a jd

s.

v

s

ea c ca

t

a

r

` f cddi hb

r

b

t

a

rs

a` fw

y

db

tu

ca`a

r

dibdio aipdo `b j

r

a

s

bcrlqd

s

ddodilhdicat

u

t

ur

dim

4. Tingkatan-tingkatan Keterbukaan Diri

D

djdo eqrs a

s

g f` fipdi b iwa

r

ea

rs

ridj

t

a

r

hded

t t

b i pcd

t

di

-t

b i pc d

t

di

y

dip `a

r

` ah d hdj do ca

t

a

r

` fcddi hb

r

b

. M

ai fq

ut P

rxa jj

(Tr

b

D

d

y

d cb

s

ib

H.,

2006:106) t

b i pcd

t

di

-t

b i pcd

t

dica

t

a

r

` fc ddihb

r

bhd jdocro

u

ib cd

s

b

y

db

tu:

d

.

nd

s

d

-

` d

s

b

M

a

ru

edcdi

t

d

r

du ca

t

a

r

`

u

cddi hb

r

b

y

dip edjb i p jaodg d

t

d

u

h dipc dj

,

w

djd

u

efi

t

a

r

h ded

t

ca

t

a

r

` fcddi hb diwd

r

d bihb

v

bh fl

t

a

t

deb

t

b h dc

t

a

r

t dhb

g f` fi pdidiw d

r

e

r

b ` dhb

.

`m

M

ao`bkd

r

dc dig dj

-

gdjjdbi

H

dj

-

g dj

y

dip hb

u

ipcdec dih dj do cro

u

ib cd

s

b g di

y

djdg

t

aiwdip rqdip
(41)

y

. M

z{

y

|

t

|}|{~| ~|

s

|{ |{€ z{|€|

t

I

{

v

 ‚ ƒ

u

„| ƒ z„|}‚}|{ } z

t

z

r

…‚}| |{ 

r

  z{~|{ … z

r

|{

ƒzƒ… z

r

}|{

su

|

tu

€z{ |€|

t

} z€| | {

v

‚ „ |{

s

zy|

r

| „ z… † ƒz{|„ |ƒ

. Hu

…‚{ ~|{

y

|{~

t

z

r

‡ |„ {ƒ

u

„ |z

r

|

t.

 ˆ

P

z

r

|

s

||{

S

z

t

|€ {

v

 ‚ |€|

t

ƒ zƒ „ } ~| ~|

s

|{ |

t

|

u

€ z{|€|

t y

|{ ~

s

|ƒ|

t

z

t

|€ € z

r

|

s

||{ |

t

|

u

zƒ‰Š

y

|{~ ƒ z{

y

z

rt

| ~| ~|

s

|{ |

t

|

u

€ z{|€ |

t

s

z

t

 |€  {

v

 ‚ |€|

t

… z

r

… z |

-

… z |

. S

z

t

 | € †‚…‚{~|{

y

|{ ~

ƒz{~ { ~{}|{ € z

rt

u

|{ |{‹|

r

€Œ …|

y

|{ ~

su

{ ~~

u

†

-su

{ ~~

u

† †|

rus

„ |†  |

s

|

r

}|{ |

t

|

u

†‚…‚{ ~|{

y

| { ~ ‡

u

‡

ur, t

z

r

…‚}|

,

 |{ ƒz{

y

|

t

|}|{€z

r

|

s

||{

-

€z

r

|

s

||{

y

|{ ~ƒz{|„|ƒ

.

z

. Hu

…‚{~|{€‚{ y|}

K

z

t

z

r

…‚}| |{ 

r



t

z„ |† „|}‚}|{

s

zy|

r

| ƒ z{| „|ƒ

,

 {

v

 ‚

y

|{ ~

ƒz{ ‡|„ { †‚…‚{~|{ |{‹|

r

€Œ …|  |€|

t

ƒz{ ~† |

y

|

t

 €z

r

|

s

||{

y

| { ~  |„|ƒ  {

v

 ‚ „ |{{

y

|

. S

z~|„| € z

rs

|†|…|

t

|{

y

| { ~ ƒ z{|„|ƒ |{

s

z‡|

t

 †|

rus

„|† … z

r

|

s

|

r

} |{ €|| } z

t

z

r

…‚} ||{ 

r

 |{ } z‡

u

‡

ur

|{

y

|{ ~

ƒ

ut

„ |} ˆ

M

z

s

}€‚{Ž ‘’“Ž ”•Ž –— ƒ z{ ‰Œ ‰{~} z

t

z

r

…‚}| |{{|ƒ

u

{} z

t

z

r

…‚}||{
(42)

žŸ ¡

u

Ÿ¢ Ÿ¢£¤¥  ¦

S

¦ ž

r

¥  

y G

ž¥§ 

rt (S. D

¨

u

¢

rs

¢

S

 £ ¨ ¢¨¢

, 2004: 2.42)

§¢¦ © ¢ ªŸ «¬¢

s

¢ £ ¢ ¥¢ ¡ ¦¬§¬ £­¢ £ ¢ £ Ÿ 

t

 

r

§¬ Ÿ¢ ¢£ ¡ ¡ ž¥ žŸž ¦¬§¬ £­¢ £ Ÿ

urv

¢¥ ž£ 

r, y

¢ ž

tu t

ž£ ­Ÿ¢

t

Ÿ «¬¢

s

¢ £ ¡  £ ®¢« ¢ ž

t

ž

t

ž Ÿ

t

 

rt

ž £­­ž «¢ ¢

t

ž£­Ÿ¢

t

Ÿ 

t

 

r

§¬ Ÿ¢ ¢£

y

¢ £ ­

s

 ¢ £ ­

(

¯ °±²³´µ ²

)

.

¶ 

r

¢

s

¢

r

Ÿ¢ £ «  £¨ ¥¢

s

¢£ ž ¢

t

¢

s,

¢«¢

t

ž

s

ž¡«¬ ¥Ÿ¢ £ §¢¦ ©¢

t

ž£­Ÿ¢

t

¢£

-t

ž £­Ÿ¢

t

¢ £ Ÿ 

t

 

r

§¬ Ÿ¢¢ £ ž

r

ž

y

¢ ž

tu

§¢

s

¢

-

§¢

s

ž

,

¡  ¡§ ž®¢

r

¢Ÿ¢ £ ¦¢ ¥

-

¦¢ ¥ ž ¥

u

¢

r

ž

r

ž £

y

¢

,

¡  £

y

¢

t

¢ Ÿ¢£ ­¢­¢

s

¢£ ¢ £ «  £¢«¢

t,

¡  £

u

£­Ÿ¢« Ÿ¢ £ «  

r

¢

s

¢ ¢£· ¢£ ¦¬§¬ £­¢ £«¬ £ ®¢ Ÿ

y

¢ ž

tu

Ÿ   Ÿ¢

t

¢ £ž£¸  

r

«  

rs

¤£¢ ¥

y

¢£­¡  £¢ ¥¢ ¡

.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterbukaan Diri

D

 

V

ž

t

¤

(2008:

38-39)

¡ £­ ¡

u

Ÿ¢ Ÿ¢ £ ¹¢ Ÿ¸ ¤º

-

¹¢ Ÿ¸¤

r

y

¢£ ­

¡ ¡«  £­¢

ru

¦ žŸ 

t

 

r

§¬ Ÿ¢ ¢£ž

r

ž¡ ¥ ž«¬ ¸ ž

:

¢

.

¶ 

s

¢

r K

 ¥ ¤¡« ¤Ÿ

K

 

t

 

r

§¬ Ÿ¢ ¢ £ ž

r

ž ¥ § ž¦ §¢ £

y

¢Ÿ

t

 

r

¨ ¢ ž ¢ ¥¢ ¡ Ÿ ¥¤¡« ¤Ÿ Ÿ ®ž¥ ¢

r

ž«¢¢

Ÿ ¥¤¡« ¤Ÿ §  

s

¢

r. D

 £ ­¢ £

s

¢

tu

«  £ £ ­¢

r,

« ž¦¢ Ÿ

y

¢£ ­ ¡  ¥¢ Ÿ¬ Ÿ¢ £ Ÿ 

t

 

r

§¬ Ÿ¢ ¢ £ ž

r

ž ¢« ¢

t

¡  

r

 

s

¢« ž

t

¢ £ ­­¢«¢ £   £ ­¢£ ® 

r

¡¢

t. S

 ¢£­Ÿ¢ £ ¢«¢§ ž ¥¢ ¢ ¢ ¥  § ž¦ ¢

r

ž

s

¢

tu

«  £ £ ­¢

t,

« ¡¢£¸¢

u

¢£

s

 «  

rt

ž ž£ž ¢« ¢

t

¡ £¨ ¢ž

su

¥ž

t,

Ÿ¢

r

 £¢

t

¢ £­­¢«¢£

y

¢ £ ­ ¡

u

£®

u

¥ «¢

st

ž §  

r

§  ¢ ¢

r

ž «  £ £ ­¢

r y

¢ £­§  

r

§  ¢

.

§»

P

 

r

¢

s

¢¢£¡ £

yu

Ÿ¢ ž

S

 

s

 ¤º¢ £ ­¡ ¡§¬ Ÿ¢ž

r

žŸ «¢¢¤º¢ £ ­

-

¤º¢ £ ­

y

¢ £ ­ž

su

Ÿ¢ ž¢

t

¢

u

ž®ž£¸¢ ž

,

(43)

½

. E

¾¿ÀÁÂà ÁÂÀ

I

ÄÁÂ

v

ÂÁÅÆ¿Ç à ÀÅÀà ÄÀ¿

t

¿

r

È ÅÀÃÃÄÁÂ

r

ÂÃ ÉÃÈ ÂÇ ÃÊËÃ Ä ÌÇÃ ÂÄÍ

u

ÌÃÆ¿Ç à ÀÅÀà Ä

À¿

t

¿

r

È ÅÀÃ Ã ÄÁÂ

r

Â

. E

¾¿ÀÁÂà ÁÂÀ ÄÂÁà ÉÃ

t

Æ¿ ÆÈ ÅÃ

t s

¿

s

¿ÊËÃ Ä ÌÆ¿

r

Ã

s

ÃÇ ¿È ÂÎ Ã ÆÃ ÄÏÄ

y

à ÆÃ ÄÏÁÃ ÄÆ¿ ÆÉ¿

r

ÀÅÃ

t

É¿

r

ÂÇ ÃÀÅÆ¿ ÆÈ Å ÀÃÁÂ

r

Â

s

¿ ÄÁÂ

r

Â

.

ÁÐ

K

Ê Æ É¿

t

¿ ÄÑ Â

Or

Ã Ä Ì

y

Ã Ä Ì ÀÊ ÆÉ¿

t

¿Ä Ç¿ È Â ÎÈÃ Ä

y

ÃÀ Æ¿Çà ÀÅÀÃ Ä ÁÃÇ ÃÆÀ¿

t

¿

r

È ÅÀÃÃÄ ÁÂ

r

Â

ÁÃ

r

 ÉÃÁÃÊ

r

Ã Ä Ì

y

ÃÄ ÌÀÅ

r

ÃÄÌÀÊ ÆÉ¿

t<

Gambar

Tabel 1. Ciri-ciri Orang Terbuka dan Tertutup
Gambar 1.,-./01 2134-5
Gambar 2.1Gambar 2.2
Gambar 3. Susunan Wilayah Pada Awal Membangun Relasi
+6

Referensi

Dokumen terkait

2016.. Hubungan Antara Minat Belajar Dan Konsep Diri Dengan Hasil Belajar Gambar Teknik Dasar Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pelatihan komunikasi interpersonal melalui teknik homeroom dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterbukaan diri

Wahyu Ika; NIM 5113342030; Hubungan Efikasi Diri Dan Dukungan Orangtua Dengan Hasil Belajar Pengolahan Makanan Indonesia Siswa Kelas XI Tata Boga SMK Negeri 3 Tebing

Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik role playing efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 4 Klaten Tahun Pelajaran

Hal ini dapat dilihat dari perolehan data hasil penelitian yaitu rata-rata disiplin diri siswa melalui layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi pada

Dalam penelitian ini, tahap evaluasi yang dilakukan ialah berupa kuesioner untuk mengukur peningkatan keterbukaan diri siswa, (6) Tahap refleksi merupakan upaya untuk

Hasil penelitian; Klien I (AR) memiliki sikap keterbukaan diri yang rendah karena kepribadian introvert dan penyesuaian diri yang rendah.Melalui layanan konseling individu

Data Pretest Kelas Kontrol Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa keterbukaan diri dengan tidak diberikan perlakuan menggunakan teknik role playing berada pada kategori