PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI
MELALUI TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X
DI SMK NEGERI 1 PACITAN
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
Citra Wahyu Sernika
NIM 09104244014
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI
MELALUI TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X
DI SMK NEGERI 1 PACITAN
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
Citra Wahyu Sernika
NIM 09104244014
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI
MELALUI TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X
DI SMK NEGERI 1 PACITAN
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
Citra Wahyu Sernika
NIM 09104244014
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
PERSETUJUAN
Skripsi yang berjudul
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN
yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.
Yogyakarta, Oktober 2013
Pembimbing I
Pembimbing II
Sugiyatno, M. Pd.
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
NIP. 19711227 200112 1 004
NIP. 19780622 200501 2 001
PERSETUJUAN
Skripsi yang berjudul
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN
yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.
Yogyakarta, Oktober 2013
Pembimbing I
Pembimbing II
Sugiyatno, M. Pd.
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
NIP. 19711227 200112 1 004
NIP. 19780622 200501 2 001
PERSETUJUAN
Skripsi yang berjudul
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN
yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.
Yogyakarta, Oktober 2013
Pembimbing I
Pembimbing II
Sugiyatno, M. Pd.
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya
sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang
ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan
mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.
Tanda tangan dosen penguji yang tertera dalam halaman pengesahan
adalah asli. Jika tidak asli, saya siap menerima sanksi ditunda yudisium pada
periode berikutnya.
Yogyakarta, Oktober 2013
Yang menyatakan,
PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan
dinyatakan lulus.
DEWAN PENGUJI
Nama
Jabatan
Tanda Tangan
Tanggal
Sugiyatno, M. Pd.
Ketua Penguji
.
..
Dr. Budi Astuti, M. Si.
Sekretaris Penguji
.
..
Dr. Edi Purwanta, M. Pd.
Penguji Utama
.
..
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
Penguji Pendamping
.
..
Yogyakarta,
..
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
Dekan,
Dr. Haryanto, M. Pd
NIP. 19600902 197802 1 001
PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan
dinyatakan lulus.
DEWAN PENGUJI
Nama
Jabatan
Tanda Tangan
Tanggal
Sugiyatno, M. Pd.
Ketua Penguji
.
..
Dr. Budi Astuti, M. Si.
Sekretaris Penguji
.
..
Dr. Edi Purwanta, M. Pd.
Penguji Utama
.
..
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
Penguji Pendamping
.
..
Yogyakarta,
..
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
Dekan,
Dr. Haryanto, M. Pd
NIP. 19600902 197802 1 001
PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI MELALUI
TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1
PACITAN yang disusun oleh Citra Wahyu Sernika, NIM 09104244014 ini telah
dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 12 September 2013 dan
dinyatakan lulus.
DEWAN PENGUJI
Nama
Jabatan
Tanda Tangan
Tanggal
Sugiyatno, M. Pd.
Ketua Penguji
.
..
Dr. Budi Astuti, M. Si.
Sekretaris Penguji
.
..
Dr. Edi Purwanta, M. Pd.
Penguji Utama
.
..
Isti Yuni Purwanti, M. Pd.
Penguji Pendamping
.
..
Yogyakarta,
..
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
Dekan,
Dr. Haryanto, M. Pd
MOTTO
Pikiran Anda bagaikan api yang perlu dinyalakan,
bukan bejana yang menanti untuk diisi
(Dorothea Brande)
Orang mendapatkan bukan dari apa yang dimintanya,
tapi dari apa yang diberikannya
(Daryanto
Penulis cerita motivasi)
PERSEMBAHAN
Karya ini penulis persembahkan untuk :
Agama, Nusa dan Bangsa
Ayah, Ibu, Adikku dan seluruh keluarga
Sahabat-sahabat tercinta
PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI
MELALUI TEKNIK
JOHARI WINDOW
PADA SISWA KELAS X
DI SMK NEGERI 1 PACITAN
Oleh
Citra Wahyu Sernika
NIM 09104244014
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa
kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan melalui teknik
Johari Window
.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (
action research
)
yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart.
Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi
dan refleksi. Subyek penelitian diambil melalui teknik
purposive sampling
.
Subyek dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa kelas X DKV-1 SMK Negeri 1
Pacitan. Tindakan dalam penelitian ini merupakan kegiatan-kegiatan yang
berkaitan dengan cara membuka diri berdasarkan perubahan daerah diri dalam
Johari Window.
Teknik ini membantu siswa dalam mengenali bagian-bagian
dirinya dan orang lain di sekitarnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan
skala keterbukaan diri, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Analisis
data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik
Johari Window
dapat
meningkatkan keterbukaan diri pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan.
Peningkatan dibuktikan dengan hasil skor skala keterbukaan diri rata-rata
pre test
sebesar 90,7;
post test I
sebesar 113,4; dan
post test II
sebesar 129,3. Hasil
tersebut telah diperkuat dengan hasil wawancara dan observasi terhadap subyek
yang menunjukkan bahwa siswa merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi
dengan orang lain dan dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapinya
dengan baik, serta gerak tubuh siswa jauh lebih rileks dan mampu lebih akrab
menjalin kedekatan dengan orang lain.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayat dan
karunia-Nya. Hanya dengan pertolongan dari Allah SWT penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterbukaan Diri Melalui
Teknik
Johari Window
pada Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Pacitan .
Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna
memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Jurusan Psikologi Pendidikan dan
Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati perkenankanlah
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah
memberikan fasilitas kemudahan dan izin penelitian.
2.
Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah berkenan
memberikan izin dalam penyusunan skripsi.
3.
Bapak Sugiyatno, M. Pd. selaku dosen pembimbing I yang telah begitu baik
dan cermat terhadap perencanaan dan pelaksanaan tindakan yang dilakukan
oleh penulis hingga terselesaikannya skripsi ini
4.
Ibu Isti Yuni Purwanti, M. Pd. selaku dosen pembimbing II yang selalu
bersedia memberikan inspirasi dan melatih kemandirian pada penulis sejak
awal penyusunan skripsi ini.
5.
Bapak Agus Triyanto, M. Pd. selaku dosen penasehat akademik yang telah
6.
Bapak Dr. Edi Purwanta, M. Pd. sebagai penguji utama beserta Ibu Dr. Budi
Astuti, M. Si. sebagai sekretaris penguji, yang dengan cermat dan terbuka
dalam memberikan masukan dan arahan terhadap kekurangan hasil penelitian
penulis ketika ujian hingga terselesaikannya skripsi ini.
7.
Seluruh dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah
memberikan banyak ilmu, wawasan dan pengalamannya selama penulis
mengikuti perkuliahan.
8.
Ayahku Agus Taslim, Ibuku Mardiyah, dan juga adek tercinta Helma Julio
Sandita, terima kasih tak terhingga atas do a dan dukungan yang diberikan
tanpa henti serta menjadi motivasi terbesar dalam hidup penulis. Karya ini
kupersembahkan untuk kalian.
9.
Bapak dan Ibu Guru SMK Nergeri 1 Pacitan yang telah memberikan ijin
penelitian dan membimbing peneliti secara langsung di lapangan.
10. Siswa kelas X SMK Negeri 1 Pacitan, atas kerjasamanya yang baik dalam
proses penelitian.
11. Sahabat sekaligus keluarga terdekatku di kota pelajar ini: Feri Rahmawati,
Dewi Fatimah, Oktantri Rujiantika Pratami, Septya Muti Fadhila, Eka Aryani,
Sinok Daevik Arista. Kalianlah yang selalu ada dalam suka duka penulis dan
tidak pernah lelah dalam mengingatkan penulis untuk mengerjakan
tugas-tugas dan kewmemberikan dorongan dalam melaksanakan penelitian ini serta
banyak mengisi kehidupan penulis selama di Jogja,
memberikan banyak warna, inspirasi dan motivasi selama masa-masa kuliah.
Semoga silaturahmi kita semua tidak akan pernah terputus. Amiin.
13. Kakak-kakak senior BK yang telah membantu dalam memberikan arahan dan
bantuan dalam penyusunan skripsi.
14. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam segala hal yang tidak dapat
penulis sebutkan satu-persatu.
Semoga semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan dan
bimbingan mendapatkan balasan dari Tuhan YME. Penulis menyadari bahwa
skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat menerima
saran, komentar dan kritik yang membangun. Semoga skripsi ini dapat berguna
bagi semua pihak yang membutuhkan. Amin.
Yogyakarta, Oktober 2013
DAFTAR ISI
...
hal.
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN... ii
HALAMAN PERNYATAAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
HALAMAN ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN
... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 11
C. Pembatasan Masalah ... 12
D. Rumusan Masalah ... 12
E.
Tujuan Penelitian ... 13
F.
Manfaat Penelitian ... 13
B
AB II KAJIAN TEORI
... 15
A. Keterbukaan Diri ... 15
1.
Pengertian Keterbukaan Diri ... 15
2.
Prinsip Keterbukaan Diri ... 17
3.
Aspek-aspek Keterbukaan Diri ... 20
4.
Tingkatan-tingkatan Keterbukaan Diri... 24
5.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterbukaan Diri ... 26
...
hal.
7.
Fungsi Keterbukaan Diri ... 30
8.
Manfaat Keterbukaan Diri... 32
B. Remaja dan Perkembangannya ... 37
1.
Pengertian Remaja... 37
2.
Klasifikasi Masa Remaja... 38
3.
Ciri-ciri Remaja... 39
4.
Tugas Perkembangan Remaja ... 41
5.
Perkembangan Sosial Remaja ... 43
C. Konseling Kelompok... 44
1.
Pengertian Konseling ... 44
2.
Pengertian Konseling Kelompok ... 45
3.
Tujuan Konseling Kelompok ... 46
4.
Tahap-tahap Konseling Kelompok... 47
5.
Manfaat Konseling Kelompok ... 50
D. Teknik
Johari Window
... 51
1.
Pengertian
Johari Window
... 51
2.
Bagian-bagian Diri
(Self)
... 53
3.
Prinsip-prinsip Perubahan Bagian Diri dalam
Johari Window
... 55
4.
Keunggulan dan Kelemahan Teknik
Johari Window
... 59
5.
Syarat Memberikan Umpan Balik... 60
6.
Teknik
Johari Window
dalam Meningkatkan Keterbukaan Diri .. 62
7.
Peran Konselor dalam Pemberian Teknik
Johari Window ...
66
E. Kerangka Berpikir ... 67
F. Hipotesis Tindakan... 69
BAB III METODE PENELITIAN
... 70
A. Pendekatan Penelitian ... 70
B. Subyek Penelitian... 71
C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 71
...
hal.
E. Rencana Tindakan ... 72
1.
Pra Tindakan ... 72
2.
Pemberian Tindakan... 73
F. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ... 77
G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 83
1.
Uji Validitas Instrumen ... 83
2.
Uji Reliabilitas Instrumen ... 86
H. Teknik Analisis Data... 87
I.
Kriteria Keberhasilan ... 89
B
AB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
... 90
A. Hasil Penelitian ... 90
1. Lokasi dan Waktu Penelitian... 90
2. Data Subyek Penelitian ... 92
3. Langkah Sebelum Pelaksanaan Tindakan ... 94
4. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Siklus I... 95
5. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Siklus II... 110
B. Pembahasan ... 123
C. Keterbatasan Penelitian ... 132
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
... 133
A. Kesimpulan... 133
B. Saran... 134
DAFTAR TABEL
...
hal.
Tabel 1. Ciri-ciri Orang Terbuka dan Tertutup ... 22
Tabel 2. Kisi-kisi Angket Keterbukaan Diri (sebelum uji coba) ... 79
Tabel 3. Skor Skala Keterbukaan Diri... 80
Tabel 4. Kisi-kisi Pedoman Observasi ... 81
Tabel 5
Kisi-kisi Pedoman Wawancara... 83
Tabel 6. Rangkuman Item Gugur dan Item Sahih ... 85
Tabel 7. Kisi-kisi Angket Keterbukaan Diri (setelah uji coba dengan
nomor baru) ... 86
Tabel 8. Kategori Skor Keterbukaan Diri... 88
Tabel 9. Waktu Pelaksanaan Tindakan... 91
Tabel 10. Hasil Skor Pre Test Subjek Penelitian... 93
Tabel 11. Skor
Post Test I
Subjek Penelitian... 106
Tabel 12 Skor Perbandingan
Pre Test
dan
Post Test I
Subjek Penelitian ... 107
Tabel 13. Skor
Post Test II
Subjek Penelitian ... 119
Tabel 14. Skor Perbandingan
Pre Test, Post Test I
dan
Post Test II
Subjek
Penelitian ... 120
DAFTAR GAMBAR
...
hal.
Gambar 1.
Johari Window ...
52
Gambar 2.
Kemungkinan
Johari Window
pada Seseorang... 57
Gambar 3. Susunan Wilayah Pada Awal Membangun Relasi ... 63
Gambar 4 Susunan Wilayah Pribadi Setelah Membangun Kedekatan
Hubungan ... 65
Gambar 5. Skema Kerangka Berpikir ... 69
Gambar 6. Proses Penelitian Tindakan ... 72
Gambar 7. Visualisasi
Johari Window
pada
Pre Test...
93
Gambar 8. Visualisasi
Johari Window
pada
Post Test I ...
98
Gambar 9. Visualisasi
Johari Window
pada
Post Test II...
111
Gambar 10. Grafik Peningkatan Keterbukaan Diri Siswa Pasca Tindakan.... 111
DAFTAR LAMPIRAN
...
hal.
Lampira n 1. Skala Keterbukaan Diri (Sebelum Uji Coba) ... 139
Lampiran 2. Hasil Uji Validitas ... 144
Lampiran 3. Hasil Uji Validitas Melalui SPSS 16 ... 145
Lampiran 4. Skala Keterbukaan Diri (Setelah Uji Coba)... 148
Lampiran 5. Pedoman dan Hasil Observasi ... 152
Lampiran 6. Pedoman dan Hasil Wawancara ... 159
Lampiran 7. Teknik
Johari Window ...
164
Lampiran 8. Skor
Pre Test
Keterbukaan Diri ... 176
Lampiran 9. Skor
Pre Test, Post Test I,
dan
Post Test II
Subyek Penelitian ... 177
Lampiran 10. Lembar Kegiatan Siswa ... 178
Lampiran 11. Dokumentasi Kegiatan ... 180
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
!
"
# $
% & '
( '
)
' (
$ %
( ( " #
( ( "
* ++,,
$ -
0 10 234 35678 9:78 ; <7 =8 38 436 >7?7 4 @7 <= 8; 21:27 ;=A 0 1< 18 ;67?=A >78 0 18;38 ;6 7?678 ?=6=:78 >78 ? 1:7@ 7788B7C D1:7@778 B7 8 ; >= 38;6 7?678 >7?7 4 0 1:= 8;78678 2 1278 B7 8 ; ? 1:875 >=7 <70=CE 14= 7?9 :78 ; 010 1 :< 36789:78 ; <7=8 B7 8 ; >7?7 4 >=?1:F 7B7= 38 436 018;38 ;6 7?678 5 7<G57 < ? := 27 >= 8B7C H <15 6 7 :187 = 4 3A@ 1@19:78 ;57:3@>7?7 441:23676 1?7 >79:78 ;<7 =8 C
I958@98 JK7 :B70 LC M 7=87 3 N /OOP Q 018 38 R 366 78 275S 7 = 8 >= T=>3 B7 8 ; 070? 3 >7<70 6 14 1:2367 78 >=:= JU VWX YZU [ W\U ]^ V
)
7678 >7?7 4 0 18 ;38 ;67? 678 >= := @1F7 :7 4 1? 7 4 A 41:236 4= 070? 3 018 B1@37=678 >= :=(
_Y_`aZ bV)
A < 12= 5 ? 1:F7B7 >= := @18 >= := A <12= 5 6 90? 1 4 18 A >7?74 >= 78 >7 <678 A <1 2=5 0 70? 3 21:@ =67? ? 9@ = 4= cA ? 1:F7B7 4 1:57 >7? 9:78 ; <7=8 A <12= 5 92R 16 4=cA >78 4 1:2367 C E 127 <=68B7 = 8 >= T=>3 B7 8 ; 6 3 :78 ; 070 ? 3 >7 <70 010 2367 >= := JU VWX YZ U[ W \U]^ V)
41:236 4= 4=>76 070? 3 0 18 B1@37=678 >=:= A6 3:78 ;?1:F7B7 >=:=A4= 023<? 1:7@7 78 476 34A F10 7@ A 0 1:7@ 7:18 >75>=:=A>784 1:4 343?Cd3:78 ;8B7 2 1:27 ;7= =8c9:07@= >7 := 9:78 ; <7=8 >7?74 0 10? 18 ;7:35= 6 1@157 478 018 47 < A 038 F 3< 0 7@7 <75 G07@7 <75 ? @= 6 9<9;= @ B7 8 ; 0 18B7 8 ;6 34 5 3238;78 = 8 41 :? 1:@98 7 <A B78 ; ? 7 >7 765=:8B7 @1F7 :7 4= >76 <78 ;@ 38 ; >7?74 0 10? 18;7 :35= 6 1@15 747 8c= @= 68 B7 Cd14=67 =8 >=T= >30 1:7@ 7678 7> 76 16 3:78;78 >7<70 >=:= 27= 6= 4 3 6 1@ 7 <7578 B78 ;4 1<75>=? 1 :23747 47 3? 3857 <G57 < B78 ;2 1<30 >=6 1475 3=A 418 4 38 B7 =8>=T= >3 @ 78;7 4 01023 435678 9:78 ; < 7= 8 38 4 36 0 18 >7?74678 = 8 c9:0 7@ = B7 8 ; @12 187 :8B7 418 478 ; >= :=8 B7C d9038=67@ = @ 1? 1:4= =8=0 10 234 3567830?7827 <= 67;7 :>7? 7 421:c38 ;@ =@1F7:79? 4= 07 < C
h ijk il mnop nj qijr nq ns jtn tnj k s ilnu rv w nh vj q nr n xjr nj k yxjrnj k z n{ no |}~ nh mj q nr n p ijtnsnnjjtn h n{ v u njtnp onjk sio ms nh n q non o ih nw n tnj k hio n{n snp ms ns nm hnlm h ijkihmpnp nj q ijr nq nsjtn {i no n s io mp n { ilnv j vsm q non { v{ n li v u ijr io mj k q n{v r nlnh iorv {p m{ v p iqnr n k mom ns nmq mj s ihnj ys ihnjjtn r nlnh p ikvns nj ilnw no h ijk nw no rv { iplnun up nj sv r np {irv pv s r nov o ihnw n tnj k hn{vu ilmh v{n s io mpn hij k ij nv hn{ nlnu qovnrv jtn p iq nrn o nj k s mnjtn l iu p no ij n vs m r nq ns rv {v hq ml p nj nu n q no n { v {n {i nknv {io njk oih nwn h n{ v u h io n{ n h nlm r nj snp ms h ijkmj kpnqp nj pivjkv jnj r nj qijr nq ns jtn nvp rv lv jkp mj knj pil mnok n { iplnur njhn{tno np ns
ihq ns il nwno q io snhn r nj q nlv jk q ij sv jk r nlnh q iop ih nj knj p iqov nrvnj {i{ionj k nr nlnu r nlnh l vjkp mj k nj p ilmnokn hmjvp n{ v rnl nh p ilmnokn {nj knsl nu qij svjk mj smp h il nsv u p iwmw mo nj njnp p iq nrn o nj k s mn l n n{ mu o njk s mn io q ijk nomu sio u nr nq p ihnhq mnj { io nj k nj np r nl nh ioph mjv p n{v o nj ks m n { invpjtnh ihiov p njp i{ihq nsnj p iqnr nnjnpjtn mj smp h ijkmj kpnqp nj qio n{ n nj r nj qvpv o njjtn mj smp hih msm{ p nj { mns m unl iov j snu r nj j n{ v uns tnjk rv iovp nj o nj k s mn {inp nj nwv rv l np mp nj l iu nj npjtn snjq n phmjvpn{ v r mn no nu nl v jv { iovjk hijti npnj q io ir nnj q io{iq{ v rvnj s no n p ir mnjtn rnj nkv tnj k svr np { iq nunh r nqns hijtnl nuy kmj npnjp iqio ntnnjtn jksilnurv iovp nj
¡ ¢ £ £ ¡ ¤ ¥ ¦ § ¨ ¡ © ¤ £ ¤¤¡£ ¡¢ £ ¢ ¥ ª ¦ ª £ ¦ ¡£¤ ¥ ¡¢ £ ¡£ £ £ £«£ ¤ §¬ ¦ ¡ ¤ ¢ ¡ ¡ ¤ £¢ ® £ ¤ ¢ ¥ £¥ ªª¤ ¥ ¢£¦ ¡¤ £ £«£ ¡ ¡¢ £ §
¯£ ¡ ¤ £ ¡ ¤¤ £ ¡ ¦© ¥ ¦ ª¦ ¦ ¡ ¤ ¦ ® £ ££ £ § °¢ ª ª¦ ¤ ¡£ ¡ ¦ ¡ ª ¥ ¤ ¡ ¡¢ ¥¢ ¤£ £ £ © © ¡¢ª ¦ ¡ ¡ ¢ £§ ± ª £ £ £¢ £ ¢¤¡£ ¡ ¦ ¡ ª ¢£ ª ¡ ¡ ££¦ ¤ ª ¡ £ £ ¡ ¡ ¢ £ © £¡ ¥£ ¢¥ ££ «£ ¢ ª ¤ £¢£ £ ¡ ¢ £ ¡¡ £ ¦²°³ £©´ µµ¶·§
ÄÅÆÅÇÈÉÄ Ê ÊË ÌÍÇÍÎ Ï ÊÄ Ê ÌÍÊ ÊÄ ÊË Ï ÅË Ð ÊÑ ÊÏÍ ÄÅÒÉÑÍ Æ ÊË ÈÅÇÄ ÓÏÉËÍÄ ÊÒÍ ÌÅ ËÐÊË ÓÇÊË ÐÑÊÍ ËÔ
ÕÅ ÆÅÇ ÈÉÄ Ê ÊË ÌÍÇÍ ÖÊË Ð ÌÍÑÊÄ ÉÄ ÊË ÓÑÅ× ÇÅÏÊØ Ê ÈÍ ÊÒ ÊËÖÊ ÌÍ ÉË ÐÄÊÙÄ ÊË ÏÅËÐÅË ÊÍ× ÊÑÚ× ÊÑÖÊËÐÈÅÇÒÍ ÛÊÆÉÏ ÉÏÎÒÅÙÅÇÆÍÏ Ê Ò ÊÑ Ê× ÆÇÅËÌ ÎÐÊ ÖÊ×ÍÌ ÉÙ Î× ÓÈÍÎ ÙÅËÐ ÊÑ ÊÏÊË ×ÍÌ ÉÙ Î Ì ÊË Ñ ÊÍË ÒÅ ÈÊÐ ÊÍ Ë ÖÊÔ Ü ÅÌ ÊË ÐÄ ÊË × ÊÑ ÖÊË Ð ÈÅÇÒÍ Û ÊÆ Ä× ÉÒ ÉÒ ÒÅÙÅÇÆÍ × ÊÑË ÖÊ ÏÊÒ ÊÑ Ê× ÙÇÍÈÊÌÍ ÖÊË Ð ÒÅÌÊË Ð ÌÍ ÊÑÊÏ ÍË ÖÊ ÝÞ ÅÇÑÅ Ð ÊÎ ßÅ ÆÆ Ò Î Ì ÊË à ÅÆÇ ÓËÍ ÓÎ áââãäÔ ß ÊÒÊ Ç ÅÏ ÊØ Ê ÏÅÇÉÙ ÊÄÊË ÏÊÒ Ê ÖÊË Ð Ù ÅË É× Ä ÓË ÛÑÍ Ä Î × ÊÑ Í ËÍ ÏÅËÍÏÈÉÑÄ ÊË ÄÅÇÅ ÒÊ×ÊË Ì ÊË Ä ÓË ÆÇ ÊÌÍÄ ÒÍ Ù ÊÌÊ ÇÅ Ï ÊØ ÊÔ Ü ÅÑ ÊÍË ÍÆÉÎ ÇÅÏÊØÊ Ø ÉÐÊ ÏÅÏÍÑÍ ÄÍÄÅ ÈÉÆ É× ÊËÉË Æ ÉÄÏÅÏÈÉÄ ÊÌÍ ÇÍÌÍÑÍ ËÐÄ ÉËÐÊËÒ ÓÒÍ ÊÑËÖÊÔåÅÏÊØ ÊÖÊËÐ ÏÅÏÍÑÍ ÄÍ ÄÅÏÊÏÙ ÉÊË ÄÅÆÅÇ ÈÉÄ ÊÊË ÌÍÇÍ ÊÄÊË ÌÊÙ Ê Æ Ï ÅËÅÇÍ Ï Ê ÒÅ ÐÊÑÊ ÄÅ ÑÅ ÈÍ× ÊË Ì ÊËÄÅÄ ÉÇ ÊË Ð ÊËÌÍ ÇÍËÖÊÏÊÉÙ ÉËÓÇÊË ÐÑ ÊÍ ËÔ
ß ÊÒ ÊÑÊ× Ä Å ÆÅÇ ÈÉÄÊÊË ÌÍÇÍ ÇÅÏ ÊØÊ Ò ÊÑ Ê× Ò ÊÆ ÉËÖÊ ÌÍ ÊÑÊÏ Í ÓÑÅ× ÒÍÒæ Ê ÌÍ Ü ßÕçáàÊèÍÆÊËÔà Ç ÓÛÍ Ñé ÊÏÊÆÊËÜ ß ÕçÅ ÐÅ ÇÍáàÊèÍÆÊËÊÌ ÊÑÊ×ê ëÉÑ ÉÒ ÊËÖÊËÐ ÈÅÇÄ ÉÊÑÍÆÊÒ Î×ÊËÌ ÊÑÌ ÊËÉËÐÐÉÑÎÏ ÅÏ Ù ÉËÖÊÍÅ Æ ÓÒÄ ÅÇØ ÊÖÊË ÐÆÍ Ë ÐÐÍÎÈÅÇÍ Ï ÊËÌ ÊË ÈÅÇ ÆÊ
qwa serta berbudi pekerti luhur, tanggap dan peduli terhadap lingkungan .
Keenam hal ini merupakan syarat penting dalam kesuksesan karirnya.
Kebiasaan cara berinteraksi dengan orang lain perlu dilatih sejak dini untuk
mempersiapkan diri menuju dunia masyarakat. Keterbukaan diri menjadi hal
terpenting untuk dibiasakan dalam interaksi di lingkungan sekolah. Namun
pada kenyataannya di SMKN 1 Pacitan, khususnya siswa kelas X yang masih
memiliki keterbukaan diri yang rendah.
SMKN 1 Pacitan tanggal 3 November 2012 hingga 5 April 2013. Berdasarkan
hasil wawancara dengan guru pembimbing, guru menemukan kendala dalam
berkomunikasi yang dialami oleh siswa kelas X di SMKN 1 Pacitan. Beberapa
bulan yang lalu, terdapat sebuah masalah yang cukup membuat resah suasana
di salah satu kelas X. Terdapat siswi yang sering pingsan tanpa sebab yang
jelas. Teman-temannya yang lain sering merasa direpotkan karenanya. Guru
pembimbing mencari informasi lebih dekat melalui pendekatan pada orang tua,
membawakan hasil bahwa ternyata siswi tersebut tidak memiliki riwayat sakit
yang berat dan di rumah dia tidak pernah pingsan.
Peneliti juga mewawancarai beberapa siswa di kelas tersebut dan benar
adanya bahwa informasi tersebut menguatkan dugaan siswa lain yang ternyata
dia tidak sungguh-sungguh pingsan dan hanya ingin diperhatikan. Hal ini
membuat suasana kelas menjadi tidak kompak karena tidak adanya
keterbukaan yang diharapkan dari masing-masing siswa. Padahal, seharusnya
keterbukaan diri dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dapat dipercaya.
Informasi tentang diri harus diberikan dengan sengaja serta pesan yang
disampaikan adalah benar adanya (Floyd, 2009: 107-112). Disini kejujuran
menjadi prinsip penting dalam melakukan keterbukaan diri seseorang, karena
akan berkurang manfaatnya jika individu menyampaikan pesan yang tidak
sesuai kebenarannya. Hal ini dapat menghambat terjadinya proses komunikasi
interpersonal dan fungsi pesan yang sesungguhnya.
Peneliti juga melakukan observasi di dalam kegiatan layanan bimbingan di
selalu dipancing untuk selalu berpartisipasi dan mengandalkan keaktifan guru
BK dalam memberikan bimbingan. Tidak sedikit siswa yang tidak berani
mengungkapkan hal yang belum diketahuinya kepada guru. Siswa juga jarang
yang mau untuk konsultasi dengan guru bimbingan dan konseling ketika
mempunyai masalah.
Kurangnya keterbukaan diri siswa juga dirasakan oleh beberapa guru mata
pelajaran di sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika guru memberikan
materi pelajaran tidak banyak siswa yang aktif atau berani bertanya atau
berpendapat kepada guru atau temannya. Hal ini terbukti ketika guru
memberikan pertanyaan di kelas, tidak sedikit siswa yang berani menjawab.
Informasi yang diperoleh dari siswa, yaitu siswa hanya mau membuka dirinya
pada guru-guru tertentu saja. Padahal orang yang mempunyai keterbukaan diri
yang baik, individu akan lebih dapat menerima dan mencari sumber informasi
untuk dirinya dari berbagai pihak (Brooks & Emmert; Jalaluddin, 2011: 134).
Siswa masih membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan barunya di
sekolah karena siswa berasal dari berbagai macam latar belakang keluarga,
tempat tinggal dan sekolah sebelumnya. Siswa yang masih memiliki
keterbukaan diri yang rendah ditandai dengan sikapnya yang kurang percaya
diri,
minder,
dan
pemalu.
Tidak sedikit siswa
yang
kurang dapat
mengungkapkan permasalahan secara terbuka kepada orang lain, siswa
cenderung pendiam, menutup diri, dan sulit untuk bergaul dengan orang lain.
terutama pada siswa perempuan yang tidak pernah membaur dengan siswa
kelompok lain, dan selalu bergaul dengan teman yang sama. Siswa kurang
dapat membaur dengan teman laki-laki di kelasnya. Begitu juga dengan siswa
laki-laki, beberapa siswa masih cenderung pasif dalam pergaulannya di kelas
dan lebih menutup dirinya. Sebagian siswa laki-laki lain tidak jarang
meninggalkan kelas ketika kegiatan belajar mengajar berlangung karena
suasana kelas yang kurang nyaman bagi siswa.
Jika dilihat dari segi prestasi, siswa yang cenderung pasif tersebut
memiliki prestasi yang rendah dan tidak termasuk dalam sepuluh besar di
kelasnya. Namun, keterbukaan diri yang rendah juga terjadi pada siswa
berprestasi di kelasnya. Hal ini sangat disayangkan oleh wali kelas, karena
siswa yang berprestasi tinggi jika tidak didukung dengan kemampuan
berkomunikasi yang aktif akan terbatas wawasannya dalam kehidupan sosial
dan karir ke depannya nanti.
Myers (1993, 495) menemukan hasil penelitian yang menarik bahwa di
mana ketika dua orang saling membuka diri dan memberikan informasi secara
mendalam dengan menanyakan apa yang disukai dan tidak disukai dari dirimu
sendiri? atau hal apa yang paling memalukan atau membanggakan darimu?
merupakan suatu pembukaan rahasia dan menjadi dasar seseorang mampu
terbuka dan menerima keadaan dirinya. Oleh karena itu, proses komunikasi
yang efektif di mana terdapat proses saling memberi dan menerima umpan
balik perlu ditanamkan untuk menjalin hubungan yang dekat antar individu.
oleh diri sendiri maupun orang lain akan dapat terungkap karena proses
keterbukaan diri dan umpan balik tersebut. Bentuk bantuan agar siswa
mempunyai keterbukaan diri yang baik yang dapat dilakukan oleh peneliti
adalah melalui bimbingan kelompok dengan teknik
ìíîïð ñòñ óôíõ öTeknik
ìíîïð ñ òñ óôíõbelum pernah diterapkan pada kegiatan bimbingan
dan konseling, karena guru pembimbing lebih memperhatikan dan bersikap
fleksibel dalam penanganan masalah siswa di sekolah yang cenderung dinamis
dibandingkan yang bersifat teoritis. Pendekatan yang dilakukan lebih bersifat
universal namun tetap mengacu pada program yang telah dirancang. Guru
bimbingan dan konseling mengharapkan pada peneliti untuk dapat membantu
menyelesaikan permasalahan keterbukaan diri siswa kelas X melalui konseling
kelompok dengan menggunakan teknik
ìíîïð ñòñóôíõ öSecara teoritis,
ìíîïð ñòñóôíõterdiri dari empat bilik kepribadian. Dalam
Supratiknya (1995: 18) tujuan keterbukaan diri agar peserta dapat mengenal
tiga daerah dalam diri masing-masing yang dilukiskan dari
ìíîïð ñ òñó ôíõ,
yaitu daerah terbuka, daerah buta, dan daerah tersembunyi. Keunggulan teknik
ini dapat membantu siswa memperluas daerah kesadaran dirinya dalam daerah
terbuka, dan mempersempit daerah yang tidak diketahuinya. Sedangkan
kelemahan dari teknik ini adalah dibutuhkan energi untuk menyembunyikan,
menyangkal, atau menjadi buta terhadap perilaku yang melibatkan interaksi.
Oleh karena itu, di dalam praktiknya, siswa diajak untuk berlatih membuka diri
Penggunaan teknik
÷øùú ûü ýü þÿøtelah terbukti efektif sebelumnya pada
penelitian yang dilakukan oleh Eris Triana ( 2012) yang berjudul Keefektifan
Permainan
÷øùúûü ýü þÿ øterhadap Pembentukan Konsep Diri pada Remaja
Panti Asuhan Sinar Melati 7 Al- Quddus . Hal ini dapat dilihat dari hasil uji
statistik yang diperoleh sebesar 2,805 dengan nilai signifikansi (p) sebesar
0,005 (p=0,05). Dengan demikian, maka ada pengaruh positif permainan
÷øùúûüýüþÿø
terhadap konsep diri remaja di Panti Asuhan Sinar Melati 7
Al-Quddus Yogyakarta.
Penelitian yang kedua berjudul Peningkatan Keterbukaan Diri Melalui
Bimbingan Kelompok Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta Tahun
Ajaran 2008/2009 oleh Isnaeni Kurniawati (2009), dengan hasil adanya
pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan keterbukaan diri
siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta. Semakin sering siswa melakukan
layanan bimbingan kelompok, semakin tinggi keterbukaan diri siswa. Hal
tersebut ditunjukkan pada nilai rata-rata
ûadalah 110,60 nilai tengah
110,00 sedangkan nilai rata-rata
øadalah 116,80 nilai tengah 117,50.
Pengamatan dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh
peneliti-peneliti sebelumnya membuat peneliti-peneliti hendak melakukan Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa melalui teknik
÷øùúûüýü þÿø
di SMKN 1 Pacitan, sehingga siswa lebih mampu mengungkapkan
dirinya kepada orang lain serta dapat merasakan kepuasan dalam menjalin
dapat meningkatkan keterbukaan diri pada siswa kelas X di SMKN 1
Pacitan.
B, Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diidentifikasi masalah
sebagai berikut:
1. Siswa belum mampu mengungkapkan permasalahan secara terbuka kepada
orang lain, banyak siswa cenderung pendiam, menutup diri, dan sulit untuk
bergaul dengan orang lain.
2. Siswa harus selalu dimotivasi oleh guru agar ikut aktif di dalam proses
pembelajaran di sekolah.
3. Terdapat salah satu kelas yang kurang kompak karena tidak adanya
keterbukaan yang diharapkan dari masing-masing siswa.
4. Dalam proses belajar mengajar di sekolah, tidak sedikit siswa memiliki
keterbukaan diri yang rendah terhadap guru, terbukti banyak siswa
cenderung diam dan tidak berani berpendapat kepada guru.
5. Pada kelas X DKV-1 terdapat kelompok-kelompok diantara para siswa,
terutama pada siswa perempuan yang tidak pernah berganti posisi duduk,
dan selalu bergaul dengan teman yang sama.
6. Jika dilihat dari segi prestasi, siswa yang cenderung tertutup memiliki
prestasi yang cukup rendah dan tidak termasuk dalam sepuluh besar di
keterbukaan diri yang rendah, hal ini sangat disayangkan oleh wali
kelasnya.
7. Pemberian layanan dan penanganan masalah yang dilakukan oleh guru
bimbingan dan konseling bersifat fleksibel dan cenderung dinamis
dibandingkan yang bersifat teoritis.
8. Teknik
belum pernah diterapkan sebelumnya oleh guru
bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan pada siswa di
sekolah.
C. Pembatasan Masalah
Untuk lebih mengarahkan penelitian ini pada permasalahan pokok
sebagaimana telah diuraikan di atas, serta memperjelas ruang lingkup
masalahnya, maka peneliti membatasi masalah penelitian pada peningkatan
keterbukaan diri siswa melalui teknik
di SMK Negeri 1
Pacitan
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah diuraikan di atas maka penulis
mengemukakan dan memperjelas ruang lingkup masalah penelitian yang
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan maka tujuan yang
ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterbukaan diri
siswa kelas X di SMKN 1 Pacitan melalui teknik
.
F. Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoritis
Secara teoritis, manfaat penelitian ini adalah untuk menambah khasanah
peningkatan keterbukaan diri siswa melalui teknik
.
Dengan bertambahnya kajian ilmu ini diharapkan dapat dikembangkan
penelitian-penelitian lanjutan dalam topik yang sama maupun berbeda.
2.
Manfaat Praktis
Ditijnau dari segi manfaat praktis, maka manfaat penelitian ini adalah:
a. Bagi siswa
Meningkatkan kemampuan keterbukaan dirinya dengan baik kepada
orang lain sehingga siswa dapat merasakan kepuasan dalam menjalin
hubungan dengan orang lain.
b. Bagi guru Bimbingan dan Konseling
Guru bimbingan dan konseling mendapatkan sumbangan tentang
mengembangkan layanan dalam bidang pribadi dan sosial terkait
! " "
KAJIAN TEORI
A. Keterbukaan Diri
1. Pengertian Keterbukaan diri
K
#t
#r
$%&' '()*r
* +#ru
,' &'(s
'- '.s
'tu
/'&0 12y
'( 3)* $%0u
.&'( )'-'+.%$%(3'( *(0 #
r
,#rs
1('-,
&'r
# (' )#(3 '( ')'(y
' ,# (3u
(3& ','( )*r
*s
#s
#12'(3 )', 't
+# (3u
(3&',& '( ,# ()','t
(y
',
,#r
's
''((y
',
4*t
'-
4*t
'(y
')'(
s
# $'3'* (y
', s
# .*(33 ' + #+u
(4u
- &'( .%$%(3 '( &#t
#r
$%&''((Qurr
10u
-5.R.
5s
'()*& H
'+*+R
16y
*)*, 2010).
S
* )(#y J
1%2'r
)(H
'(6 # (71982: 215)
+# (y
't
'& '( $'.8 ' &#t
#r
$%&'' ()*
r
* ')'- '.su
'tu
$#(0u
& &1+u
(* &'s
* )*+'('s
#s
#12'(3 $#rs
# )*' +# (3u
(3& ',&'( *(/12+ 's
*t
# (0'(3 )*r
*(y
'. K
#t
#r
$%&''( )*r
* )','t
)*-*.'t
)#(3 '( + #+ $#r
* & '( *(/ 12+ 's
*y
' (3 )*s
#+ $%(y
* &'( )'( +# (9')* &'((y
' )*&#t
'.%* 1-# . 12 '(3 -'*(:S
# (')' )#( 3'(y
'(3 )*u
(3&',& '( 1- # .D
#V
*t
1(2008: 37)
$'.8 '&#t
#r
$u
&''()*r
*')'- '.su
'tu
$#(0u
&&1+u
(*&'s
*)*+'('*(/12+'
s
*t
#(0'(3 )*r
*y
'(3 $* 's
'(y
' )*s
*+,'( 't
'u
)*s
#+$%(y
* &' (7 )*&1+u
(*&'s
*&'( &# ,')' 12'(3 -'*(:S
#-'(9ut
(y
',
,')' &#t
#r
$%&' '( )*r
*,
&1+u
(* &'s
*y
'(3t
#r
9')*s
# )* &*t
(y
' )*- '&%& '( 1- # . )%' 12 '( 3. S
#s
# 12 '(3t
* )'& +u
(3&*()','t
+# +$%&')*r
*&# ,')')*r
* (y
's
# ()*r
*,
*(/12+'s
* .'rus
)','
t
)*t
#r
*+ ')'()*+ #(3#rt
*s
# )* &*t
(y
'1-# .6'tu
12'(3.
t
=>? @> A BCr
C C >BCv
C Bu
D =E @B @ Fr
@>A G @C> BC H @> @ FI@>A G@C>t
CB @D @D@>H =H @J@HC KCD @ C>BC
v
CB Lt
=rs
=M L?t
C B @DH=>A@t
@D@>>y
@. F
G Fy
B(2009: 107)
Ku
A@ H=>y
@t
@D @> M @JN@ D =t
=r
M LD @@> BCr
C @B @G@Jt
C >B @D @>y
@>A BC G @D LD @> B => A@>su
>AAu
J-su
>AAu
J B @G @H H=H M =r
C D @> C> O FIH@s
C D =E @B @ FI@>A G@C>t
=>? @> A BCr
C>y
@y
@>A BCy
@DC>C M @JN@ FI@>A G@C> M =Gu
H H=> A@t
@Ju
CC> OFIH@
s
Ct
=rs
=M L?.
I
>A=Hut
@ A@Gu
>A(2007: 28)
Ku
A@H =>y
@t
@D@> M @ JN@ D =t
=r
M LD @ @> BCr
CH =
ru
E @D @> E=r
C G @D L D FHu
>C D @s
Cy
@>A BC G @D LD @> C>BCv
CB Ls
=P@r
@s
=>A@ K@ H => K@BC D @> BCr
C >y
@ BC D=t
@JLC FG =J E CJ@D G@C> QK
=t
=r
M LD@@> BCr
Ct
=r
K @BC @E @MCG@ C >BCv
CB Ls
=P@r
@su
D @r
=G @ H => P =r
H C>D @> H=> A=> @C BCr
C>y
@ D=E @B@ FI@>A G @C >Rs
=JC>AA@ FI @> At
=rs
=M L? H => K @BCs
=>@> A D @r
=> @ H=>B@E @t
D @> C> OFIH@s
CG@> Asu
>AB@r
Cy
@>AM=rs
@>AD L?@>B @r
CE@B @su
H M =r-su
HM=r
G@C > QS
=B @> AD@>, Su
EI @t
C D>y
@(1996: 61)
H=> A@rt
C D @> M @JN@ D =t
=r
M LD@@>BC
r
C @B @G @J H =>Au
>AD@ED @>r
=@DSC C >BCv
C B Lt
=r
J@B@Es
Ctu
@s
Cy
@>A BC J@B @EC>y
@ D =E@B @ Fr
@> A G @C > B@> H =HM =r
CD @> C > OFIH @s
Ct
=>?@>A H@s
@ G@Gu y
@>A DCr
@>y
@ M=r
H@> O@@t u
>?u
D H=H @J @HCr
=@DSC C >BCv
C B L BC H @s
@s
=D @r
@>A. K
=t
=r
M LD@@> BCr
C H =ru
E @D @> EI FS=s y
@> A H =GCM @t
D @> D =s
@B@r
@>BC
r
C @t
@u r
=D @s
C C >BCv
C B Lt
=r
J@B @Esu
@tu
D=DC >C @>Rs
=su
@tu
BC H @s
@ G @HE @u
y
@>A H=H M L@t
C>BCv
CB L M =r
=@DSC B=>A@> P @r
@t
=rt
=>?u t
=r
J@B @E H @s
@ DC>C,
B @>
s
=su
@tu
BC H@s
@ B=E @>y
@>A BC E =rt
@ru
J D @> B => A@>r
= @DSC C>BCv
CB Lt
=rs
=M L?. S
=G @> Kut
>y
@, Wr
C AJ?s
H@>(Tr
CD
@y
@DCs
>C, 2007:104)
H=>y
@t
@D @>TU
wu
Vu
TWXYTXZX [W\ ]U Xt
XY[\ [^X ]U_\r
Xs
X XYTX YUY `ab [Xs
UT\Y ]XYabXY] ZXUY cH
XZt
\rs
\ ^de TU TdWdY] aZ\f _\YTX_Xt
TXr
UM
abt
aY(Tr
UD
Xy
X WUs
YU,
2006:104)
^Xf g X W\t
\r
^u
WXXY TUr
U [\ru
_ XWXY W \]U Xt
XY [\ [^X ]U _ \r
Xs
XX YTXY UY `ab[X
s
Uy
XY ] X WbX^ T\Y ]XY ar
XY ] Z XU Y cI
Y `ar
[Xs
U TU TXZX[ W\t
\r
^dWX XY TUr
U U YU ^\rs
U`Xt
T\s
WbU_eU` Xt
Xu
\v
X Zu
Xt
U `. D
\s
WbU _eU` Xrt
U Yy
X UYTUv
UTd [\Zu
WUs
WXY ^\r
^X]XU `XWeX [\Y ]\Y XU TUr
Us
\YTUr
U, y
XY ] [u
Y]WU Y ^\Zu
[ TU W\t
XfdU aZ \f ab XY] ZXUY hs
\_\rt
U V\YUs
_\ W\r
VXXY h XZX [Xt,
TXYus
UX.
S
\TXY]W XY \v
XZu
Xt
Uv
\ Xrt
U Yy
X U YTUv
U Td [\Y]\[u
WXWXY _\YTX_Xt
Xt
Xu
_\
r
Xs
X XY _bU ^XTUYy
Xs
\_ \rt
Ut
U_\ abXY ]y
XY ] TUsu
WXU Xt
Xu
fXZ-
f XZy
X Y ] TUsu
WXUXt
Xu
TU^\Y iU.
P
\Y]\rt
U XY W\t
\r
^dWX XY TUr
Uy
X Y ] TUut
Xr
XWXY aZ \f ^\ ^\r
X_ X XfZU TUX
t
Xs,
TX_Xt
TUt
Xr
UW W\s
U[_dZ XY ^Xf gX W\t
\r
^dWX X Y TUr
U XTXZXfsu
Xtu
^\Yeu
W Wa [u
YU WXs
Uy
XY ] TUZ XWd WXYs
\ iXr
Xs
\Y]XVX T \Y ]XY iXr
X [\ [ ^X]U _UWUr
X Y TXY U Y `ab[Xs
Ut
\YeXY] TUr
U Yy
Xs
\fUY ]]X [\Y VXTUW XY TUr
U Yy
X TU W\t
XfdU aZ \ f abXY ]ZXU Y c2. Prinsip Keterbukaan Diri
K
\t
\r
^dWX XY TUr
U [\ [UZ UWU ^\ ^\r
X_X _r
U YjU _ TXs
Xr y
XY ] _\r
Zu u
Yeu
Wk
.
K
lt
lr
mno k kp qrr
r qr s kou
o kp q lptkpsu
pttu
u-su
p ttu
u qkp qkvkt
qr vlr
wky
k. I
pxyz{ks
rt
lp| kp t qrr
r u krus
qrm lr
rokp q lp tkps
lptk} ks
lrt
k vls
kpy
kptqrs
k{ vkrokpkq ks kum lpkr
kqkpy
k.
m ~
K
lt
lr
mno k kp qrr
r{lru
m kuo lsu
ks
kp q kpo lq ksk{ kpunmnp tkp vlrs
yp ks.
u
y
s
s
y
t
t
u
u
s
s
y
t
u
w.
K
lt
lr
mno k kp qrr
r m lr
m lqk-
m lq k qksk{s
lt
r kv unmnp tkp ~T
r q kos
l{u
ko lq ksk{ kp q kp ols
u
ks
kp qru
p tokvo kp olvkqks
l{u
k yzkpt. M
ks
r pt -{ ks
rp t rpqrv
rqnm lr
u ko{ lpy
r{vkpmlm lr
kvkr px yz{ ks
rt
lp|kptqrr
r py
kt
kp vkqro lt
kunrys luyz kpt-
yr
kptt
lrt
lp|u.
q ~
K
lt
lr
mno k kp qrr
r {l{mutu
uo kp vzy ls. K
lkor
km kp qrm kptu
ps
lrr
rp t m lr
} kskppy
kw
ko|u
qlp tkps
ksr pt { lpwkr
rt
kun q kps
ksr pt { lp tu
ptokvo kpqrr
r,
{ ko ks
l{korpm kpy
koo ls lsu
ks
kkprpx yz{ ks
ry
kpt ko kp{lr
lo ko lt
kunr.
l
.
K
lt
lr
mno k kpqrr
r{l{ mntu
uo kpt
r {m ksm ksr o ~K
lt
ro krpqrv
rqn{l{mno k qrr
r vkq k yzkpt skr p r p qrv
r qns
kp tkt
{lptu kr
k vo kp yzkpt skrpu
p|u
o { lp kpttkvrpy
kol{m ksr.
x
.
K
lt
lr
mno k kp qrr
r q kvkt
{ l{ vnpy
kr m kpy
ko {kosu
q q kptu
}u
kp. S
lt
rkv rpqrv
rqny
kpt { ls konokp o lt
lr
mno k kp qrr
r vkst
r { l{vnpy
kr ksks
kpt
lrt
lp|u, s
lvlrt
r rp tr p qrt
lr
r { k,
{ lp }ks rp o lr
}ks
k{ k,
qrs
onr,
.
K
t
r
¡¢£ £¤ ¥¦r
¦ ¥¦ §¤£ru
¨¦ ©ª ¨ « ¤¦s
¢ª£ ¬¦ ¤ ¥£¤ ¢ ¡¥£y
££¤ ®¥£¤y
£ £¤£ §£¤ £ ¨¯£w
£¤¦t
£ ¥£ §£t
¬ ª£¢¡ ¢£¤ ¢ t
r
¡¢£ £¤ ¥¦r
¦ ª ¦¨ £¤y
£ ¢¥£r
¦§£¥ £§°¦£,
¥¦¬ £¤£¬ £s
¦ ¤ -
¬ £s
¦ ¤¬ r
¢£¬¬§¡¤y
£ ¦t
£t
£±£r
£t
rs
¤¥¦r
¦¥£ª£¬¬¬ ¡¢£¥¦r
¦.
S
ª£¦¤ ¬§£t
§°¦¤ ²¦ § ¢ t
r
¡¢££¤ ¥¦r
¦y
£¤ ¥¦u
¤¢£ §¢ £¤ ©ª ¨F
ª©y
¥ ³£ ¨ª¦ ª£¦ ¤
y
£ ¦tu D
r
ª £, G
´ª£¢& O
¬£´u (T
£y
ª ©°, 2009: 334)
«u
£ ¬ ¬ r
¦ ¢£¤ r
£ §£ £ª£s
£¤ut
£¬£ ¥£r
¦ ¢ t
r
¡¢££¤ ¥¦r
¦.
µr
¦ ¢¡¶ §¤« ª£s
£¤¤y
£:
£
. P
¤ r
¦¬ ££¤· ©²¦£ ªI
¤¥¦v
¦ ¥¡ ¬ ¤u
¤¢ £ §¢ £¤ ¦¤ ¸©°¬£s
¦t
¤¶ £¤ ¥¦r
¦¤y
£ u
¤£ ¬¤¦ ¤ ¢£t
¢ £¤ §¤r
¦¬ £ £¤s
©²¦£ ª ¥£¤ ££r
¦¤¥¦v
¦ ¥¡ ¥¦su
¢£¦ ©ª¨ ©°£¤ª£¦¤
P
¤ ¬ £¤£¤¹u
¡¤£ ¤µ
r
£¦ ¦ ¤ ¸©°¬£s
¦ §°¦ £¥ ¦ ¥£¤ ¢ y
£ ¢¦¤£¤ §r
¦ £¥¦ £¥£ª£ ¨s
£ ª£ ¨s
£tu
±£r
£u
¤¶u
¢¬ ¤£w
£ ª¦¨¡ ¡¤ £¤¥ £¤ r
r
£¢¢ £r
£ ¨¦ ¤¶¦ ¬£s
¦.
±. E
¢ ² §°s
¦D
¦r
¦M
¤ ¢ ² §°s
¦ ¢£¤§ r
£s
££¤¥£ §£t
¬¤ur
£¤¦str
ss.
¥ K
ª£r
¦¸¦¢£s
¦D
¦r
¦D
¤£¤ r
£¦ §r
£s
££¤ ¥£¤ §¤ £ ª£¬ £¤ §°¦ £¥¦ ¢ §£¥£ ©°£¤ ª£¦ ¤ ³ ¦¤¥¦v
¦¥¡ ¥£§£t
¬¬ §r
©ª ¨ §¬ £ ¨£¬ £¤ ¥ £¤ ¢ s
£¥£r
£¤y
£ ¤ ª ¦¨ªu
£s.
. K
©¤¶r
©ªS
©²¦£ ªI
¤¥¦v
¦ ¥¡ ¬u
¤¢¦ ¤ ¬ ¬ ¡¢£ £t
£u
¬¤y
¬u
¤y
¦¢£¤ ¦ ¤¸©°¬£s
¦t
¤¶ £¤ ¥¦r
¦¤y
£s
££¦£ª£t
¢ ©¤¶r
©ªs
©²¦£ ª. I
¤¥¦v
¦ ¥¡¬u
¤ ¢¦¤ ¥£ §£t
¬¤ ¢£¤¢£¤t
©§¦¢ £t
£u
¦ ¥ y
£ ¤ ¬ ¤ ±¦ §¶ £¢£¤ ¢ s
£¤ £¦ ¢ ¥¦ ¬ £t
£ §¤¥ ¤£r.
µ
r
¥ £s
£r
¢ £¤§°¦ ¤ ²¦ §-
§°¦ ¤s
¦§y
£¤¥¦«ª£s
¢£¤©ª ¨ r
£ §££ ¨ª¦¥¦£t
£s,
¥£§£t
¥¦s
¦¬§¡ ª¢£¤ £ ¨¯£ ¢ t
r
¡¢ ££¤ ¥¦r
¦ ¥¦ª£¢¡¢£¤ ¥ ¤£¤su
¤u
¨-su
¤ u
¨ ¥£¤ ¥ £ §£t
¥ ¦ §r
±£y
£,
¬ ¤u
£ ¨ ¢ªu
£s
£¤ ¥£¤ ¢¥£ª£¬ £ ¤º»¼ º ½¾¿¼ À»
ru
Á ½ ÂÃ ¿Á Ä ¿¼½s
ſà »Æ ½¼ º » ¼ Å¿ÇȺ»y
»» ¼. S
¿Ã » ½¼ ½tu
»Ã»s
» ¼ut
» Æ»s
¿s
¿Â É» ¼ À ƿû Åu
Å» ¼ Å¿t
¿r
Çu
Å» » ¼ º ½r
½ »º»Ã »Á ¾¿¼¿r
½Æ»» ¼s
Â Ê ½»Ã,
¾¿¼À¿Æ Ç»¼À» ¼Á ÈÇȼ À»¼Ë¿ÅÊ ¾É¿
s
½º ½r
½,
Åûr
½Ì½Å»s
½º ½r
½,
º» ¼Å ¼Ír
ÂÃs
Â Ê ½»Ã.
3. Aspek-aspek Keterbukaan Diri
R
ÎÏÐ Ñr
ÒW
Óst & Ly
ÔÔH. Tur
Ô Ór (
ÒÑÕÑÖH
» ƺ» ¼Juw
» ¿¼½, 2009)
ÖÓ Ô ×ÓÖ
u
ØÑØÑÔÙÓÙÓr
ÑÚ ÑÑs
ÚÓ ØÒ ÑÕ ÑÖØ Ót
Ór
ÙÛØ ÑÑÔÒ Îr
Îy
Ñ Îtu:
».
K
ÓÕu
Ñs
ÑÔ(
Ü ÝÞß à áâ)
M
ÓÔ ×Ñ Ïu
Ø ÓÚÑ ÒÑ Ö Ñ ÏÑÖt
ãÚ ÎØy
ÑÔ × ÒÎÒ Îs
ØÛ ä ÎØ ÑÔÒ ÑÕÑÖsu
Ñtu
Ð ÛÙÛ Ô× ÑÔ åK
ÓÕu
Ñs
ÑÔ Ö ÓÔ ×Ñ Ïu
Ú Ñ ÒÑ Ù ÑÔ æÑØÔy
Ñ çÓ ÔÎs
ÎÔ èãé Ö Ñs
Îy
ÑÔ × Ò ÑÚ Ñt
Ò ÎØ Ót
ÑÐu
ÎãÕ ÓÐãéÑÔ×Õ ÑÎÔÒÑÕÑ ÖÚÓÔ×ÓÖ ÙÑÔ× ÑÔÐÛÙÛ Ô ×ÑÔå Çê
W
ÑØ ëu
Ø ÓÕu
Ñs
ÑÔ(
Ü ÝÞß àáâáìíÞ)
î Ó
r
Ð ÛÙÛ Ô× ÑÔÒÓÔ ×ÑÔçu
ÖÕ ÑÐw
ÑØ ëu y
ÑÔ×Ò ÎÐ Ñ Ù Îs
ØÑÔãÕ ÓÐ ÚÑs
ÑÔ × ÑÔÒÑÕÑÖ ÙÓr
ØãÖu
ÔÎØ Ñs
Îs
Ñtu s
Ñ Ö ÑÕ Ñ ÎÔ ÔæÑ ÖÓ Ô ×Ó Ô Ñ Î ÙÓr
ÙÑ× ÑÎÖ Ñ ÏÑ Öt
ãÚ ÎØ åW
ÑØëu
y
ÑÔ × Ò Î×u
ÔÑØÑÔ ÒÓ Ô× ÑÔs
Ós
Ó ã éÑÔ× ÑØ ÑÔ ÏÓ ÔÒÓru
Ô × ÖÓÔÎÔ ×ØÑt
Ø ÑÔØÓÖ
u
Ô ×ØÎÔÑÔt
Ór
ç ÑÒ Îト ØÓt
Ór
ÙÛ ØÑÑÔ ÒÎr
Î.
P
Ó ÖÎÕ ÎÐÑÔw
ÑØtu y
ÑÔ×t
ÓÚÑt
s
ÑÔ× Ñt
ÚÓ ÔëÎÔ ×u
Ôëu
Ø ÖÓÔ ÓÔ ëu
ØÑÔ ÑÚÑØ ÑÐs
Ós
Ó ã éÑÔ × Ò ÑÚ Ñt t
Ór
ÙÛØ Ñ Ñt
Ñu
t
ÎÒ ÑØ åD
ÑÕÑÖ ØÓt
Ór
ÙÛØÑÑÑÔ ÒÎr
Î ÎÔÒÎv
ÎÒÛ Ú Ór
Õu
ÖÓ ÖÚÓr
ÐÑt
ÎØ ÑÔ Ø ãÔ ÒÎs
Îï
.
K
ð ñò óò ôò õ(
ö ÷øù ú)
M
ðru
ûu
ü ýòñòt
þ õÿüòt
üðþõþ ôòõy
ò õ ÿ ô ð õÿòr
ò üòõ ñþs
ü þ ôð õÿðõòþsu
òtu t
ýþ üM
ðõut P
ðòrs
õ üð ñòóòô ò õ üðt
ðr
u
üò ò õt
ðr
ò ÿþ òt
òs
ñòñþ ô ð õ þ
y
ò ü õþ üðt
ðr
üò ò õ ñþr
þy
òõÿ ñò õÿ üòó ñòõy
òõ ÿ ñòóò ô.
K
ðt
ðr
üòòò õñþr
þy
ò õ ÿñ òõÿ üòóþ òs
òõ òñþu
õÿ üò ýüòõüðýòñò òõÿy
ò õÿò
ru
ñþ üð õò ó. K
ðýò ñò ò õÿt
ðrs
ð þòs
ò õ ò ñþðr
þt
ò üò õ òs
ý ðü-
òs
ý ðü ÿð ÿr
òþs t
ð õòõÿ ñþr
þ ô þs
ò óõ ò õò ô ò,
ñò ðr
ò òs
ò ó ñò õ ò óòôòt.
K
ðt
ðr
üòòò õ ñþr
þy
òõÿ ñò óò ô,
ñþðr
þt
òüò õ üðýò ñò òõÿ-
òõÿy
ò õÿô ðôþ óþüþüðñð üò
t
ò õ õÿòõ(
ù).
S
ut J
(
v
!F
!H
!, 1995)
t
r
" !r
! !! !" "r
#s
#y
!tu:
. K
"r
! "!r
s
!K
"r
! " !r
s
! "r
" "r
!u
$u
"
s
!%s
!t
$ !r
!y
. I
!v
! #rs
!#!
r
! # !u
# " !t
u
%r
! " !r
!.
" &R
s
S
s
r
s
y
r
! "r
u
!s
!t
!" !
r
!y
# !t
!t
rus
rus s
"y
!!" ! "
.
ï. K
'u
'ur
K
t
r
" !r
! #r
! !s
s
r
u
# !r
!s
ïr
'u
'ur
#y
, s
" " # " !M
()*+ut
,r
--./& E
00(rt (J
12 12u
334 )R
1.50 1t, 2011: 134)
[image:38.595.138.517.208.491.2]0 ()6 (0
u
. 1. 1) 7 4r
4-
7 4r
4 - +1)6t
(r
8 *.1 31) - + 1)6t
(rtutu
9:s
(9 (rt
4y
1)6 13 1 312 10t
18 (2348 1w
154 )4:
Tabel 1. Ciri-ciri Orang Terbuka dan Tertutup
No.
Terbuka
Tertutup
1.
M
()4 214 9 (s
1)s
(7 1r
1 -8;(.<4=,
3()6 1) 0()66u
)1. 1) 31t
1 31) . (1;(61)2- 64. 1M
()4 214 9 (s
1) 8 (r
31s
1r
0 -<4= -0-<4=9 +48 1342.
M
(0 8 (31. 1) 3 ()61) 0u
315: 0 (2 45 1t
)*1)/1,
3/8,(
r
9 4. 4r
s
409 2 4s
4t
4s,
1rt
4)y
1 8 (r
9 4. 4r
5 4t
10 9 *<45(t
1)9 1 )*1)/1)
3.
,(r
-r
4 ()<1s
49 13 14s
4 ,(rs
1)31r
2 (8 45 8 1)y
1. 9 131su
0 8 (r
9 (s
1)31r
49 1314s
49 (s
1)4.
M
()7 1r
4 4)=-r
0 1s
4 31r
4 8 (r
8 16 14su
08 (r
M
()7 1r
4 4 )=-r
01s
4t
()<1)6 . (9 (r
71y
1 1) - + 1)6 214) 31r
4su
0 8 (r
)y
1s
()34r
4,
8 *. 1) 31r
4su
0 8 (r
. (9 (r
7 1y
1 1)- +1)6214 )5.
L
(8 45 8 (rs
4=1t
9 +-> 4s
4- )12 31)8 (
rs
(341 0()6u
815. (9 (
r
71y
1)))y
1S
(7 1r
1. 1. *0(09 (rt
151 ). 1)31) 0 (0 (6 1)6t
(6u
5s
4st
(0 . (9 (r
71y
1 1))y
16.
M
()7 1r
4 9()6(rt
4 1) 9(s
1)y
1 )6t
4 31.s
(su
14 3()61 )r
1)6.141) . (9 (r
71y
1 1))y
1.
M
()- 2 1.: 0 ()61814. 1 ): 0() -34st
- +s
4,
31) 0()- 21. 9 (s
1)y
1 )6t
4 31. .- )/4st
() 3()61 )s
4st
(0 . (9 (r
71y
1))y
1?4+4@74 +4- +1)6<(+8 *.1319 1<34 *+14. 1)/(816148 (+4. *< A 1B C()4 2149 (/1)/ (71+ 1-8;(.<4=3()61)0 ()66*) 1.1)31<131)2- 64. 1
GH
M
IJKLJMJG MNIOIPN IPJMQR SIt
PL IP T INMPUIPJu
NISHOr
IP Ut
Mr
GL O I QMGR S NIK It
JMJG MNIOIP N IP JMQRSIt su
Is
IP I It
Iu
PL IP TINMP UIP J
u
NISVs
MSR PUU I NIK It
J MPy
Msu
IR OIP NRr
R NIQIJs
MUIQI SIQ. L
MGR S JMJIP N IP U NLPRIs
MW Ir
Iu
PRv
Mrs
IQ GL OIP J MQR SIt
NIr
R OIWIJ It
ISRt
IJNIPKL XRSHW
. L
MGR SJ MPMOIP O IPK INIRs
RYIUR Z
r
IP Ut
Mr
GL OIy
IP U KIQRPU K MP XR P U IN IQIS IK Iy
IP U NR GRWIr
IOPI GL OIPs
R IK Iy
IP U GMr
GR W Ir
I. S
MQIR P Rtu, t
RNIOt
Mr
ROIt
K INI ZXZ[Rt
Is y
IP U Jut
QIOT MSRPUUIt
RNIOW MP NMru
P UW MJIs
NIQIJs
Mt
R IKXRP NIOIPHNH YM
rus
ISIJMP W Ir
RRP \Zr
JIs
RNIr
Rsu
JG Mr
Q IRPOr
IP Ut
Mr
GL O I Q MGRS NIKIt
J MP Mr
R J I NIP J MP W Ir
Rsu
JG Mr
RP \Z[J Is
Ru
P Xu
ONRr
R Py
INIr
RG Mr
GIU IRKR SIOHM
.
YMrs
R \ It
K [Z]Rs
RZP IQ NIP G Mrus
IS I JMPWIr
R R P \Z[JIs
Rs
Mrt
I GMrs
MNRI JMPUu
GISOMy
IOR PIP^ROIt
R NIOT Msu
IRNMP U IPOMI NIIPH_
rt
R Py
I G Mrs
ROIKt
MP X It
R\ NIP G Mr
KR ORr
IPt
Mr
GL OIs
Mrt
I GMrs
MNRI JMP NMP UIr
K IP NIP U IPy
IPU G Mr
Q Iw
IPIP NIP G Mrs
MNRI JMP Uu
G IS K ZTRs
R ^ROIOMINI IPJMP USIrus
O IPH\
.
M
MPW Ir
R KMP UMrt
RIP KMs
IPy
IP Ut
RNIOs
Msu
IR NMPU IPr
IP U OIR IP OMK Mr
WIy
IIPPy
I`a
rs
b cdet
ar
` fc dt
ar
gdhde ear
`ahddi ib j db,
ca ear
kdy
d dils
bcdel hdi ear
bjdcfmna
r
hds
dr
c diur
dbdi hb dt
ds,
eaia jbt
b dc di oai ppu
idcdi ds
eac cat
ar
` fcd di hbr
b o ai fqut J
rgi s ri,
cdr
ai d ds
ea cy
dip hb ta j ds
cdi ja`bg `ars
b udt u
ibv
ars
dj h di t a jds.
vs
ea c cat
ar
` f cddi hbr
bt
ars
a` fwy
dbtu
ca`ar
dibdio aipdo `b jr
as
bcrlqds
ddodilhdicatu
tur
dim4. Tingkatan-tingkatan Keterbukaan Diri
D
djdo eqrs as
g f` fipdi b iwar
ears
ridjt
ar
hdedt t
b i pcdt
di-t
b i pc dt
diy
dip `ar
` ah d hdj do cat
ar
` fcddi hbr
b. M
ai fqut P
rxa jj(Tr
bD
dy
d cbs
ibH.,
2006:106) t
b i pcdt
di-t
b i pcdt
dicat
ar
` fc ddihbr
bhd jdocrou
ib cds
by
dbtu:
d
.
nds
d-
` ds
bM
aru
edcdit
dr
du cat
ar
`u
cddi hbr
by
dip edjb i p jaodg dt
du
h dipc dj,
w
djdu
efit
ar
h dedt
cat
ar
` fcddi hb diwdr
d bihbv
bh flt
at
debt
b h dct
ar
t dhbg f` fi pdidiw d
r
er
b ` dhb.
`mM
ao`bkdr
dc dig dj-
gdjjdbiH
dj-
g djy
dip hbu
ipcdec dih dj do crou
ib cds
b g diy
djdgt
aiwdip rqdipy
. M
z{y
|t
|}|{~| ~|s
|{ |{ z{||t
I
{v
u
| z|}}|{ } zt
zr
}| |{ r
z{~|{ zr
|{z z
r
}|{su
|tu
z{ ||t
} z| | {v
|{s
zy|r
| z z{| |. Hu
{ ~|{y
|{~t
zr
| {u
|zr
|t.
P
zr
|s
||{S
zt
| {v
||t
z } ~| ~|s
|{ |t
|u
z{||t y
|{ ~s
||t
zt
| zr
|s
||{ |t
|u
zy
|{~ z{y
zrt
| ~| ~|s
|{ |t
|u
z{| |t
s
zt
| {v
||t
zr
z |-
z |. S
zt
| {~|{y
|{ ~z{~ { ~{}|{ z
rt
zu
|{ |{|r
|y
|{ ~su
{ ~~u
-su
{ ~~u
|rus
| |s
|r
}|{ |t
|u
{ ~|{y
| { ~ u
ur, t
zr
}|,
|{ z{y
|t
|}|{zr
|s
||{-
zr
|s
||{y
|{ ~z{||.
z
. Hu
{~|{{ y|}K
zt
zr
}| |{ r
t
z | |}}|{s
zy|r
| z{| |,
{v
y
|{ ~z{ | { {~|{ |{|
r
| ||t
z{ ~ |y
|t
zr
|s
||{y
| { ~ || {v
|{{y
|. S
z~|| zrs
|| |t
|{y
| { ~ z{|| |{s
z|t
|rus
| zr
|s
|r
} |{ || } zt
zr
} ||{ r
|{ } zu
ur
|{y
|{ ~
ut
|} M
zs
}{ z{ {~} zt
zr
}| |{{|u
{} zt
zr
}||{ ¡
u
¢ ¢£¤¥ ¦S
¦ r
¥y G
¥§rt (S. D
¨u
¢rs
¢S
£ ¨ ¢¨¢, 2004: 2.42)
§¢¦ © ¢ ª «¬¢s
¢ £ ¢ ¥¢ ¡ ¦¬§¬ £¢ £ ¢ £ t
r
§¬ ¢ ¢£ ¡ ¡ ¥ ¦¬§¬ £¢ £ urv
¢¥ £r, y
¢ tu t
£ ¢t
«¬¢s
¢ £ ¡ £ ®¢« ¢ t
t
t
rt
£ «¢ ¢t
£¢t
t
r
§¬ ¢ ¢£y
¢ £ s
¢ £ (
¯ °±²³´µ ²)
.
¶
r
¢s
¢r
¢ £ « £¨ ¥¢s
¢£ ¢t
¢s,
¢«¢t
s
¡«¬ ¥¢ £ §¢¦ ©¢t
£¢t
¢£-t
£¢t
¢ £ t
r
§¬ ¢¢ £ r
y
¢ tu
§¢s
¢-
§¢s
,
¡ ¡§ ®¢r
¢¢ £ ¦¢ ¥-
¦¢ ¥ ¥u
¢r
r
£y
¢,
¡ £y
¢t
¢ ¢£ ¢¢s
¢£ ¢ £ « £¢«¢t,
¡ £u
£¢« ¢ £ «r
¢s
¢ ¢£· ¢£ ¦¬§¬ £¢ £«¬ £ ®¢ y
¢ tu
¢t
¢ ££¸r
«rs
¤£¢ ¥y
¢£¡ £¢ ¥¢ ¡.
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterbukaan Diri
D
V
t
¤(2008:
38-39)
¡ £ ¡u
¢ ¢ £ ¹¢ ¸ ¤º-
¹¢ ¸¤r
y
¢£ ¡ ¡« £¢
ru
¦ t
r
§¬ ¢ ¢£r
¡ ¥ «¬ ¸ :
¢.
¶s
¢r K
¥ ¤¡« ¤K
t
r
§¬ ¢ ¢ £ r
¥ § ¦ §¢ £y
¢t
r
¨ ¢ ¢ ¥¢ ¡ ¥¤¡« ¤ ®¥ ¢r
«¢¢ ¥¤¡« ¤ §
s
¢r. D
£ ¢ £s
¢tu
« £ £ ¢r,
« ¦¢ y
¢£ ¡ ¥¢ ¬ ¢ £ t
r
§¬ ¢ ¢ £ r
¢« ¢t
¡r
s
¢« t
¢ £ ¢«¢ £ £ ¢£ ®r
¡¢t. S
¢£¢ £ ¢«¢§ ¥¢ ¢ ¢ ¥ § ¦ ¢r
s
¢tu
« £ £ ¢t,
« ¡¢£¸¢u
¢£s
«rt
£ ¢« ¢t
¡ £¨ ¢su
¥t,
¢r
£¢t
¢ £¢«¢£y
¢ £ ¡u
£®u
¥ «¢st
§r
§ ¢ ¢r
« £ £ ¢r y
¢ £§r
§ ¢.
§»
P
r
¢s
¢¢£¡ £yu
¢ S
s
¤º¢ £ ¡ ¡§¬ ¢r
«¢¢¤º¢ £ -
¤º¢ £ y
¢ £ su
¢ ¢t
¢u
®£¸¢ ,
½
. E
¾¿ÀÁÂà ÁÂÀI
ÄÁÂv
ÂÁÅÆ¿Ç à ÀÅÀà ÄÀ¿t
¿r
È ÅÀÃÃÄÁÂr
ÂÃ ÉÃÈ ÂÇ ÃÊËÃ Ä ÌÇÃ ÂÄÍu
ÌÃÆ¿Ç à ÀÅÀà ÄÀ¿
t
¿r
È ÅÀÃ Ã ÄÁÂr
Â. E
¾¿ÀÁÂà ÁÂÀ ÄÂÁà ÉÃt
Æ¿ ÆÈ ÅÃt s
¿s
¿ÊËÃ Ä ÌÆ¿r
Ãs
ÃÇ ¿È ÂÎ Ã ÆÃ ÄÏÄy
à ÆÃ ÄÏÁÃ ÄÆ¿ ÆÉ¿r
ÀÅÃt
ɿr
ÂÇ ÃÀÅÆ¿ ÆÈ Å ÀÃÁÂr
Âs
¿ ÄÁÂr
Â.
ÁÐ
K
Ê Æ É¿t
¿ ÄÑ ÂOr
Ã Ä Ìy
Ã Ä Ì ÀÊ ÆÉ¿t
¿Ä Ç¿ È Â ÎÈÃ Äy
ÃÀ Æ¿Çà ÀÅÀÃ Ä ÁÃÇ ÃÆÀ¿t
¿r
È ÅÀÃÃÄ ÁÂr
ÂÁÃ
r
 ÉÃÁÃÊr
Ã Ä Ìy
ÃÄ ÌÀÅr
ÃÄÌÀÊ ÆÉ¿t<