• Tidak ada hasil yang ditemukan

JAS Vol 15 No 1 Aksi Petani dan Gerakan Politik Pedesaan 02-Daftar Isi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "JAS Vol 15 No 1 Aksi Petani dan Gerakan Politik Pedesaan 02-Daftar Isi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Renegosiasi Citra Lokal: Potret Transformasi Masyarakat Desa Hutan

Hery Santoso

Pengendalian Hama Terpadu setelah Lima Belas Tahun Berlalu: Adakah Perubahan dan Kemandirian?

Yunita T. Winarto

Jeratan Pangan Global

Tri Hadiyanto Sasongko

Kerawanan Pangan dan Persoalan yang Melingkupi: Kasus Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat

Yusup Napiri Maguantara

Revitalisasi Pertanian dan Upaya Perbaikan Penguasaan Lahan di Tingkat Petani

Erizal Jamal

Tantangan Masa Depan Pertanian Indonesia

The Future Challenges of Indonesian Agriculture

BAHASAN UTAMA

V

XIII

1

27

57

83

(2)

Pembaruan Agraria dan Kebutuhan Lahan untuk Pem-bangunan Pertanian: Memadukan Aspek Landreform

dengan Aspek Non-landreform dalam Kebijakan Pembaruan Agraria

Syahyuti

Bekerja Sampai Mati: Kerja dan Hidup Petani Tua di Indramayu Selatan

Dede Mulyanto

Metodologi Memahami Petani dan Pertanian

Johan Iskandar

Pangan di Bawah Kuasa Modal

Tri Hadiyanto Sasongko

“Pembangunan”, Kesenjangan, Mentalitas, dan Demokra-tisasi

Dede Mulyanto

Ideology in the Social Sciences (Ideologi dalam Ilmu-Ilmu Sosial)

Gunawan Wiradi

RUANG METODOLOGI

RESENSI BUKU

123

145

DAFTAR ISI

171

213

SUPLEMEN

Referensi

Dokumen terkait

Resensi Buku dalam Jurnal Analisis Sosial kali ini menampilkan ulasan Tri Hadiyanto Sasongko tentang buku karya Khudori yang berjudul: "Lapar: Negeri Salah Urus!"

Pemusatan kepe- milikan tanah pada segelintir orang kaya tampak dari banyaknya anggota rumah tangga buruh tani tanpa tanah terdesak untuk mencari nafkah ke luar desa, terutama

Secara umum dapat disimpulkan bah- wa pendekatan agroekosistem memi- liki karakteristik, antara lain: (a) me- nekankan pada workshop multidisiplin dan teknik analisis cepat;

Lebih lanjut, Khudori menyatakan bahwa beras sebagai pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia tidak pernah bisa menjadi komoditas andalan rumah tangga petani, karena

Demokrasi ini harus meliputi adanya pembagian kekuasaan lebih luas, ter- bukanya akses kepada sarana-sarana produksi dan distribusi bagi rakyat, terbukanya akses bagi rakyat untuk

Sementara itu, sesuai dengan ketentuan Hukum Adat, orang asing hanya dapat menguasai tanah dengan Hak Pakai, jika ia benar-benar berkedudukan di (dalam arti menjadi penduduk)

(1) Apakah telah ada hak tanah atas s e b i d a n g t a n a h y a n g bersangkutan dengan wilayah kuasa pertambangan, maka kepada yang berhak diberikan ganti rugi

Seperti kita ketahui, simbol-simbol yang paling penting dan mendasar dari setiap negara (bangsa) adalah tiga, yaitu, Bendera, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan?. Nah, di