• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)

METODE

PENELITIAN

PENDIDIKAN

GEOGRAFI

Oleh

(2)

MATERI PERKULIAHAN

TM :

I. PENELITIAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN II. JENIS-JENIS PENELITIAN

III. MASALAH PENELITIAN

IV. LANDASAN TEORI,KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS V. VARIABEL PENELITIAN DAN SKALA PENGUKURAN

VI. POPULASI DAN SAMPEL

VII. METODE PENGUMPULAN DATA

VIII. INSTRUMENPENELITIAN DAN PENGUKURAN IX. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

X. PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) XI. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN

(3)

TM I

(4)

Makna Penelitian

Penelitian perlu dilakukan dengan alasan:

1. Pengetahuan,pemahaman

,kemampuan manusia terbatas.

2. Adanya dorongan ingin mengetahui 3. Manusia selalu dihadapkan pada

masalah

4. Manusia tidak puas dengan apa yang

(5)

Manusia berusaha mencari jawaban

atas berbagai pertanyaan tersebut

Esensi yang dicari manusia adalah

memperoleh pengetahuan yang benar.

Bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang benar?.

Cara-Cara memperoleh Pengetahuan Yang Benar:

(6)

Cara- cara manusia memperoleh

pengetahuan yang benar:

Charles Pierce menyebutkan ada empat cara untuk memperoleh kebenaran:

1. Kegigihan, keuletan, tenacity: sesuatu

dipandang benar karena kita memegang teguh.

2. Otoritas atau kewenangan

3. A priori , intuisi: proposisi a priori adalah

“sesuai dengan nalar” tidak harus selalu selaras dengan pengalaman.

(7)

Bagaimana manusia memperoleh

kebenaran?.

CHARLES PIERCE:

1. Method of Tenacity 2. Method of Authority 3. A Priori Method

(8)

Pengertian Metode Penelitian

dan Penelitian

Metode Penelitian

Adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan

tertentu.

Kata kunci:

(9)

PENGERTIAN PENELITIAN

SCIENTIFIC RESEARCH IS SYSTEMATIC, CONTROLLED,EMPIRICAL, AND CRITICAL INFESTIGATION OF HYPOTHETICAL

PROPOSITIONS ABOUT THE PRESUMED RELATIAONS AMONG NATURAL

PHENOMENA.

(10)

Defnisi Penelitian

Penelitian ilmiah adalah:

Penyelidikan yang sistematis,

terkontrol,empiris dan kritis, tentang feomena-fenomena alami, dengan

(11)

Pengertian Penelitian

1. Penelitian merupakan proses pengumpulan

dan analisis data yang dilakukan secara

sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.

(12)

Karakteristik penelitian

 Suatu penyelidikan yang dilakukan secara

sistematis, terkontrol, empiris, kritis-obyektif, tentang fenomena alami dengan dipandu oleh teori,dan hipotesis tentang hubungan yang diduga ada diantara fenomena yang diselidiki.

 Penelitian merupakan cara ilmiah: rasional,

empiris, sistematis.

 Data hasil penelitian: valid ,reliabel,obyektip  Oleh karena itu diperlukan intrumen yang

(13)

Sifat (Ciri) Khas Penelitian

CRAWFORD , sembilan ciri penelitian :

1. Penelitian berorientasi pada adanya masalah

2. Mengandung unsur originalitas 3. Didasarkan pada rasa”ingin tahu”. 4. Dilakukan dengan pandangan terbuka

5. Untuk menemukan generalisasi

6. Berdasarkan asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai hukum dan pengaturan.

(14)

Metode Ilmiah

ALMACK:

Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran.

OSTLE :

Metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh suatu interelasi.

Metode Ilmiah:

Cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri obyektif. Kebenaran yang diperoleh secara

(15)

Kriteria dan langkah-langkah

metode ilmiah

Kriteria metode ilmiah:

1. Berdasarkan fakta

2. Bebas dari prasangka

3. Menggunakan prinsip analisis 4. Menggunakan hipotesis

(16)

Langkah-langkah metode

ilmiah

1. Memilih dan mendefnisikan masalah 2. Survei terhadap dayta yang ada

3. Memformulasikan hipotesis

4. Membangun kerangka analisis dan alat dalam

menguji hipotesis

5. Mengumpulkan data

6. Mengolah,menganalisis dan membuat

interpretasi

(17)

Langkah-langkah Penelitian

1. Merumuskan dan mendefnisikan masalah 2. Melakukan studi kepustakaan

3. Memformulasikan hipotesis

4. Menentukan model untuk menguji hipotesis 5. Mengumpulkan data

6. Menyususn,menganalisis, menginterpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan

(18)

Langkah-langkah Penelitian

Mac Millan dan Schumacher (1986)

Lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian:

1. mengidentifkasi masalah 2. melakukan studi empiris

3. melakukan replikasi dan pengulangan 4. melakukan sintesis dan mereview

(19)

John Dewey

1. Identifkasi masalah

2. Merumuskan dan membatasi masalah 3. Menyusun hipotesis

4. Mengumpulkan dan menganalisis data 5. Menguji hipotesis

6. Menarik kesimpulan

(20)

Prosedur Penelitian

1. Identifkasi masalah

2. Membatasi dan merumuskan masalah 3. Studi Kepustakaan

4. Hipotesis atau pertanyaan penelitian 5. Menentukan metode penelitian

6. Menyusun intrumen dan mengumpulkan data.

7. Menganalisis data danenyajikan hasil. 8. Menginterpretasi temuan.

(21)

TM II

(22)

Penelitian berdasarkan tujuan

1. Penelitian murni (Basic Research) dan terapan (applied Research)

2. Penelitian evaluasi (Evaluation Research)

3. Penelitian pengembangan (Research and development, R&D)

(23)

Penelitian murni(basic

research)

Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Jujun

Suriasumantri,1985).

Penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena adanya perhatian dan keingintahuan terhadap sesuatu.

Penelitian murni tidak mempertimbangkan penggunaan dari temuan untuk masyarakat, tidak memikirkan

kehendak sosial ekonomi masyarakat.

(24)

Penelitian terapan (applied

research)

Penelitian terapan adalah penyelidikan sistematik terhadap suatu masalah

dengan tujuan untuk dugunakan dengan segera untuk keperluan tertentu.

Penelitian terapan bertujuan untuk

memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

(25)

Penelitian evaluasi

Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu mempermudah

pembuatan keputusan sehubungan dengan kebaikan relatif dari beberapa alternatif tindakan setelah melakukan evalusi terhadap pelaksanaan suatu kegiatan atau program.

(26)

Penelitian pengembangan

(R&D)

Tujuan dari penelitian ini bukan untuk merumuskan teori, tetepi untuk

mengembangkan temuan-temuan yang efektif untuk dimanfaatkan.

Borg&Gall: penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang

(27)

Lanjutan R&D

Penelitian R&D merupakan jembatan antara basic research dengan applied research.

R&D bersifat longitudinal-beberapa tahap.

Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga dihasilkan produk yang bersifat hipotetik ,

digunakan metode penelitian dasar.

(28)

Penelitian tindakan (action

research)

Penelitian tindakan bertyujuan untuk

memecahkan masalah-masalah setempat dengan menggunakan metode ilmiah.

Penelitian tindakan:

(29)

Penelitian berdasarkan tujuan:

1. Tujuan eksploratif: bertujuan untuk

menggali pengetahuan untuk pengenalan dan pemahaman tentang suatu fenomena yang masih sedikit diketahui.

2. Tjujuan deskriptif: bertujuan untuk

menggambarkan ciri tertentu dari suatu fenomena.

(30)

Jenis Penelitian Berdasarkan tingkat Kealamiahan tempat penelitian

1. Penelitian Eksperimen 2. Penelitian Survey

(31)

Pada umumnya metode

penelitian dikategorikan atas :

1. Metode historis/ sejarah 2. Metode deskriptif

3. Metode korelasi

4. Metode kausal komparatif 5. Metode eksperimen

(32)

Metode Sejarah

Penelitian sejarah adalah pengumpulan data secara sistematis dan evaluasi

obyektif dari data yang berkaitan dengan kejadian dimasa lampau untuk menguji hipotesis sehubungan dengan sebab – akibat atau kecenderungan kejadian tersebut yang dapat membantu

(33)

Tujuan penelitian metode

historis

Untuk membuat rekonstruksi masa

lampau secara obyektif dan sistematis dengan mengumpulkan mengevaluasi serta menjelaskan, mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan

(34)

Jenis-jenis penelitian

historis

1. Penelitian sejarah komparatif 2. Penelitian yuridis atau legal 3. Penelitian biografs

(35)

Langkah-langkah penelitian

historis

1. Defnisikan masalah

2. Rumuskan tujuan penelitian 3. Rumuskan hipotesis

4. Kumpulkan data 5. Evaluasi data

(36)

Metode Deskriptif

1. Penelitian deskriptif adalah metode meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran pada masa

sekarang.

2. Metode deskriptif merupakan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.

3. Peneliti dapat membandingkan fenomena -- studi komparatif.

(37)

Jenis-jenis penelitian metode

deskriptif

1. Metode Survey

2. Metode deskriptif berkesambungan 3. Penelitian studi kasus

4. Penelitian tindakan

5. Penelitian Perpustakaan dan

dokumenter

(38)

Langkah-langkah metode

deskriptif

1. Memilih dan merumuskan masalah 2. Menentukan tujuan penelitian

3. Memberi batasan,limitasi area: secara geografs, batasan

kronologis

4. Merumuskan kerangka reori atau kerangka konseptual, yang

kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis untuk diverifkasi

5. Menelusuri sumber kepustakaan 6. Merumuskan hipotesis

7. Melakukan kerja lapangan

8. Membuat tabulasi,analisis data 9. Menginterpretasi

(39)

Metode Korelasi

Penelitian korelasi berkasitan dengan pengumpulana data untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dua

variabel atau lebih, dan seberapa tingkat hubungannya, yang dinyatakan dalam suatu koefsien korelasi.

(40)

Penelitian korelasi

- Studi korelasi dirancang untuk
(41)

Metode Kausal Komparatif

Penelitian yang berusaha menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status .

(42)

Metode eksperimen

Merupakan metode paling tepat untuk

menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Variabel bebas dimanipulasi.

(43)

Tujuan penelitian eksperimen

Untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat dengan cara

memberikan satu atau lebih perlakuak kepada satu atau lebih kelompok

(44)

Metode Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah suatu

penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dengan “decision maker” tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera dapat dugunakan untuk menentukan

kebijakan.

(45)

Penelitian Tindakan Kelas

 MENGENAI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(46)

Jenis Penelitian Menurut

metode

.Jenis penelitian menurut metode: 1. Survey

2. Exposfacto 3. Eksperimen 4. Naturalistik

5. Policy research 6. Action research 7. Evaluasi

(47)

 Metode kuantitatif disebut metode tradisional,

karena sudah mentardisi sebagai metode penelitian.

 Disebut juga metode positivistk, karena

berlandaskan flsafat positivisme.

 Disebut pula metode discovery,dengan

metode ini ditemukan dan dikembangkan berbagai IPTEk baru.

(48)

Metode penelitian

kualitatif

 Merupakan metode baru

 Disebut metode postpositivistik

 Merupakan metode artistik, karena proses

penelitian bersifat seni.

 Disebut metode naturalistik (natural

setting).

 Intrument--- human

(49)

Karakteristik Penelitian

Kuantitatif-Kualitatif

Dapat dicermati dari aspek :

1. Desain 2. Tujuan

3. Teknik pengumpulan data 4. Intrumen penelitian

(50)

Penelitian kuantitatif-kualitatif

8. Hubungan dengan responden 9. Usulan desain

10. Waktu,kapan penelitian dianggap selesai

(51)

Penggunaan metode

kuantitatif.

Metode kuantitatif dapat digunakan apabila:

1. Masalah yang akan diteliti sudah jelas. 2. Peneliti ingin mendapatkan informasi

yang luas tetapi tidak mendalam dari suatu populasi.

(52)

Penelitian kuantitatif

4. Untuk menguji hipotesis penelitian

5. Peneliti ingin mendapatkan data akurat berdasarkan data empiris yang terukur.

6. Ingin menguji bterhadap adanya keragu-raguan tentang validitas

(53)

Metode kualitatif

1. Bila masalah belum jelas.

2. Untuk memahami makna di balik data

yang tampak

3. Untuk memahami interaksi sosial 4. Memahami perasaan orang

5. Untuk mengembangkan teori

(54)

Ruang Lingkup Penelitian

Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbentuk dari komponen-komponen

sebagai berikut: 1. input

2. infrastruktur 3. lingkungan 4. proses

(55)

Ruang Lingkup Penelitian

Pendidikan

Lihat Sugiyono hal 42 – 45

Lingkup Penelitian Pendidikan Pada Tingkat Operasional:

1. Aspirasi masyarakat dalam memilih

pendidikan.

(56)

lanjutan

5. Media pendidikan, buku ajar. 6. Penampilan mengajar guru. 7. Managemen kelas.

8. Sistem evaluasi pembelajaran. 9. Sistem ujian akhir

10. Kuantitas dan kualitas lulusan. 11. Perkembangan karier lulusan.

(57)

Proses Penelitian

Kuantitatif

A. Proses Penelitian Kuantitatif 1. Rumusan masalah

2. Landasan Teori

3. Perumusan Hipotesis 4. Pengumpulan data

a. Populasi dan sampel

b.Pengembangan instrumen c.Pengujian instrumen

(58)

TM: III

(59)

Masalah Penelitian

1. Pengertian masalah

Masalah ada apabila terjadi kesenjangan antara das sollen dengan das sein, ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan kenyataan.

2. Sumber untuk memperoleh masalah penelitian:

(60)

Sumber masalah penelitian

1. Bacaan : buku teks, jurnal,year book,

buletin dll

2. Seminar, diskusi dan pertemuan ilmiah lainnya

3. Pernyataan pemegang otoritas 4. Pengalaman sepintas

(61)

Pemilihan masalah penelitian

1. Pertimbangan dari arah masalahnya:

a. Pertimbangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya.

b. Pemecahan masalah praktis.

(62)

Bagaimana memilih masalah

penelitian?.

1. Masalah harus sesuai dengan minat peneliti. 2. Penelitian dapat dilaksanakan:

a. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti ( teori, metode).

b. Peneliti mempunyai tenaga, dana serta waktu yang cukup.

3. Tersedia faktor pendukung.

(63)

Bagaimana Merumuskan

Masalah

Rumusan masalash merupakan pertanyaan

yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.

Cara perumusan masalah

1. Dirumuskan dalam bentuk kalimat

pertanyaan.

(64)

Rumusan masalah

3. Rumusan padat dan jelas. 4. Memberi petunjuk tentang kemungkinan

(65)

Bentuk-bentuk rumusan

masalah

1. Rumusan masalah deskriptif:

Rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Peneliti tidak membuat

perbandingan pada sampel lain, atau mencari hubungan dengan variabel lain

Contoh:

(66)

2. Rumusan masalah komparatif

Rumusan masalah penelitian yang

membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

Contoh:

1) Adakah perbedaan prestasi belajar siswa dari

sekolah negeri dan swasta?.

2) Adakah perbedaan kinerja guru yang sudah

(67)

3. Rumusan masalah asosiatif

Rumusan masalah yang bermaksud untuk

mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Ada tiga macam hubungan:

1). Hubungan simetris:hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan

munculnya bersamaan,tetapi bukan

(68)

2)Hubungan kausal( hubungan

sebab akibat)

Merupakan penelitian tentang hubungan sebab

akibat, jadi ada variabel independen dan dependen. Contoh:

a. Apakah ada hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar?.

b. Apakah ada hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar?.

c. Seberapa besar pengaruh : kurikulum,

(69)

3) Hubungan interaktif/resiprocal/

timbal balik

Hubungan interaktif adalah hubungan saling mempengaruhi, tidak diketahui mana IV dan DV nya.

1. Hubungan antaraq motivasi dan

prestasi belajar.

2. Hubungan antara kecerdasan dengan

(70)

Jenis permasalahan menurut

Suharsimi

1. Permasalahan untuk mengetahui status dan mendiskripsikan fenomena, sehingga terjadi penelitian desskriptif ( survei, historis.

2. Permasalahan yang membandingkan status dua fenomena atau lebih.

(71)

lanjutan

3. Problema untuk mencari hubungan antara

dua fenomena:

a. Korelasi sejajar, misalnya korelasi antara

...

(72)

Tugas Menyusun Proposal

Penelitian

Praktik menyusun proposal penelitian

A. Judul Penelitian B. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah 2. Identifkasi Masalah 3. Pembatasan Masalah 4. Rumusan Masalah 5. Tujuan Penelitian 6. Manfaat Penelitian

C. Kajain Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelilitian D. Metode Penelitian

1. Desain Penelitian 2. Tempat dan waktu

3. Variabel dan defnisi operasional variabel 4. Populasi dan sampel

5. Te3knik pengumpulan data 6. Teknik analisis data

(73)

TM : IV

(74)

Tinjauan Kepustakaan

Tinjauan kepustakaan berisi :

A. Telaah kepustakaan terhadap penelitian

sebelumnya, buku ajar (textbook). 1.Telaah penelitian, mengungkapkan

bahasan kritis terhadap hasil penelitian yang sudah ada,analisis,model yang relevan

(75)

Apa yang perlu diperhatikan?.

Hal yang perlu diperhatikan dalam

penelaahan kepustakaanhasil penelitian sebelumnya:

a. Ada bukti bahwa masalah yang akan

(76)

lanjutan

b. Uraian teoritik dan empirik yang berhubungan dengan indikator,variabel,parameter penelitian yang tercerminpada masalah yang akan dipecahlkan.

c. Telaah hasil penelitian sebelumnya diasrahkan pada sebagian atau seluruh unsur penelitian:

(77)

2. Telaah buku ajar/teks book

Bertujuan untuk menemukan teori-teori pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan dan relevan dengasn topik

kajian penelitian. Tugas:

(78)

Saran tambahan

Tinjauan pustaka untuk skripsi paling tidak terdiri atas :

- Satu buku teks berbahas Indonesia - Dua buku teks berbahasa asing

 Jurnal ilmiah

 Skripsi mahasiswa maksimum 3 judul

(79)

B. Landasan Teori

Berisi uraian mengenai teori-teori yang sudah ada dan diakui kesahihannya.

Dikemukakan isi teori dan alasan mengapa teori tersebut digunakan.

Namun demikian sub bab ini boleh tidak dicantumkan, apabila secara implisit

(80)

C. Kerangka Pemikiran

Dijabarkan dari tinjauan pustaka dan duisusun oleh

peneliti, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah, dan untuk merumuskan hipotesis.

Dijelaskan hubunagn antara variabel atas kajian teoritis dan penelitian sebelumnya.

Kerangka pemikiran dituangkan dalam bentuk model matematis, diagram alir yang menggambarkan

hubungan antar variabel.

Model disusun berdasarkan teori dari hasil telaah kepustakaan dan hasil penelitian sebelumnya.

(81)

Hipotesis Penelitian

Pengertian:

1. Hipotesis merupakan jawaban sementara

terhadap masalah penelitian yang kebenarannya

masih harus diuji secara empiris.

2. Hipotesis merupakan kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelaahan kepustakaan

(82)

Hipotesis menyatakan prediksi

Taraf ketepatan prediksi akan sangat

tergantung kepaada taraf kebenaran dan taraf ketepatan landasan teoritis yang

(83)

Persyaratan Hipotesis

1. Merupakan kalimat deklaratif

2. Menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih

3. Dirumuskan secara padat dan jelas

4. Dapat diuji, artinya memungkinkan untuk

pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis.

(84)

Bentuk-Bentuk Hipotesis

1. Berdasarkan tingkat eksplanasinya : a. Hipotesis deskriptif

b. Hipotesis komparatif

c. Hipotesis asosiatif / hubungan

(85)

2.1.Hipotesis kerja/alternatif

(Ha)

Hipotesis kerja (Ha) menyatakan adanya hubungan, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Rumusan hipotesis kerja (Ha)

a. Jika ... maka ...

b. Ada perbedaan antara ...

(86)

2.2. Hipotesis nihil/nol

(Ho)

Hipotesis nol disebut juga hipotesis statistik. Ho menyatakan tidak adanya hubungan,

perbedaan , pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

Rumusan Ho:

a. Tidak ada hubungan antara ...

Dengan ...

(87)

Bagaimana menguji

hipotesis?.

1. Untuk dapat diuji dengan statistik, data

harus

dikuantitatifkan ( diangkakan).

2. Untuk dapat diangkakan diperlukan intrumen

(88)

Tugas menyusun proposal

penelitian

Sistematika : A.Judul

B. Pendahuluan:

1. Latar belakang masalah 2. Identifkasi masalah

(89)

5. Tujuan penelitian 6. Manfaat penelitian C. Kajian pustaka

1. Deskripsi teori dan penelitian yang relevan

(90)

D. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian

2. Tempat dan waktu penelitian

3. Variabel dan defnisi operasional variabel

4. Populasi dan sampel

(91)

1. Desain Penelitian

Untuk dapat menentukan desain penelitian diperhatikan pendekatan mana yang dipilih. 1. Berdasarkan rumusan permasalahan:

deskriptif, komparatif, asosiatif.

2. Berdasarkan pendekatan teknik samplingnya pendekatan populasi, sampel atau kasus.

(92)

Variabel penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, nilai dari orang ,obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang

ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel penelitian adalah obyek

(93)

Variabel berdasarkan pola

hubungan antar variabel

1. Variabel Independen : variabel bebas (IV) variabel stimulus, prediktor , antisedent. IV merupakan varibel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (DV).

2. Variabel dependen (DV), variabel uotput, kriteria, konsekuen, variabel terikat.

(94)

3. Variabel moderator: yaitu variabel yang

memperkuat atau memperlemah hubungan antara IV dengan DV.

Contoh :

Motivasi belajar (IV) --- Prestasi belajar(DV) Peran guru (VM)

(95)

Hub antar var

4. Variabel intervening

Variabel yang mempengaruhi hubungan antara IV dan DV menjadi hubungan tidak langsung, variabel antara diantara IV dan DV.

Contoh: Tinggi rendah penghasilan akan berpengaruh tidak langsung terhadap harapan hidup. Hal ini

variabel penyela adalah gaya hidup

(96)

Bagaimana menentukan kedudukan variabel dalam penelitian?.

• Harus dilihat konteksnya

• Dilandasi konsep teoritis yang

mendasari

• Dilandasi hasil pengamatan empiris di

(97)

Perhatikan!!.

 Sebelum meneliti perlu studi

pendahuluan ke obyek yang akan diteliti.

 Jangan sampai terjadi rumusan masalah

penelitian dibuat tanpa studi pendahuluan.

(98)

Jenis - Jenis Variabel

1. Variabel Kualitatif: kemakmuran,

kepandaian

2. Variabel kuantitatif

a. Variabel diskrit /nominal/kategories Contoh: ...

(99)

VARIABEL

DISKRIT-NOMINAL-KATEGORIK

VARIABEL SALING PILAH, DIKATEGORIKAN ATAS 2 KUTUB YANG BERLAWANAN:

- YA – TIDAK

- LAKI-LAKI-PEREMPUAN - LULUS-TIDAK LULUS CIRI VARIABEL DISKRIT:

 TIDAK DAPAT DINYATAKAN DALAM BENTUK ANGKA DESIMAL DIBELAKAN KOMA

(100)

VARIABEL KONTINUM

1. VARIABEL ORDINAL

YAITU VARIABEL YANG MENUNJUKKAN TINGKATAN : RANGKING 1,2,3 ....

JUARA 1,2,3...

2. VARIABEL INTERVAL YAITU VARIABEL YANG MEMPUNYAI JARAK, MERUPAKAN HASIL

PENGUKURAN: PRESTASI BELAJAR,PENDAPATAN 3. VARIABEL RATIO, YAITU VARIABEL

(101)

UNTUK APA MEMAHAMI

VARIABEL?.

MEMAHAMI VARIABEL DAN KEMAMPUAN

MENGIDENTIFIKASI VARIABEL MENJADI SUB-SUB

VARIABEL MERUPAKAN SYARAT MUTLAK BAGI PENELITI. VARIABEL HARUS DIPECAH-PECAH DIKATEGORI

UNTUK KEMUDIAN DISUSUN INDIKATOR-INDIKATORNYA. KATEGORI,INDIKATOR,SUB VARIABEL DIJADIKAN

PEDOMAN UNTUK:

(102)

CONTOH: PENGARUH KUALITAS GURU

TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

VARIABEL BEBAS : KUALITAS GURU

VARIABEL TERIKAT: PRESTASI BELAJAR SISWA SUB VARIABEL:

1. KUALITAS GURU: PENDIDIKAN, PENGALAMAN

MENGAJAR, USIA,BELAKAN

PENDIDIKAN,KOMPETENSI GURU

(PEDAGOGIS,PROFESIONAL,SOSIAL DAN KEPRIBADIAN)

2. PRESTASI BELAJAR: NILAI HARIAN, NILAI ULANGAN

(103)

PERHATIKAN:

VARIABEL PERLU DIBERI BATASAN PENGERTIAN YANG JELAS SEHINGGA BENAR-BENAR DAPAT DIUKUR

(104)

PARADIGMA PENELITIAN

PARADIGMA PENELITIAN MERUPAKAN POLA PIKIR YANG MENUNJUKKAN :

1) HUBUNGAN ANTAR VARIABEL YANG AKAN DITELITI

2) JENIS DAN JUMLAH RUMUSAN MASALAH YANG AKAN DITELITI

3)TEORI YANG DIGUNAKAN 4) JUMLAH HIPOTESIS

(105)

1. PARADIGMA SEDERHANA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN DENGAN PRESTASI BELAJAR.

X --- Y

1). RUMUSAN MASALAH DESKRIPTIF

BAGAIMANA TINGKAT KECERDASAN SISWA BAGAIMANA PRESTASI BELAJAR SISWA

2) RUMUSAN MASALAH ASOSIATIF

(106)

2. TEORI YANG DIGUNAKAN: TEORI TENTANG TINGKAT KECERDASAN, DAN PRESTASI BELAJAR

3. HIPOTESIS

1) HIPOTESIS DESKRIPTIF 2) HIPOTESIS ASOSIATIF 4. TEKNIK ANALISIS DATA

1) DESKRIPTIF: VARIABEL INTERVAL DANRATIO GUNAKAN T TEST one SAMPEL

2) HIPOTESIS ASOSIATIF, VARIABEL

(107)

2. PARADIGMA GANDA

DENGAN DUA VARIABEL

(108)

LANDASAN TEORI, KERANGKA

BERPIKIR DAN HIPOTESIS

MANFAAT TEORI DALAM PENELITIAN:

1. MEMPERJELAS MASALAH YANG AKAN DITELITI

2. SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN HIPOTESIS

3. DASAR PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN

LANDASAN TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITATIF HARUS SUDAH JELAS, BERBEDA DENGAN

PENELITIAN KUALITATIF DIMANA TEORI DAPAT DIKEMBANGKAN DALAM PROSES

(109)

DESKRIPSI TEORI

DESKRIPSI TEORI MERUPAKAN URAIAN SISTEMATIS TENTANG TEORI DAN HASIL-HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN DENGAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI. BERAPA JUMLAH TEORI YANG PERLU

DIDESKRIPSWIKAN? TERGANTUNG PADA JUMLAH VARIABEL YANG AKAN DITELITI

DESKRIPSI TEORI BERISI TENTANG: PENJELASAN

(110)

PROSES PENYUSUNAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MERUMUSKAN HIPOTESIS

1. MENETAPKAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI

2. MEMBACA BUKU DAN HASIL PENELITIAN (RELEVAN,

MUTAKHIR, KELENGKAPAN)

3. DESKRIPSI TEORI DAN HASIL PENELITIAN

4. ANALISIS KRITIS TERHADAP TEORI DAN HASIL

PENELITIAN

5. ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP TEORI DAN HASIL

PENELITIAN

(111)

KERANGKA BERPIKIR YANG

BAIK MEMUAT:

1. VARIABEL YANG AKAN DITELITI

2. DISKUSI YANG MENUNJUKKAN PERTAUTAN

ANTAR VARIABEL, DAN ADA TEORI YANG MENDASARI

3. DISKUSI JUGA MENUNJUKKAN HUBUNGAN

ANTAR VARIABELNEGATIF/POSITIF, TIMBAL BALIK DSB

(112)

HIPOTESIS PENELITIAN

1. HIPOTESIS DISUSUN BERDASARKAN

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

2. WALAUPUN HIPOTESIS SANGAT PENTING

DALAM PENELITIAN, TETAPI TIDAK SEMUA

PENELITIAN HARUS BERHIPOTESIS, MISALNYA PENELITIAN DESKRIPTIF DAN EKSPLORATIF

3. HIPOTESIS STATISTIK PERLU DISUSUN BILA

(113)

BENTUK HIPOTESIS

1. BERDASARKAN TINGKAT

EKSPLANASINYA

(114)

Populasi dan Sampel Penelitian

Sumber data

Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.

Sumber data dapat berupa 3P:

P--- Person, sumber data berupa orang P--- Place, sumber data berupa tempat P--- Paper , sumber data berupa

(115)

Penelitian berdasarkan

wilayah/cakupan sumber data

1. Penelitian populasi 2. Penelitian sampel 3. Penelitian kasus

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. 1. Penelitian populasi

Apabila semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian diteliti, maka penelitiannya disebut

(116)

2. Penelitian sampel

Apabila hanya sebagian dari populasi yang diteliti, maka penelitian disebut penelitian sampel.

Penelitian sampel dilakukan untuk

memberlakukan/menggeneralisasikan

(117)

Mengapa kita melakukan

penelitian sampel?

Keuntungan penggunaan sampel: 1.

(118)

Penentuan Sampel

Apa yang dipelajari dalam sampel ,

kesimpulannya akan diberlakukan pada populasi. Oleh karena itu sampel yang

diambil harus benar-benar dapat mewakili karakteristik populasi (representatif)

(119)

1. Variabilitas populasi

peneliti harus menerima variabilitas populasi apa adanya, tidak dapat diatur, dimanipulasi. 2. Besarnya sampel

(120)

3. Teknik penentuan sampel, semakin tinggi tingkat rambang dalam peenentuan

sampel,makin representatif.

4. Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi, semakin lengkap memasukkan ciri-ciri populasi sampel semakin representatif.

Walaupun berbagai teknik pengambilan

sampel telah dipertimbangkan, peneliti tidak dapat mencerminkan populasi secara

(121)

 Sampling error akan selalu ada.

 Oleh karena itu diperlukan estimasi

besar kecilnya kekeliruan, inilah yangdisebut dengan

(122)

Teknik-Teknik Sampling

A. Probability Sampling

1. Simple random sampling

2. Proportionate stratifed random sampling

3. Disproportionate stratifed random sampling

(123)

B. Non Probability Sampling 1. sampling sistematis 2. Kuota sampling

3. Insidental sampling 4. Purposive sampling 5. Sampling jenuh

(124)

Menentukan Besar Sampel

Besar kecilnya sampel tergantung pada tingkat ketelitian yang dikehendaki.

Makin besar tingkat ketelitian sampel semakin besar dan sebaliknya.

1. Tabel penentuan sampel dari Isaac dan

Michael.

2. Rumus Cochran 3. Rumus Cohen

(125)

METODE DAN INSTRUMEN

INSTRUMEN --- ALAT

METODE --- CARA

METODE TES, INSTRUMEN TES ATAU SOSL TES METODE ANGKET, INSTRUMEN ANGKET ATAU KUESIONER

(126)

METODE TES

PENGERTIAN TES:

TES MERUPAKAN PERTANYAAN ATAU LATIHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR

KETERAMPILAN, PENGETAHUAN,INTELEGENSI, KEMAMPUAN ATAU BAKAT INDIVIDU ATAU

KELOMPOK. MACAM TES: TES BAKAT,

(127)

METODE NON TES

1. ANGKET ATAU KUESIONER

MACAM-MACAM KUESIONER:

 KUESIONER TERBUKA DAN KUESIONER

TERTUTUP

 KUESIONER LANGSUNG- KUESIONER

TIDAK LANGSUNG

(128)

ANGKET

KEUNTUNGAN ANGKET:

- TAK MEMERLUKAN KEHADIRAN PENELITI

 DAPAT DIBAGIKAN SECARA SERENTAK

 DAPAT DIBUAT ANONIM

 DAPAT DIBUAT TERSTANDAR

KELEMAHAN ANGKET:

-RESPONDEN SERING TIDAK TELITI DALAM MENJAWAB PERTANYAAN

- SUKAR DICARI VALIDITASNYA

- RESPONDEN SERING TIDAK JUJUR DALAM MENJAWAB

 ANGKET TIDAK KEMBALI

(129)

KATA PENGANTAR UNTUK

ANGKET

1. Alamat responden, lengkap

2. Pengantar penyampaian angket 3. Tujuan penelitian

4. Pentingnya penelitian

5. Pentingnya responden dalam penelitian 6. Waktu pengisisn angket

(130)

PERTIMBANGAN UNTUK

PENYUSUNAN ANGKET

1. SEMUA INDIKATOR HARUS TERWAKILI

DALAM PERTANYAAN

2. TIDAK MENANYAKAN HAL YANG TIDAK

PERLU

3. TATA LETAK (LAY OUT) DIBUAT

(131)

WAWANCARA (INTERVIEW)

MACAM-MACAM INTERVIEW:

1. INTERVIEW BEBAS

2. INTERVIEW TERPIMPIN

3. INTERVIEW BEBAS TERPIMPIN

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM INTERVIEW:

(132)

OBSERVASI

MACAM-MACAM OBSERVASI:

1. OBSERVASI SISTEMATIS DAN NON

SISTEMATIS

2. OBSERVASI PARTISIPAN- NON

(133)

 SKALA BERTINGKAT

 DOKUMENTASI

(134)

ANALISIS DATA

1. Statistik deskriptif dan Inferensial 2. Statistik parametrik dan non

parametrik

3. Judul Penelitian dan analisisnya 4. Pengujian hipotesis

5. Contoh aqnalisis data dan pengujian

(135)

Referensi

Dokumen terkait

Artikel hasil penelitian berisi pendahluan yang memuat latar belakang permasalahan dan analisis teori yang mendasari penelitian, metode penelitian, hasil

Menjelaskan relevansi pertemuan saat ini dan yang lalu Menyebutkan definisi, ciri dan contoh teori politik valutional yang terdiri dari falsafah politik, teori politik sistematis

Dalam uraian yang lain Syariati menyatakan bahwa sungguh pun agama merupakan kekuatan yang potensial yang ada dalam hati manusia, akan tetapi agama Kabil selalu

Berapa Berapa nisbah nisbah bobot bobot yang yang dapat dapat diangkat diangkat oleh. oleh anak anak A A bertinggi bertinggi badan badan 130 cm 130 cm

Deskripsi : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah fakulter yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa FIP UNY dalam rangka membekali mereka berupa kemampuan memahami issu,

merupakan variabel respon atau output, adalah faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan efek

Selanjutnya mengevaluasi syarat perlu adanya harga MINIMUM untuk permasalahan yang diajukan, yaitu dengan menentukan derivatif parsial G terhadap semua variabel bebas yang

Merunut sejarah pengembangan dan penggunaan sistem penilaian di dunia pendidikan, dapat disimpulkan bahwa penilaian merupakan upaya sistematis yang dikembangkan oleh