METODE
PENELITIAN
PENDIDIKAN
GEOGRAFI
Oleh
MATERI PERKULIAHAN
TM :I. PENELITIAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN II. JENIS-JENIS PENELITIAN
III. MASALAH PENELITIAN
IV. LANDASAN TEORI,KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS V. VARIABEL PENELITIAN DAN SKALA PENGUKURAN
VI. POPULASI DAN SAMPEL
VII. METODE PENGUMPULAN DATA
VIII. INSTRUMENPENELITIAN DAN PENGUKURAN IX. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
X. PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) XI. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN
TM I
Makna Penelitian
Penelitian perlu dilakukan dengan alasan:
1. Pengetahuan,pemahaman
,kemampuan manusia terbatas.
2. Adanya dorongan ingin mengetahui 3. Manusia selalu dihadapkan pada
masalah
4. Manusia tidak puas dengan apa yang
Manusia berusaha mencari jawaban
atas berbagai pertanyaan tersebut
Esensi yang dicari manusia adalah
memperoleh pengetahuan yang benar.
Bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang benar?.
Cara-Cara memperoleh Pengetahuan Yang Benar:
Cara- cara manusia memperoleh
pengetahuan yang benar:
Charles Pierce menyebutkan ada empat cara untuk memperoleh kebenaran:
1. Kegigihan, keuletan, tenacity: sesuatu
dipandang benar karena kita memegang teguh.
2. Otoritas atau kewenangan
3. A priori , intuisi: proposisi a priori adalah
“sesuai dengan nalar” tidak harus selalu selaras dengan pengalaman.
Bagaimana manusia memperoleh
kebenaran?.
CHARLES PIERCE:
1. Method of Tenacity 2. Method of Authority 3. A Priori Method
Pengertian Metode Penelitian
dan Penelitian
Metode Penelitian
Adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu.
Kata kunci:
PENGERTIAN PENELITIAN
SCIENTIFIC RESEARCH IS SYSTEMATIC, CONTROLLED,EMPIRICAL, AND CRITICAL INFESTIGATION OF HYPOTHETICALPROPOSITIONS ABOUT THE PRESUMED RELATIAONS AMONG NATURAL
PHENOMENA.
Defnisi Penelitian
Penelitian ilmiah adalah:
Penyelidikan yang sistematis,
terkontrol,empiris dan kritis, tentang feomena-fenomena alami, dengan
Pengertian Penelitian
1. Penelitian merupakan proses pengumpulan
dan analisis data yang dilakukan secara
sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.
Karakteristik penelitian
Suatu penyelidikan yang dilakukan secara
sistematis, terkontrol, empiris, kritis-obyektif, tentang fenomena alami dengan dipandu oleh teori,dan hipotesis tentang hubungan yang diduga ada diantara fenomena yang diselidiki.
Penelitian merupakan cara ilmiah: rasional,
empiris, sistematis.
Data hasil penelitian: valid ,reliabel,obyektip Oleh karena itu diperlukan intrumen yang
Sifat (Ciri) Khas Penelitian
CRAWFORD , sembilan ciri penelitian :
1. Penelitian berorientasi pada adanya masalah
2. Mengandung unsur originalitas 3. Didasarkan pada rasa”ingin tahu”. 4. Dilakukan dengan pandangan terbuka
5. Untuk menemukan generalisasi
6. Berdasarkan asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai hukum dan pengaturan.
Metode Ilmiah
ALMACK:
Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran.
OSTLE :
Metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh suatu interelasi.
Metode Ilmiah:
Cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri obyektif. Kebenaran yang diperoleh secara
Kriteria dan langkah-langkah
metode ilmiah
Kriteria metode ilmiah:
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip analisis 4. Menggunakan hipotesis
Langkah-langkah metode
ilmiah
1. Memilih dan mendefnisikan masalah 2. Survei terhadap dayta yang ada
3. Memformulasikan hipotesis
4. Membangun kerangka analisis dan alat dalam
menguji hipotesis
5. Mengumpulkan data
6. Mengolah,menganalisis dan membuat
interpretasi
Langkah-langkah Penelitian
1. Merumuskan dan mendefnisikan masalah 2. Melakukan studi kepustakaan
3. Memformulasikan hipotesis
4. Menentukan model untuk menguji hipotesis 5. Mengumpulkan data
6. Menyususn,menganalisis, menginterpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
Langkah-langkah Penelitian
Mac Millan dan Schumacher (1986)
Lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian:
1. mengidentifkasi masalah 2. melakukan studi empiris
3. melakukan replikasi dan pengulangan 4. melakukan sintesis dan mereview
John Dewey
1. Identifkasi masalah
2. Merumuskan dan membatasi masalah 3. Menyusun hipotesis
4. Mengumpulkan dan menganalisis data 5. Menguji hipotesis
6. Menarik kesimpulan
Prosedur Penelitian
1. Identifkasi masalah
2. Membatasi dan merumuskan masalah 3. Studi Kepustakaan
4. Hipotesis atau pertanyaan penelitian 5. Menentukan metode penelitian
6. Menyusun intrumen dan mengumpulkan data.
7. Menganalisis data danenyajikan hasil. 8. Menginterpretasi temuan.
TM II
Penelitian berdasarkan tujuan
1. Penelitian murni (Basic Research) dan terapan (applied Research)
2. Penelitian evaluasi (Evaluation Research)
3. Penelitian pengembangan (Research and development, R&D)
Penelitian murni(basic
research)
Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Jujun
Suriasumantri,1985).
Penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena adanya perhatian dan keingintahuan terhadap sesuatu.
Penelitian murni tidak mempertimbangkan penggunaan dari temuan untuk masyarakat, tidak memikirkan
kehendak sosial ekonomi masyarakat.
Penelitian terapan (applied
research)
Penelitian terapan adalah penyelidikan sistematik terhadap suatu masalah
dengan tujuan untuk dugunakan dengan segera untuk keperluan tertentu.
Penelitian terapan bertujuan untuk
memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.
Penelitian evaluasi
Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu mempermudah
pembuatan keputusan sehubungan dengan kebaikan relatif dari beberapa alternatif tindakan setelah melakukan evalusi terhadap pelaksanaan suatu kegiatan atau program.
Penelitian pengembangan
(R&D)
Tujuan dari penelitian ini bukan untuk merumuskan teori, tetepi untuk
mengembangkan temuan-temuan yang efektif untuk dimanfaatkan.
Borg&Gall: penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang
Lanjutan R&D
Penelitian R&D merupakan jembatan antara basic research dengan applied research.
R&D bersifat longitudinal-beberapa tahap.
Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga dihasilkan produk yang bersifat hipotetik ,
digunakan metode penelitian dasar.
Penelitian tindakan (action
research)
Penelitian tindakan bertyujuan untuk
memecahkan masalah-masalah setempat dengan menggunakan metode ilmiah.
Penelitian tindakan:
Penelitian berdasarkan tujuan:
1. Tujuan eksploratif: bertujuan untuk
menggali pengetahuan untuk pengenalan dan pemahaman tentang suatu fenomena yang masih sedikit diketahui.
2. Tjujuan deskriptif: bertujuan untuk
menggambarkan ciri tertentu dari suatu fenomena.
Jenis Penelitian Berdasarkan tingkat Kealamiahan tempat penelitian
1. Penelitian Eksperimen 2. Penelitian Survey
Pada umumnya metode
penelitian dikategorikan atas :
1. Metode historis/ sejarah 2. Metode deskriptif
3. Metode korelasi
4. Metode kausal komparatif 5. Metode eksperimen
Metode Sejarah
Penelitian sejarah adalah pengumpulan data secara sistematis dan evaluasi
obyektif dari data yang berkaitan dengan kejadian dimasa lampau untuk menguji hipotesis sehubungan dengan sebab – akibat atau kecenderungan kejadian tersebut yang dapat membantu
Tujuan penelitian metode
historis
Untuk membuat rekonstruksi masa
lampau secara obyektif dan sistematis dengan mengumpulkan mengevaluasi serta menjelaskan, mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan
Jenis-jenis penelitian
historis
1. Penelitian sejarah komparatif 2. Penelitian yuridis atau legal 3. Penelitian biografs
Langkah-langkah penelitian
historis
1. Defnisikan masalah
2. Rumuskan tujuan penelitian 3. Rumuskan hipotesis
4. Kumpulkan data 5. Evaluasi data
Metode Deskriptif
1. Penelitian deskriptif adalah metode meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran pada masa
sekarang.
2. Metode deskriptif merupakan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.
3. Peneliti dapat membandingkan fenomena -- studi komparatif.
Jenis-jenis penelitian metode
deskriptif
1. Metode Survey
2. Metode deskriptif berkesambungan 3. Penelitian studi kasus
4. Penelitian tindakan
5. Penelitian Perpustakaan dan
dokumenter
Langkah-langkah metode
deskriptif
1. Memilih dan merumuskan masalah 2. Menentukan tujuan penelitian
3. Memberi batasan,limitasi area: secara geografs, batasan
kronologis
4. Merumuskan kerangka reori atau kerangka konseptual, yang
kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis untuk diverifkasi
5. Menelusuri sumber kepustakaan 6. Merumuskan hipotesis
7. Melakukan kerja lapangan
8. Membuat tabulasi,analisis data 9. Menginterpretasi
Metode Korelasi
Penelitian korelasi berkasitan dengan pengumpulana data untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dua
variabel atau lebih, dan seberapa tingkat hubungannya, yang dinyatakan dalam suatu koefsien korelasi.
Penelitian korelasi
- Studi korelasi dirancang untukMetode Kausal Komparatif
Penelitian yang berusaha menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status .
Metode eksperimen
Merupakan metode paling tepat untuk
menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Variabel bebas dimanipulasi.
Tujuan penelitian eksperimen
Untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat dengan cara
memberikan satu atau lebih perlakuak kepada satu atau lebih kelompok
Metode Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan adalah suatu
penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dengan “decision maker” tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera dapat dugunakan untuk menentukan
kebijakan.
Penelitian Tindakan Kelas
MENGENAI PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Jenis Penelitian Menurut
metode
.Jenis penelitian menurut metode: 1. Survey
2. Exposfacto 3. Eksperimen 4. Naturalistik
5. Policy research 6. Action research 7. Evaluasi
Metode kuantitatif disebut metode tradisional,
karena sudah mentardisi sebagai metode penelitian.
Disebut juga metode positivistk, karena
berlandaskan flsafat positivisme.
Disebut pula metode discovery,dengan
metode ini ditemukan dan dikembangkan berbagai IPTEk baru.
Metode penelitian
kualitatif
Merupakan metode baru
Disebut metode postpositivistik
Merupakan metode artistik, karena proses
penelitian bersifat seni.
Disebut metode naturalistik (natural
setting).
Intrument--- human
Karakteristik Penelitian
Kuantitatif-Kualitatif
Dapat dicermati dari aspek :
1. Desain 2. Tujuan
3. Teknik pengumpulan data 4. Intrumen penelitian
Penelitian kuantitatif-kualitatif
8. Hubungan dengan responden 9. Usulan desain
10. Waktu,kapan penelitian dianggap selesai
Penggunaan metode
kuantitatif.
Metode kuantitatif dapat digunakan apabila:
1. Masalah yang akan diteliti sudah jelas. 2. Peneliti ingin mendapatkan informasi
yang luas tetapi tidak mendalam dari suatu populasi.
Penelitian kuantitatif
4. Untuk menguji hipotesis penelitian
5. Peneliti ingin mendapatkan data akurat berdasarkan data empiris yang terukur.
6. Ingin menguji bterhadap adanya keragu-raguan tentang validitas
Metode kualitatif
1. Bila masalah belum jelas.
2. Untuk memahami makna di balik data
yang tampak
3. Untuk memahami interaksi sosial 4. Memahami perasaan orang
5. Untuk mengembangkan teori
Ruang Lingkup Penelitian
Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbentuk dari komponen-komponen
sebagai berikut: 1. input
2. infrastruktur 3. lingkungan 4. proses
Ruang Lingkup Penelitian
Pendidikan
Lihat Sugiyono hal 42 – 45
Lingkup Penelitian Pendidikan Pada Tingkat Operasional:
1. Aspirasi masyarakat dalam memilih
pendidikan.
lanjutan
5. Media pendidikan, buku ajar. 6. Penampilan mengajar guru. 7. Managemen kelas.
8. Sistem evaluasi pembelajaran. 9. Sistem ujian akhir
10. Kuantitas dan kualitas lulusan. 11. Perkembangan karier lulusan.
Proses Penelitian
Kuantitatif
A. Proses Penelitian Kuantitatif 1. Rumusan masalah
2. Landasan Teori
3. Perumusan Hipotesis 4. Pengumpulan data
a. Populasi dan sampel
b.Pengembangan instrumen c.Pengujian instrumen
TM: III
Masalah Penelitian
1. Pengertian masalah
Masalah ada apabila terjadi kesenjangan antara das sollen dengan das sein, ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan kenyataan.
2. Sumber untuk memperoleh masalah penelitian:
Sumber masalah penelitian
1. Bacaan : buku teks, jurnal,year book,
buletin dll
2. Seminar, diskusi dan pertemuan ilmiah lainnya
3. Pernyataan pemegang otoritas 4. Pengalaman sepintas
Pemilihan masalah penelitian
1. Pertimbangan dari arah masalahnya:
a. Pertimbangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya.
b. Pemecahan masalah praktis.
Bagaimana memilih masalah
penelitian?.
1. Masalah harus sesuai dengan minat peneliti. 2. Penelitian dapat dilaksanakan:
a. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti ( teori, metode).
b. Peneliti mempunyai tenaga, dana serta waktu yang cukup.
3. Tersedia faktor pendukung.
Bagaimana Merumuskan
Masalah
Rumusan masalash merupakan pertanyaanyang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Cara perumusan masalah
1. Dirumuskan dalam bentuk kalimat
pertanyaan.
Rumusan masalah
3. Rumusan padat dan jelas. 4. Memberi petunjuk tentang kemungkinan
Bentuk-bentuk rumusan
masalah
1. Rumusan masalah deskriptif:
Rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Peneliti tidak membuat
perbandingan pada sampel lain, atau mencari hubungan dengan variabel lain
Contoh:
2. Rumusan masalah komparatif
Rumusan masalah penelitian yang
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
Contoh:
1) Adakah perbedaan prestasi belajar siswa dari
sekolah negeri dan swasta?.
2) Adakah perbedaan kinerja guru yang sudah
3. Rumusan masalah asosiatif
Rumusan masalah yang bermaksud untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Ada tiga macam hubungan:
1). Hubungan simetris:hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan
munculnya bersamaan,tetapi bukan
2)Hubungan kausal( hubungan
sebab akibat)
Merupakan penelitian tentang hubungan sebab
akibat, jadi ada variabel independen dan dependen. Contoh:
a. Apakah ada hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar?.
b. Apakah ada hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar?.
c. Seberapa besar pengaruh : kurikulum,
3) Hubungan interaktif/resiprocal/
timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan saling mempengaruhi, tidak diketahui mana IV dan DV nya.
1. Hubungan antaraq motivasi dan
prestasi belajar.
2. Hubungan antara kecerdasan dengan
Jenis permasalahan menurut
Suharsimi
1. Permasalahan untuk mengetahui status dan mendiskripsikan fenomena, sehingga terjadi penelitian desskriptif ( survei, historis.
2. Permasalahan yang membandingkan status dua fenomena atau lebih.
lanjutan
3. Problema untuk mencari hubungan antara
dua fenomena:
a. Korelasi sejajar, misalnya korelasi antara
...
Tugas Menyusun Proposal
Penelitian
Praktik menyusun proposal penelitian
A. Judul Penelitian B. Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah 2. Identifkasi Masalah 3. Pembatasan Masalah 4. Rumusan Masalah 5. Tujuan Penelitian 6. Manfaat Penelitian
C. Kajain Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelilitian D. Metode Penelitian
1. Desain Penelitian 2. Tempat dan waktu
3. Variabel dan defnisi operasional variabel 4. Populasi dan sampel
5. Te3knik pengumpulan data 6. Teknik analisis data
TM : IV
Tinjauan Kepustakaan
Tinjauan kepustakaan berisi :
A. Telaah kepustakaan terhadap penelitian
sebelumnya, buku ajar (textbook). 1.Telaah penelitian, mengungkapkan
bahasan kritis terhadap hasil penelitian yang sudah ada,analisis,model yang relevan
Apa yang perlu diperhatikan?.
Hal yang perlu diperhatikan dalam
penelaahan kepustakaanhasil penelitian sebelumnya:
a. Ada bukti bahwa masalah yang akan
lanjutan
b. Uraian teoritik dan empirik yang berhubungan dengan indikator,variabel,parameter penelitian yang tercerminpada masalah yang akan dipecahlkan.
c. Telaah hasil penelitian sebelumnya diasrahkan pada sebagian atau seluruh unsur penelitian:
2. Telaah buku ajar/teks book
Bertujuan untuk menemukan teori-teori pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan dan relevan dengasn topik
kajian penelitian. Tugas:
Saran tambahan
Tinjauan pustaka untuk skripsi paling tidak terdiri atas :
- Satu buku teks berbahas Indonesia - Dua buku teks berbahasa asing
Jurnal ilmiah
Skripsi mahasiswa maksimum 3 judul
B. Landasan Teori
Berisi uraian mengenai teori-teori yang sudah ada dan diakui kesahihannya.
Dikemukakan isi teori dan alasan mengapa teori tersebut digunakan.
Namun demikian sub bab ini boleh tidak dicantumkan, apabila secara implisit
C. Kerangka Pemikiran
Dijabarkan dari tinjauan pustaka dan duisusun oleh
peneliti, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah, dan untuk merumuskan hipotesis.
Dijelaskan hubunagn antara variabel atas kajian teoritis dan penelitian sebelumnya.
Kerangka pemikiran dituangkan dalam bentuk model matematis, diagram alir yang menggambarkan
hubungan antar variabel.
Model disusun berdasarkan teori dari hasil telaah kepustakaan dan hasil penelitian sebelumnya.
Hipotesis Penelitian
Pengertian:
1. Hipotesis merupakan jawaban sementara
terhadap masalah penelitian yang kebenarannya
masih harus diuji secara empiris.
2. Hipotesis merupakan kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelaahan kepustakaan
Hipotesis menyatakan prediksi
Taraf ketepatan prediksi akan sangat
tergantung kepaada taraf kebenaran dan taraf ketepatan landasan teoritis yang
Persyaratan Hipotesis
1. Merupakan kalimat deklaratif
2. Menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih
3. Dirumuskan secara padat dan jelas
4. Dapat diuji, artinya memungkinkan untuk
pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis.
Bentuk-Bentuk Hipotesis
1. Berdasarkan tingkat eksplanasinya : a. Hipotesis deskriptif
b. Hipotesis komparatif
c. Hipotesis asosiatif / hubungan
2.1.Hipotesis kerja/alternatif
(Ha)
Hipotesis kerja (Ha) menyatakan adanya hubungan, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
Rumusan hipotesis kerja (Ha)
a. Jika ... maka ...
b. Ada perbedaan antara ...
2.2. Hipotesis nihil/nol
(Ho)
Hipotesis nol disebut juga hipotesis statistik. Ho menyatakan tidak adanya hubungan,
perbedaan , pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
Rumusan Ho:
a. Tidak ada hubungan antara ...
Dengan ...
Bagaimana menguji
hipotesis?.
1. Untuk dapat diuji dengan statistik, data
harus
dikuantitatifkan ( diangkakan).
2. Untuk dapat diangkakan diperlukan intrumen
Tugas menyusun proposal
penelitian
Sistematika : A.Judul
B. Pendahuluan:
1. Latar belakang masalah 2. Identifkasi masalah
5. Tujuan penelitian 6. Manfaat penelitian C. Kajian pustaka
1. Deskripsi teori dan penelitian yang relevan
D. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian
2. Tempat dan waktu penelitian
3. Variabel dan defnisi operasional variabel
4. Populasi dan sampel
1. Desain Penelitian
Untuk dapat menentukan desain penelitian diperhatikan pendekatan mana yang dipilih. 1. Berdasarkan rumusan permasalahan:
deskriptif, komparatif, asosiatif.
2. Berdasarkan pendekatan teknik samplingnya pendekatan populasi, sampel atau kasus.
Variabel penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, nilai dari orang ,obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel penelitian adalah obyek
Variabel berdasarkan pola
hubungan antar variabel
1. Variabel Independen : variabel bebas (IV) variabel stimulus, prediktor , antisedent. IV merupakan varibel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (DV).
2. Variabel dependen (DV), variabel uotput, kriteria, konsekuen, variabel terikat.
3. Variabel moderator: yaitu variabel yang
memperkuat atau memperlemah hubungan antara IV dengan DV.
Contoh :
Motivasi belajar (IV) --- Prestasi belajar(DV) Peran guru (VM)
Hub antar var
4. Variabel intervening
Variabel yang mempengaruhi hubungan antara IV dan DV menjadi hubungan tidak langsung, variabel antara diantara IV dan DV.
Contoh: Tinggi rendah penghasilan akan berpengaruh tidak langsung terhadap harapan hidup. Hal ini
variabel penyela adalah gaya hidup
Bagaimana menentukan kedudukan variabel dalam penelitian?.
• Harus dilihat konteksnya
• Dilandasi konsep teoritis yang
mendasari
• Dilandasi hasil pengamatan empiris di
Perhatikan!!.
Sebelum meneliti perlu studi
pendahuluan ke obyek yang akan diteliti.
Jangan sampai terjadi rumusan masalah
penelitian dibuat tanpa studi pendahuluan.
Jenis - Jenis Variabel
1. Variabel Kualitatif: kemakmuran,
kepandaian
2. Variabel kuantitatif
a. Variabel diskrit /nominal/kategories Contoh: ...
VARIABEL
DISKRIT-NOMINAL-KATEGORIK
VARIABEL SALING PILAH, DIKATEGORIKAN ATAS 2 KUTUB YANG BERLAWANAN:
- YA – TIDAK
- LAKI-LAKI-PEREMPUAN - LULUS-TIDAK LULUS CIRI VARIABEL DISKRIT:
TIDAK DAPAT DINYATAKAN DALAM BENTUK ANGKA DESIMAL DIBELAKAN KOMA
VARIABEL KONTINUM
1. VARIABEL ORDINAL
YAITU VARIABEL YANG MENUNJUKKAN TINGKATAN : RANGKING 1,2,3 ....
JUARA 1,2,3...
2. VARIABEL INTERVAL YAITU VARIABEL YANG MEMPUNYAI JARAK, MERUPAKAN HASIL
PENGUKURAN: PRESTASI BELAJAR,PENDAPATAN 3. VARIABEL RATIO, YAITU VARIABEL
UNTUK APA MEMAHAMI
VARIABEL?.
MEMAHAMI VARIABEL DAN KEMAMPUAN
MENGIDENTIFIKASI VARIABEL MENJADI SUB-SUB
VARIABEL MERUPAKAN SYARAT MUTLAK BAGI PENELITI. VARIABEL HARUS DIPECAH-PECAH DIKATEGORI
UNTUK KEMUDIAN DISUSUN INDIKATOR-INDIKATORNYA. KATEGORI,INDIKATOR,SUB VARIABEL DIJADIKAN
PEDOMAN UNTUK:
CONTOH: PENGARUH KUALITAS GURU
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
VARIABEL BEBAS : KUALITAS GURU
VARIABEL TERIKAT: PRESTASI BELAJAR SISWA SUB VARIABEL:
1. KUALITAS GURU: PENDIDIKAN, PENGALAMAN
MENGAJAR, USIA,BELAKAN
PENDIDIKAN,KOMPETENSI GURU
(PEDAGOGIS,PROFESIONAL,SOSIAL DAN KEPRIBADIAN)
2. PRESTASI BELAJAR: NILAI HARIAN, NILAI ULANGAN
PERHATIKAN:
VARIABEL PERLU DIBERI BATASAN PENGERTIAN YANG JELAS SEHINGGA BENAR-BENAR DAPAT DIUKUR
PARADIGMA PENELITIAN
PARADIGMA PENELITIAN MERUPAKAN POLA PIKIR YANG MENUNJUKKAN :
1) HUBUNGAN ANTAR VARIABEL YANG AKAN DITELITI
2) JENIS DAN JUMLAH RUMUSAN MASALAH YANG AKAN DITELITI
3)TEORI YANG DIGUNAKAN 4) JUMLAH HIPOTESIS
1. PARADIGMA SEDERHANA
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN DENGAN PRESTASI BELAJAR.
X --- Y
1). RUMUSAN MASALAH DESKRIPTIF
BAGAIMANA TINGKAT KECERDASAN SISWA BAGAIMANA PRESTASI BELAJAR SISWA
2) RUMUSAN MASALAH ASOSIATIF
2. TEORI YANG DIGUNAKAN: TEORI TENTANG TINGKAT KECERDASAN, DAN PRESTASI BELAJAR
3. HIPOTESIS
1) HIPOTESIS DESKRIPTIF 2) HIPOTESIS ASOSIATIF 4. TEKNIK ANALISIS DATA
1) DESKRIPTIF: VARIABEL INTERVAL DANRATIO GUNAKAN T TEST one SAMPEL
2) HIPOTESIS ASOSIATIF, VARIABEL
2. PARADIGMA GANDA
DENGAN DUA VARIABEL
LANDASAN TEORI, KERANGKA
BERPIKIR DAN HIPOTESIS
MANFAAT TEORI DALAM PENELITIAN:
1. MEMPERJELAS MASALAH YANG AKAN DITELITI
2. SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN HIPOTESIS
3. DASAR PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN
LANDASAN TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITATIF HARUS SUDAH JELAS, BERBEDA DENGAN
PENELITIAN KUALITATIF DIMANA TEORI DAPAT DIKEMBANGKAN DALAM PROSES
DESKRIPSI TEORI
DESKRIPSI TEORI MERUPAKAN URAIAN SISTEMATIS TENTANG TEORI DAN HASIL-HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN DENGAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI. BERAPA JUMLAH TEORI YANG PERLU
DIDESKRIPSWIKAN? TERGANTUNG PADA JUMLAH VARIABEL YANG AKAN DITELITI
DESKRIPSI TEORI BERISI TENTANG: PENJELASAN
PROSES PENYUSUNAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MERUMUSKAN HIPOTESIS
1. MENETAPKAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI
2. MEMBACA BUKU DAN HASIL PENELITIAN (RELEVAN,
MUTAKHIR, KELENGKAPAN)
3. DESKRIPSI TEORI DAN HASIL PENELITIAN
4. ANALISIS KRITIS TERHADAP TEORI DAN HASIL
PENELITIAN
5. ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP TEORI DAN HASIL
PENELITIAN
KERANGKA BERPIKIR YANG
BAIK MEMUAT:
1. VARIABEL YANG AKAN DITELITI
2. DISKUSI YANG MENUNJUKKAN PERTAUTAN
ANTAR VARIABEL, DAN ADA TEORI YANG MENDASARI
3. DISKUSI JUGA MENUNJUKKAN HUBUNGAN
ANTAR VARIABELNEGATIF/POSITIF, TIMBAL BALIK DSB
HIPOTESIS PENELITIAN
1. HIPOTESIS DISUSUN BERDASARKAN
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR
2. WALAUPUN HIPOTESIS SANGAT PENTING
DALAM PENELITIAN, TETAPI TIDAK SEMUA
PENELITIAN HARUS BERHIPOTESIS, MISALNYA PENELITIAN DESKRIPTIF DAN EKSPLORATIF
3. HIPOTESIS STATISTIK PERLU DISUSUN BILA
BENTUK HIPOTESIS
1. BERDASARKAN TINGKAT
EKSPLANASINYA
Populasi dan Sampel Penelitian
Sumber dataSumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
Sumber data dapat berupa 3P:
P--- Person, sumber data berupa orang P--- Place, sumber data berupa tempat P--- Paper , sumber data berupa
Penelitian berdasarkan
wilayah/cakupan sumber data
1. Penelitian populasi 2. Penelitian sampel 3. Penelitian kasus
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. 1. Penelitian populasi
Apabila semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian diteliti, maka penelitiannya disebut
2. Penelitian sampel
Apabila hanya sebagian dari populasi yang diteliti, maka penelitian disebut penelitian sampel.
Penelitian sampel dilakukan untuk
memberlakukan/menggeneralisasikan
Mengapa kita melakukan
penelitian sampel?
Keuntungan penggunaan sampel: 1.
Penentuan Sampel
Apa yang dipelajari dalam sampel ,
kesimpulannya akan diberlakukan pada populasi. Oleh karena itu sampel yang
diambil harus benar-benar dapat mewakili karakteristik populasi (representatif)
1. Variabilitas populasi
peneliti harus menerima variabilitas populasi apa adanya, tidak dapat diatur, dimanipulasi. 2. Besarnya sampel
3. Teknik penentuan sampel, semakin tinggi tingkat rambang dalam peenentuan
sampel,makin representatif.
4. Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi, semakin lengkap memasukkan ciri-ciri populasi sampel semakin representatif.
Walaupun berbagai teknik pengambilan
sampel telah dipertimbangkan, peneliti tidak dapat mencerminkan populasi secara
Sampling error akan selalu ada.
Oleh karena itu diperlukan estimasi
besar kecilnya kekeliruan, inilah yangdisebut dengan
Teknik-Teknik Sampling
A. Probability Sampling
1. Simple random sampling
2. Proportionate stratifed random sampling
3. Disproportionate stratifed random sampling
B. Non Probability Sampling 1. sampling sistematis 2. Kuota sampling
3. Insidental sampling 4. Purposive sampling 5. Sampling jenuh
Menentukan Besar Sampel
Besar kecilnya sampel tergantung pada tingkat ketelitian yang dikehendaki.
Makin besar tingkat ketelitian sampel semakin besar dan sebaliknya.
1. Tabel penentuan sampel dari Isaac dan
Michael.
2. Rumus Cochran 3. Rumus Cohen
METODE DAN INSTRUMEN
INSTRUMEN --- ALAT
METODE --- CARA
METODE TES, INSTRUMEN TES ATAU SOSL TES METODE ANGKET, INSTRUMEN ANGKET ATAU KUESIONER
METODE TES
PENGERTIAN TES:
TES MERUPAKAN PERTANYAAN ATAU LATIHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR
KETERAMPILAN, PENGETAHUAN,INTELEGENSI, KEMAMPUAN ATAU BAKAT INDIVIDU ATAU
KELOMPOK. MACAM TES: TES BAKAT,
METODE NON TES
1. ANGKET ATAU KUESIONER
MACAM-MACAM KUESIONER:
KUESIONER TERBUKA DAN KUESIONER
TERTUTUP
KUESIONER LANGSUNG- KUESIONER
TIDAK LANGSUNG
ANGKET
KEUNTUNGAN ANGKET:
- TAK MEMERLUKAN KEHADIRAN PENELITI
DAPAT DIBAGIKAN SECARA SERENTAK
DAPAT DIBUAT ANONIM
DAPAT DIBUAT TERSTANDAR
KELEMAHAN ANGKET:
-RESPONDEN SERING TIDAK TELITI DALAM MENJAWAB PERTANYAAN
- SUKAR DICARI VALIDITASNYA
- RESPONDEN SERING TIDAK JUJUR DALAM MENJAWAB
ANGKET TIDAK KEMBALI
KATA PENGANTAR UNTUK
ANGKET
1. Alamat responden, lengkap
2. Pengantar penyampaian angket 3. Tujuan penelitian
4. Pentingnya penelitian
5. Pentingnya responden dalam penelitian 6. Waktu pengisisn angket
PERTIMBANGAN UNTUK
PENYUSUNAN ANGKET
1. SEMUA INDIKATOR HARUS TERWAKILI
DALAM PERTANYAAN
2. TIDAK MENANYAKAN HAL YANG TIDAK
PERLU
3. TATA LETAK (LAY OUT) DIBUAT
WAWANCARA (INTERVIEW)
MACAM-MACAM INTERVIEW:
1. INTERVIEW BEBAS
2. INTERVIEW TERPIMPIN
3. INTERVIEW BEBAS TERPIMPIN
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM INTERVIEW:
OBSERVASI
MACAM-MACAM OBSERVASI:
1. OBSERVASI SISTEMATIS DAN NON
SISTEMATIS
2. OBSERVASI PARTISIPAN- NON
SKALA BERTINGKAT
DOKUMENTASI
ANALISIS DATA
1. Statistik deskriptif dan Inferensial 2. Statistik parametrik dan non
parametrik
3. Judul Penelitian dan analisisnya 4. Pengujian hipotesis
5. Contoh aqnalisis data dan pengujian