• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA (RENJA ) OPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA (RENJA ) OPD"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA (RENJA ) OPD

TAHUN 2017

KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA, KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

KOTA BANJAR

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji kita sampaikan kepada Allah SWT yang selalu memerikan Rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, Sholawat dan Salam semoga tetap tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW, pada keluarganya, sahabatnya dan semoga sampai pada kita semua selaku pengikutnya hingga akhir zaman.

Rencana tahunan 2017 ini diawali dengan pertimbangan dan perimbangan rencana kerja 2016 yang baru dimulai yang dijadikan gambaran dan arah yang jelas serta terukur dalam pelaksanaan pembangunan. Serta Tujuan Rencana ini memuat program dan Kegiatan Tahunan sebagai pedoman acuan, tolak ukur kinerja, bahan analisa dan evaluasi serta pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2017.

Kepada berbagai pihak yang telah membantu pembuatan Rencana Kerja tahunan ini kami ucapkan terima kasih. Segala masukan dan kritik demi lengkapnya Renja ini kami nantikan. Semoga dapat bermanfaat bagi perkembangan perogram ke depan dan semoga tujuan segera dapat tercapai.

Demikian yang dapat kami sampaikan semoga Allah SWT memberikan petunjuk-Nya dan meridloi segala usaha kita bersama, Amin.

Banjar, Februari 2016 KEPALA,

WAWAN GUNAWAN,SP.,M.Si Pembina, IV/a

NIP. 19650502198903 1 015

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Perubahan perkembangan masyarakat saat ini telah memberikan implikasi terhadap tuntutan kebutuhan pelayanan yang lebih baik dan prima. Dalam menjawab tuntutan tersebut, maka instansi pemerintah harus mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Tantangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi semata tetapi perlu didukung dengan pemerataan pembangunan, yang diiringi dengan penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja yang semakin luas.

Upaya penanganannya dilaksanakan dengan mempertimbangkan pendekatan sektoral dan kewilayahan perdusun, serta melibatkan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan di Kota Banjar. Dalam rangka meningkatkan sinergitas, sinkronisasi, keamanan, ketertiban dan kenyamanan di Kota Banjar.

Pelaksanaan Program Kerja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar disusun atas kerjasama semua seksi dan sub bagian dari lingkup Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan bangsa dan Politik Kota Banjar. Dengan tersusunnya Rencana Kerja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar, diharapkan dapat menjadi arah dan pedoman penyelenggaraan pembangunan yang fokus dan terukur di Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik dalam negeri.

Untuk mendukung upaya pencapaian sasaran prioritas yang telah ditetapkan sebagai bentuk pelayanan Publik kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Banjar, maka difasilitasinya Sarana Prasarana dalam mencapai berbagai kegiatan yang diharapkan secara optimal.

(4)

Dalam rangka melaksanakan Permendagri Nomor 54 tahun 2010 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, BAB III Tahapan Rencana Pembangunan Daerah, Pasal 4 ayat (1), Pemerintah daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Adapun tujuan penyusunan RPJMD Kota Banjar adalah Menetapkan pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA). Dari RENSTRA (Rencana Strategi) tersebut di tindak lanjuti oleh Rencana Kerja Tahunan (Renja).

Renja Tahunan Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar tahun 2017 merupakan dokumen perencanaan untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dan disusun sebagai perencanaan strategik Tahunan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah sekaligus sebagai acuan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar kepada Kepala Daerah (Walikota Banjar).

1.2. LANDASAN HUKUM

1) Undang-undang nomor 27 tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Propinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 130, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4246);

2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

3) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

(5)

4) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

5) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);

6) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

7) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagai mana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

8) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 No 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

9) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700);

10)Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 161, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5080);

11)Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan

(6)

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

12) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);

13) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4593);

14) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);

15) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4663);

16) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4664);

17) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

18) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

19) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815);

20) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,

(7)

Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);

21) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725);

22) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2010 – 2014.

23) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

24) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

25) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 45);

26) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 (Tambahan Lembaran Daerah Nomor 10);

27) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Tahun 2008 Nomor 7);

28) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar (Lembaran Daerah Kota Banjar Tahun 2008 Nomor 11);

(8)

29) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Banjar Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 7);

30) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 6 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

31) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Banjar Tahun 2014-2018 (Lembaran Daerah Tahun 2014 Nomor 4).

32) Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor 130/Kpts.122.a- Bappeda/2014 tanggal 14 Agustus 2014 tentang Pengesahan Renstra OPD Tahun 2014 – 2018

(9)

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud

1. Arah Perencanaan Kerja (RENJA) Tahunan disusun sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan legalitas Pengelolaan Anggaran sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Perda Kota Banjar Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan Daerah Kota Banjar.

2. Memberikan arah yang diinginkan dari Kebijakan Umum yang disepakati antara Pemerintah Daerah dengan DPRD dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Tahunan untuk Proyeksi melanjutkan program satu Tahun ke depan.

3. Memberikan arah sekaligus menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan baik bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan daerah yang berkesinambungan.

4. Sebagai media Penjaringan aspirasi Masyarakat yang berkembang dengan mempertimbangkan kondisi dari kemampuan daerah.

b. Tujuan

Merupakan penjabaran lebih lanjut dari Visi dan Misi Pemerintah Kota Banjar merumuskan tujuan yang hendak dicapai atau yang akan dihasilkan di tahun 2017.

Berdasarkan hal tersebut diatas Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar menetapkan tujuan sebagai berikut :

(10)

a. Menterjemahkan visi, misi, dan program pembangunan dalam RPJMD Kota Banjar secara nyata ke dalam visi, misi, program dan kegiatan SKPD sesuai dengan tugas dan fungsi.

b. Mewujudkan perencanaan dan penganggaran terpadu berbasis hasil/kinerja.

c. Menciptakan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan SKPD yang fokus, tidak tumpang tindih dan terintegrasi.

d. Membangun sistem penilaian kinerja yang terukur, transparan dan akuntabel.

e. Menciptakan mekanisme pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik yang efektif dan efisien.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penyusunan Rencana Kerja Kantor PMPDKPOL Kota Banjar, adalah sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang penyusunan Renja, landasan hukum penyusunan Renja, maksud dan tujuan penyusunan dan sistematika penulisan dokumen Renja.

Bab II : Gambaran Pelayanan Kantor PMPDKPOL Kota Banjar

Tahun 2015

A. Evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Kantor PMPDKPOL Kota Banjar.

B. Analisis Kinerja Pelayanan OPD

C. Isu isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD

D. Review terhadap rancangan awal RKPD

E. Penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat

Bab III : Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

(11)

A. Telaahan terhadap kebijakan nasional dan provinsi B. Tujuan Sasaran Renja OPD

C. Program dan Kegiatan

Bab IV : Penutup

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR PMPDKPOL KOTA BANJAR

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun lalu dan Capaian Renstra OPD.

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang perubahan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah maka setiap Dokumen Perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan dengan mengukur realisasi capaian-capaian target perencanaan yang telah ditetapkan melalui Rencana Strategi. Oleh karena itu Renja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar Kota Banjar ini juga dievaluasi berdasarkan realisasi capaian capaian target program/

kegiatan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 dan perkiraan realisasi capaian target program/kegiatan sampai dengan tahun 2015. Evaluasi terhadap Renja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar Kota Banjar tahun 2016 meliputi 3 (tiga) hal yaitu kebijakan perencanaan program/kegiatan, pelaksanaan rencana program/kegiatan dan hasil rencana program/kegiatan.

Evaluasi Rencana Kerja (Renja) dan capaian Rencana Strategi (Renstra) Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar Kota Banjar sampai dengan tahun 2015 dapat dilhat dari berbagai indikator melalui tabel berikut.

(12)

Tabel 2.1 Terlampir

I. Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1) Program Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

34.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

17.137.538,- atau 50,40% output kegiatan adalah tersedianya jasa komunikasi air dan listrik;

2. Kegiatan penyediaan jasa jaminan barang milik daerah, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 12.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 9.325.590,- atau 77,71% output kegiatan adalah terfasilitasinya asuransi kendaraan dinas dan kendaraan operasional;

3. Kegiatan penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 3.195.200,- atau 79,88% output kegiatan adalah terfasilitasinya perpanjangan STNK kendaraan dinas dan kendaraan operasinal;

4. Kegiatan penyediaan jasa administrasi keuangan, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 360.000,- atau 90,00% output kegiatan adalah tersedianya cek kantor;

5. Kegiatan penyediaan jasa kebersihan kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 12.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 12.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terpeliharanya kebersihan kantor;

6. Kegiatan penyediaan alat tulis kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan

(13)

alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 29.999.900,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya ATK pegawai;

7. Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

24.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

23.955.000,- atau 99,81% output kegiatan adalah terpenuhinya kebutuhan cetak dan penggandaan kantor;

8. Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangun kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

2.994.000,- atau 99,80% output kegiatan adalah terpenuhinya kebutuhan alat listrik;

9. Kegiatan penyediaan peralatan rumah tangga, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 1.500.000,- atau 50% output kegiatan adalah tersedianya peralatan rumah tangga;

10. Kegiatan penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

5.915.000,- atau 98,58% output kegiatan adalah terpenuhinya kebutuhan informasi media massa untuk pegawai;

11. Kegiatan penyediaan makanan dan minuman, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 8.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 7.963.650,- atau 99,55% output kegiatan adalah tersedianya makan dan minum untuk tamu dan rapat internal kantor;

(14)

12. Kegiatan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 178.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 177.701.624,- atau 99,83% output kegiatan adalah lancarnya kegiatan rapat konsultasi dan koordinasi luar daerah;

13. Kegiatan penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 51.400.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 51.400.000,- atau 100% output kegiatan adalah terpenuhinya honorarium tenaga Non PNS;

b) Permasalahan dan Solusi -

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 58.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 55.901.933,- atau 96,38% output kegiatan adalah tersedianya laptop, layar proyektor. Printer, gordyn dan tangga untuk pegawai;

2. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 24.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 24.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terpeliharanya gedung kantor;

3. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

(15)

70.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

69.997.950,- atau 100% output kegiatan adalah terpeliharanya kendaraan operasinal dan kendaraan dinas kantor;

4. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

5.000.000,- atau 83,33% output kegiatan adalah terpeliharanya peralatan dan perlengkapan kantor;

b) Permasalahan dan Solusi -

3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

17.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

17.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya pakaian dinas dan perlengkapannya;

2. Kegiatan Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 15.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 15.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terfasilitasinya kebutuhan bimbingan teknis pegawai;

b) Permasalahan dan Solusi -

4) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan, yang dilaksanakan oleh Sub

(16)

Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

5.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terfasilitasinya kebutuhan bimbingan teknis pegawai;

b) Permasalahan dan Solusi -

5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

a) Pelaksanaan Program

2. Kegiatan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya LAKIP, LPPD, LKPJ dan TAPKIN;

3. Kegiatan penyusunan laporan keuangan semesteran, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya tersedianya informasi laporan keuangan OPD

4. Kegiatan penyusunan laporan keuangan akhir tahun, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya laporan keuangan akhir tahun;

5. Kegiatan penyusunan pelaporan mutasi persediaan barang habis pakai dan mutasi aset SKPD, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 5.000.000,- atau 100% output

(17)

kegiatan adalah tersedianya informasi laporan mutasi persediaan habis pakai dan mutasi aset ASPD;

6. Kegiatan penyusunan rencana kerja, yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 7.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersedianya dokumen rencana kerja SKPD;

b) Permasalahan dan Solusi

6) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 90.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 90.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terselenggaranya kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan;

2. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis dan Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terlatihnya kader pemberdayaan masyarakat;

3. Kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 60.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 60.000.000,- atau 68.81% output kegiatan adalah terselenggaranya gelar TTG tingkat provinsi dan tingkat nasional;

4. Kegiatan Pelatihan Kader Posyandu, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- atau

(18)

100% output kegiatan adalah terlatihnya kader posyandu;

5. Kegiatan Lomba POSYANDU dan Kader POSYANDU, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

100.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

99.400.000,- atau 99.40% output kegiatan adalah juara 1, 2 dan 3 lomba posyandu dan kader posyandu;

6. Kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Revitalisasi POSYANDU, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 32.854.000,- atau 65.71% output kegiatan adalah revitalisasi posyandu;

7. Kegiatan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 1.210.000,- atau 4.03% output kegiatan adalah didapat juara 1, 2, 3 dan harapan 1;

b) Permasalahan dan Solusi

Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan pada perubahan anggaran 2015 menyebabkan tingginya frekwensi pelaksanaan kegiatan pada bulan Nopember dan Desember 2015, sehingga Kegiatan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu pada akhir tahun 2015.

7) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa

a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan

(19)

Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

100.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

99.263.000,- atau 99.26% output kegiatan adalah pencanangan BBGRM tingkat kota, provinsi dan nasional;

2. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat melalui Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) [Banprov], yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 75.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 73.761.000,- atau 98.35% output kegiatan adalah kerjasama masyarakat, instansi dan pihak KODIM;

3. Kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional POSYANDU, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 18.725.000,- atau 37.45%

output kegiatan adalah kerjasama tim POKJA dan POSYANDU;

4. Kegiatan Penilaian Pelaksana Terbaik Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 47.675.000,- atau 95.35%

output kegiatan adalah pelaksana terbaik BBGRM;

5. Kegiatan Lomba Desa, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 72.900.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

70.630.498,- atau 96.89% output kegiatan adalah didapat juara 1, 2 dan 3;

6. Kegiatan Lomba Kelurahan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 81.900.000,- realisasi anggaran sebesar

(20)

Rp. 81.387.248,- atau 99.37% output kegiatan adalah didapat juara 1, 2 dan 3;

7. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat melalui (BSMSS) [kota], yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 49.348.900,- atau 98.70% output kegiatan adalah terbangunnya hasil kegiatan BSMSS;

8. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat melalui Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) [Banprov], yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 99.370.995.900,- atau 99.37% output kegiatan adalah lancarnya transportasi;

9. Kegiatan Bantuan untuk Fasilitasi BBGRM XII [Banprov], yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 99.599.900,- atau 99.60% output kegiatan adalah meningkatnya rasa gotong royong masyarakat dalam pembangunan;

b. Permasalahan dan Solusi -

8) Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Pelatihan Aparatur Pemerintah Desa Dalam Bidang Pengelolaan Keuangan Desa/Kelurahan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- atau 100% output

(21)

kegiatan adalah kemampuan pengelolaan keuangan aparatur desa;

2. Kegiatan Evaluasi APBDes, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 26.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 19.100.000,- atau 72.08% output kegiatan adalah terevaluasinya APBDes tepat waktu;

3. Kegiatan Evaluasi LPPD, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 15.500.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

15.500.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersusunnya LPPD Desa;

4. Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan LPPD, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 33.895.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 33.793.900,- atau 99.70%

output kegiatan adalah kemampuan aparatur desa menyusun LPPD desa;

5. Kegiatan Rapat Koordinasi Aparatur Pemerintah Desa, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah terkoordinirnya aparatur desa;

6. Kegiatan Monitoring dan Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 18.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 16.880.000,- atau 93.78% output kegiatan adalah penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik;

7. Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pemerintahan Desa, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

35.100.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

(22)

35.100.000,- atau 100% output kegiatan adalah meningkatnya kemampuan pemerintah desa dlam manajemen PEMDES;

8. Kegiatan Fasilitasi Asistensi Desa, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 24.600.000,- atau 98.40%

output kegiatan adalah Asistensi Desa;

b) Permasalahan dan Solusi

Insentif PNS dan Non PNS tim evaluasi Raperdes APBdesa murni tahun 2016 tidak dapat diserap disebabkan Desa-desa di Kota Banjar mengalami keterlambatan penyusunan APBDesa 2016 sehubungan adanya perubahan peraturanperundang-undangan tentang pengelolaan keuangan desa dan keterlambatan informasi pagu dana transfer yang doserahkan kepada desa untuk tahun 2016, sehingga Perdes APBDesa 2016 yang seharusnya ditetapkan sebelum 31 Desember 2015 baru dapat dilaksanakan pada awal tahun 2016.

9) Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Penyusunan Profil Desa/Kelurahan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 73.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 73.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah tersusunnya dokumentasi profil desa/kelurahan;

2. Kegiatan Pendataan Penyusunan Data Aset Desa, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 14.775.300,- atau

(23)

59.10% output kegiatan adalah tersedianya dokumen aset desa;

3. Kegiatan Penyusunan Pedoman Evaluasi APBdes dan LPPDes, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

11.400.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

11.129.700,- atau 97.63% output kegiatan adalah tersedianya dokumen pedoman evaluasi;

4. Kegiatan Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan sesuai Amanat Peraturan Perundang-undangan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemerintahan Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 57.805.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 55.228.200,- atau 95.54%

output kegiatan adalah b) Permasalahan dan Solusi

Tidak ditanda tanganinya surat keputusan mengenai tim inventalisir data aset desa sehingga insentif PNS dan Non PNS pada Kegiatan Pendataan Penyusunan Data Aset Desa tidak dapat diserap.

10) Program Pelatihan Usaha Kecil Berbasis Keluarga a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha/Peningkatan Kewirausahaan, yang dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah b) Permasalahan dan Solusi

-

II. Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan Politik

(24)

1) Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Komunitas Intelejen Daerah, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 175.750.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 151.100.000,- atau 85.97% output kegiatan adalah terkoordinirnya informasi intelejen daerah;

2. Kegiatan Deteksi Dini bagi Aparat Kecamatan Desa/Kelurahan, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 40.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 39.910.000,- atau 99.78% output kegiatan adalah terdeteksinya gangguan di lingkungan msyarakat lebih dini;

b) Permasalahan dan Solusi

Pelaksanaan rapat-rapat koordinasi dan konsutasi ke luar daerah yang diselenggaraan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat berkurang setelah pelaksanaan PILKADA serentak di Indonesia. Yang berdampak pada penyerapan anggaran Kegiatan Komunitas Intelejen Daerah.

2) Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Wawasan Kebangsaan, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

7.570.000,- atau 75.70% output kegiatan adalah pengiriman peserta kegiatan di Tingkat Provinsi Jawa Barat;

(25)

2. Kegiatan Bela Negara Bagi Generasi Muda, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah meningkatnya rasa nasionalisme generasi muda;

b) Permasalahan dan Solusi

Berkurangnya undangan-undangan mengenai pengiriman peserta wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Tingkat Provinsi

3) Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan a) Pelaksanaan Program

1. Kegiatan Penyuluhan Kepada Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 21.920.000,- atau 87.68% output kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam bidang politik;

2. Kegiatan Sosialisasi dan Penyusunan Database Organisasi Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 25.000.000,- atau 100% output kegiatan adalah masyarakat sadar hukum;

3. Kegiatan Pelatihan/Bimtek Keuangan bagi Partai Politik, yang dilaksanakan oleh Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 45.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.

39.470.000,- atau 87.71% output kegiatan adalah meningkatnya kemampuan partai politik dalam menyusun laporan keuangan;

c) Permasalahan dan Solusi

(26)

Tidak dapat dihadirkannya narasumber Non PNS sehingga alokasi untuk narasumebr Non PNS tidak diserap.

Dari tabel rekapitulasi evaluasi hasil pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar sampai dengan tahun 2015 dapat kita lihat bahwa hampir semua program kerja OPD terealisasi 100 %.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Kantor PMPDKPOL

Dalam menentukan tolak ukur kinerja dan indikator pelayanannya dilihat dari hasil yang diperoleh dari setiap kegiatan yang diharapkan tepat sasaran. Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik lebih bersifat sebagai Fasilitator dan Leading sektor desa.

Tugas pokok dan fungsi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar mengacu pada Peraturan Daerah Kota Banjar nomor 8 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Tugas pokok :

(27)

Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan urusan pemerintah daerah bidang kesatuan bangsa politik dalam negeri, pemberdayaan masyarakat dan desa.

Fungsi :

1. Perumusan kebijakan urusan pemerintah daerah bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri, pemberdayaan masyarakat dan desa;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri, pemberdayaan masyarakat dan desa;

3. Pembinaan urusan pemerintah daerah bidang kesatuan bangsa, politik dalam negeri, pemberdayaan masyarakat dan desa;

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya

Struktur Organisasi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar berdasarkan Peraturan Walikota Banjar Nomor : 34 Tahun 2010 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja organisasi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar terdiri dari:

a. Kepala Kantor;

b. Sub Bag Tata Usaha;

c. Seksi Pemberdayaan Masyarakat;

d. Seksi Pemerintahan Desa/Kelurahan; dan e. Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam melaksanakan fungsinya Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dibagi menjadi 2 (dua) urusan yaitu :

1. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 2. Urusan Kesatuan Bangsa.

Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa didukung oleh anggaran yang bersumber dari Pemerintah Provinsi

(28)

Jawa Barat dan Pemerintah Kota Banjar sebagai wujud kepedulian secara menyeluruh dari Pemerintahan tertinggi dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam membangun Desa. Program tersebut telah berdampak nyata terhadap perkembangan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola pembangunan di desa sehingga memicu tingkat perkembangan ekonomi masyarakat. Sedangkan untuk urusan Kesatuan Bangsa masih didukung oleh anggaran yang bersumber dari Pemerintah Kota Banjar.

Apabila dikaitkan dengan pencapaian visi dan misi Kota Banjar periode Tahun 2014 – 2018 , Kantor PMPDKPOL memiliki tantangan untuk membantu Kepala Daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pemantapan pembangunan perdesaan. Untuk dapat terciptanya misi tersebut diatas maka peran serta Kantor PMPDKPOL dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan memantapkan pembangunan menuju desa mandiri desa mandiri harus kami tingkatkan. Selain itu untuk pengembangan pelayanan terhadap masyarakat Kantor PMPDPOL akan mendorong penguatan pemerintahan desa dalam hal pembangunan dan keuangan perdesaan. Tercapai tidaknya pelaksanaan program / kegiatan yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.

Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Terkait dengan hal tersebut Rencana Kerja (RENJA) Kantor PMPDKPOL ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh Kantor PMPDKPOL selama tahun 2015 dan perkiraan target tahun 2017. Capaian Analisis Kinerja Pelayanan Kantor PMPDKPOL

(29)

dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Tabel 2.2 (terlampir)

2.3. Isu- Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD.

Isu strategis dapat diartikan sebagai hal- hal yang diperkirakan akan berpengaruh besar dan bersifat positif terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Isu strategis ini dapat terbentuk dari hasil analisa dan telaahan teoritik berbagai data dan literature yang ada. Disamping itu isu strategis juga dapat terbentuk dari telaahan faktual.

(30)

Berdasarkan asumsi tersebut, beberapa isu strategis yang diperkirakan akan menjadi fokus dari program kerja Kantor PMPDKPOL Kota Banjar dalam kurun waktu 2014 – 2018 dalam rangka mendukung isu strategis kota yang meliputi (1) Peningkatan Sumber Daya manusia (SDM), (2) Peningkatan laju pertumbuhan Ekonomi (LPE), (3) Meningkatkan Kualitas lingkungan Hidup dan (4) Meningkatkan kesadaran dan ketaatan Hukum serta Tata Kelola Pemerintahan secara Profesional untuk menjamin terciptanya good governance dan good government adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan SDM

Mengingat pentingnya sumber daya manusia ini dalam pembangunan, maka sudah seharusnya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus dalam pembangunan. Pembangunan manusia didefinisikan sebagai a process of enlarging people’s choice atau proses meningkatkan aspek kehidupan masyarakat. Aspek terpenting kehidupan ini dilihat dari (1) usia yang panjang dan hidup sehat; (2) tingkat pendidikan yang memadai; dan (3) standar hidup yang layak. Tingkat keberhasilan dalam pembangunan manusia dapat diukur dengan indikator yang dinamakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sumber Daya Manusia yang agamis, berbudi luhur, berpendidikan dan berperilaku hidup sehat merupakan cita- cita yang ingin diwujudkan selama lima tahun kedepan.

Dengan menekankan perhatian terhadap pendidikan, kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat maka diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas masyarakat Kota Banjar agar menjadi masyarakat yang mau berpartisipasi, bekerja sama dan menjaga keharmonisan dan mampu memanfaatkan segala potensi untuk mewujudkan segala cita-cita.

(31)

2. Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas dengan tidak mengesampingkan pemerataan pembangunannya merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.

Mengingat laju pertumbuhan ekonomi tertinggi selama 10 tahun terakhir berada di kisaran 5 persen tentunya masih memungkinkan bagi Kota Banjar untuk terus memacu laju pertumbuhan ekonominya yang berkualitas, mengingat keunggulan ekonomi kota terletak di sektor jasa khususnya jasa distribusi dan jasa kota transit (untuk orang dan barang), dengan tambahan faktor networking akan mampu menghasilkan bentukan nilai tambah ekonomi yang besar.

Networking yang dimaksudkan terutama untuk memanfaatkan potensi ekonomi daerah sekitar untuk memproduksi barang dan jasa lain yang nilai tambahnya meresap di Kota Banjar ditambah kebijakan ekonomi diarahkan pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat pedesaan dengan prinsip keadilan dimana pemerintah memperlakukan setiap pelaku ekonomi dan pelaku usaha baik besar maupun kecil pada posisi yang sama.

3. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha-usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memperhatikan faktor lingkungan. Istilah berkelanjutan digunakan untuk konsep pembangunan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara arif, bijaksana, efisien, dan memperhatikan pemanfaatan untuk masa kini dan generasi yang akan datang.

(32)

Untuk menjaga kelestarian lingkungan agar kualitas lingkungan tetap terjaga, maka pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestariannya.

4. Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum Serta Tata kelola pemerintahan secara profesional untuk menjamin terciptanya good governance dan good government

Perbedaan pemahaman terhadap keanekaragaman budaya, kondisi sosial, kesenjangan kesejahteraan, tingkat kemiskinan dan kepadatan penduduk serta ancaman lain berupa perkembangan miras dan narkoba, prostitusi, perjudian, premanisme dan ancaman dari luar merupakan faktor korelatif timbulnya gangguan ketertiban dan ketentraman yang dapat diredam oleh sikap, perilaku dan tindakan masyarakat yang patuh dan disiplin terhadap hukum.

Adapun Strategi Operasional Untuk Tahun 2014 s/d 2018 adalah sebagai berikut :

Berdasarkan identifikasi permasalahan dan telahaan dari beberapa dokumen perencanaan lainnya, maka isu-isu strategis yang ada di bidang pemberdayaan masyarakat, pemerintahan desa kesatuan bangsa dan politik adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan keberdayaan lembaga dan masyarakat perdesaan

2. Peningkatan partisipasi dan keswadayaan masyarakat perdesaan

3. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

4. Peningkatan Tata kelola pemerintahan desa

5. Gangguan keamanan ketertiban, dan toleransi antar umat beragama;

(33)

6. Mempererat Hubungan antar lembaga dalam upaya kondusifitas dan stabilitas politik daerah;

7. Peningkatan Pemahaman wawasan kebangsaan generasi muda;

8. Peningkatan peran dan partisipasi politik masyarakat.

Tantangan dan Peluang dalam peningkatan pelayanan

Berdasarkan kondisi saat ini baik kondisi internal Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dan kondisi ekternal seperti perubahan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi serta kondisi yang berkembang di masyarakat Desa/Kelurahann juga berkaitan dengan program kegiatan yang terintegrasi di lingkup Pemerintah Kota Banjar, maka dapat dipaparkan hal-hal sebagai berikut : .1 Dengan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan pada Kantor

pmpdkpol, kualitas dan kuantitas SDM yang ada masih kurang memenuhi.

.2 Lahirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa.

.3 Penguatan dan pengembangan lembaga masyarakat yang ada di masyarakat memerlukan penanganan yang lebih profesional sehingga membutuhkan SDM yang memiliki kapasitas yang memadai.

.4 Kebutuhan akan teknologi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perlu untuk mendorong masyarakat agar menciptakan teknologi tepat guna dan memudahkan akses informasi tentang TTG tersebut.

.5 Era informasi yang ada saat ini dan mudah diakses oleh siapapun, sehingga harus ada pemilahan informasi yang baik dan kurang baik membutuhkan pendewasaan dan wawasan yang luas. Hal ini perlu ada penyuluhan atau sosialisasi yang dilaksanakan secara kontinyu dan berkesinambungan.

(34)

Faktor-faktor Kunci Keberhasilan a. Nilai – nilai Organisasi

Analisis Lingkungan baik internal maupun eksternal organisasi merupkan hal yang penting untuk keberhasilan bagi suatu organisasi atau instansi dalam mencapai tujuannya.

Dengan mengetahui kondisi internal maupun eksternal akan dapat diketahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi organisasi dengan penerapan metoda analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunities, Threats ).

Identifikasi Lingkungan Organisasi / Instansi dengan menggunakan analisis SWOT yang dirumuskan Kantor PMPDKPOL Kota Banjar adalah sebagai berikut :

1). STRENGTH ( KEKUATAN ).

a. Adanya Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2010 sebagai pengganti Perda Nomor 11 Tahun 2008

b. Secara Geografis, Kota Banjar berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap Provinis Jawa Tengah merupakan pintu gerbang Jawa Barat dari sebelah Timur bagian Selatan, sehingga kondisi ini dampaknya sangat berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjar.

d. Letak Kota Banjar mempunyai fungsi strategis karena juga sebagai segitiga emas lintasan lalu lintas darat Pulau Jawa bagian selatan yang menghubungkan Kota Jakarta, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, Cirebon, Purwokerto, Yograkarta, Solo dan Surabaya demikian pula yang menuju daerah tujuan wisata Pangandaran..

e. Luas Kota Banjar terdiri dari 4 (empat) Kecamatan yang luas seluruhnya adalah 13.197,23 Ha dimana

(35)

Kecamatan yang mempunyai wilayah yang paling luas adalah Kecamatan Pataruman ( 5.405,66 Ha ), disusul Kecamatan Langensari ( 3.340, 99 Ha ), Kecamatan Banjar ( 2.623,84 Ha ) dan Kecamatan Purwaharja ( 1.826,74 ).

f. Wilayah Kota Banjar secara administrative terdiri dari 4 Kecamatan, 9 Kelurahan, 16 Desa , 297 Rw dan 1.141 Rt dengan jumlah Penduduk hasil sebanyak 195.174 Orang.

g. Adapun penunjang atau pendukung lainnya yang penting dalam rangka pelaksanaan tugas Kantor PMPDKPOL Kota Banjar yaitu dukungan pembiayaan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

2). WEAKNESS ( Kelemahan ).

a. Untuk sukses dan tercapainya target yang telah ditentukan diperlukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Badan, Dinas, Lembaga, Kantor, Kecamatan, dan Desa / Kelurahan yang ada di Kota Banjar.

b. Dalam Penyelenggaraan tugas-tugas tersebut dilihat dari unsur penunjang yang ada yaitu unsur Sumber Daya Manusia ( SDM ) Pegawai Kantor PMPDKPOL Kota Banjar kalau dilihat dari segi Profesional dan Proporsional dirasakan masih kurang didalam melaksanakan tugasnya dikarenakan keterbatasan pegawai dan kurangnya pemahaman pegawai tentang TUPOKSI.

c. Rendahnya etos kerja pegawai, harus diakui bahwa tidak semua PNS mempunyai dedikasi yang baik terhadap tugas serta tanggung jawabnya sehingga berpengaruh terhadap pencapaian sasaran.

3). OPPORTUNITIES ( Peluang ).

(36)

a. Adanya petunjuk operasional kegiatan, pada prinsipnya setiap kegiatan yang dilaksanakan seharusnya dilengkapi dengan pedoman umum dan operasional yang dijadikan dasar acuan pelaksanaan sehingga akan semakin mengarahkan pelaku program pada sasaran yang hendak dicapai.

b. Dukungan fasilitas dari pemerintah daerah secara keseluruhan telah memfasilitasi penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat dan desa.

c. Adanya pelatihan peningkatan kapasitas SDM, secara berjenjang baik pemerintah pusat maupun daerah melakukan upaya peningkatan kapasitas bagi aparat serta masyarakat sesuai dengan bidang dan tugasnya.

4). THREATS ( Ancaman ).

a. Dengan banyaknya tugas-tugas yang dilaksanakan pada Kantor PMPDKPOL Kota Banjar diperlukan Pegawai-pegawai yang profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugasnya dan berpengalaman untuk mencapai kelancaran Tugas Kantor.

b. Penempatan pegawai yang kurang sesuai dengan kompetensi atau dengan bidang tugasnya. Dan seluruh pegawai diharapkan memahami Tupoksi sehingga dapat mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.

c. Serta dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang / pendukung serta Anggaran Biaya yang memadai secara Maksimal, sehingga kelancaran tugas bisa berdaya guna dan berhasil.

Faktor Kunci Keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi/instansi dalam rangka pencapaian tujuan dan misi organisasi / instansi secara efektif dan efisien. Faktor penentu keberhasilan ini ditetapkan terlebih

(37)

dahulu menganalisis lingkungan internal dan eksternal kemudian dilakukan dampak potensialnya lingkungan internal dan eksternal kemudian dilakukan dampak potensialnya dilanjutkan dengan penentuan skala prioritas. Dengan menggunakan faktor-faktor inilah keberhasilan akan dicoba untuk dicapai sebagaimana yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hal tersebut faktor-faktor penentu keberhasilan Kantor PMPDKPOL Kota Banjar dirumuskan sebagai berikut :

1. Adanya sumber daya manusia (SDM) aparatur yang memadai baik di tingkat Kota, Kecamatan maupun tingkat Desa.

2. Terdapatnya jaringan kerja dengan faktor-faktor yang berkepentingan.

3. Adanya kebersamaan diantara aparatur instansi Pemerintah.

4. Terdapat komunikasi secara timbal balik dari atas kebawah (Top Down) dan dari bawah keatas (Buttom Up).

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan pembangunan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun anggaran. RKPD merupakan pedoman bagi OPD dalam menyusun rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja OPD), RKPD tersusun melalui beberapa mekanisme perencaaan yaitu melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota termasuk forum SKPD. Dalam hal penyusunan rencana kerja (renja) Kantor PMPDKPOL Kota Banjar Tahun 2017 mengacu pada RKPD Kota Banjar prioritas pembangunan sebagai berikut :

1. Peningkatan Sumber Daya manusia (SDM), 2. Peningkatan laju pertumbuhan Ekonomi (LPE), 3. Meningkatkan Kualitas lingkungan Hidup,

(38)

4. Meningkatkan kesadaran dan ketaatan Hukum serta Tata Kelola Pemerintahan secara Profesional untuk menjamin terciptanya good governance dan good government.

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Berdasarkan hasil dari program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan, LSM, Desa, Keluarahan, Kecamatan maupun dari OPD yang langsung ditujukan kepada maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi dan usulan dari kegiatan musrenbang yang terkait dengan Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar ke dalam rancangan kerja (Renja) Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar.

Dari hasil forum OPD dilakukan kesepakatan susunan prioritas kegiatan dan program dalam format rencana kerja RKPD bagi setiap OPD. Dalam keadaan terdapat usulan masyarakat yang mendesak dan belum termasuk dalam salah satu program dan kegiatan RKPD yang sudah dirancang. Hal ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan besaran pagu indikatif setiap OPD yang ditentukan dalam rancangan awal RKPD. Sehingga rancangan RKPD merupakan integrasi dan harmonisasi antara rancangan awal RKPD dengan rancangan Renja OPD yang telah mendapatkan konfirmasi dan review dari setiap OPD.

Musrenbang tahunan atau musrenbang RKPD dan forum OPD berfungsi menjembatani kepentingan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan kepentingan masyarakat, serta mendapatkan komitmen/kesepakatan para pemangku kepentingan untuk penyempurnaan rencana kerja pembangunan daerah untuk tahun yang direncanakan. (Tabel terlampir)

(39)

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Kegiatan Kebijakan dalam melaksanakan target, kegiatan dan program di bidang pembangunan di Kota Banjar, selama ini Kantor PMPDKPOL berpedoman dan mengacu kepada :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah

3. Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar.

Berikut adalah arahan kebijakan Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan politik Kota Banjar :

1. Mendorong pemantapan peran kelembagaan masyarakat desa dan aparatur pemerintahan desa melalui pelatihan.

2. Mendorong pengembangan partisifasi dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan kawasan pedesaan melalui kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) dan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

(40)

3. Mendorong permasyarakatan dan pendayagunaan Teknologi Tepat Guna bagi masyarakat dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

4. Peningkatan Stabilitas Daerah

5. Pembinaan dan pemberdayaan Ormas dan LSM dan Partai Politik di Daerah.

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja OPD 1. Tujuan

Penetapan tujuan pada umumnya didasarkan kepada faktor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan Visi dan Misi. Tujuan menyerahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi berdasarkan tujuan yang ditetapkan, untuk mengetahui yang akan dilaksanakan pada Kantor PMPDKPOL Kota Banjar dalam kurun waktu satu tahun sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dam kemampuan yang dimiliki serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Tujuan Kantor PMPDKPOL Kota Banjar berdasarkan misi ditetapkan adalah :

1. Meningkatkan kinerja aparatur yang memiliki integritas yang bertanggung jawab.

2. Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan.

3. Meningkatkan tata kelola penyelenggaraan desa.

4. Terciptanya kondisi sosial budaya masyarakat yang demokratis dan kondusif melalui partisifasi aktif masyarakat.

2. Sasaran

Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai / dihasilkan secara nyata oleh Kantor

(41)

PMPDKPOL Kota Banjar dalan jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang.

Perumusan sasaran harus memiliki kriteria “SMART”, Analisis smart digunakan untuk menjabarkan isu yang telah dipilih menjadi sasaran yang lebih jelas dan tegas. Analisis ini juga memberikan pembobotan kriteria yaitu khusus (spesific), terukur (mensuable) dapat dicapai (attainable) nyata (realistic) dan tepat waktu (time bound).

Sasaran di dalam Rencana Strategis Kantor PMPDKPOL Kota Banjar Tahun 2014 – 2018 adalah sebagai berikut :

1. meningkatnya kinerja aparatur yang memiliki integritas dan bertanggung jawab

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Tertib administrasi kepegawaian.

b) Tertib administrasi program, evaluasi dan pelaporan.

c) Tertib administrasi keuangan.

d) Indeks Kepuasan Masyarakat di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa serta bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

2. Meningkatnya kinerja lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Tersedianya data pengurus lembaga kemasyarakatan b) Tertibnya administrasi lembaga kemasyarakatan

3. Meningkatnya kemampuan kader pemberdayaan masyarakat

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :

a) Bertambahnya jumlah Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) terlatih.

(42)

b) Tersedianya data base Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM)

4. Meningkatnya partisipasi aktif, keswadayaan dan kemandirian masyarakat serta pengembangan teknologi tepat guna

Partisipasi aktif masyarakat diharapkan makin tumbuh seiring dengan kewsadayaan masyarakat sehingga diharapkan kemandirian masyarakat. Kemudian munculnya inovasi-inovasi dari masyarakat terutama dalam pengembangan teknologi tepat guna yang aplikatif di Kota Banjar.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Terlaksananya kegiatan fasilitasi peningkatan swadaya masyarakat

b) Bertambahnya jumlah KK binaan dalam kewirausahaan keluarga

c) Terbentuknya kelembagaan posyantek dan wartek di tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan

d) Fasilitasi keikutsertaan dalam Gelar TTG tingkat Provinsi dan Nasional

e) Tersedianya alat TTG yang dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat

5. Meningkatnya kinerja aparatur pemerintahan desa/kelurahan

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator

- Terlaksananya kegiatan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

6. Tersedianya data dan informasi yang berkualitas di tingkat desa/kelurahan

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

(43)

- Terlaksananya kegiatan penyusunan profil desa/kelurahan, dan data inventaris aset desa

7. Terjalinnya kemitraan antar lembaga, partai politik dan organisasi kemasyarakatan

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

- Koordinasi dan fasilitasi peningkatan kemitraan antar lembaga.

8. Meningkatnya pemahaman wawasan kebangsaan bagi masyarakat.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

- Jumlah partisipasi masyarakat.

(44)

Rencana Kerja (Renja Awal) PMPDKPOL Kota Banjar

Tahun 2016

1.3 Program dan Kegiatan Tabel terlampir

90

(45)

BAB IV PENUTUP

Dengan adanya Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar tahun 2017 yang berisi prioritas program dan kegiatan sebagai penjabaran visi dan misi, dapat lebih terkoordinasi, terakomodasi, terintegrasi dan sinergis dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, selanjutnya Rencana Kerja (Renja) Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dijadikan sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan umum Anggaran (KUA) serta prioritas dan plapon anggaran sementara (PPAS) dan APBD.

Demikian Rencana Kerja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dibuat kiranya dapat memberikan umpan balik yang sangat diperlukan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan kinerja Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar. Semoga upaya – upaya kita dalam meningkatkan kinerja untuk ikut membangun bangsa dan negara, khususnya pemerintah Kota Banjar mendapat ridho dan petunjuk dari Alloh SWT.

Banjar, Februari 2016 KEPALA,

WAWAN GUNAWAN,SP.,M.Si Pembina, IV/a

NIP. 19650502198903 1 015

Rencana Kerja Kantor PMPDKPOL Kota Banjar 2017 i

(46)

PEMERINTAH KOTA BANJAR

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PERENCANAAN DAERAH SAMPAI DENGAN TAHUN 2016 OPD : KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DESA, KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

Kode Program dan Kegiatan

1 2

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyedian jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik 2 Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah

3 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

4 Penyediaan jasa administrasi keuangan

5 Penyediaan jasa kebersihaan kantor 6 Penyediaan alat tulis kantor

7 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

8 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 9 Penyediaan peralatan rumah tangga

10 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

11 Penyediaan makanan dan minuman

12 rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

13 Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 Pengadaan kendaraan dinas/operasional

2 Pengadaan meubeuleur

3 Pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor

4 pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

5 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

6 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

1 Pengadaan pakaian dinas beserta kelengkapannya

2 Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu

(47)

Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

1 Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

1 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar reaklisasi kinerja SKPD

2 Penyusunan pelaporan keuangan semesteran 3 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun 4 Penyusunan rencana kerja anggaran 5 Penyusunan mutasi aset akhir tahun

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakatan Perdesaan

1. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Tekhnis dan Masyarakat

2. Gelar Pameran Teknologi Tepat Guna 3. Pelatihan Kader Posyandu

4. Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna

5. Lomba Posyandu dan Kader Posyandu TK. Kota dan Provinsi 6. Sosialisasi dan Evaluasi Revitalisasi Posyandu

7. Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna

8. Peningkatan Peran serta masyarakat dalam BSMSS 9. Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat

10. Sosialisasi pendampingan Desa 11. Rapat Koordinasi Pendampingan Desa 12. Penyusunan Peraturan PerUndang-Undangan

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa

1. Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong

2.

3. Fasilitasi Rapat koordinasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu

4. Penilaian Pelaksana Terbaik Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat

5.

Program Pelatihan Usaha Kecil Berbasis Keluarga

1. Pelatihan Keterampilan usaha/Peningkatan Kewirausahaan

18 Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa

Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Melalui Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Melalui Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) (Banprop)

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan kolom-kolom doric pada bagian serambi/pendopo ini merupakan hal yang menarik dari perpaduan kedua gaya arsitektur tradisional dan Eropa karena elemen

Informan 2 : Kalo dalam tahap perencanaan sih saya ga ikut dalam rapat redaksi yah, paling Produser sama Reporter aja, jadi kalo udah dirapatin buat liputan kemana baru diaksih

mengalami pendinginan yang lebih lambat dari daerah las sehingga struktur ferrite batas butir, ferrite acicular berupa bilah- bilah yang menyilang namun berbutir

Dalam kajian lebih lanjut dapat disampaikan bahwa pengaruh langsung ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan lebih besar (0,467) dibandingkan pengaruh tidak langsung

Rencana Strategis Kantor Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dimaksudkan sebagai arahan, pedoman dan landasan bagi

a Dapat disimpulkan bahwa summarize dengan persentase 50% untuk sepuluh dokumen teks dengan total kalimat rata-rata 16.2 kalimat adalah yang terbaik dari ketiganya karena

Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian dari Shalindra (2013) yang berjudul Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Lansia dalam Pemenuhan Aktivitas

Perencanaan karir: proses yang digunakan oleh seseorang untuk memilih tujuan-tujuan karir dan jalur untuk mencapai tujuan tersebut.. Perencanaan karir organisasi: suksesi terencana