• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

6 2.1. Konsep Dasar Web

2.1.1. Website 1. Internet

Menurut Wismakarma dalam (Tabrani & Eni, 2017) menjelaskan bahwa

“Internet adalah suatu jaringan komputer global terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional, memungkinkan komunikasi data antar komputer- komputer yang terhubung ke jaringan tersebut”.

2. Website

Menurut Ardhana dalam (Tabrani & Eni, 2017) menyimpulkan bahwa “Website atau situs web adalah sejumlah halaman yang memiliki topik yang terkait dan sudah dipublikasikan di jaringan internet juga memiliki domain/URL (Uniform Resource Locator) yang dapat diakses dimana saja dan oleh siapa saja”.

Menurut Hidayat dalam (Syukron & Hasan, 2015) ada dua jenis web berdasarkan sifatnya yaitu :

a. Website dinamis, merupakan sebuah web yang menyediakan konten atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain php, asp, .net dan memanfaatkan database mysql atau mssql.

b. Website statis, merupakan web yang kontennya jarang diubah. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah html dan belum memanfaatkan database.

(2)

Web terdiri dari dua komponen dasar yaitu : 1. Web Server

Menurut Fathansyah bahwa suatu web server adalah “Server Web (Web Server) merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalu protokol komunikasi HTTP (varian lainnya FTP dan HTTPS) atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu URL ke pengguna” (Prayitno & Safitri, 2015).

2. Web Browser

Menurut Winarmo dan Utomo menjelaskan bahwa web browser adalah “alat yang digunakan untuk melihat halamat web” (Prayitno & Safitri, 2015).

2.1.2. Bahasa Pemrograman

Menurut Nugroho yang dikutip oleh (Aprilia & Sardiarinto, 2018) bahwa

“Bahasa Pemrograman merupakan sebuah paket bahasa yang digunakan untuk membentuk sebuah bahasa turunan, bahasa turunan ini dapat berupa bahasa pemrograman, atau dapat juga berupa hasil akhir yang sering disebut dengan istilah aplikasi pemrograman”.

Adapun bahasa pemrograman yang penulis gunakan dalam pembuatan website ini antara lain :

1. HTML (HyperText Markup Language)

Menurut Mulyanto dalam (Imam & Nugraha, 2018), “HTML adalah bahasa yang disisipkan (embedded language) pada dokumen dengan memberi tanda tertentu yang disebut tag”. Tag adalah suatu aturan dalam penulisan kode yang diawali oleh tanda kurang dari (<) dan diakhiri oleh tanda lebih dari (>).

(3)

2. PHP (Hypertext Processor)

Menurut (Binarso dkk., 2012), PHP adalah bahasa scripting yang tergabung menjadi satu dengan HTML dan dijalankan pada server side atau semua perintah yang diberikan akan sevara penuh dijalankan pada server, sedangkan yang dikirimkan ke klien (browser) hanya berupa hasilnya saja.

3. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Sulistyawan dalam (Imam & Nugraha, 2018) bahwa “CSS (Cascading Style Sheet) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur style

suatu dokumen”. Biasanya CSS digunakan untuk mengatur sebuah halaman web yang menggunakan bahasa HTML ataupun XHTML. CSS berguna bagi developer untuk mengembangkan halaman web dengan bahasa HTML dan

membentuk suatu website dengan tampilan yang unik.

4. JavaScript

Menurut Zaki dalam (Imam & Nugraha, 2018), “Javascript adalah script program berbasis klien yang dieksekusi oleh browser sehingga membuat halaman web bisa melakukan tugas-tugas tambahan yang tidak bisa dilakukan oleh script HTML biasa”.

5. JQuery

Menurut Sigit dalam (Imam & Nugraha, 2018) menjelaskan bahwa “JQuery adalah library atau kumpulan kode JavaScript yang siap pakai”. Keunggulannya dengan JavaScript standar yaitu kita hanya tinggal memanggil fungsi-fungsi yang sudah disediakan JQuery. Atau bisa kita sebut juga bahwa JQuery adalah kumpulan dari fungsi-fungi JavaScript.

(4)

6. Framework CodeIgniter (CI)

Framework adalah seubuah software yang didalamnya terdapat sekumpulan

instruksi yang berada pada class dan function dengan berbagai fungsi yang berguna untuk memudahkan developer dalam pembuatan website dengan konsep yang tersusun rapi tanpa harus mengulang syntax yang telah dituliskan.

Sedangkan CI menurut Betha Sidik dalam (Destiningrum & Adrian, 2017) menjelaskan bahwa “CodeIgniter adalah sebuah framework php yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk

memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal”.

Adapun perbedaan framework CodeIgniter dibandingkan framework lainya antara lain :

a. Gratis, Lisensi CodeIgniter dinaungi oleh Apache/BSD dimana biasanya bersifat open source atau gratis.

b. Ukuran Berkas Kecil, Ukuran berkas pun menjadi keunggulan tersendiri CodeIgniter yang berkisar sekitar 3 MB saja, yang berarti tidak

memerlukan resource yang besar.

c. Metode MVC, CodeIgniter memungkinkan pemisahan layer aplication maupun presentation. Sehingga memudahkan jika terjadi maintenance atau update.

1) Model digunakan untuk mengakses database seperti MySQL dan mengaturnya, termasuk didalamnya input, edit, dan delete.

2) View digunakan untuk menampilkan data berupa tampilan atau template suatu web pada browser.

3) Controller digunakan sebagai pengontrol model dan view.

(5)

Adapun alur dari metode MVC yang digunakan CodeIgniter sebagai berikut :

Sumber : Betha Sidik (Destiningrum & Adrian, 2017) Gambar II.1 Konsep aliran MVC

2.1.3. Basis Data

Menurut Mulyanto dalam (Imam & Nugraha, 2018) “Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya”.

Menurut Kustiyaningsih dalam (Nofyat dkk., 2018) bahwa “Database adalah struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses, dan memproses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan system management database seperti MySQL Server”.

Basis data yang digunakan pada website yang dibangun yaitu : 1. MySQL

Menurut Arief yang dikutip oleh (Nofyat dkk., 2018) MySQL (My Structured Query Language) adalah “salah satu jenis database sever yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sember dan pengolahan datanya”.

(6)

2. XAMPP

Menurut Madcoms dalam (Hidayat dkk., 2017) menjelaskan bahwa :

“XAMPP adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari apache, MySQL, phpMyAdmin, PHP, Perl, Filezilla, dan lainnya yang berfungsi untuk memudahkan instalasi lingkungan PHP, dimana biasanya lingkungan pengembangan web memerlukan PHP Apache, MySQL, dan phpMyAdmin serta software lainnya yang terkait dengan pengembangan web”.

3. PhpMyAdmin

Menurut Madcoms dalam (Hidayat dkk., 2017) menjelaskan bahwa :

“PhpMyAdmin adalah sebuah aplikasi open source yang berfungsi untuk memudahkan manajemen MySQL. PhpMyAdmin dapat membuat database, membuat table, menambah, menghapus, dan mengupdate data dengan GUI (Graphical User Interface) dan terasa lebih mudah, tanpa perlu mengetikkan perintah SQL secara manual”.

2.1.4. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak dalam pembuatan web ini menggunakan metode waterfall. Menurut Sommerville dalam (Destiningrum & Adrian, 2017), metode waterfall adalah sebuah contoh dari proses perencanaan, dimana semua peroses kegiatan harus telebih dahulu direncanakan dan dijadwalkan sebelum dikerjakan.

Penggunaanya dalam pengembangan sistem digarapkan mampu memudahkan pembuatan sehingan pembangunan sistem bisa terstruktur. Dalam metode waterfall, terdapat beberapa tahapan diantaryanya tahap analisa, tahap desain, tahap pengkodean, tahan pengujian, dan tahap pendukung.

(7)

Sumber : Rosa dan Shalahuddin (Hidayat dkk., 2017) Gambar II.2 Tahapan Model Waterfall

Berikut ini adalah tahapan-tahapan pada metode waterfall pada Sistem Informasi Jasa Laundry menurut Rosa dan Shalahudding dalam (Tabrani & Eni, 2017) adalah sebagai berikut :

1. Analisi Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengkodean.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

(8)

4. Pengujian

Pengujian gokus pada perangkat linak sevara dari segi logika dan fungsional dan memastikan bahwa semua sudah diuji. Pengujian dilakukan untuk meminimalaisi kesalahan (error) dan memastikan keluartan yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung atau Pemeliharaan

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya sekalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

2.2. Teori Pendukung

Setelah membahas konsep dasar dalam pembuatan web, terdapat teori pendukung yang menunjang pemahaman tentang web, juga pengertian dan langkah- langkah yang berkaitan dengan pembuatan program.

2.1.1. Struktur Navigasi

Dalam (Tabrani & Eni, 2017) struktur navigasi menurut Purnama adalah

“Struktur atau alur dari sebuah program yang biasanya digunakan untuk menghubungkan halaman-halaman web yang berdasarkan elemen-elemen yang digunakan dalam aplikasi web”.

(9)

1. Linear

Dalam navigasi linear, pengguna merangkai satu rankaian cerita yang berurutan, dari satu tampilan layar ke tampilan layar lainnya menurut urutannya.

Sumber : Bintaro (Sastra, 2017)

Gambar II.3 Struktur Navigasi Linear 2. Non Linear

Atau disebut juga struktur tidak berurut. Pada struktur non linear terdapat percabangan tapi berbeda dengan struktur hirarki, dimana tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama.

Sumber : Bintaro (Sastra, 2017)

Gambar II.4

Struktur Navigasi Non Linear 3. Hirarki

Struktur navigasi hirarki juga mengandalkan percabangan seperti struktur navigasi non linear, namun pada struktur ini terdapat menu pertama yang berada paling atas yang disebut Master Page, dana halaman percabangannya yang disebut Slave Page.

(10)

Sumber : Bintaro (Sastra, 2017)

Gambar II.5

Struktur Navigasi Hirarki 4. Campuran

Atau disebut juga struktur navigasi bebas (Composite), adalah gabungan dari ke tiga struktur (Linear, Non Linear, Hirarki). Pada struktur ini, pengguna bebas melakukan percabangan secara non linear maupun hirarki. Tergantung dari jenis pembuatan program maupun aplikasi yang akan dibuat.

Sumber : Bintaro (Sastra, 2017)

Gambar II.6

Struktur Navigasi Campuran 2.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Simarmata dalam (Tabrani & Eni, 2017) ERD adalah “alat pemodelan data utama dan akan membantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalan entitas-entitas dan menentukan gubungan antar entitas”.

(11)

Dalam ERD (Entity Relationship Diagram) menurut Al Bahra dalam (Rahmayu, 2016) terdapat komponen-komponen seperti :

1. Entity (entitas) adalah kumpulan objek atau sesuatu yang dapat dibedakan atau didefinisikan. Digambarkan dengan bentuk persegi panjang. Contoh : Tempat (ruang, bangunan, kantor, lapangan)

2. Relationship (Relasi) adalah hubungan yang terjadi antar satu entitas atau lebih.

Relasi diberi nama dengan kata kerja dasar. Sehingga memudahkan pembacaan relasinya. Pada ERD, relasi digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat.

3. Attribute (Atribut) merupakat karakteristik dari entitas atau relasi yang menyediakan penjelasan detai entitas atau relasi. Ada dua jenis atribut :

a. Identifier (key), digunakan untuk menentukan suatu entitas secara unik.

b. Descriptor (nonkey attribute), digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik daru suatu entitas yang tidak unik.

4. Cardinality (Kardinalitas) adalah jumlah kemunculan baik minimum maupun maksimum satu entitas yang dapat dihubungkan dengan kemunculan tunggal entitas lain. Ada tiga jenis kardinalitas :

a. One to One

Hubungan satu ke satu (1:1) terjadi jika satu kejadian dari suatu entitas A dihubungkan dengan satu kejadian entitas B.

Sumber : (Rahman & Santoso, 2015)

Gambar II.7 Kardinalitas One-to-One

(12)

b. One to Many Atau Many to One

Tingkat hubungan satu ke banyak ataupun sebaliknya (1:N / N:1) tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Dari satu kejadian pada entitas A dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas B, begitupun sebaliknya.

Sumber : (Rahman & Santoso, 2015)

Gambar II.8

Kardinalitas One-to-Many c. Many to Many

Hubungan banyak ke banyak (N:N) yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B dan sebaliknya.

Sumber : (Rahman & Santoso, 2015)

Gambar II.9

Kardinalitas Many-to-Many 2.2.3. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Simarmata dan Paryudi dalam (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) Logical Record Structure (LRS) adalah “representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.

Adapun cara pembentukan skema LRS berdasarkan ERD menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) :

(13)

1. Jika relasi One-to-One, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada atau menyatukan kedua entitas tersebut.

2. Jika relasi One-to-Many, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

3. Jika relasi Many-to-Many, maka dibuat file konektor yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

2.2.4. Implementasi dan Pengujian Web

Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Fridayanthie & Mahdiati, 2016),

“Black box testing adalah perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Dan metode Black box testing adalah metode yang digunakan dalam pembuatan web pada kesempatan kali ini.

Pengujian bertujuan untuk memeriksa apakah fusngsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak telah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Dengan menggunakan metode black box testing memungkinkan pengembangan perangkat lunak jauh dari masalah atau disfungsi kode program yang artinya kode yang tidak berjalan dengan baik ataupun error, juga dapat mengetahui apakah suatu fungsi atau kode program berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Adapun tahapan-tahapan dalam melakukan pengujian menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Aprilia & Sardiarinto, 2018) sebagai berikut :

1. Pengujian Unit

Awal pengujian dapat berupa kumpulan fungsi atau prosedur yang memiliki keterkaitan pada pemrograman terstruktur atau kelas pada pemrograman berorientasi objek.

2. Pengujian Integrasi

Alangkah baiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari kesulitan penelusuran jika terjadi kesalahan (error). Pengujian integrasi adalah

(14)

pengujian penggabungan dari dua buah atau lebih unit pada perangkat lunak.

3. Pengujian Sistem

Setelah pengujian integrasi maka dilkaukan pengujian sistem dimana unit-unit proses yang sudah diintegrasi diuji dengan antarmuka yang sudah dibuat sehingga pengujian ini dimaksudkan untuk menguji sistem perangkat lunak secara keseluruhan.

4. Pengujian Penerimaan

Pengujian peneriamaan perangkat lunak oleh customer atau user digunakan untuk mengetahui kepeuasan pelanggan terhadap perangkat lunak yang sudah dibuat.

Salah satu kasus menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Hidayat dkk., 2017) adalah kasus validasi proses login maka :

1. Jika user memasukkan nama pemakai (Username) dan kata sandi (Password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (Username) dan kata sandi (Password) yang salah, misalnya username benar tapi password salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

2.2.5. Kajian Literatur

Tabel II.1 Kajian Literatur Judul

Penelitian

Sistem Informasi Jasa Laundry Berbasis Web Pada Tri Jaya Laundry Jakarta

Pembangunan Sistem Informasi Pelayanan Jasa Laundry Berbasis Web Dengan Fitur Mobile Pada 21 Laundry Padang

Sistem Informasi Jasa Laundry Berbasis Web

(15)

Peneliti Marissa Husni Kamil, Audiah Duhani

Gumilar Mulya Lembaga dan

Tahun

STMIK Nusa Mandiri Jakarta, 2017

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Andalas, 2016

Universitas Bina Sarana

Informatika Kampus Kota Tasikmalaya, 2020

Masalah Penelitian

Pengolahan data masih bersifat manual mulai dari pencatatan

transaksi sampai laporan,

pendataan

pakaian yang belum diambil oleh pelanggan masih

menggunakan buku, kehilangan

data saat

pembuatan

laporan masih terjadi karena masih

menggunakan cara manual seperti pencatatan pada laporan dari hasil transaksi, yang seringkali terjadi perbedaan data sebelum pembuatan dan setelah laporan selesai dibuat.

Penumpukan arsip dan laporan, aliran informasi yang lambat, lambatnya proses pencarian data, dan rekap laporan transaksi yang sulit.

Pengolahan data yang berjalan masih besifat manual, seperti harga per kilo, jenis pakaian dan penghitungan harga masih dilakukan secara manual

menggunakan alat bantu kalkulator,

kemudian

pencatatan daftar cucian dan harga yang

membutuhkan waktu yang relatif lama, dan sering terjadi kesalahan

pencatatan.

Tujuan Penelitian

Membangun dan membuat sistem informasi

pelayanan jasa laundry,

penerapkan dan menyalurkan ilmu yang diperoleh

Penggunaan sistem dengan fitur mobile dapat memudahkan pelanggan untuk melihat notifikasi status cucian mereka, dan memanfaatkan

Memudahkan para usahawan dalam

mengembangkan usahanya, Sistem informasi web ini dapat digunakan

bagi para

(16)

penulis selama menuntut ilmu di STMIK Nusa Mandiri Jakarta.

pasar mobile karena indonesia termasuk negara terbesar pengguna device.

usahawan

khususnya di bidang jasa laundry.

Metode Penelitian

Metode yang diguanakan diantaranya observasi,

wawancara, dan studi pustaka.

metode yang digunakan dalam pembangunan perangkat lunak ini mengikuti metode waterfall.

Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall.

Hasil Penelitian

Dengan menggunakan sebuah web, pencatatan

transaksi jasa laundry lebih cepat, mudah, dan akurat.

Perusahaan juga dapat melakukan promosi sekaligus pengolahan data transaksi sistem bisnis sampai dengan

pembuatan

laporan secara efektif dan efisien terhadap waktu dan biaya, dan perusahaan dapat mengurangi penggunaan paper base.

Aplikasi mobile yang dibangun dengan

basic4android yang diharapkan dapat digunakan untuk mengelola layanan jasa laundry pada 21 laundry padang.

Dengan aplikasi berbasis web, diharapkan dapat mempermudah dalam

menyelesaikan masalah yang ada dan

mempermudah dalam

pengolahan data.

Gambar

Gambar II.3  Struktur Navigasi Linear  2.  Non Linear
Gambar II.6
Gambar II.7  Kardinalitas One-to-One
Gambar II.8

Referensi

Dokumen terkait

1. Tujuan: Pada audit Keuangan untuk menentukan luas pengujian audit substantif, pada audit operasional untuk menevaluasi efisiensi dan efektifitas struktur pengendalian intern

Jika semburan lumpur tidak berhenti juga, mungkin Jawa Timur akan tenggelam...

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di BPS Anik Suroso Mojosongo Surakarta yaitu sebanyak

Berdasarkan Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3 dan Tabel 4 dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran matematika diskrit yang digunakan oleh dosen sudah memasukkan

Seperti dalam kegiatan gotong-royong menjaga kebersihan, setelah ada ekowisata masyarakat semakin kompak karena adanya kesadaran yang lebih untuk menjaga kebersihan,

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Esa atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Pengendalian Kualitas

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah

(1) Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d dilakukan dengan mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah yang dilaksanakan di TPS/TPST clan cli