Learner Outcomes :
1. Thoughtful learning
• Segera mengetahui bagian-bagian mana saja yang mereka tidak mengerti dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dari ketidakpahaman tersebut,
menjabarkan alasan-alasannya dan membuat strategi-strategi agar dapat lebih paham.
• Menyampaikan kesalahan/kesulitan di pembelajaran masa lampau; dan mengatasinya dengan menggunakan beberapa sumber dan beberapa cara (seperti membuat percobaan) untuk memastikan semua berjalan lancar;
melakukan pemeriksaan tahap akhir sebelum memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, yang pada akhirnya menghasilkan pemahaman yang mendalam akan sesuatu hal. Bila tidak ditemukan kegagalan/kesalahan, siswa menyebutkan faktor-faktor apa saja yang membuat mereka berhasil dan membuat
perencanaan untuk memastikan prosedur-prosedur sudah benar.
2. Reflect on their personal performance
• Membuat langkah-langkah bagaimana pengalaman pembelajaran dapat
diperoleh, mengevaluasi keefektifannya, dan menyelaraskan prosedur-prosedur tersebut dengan target-target jangka panjang untuk memastikan apakah
prosedur-prosedur tersebut patut dipertahankan atau tidak
• Membuat penilaian yang lebih akurat terhadap pencapaiannya didasari oleh evaluasi yang menyeluruh terhadap pencapaian, termasuk membuat kesimpulan yang ditarik dari umpan-umpan balik yang diberikan dari pihak lain terhadap target-target. Mengevaluasi proses pencapaian target tersebut dan
menyampaikan cara-cara yang lebih baik/efektif.
3. Assess personal feelings
• Mengevaluasi perasaan-perasaan (Kegembiraan: riang gembira, bangga, optimis, antusias, keinginan, harapan,lega, Terkejut: terkejut, takjub, Marah: iri hati, jengkel, amarah, terusik, frustrasi, jijik, cemburu, Takut: gugup, kaget, takut, cemas, panik, khawatir, Sedih: sedih, malu, simpati, tidak bahagia, putus asa, penghinaan, Cinta: kasih sayang, memuja, suka, tertarik, peduli, nafsu, rindu) yang timbul dari sebuah pembelajaran; menganalisis alasan-alasan mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul untuk membedakan antara perasaan yang muncul sesaat dan perasaan yang sebenarnya dirasakan/timbul karena situasi tertentu
4. Identify future plans
• Menentukan target-target pembelajaran; merencanakan bagaimana mencapai target-target tersebut; merencanakan pengaturan waktu dan daya/upaya yang diusahakan; dan bagaimana menilai kualitas pembelajaran dan produk-produk yang dihasilkan dari pembelajaran tersebut.
Silahkan tulis rangkuman dari workshop term 1 kalian dibawah ini!
Rangkuman workshop harus dapat menjawab pertanyaan berikut:
a. Jelaskan makna dari kata-kata berikut ini : 1. Iman, 2. Islam, 3. Ihsan, 4. Taqwa, 5. Ibadah, 6. Muamalah, 7. Rukun Iman 8. Rukun Islam
b. Berikan bukti akan rasa cintamu terhadap Allah Swt!
c. Berikan bukti bahwa dari ayat suci Al-Qur'an bahwa orang yang selalu melaksanakan perintah Allah Swt, akan mendapatkan ganjaran yang mulia disisi-Nya!
d. Cara apa yang paling efektif guna menumbuhkan kesadaran diri untuk mau melaksanakan perintah-Nya?
e. Menurutmu, apa alasan yang paling mendasar akan pentingnya rasa cinta kepada Allah? Jelaskan jawabanmu!
a) 1. Iman: Iman seorang muslim merupakan keyakinannya kepada Allah SWT.
dan ciptaannya melalui lisan, hati, dan perilaku.
2. Islam: Islam berarti selamat, karena setiap orang yang memeluk agama Islam dan menaati setiap perintahNya akan dijamin tempat terbaik di alam dunia dan akhirat.
3. Ihsan: Ihsan seseorang merupakan perilaku akhlakul karimah dimana kita merasa takut kepada Allah saat ingin melakukan perilaku buruk! Rasa cinta kita kepada Allah lah yang membuat kita tidak akan mengkhianati-Nya. Dimana kita akan melakukan perintah Allah yakni ibadah dan juga muamallah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi pola hidup, bukan lagi sesuatu yang dipertimbangkan.
4. Taqwa: Ketika kita sungguh-sungguh mencintai Allah, kita tentu akan rela melakukan apa pun demiNya. Karena rasa cinta ini lah membuahkan rasa takut akan kehilanganNya dan tersesat dari jalanNya.
5. Ibadah: Ritual yang dilakukan setiap Muslim dalam membuktikan cintanya kepada Sang Khalik dengan melakukannya dengan senantiasa dan taqwa.
6. Muamalah: Kegiatan berakhlak baik yang bersangkutan dengan hubungan Habluminannas, dimana setiap Muslim mampu berbuat baik kepada sesama.
7. Rukun Iman: 6 hal yang wajib hukumnya untuk diyakini dan dipercayai oleh setiap Muslim. Allah, Malaikat, Nabi dan Rasul, Kitab-Kitab, Hari Kiamat, dan Takdir Baik/Buruk. Keenam hal ini mampu menjadi bimbingan atau menambah keimanan seorang Muslim.
8. Rukun Islam: 5 kegiatan ibadah yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan oleh setiap Muslim. Syahadat, Shalat, Puasa, Haji, dan Zakat ialah ke-5 ritual yang mampu menjamin keselamatan duniawi dan akhirat.
b) Bukti bahwa saya mencintai Allah adalah saya selalu menghindari larangannya, entah itu minuman, makanan, ataupun perilaku yang berisfat menyekutui Allahs saya hindari. Karena menurut saya jika saya sungguh mencintai tuhan saya, saya tidak mungkin bermaksud untuk mengkhianatiNya dengan melakukan larangannya. Hal ini pasti sangat berlawanan dengan apa yang telah diajari dalam Islam, maka dari itu saya berniat untuk terus berjuang di jalan Allah dan meraih kemenangan, yakni ridhoNya dan surgaNya.
c) Terdapat Dalil Naqli yang menjelaskan mengenai taat kepada Allah yaitu Adz-Ddzariyat ayat 15 – 23.
Surat ini menjelaskan mengenai ketaqwaan seseorang kepada Allah akan berbuahkan hasil yang nikmat dan penghargaan derajat yang tinggi di akhirat. Demi meraih “kemenangan”, seorang Muslim harus berakhlak terpuji terhadap sesama.
Seorang Muslim wajib untuk mengkokohkan silaturahim dan hubungan habluminannas. Dia juga harus selalu rendah hati walaupun memiliki rejeki yang berlimpah, dengan merendah hatinya, akan meninggi derajatnya.
Tidak hanya mengkokohkan hubungan Habluminannas, namun hubungan Habluminallah juga wajib dipertahankan. Tidak hanya menegakkan shalat wajib, namun ia juga harus mendirikan shalat-shalat Sunnah, seperti mengurangi waktu tidur demi mengejar shalat malam hari. Dia juga harus dapat mengakui akan
keagungan Allah dan kebesaran Sang Khalik. Dengan begitu, ia akan merasa lebih bersyukur dan taqwa terhadap Allah SWT dengan menyadari akan ciptaannya.
d) Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dan melaksanakan perintahNya dengan senantiasa. Kita harus terlebih dahulu menggali ilmu Islam. Karena dengan memiliki ilmu Islam, tentunya kita akan memahami alasan dibalik segala ritual ibadah yang kita lakukan. Dengan begitu, kita akan menyadari bahwa berbagai ritual ibadah bukanlah hanya sebuah rentetan gerakan dengan bacaan doa, namun adanya makna dibalik mengapa kita melakukan hal-hal tersebut. dengan adanya pengetahuan seperti ini lah yang mampu mendorong seorang Muslim untuk lebih giat melaksanakan perintahnya dengan senantiasa.
e) Sebenarnya, hal yang paling mendasar ketika ingin meningkatkan rasa cinta kepada Allah ialah bersyukur. Dimana seorang Muslim harus bersyukur terus atas segala risky yang dilimpahkannya. Walaupun itu rejeki yang sangat kecil dan dianggap sepele, tetap harus disyukuri karena bila rejeki yang kecil saja tidak disyukuri, mau gimana diberi rejeki yang berlimpah? Dengan adanya rasa bersyukur ini lah yang mampu membuat kita lebih mencintai Allah. Walaupun diterpa musibah, kita juga harus dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan mensyukurinya, karena ada pepatah yang berbunyi “Orang yang diterpa berbagai musibah ialah mereka yang akan diangkat derajatnya”.
Deskripsi Proses Pengerjaan Project
1. Ceritakan pengalamanmu ketika kamu berdiskusi dengan temanmu, untuk menentukan ide, tempat, lokasi dan produk yang kamu buat untuk project ini!
Berhubung project pada termin ini bersifat project individu, saya tidak melakukan diskusi apa pun. Namun saya telah menentukan untuk membuat produk selama akhir pekan.
2. Topik term ini adalah tentang ketaqwaan kepada Allah. Selama mengerjakan project adakah hal yang pada awalnya kamu tidak mengerti tentang topik tersebut? Lalu bagaimana caranya kamu mengatasi hal tersebut? Apa strategimu untuk mengetahui bagian-bagian mana saja dari project ini yang tidak kamu mengerti dan bagaimanakah caramu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dari ketidakpahaman tersebut?
Ceritakan pengalamanmu!
Pada awal pengerjaan project, saya masih kurang memahami mengenai konteks dari “Taqwa” yang dimaksud. Namun saya pun akhirnya mengerti setelah mendengarkan analogi yang dijelaskan Mr. Aat mengenai sepasang saudara yang ditugaskan ibu nya untuk menjemur pakaian. Dimana yang satu menjemur pakaian dengan mengeluh dan dipenuhi emosi dan hanya melihat aksi ini sebagai tugas yang diperintahkan, dan saudara satunya melakukan aksi ini dengan senang hati tanpa keluhan karena ia melihat aksi ini dari segi
“Membantu ibu” dan dia membaca situasi pada saat itu.
3. Ceritakan langkah-langkahmu dalam menyelesaikan project ini! Bagaimana caramu mempertahankan ide yang kamu pilih ini –setelah mendapatkan feedback- hingga akhirnya dapat kamu selesaikan dan pertahankan?
Sejak awal perencanaan, saya telah merancang gambaran video yang nanti akan saya buat. Dengan memiliki benang merah, seiring waktu saya mampu menambahkan ide baru sesuai dengan tema dan inspirasi.
4. Bagaimanakah cara kamu memotivasi dirimu untuk menyelesaikan project ini dengan baik dan tepat waktu?
Saya telah merancang kapan saya akan membuat produk sejak awal diluncurkan project karena saya mengerjakannya dengan mencicil.
5. Ceritakan waktu dan tanggal (time frame) pengerjaan project dari mulai perencanaan (planning) hingga selesai!
Kegiatan 13 – 17 Aug 20 – 24 Aug.
27 – 31 Aug 3 - 7 Sept 14 September
Planning
Menyelesaikan
Log
Pelaksanaan
projek
Edit Video
Mengumpulkan
tugas
6. Apakah kamu puas dengan hasil yang kamu capai diterm ini? Perasaan apa yang timbul pada dirimu mengenai hasil yang telah kamu kerjakan? Lalu apa rencanamu selanjutnya?
Saya merasa puas dengan penampilan saya pada term ini karena saya mampu mengerjakan dan mengumpulkan projek sesuai rencana dan tepat waktu.