• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

23

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisis Kualitas Data

4.1.1. Uji Validitas

Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat.

Suatu instrument pengukuran dikatakan valid jika instrument tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk mengukur validitas digunakan korelasi Product Moment Pearson. Jika hasil korelasi Product Moment Pearson antara masing-masing indikator dengan skor total indikator menunjukkan hasil yang signifikan (r hitung > r tabel), maka item pernyataan tersebut bisa dikatakan valid.

Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 12.0 (Statistical Product and Service Solutions).

Tabel 4.1 adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pernyataan yang berkaitan dengan kriteria obyek wisata.

Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas yang Berkaitan dengan Obyek Wisata Item

Pernyataan

Koefisien Korelasi (r hitung)

Nilai kritis

(r tabel) Keterangan

Perny1 0.380 0.197 Valid

Perny2 0,411 0.197 Valid

Perny3 0,425 0.197 Valid

Perny4 0,504 0.197 Valid

Perny5 0,282 0.197 Valid

Perny6 0,223 0.197 Valid

Perny7 0,372 0.197 Valid

Perny8 0,380 0.197 Valid

Perny9 0,364 0.197 Valid

Perny10 0,367 0.197 Valid

Perny11 0,421 0.197 Valid

Perny12 0,403 0.197 Valid

Perny13 0,415 0.197 Valid

Perny14 0,515 0.197 Valid

Perny15 0,385 0.197 Valid

Sumber : Lampiran 3

(2)

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa nilai r hitung pada item pernyataan nomor 1 sampai dengan 15 lebih besar dari r tabel (0,197), sehingga semua item tersebut dapat dinyatakan valid.

Tabel 4.2 adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pernyataan yang berkaitan dengan wisata kuliner.

Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas yang Berkaitan dengan Obyek Wisata Kuliner

Item Pernyataan

Koefisien Korelasi (r hitung)

Nilai kritis

(r tabel) Keterangan

Perny16 0,700 0.197 Valid

Perny17 0,546 0.197 Valid

Perny18 0,593 0.197 Valid

Perny19 0,691 0.197 Valid

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai r hitung pada item pernyataan nomor 16 sampai dengan 19 lebih besar dari r tabel (0,197), sehingga semua item tersebut dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam proses analisis selanjutnya.

4.1.2. Uji Reliabilitas

Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui dasar ide konsep tersebut, yaitu konsistensi. Peneliti dapat mengevaluasi instrumen penelitian berdasarkan perspektif dan teknik yang berbeda, tetapi pernyataan mendasar untuk mengukur reabilitas data adalah “bagaimana konsistensi data yang dikumpulkan?”.

Pendekatan yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas kuisioner dalam penelitian ini adalah pendekatan pengukuran reabilitas konsistensi internal dengan metode belah dua (Split Half). Apabila reliabilitas instrumen lebih besar dari r tabel (0,197) maka data penelitian dianggap cukup baik dan reliabel untuk digunakan sebagai input dalam proses penganalisaan data. Pengujian reliabilitas dilakukan terhadap item-item pernyataan-pernyataan yang valid.

(3)

Tabel 4.3. Hasil Uji Reliabilitas yang Berkaitan Dengan Kriteria-Kriteria Obyek Wisata

Gutman Split Half Coefficient

Keterangan

0.496 Reliabel

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan pada tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa besarnya koefisien reliabilitas instrumen dengan teknik belah dua (Split Half) yaitu 0.496 lebih besar dari r tabel (0,197), sehingga reliabilitas instrumen telah teruji.

Tabel 4.4. Hasil uji Reliabilitas yang Berkaitan Dengan Kriteria-Kriteria Obyek Wisata Kuliner

Gutman Split Half Coefficient

Keterangan

0.644 Reliabel

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan pada tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa besarnya koefisien reliabilitas instrumen dengan teknik belah dua (Split Half) yaitu 0.644 lebih besar dari r tabel (0.197), sehingga reliabilitas instrumen telah teruji.

4.2. Deskripsi Identitas Responden

Dibawah ini adalah gambaran mengenai karakteristik dari responden yang diteliti oleh penulis.

a. Jenis Kelamin

Pada Tabel 4.5. dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin yaitu :

Tabel 4.5. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Responden Prosentase (%)

Pria 54 54

Wanita 46 46

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

(4)

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden adalah pria yaitu sebanyak 54% dan sisanya adalah wanita sebanyak 46%.

b. Jumlah Responden Berdasarkan Usia

Pada Tabel 4.6. dapat diketahui jumlah responden berdasarkan usia yaitu :

Tabel 4.6. Jumlah Responden Berdasarkan Usia Usia Responden Prosentase (%)

16 tahun 1 1

17 tahun 8 8

18 tahun 6 6

19 tahun 10 10

20 tahun 18 18

21 tahun 11 11

22 tahun 8 8

23 tahun 6 6

24 tahun 11 11

25 tahun 4 4

26 tahun 2 2

27 tahun 4 4

28 tahun 1 1

30 tahun 3 3

31 tahun 1 1

32 tahun 2 2

34 tahun 1 1

35 tahun 1 1

37 tahun 1 1

45 tahun 1 1

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.6. dapat diketahui bahwa rata-rata usia 100 responden yang diteliti adalah sebesar 22,16 tahun atau yang dibulatkan menjadi 22 tahun.

c. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pada Tabel 4.7. dapat diketahui proporsi responden berdasarkan tingkat pendidikan yaitu :

(5)

Tabel 4.7. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Terakhir Responden Prosentase (%)

SD 0 0

SMP 2 2

SMA 52 52

Sarjana 46 46

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.7. dapat dilihat responden dengan tingkat pendidikan sarjana yaitu sebanyak 46 responden atau sekitar 46%, sebanyak 52 responden atau sekitar 52% mempunyai pendidikan terakhir SMA/Sederajat dan sebanyak 2 responden atau sekitar 2.0% mempunyai tingkat pendidikan terakhir SMP. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pendidikan SMA.

d. Jumlah Responden Berdasarkan Wilayah Tempat Tinggal

Pada Tabel 4.8. dapat diketahui proporsi responden berdasarkan wilayah tempat tinggal yaitu :

Tabel 4.8. Jumlah Responden Berdasarkan Wilayah Tempat Tinggal Wilayah Responden Prosentase (%)

Surabaya Utara 5 5

Surabaya Selatan 35 35

Surabaya Barat 35 35

Surabaya Timur 22 22

Luar Surabaya 3 3

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.8. dapat dilihat bahwa responden yang bertempat tinggal di wilayah Surabaya Timur yaitu sebanyak 22 responden atau sekitar 22.,0%, sebanyak 35 responden atau sekitar 35,0% bertempat tinggal di wilayah Surabaya Selatan dan di wilayah Surabaya Barat, 5 responden atau sekitar 5,0 persen bertempat tinggal di wilayah Surabaya Utara dan 3 responden bertempat tinggal di luar Surabaya. Dapat disimpulkan mayoritas responden bertempat tinggal di wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Selatan.

(6)

e. Jumlah Responden Berdasarkan Arti Kunjungan

Pada Tabel 4.9. dapat diketahui jumlah responden berdasarkan arti kunjungan yaitu:

Tabel 4.9. Jumlah Responden Berdasarkan Arti Kunjungan

Frequency

Percent (%)

Aktivitas Berwisata 40 40

Hanya Sekedar Makan 60 60

Valid

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.9. di atas dapat dilihat bahwa dari 100 responden sebanyak 40 responden atau 40% mengatakan bahwa kunjungan mereka ke G- Walk merupakan aktivitas berwisata dan sebanyak 60 responden atau 60%

mengatakan hanya sekedar makan.

f. Jumlah Responden Berdasarkan G-Walk sebagai Obyek Wisata Kuliner Pada Tabel 4.10. dapat diketahui jumlah responden berdasarkan arti kunjungan yaitu :

Tabel 4.10. Jumlah Responden Terhadap G-Walk Merupakan Obyek Wisata Kuliner

Frequency Percent (%)

Ya 79 79

Tidak 21 21

Valid

Total 100 100

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.10. di atas dapat dilihat bahwa dari 100 responden sebanyak 79 responden atau 79% mengatakan bahwa G-Walk merupakan tempat berwisata dan sebanyak 21 responden atau sekitar 21%

mengatakan bukan tempat berwisata.

(7)

4.3. Deskripsi Tanggapan Responden

Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dari hasil kuesioner. Deskripsi terhadap masing-masing pernyataan tentang G-Walk adalah sebagai berikut :

Tabel 4.11. Deskripsi Responden Terhadap Lokasi G-Walk yang Mudah Dicapai

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 65 65,0 65,0 65,0

Tidak 35 35,0 35,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 65 responden atau 65% menilai G-Walk mudah dicapai.

Tabel 4.12. Deskripsi Responden Terhadap G-Walk yang Dapat Dicapai Dengan Taxi dan Mikrolet

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 62 62,0 62,0 62,0

Tidak 38 38,0 38,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 62 responden atau 62% menilai bahwa G-walk dapat dicapai dengan Taxi dan Mikrolet.

Tabel 4.13. Deskripsi Responden Terhadap Ketersediaan Air Bersih di G-Walk Memadai

Frequenc

y Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 68 68,0 68,0 68,0

Tidak 32 32,0 32,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

(8)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 68 responden atau 68% menilai G-walk memiliki ketersediaan air bersih yang memadai.

Tabel 4.14. Deskripsi Responden Terhadap Sistem penerangan di G-Walk Sudah Memadai

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 87 87,0 87,0 87,0

Tidak 13 13,0 13,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 87 responden atau 87% menilai G-walk mempunyai sistem penerangan yang baik.

Tabel 4.15. Deskripsi Responden Terhadap Alat Komunikasi seperti Handphone Dapat Digunakan Dengan Baik

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 90 90,0 90,0 90,0

Tidak 10 10,0 10,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 90 responden atau 90% menilai alat komunikasi seperti Handphone dapat digunakan dengan baik.

Tabel 4.16. Deskripsi Responden Terhadap Rasa Aman di G-Walk

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 91 91,0 91,0 91,0

Tidak 9 9,0 9,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber: Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 81 responden atau81% menilai G-Walk sudah aman.

(9)

Tabel 4.17. Deskripsi Responden Tentang Ketertiban Kondisi

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 67 67,0 67,0 67,0

Tidak 33 33,0 33,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 67 responden atau 67% menilai G-walk memiliki suasana (kondisi) yang sudah tertib.

Tabel 4.18. Deskripsi Responden Terhadap Kebersihan Dari Segi Lingkungan Sudah Memadai

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 89 89,0 89,0 89,0

Tidak 11 11,0 11,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 89 responden atau 89% menilai kebersihan di G-Walk dari segi lingkungan sudah memadai.

Tabel 4.19. Deskripsi Responden Terhadap Kebersihan Dari Segi Makanan Sudah Memadai

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 93 93,0 93,0 93,0

Tidak 7 7,0 7,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 93 responden atau 93% menilai kebersihan di G-walk dari segi makanan sudah memadai.

(10)

Tabel 4.20. Deskripsi Responden Terhadap Kebersihan Dari Segi Peralatan Makanan Sudah Memadai

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 81 81,0 81,0 81,0

Tidak 19 19,0 19,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 81 responden atau 81% menilai kebersihan di G-Walk dari segi peralatan makanan sudah memadai.

Tabel 4.21. deskripsi Responden Terhadap Pengaturan Warna Dan Penataan Desain Interior

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 86 86,0 86,0 86,0

Tidak 14 14,0 14,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 86 responden atau 86% menilai suasana di G-Walk terasa indah dengan pengaturan warna dan penataan desain interior maupun eksterior yang mendukung.

Tabel 4.22. Deskripsi responden Terhadap Kesegaran dan Kenyamanan Dengan Adanya Lahan Hijau

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 92 92,0 92,0 92,0

Tidak 8 8,0 8,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 92 responden atau 92% merasa nyaman dengan adanya lahan hijau.

(11)

Tabel 4.23. Deskripsi Responden Terhadap Pelayanan Yang Ramah

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 90 90,0 90,0 90,0

Tidak 10 10,0 10,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 90 responden atau 90% menilai pelayanan di G-Walk sudah memadai.

Tabel 4.24. Deskripsi Responden Terhadap Pelayanan yang Cepat

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 57 57,0 57,0 57,0

Tidak 43 43,0 43,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 57 responden atau 57% menilai pelayanan di G-Walk sudah cepat.

Tabel 4.25. Deskripsi Responden Terhadap Atraksi yang Ditampilkan di G-Walk

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 53 53,0 53,0 53,0

Tidak 47 47,0 47,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel 4.26. dapat diketahui bahwa sebanyak 53 responden atau 53% menilai G-walk telah menampilkan beberapa atraksi.

Tabel 4.26.Deskripsi Responden Terhadap G-Walk dapat Memberikan Kenangan Dari Aktivitas Wisata Kuliner

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 56 56,0 56,0 56,0

Tidak 44 44,0 44,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

(12)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 56 responden atau 56% menilai G-walk bisa memberikan kenangan kepada pengunjung.

Tabel 4.27. Deskripsi Responden Terhadap Adanya Makanan khas Jatim

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 89 89,0 89,0 89,0

Tidak 11 11,0 11,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 89 responden atau 89% menilai adanya makanan khas dari Jawa Timur di G-Walk.

Tabel 4.28. Deskripsi Responden Terhadap Adanya Makanan Khas selain Jatim

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 95 95,0 95,0 95,0

Tidak 5 5,0 5,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel 4.28. dapat diketahui bahwa sebanyak 95 responden atau 95% menilai bahwa di G-Walk dapat ditemukan jenis makanan khas selain dari daerah Jawa Timur.

Tabel 4.29. Deskripsi Responden Terhadap Mengerti Mengenai Budaya Jatim

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Ya 26 26,0 26,0 26,0

Tidak 74 74,0 74,0 100,0

Valid

Total 100 100,0 100,0

Sumber : Lampiran 4

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 26 responden atau 26% yang mengerti budaya Jawa Timur selama melakukan aktivitas kuliner di G-Walk.

(13)

Secara umum berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat dikatakan bahwa G-Walk telah memenuhi kriteria–kriteria sebagai obyek wisata khususnya wisata kuliner. Hal ini didasarkan pada mayoritas jawaban responden yang mengatakan G-Walk telah memenuhi kriteria kemudahan dalam pencapaian (aksesbilitas), Sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan), prasarana dasar (sarana jalan, penerangan, penyediaan air bersih, sarana telekomunikasi), penyajian makanan yang berbeda dengan makanan sehari-hari, kekhasan rasa makanan yang terdapat di daerah tempat obyek wisata kuliner, pengalaman baru yang diperoleh melalui mencicipi produk lokal yang telah diolah menjadi makanan.

4.4. Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Apakah G-Walk Sudah Memenuhi Kriteria Sebagai Obyek Wisata

Secara total, frekuensi tanggapan responden tentang apakah G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata adalah sebagai berikut:

Tabel 4.30. Frekuensi G-Walk Sebagai Obyek Wisata

Penilaian Frekuensi Persen (%)

Ya 95 95

Tidak 5 5

Jumlah 100 100

Sumber: Data, diolah

Berdasarkan tabel di atas diketahui mayoritas pengunjung (95%) menilai bahwa G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata dan sebaliknya sisanya (5%) menilai G-Walk belum memenuhi kriteria sebagai obyek wisata.

4.5. Hubungan Antara Arti Kunjungan dengan Pemenuhan Kriteria dari G-Walk Sebagai Obyek Wisata

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara arti tujuan kunjungan dari pengunjung di G-Walk dengan pemenuhan G-Walk terhadap kriteria obyek wisata dapat dilakukan dengan metode Crosstab. Secara umum, metode crosstab digunakan untuk mengeksplorasikan hubungan antara dua

(14)

variabel dengan skala nominal. Kemudian untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel-variabel tersebut akan digunakan uji Chi-Square, dengan bantuan program SPSS for Windows Version 12.0.

Cara untuk mengetahui ada tidaknya asosiasi atau hubungan adalah dengan membandingkan nilai signifikansi hasil uji Chi-Square dengan tingkat signifikan α = 0.05, bila hasil signifikansi value ≤ 0.05 (tingkat signifikan yang disarankan), berarti ada hubungan antara variabel-variabel tersebut.

Dalam analisis hubungan ini digunakan hipotesa statistik sebagai berikut : Ho : Tidak ada hubungan antara variabel arti kunjungan dengan pemenuhan

kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata.

H1 : Ada hubungan variabel arti kunjungan dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata.

Hasil analisa Crosstabs faktor obyek wisata dapat dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 12.0 dan dirangkum dalam Tabel 4.32 sebagai berikut:

Tabel 4.31. Ringkasan Uji Chi-Square Faktor Obyek Wisata Crosstabs dengan Arti Kunjungan

(sebagai aktivitas wisata atau hanya sekedar makan)

chi- Square

Nilai Signifikansi Pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata

0.000 1.000 Sumber : Output SPSS

Berdasarkan hasil uji chi-Square di atas diketahui bahwa tidak ada hubungan antara arti kunjungan ke G-Walk dengan pemenuhan kriteria dari G- Walk sebagai obyek wisata. Hal ini didasarkan dari nilai signifikansi hasil uji Chi- Square yaitu 1.000 yang ternyata lebih besar dari 0.05 sehingga akhirnya Ho diterima dan H1 ditolak.

Dengan demikian, hipotesa penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara arti kunjungan ke G-Walk dengan penilaian terhadap G-Walk sebagai obyek wisata, tidak terbukti kebenarannya.

(15)

Tabel 4.32. Tabulasi Silang Arti Kunjungan dengan Pemenuhan Kriteria dari G-Walk Sebagai Obyek Wisata

Penilaian sebagai obyek wisata Tujuan Kunjungan

Ya Tidak Total

Aktivitas berwisata 38 2 40

Hanya sekedar makan 57 3 60

Total 95 5 100

Sumber : Output SPSS

Berdasarkan tabel di atas diketahui, dari 40 responden yang datang ke G- Walk dengan tujuan aktivitas berwisata, mayoritas diantaranya (38 responden) menilai G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata, sedangkan 2 responden sisanya mengatakan G-Walk belum memenuhi kriteria sebagai obyek wisata. Dari 60 responden yang datang ke G-Walk dengan tujuan hanya sekedar makan, mayoritas diantaranya (57 responden) menilai G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata, sedangkan 3 responden sisanya mengatakan G- Walk belum memenuhi kriteria sebagai obyek wisata.

Berdasarkan penjelasan di atas, responden yang datang ke G-Walk baik yang bertujuan aktivitas berwisata maupun hanya sekedar makan, sama-sama menilai G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata, sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara arti kunjungan dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata.

4.6. Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Apakah G-Walk Sudah Memenuhi Kriteria Sebagai Obyek Wisata Kuliner

Secara total, tabel frekuensi tanggapan responden tentang apakah G-Walk dapat digolongkan sebagai sebagai wisata kuliner adalah sebagai berikut:

Tabel 4.33. Frekuensi G-Walk Sebagai Obyek Wisata Kuliner

Penilaian Frekuensi Persen (%)

Ya 56 56

Tidak 44 44

Jumlah 100 100

Sumber: Data, diolah

(16)

Berdasarkan tabel di atas diketahui mayoritas pengunjung (56%) juga menilai bahwa G-Walk dapat digolongkan sebagai sebagai obyek wisata kuliner, sedangkan sisanya (44%) menilai bahwa G-Walk tidak dapat digolongkan sebagai sebagai obyek wisata kuliner.

4.7. Hubungan Antara Penilaian Pengunjung Terhadap G-Walk Sebagai Obyek Wisata Kuliner dengan Pemenuhan Kriteria dari G-Walk Sebagai Wisata Kuliner

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara penilaian pengunjung bahwa G-Walk dapat dikatakan sebagai obyek wisata kuliner dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai wisata kuliner juga dapat dilakukan dengan metode Crosstab.

Dalam analisis keterkaitan/hubungan ini digunakan hipotesa statistik sebagai berikut :

Ho : Tidak ada hubungan antara variabel penilaian pengunjung dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai wisata kuliner.

H1 : Ada hubungan variabel penilaian pengunjung dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai wisata kuliner.

Hasil analisa Crosstabs faktor wisata kuliner dapat dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 12.0 dan dirangkum dalam Tabel 4.35 sebagai berikut:

Tabel 4.34. Ringkasan Uji Chi-Square Faktor Wisata Kuliner

Crosstabs dengan Penilaian Pengunjung Terhadap G-Walk

(sebagai obyek wisata kuliner atau tidak)

chi- Square

Nilai Signifikansi

Pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai wisata

kuliner 5.543 0.019

Sumber : Output SPSS

Berdasarkan hasil uji chi-Square di atas diketahui bahwa terdapat hubungan antara pendapat pengunjung dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk

(17)

sebagai wisata kuliner. Hal ini didasarkan dari nilai signifikansi hasil uji Chi- Square yaitu 0.019 yang ternyata lebih kecil dari 0.05 sehingga akhirnya Ho ditolak dan H1 diterima.

Tabel 4.35. Tabulasi Silang Penilaian Pengunjung dengan Pemenuhan Kriteria dari G-Walk Sebagai Wisata Kuliner

Pemenuhan sebagai wisata kuliner Apakah G-walk dapat

dikatakan sebagai obyek

wisata kuliner ? Ya Tidak Total

Ya 49 30 79

Tidak 7 14 21

Total 56 44 100

Sumber : Output SPSS

Berdasarkan tabel di atas diketahui, dari 79 responden yang mengatakan G-Walk sebagai obyek wisata kuliner, mayoritas diantaranya (49 responden) juga menilai G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai wisata kuliner, sedangkan sisanya mengatakan G-Walk belum memenuhi kriteria sebagai wisata kuliner.

Dari 21 responden yang mengatakan G-Walk bukan sebagai obyek wisata kuliner, mayoritas diantaranya (14 responden) juga menilai G-Walk belum memenuhi kriteria sebagai wisata kuliner.

Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat konsistensi dimana responden yang mengatakan G-Walk sebagai obyek wisata kuliner, juga menilai G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai wisata kuliner.

4.8. Pembahasan

Untuk mengetahui apakah G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata, akan diukur berdasarkan penilaian responden terhadap 15 kriteria, yaitu G- Walk Mudah dicapai, G-Walk dapat dicapai dengan Taxi dan Mikrolet, Ketersediaan air bersih di G-Walk memadai, Sistem penerangan memadai, Signal handphone baik (tidak putus-putus), Merasa aman selama di G-Walk, Suasana (kondisi) di G-Walk sudah tertib, Kebersihan dari segi lingkungan sudah memadai, Kebersihan dari segi makanan sudah memadai, Kebersihan dari segi

(18)

perlengkapan sudah memadai, Pengaturan warna dan penataan desain interior eksterior mendukung, Merasa nyaman dengan adanya lahan hijau, Mendapatkan pelayanan yang ramah, Mendapatkan pelayanan yang cepat, dan G-Walk menampilkan beberapa atraksi. Secara total diketahui mayoritas responden (95%) menilai bahwa G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata. G-Walk merupakan obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri di Kota Surabaya, khususnya wisata kota. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Musanef (1995, p.190) bahwa obyek wisata adalah tempat atau keadaan alam yang memiliki sumber daya wisata yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi.

Selain itu juga diketahui bahwa sebagian besar pengunjung yang datang ke G-Walk hanya sekedar makan, mayoritas mengatakan bahwa G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Chi- Square, yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara arti kunjungan ke G-Walk dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara arti kunjungan ke G-Walk dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai obyek wisata, yang berdasarkan dari nilai signifikansi hasil uji Chi-Square yaitu 1.000 yang ternyata lebih besar dari 0.05.

Untuk mengetahui apakah G-Walk sudah dapat digolongkan sebagai obyek wisata kuliner, akan diukur berdasarkan penilaian responden terhadap 4 kriteria, yaitu Mendapatkan kenangan dari aktivitas kuliner, Menemukan makanan khas Jatim, Menemukan makanan khas selain Jatim, dan G-Walk dapat membuat pengunjung mengerti budaya Jatim. Secara total diketahui mayoritas responden (56%) juga menilai bahwa G-Walk sudah memenuhi kriteria sebagai obyek wisata kuliner. Hall dan Sharples (2003, p.7) mengatakan bahwa wisata kuliner merupakan kunjungan ke suatu tempat yang merupakan produsen dari suatu makanan, festival makanan, restoran dan lokasi-lokasi khusus untuk mencoba rasa dari makanan atau juga untuk memperoleh pengalaman yang didapat dari makanan khas suatu daerah yang merupakan motivasi utama seseorang untuk melakukan perjalanan wisata.

(19)

Selain itu berdasarkan hasil uji Chi-Square diketahu bahwa ada hubungan antara penilaian pengunjung terhadap G-Walk sebagai obyek wisata kuliner dengan pemenuhan kriteria dari G-Walk sebagai wisata kuliner. Hal ini beridasarkan dari nilai signifikansi yaitu 0.019 yang ternyata lebih kecil dari 0.05.

Gambar

Tabel  4.1  adalah  hasil  pengujian  validitas  untuk  masing-masing  item  pernyataan yang berkaitan dengan kriteria obyek wisata
Tabel  4.2  adalah  hasil  pengujian  validitas  untuk  masing-masing  item  pernyataan yang berkaitan dengan wisata kuliner
Tabel 4.3. Hasil Uji Reliabilitas yang Berkaitan Dengan Kriteria-Kriteria Obyek  Wisata
Tabel 4.6. Jumlah Responden Berdasarkan Usia  Usia  Responden  Prosentase (%)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Karena itu dalam pandangan „Alî H { arb, tidak ada bedanya antara teks al-Qur‟an atau hadis dengan teks-teks lain, karena sama-sama berbentuk bahasa yang disusun dalam realitas

Laba yang diperoleh koperasi sering disebut sisa hasil usha (SHU), laba tersebut akan dikembalikan ayau dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa-jasanya. Akan

Musik temong-temong adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat binuang kampung dalam yang masih dapat kita dengar dan kita tonton bersama dalam acara

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang diisolasi dari tempoyak asal Jambi menunjukkan karakteristik koloni berbentuk bulat dan berwarna putih

Berat jenis maksimum campuran (Gmm) diukur dengan AASHTO T.209-90, maka berat jenis efektif campuran (Gse), kecuali rongga udara dalam partikel agregat yang menyerap

Penciptaan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2014 sebesar 5,49 persen dari sisi pengeluaran terlihatn bahwa komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga

membujur pegunungan Meratus Utara dari barat ke timur yang juga menjadi.. batas wilayah Provinsi

1. Analisis Jenis Manfaat Ekonomi Kawasan Berdasarkan Tipologi Nilai Ekonomi Total, penulis melakukan pengklasifikasian terhadap jenis manfaat ekonomi kawasan Lawang