• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP) Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Amurang Barat

Kelas / Semester : 8 (Delapan) / 1 (Ganjil) Materi Pokok : Teks Berita

Sub Materi : Teks Berita tentang Covid 19 Pembelajaran ke : 1 (Satu)

Alokasi waktu : 10 Menit A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

1. M engidentifikasi unsur-unsur teks berita

“ Dampak Covid-19 Terhadap Pendidikan Anak”

2. Menyajikan hasil identifikasi unsur-unsur teks berita “Dampak covid -19 Terhadap Pendidikan Anak”.

Keterangan:Pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning/kecakapan memecahkan masalah dalam tim, menggunakan media charta/gambar dan sumber belajar buku Bahasa Indonesia dan Internet serta menggunakan metode diskusi

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan 2 menit

1. Guru dan murid saling mengucapkan salam dan bersama-sama berdoa dipimpin oleh Satu murid yang bersedia memimpin doa dan guru memeriksa kehadiran murid.

2. Guru memberikan semangat , motivasi dan mengarahkan murid/peserta didik pada hal-hal terkait dengan yang sementara terjadi di dunia ini yaitu covid-19

3. Guru menjelaskan tujuan dan manfaat pembelajaran teks berita Kegiatan Inti 6 menit

1. Guru mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan peserta didik

2. Peserta didik/murid diarahkan membentuk kelompok diskusi lanjut mengidentifikasi teks berita apakah sesuai dengan unsur-unsur 5w+1H/Adiksimba 3. Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi teks berita di kelompoknya

masing-masing .

Penutup 2 menit 1. Guru membuat kesimpulan dan menyampaikan materi pertemuan Selanjutnya, dan doa serta salam penutup.

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Pengetahuan berupa tanya jawab lisan dan tes tertulis

2. Keterampilan berupa unjuk kerja dibagikan lembar kerja pada diskusi kelompok 3. Sikap dalam berdiskusi adanya saling menghargai, disiplin dan aktif dalam berdiskusi

Tewasen, April, 2022 Kepala Sekolah

Sisca Yulianti Lepar, S.Pd., M.P NIP.198002032009032002

(2)

➢ Penilaian Sikap Disiplin Menghargai dan Aktif

Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Amurang Barat

Kelas/Semester : VIII/1 Tahunpelajaran : 2021-2022

No Hari/tg/bln/thn Nama Kelompok

Catatan

Perilaku Keterangan Nilai Ttd TindakLanjut

1.

Rabu, 14 Juli 2021

Mawar 1. Dina 2. Tiara 3. Intan 4. Rio 5. Natalia

Selama pelaksanaan diskusi kelompok terlaksana dengan amat baik

D M A

100 Amat

Baik Amat Baik

Amat Baik

Anggrek 1.Aldi 2. Karla 3.Niladia 4.Karno 5.Stephen

Selama pelaksanaan diskusi kelompok terlaksana dengan baik

Baik Baik Baik

90

Melati 1.Aldi 2. Karla 3.Niladia 4.Karno 5.Stephen

Selama pelaksanaan diskusi kelompok terlaksana dengan baik

Baik Baik Baik

90

(3)

➢ Penilaian Pengetahuan:Tanya jawab dan Tes Tertulis Kisi-kisi Soal dan Pedoman Penskorannnya

Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Amurang Barat Kelas/Semester : VIII/Semester Ganjil

Tahun Pelajaran : 2021-2022

N

o Kompetensi Dasar Materi /Sub

Materi Pokok Indikator Soal Bentuk Soal

Jumlah Soal

1 3.1.Mengidentifikasi

unsur-unsur teks berita (membanggakan dan

memotivasi) yang didengar dan dibaca

Teks Berita/

Teks Berita tentang covid -19

“Dampak Covid-19 Terhadap Pendidikan Anak

3.1.1 Menyebutkan unsur-unsur

5W+1H/ADIKSIMBA teks berita yang didengar dan dibaca.

3.1.2. Menuliskan fakta yang terdapat pada teks berita.

3.1.3.Menuliskan opini yang terrdapat dalam teks berita

3.1.4.Memberikan tanggapan atas isi teks berita

Uraian 1

2.

KD 4.1Menyimpulkan isi berita(membanggakan dan memotivasi)yang dibaca dan didengar

Teks Berita/

Teks Berita tentang covid -19

“Dampak Covid-19 Terhadap Pendidikan Anak

4.1.1.Menuliskan kembali atau meringkas teks berita yang dibaca dan didengar 4.1.2.Menpresentasikan ringkasan teks berita yang

telah ditulis Uraian 2

Butir Soal:

1. Jelaskan pengertian teks berita

2. Apakah unsur-unsur pada teks berita “Dampak Covid -19 Terhadap Pendidikan Anak” sesuai atau tidak?Mohon penjelasannya!

3. Tuliskan kesimpulan Teks berita yang sudah diidentifikasikan oleh kelompok!

(4)

Pedoman Penskoran Soal Uraian

No Soal

Kunci Jawaban Skor

1.

Teks berita adalah

merupakan teks yang berisi segala peristiwa yang terjadi di dunia. Teks berita biasanya disebarkan melalui berbagai media, seperti koran, majalah, radio, televisi, internet, ataupun media lainnya.Teks berita adalah rangkaian kata, kalimat, paragraf /wacana /pemberitahuan tentang suatu peristiwa yang terjadi.disampaikan lewat tulisan.

1-100

2.

Unsur-unsur tek berita yaitu 5W+1 H/ADIKSIMBA/ASDIKAMBA atau didalamnya ada unsur Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

1- 100

Total Skor Maksimum

100 Total skor perolehan

Nilai --- 100 total skor maksimum

➢ Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja(Diskusi)lembar kerja kelompok

No. Nama Kelompok

dan Nama Siswa

AspekPenilaian Rerata

Nilai Kedisiplinan Partisipasi Kerjasama Gagasan

4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

1.

Mawar

1. Dina 2. Tiara 3. Intan 4. Rio 5. Natalia

✓ ✓ ✓ ✓

AMAT

BAIK

2.

Anggrek

BAIK

(5)

1.Aldi 2. Karla 3.Niladia 4.Karno 5.Stenco

3.

Melati 1.Aldi 2. Karla 3.Niladia 4.Karno 5.Stephen

BAIK

Keterangan:

1.Kedisiplinan : Ketaatan terhadap kelompok(tata-tertib) diskusi 2.Partisipasi : Keaktifan dan kesungguhan dalam mengikuti materi

3.Kerjasama : Kemampuan menyelesaikan tugas bersama-sama dengan siswa lain 4.Gagasan : Keberterimaan, kekayaan Inovasi untuk bernalar, dan gagasan yang

Mumpuni

Beri tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi setiap kelompok untuk aspek-aspek berikut dengan ketentuan:

4 = AMAT BAIK

3 = BAIK

2 = CUKUP

1 = KURANG

(6)

Saat ini Dunia digegerkan oleh wabah Virus Corona atau Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah kebijakan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kebijakan utamanya adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan rakyat. Bekerja, beribadah dan belajar dari rumah.

(7)

UNESCO menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 mengancam 577.305.660 pelajar dari pendidikan pra-sekolah dasar hingga menengah atas dan 86.034.287 pelajar dari

pendidikan tinggi di seluruh dunia. Seperti kebijakan yang diambil berbagai negara yang terdampak penyakit covid-19, Indonesia meliburkan seluruh aktivitas pendidikan. Hal tersebut membuat pemerintah dan lembaga terkait menghadirkan alternatif proses

pendidikan bagi peserta didik dengan belajar mengajar jarak jauh atau belajar online atau belajar dari rumah dengan pendampingan orang tua.

Penerapan kebijakan belajar mengajar jarak jauh dari rumah atau belajar

online nampaknya tidak menjadi masalah bagi sebagian perguruan tinggi yang sudah memiliki sistem akademik berbasis daring. Menjadi masalah bagi sebagian perguruan tinggi lain yang tidak memiliki sistem tersebut.

Di level pendidikan dasar, menengah dan atas secara teknis proses pembelajaran jarak jauh juga banyak mengalami kendala. Peserta didik dari keluarga yang tidak memiliki akses internet atau bahkan tidak memiliki handphone akan ketinggalan pembelajaran ketika tugas belajar disampaikan melalui aplikasi WhatsApp atau yang lainnya.

Menyikapi kondisi seperti itu, pihak sekolah seyogyanya memberikan kebijaksanaan, misalnya dengan memberikan tugas dalam bentuk kertas kerja.

Selain itu dampak lain dirasakan oleh peserta didik dari belajar dari rumah adalah beban pelajaran terlalu banyak. Pada saat yang sama peserta didik dituntut untuk dapat

mencermati dan mempelajari materi pelajaran sendiri dengan cepat. Kalaupun diberikan ruang bertanya kepada guru melalui pesan aplikasi WhatsApp itu dirasakan tidak

cukup waktu. Dan, yang paling mudah diamati oleh orang tua peserta didik, belajar mengajar dari rumah juga membuat peserta didik menjadi gampang bosan karena tidak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan teman-temannya.

Karena itu, dengan belajar dari rumah, orang tua dituntut untuk memaksimalkan perannya dalam mendampingi putra-putrinya. Terutama jika mereka masih usia pra- sekolah dasar dan sekolah dasar. Karena di usianya sifat mereka unik, energik, aktif, manja dan egosentris (keakuan) tinggi. Di sinilah orang tua seyogyanya dapat

menyelami karakter putra-putrinya sehingga pendampingan proses pembelajaran dari rumah berlangsung dengan baik dan menyenangkan.

Pembelajaran di rumah memungkinkan sebagian orang tua stress dalam mendampingi anak apabila kurang memahami karakter anak. Orang tua merasa bahwa anak susah diatur, maunya main saja, malas belajar. Selain menghadapi perilaku anak dalam mendampingi belajar di rumah, orang tua juga dituntut dapat menjelaskan banyak hal terkait dengan materi pelajaran, sementara tidak semua orang tua siap untuk itu. Belum lagi jika anaknya banyak dan orang tua harus bekerja untuk mencari nafkah, orang tua menjadi lebih pusing.

Tak jarang ditemukan orang tua memberikan pendampingan belajar kepada putra- putrinya dengan cara keras, mengancam, memaksakan kehendak, atau bahkan dengan memukul jika anak tidak menurut. Jika hal ini terjadi setiap hari maka ini akan menjadi momok bagi anak dalam belajar, meskipun tujuan orang tua baik supaya anak disiplin dan pandai. Pola asuh yang demikian akan membentuk anak menjadi penakut, pemalu, pendiam, gemar melanggar aturan, pendendam dan kurang memiliki inisiatif.

Oleh sebab itu orang tua harus berhati-hati dalam melakukan pendekatan selama

mendampingi anak belajar di rumah. Orang tua seyogyanya dapat memperlakukan anak dengan kasih sayang, sabar, menerima anak apa adanya, tidak menghakimi, tidak memaksakan kehendak, memberikan kebebasan dan menghargai, serta toleransi putra-

(8)

putrinya. Dengan demikian tidak akan ditemui momok pendidikan yang menakutkan sebaliknya akan tercipta suasana belajar yang menyenangkan selama belajar di rumah.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dirunut satu-persatu, pada tahap sortasi dalam proses pengolahan sari buah apel, bahaya yang mungkin timbul adalah mikrobia Staphylococcus aureus baik dari tangan operator

Kepala sekolah: (a) memiliki wawasan jauh kedepan (visi) dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan (misi) serta paham benar tentang cara yang akan ditempuh

Masalah dalam penelitian sebelumnya yaitu tidak lengkapnya kata terjemahan dari hasil translasi menggunakan MRD Cambridge Dictionary dikarenakan bentuk kata dari

Jeanne Ellis Ormrod, Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang Edisi Keenam Jilid 1, (Erlangga, 2008), hlm.. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai pemecahan masalah

adapun langkah-langkah yang dapat diterapkan yaitu sebagai berikut: (1) Melakukan komunikasi dengan kepala Dusun Tanjung Gusta dan kepala Dusun Medan Krio

Učili smo i živjeli onako kako su minulih pet sto- ljeća živjeli i kako žive i danas stanovnici u Bosni i Hercegovini: “Bošnjaci, pravoslavci i katolici!” U odnosu na razloge

Persentase tingkat potensi risiko bahaya kerja tertinggi pada kriteria rendah (L) pada matriks awal berada di stasiun loading ramp yaitu 78,8% dari 24 risiko bahaya,