• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 7: Strategi Bisnis pada Lingkungan Industri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 7: Strategi Bisnis pada Lingkungan Industri"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 7:

Strategi Bisnis pada Lingkungan Industri

Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng

www.rudyct.com/About_me.htm

(2)

“Semua bisa melihat taktik2 yang saya

gunakan untuk

menaklukkan musuh tapi tak ada yang

bisa melihat strategi pemenangan saya.”

- Sun Tzu

(3)

6 | 3

Lingkungan Industri

Lingkungan industri yang berbeda

memberikan peluang dan ancaman yang berbeda.

Dengan demikian strategi bisnis perlu

disesuaikan dengan keadaan lingkungan industrinya

Berbagai stadium dan jenis indusri:

Industri ter-fragmentasi (fragmented industries)

Indust. Embrionik (Embryonic Industries)

Industr. Bertumbuh (Growth Industries)

Industri dewasa (Mature Industries)

Industri menurun (Declining Industries)

(4)

Industri Terfragmentasi

Pada fragmented industries,

BTE rendah karena kurangnya ekonomi skala (economies of scale)

BTE yg rendah  masuknya perusahaan2 baru secara terus menerus.

Keperluan pelanggan yg bermacam-macam - kurang memberi peluang utk mass-production

Strategi pada Fragmented Industries:

Chaining – membentuk jejaring outlet bersama utk menekan biaya Franchising – menekan biaya, ekonomi skala

Horizontal Merger – akuisisi  perusahaan menjadi besar

IT and Internet – mengembangkan model bisnis yg baru (mis. Amazon)

Fragmented industry adalah industri yg terdiri atas

perusahaan2 berukuran kecil dan sedang seperti tukang

cukur, tukang jahit, restoran, video rentals, warnet dsb.

(5)

Tahapan Siklus Hidup Industri

Embryonic stages – Tahap embrionik

Growth stages – Tahap pertumbuhan.

Shakeout stage – Tahap bangkit

Maturity stage – Tahap dewasa

Declining stage - Tahap Menurun

(6)

Perusahaan perlu mengetahui faktor2 yang

mempengaruhi laju pertumbuhan pasar agar dapat menetapkan strategi bisnis yang sesuai.

Embryonic industry

Industri yg baru mulai berkembang – oleh inovasi teknologi sehingga mulai mencari

peluang pasar bagi produk baru.

Growth industry

Industri bertumbuh dan berkembang cepat

karena permintaan pasar yg mulai banyak.

(7)

Embryonic and Growth Industries

Pertumbuhan pasar bisa perlahan karena:

Kinerja masih terbatas, kualitas rendah karena kurang pengalaman

Belum populer, (produk baru) belum dikenal pelanggan Saluran distribusi belum berkembang

Belum ada produk komplementer (pelengkap) Biaya produksi yang masih tinggi

Pasar mulai berkembang jika:

Perkembangan teknologi demikian rupa sehingga produk menjadi lebih mudah digunakan, dan pelanggan mulai

menghargainya.

Produk komplementer mulai berkembang

Biaya produksi ditekan, sehingga harga dapat diturunkan.

(8)

Laju Perumbuhan Pasar (LPP)

Laju pertumbuhan berbeda-beda bagi setiap produk baru yang memasuki pasar

Laju pertumbuhan pasar adalah tolok ukur

berkembangnya pasar dari produk suatu industri.

Sekarang LPP semakin cepat karena:

Penggunaan media masa yg semakin makin maju

Produksi masal semakin murah (teknologi, inoivasi)

Strategi aras bisnis adalah determinan utama profitabilitas

industri, sehingga penentuan strategi bisnis (business model)

sangat menentukan pertumbuhan pasar.

(9)

Differences in Diffusion Rates

Source: Peter Brimelow, “The Silent Boom,” Forbes, July 7, 1997, pp. 170-171. Reprinted by permission of Forbes Magazine © 2002 Forbes, Inc.

Pasar yang berbeda mengembangkan laju pertumbuhan yang berbeda

(10)

Siklus Hidup Industri

Embryonic stages – Membangun share

Kembangkan kompetensi distinktif dan keunggulan kompetitif Perlu tambah investasi / kapital utk R&D dan sales/service

competencies

Growth stages – pertahankan posisi bersaing

Perkuat strategi bisnis utk survival

Perlu investasi utk mengejar pertumbuhan pasar yg cepat.

Shakeout stage – tahap persaingan yg sangat keras -

tingkatkan share building -- Jika lemah pertimbangkan utk keluar (exit, harvest)

Maturity stages – pertahankan posisi & strategi bisnis yg

dijalankan. Perusahaan yg dominan memetik keuntungan dari investasinya

Decline stages – menurun: lihat slide 19

(11)

Industri dewasa (Mature Industries)

Industri dewasa menjadi consolidated akibat persaingan keras pada fase shakeout.

Strategi aras bisnis lebih mengandalkan kepada secata bersama-sama mengurangi kerasnya persaingan untuk melindungi profitabilitas masing2.

Strategi2

Menangkal masuknya perush lain ke dalam industri

Product proliferation  Maintaining

Price cutting excess capacity Manage industry rivalry

Price signaling  Capacity control

Price leadership Nonprice competition

Didominasi oleh beberapa perusahaan besar yg dalam operasinya

saling mempengaruhi (interdependent) – kesuksesan strategi satu

perusahaan merupakan pengaruh dari respons pesaingnya.

(12)

Isi penuh niche yang

dimiliki sehingga sulit bagi pesaing baru yg hendak masuk utk memulai usaha.

Potong harga, sebagai isyarat kpd pesaing potensial agar mereka yidak masuk

Tingkatkan output dan turunkan harga agar sulit bagi pendatang baru utk memperoleh profit.

Strategi utk menghambat masuknya

pesaing ke dalam industri

(13)

Proliferasi Produk pada Industri Restoran

Jika ruang sudah terisi, akan sulit bagi pendatang baru

untuk memasuki pasar

(14)

Convey intentions (e.g. Tit-for-Tat)

regarding pricing to other companies to allow the industry to choose the most favorable pricing options.

Intent is to improve industry profitability.

Informal pricing when one company takes the

responsibility for choosing the most favorable industry

pricing option.

Formal price setting jointly by companies is illegal.

Differentiation by offering products with different features or applying different marketing techniques:

• Market development

• Market penetration

• Product development

• Product proliferation

Market Signaling to secure

coordination with rivals as a capacity control strategy and to reduce industry

investment risks.

Collusion on timing of new investments is illegal.

Strategi utk manajing pesaing

dalam industri

(15)

Diferensiasi produk Toyota:

diferensiasi lebar

Toyota has used market development to become a broad differentiator and has developed a vehicle for almost every main segment of the car market.

(16)

Industri Menurun (Declining Industries)

Penyebab menurunnya industri: perubahan teknologi, trend sosial, perubahan demografi dsb.

Strategi

Leadership – usahakan utk berperan dominan dalam industri yg menurun.

Niche – fokus kpd kantong2 permintaan pasar yg menurunnya agak perlahan.

Harvest – optimasikan cash flow

Divestment – jual bisnis

Industri menurun ditandai oleh permintaan pasar yg tidak

meningkat lagi atau mulai menurun, demikian pula profitnya.

(17)

Persaingan dalam Industri yg sedang Menurun

Kecepatan menurunnya

pasar

Tingginya exit barrier

Tingkat fixed cost

Jenis produk/

komoditas

Intensitas persaingan

(18)

Pilihan Strategi pada Industri yg sedang menurun

Pilihan strategi pada industri yg sedang menurun

ditentukan oleh:

•Intensitas persaingan

•Kekuatan relatif

perusahaan dgn masih adanya kantong2

permintaan

KekuatanKekuatan relatif perusahaan dgn

Intensitas Persaingan

Referensi

Dokumen terkait

VEZE ČELIČNE NOSEĆE TAVANICE I BETONSKIH ZIDOVA Oslanjanje u otvoru U betonskom zidu se ostavljaju otvori u koje ulaze čelični nosači koji se oslanjanu preko osloačke ploče

Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel kualitas produk dan harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan kartu prabayar Telkomsel pada

Sumber-sumber penelitian hukum dapat dibedakan menjadi sumber- sumber penelitian yang berupa bahan-bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer

Widodo tidak mempedulikan argumen Muryati, dia semata-mata hanya berpatokan pada pandangan masyarakat yang dipercayainya benar, yaitu: bahwa istri yang baik adalah istri yang senang

Sejalan dengan upaya pengendalian biaya produksi yang dijalankan se- cara konsisten dan tren harga bahan baku yang relatif stabil, Kalbe membukukan peningkatan laba kotor sebesar

Potensi ekonomi sampah pasar UPTD Pasar Kota Bandar Lampung didapatkan dari variabel jumlah timbulan sampah, variabel jenis dan komposisi sampah dan variabel harga

Selain itu divergensi penerimaan jual kopi olah basah menunjukkan nilai positif yang menunjukkan bahwa harga jual di tingkat petani lebih tinggi dibanding