PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin sakit. Disaat dalam kondisi sakit, tubuh akan merasa sangat tidak nyaman. Menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu hal penting yang harus selalu kita upayakan. Kesehatan tubuh kita adalah modal utama untuk menjalani hari –hari dan kesuksesan.
Kesehatan tubuh manusia yang sehat adalah ketika tubuh berfungsi dengan sempurna, tubuh kita memiliki banyak komponen yang saling terkait, dan jika satu bagian yang merasakan sakit, maka semua bagian lainnya juga akan merasakan sakit. Kesehatan adalah keadaan sejahtera fisik, mental, spiritual, dan social yang memungkinkan seseorang hidup produktif secara social dan ekonomi (Notoadmodjo, 2012). Kesehatan merupakan hal mendasar dalam kehidupan manusia. Banyak orang sakit dan keluarga mereka rela mengorbankan semua harta benda mereka untuk mencari kesembuhan.
Kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia berjarak sekitar 4 bulan setelah kasus pertama di China. Pada awal Maret 2020 Indonesia mengumumkan 2 kasus positif di Indonesia. Setelah kasus pertama Covid-19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo menghimbau seluruh masyrakat untuk menjaga kebersihan tangan serta mengurangi interaksi dengan orang lain, serta harus meningkatkan daya tahan ataupun imunitas tubuh agar tidak terjangkit virus corona.
Dunia juga dihebohkan dengan racikan atau ramuan dari Korea, China, Tiongkok yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat untuk kesembuhan masyarakat yang terdampak Covid-19. Suplemen herbal ini adalah Hemohim. Hemohim adalah suplemen herbal yang terbuat dari 100% bahan alami seperti Angelica Gigax, Cnidium Officinale, dan Paeonia Japonica yang dapat memberi kita energy, untuk meningkatkan system kekebalan tubuh manusia dan meningkatkan kegiatan anti kanker dalam sel-sel tubuh, dan yang baru sekarang suplemen ini bisa mempercepat kesembuhan masyarakat yang terdampak Covid-19. Suplemen ini dapat menjadi pilihan terbaik untuk memperkuat system kekebalan tubuh dan untuk mencegah virus atau penyakit (https://atomyhemohim.id/). Kualitas produk Hemohim sendiri sangat bagus
dan sudah banyak dikonsumsi masyarakat, dan sudah banyak terjual. Produk ini adalah salah satu kemajuan terbesar dalam pemurnian herbal, yang memisahkan nutrisi dari logam berat dan racun saat segar, sementara teknik pemurnian yang lebih lama mengharuskan bahan, dikeringkan terlebih dahulu sebelum dioksidasi.
Produk ini diproduksi oleh salah satu perusaahan yang terkenal juga di Korea Selatan “Perusahaan Atomy” dimana perusahaan ini sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 2018 yang diawali dengan produk Kesehatan dan kosmetik. Dilihat dari kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan country of origin menjadi salah satu factor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan.
Hemohim dapat diterima dan dipercaya oleh konsumen karena kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan country of origin, yang dimana produk tersebut bisa di nikmati oleh konsumen di Indonesia karena banyaknya dari konsumen Hemohim yang memberi informasi tentang suplemen ini dari mulut ke mulut yang akhirnya menjadikan masyarakat Indonesia memiliki minat beli yang tinggi terhadap produk tersebut. Minat beli yang tinggi ini juga dipengaruhi dengan adanya kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan country of origin yang akhirnya menghasilkan banyak konsumen yang ikut bergabung menjadi membership dan menciptakan banyak masyarakat Indonesia menjual produk ini di berbagai e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dsb.
Dikutip dari situs website
(https://global.atomy.com/menu.es?mid=b10202010000) produk Hemohim dikembangkan oleh Korea Atomic Energy Research Institute, produk tersebut menjadi No. 1 dalam penjualan produk individual pada industry pemasaran Korea. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus dikejar oleh setiap perusahaan jika ingin produknya cukup kompetitif. Jika perusahaan melakukan ini terus menerus, maka perusahaan itu sendiri akan terus memuaskan semua konsumen dan bahkan mungkin menambah jumlah konsumen, dan preferensi untuk membeli produk akan muncul dengan sendirinya. Adanya feedback antara perusahaan dengan konsumen akan membuka peluang untuk bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan dan harapan yang muncul dan ada dalam setiap persepsi konsumen. Adapun beberapa factor yang mempengaruhi
Kualitas Produk menurut (Prawirosentono, 2002), seperti Manusia, Metode, Mesin, Bahan, Ukuran serta Lingkungan.
Kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya (Kotler & Armstrong, 2008). Hal untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan butuh berbagai usaha supaya tercapai tujuannya. Masyarakat terpengaruh adanya perilaku mereka dalam memilih barang yang akan mereka beli maupun yang dianggap paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, itu karena tingkat kehidupan masyarakat yang semakin meningkat. Pada umumnya konsumen memiliki standard nilai yang lebih besar dan beragam dalam masalah kualitas produk, karena bagi konsumen produk yang berkualitas dengan harga terjangkau merupakan hal penting untuk mendapat kepuasaan sendiri dan timbul kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan, dan membuat konsumen memiliki minat beli. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh setiap perusahaan dan akan selalu mendapat kepercayaan konsumen.
Persepsi kualitas dapat diartikan oleh setiap konsumen bahwa secara umum kualitas produk maupun jasa masing-masing mempunyai keunggulan dan focus pada tujuan dari produk maupun jasa yang diproduksi. Menurut (Tsiotsou, 2006) persepsi kualitas dapat didefinisikan sebagai penilaian konsumen akan keunggulan yang dimiliki produk tertentu. Persepsi merupakan proses dimana kita memilih, mengatur, dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambran dunia yang berarti (Kotler & Kevin Lane Keller, 2009).
Hasil persepsi kualitas dari konsumen bisa menunjukkan hal yang positif terhadap kualitas produk, maka semakin tinggi juga intensi membeli yang dimiliki karyawan. Sebaliknya, jika hasil persepsi kualitas dari konsumen negative terhadap kualitas produk, maka intensi membeli juga semakin rendah.
Dapat disimpulkan bahwa persepsi kualitas merupakan harapan dari setiap konsumen tentang bagaimana brand dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Kepercayaan konsumen merupakan suatu keyakinan yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu produk. Kepercayaan muncul dari persepsi yang berulang, dan kepercayaan merupakan kunci sukses dalam mempertahankan sebuah hubungan dalam jangka waktu yang cukup panjang, tetapi lebih dari itu kepercayaan juga merupakan kunci dalam membangun keberhasilan dalam sebuah bisnis. Ada beberapa hal yang penting dan perlu dibangun sebagai strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen menurut (Priansa, 2017) antara lain Menjaga Hubungan, Menerima Pengaruh, Terbuka dalam Komunikasi, Mengurangi Pengawasan, Kesabaran, Memberikan Pembelaan, Memberi Informasi yang Positif, Menerima Risiko, Kenyamanan, dan Kepuasan.
Menurut (Mowen C & Minor, 2002) kepercayaan konsumen mengacu pada semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang semua pengetahuan dan objek, atribut dan manfaat yang dimiliki konsumen. Membangun kepercayaan adalah salah satu hal tersulit dalam kondisi online dimasa pandemic Covid-19 seperti ini. Kepercayaan merupakan sebuah keyakinan dari salah satu pihak mengenai maksud dan perilaku yang ditujukan kepada pihak yang lainnya, dengan demikian kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai suatu harapan konsumen bahwa penyedia jasa bisa dipercaya atau diandalkan dalam memenuhi janjinya (Siagian & Cahyono, 2014). Kepercayaan konsumen sendiri memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keberlangsungan perusahaan, karena jika ada suatu produk tidak dipercayai konsumen maka produk tersebut akan sulit untuk berkembang ataupun bersaing dipasaran, bahkan sebaliknya jika produk dapat dipercaya oleh konsumen maka produk tersebut akan terus berkembang dan terus bersaing dipasaran. Kepercayaan inilah yang selalu didapatkan oleh setiap perushaan. Dapat disimpulkan bahwa kepercayaan konsumen adalah kesediaan satu pihak menerima resiko dari pihak lain berdasarkan keyakinan dan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan sesuai yang diharapkan. Selain itu, ada beberapa dimensi yang mengetahui kepercayaan konsumen, salah satunya menurut (Kotler & Kevin Lane Keller, 2016) ada empat dimensi kepercayaan konsumen; Benevolence (Ketulusan /
Kesungguhan), Ability (Kemampuan), Integrity (Integritas), Willingness to depend. Disisi lain, country of origin juga berpengaruh pada minat beli.
Country of Origin mengacu pada negara dimana suatu merek dihubungkan dan masyarakat dari negara-negara maju cenderung akan membeli produk- produk local dibandingkan produk import. Sebaliknya masyarakat dari negara- negara berkembang justru lebih memilih atau menyukai produk luar negeri karena mereka percaya bahwa produk luar negeri memiliki kualitas yang cukup tinggi. Sehingga suatu negara biasanya dikaitkan dengan persepsi kualitas produk yang diproduksi. Country of Origin merupakan asosiasi dan kepercayaan mental konsumen terhadap produk yang berkaitan dengan tempat brand berasal atau yang memproduksinya , dimana hal ini dapat memberikan efek samping terhadap pola pikir calon konsumen. Country of Origin ini sebenarnya merupakan syarat penting untuk digunakan oleh pemasar agar bisa mempengaruhi penilaian brand.
Menurut (Sanyal & Saroj, 2011) Country of Origin biasanya berkaitan dengan kualitas produk. Konsumen selalu menggunakan Country of Origin sebagai standar kualitas suatu produk sebelum produk dibeli. Efek lain yang terdapat dari Country of Origin ini disebut “made in” yang artinya persepsi konsumen mengenai dimana suatu produk dihasilkan atau diproduksi (Listiana, 2012). Country of Origin merupakan efek evaluasi yang dilakukan konsumen atas produk dan tidak hanya didasarkan pada daya tarik dan karakteristik produk, melainkan dari negara yang memproduksinya. COO sendiri juga merupakan studi tentang perilaku konsumen yang mengembangkan persepsi dari masing-masing konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian, dan setiap konsumen akan memberi alasan tentang COO untuk menilai suatu produk yang mereka sendiri tidak mengenal produk tersebut. Dari beberapa penelitian disepakati bahwa konsumen memiliki persepi tertentu mengenai lokasi atau negara dari produk yang dihasilkan.
Menurut (Kotler & Keller, 2013) minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian. Minat beli ulang merupakan keingingan konsumen untuk melakukan pembelian ulang dimasa mendatang. Minat beli
sebagai kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat intrinsic yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan, wajar, mudah, tanpa paksaan dan selektif pada suatu produk untuk kemudian mengambil keputusan membeli (Julianti, 2014). Minat beli ulang merupakan kemungkinan konsumen untuk memiliki keinginan pembelian ulang terhadap produk yang disukai. Minat beli ulang juga mencerminkan tingkat kepuasan konsumen yang tinggi. Menurut (Ali Hasan, 2018:131) minat beli ulang merupakan minat pembelian yang didasarkan atas pengalaman pembelian yang telah dilakukan dimasa lalu.
Konsumen yang telah memiliki sikap positif terhadap suatu produk atau merek, akan menimbulkan minat pembelian terhadap produk atau merek tersebut (Nulufi & Murwatiningsih, 2015). Menurut (Schiffman & Kanuk, 2004) minat merupakan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk dengan mencari informasi tambahan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah Kualitas Produk berpengaruh terhadap minat beli ulang produk Hemohim?
2. Apakah Kepercayaan Konsumen berpengaruh terhadap minat beli ulang Poduk Hemohim?
3. Apakah Country of Origin memperkuat pengaruh Kualitas Produk terhadap minat beli ulang produk Hemohim?
4. Apakah Country of Origin memperkuat pengaruh Kepercayaan Merek terhadap minat beli ulang produk Hemohim?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui adanya pengaruh Kualitas Produk terhadap minat beli ulang produk Hemohim.
2. Untuk mengetahui adanya pengaruh Kepercayaan Konsumen terhadap minat beli ulang produk Hemohim.
3. Untuk mengetahui peran Country of Origin dalam memperkuat pengaruh Kualitas Produk terhadap minat beli ulang produk Hemohim.
4. Untuk mengetahui peran Country of Origin dalam memperkuat pengaruh Kepercayaan Konsumen terhadap minat beli ulang produk Hemohim.
TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori
Kualitas Produk
Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik suatu barang dan jasa yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun tidak (Abdullah & Tantri, 2016). Kualitias produk didefinisikan oleh Kotler dan Amstrong dalam Suryati sebagai karakteristik dari sebuah jasa maupun produk dalam rangka mancukupi apa yang dibutuhkan konsumen sesuai kemampuannya. Menurut Mullins, Orville dan Boyd dalam Umar dimensi kualitas produk mencakup kinerja (performance), spesifikasi (conformance to specifications), daya tahan (durability), keandalan (reabilit), kesesuaian dengan keistimewaan tambahan (features) kesan kualitas (perceived quality), dan estetika (aesthetic). Sedangkan menurut (Fandy Tjiptono, 2008), kualitas merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana keluaran dapat memenuhi prasyarat kebutuhan pelanggan atau menilai sampai seberapa jauh sifat dan karakteristik itu memenuhi kebutuhannya.
Kualitas produk adalah syarat yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. (Assauri, 2010) kualitas suatu produk berkaitan erat dengan maslaah kepuasan konsumen yang merupakan tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahan.
Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan, keandalan, kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya (Daga, 2017). Kualitas produk yang tinggi akan menciptakan keunggulan bersaing yang tahan lama. Dalam penelitian “Pengaruh Kualitas Produk, Promosi, dan Harga Susu Pasteurisasi Terhadap Minat Beli Konsumen di Istana Susu Cibugary, Jakarta Timur”, membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
Kepercayaan Konsumen
Kepercayaan merupakan pemikiran deskriptif yang dianut seseorang tentang suatu hal. Kepercayaan akan muncul dari persepsi yang berulang, dan adanya pembelajaran dan pengalaman. Menurut (Sumarwan, 2011) kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen menyangkut kepercayaan suatu produk memiliki atribut dan manfaat dari berbagai atribut tersebut. Kepercayaan merupakan kunci dalam pengembangan keinginan yang kuat untuk mempertahankan sebuah hubungan dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Untuk mempertahankan loyalitas konsumen juga didasari dengan adanya kepercayaan konsumen, bukan hanya mengandalkan kepuasaan pelanggan saja.
Kepercayaan ini tidak begitu saja dapat diakui oleh pihak lain, melainkan harus dibangun mulai dari awal berjalannya bisnis dan dapat dibuktikan. Kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh ketidakpastian (Ba & Pavlou, 2002). Kepercayaan sebagai konsumen yang paling sering dijaga tentang privasi mereka yaitu ketika mereka tidak memiliki kepercayaan pada orang lain.
Country of Origin
Menurut (Setianingsih, 2016) Country of Origin merupakan negara asal suatu merek yang mempengaruhi niat pembelian yang merupakan elemen penting dalam mempengaruhi minat beli produk. Country of Origin akan mempengaruhi produk yang nantinya akan menimbulkan persepsi kualitas yang baik maupun buruk dari suatu produk. Maka dari itu semakin tinggi nilai kualitas yang diperoleh konsumen maka semakin tinggi juga minat beli produk.
Country of Origin merupakan asosiasi dan kepercayaan mental konsumen akan suatu produk yang dipicu oleh negara asal (Kotler, 2012). Menurut ( et al Yasin, 2014) Country of Origin merupakan informasi yang sering digunakan oleh konsumen Ketika mengevaluasi suatu produk.
Minat Beli Ulang
Minat beli ulang tercipta dimana konsumen merasa cocok dengan produk tersebut dari kualitas produknya dan kepercayaan terhadap produk tersebut. Minat beli ulang merupakan suatu minat yang didasarkan atas pengalaman pembelian sebelumnya. Minat beli ulang akan mencerminkan tingkat kepuasan yang tinggi dari konsuman disaat memutuskan untuk membeli produk. Menurut (Nulufi &
Murwatiningsih, 2015) konsumen yang telah memiliki sikap positif terhadap suatu produk atau merek, akan menimbulkan minat pembelian terhadap produk atau merek tersebut. Minat beli konsumen pada dasarnya merupakan factor pendorong dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Minat beli juga terbentuk dari sikap konsumen terhadap suatu produk, hal itu muncul dari keyakinan konsumen sendiri terhadap kualitas produk.
Menurut (Faradiba & Sri Rahayu Tri Astuti, 2013) minat beli dapat menjadi motivasi konsumen karena adanya ingatkan pada produk tertentu yang pada akhirnya ketika ingin memenuhi kebutuh tersebut mereka akan melakukan tindakan pembelian terhadap apa yangmereka pikirkan. Minat beli sangat berperan penting bagi konsumen dalam menentukan keputusan, dimana niat seseorang untuk membeli produk tersebut yang akan digunakan dimasa sekarang maupun masa mendatang. Minat beli biasanya dapat timbul dari kebutuhan-kebutuhan pribadi konsumen dan juga perasaan terhadap barang atau jasa yang konsumen inginkan.
Minat beli adalah pikiran seseorang yang mengandung niat untuk membeli produk tertentu (Kotler, 2000).
2.2 Pengembangan Hipotesis
Hubungan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli
Menurut (Mirabi et al., 2015) dan (R et al., 2013) faktor kualitas berpengaruh terhadap niat pembelian. Dalam penelitian “Pengaruh Harga, Promosi, Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Perusahaan A-36”
membuktikan bahwa kualitas produk mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli, dimana minat beli yang tingga dapat dibentuk oleh adanya kualitas produk yang menarik. Untuk menunjang minat beli konsumen, maka salah satu upaya yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk suatu produk perlu menghasilkan kualitas produk yang dapat dipercaya, karena dengan adanya peningkatan dalam hal kualitas produk yang baik maka akan mempengaruhi minat beli konsumen. Perusahaan juga mampu memberikan manfaat produk tersebut lebih tinggi, dengan kata lain kualitas produk tersebut dapat memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen sehingga minat beli konsumen semakin meningkat. Dalam penelitian Ruri Putri Utami dan Hendra Saputra “ Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Sayuran Organis di Pasar Sambas Medan” membuktikan ada pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk dan minat beli, dapat diartikan bahwa jika kualitas produk tersebut lebih ditingkatkan maka terdapat pengaruh signifikan terhadap minat beli.
H1: Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Hubungan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli
Kepercayaan konsumen merupakan semua pengetahuan yang dimiliki oleh setiap konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang objek, atribut dan manfaatnya (Mowen & Minor, 2012). Kepastian konsumen tentang apakah produk pilihannya sudah benar atau tidak akan menumbuhkan minat beli konsumen. Hubungan positif antara kepercayaan konsumen dengan minat beli, maka semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap suatu produk akan berpengaruh terhadap tingginya minat beli konsumen. Dalam penelitian (Rosdiana
& Haris, 2018) “Pengaruh Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli Produk
Pakaian Secara Online” membuktikan bahwa kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli secara online.
H2: Kepercayaan Konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
Hubungan Country of Origin Dengan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Country of Origin merupakan persepsi negara asal yang didefinisikan sebagai penilaian konsumen secara umum terhadap negara asal brand produk, berdasarkan informasi yang diterima dari berbagai sumber, dan meliputi tiga dimensi yakni keyakinan terhadap negara, keyakinan terhadap orang-orang di negara tersebut dan keinginan interaksi dengan negara tersebut (Listiana, 2013).
Country of Origin juga merupakan efek evaluasi yang dilakukan konsumen atas produk dan tidak hanya didasarkan pada daya tarik dan karakteristik produk, melainkan dari negara yang memproduksinya
H3: Country of Origin memoderasi Kualitas Produk dengan minat beli ulang
Hubungan Country of Origin Dengan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli
Hasil penelitian (Astra Prima Budiarti, dkk, 2019, vol 08, no 1) “Pengaruh Country of Origin, Brand Familiarity, Dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Samsung Di Kota Padang” menunjukkan bahwa variable country of origin (COO) memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kepercayaan. Country of Origin sangat berpengaruh terhadap kepercayaan dibandingkan variable brand familiarity. Pendapat yang dikemukakan oleh (Jimenez dan Martin 2010) Country of Origin adalah salah satu aspek yang mempengaruhi kepercayaan, dan kepercayaan konsumen menyangkut pada reputasi dari Negara yang memproduksi produk tersebut. Semakin baik reputasi dari Negara tersebut dalam memproduksi sebuah produk, maka kepercayaan konsumen juga akan meningkat.
H4: Country of Origin memoderasi Kepercayaan Konsumen dengan minat beli ulang
2.3 Model Kerangka Penelitian
Berikut ini model kerangka penelitian dalam penelitian Kualitas Produk, Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli Dengan Country of Origin Sebagai variable Moderasi:
(x
H3 (+) H2 (+)
H1(+) Kualitas Produk
(X1)
Kepercayaan Konsumen
(X2)
Country of Origin (X3)
Minat Beli Ulang (Y)
H4 (+)
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dapat digunakan untuk meneliti pada populasi maupun sampel tertentu. Metode pendekatan kuantitatif, data yang akan digunakan untuk menganalisis hubungan antara variable yang dinyatakan dengan angka atau scoring.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh variable bebas (kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan country of origin) terhadap variable terkait (minat beli).
3.2 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan pada penelitian kuantitatitf menggunakan data primer, dimana data primer ini didapatkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang pernah membeli produk Hemohim.
Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini berupa kuesioner atau angket dengan menggunakan google form yang didalamnya berisi pertanyaan yang nantinya akan disebarkan melalui WhatsApp dan media social lainnya kepada responden dengan ketentuan dan menggunakan skala Likert. Menggunakan skala Likert akan menunjukkan skor yang berbeda, seperti : skor 1 = sangat tidak setuju, skor 2 = tidak setuju, skor 3 = netral, skor 4 = setuju, skor 5 = sangat setuju.
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi dalam peneletian ini adalah konsumen produk Hemohim yang pernah membeli dan mengkonsmsi produk tersebut. Sampel merupakan salah satu bagian dari beberapa karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2016). Jenis metode pengumpulan sample yang akan digunakan merupakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitan didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu yang terkait dengan permasalahan penelitian. Menurut (Sugiyono, 2016), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut.
Untuk mendapatkan ukuran sampel responden yang baik, sampel responden diambil untuk mengisi kuesioner menurut (Ferdinand, 2006)
dapat ditentukan dari jumlah indicator dikali 5-10. Jumlah indicator dalam penelitian ini sebanyak 23 sehingga jumlah sampel akan dikali 8 atau sebanyak 184 responden dan dibulatkan menjadi 200 sampel.
3.4 Pengukuran Konsep
Pada penelitian ini, perhitungan variable yang akan diteliti menggunakan point skala Likert yaitu:
1. Sangat Tidak Setuju 2. Tidak Setuju
3. Netratl 4. Setuju
5. Sangat Setuju
3.5 Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Operasional Variabel
Indikator
Kualitas Produk (X1)
Menurut (Fandy Tjiptono, 2008), kualitas merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana keluaran dapat memenuhi prasyarat kebutuhan pelanggan atau menilai sampai seberapa jauh sifat dan karakteristik itu memenuhi kebutuhannya.
Performance (Kinerja), karakteristik operasi pokok dari produk ini yang dibeli.
Features (Keistimewaan), karakteristik sekunder atau perlengkapan.
Reliability (Keandalan), kemungkinan kecil akan mengalami gagal pakai.
Conformance to spesifications (Kesesuaian dengan spesifikasi), karakteristik desain dan operasi memenuhi standart-standart yang telah ditetapkan.
Durability (Daya tahan), berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
Serviceability, kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah dipersepsikan, dan penanganan keluhan yang memuaskan.
Estetika, daya Tarik produk terhadap panca indra.
Perceived, citra dan refutasi produk serta tanggung jawab perusahaan.
(Fandy Tjiptono, 2008) Kepercayaan
Konsumen (X2)
Menurut (Mowen C &
Minor, 2002) kepercayaan konsumen mengacu pada semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang semua pengetahuan dan objek, atribut dan manfaat yang dimiliki konsumen.
Kepercayaan terhadap atribut object.
(Pengetahuan tentang objek yang memiliki atribut khusus, dan kepercayaan ini menghubungkan sebuah atribut dengan objek, seperti barang/jasa).
Kepercayaan terhadap manfaat atribut.
(Persepsi konsumen tentang seberapa jauh atribut tertentu dapat menghasilkan manfaat tertentu).
Kepercayaan terhadap manfaat objek.
(Persepsi konsumen tentang seberapa jauh produk, orang, atau jasa tertentu yang akan memberikan manfaat tertentu).
(Mowen C & Minor, 2002)
Country of Origin (X3)
Menurut (N. M. Yasin et al., 2007) persepsi negara asal didefinisikan sebagai penilaian konsumen secara umum terhadap negara asal merek berdasarkan informas yang diterima dari berbagai sumber. Menurut ( et al Yasin, 2014) Country of Origin merupakan informasi yang sering digunakan oleh
konsumen Ketika
mengevaluasi suatu produk.
Country Beliefs, keyakinan yang dimiliki oleh calon konsumen terhadap perkembangan industry dan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh negara asal merek sebuah produk.
People Affect, reaksi yang ditunjukan oleh negara asal merek sebuah produk.
Desired Interaction, keinginan yang dimiliki oleh konsumen untuk menjalin hubungan dengan negara asal merek produk.
(N. M. Yasin et al., 2007)
Inovasi Negara asal merek dalam berproduksi
Kemampuan teknologi yang tinggi
Kualitas yang baik
Citra negara asal sebagai negara maju
( et al Yasin, 2014) Minat Beli (Y) Minat merupakan
ketertarikan konsumen terhadap suatu produk dengan mencari informasi tambahan (Schiffman &
Kanuk, 2004)
Ketertarikan mencari informasi yang banyak tentang produk yang akan dibeli.
Mempertimbangkan produk mana yang akan dibeli.
Keinginan untuk mengenal jauh tentang produk yang dicari.
Ketertarikan konsumen untuk mencoba produk yang baru.
Keinginan konsumen untuk memilih dari beberapa produk.
(Schiffman & Kanuk, 2004)
3.6 Metode Analisis 1. Uji Validitas
Uji validitas item adalah uji instrument data untuk mengetahui seberapa teliti suatu item dalam mengukur apa yang akan diukur (Priyatno, 2014).
Uji validitas ini dilakukan sebelum pengujian hipotesis.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas menurut (Priyatno, 2014). merupakan uji yang dilakukan guna mengetahui kuesioner yang dipakai dalam pengumpulan data dengan metode Cronbach-Alpha sudah bisa dikatakan reliabel atau tidak. Hasil koefisien reliabilitas yang menunjukkan sama atau > 0,60 maka dapat dikatakan data tersebut reliabel.
3. Uji Asumsi Klasik - Uji Normalitas
Penelitian dalam uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Untuk mencari tahu hal tersebut maka perlu dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan uji one sampel Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria jika nilai yang signifikan > 0,05 maka dapat dikatakan data berdistribusi normal (Mardiatmoko, 2020).
- Uji Multikolinieritas
Penelitian dalam uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya korelasi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinieritas dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF).
Jika hasil tolerance > 0,1 dan hasil dari VIF < 10, maka multikolinieritas tidak terjadi (Mardiatmoko, 2020).
- Uji Heteroskedastisitas
Penelitian uji heteroskedastisitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada pengamatan model regresi. Dalam penelitian ini menggunakan Glejser untuk mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas.
Nilai yang signifikan antara variable independent dengan absolute >
0,05 maka heteroskedastisitas tidak terjadi (Mardiatmoko, 2020).
- Uji Linieritas
Uji ini dilakukan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya kelinieran antara variable dependen dan independen. Pengujian linieritas dapat dilihat melalui nilai deviation from linearity, jika nila sig >0,05 maka variable independen dengan dependen tidak terdapat perbedaan linier (Putri et al., 2020).
4. Pengujian Hipotesis
Pada penelitian kali ini menggunakan model regresi linier sederhana, dimana pengujian hipotesis pertama dan kedua dapat dilakukan dengan analisis regresi menggunakan SPSS. Persamaan untuk pengujian hipotesis pertama:
Y = βo + β1 X1+ €
Uji Interaksi
Uji interaksi atau Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan alat uji yang digunakan untuk mengetahui apakah variable yang digunakan dapat memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variable independen dan dependen.
Pengujian hipotesis ketiga dan keempat dalam penelitian melibatkan variable moderasi dalam persamaan untuk menguji interaski dapat ditentukan dengan rumus (Liana, 2009).
Y = βo + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + € Keterangan :
Y = Minat Beli βo = Konstanta
Β1 - β3 = Koefisien regresi yang akan ditafsirkan X1 = Kualitas Produk
X2 = Kepercayaan Konsumen X3 = Country of Origin
€ = standard eror
Uji F
Pada penelitian Uji F dilakukan untuk mengetahui variabel independen secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau tidak. Dengan syarat:
- Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak, yang berarti semua variabel independen merupakan variabel penjelas terhadap variabel dependen
- Jika F hitung < F tabel maka H0 diterima, yang berarti semua variabel independen merupakan bukan variabel penjelas terhadap variabel dependen
Uji T
Uji T dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh variabel penjelas atau independen berpengaruh terhadap variabel dependen secara parsial, dengan syarat:
- Jika α < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H0 artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen ke variabel dependen
- Jika α > 0,05 dan t hitung < t tabel maka H0 artinya, terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara variabel independen ke variabel dependen
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden
Karakteristik responden dalam penelitian diatas dikelompokkan dalam beberapa kriteria. 200 kuesioner yang sudah disebarkan terdapat informasi bahwa jumlah responden berdasarkan kriteria yang ada. Data responden secara detail dapat dilihat pada table berikut.
Table 1.1 Jenis Kelamin Responden
Sumber: data diolah (2022) 4.2 Deskripsi Variabel
Dalam penelitian diatas terdapat 200 responden dari hasil penyebaran kuesioner. Terdapat 23 pernyataan yang digunakan, terdiri 7 item dari variable Kualitas Produk, 4 item dari variable Kepercayaan Konsumen, 7 item dari variable Country of Origin, 5 item dari variable Minat Beli.
Semua item digunakan untuk mengukur semua variable.
Tabel 2.1 Variabel Kualitas Produk
Range Kategori
4,20 – 5,00 Sangat Tinggi
No. Kategori Sub Kategori Frekuensi Presentase
Laki-laki 86 43%
Perempuan 114 57%
16-20 Tahun 12 6%
21-25 Tahun 84 42%
26-30 Tahun 51 25%
31-35 Tahun 3 2%
>35 Tahun 50 25%
Pelajar/Mahasiswa 82 41%
Pegawai Swasta 50 25%
Pegawai Negeri 23 11%
Ibu Rumah Tangga 36 18%
Wirausaha 3 1%
Polri 1 1%
Karyawan Swasta 2 1%
Karyawan Negeri 3 2%
1 Jenis Kelamin
2 Usia
3 Pekerjaan
3,40 – 4,19 Tinggi
2,60 – 3,39 Sedang
1,80 – 2,59 Rendah
1,00 – 1,79 Sangat Rendah
Tabel 2.2 Varibael Kualitas Produk Item
Pernyataan
Jawaban Rata-
rata
Kategori
STS TS N S SS
X1.1 0 1 20 79 100 4,39 Sangat
Tinggi
X1.2 0 2 17 105 76 4,28 Sangat
Tinggi
X1.3 0 0 22 94 84 4,31 Sangat
Tinggi
X1.4 0 2 42 97 59 4,07 Tinggi
X1.5 0 2 37 86 75 4,17 Tinggi
X1.6 0 0 36 106 58 4,11 Tinggi
X1.7 0 1 35 91 73 4,18 Tinggi
Sumber : data diolah (2022)
Variable Kualitas Produk sebagai variable independen pertama dalam penelitian ini diukur dalam 7 item pernyataan, dimana 3 dari item pernyataan masuk dalam kategori sangat tinggi dan 4 item pernyataan masuk dalam kategori tinggi. Dapat dilihat dari kategori sangat tinggi, terdapat satu item pernyataan yang memiliki nilai tertinggi dan terdapat pada item pertama “Produk Hemohim merupakan minuman suplemen yang dapat mempercepat proses penyembuhan” dengan nilai rata-rata sebesar 4,39. Dapat kita simpulkan dari pernyataan tersebut bahwa Hemohim merupakan produk suplemen yang dapat mempercepat proses penyembuhan.
Tabel 2.3 Variabel Kepercayaan Konsumen
Item Pernyataan
Jawaban Rata-
rata
Kategori
STS TS N S SS
X2.1 0 5 25 89 81 4,23 Sangat
Tinggi
X2.2 1 3 37 94 65 4,10 Tinggi
X2.3 0 5 43 96 56 4,02 Tinggi
X2.4 1 3 65 79 52 3,89 Tinggi
Sumber: data diolah (2022)
Variable Kepercayaan Konsumen sebagai variable independen kedua dalam penelitian ini diukur dalam 4 item pernyataan, yang dimana 1 item pernyataan dengan nilai rata-rata sangat tinggi, dan 3 item pernyataan lainnya dengan nilai rata-rata yang masuk dalam kategori tinggi. Satu item pernyataan dengan nilai rata-rata sangat tinggi terdapat pada item pernyataan “Saya Percaya produk Hemohim dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh” dengan nilai rata-rata sebesar 4,23.
Tabel 2.4 Variabel Country of Origin Item
Pernyataan
Jawaban Rata-
rata
Kategori
STS TS N S SS
X3.1 0 3 15 114 68 4,24 Sangat
Tinggi
X3.2 1 2 37 101 59 4,08 Tinggi
X3.3 0 3 39 103 55 4,05 Tinggi
X3.4 1 3 36 108 52 4,04 Tinggi
X3.5 1 4 48 97 50 3,96 Tinggi
X3.6 1 21 64 77 37 3,64 Sedang
X3.7 0 4 42 97 57 4,04 Tinggi
Sumber : data diolah (2022)
Variable Country of Origin sebagai variable moderasi dalam penelitian ini diukur dalam 7 item pernyataan, yang dimana 1 item pernyataan masuk dalam kategori sangat tinggi, 5 item pernyataan masuk dalam kategori tinggi, dan 1 item
pernyataan masuk dalam kategori sedang. Dalam tabel 2.5 diatas Country of Origin yang memiliki nilai tertinggi terdapat pada item pernyataan “Produk Kesehatan Korea Inovatif” dengan nilai sebesar 4,24. Sedangkan yang memiliki nilai terendah dalam kategori sedang terdapat pada item pernyataan “Produk Kesehatan asal Kore (Hemohim) banyak digunakan oleh warga Negara korea sendiri” dengan nilai sebesar 3,64.
Tabel 2.5 Minat Beli Item
Pernyataan
Jawaban Rata-
rata
Kategori
STS TS N S SS
Y1 0 3 25 92 80 4,25 Sangat
Tinggi
Y2 0 2 23 101 74 4,23 Sangat
Tinggi
Y3 0 1 29 96 74 4,21 Sangat
Tinggi
Y4 0 2 41 95 62 4,09 Tinggi
Y5 0 0 29 89 82 4,27 Sangat
Tinggi Sumber : data diolah (2022)
Pada tabel 2.6 Minat Beli sebagai variable dependen dalam penelitian ini diukur dalam 5 item pernyataan, yang mana terdapat 4 item pernyataan masuk dalam kategori sangat tinggi, dan 1 item pernyataan masuk dalam kategori tinggi.
Dalam katergori sangat tinggi memiliki nilai tertinggi yang terdapat pada item pernyataan “Saya berniat untuk menggunakan produk Hemohim secara teratur dalam jangka waktu lama” dengan nilai rata-rata sebesar 4,27.
4.3 Metode Analisis data
Uji Validitas
Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas data yang sudah terkumpul dapat dilihat melalui nilai dari hasil corrected item-total correlation yang dibandingkan dengan nilai r-tabel pada tingkat
signifikansi sebesar 0,05. Item dinyatakan valid apabila nilai > 0,05.
Hasil dari uji validitas ditunjukkan pada Tabel 4.1
Tabel 4.1 Uji Validitas
Sumber: data diolah dengan SPSS, 2022
Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 4.1 nilai corrected item-total correlation pada masing-masing item pernyataan yang digunakan oleh variable kualitas produk, kepercayaan konsumen, country of origin, dan minat beli memiliki nilai > rtable, dimana nilai rtable untuk responden sebanyak 200 dengan tingkat signifikansi 0,05 adalah senilai 0,138. Maka dari itu setiap item pernyataan yang digunakan dalam penelitian saat ini dapat dinyatakan valid.
Uji Reliabilitas
Minat Beli Valid
0.379 0.458 0.449 0.427 0.201
Country of Origin Valid
0.554 0.612 0.709 0.612 0.692 0.59 0.709
Valid Kualitas Produk
Kepercayaan Konsumen
0.601 0.756 0.654 0.662
Valid 0.417
0.438 0.312 0.432 0.58 0.331
0.58
Corre cte d Ite m- Total Corre lation
Variabe l Ke te rangan
Dalam penelitian ini perlu juga melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan uji statistic dan melihat Cronbach Alpha dari masing- masing variable. Setiap variable dapat dinyatakan reliable apabila mempunyai nilai Cronbach Alpha > 0,60. Hasil pengujian penilitian ini disajikan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 5.1 Hasil Uji Reliabilitas
Sumber: data diolah dengan SPSS, 2022
Dapat kita lihat dari tabel 5.1 menunjukkan hasil uji reliabilitas diatas dapat dinyatakan reliable karena nilai Cronbach Alpha > 0,60. Maka dari itu pernyataan dalam kuesioner Kualitas Produk, Kepercayaan Konsumen, Country of Origin, dan Minat Beli adalah reliable, sehingga setiap item pernyataan dapat digunakan untuk penelitian.
Uji Asumsi Klasik - Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan untuk penelitian ini berdistribusi norma atau tidak. Hasil penilaian dapat dilakukan dan dilihat dari nilai One Sampe Kolmogorov Smirnov dengan nila sig >0,05. Berikut hasil uji linearitas ini disajikan pada tabel 6.1.
Tabel 6.1 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 200
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Reliabel Reliabel
0.626 Reliabel
Minat Beli Ulang
Variabel Cronbach's Alpha Keterangan Kualitas Produk
Kepercayaan Konsumen Country of Origin
0.729 0.836 0.863
Reliabel
Std. Deviation 2.19301816
Most Extreme Differences Absolute .050
Positive .029
Negative -.050
Test Statistic .050
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: data diolah (2022)
Hasil uji normalitas pada tabel 6.1 menyatakan bahwa distribusi data menunjukkan nilai sig sebesar 0,200 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut data yang digunakan pada penelitian ini dapat dinyatakan berdistiribusi normal.
- Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas merupakaan kondisi antara variable independen ada hubungan linear yang sangat kuat. Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF dan tolerance, dimana jika nilai VIF
< 10 dan nilai tolerance < 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas.
Tabel 7.1 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 20.829 2.142 9.724 .000
Kualitas Produk -.035 .050 -.050 -.703 .483 .991 1.009
Kepercayaan Konsumen .135 .062 .153 2.168 .031 .989 1.011
Country of Origin -.034 .041 -.058 -.827 .409 .996 1.004
a. Dependent Variable: Minat Beli
Sumber: data diolah (2022)
Seperti terlihat pada tabel 7.1, nilai tolerance dari masing-masing variable mempunyai nilai > 0,1 dan nilai VIF pada masing-masing variable juga memiliki nilai < 10, hal ini dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam penelitian ini.
- Uji Heterokedastisitas
Pengujian heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakaha terdapat kesamaan atau ketidaksamaan pada variable model regresi.
Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat pada dan tabel 8.1.
Tabel 8.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.250 1.596 2.037 .043
KP -.021 .034 -.045 -.628 .531
KK -.014 .052 -.019 -.262 .794
COO -.023 .030 -.055 -.771 .442
a. Dependent Variable: RES2
Sumber: data diolah (2022)
Dari tabel 8.1 diatas diketahui bahwa nilai signifikansi pada masing- masing variable memiliki nilai yang > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa dari masing-masing variable menunjukkan tidak ada kesamaan varian atau tidak terjadi heterokedastisitas.
- Uji Linearitas
Tabel 9.1 Hasil Uji Linearitas
Sumber: data diolah (2022)
Y*X1 0.491
Y*X2 0.561
Y*X3 0.068
Sig.
Deviation from Linearity
Hasil dari uji linearitas pada tabel 9.1 yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa nilai Deviation from Linearity sig dari ketiga variable independen terhadap dependen > 0,05, walaupun pada variable ketiga
“Country of Origin” terhadap minat beli memiliki nilai terendah dibandingkan variable independen pertama dan kedua “Kualitas Produk dan Kepercayaan Konsumen” nilai Deviation from Linearity sig sebesar 0,068
> 0,05.
4.4 Pengujian Hipotesis
Regresi – Pengaruh Kualitas Produk dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli
Tabel 10.1 Hasil Model Regersi I Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .609a .370 .364 2.298
a. Predictors: (Constant), Kepercayaan Konsumen, Kualitas Produk
Sumber: data diolah (2022)
Analisis regresi digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi variable independen (Kualitas Produk dan Kepercayaan Konsumen) memiliki pengaruh terhadap minat beli. Tabel diatas menunjukkan bahwa dari kedua variable independen menjelaskan 0,364 atau 36,4%. Sedangkan 63,6% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian saat ini.
- Uji F
Tabel 10.2 Nilai F Hasil Model Regeresi I ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 611.965 2 305.982 57.927 .000b
Residual 1040.590 197 5.282
Total 1652.555 199
a. Dependent Variable: Minat Beli
b. Predictors: (Constant), Kepercayaan Konsumen, Kualitas Produk
Sumber: data diolah (2022) - Uji T
Tabel 10.3 Nilai T Hasil Model Regersi I Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.640 1.945 .843 .400
Kualitas Produk .160 .079 .149 2.036 .043
Kepercayaan Konsumen
.787 .114 .503 6.887 .000
a. Dependent Variable: Minat Beli
Sumber: data diolah (2022)
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kepercayaan Konsumen memberikan kontribusi dalam menjelaskan variable dependen (B = 0,787) dibandingkan dengan Kualitas Produk (B = 0,160). Kedua variable independen tersebut memberikan kontribusi terhadap variable dependen dimana nilai signifikannya < 0,05.
Regresi – Pengaruh Country of Origin Sebagai Moderasi Terhadap Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli
Tabel 10.4 Hasil Model Regresi II Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .696a .485 .480 2.079
a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk*Country of Origin, Kualitas Produk
Sumber: data diolah (2022)
Analisis regresi menunjukkan bahwa variable Kualitas Produk dan Country of Origin menjelaskan 0,480 atau 48,0%. Sedangkan 52,0% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian saat ini.
- UJI F
Tabel 10.5 Nilai F Hasil Model Regresi II ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 801.139 2 400.570 92.684 .000b
Residual 851.416 197 4.322
Total 1652.555 199
a. Dependent Variable: Minat Beli
b. Predictors: (Constant), Kualitas Produk*Country of Origin, Kualitas Produk
Sumber: data diolah (2022) - UJI T
Tabel 10.6 Nilai T Hasil Model Regresi II Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.940 1.796 6.091 .000
Kualitas Produk -.266 .094 -.247 -2.830 .005
Kualitas Produk*Country of Origin
.019 .002 .882 10.087 .000
a. Dependent Variable: Minat Beli
Sumber: data diolah (2022)
Dari hasil penelitian diata, ada perubahan dari 0,160 menjadi 0,019 menunjukkan bahwa country of origin sebagai moderasi justru memperlemah.
Regresi – Pengaruh Country of Origin Sebagai Moderasi Terhadap Pengaruh Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli.
Tabel 10.7 Hasil Model Regresi III Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .696a .484 .479 2.080
a. Predictors: (Constant), Kepercayaan Konsumen*Country of Origin, Kepercayaan Konsumen
Sumber: data diolah (2022)
Analisis regresi menunjukkan bahwa variable Kepercayaan Konsumen dan Country of Origin menjelaskan 0,479 atau 47,9%. Sedangkan 52,1% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian saat ini.
- UJI F
Tabel 10.8 Nilai F Hasil Model Regresi III
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 800.280 2 400.140 92.491 .000b
Residual 852.275 197 4.326
Total 1652.555 199
a. Dependent Variable: Minat Beli
b. Predictors: (Constant), Kepercayaan Konsumen*Country of Origin, Kepercayaan Konsumen
Sumber: data diolah (2022) - UJI T
Tabel 10.9 Nilai T Hasil Model Regresi III Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.656 1.726 6.173 .000
Kepercayaan Konsumen -.280 .192 -.179 -1.460 .146
Kepercayaan
Konsumen*Country of Origin
.027 .004 .855 6.971 .000
a. Dependent Variable: Minat Beli
Sumber: data diolah (2022)
Dari hasil penelitian diata, ada perubahan dari 0,787 menjadi 0,027 menunjukkan bahwa country of origin sebagai moderasi justru memperlemah.
4.5 Pembahasan
Pengaruh Kualitas Produk dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli
Berdasarkan perhitungan melalui SPSS diketahui bahwa kualitas produk memiliki pengaruh terhadap minat beli. Dari tabel 10.1 dapat kita ketahui bahwa hasil dari Adjusted R Square sebesar 0,364 yang artinya variable kualitas produk menjelaskan pengaruh terhadap variable minat beli sebesar 36,4% sedangkan sisanya 63,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Dapat kita tarik kesimpulan jika hipotesis pertama yang menyatakan kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap minat beli diterima. Dengan begitu 7 item pernyataan kualitas produk berpengaruh positif terhadap minat beli produk Hemohim. Dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produk sangat diperlukan oleh perusahaan untuk diterapkan, perusahaan yang berorientasi pada kesehatan dapat menjadi salah satu strategi pemasaran dan meningkatkan minat beli.
Pengaruh Country of Origin Sebagai Moderasi Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli
Hasil uji analisis regresi menunjukkan bahwa variable Kualitas Produk dan Country of Origin menjelaskan 48,0%, sedangkan sisanya 52,0% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian saat ini. Country of Origin sebagai variable moderasi justru memperlemah variable Kualitas Produk. Dalam kondisi Covid seperti ini semua orang sangat membutuhkan obat ataupun suplemen seperti salah satu contohnya Hemohim.
Pengaruh Country of Origin Sebagai Moderasi Pengaruh Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli
Hasil uji analisis regresi menunjukkan bahwa variable Kualitas Porduk dan Country of Origin menjelaskan 47,9%, sedangkan sisanya 52,1% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian saat ini. Country of Origin sebagai variable moderasi justru memperlemah variable Kepercayaan Konsumen. Sesuai kondisi covid
saat ini juga konsumen akan lebih percaya, dimana ada rekomendasi dari kerabat ataupun saudara yang bisa meyakinkan mereka, bahwa obat Hemohim ini kemungkinan besar bisa untuk mencegah, mempercepat penyembuhan.
PENUTUPAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang sudah diuraikan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh yang positif antara kualitas produk terhadap minat beli ulang pada produk Hemohim.
2. Terdapat pengaruh yang positif antara kepercayaan konsumen terhadap minat beli ulang pada produk Hemohim.
3. Interaksi country of origin terhadap kualitas produk dan kepercayaan konsumen memiliki pengaruh namun bukan memperkuat melainkan memperlemah.
5.2 Saran
Implikasi Teoritis
Asumsi awal bahwa Country of Origin memperkuat persepsi konsumen terhadap kualitas maupun kepercayaan produk ternyata tidak terbukti, hal ini mungkin disebabkan karena kondisi kebayakan konsumen yang terkena COVID 19 dan mencari obat yang bisa mempercepat proses penyembuhan sehingga rekomendasi dari teman/saudara yang telah sembuh dengan mengkonsumsi Hemohim lebih diperhatikan daripada asal negara yang memproduksi produk tersebut.
Implikasi Manajerial
Kualitas masih merupakan variable yang penting dimata konsumen saat ini sehingga standar kualitas yang baik dan konsisten harus tetap dijaga dan dipertahankan. Selain itu ternyata aspek rekomendasi dari teman/saudara dekat dianggap lebih penting dari asal negara produk Kesehatan sehingga perlu di buat strategi untuk meningkatkan rekomendasi-rekomendasi ini baik menggunakan social media maupun website resmi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, T., & Tantri, F. (2016). Manajemen Pemasaran. PT Raja Grafindo Persada.
Ali, H. (2018). Jurnal Indovisi; Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan harga Terhadap Minat Beli Pakaian. Indonesoan Indovisi Insitute, 131.
Assauri, S. (2010). Manajamen Pemasaran, Dasar, Konsep, dan Strategi. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep Dan Strategi.
Ba, S., & Pavlou, P. A. (2002). Evidence of The Effect of Trust Building Technology in Electronic Markets: Price and Buyer Behavior.
Daga, R. (2017). Citra, Kualitas Produk, dan Kepuasan Pelanggan. In Citra, Kualitas Produk, dan Kepuasan Pelanggan. Global Research and Consulting Institute.
Fandy Tjiptono. (2008). Strategi Pemasaran. In Strategi Pemasaran (3rd ed.). CV. Andi Offset.
Faradiba, & Sri Rahayu Tri Astuti. (2013). Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Lokasi, dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Beli Ulang Konsumen (Studi pada Warung Makan
“Bebek Gendut” Semarang). Journal of Management.
Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen. In Pedoman Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Julianti, S. (2014). The Art Of Packaging. Gramedia Pustaka Umum.
Kotler, P. (2000). Manajemen Pemasaran. Penerbit Erlangga.
Kotler, P. (2012). Manajemen Pemasaran (13 Jilid 1). Rajawali.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 1.
Kotler, P., & Keller, K. (2013). Manajemen Pemasaran. Penerbit Erlangga.
Kotler, P., & Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran (13 Jilid 1). Alih Bahasa Bob Sabran.
Kotler, P., & Kevin Lane Keller. (2016). Marketing Management (15 Edition). Pearson Pretice Hall, Inc.
Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan Spss untuk Menguji Pengaruh Variabel Moderating terhadap Hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, XIV(2), 90–97.
Listiana, E. (2012). Pengaruh Country of Origin terhadap Perceived Quality Dengan Moderasi Etnosentris Konsumen. Jurnal Administrasi Bisnis, 8, 21–47.
Listiana, E. (2013). Pengaruh Country Of Origin Terhadap Perceived Quality dengan Moderasi Etnosentris Konsumen. Jurnal Administrasi Bisnis, 8.
Mardiatmoko, G. (2020). Pentingnya Uji Asumsi Klasik pada Analisis Regresi Linier Berganda (Studi Kasus Penyusunan Persamaan Allometrik Kenari Muda). Barekeng, 333–342.
Mirabi, V., Akbariyeh, H., & Tahmasebifard. (2015). A Study of Factors Affecting on Customers Purchase Intention. Journal of Multidisciplinary Engineering Science and Technology, 2.
Mowen C, J., & Minor, M. (2002). Perilaku Konsumen. In Perilaku Konsumen. Penerbit Erlangga.
Mowen, J. C., & Minor, M. (2012). Perilaku Konsumen dialih bahasakan oleh Dwi Kartika Yahya. Erlangga.
Notoadmodjo, S. (2012). Metode Penelitian Kesehatan PT.
Nulufi, K., & Murwatiningsih. (2015). Minat Beli Sebagai Mediasi Pengaruh Brand Image dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Batik di Pekalongan. Management Analysis Journal, 4.
Prawirosentono, S. (2002). Manajemen Operasi, Analisis dan Studi Kasus. Bumi Aksara.
Priansa, D. J. (2017). Komunikasi Pemasaran Terpadu.
Priyatno, D. (2014). SPSS 22 : Pengolahan Data Terpraktis.
Putri, G. L. B., Luik, J. E., & Yogatama, A. (2020). Pengaruh Pesan Kampanye Penjaga Amanah Gojek Melalui Youtube Terhadap Sikap Masyarakat Surabaya Dalam Menggunakan Gojek.
Jurnal E-Komunikasi, 8(2).
R, H. S., Hashim, H., Yusof, R. N., & Alias, N. N. (2013). Relationship between Product Factors, Advertising, and Purchase Intention of Halal Comestic.
Rosdiana, R., & Haris, I. A. (2018). Pengaruh Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Beli Produk Pakaian Secara Online. 2(3), 169–175.
Sanyal, S. N., & Saroj, K. D. (2011). The Effect of Country Origin on Brand Equity: An Empirical Study on Generic Drugs. Journal Of Product & Brand Management, 20, No.2, 130–140.
Schiffman, & Kanuk. (2004). Perilaku Konsumen (7th ed.). Prentice Hall.
Setianingsih, W. (2016). Pengaruh Country of Origin, Brand Image, dan Persepsi Kualitas Terhadap Minat Beli Oppo Smartphone. Skripsi pada Universitas Negeri Yogyakarta, Jawa Tengah.
Siagian, H., & Cahyono, E. (2014). Analisa Website Quality, Trust, dan Loyalty Pelanggan Online Shop. Jurnal Manajemen Pemasaran, 8 No 2.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Manajemen.
Sumarwan, U. (2011). Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Perilaku Konsumen: Teori Dan Penerapannya Dalam Pemasaran.
Tsiotsou, R. (2006). The role of perceived product quality and overall satisfaction on purchase intentions. International Journal of Consumer Studies, 30, No 2, 207–217.
Yasin, et al. (2014). Pengaruh Citra Negara Asal Terhadap Persepsi Kualitas Konsumen, Skripsi Fisip UI. Pengaruh Citra Negara Asal Terhadap Persepsi Kualitas Konsumen.
Yasin, N. M., Noor, M. N., & Mohamad, O. (2007). Does Image Of Country-Of-Origin Matter To Brand Equity? Journal Of Product & Brand Management, 16, No.1, 38–48.