1
Hakekat tes hasil belajar adalah suatu perangkat kegiatan/alat yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Suatu pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila peserta didik telah berhasil mengikuti kegiatan tersebut. Untuk mengetahui berhasil tidaknya suatu pembelajaran dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa. Seorang siswa dikatakan berhasil atau tuntas jika sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
IPA merupakan ilmu tentang alam atau cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga tujuan pembelajaran IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, tetapi untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk mencapai pengetahuan itu. Dengan kata lain hasil belajar IPA bukan hanya sebagai produk, tetapi juga pengembangan proses. Mata palajaran IPA di SD bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan potensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pada mata pelajaran IPA, siswa diarahkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
Pembelajaran IPA sebaikya dilaksanakan secara diskusi ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta dapat mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam kecakapan hidup. Tetapi pada umumnya dalam pembelajaran guru hanya menuntut siswa untuk menguasai materi tanpa memperhatikan kebutuhan dan kesiapan siswa dalam menerima materi pembelajaran. Dampaknya pelajaran IPA menjadi tidak diminati oleh siswa sehingga pada waktu pelaksanaan evaluasi sering menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Masalah ini sama dengan yang ditemui oleh peneliti ketika berkolaborasi dengan guru ketika melakukan
observasi pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri 3 Grabagan Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Ketika pelajaran berakhir hasil belajar yang diraih oleh siswa dari 30 siswa hanya 12 siswa saja yang dapat menguasai materi dan berhasil mencapai KKM yang sudah ditetapkan yaitu 64.
Tabel 1.1
Nilai Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 3 Grabagan Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Sebelum Menggunakan Metode Eksperimen
Rentang
Nilai Frekuensi
88-100 0
76-87 2
64-75 10
52-63 11
40-51 7
28-39 0
Tuntas 12 Tidak
Tuntas 18
Jumlah 30
Berdasarkan hal tersebut maka peneliti perlu mengadakan refleksi untuk mengetahui kekurangan dalam penyampaian materi pembelajaran. Dari diskusi peneliti dan guru kelas dapat teridentifikasi beberapa masalah yaitu:
a. Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru.
b. Selama pembelajaran berlangsung banyak siswa mengantuk.
c. Belum semua siswa dapat terlihat aktif.
d. Keaktifan belajar siswa rendah.
Dari beberapa masalah yang terjadi saat berlangsungnya proses pembelajaran peneliti menemukan penyebab terjadinya masalah adalah:
a. Penjelasan guru terlalu cepat.
b. Guru hanya menggunakan metode ceramah.
Faktor-faktor itulah yang menjadi penyebab rendahnya penguasaan materi siswa. Oleh karena itu peneliti mencari alternatif pemecahannya.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa pembelajaran IPA sebaiknya dilakukan secara diskusi ilmiah. Oleh karena itu peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran. Karena itu metode eksperimen kiranya dapat membantu menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah. Serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Sebagai suatu metode perkembangan ilmu, metode eksperimen patut diterapkan di sekolah-sekolah dasar. Hal ini dimaksudkan agar para siswa sekolah dasar sejak dini mengenal dan mampu melaksanakan eksperimen sederhana.
Mengingat betapa pentingnya metode eksperimen untuk mengembangkan ilmu, sudah sepantasnya guru menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar. Pemakaian metode eksperimen dalam kegiatan belajar-mengajar, akan memberikan pengalaman kepada guru tentang adanya potensi yang dapat dikembangkan pada diri siswa. Dalam melakukan metode eksperimen siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. Dengan metode eksperimen siswa akan lebih tahu tentang hal-hal yang sesungguhya bagai- mana cara terbaik melakukannya, bagaimana suatu proses terjadi, yang keseluruhannya dilakukan secara carmat dan teliti. Melalui metode eksperimen guru dapat memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemampuan anak memperoleh kepandaian yang diperlukan sehingga pelajaran akan mudah diterima siswa dan hasil belajarnya bisa menjadi lebih baik.
Penggunaan metode eksperimen juga dapat mengurangi kebosanan dan kejenuhan siswa dalam belajar IPA, siswa bisa aktif dengan mengadakan percobaan langsung, mengalami pengalaman dengan membuktikan sendiri dari proses awal sampai akhir.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka peneliti merumuskan permasalahannya sebagai berikut: apakah melalui metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi cahaya dan sifat- sifatnya pada siswa kelas V SD Negeri 3 Grabagan Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012.
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA materi cahaya dan sifat-sifatnya melalui metode eksperimen pada siswa kelas V SD Negeri 3 Grabagan Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Akademis.
Secara akademis penelitian ini berguna untuk menambah teori atau pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar serta memberi informasi tentang penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA materi cahaya dan sifat-sifatnya.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Peneliti dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa kelas V SD Negeri 3 Grabagan dalam pembelajaran IPA materi cahaya dan sifat-sifatnya serta dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan metode eksperimen untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sehingga peneliti dapat memperkaya teknik-teknik dan metode dalam mengajar.
b. Bagi Siswa
Siswa dapat meningkatkan pemahamannya terhadap materi dengan mengalami dan menemukan sendiri konsep yang ada pada materi.
Meningkatkan hasil belajar IPA. Meningkatkan minat belajar IPA.
c. Bagi Guru
Sebagai bahan informasi bagi guru untuk menggunakan metode eksperimen sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Mempermudah guru dalam penyampaian materi khususnya mata pelajaran IPA.
d. Bagi Sekolah
Sekolah mendapatkan pengalaman dan sumbangan tentang bagaimana cara mengimplementasikan metode eksperimen dan bagaimana membuat siswa aktif didalam pembelajaran.