15 Hasil Penelitian dan Pembahasan
Uji Validitas dan reliabel
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan analisis uji validitas dan realibilitas terhadap item – item pertanyaan dalam kuesioner, khususnya item pertanyaan variabel kinerja, variabel kompetensi dan variabel kepuasan kerja yang pengukurannya menggunakan skala likert. Dari hasil uji validitas, semua item pertanyaan dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas tiga variabel menunjukan alpha cronbach sebesar 0,848, 0,740, dan 0,575 yang berarti sangat reliabel
Tabel 1: Uji Validitas X1
Tabel 2: Uji Reliabilitas X1
RELIABEL, Karena besar R alpha 0,848 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.
Variabel kompetensi
Nilai R.
Hitung Nilai R. Tabel 5%
(50) Nilai sig Keputusan
X1.1 0,324 0,279 0,022 VALID
X1.2 0,758 0,279 0 VALID
X1.3 0,78 0,279 0 VALID
X1.4 0,835 0,279 0 VALID
X1.5 0,821 0,279 0 VALID
X1.6 0,791 0,279 0 VALID
X1.7 0,812 0,279 0 VALID
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,848 7
16
Tabel 3: Uji Validitas X2
Tabel 4: Uji Reliabel X2
RELIABEL, Karena besar R alpha 0,740 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.
Tabel 5: Uji Validitas Kinerja Variabel
kepuasan kerja
Nilai R.
Hitung Nilai R. Tabel 5%
(50) Nilai sig Keputusan
X2.1 0,331 0,279 0,019 VALID
X2.2 0,348 0,279 0,013 VALID
X2.3 0,768 0,279 0 VALID
X2.4 0,805 0,279 0 VALID
X2.5 0,804 0,279 0 VALID
X2.6 0,715 0,279 0 VALID
X2.7 0,437 0,279 0,002 VALID
X2.8 0,343 0,279 0,015 VALID
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,740 8
Variabel Kinerja
Nilai R.
Hitung Nilai R. Tabel 5%
(50) Nilai sig Keputusan
Y.1 0,805 0,279 0 VALID
Y.2 0,624 0,279 0 VALID
Y.3 0,663 0,279 0 VALID
17
Tabel 6: Uji Reliabilitas Kinerja
RELIABEL, Karena besar R alpha 0,575 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.
Analisis Deskriptif Karakteristik Profil Responden Profil responden berdasarkan jenis kelamin
Dalam penelitian ini menggunakan 50 jumlah responden dalam pengambilan sample, tiap responden memiliki karakteristik yang berbeda, dalam hal ini peneliti mengklasifikasikan karakteristik responden menjadi dua bagian yaitu karaketristik berdasarkan jenis kelamin dan umur, yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 7: Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis_kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pria 29 58,0 58,0 58,0
Wanita 21 42,0 42,0 100,0
Total 50 100,0 100,0
Berdasarkan tabel output profil responden berdasarkan jenis kelamin di atas, diketahui jumlah responden berjenis kelamin pria sebanyak 29 orang dengan persentase sebesar 58% dari jumlah responden, sedangkan jumlah responden berjenis kelamin wanita sebanyak 21 orang deengan persentase 42% dari hasil tersebut menyimpulkan bahwa jumlah responden pria lebih banyak daripada responden wanita.
Y.4 0,669 0,279 0 VALID
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,575 4
18 Profil responden berdasarkan umur
Tabel 8: Karakteristik Responden berdasarkan Umur
Umur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 20-30 15 30,0 30,0 30,0
31-50 29 58,0 58,0 88,0
>50 6 12,0 12,0 100,0
Total 50 100,0 100,0
Berdasarkan tabel output profil responden berdasarkan umur di atas dapat dilihat bahwa kelompok usia yang paling banyak dalam penelitian ini adalah usia 31 sampai 50 tahun yaitu 29 orang (58%). Sedangkan jumlah responden yang ada pada kelompok usia 20 sampai 30 tahun yaitu 15 orang (30%). Sedangkan jumlah responden yang ada pada kelompok usia lebih dari 50 tahun yaitu 6 orang (12%).
Uji Normalitas
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji normalitas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak.
Tabel 9: Tabel Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 50
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 1,62009422
Most Extreme Differences Absolute ,109
Positive ,109
Negative -,100
Kolmogorov-Smirnov Z ,767
19
Berdasarkan hasil output uji normalitas di atas, diketahui bahwa nilai signifikasi Asiymp.Sig (2-tailed) adalah 0,598 lebih besar dari nilai alpa yaitu 0,05, maka sesuai dengn dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.
Uji Multikolinieritas
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji multikolinieritas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data yang diperoleh terjadi multikolinieritas atau tidak, yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.
Tabel 10: Tabel Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) Kompetensi Kepuasan Kerja
8,535 2,452 3,481 ,001
,235 ,077 ,419 3,069 ,004 ,881 1,136
,053 ,059 ,124 ,908 ,369 ,881 1,136
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Berdasarkan tabel output “Coefficients” pada bagian “Collinierity Statistics” diketahui nilai Tolerence untuk variabel kompetensi (X1) dan kepuasan kerja (X2) adalah 0,881 lebih besar dari 0,10. Sementara itu, nilai VIF untuk variabel kompetensi (X1) dan kepuasan kerja (X2) adalah 1,136 < 10,0. Maka mengacu pada dasar pengambilan keputusan dalam uji Multikolinieritas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinieritas dalam model regresi.
Asymp. Sig. (2-tailed) ,598
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data
20 Uji Heterokedasitas
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji heterokedasitas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data yang diperoleh terjadi heterokedasitas atau tidak, yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.
Tabel 11: Tabel Uji heteroskedasitas
Berdasarkan output uji heteroskedastisitas di atas, dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel Kompetensi (X1) adalah 0,800. Sementara itu nilai signifikansi untuk variabel (X2) adalah 0,414. Karena nilai signifikansi kedua variabel tersebut lebih besar dari 0,05 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji glejser, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedasitas.
Uji Linieritas
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji linieritas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Tabel 12: Tabel Uji Linieritas X1
Linieritas X1
Sum of Df Mean F Sig.
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 2,522 1,420 1,777 ,082
Kompetensi -,011 ,044 -,039 -,255 ,800 ,881 1,136
Kepuasan Kerja
-,028 ,034 -,127 -,824 ,414 ,881 1,136
a. Dependent Variable: Abs_Res
21
Squares Square
Kinerja * Kompetensi
Between Groups
(Combined) 72,118 10 7,212 2,983 ,007
Linearity 35,555 1 35,555 14,704 ,000
Deviation from
Linearity 36,563 9 4,063 1,680 ,127
Within Groups 94,302 39 2,418
Total 166,420 49
Berdasarkan output uji linieritas X1 di atas, diketahui bahwan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,127 > 0,05, maka terdapat hubungan antara variabel kinerja dan variabel kompetensi.
Tabel 13: Tabel Uji Linieritas X2
Berdasarkan output uji linieritas X2 di atas, diketahui bahwan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,703 > 0,05, maka terdapat hubungan antara variabel kinerja dan variabel kepuasan kerja.
Uji Autokorelasi
Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji autokorelasi terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk mengetahui apakah terjadi autokorelasi atau tidak.
Tabel 14: Tabel Uji Autokorelasi
Runs Test ANOVA Table
Sum of
Squares df Mean
Square F Sig.
Kinerja * Kepuasan
Kerja
Between Groups
(Combined) 51,891 16 3,243 ,934 ,542
Linearity 12,034 1 12,034 3,467 ,072
Deviation
from Linearity 39,858 15 2,657 ,766 ,703
Within Groups 114,529 33 3,471
Total 166,420 49
22
Unstandardized Residual
Test Valuea -,32498
Cases < Test Value 25
Cases >= Test Value 25
Total Cases 50
Number of Runs 32
Z 1,715
Asymp. Sig. (2-tailed) ,086
a. Median
Berdasarkan output uji Run Test di atas, diketahui nilai Asymp.Sig (2- tailed) sebesar 0,086 lebih besar dari alpha 0,05, artinya tidak terdapat gejala autokorelasi.
Analisis Deskriptif kategorisasi jawaban responden
Tabel 15: Kategori Perhitungan berdasarkan skala likert
Kategori Rata-Rata
Tinggi 3,8 - 5,0
Sedang 2,4 – 3,7
Rendah 1,0 – 2,3
23
Tabel di atas merupakan nilai acuan yang digunakan sebagai tolak ukur tingkat jawaban responden terhadap indikator yang ditanyakan dalam penelitian ini. Dapat dipahami nilai 1,0 – 2,3 merupakan kategori yang rendah, sedangkan nilai 2,4 – 3,7 merupakan kategori yang sedang, kemudian nilai 3,8 – 5,0 termasuk dalam kategori tinggi, nilai tersebut diperoleh berdasarkan nilai skor dari skala likert tertinggi yaitu lima yang dibagi tiga yang merupakan kategori dari jawaban.
Tabel 16: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kinerja Karyawan
Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kinerja, secara umum variabel kinerja masuk dalam kategori tinggi, dengan rata-rata jawaban responden 4,35 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima).
Tabel 17: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kompetensi
NO PERTANYAAN Rata–
Rata
Kategor i
1. Saya menyelesaikan pekerjaan
dengan cepat dan sesuai 4,46 Tinggi 2. Saya menyeleaikan pekerjaan sesuai
SOP yang telah ditentukan. 4,36 Tinggi 3. Saya selalu bekerja dengan teliti,
sehingga menghasilkan pekerjaan yang maksimal.
4,36 Tinggi 4. Saya selalu bekerja sesuai dengan
hari/jam kerja yang telah ditentukan 4,22 Tinggi
Jumlah 17,4
Rata-Rata 4,35 Tinggi
24
NO. PERTANYAAN Rata-
rata
Kategor i 1. Saya mengetahui dan memahami
bagian-bagian stakeholder dan proses bisnis yang ada di dalam perusahaan
4,06 Tinggi
2. Saya memahami prosedur kerja saat melaksanakan pekerjaan
4,48 Tinggi
3. Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan benar
4,42 Tinggi
4. Saya mampu menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.
4,32 Tinggi
5. Saya selalu berperilaku sopan dalam melakukan pekerjaan
4,52 Tinggi
6. Saya selalu bersikap hormat terhadap atasan saya
4,62 Tinggi 7. Saya selalu taat pada aturan
perusahaan
4,52 Tinggi
Jumlah 30,94
Rata-Rata 4,42 Tinggi
Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kompetensi, secara umum variabel kompetnsi masuk dalam kategori tinggi, dengan rata-rata jawaban responden 4,42 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima)
Tabel 18: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kepuasan Kerja
NO. PERTANYAAN Skor Rata-
rata
Kategori
1. Saya senang dengan pekerjaan yang menarik dan menantang
228 4,56 Tinggi 2. Saya senang dengan pekerjaan saat
ini karena sesuai dengan kemampuan 216 4,32 Tinggi
25 saya
3. Saya merasa perusahaan sudah memberikan gaji karyawan sesuai dengan standart dan aturan yang berlaku.
177 3,54 Sedang
4. Saya menerima gaji yang cukup dan sesuai dengan pekerjaan yang saya
lakukan 178 3,56 Sedang
5. Saya senang dalam standart kenaikan jabatan yang digunakan dalam
perusahaan 170 3,40 Sedang
6. Saya senang dengan tingkat
kemajuan karier karyawan 183 3,66 Sedang 7. Saya senang dengan sikap yang
ditunjukan atasan 192 3,84 Tinggi
8. Saya senang dengan sikap rekan
kerja yang memiliki motivasi tinggi 218 4,36 Tinggi
Jumlah 1.562 31,24
Rata-Rata 195,25 3,90 Tinggi
Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kepuasan kerja, secara umum variabel kepuasan kerja masuk dalam kategori tinggi, dengan rata- rata jawaban responden 3,90 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima).
Uji Hipotesis
Pengaruh kompetensi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Dasar pengambilan keputusan
a Uji t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial (sendiri) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel (Y), dengan rumus t tabel
26
= t (α/2 ; n-k-1), jika nilai sig < 0,05, atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y, tetapi jika jika nilai sig > 0,05, atau t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
t = 0,025 ; 50) = 2,011
Tabel 19: Tabel Uji Regresi Linier Berganda (Parsial)
Pengujian H1 pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y dengan uji t Diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,004 <
0,05 dan nilai t hitung 3,069 > 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pengujian H2 pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y dengan uji t Diketahui nilai sig untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,369 >
0,05 dan nilai t hitung 0,908 < 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa keepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
b Uji F bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peengaruh simultan (bersama-sama) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardiz ed Coefficient
s
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 8,535 2,452 3,481 ,001
Kompetensi ,235 ,077 ,419 3,069 ,004
Kepuasan Kerja
,053 ,059 ,124 ,908 ,369
a. Dependent Variable: Kinerja
27
(Y), dengan rumus F tabel = F (k ; n-k), jika nilai sig < 0,05 atau F hitung > F tabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y, tetapi jika nilai sig > 0,05 atau F hitung < F tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y
F (2 ; 48) = 3,19
Tabel 20: Uji Regresi Linier Berganda (Simultan)
ANOVAa
Model Sum of
Squares
Df Mean
Square
F Sig.
1 Regression 37,809 2 18,905 6,909 ,002b
Residual 128,611 47 2,736
Total 166,420 49
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Kepuasan Kerja, Kompetensi
Pengujian Hipotesis ketiga (simultan)
Berdasarkan output uji regresi linier berganda pada tabel ANOVA di atas diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai F hitung 6,909 > 3,19, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti kompetensi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pembahasan
Penelitian ini menguji hubungan 3 variabel yaitu variabel kinerja, kompetensi, dan kepuasan kerja. Kinerja merupakan suatu macam pencapaian dari sebuah hasil pelaksanaan tugas. Kinerja karyawan merupakan hasil refleksi dari karyawan untuk memenuhi keperluan pekerjaan (Simanjuntak, 2005). Sementara itu menurut Mathis dan Jackson (2006), kinerja merupakan apa yang ingin dilakukan dan tidak ingin dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan adalah suatu pengaruh yang diberikan oleh karyawan berupa kontribusi terhadap
28
organisasi antara lain mencakup: kuantitas, kualitas, jangka waktu, kehadiran di tempat kerja, sikap kooperatif karyawan. Untuk mengukur kinerja terdapat beberapa indikator, antara lain: 1) kecepatan menyelesaikan tugas, 2) menyelesaikan tugas sesuai dengan SOP, 3) Ketepatan dalam melaksanakan tugas, 4) kehadiran saat bekerja. Berdasarkan analisis deskriptif variabel kinerja, nilai mean yang dihasilkan sebesar 4,35 (dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata-rata responden setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kinerja.
Kemudian variabel kedua adalah kompetensi, kompetensi merupakan kemampuan yang dimiliki setiap individu untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan tepat dan memiliki keunggulan yang menyangkut pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) (Edison, Anwar, dan Komariyah, 2016). Sedangkan Menurut Palan (2007) kompetensi dikenal sebagai bentuk kecakapan yang merujuk pada keadaan atau kualitas yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Untuk mngukur kompetensi terdapat beberapa indikator, antara lain: 1) Pengetahuan organisasi, 2) Pemahaman prosedur tugas, 3) Kemampuan melakukan tugas, 4) Sikap dalam menjalankan tugas, 5) Taat peraturan. Berdasarkan analisis variabel kompetensi, nilai mean yang dihasilkan sebesar 4,42 (dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata-rata responden merasa setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kompetensi.
Kemudian variabel ketiga adalah variabel kepuasan kerja, kepuasan kerja merupakan suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang sebagai perbedaan antara banyaknya ganjaran yang diterima pekerja dengan banyaknya ganjaran yang diyakini seharusnya diterima (Robbins, 2013). Sementara itu menurut Wibowo (2007) kepuasan kerja adalah sikap umum individu terhadap pekerjannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pekerjaannya akan menunjukan kepuasannya terhadap organisasi atau perusahaan, sebaliknya jika seseorang tidak menunjukan ketidakpuasan terhadap pekerjaannya maka akan berdampak negatif terhadap organisasi atau perusahaan. Berdasarkan analisis variabel kepuasan kerja, nilai mean yang dihasilkan sebesar 3,90(dalam
29
skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata- rata responden merasa setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kepuasan kerja.
Pengaruh secara parsial antara Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Untuk menguji pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan, peneliti merumuskan dua hipotesis sebagai berikut, Ho1: kompetensi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Ha1 : kompetensi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis linier berganda dengan uji t diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,004 < 0,05 dan nilai t hitung 3,069 > 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, artinya kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Pangansari Utama, artinya semakin tinggi kompetensi yang dimiliki maka semakin baik juga kinerja yang akan dihasilkan, hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tsani (2013) dan Supriyanto (2015) yang menyatakan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun hasil ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto dan Kartika (2014) dan Riyanda (2017) yang menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Karena kompetensi dan kinerja karyawan memiliki pengaruh antar kedua variabel maka perlu adanya perhatian terhadap kompetensi karyawan sehingga dapat menjadi alasan yang kuat untuk memperhatikan kinerja karyawan sehingga efektifitas dalam bekerja dapat terus meningkat.
Pengaruh secara parsial antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti merumuskan dua hipotesis sebagai berikut, Ho2: kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Ha2: kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis linier berganda dengan uji t diketahui nilai sig untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,369 >
0,05 dan nilai t hitung 0,908 < 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa
30
kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa Ho2 diterima dan Ha2 ditolak, artinya kepuasan kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Pangansari Utama. Artinya semakin tinggi atau rendahnya kepuasan kerja yang dirasakan tidak akan mempengaruhi kinerja karyawan tersebut dikarenakan karyawan tidak memprioritaskan promosi, gaji, tantangan pekerjaan dan rekan kerja yang profesional dalam kemajuan kinerja mereka, hal ini menunjukan apabila terjadi penurunan kinerja maka bukan disebabkan karena kepuasan kerjanya terganggu. Hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur (2013) dan Sulianti (2009) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun hasil ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hanifah (2016) dan Karnia dan Didiek (2018) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Secara Simultan Antara Kompetesi dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Karyawan
Berdasarkan output uji regresi linier berganda pada tabel ANOVA di atas diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai F hitung 6,909 > 3,19, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti kompetensi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.