• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 2: Uji Reliabilitas X1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tabel 2: Uji Reliabilitas X1"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

15 Hasil Penelitian dan Pembahasan

Uji Validitas dan reliabel

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan analisis uji validitas dan realibilitas terhadap item – item pertanyaan dalam kuesioner, khususnya item pertanyaan variabel kinerja, variabel kompetensi dan variabel kepuasan kerja yang pengukurannya menggunakan skala likert. Dari hasil uji validitas, semua item pertanyaan dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas tiga variabel menunjukan alpha cronbach sebesar 0,848, 0,740, dan 0,575 yang berarti sangat reliabel

Tabel 1: Uji Validitas X1

Tabel 2: Uji Reliabilitas X1

RELIABEL, Karena besar R alpha 0,848 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.

Variabel kompetensi

Nilai R.

Hitung Nilai R. Tabel 5%

(50) Nilai sig Keputusan

X1.1 0,324 0,279 0,022 VALID

X1.2 0,758 0,279 0 VALID

X1.3 0,78 0,279 0 VALID

X1.4 0,835 0,279 0 VALID

X1.5 0,821 0,279 0 VALID

X1.6 0,791 0,279 0 VALID

X1.7 0,812 0,279 0 VALID

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,848 7

(2)

16

Tabel 3: Uji Validitas X2

Tabel 4: Uji Reliabel X2

RELIABEL, Karena besar R alpha 0,740 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.

Tabel 5: Uji Validitas Kinerja Variabel

kepuasan kerja

Nilai R.

Hitung Nilai R. Tabel 5%

(50) Nilai sig Keputusan

X2.1 0,331 0,279 0,019 VALID

X2.2 0,348 0,279 0,013 VALID

X2.3 0,768 0,279 0 VALID

X2.4 0,805 0,279 0 VALID

X2.5 0,804 0,279 0 VALID

X2.6 0,715 0,279 0 VALID

X2.7 0,437 0,279 0,002 VALID

X2.8 0,343 0,279 0,015 VALID

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,740 8

Variabel Kinerja

Nilai R.

Hitung Nilai R. Tabel 5%

(50) Nilai sig Keputusan

Y.1 0,805 0,279 0 VALID

Y.2 0,624 0,279 0 VALID

Y.3 0,663 0,279 0 VALID

(3)

17

Tabel 6: Uji Reliabilitas Kinerja

RELIABEL, Karena besar R alpha 0,575 nilainya lebih besar dari r tabel nilainya 0,279.

Analisis Deskriptif Karakteristik Profil Responden Profil responden berdasarkan jenis kelamin

Dalam penelitian ini menggunakan 50 jumlah responden dalam pengambilan sample, tiap responden memiliki karakteristik yang berbeda, dalam hal ini peneliti mengklasifikasikan karakteristik responden menjadi dua bagian yaitu karaketristik berdasarkan jenis kelamin dan umur, yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 7: Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis_kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Pria 29 58,0 58,0 58,0

Wanita 21 42,0 42,0 100,0

Total 50 100,0 100,0

Berdasarkan tabel output profil responden berdasarkan jenis kelamin di atas, diketahui jumlah responden berjenis kelamin pria sebanyak 29 orang dengan persentase sebesar 58% dari jumlah responden, sedangkan jumlah responden berjenis kelamin wanita sebanyak 21 orang deengan persentase 42% dari hasil tersebut menyimpulkan bahwa jumlah responden pria lebih banyak daripada responden wanita.

Y.4 0,669 0,279 0 VALID

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,575 4

(4)

18 Profil responden berdasarkan umur

Tabel 8: Karakteristik Responden berdasarkan Umur

Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 20-30 15 30,0 30,0 30,0

31-50 29 58,0 58,0 88,0

>50 6 12,0 12,0 100,0

Total 50 100,0 100,0

Berdasarkan tabel output profil responden berdasarkan umur di atas dapat dilihat bahwa kelompok usia yang paling banyak dalam penelitian ini adalah usia 31 sampai 50 tahun yaitu 29 orang (58%). Sedangkan jumlah responden yang ada pada kelompok usia 20 sampai 30 tahun yaitu 15 orang (30%). Sedangkan jumlah responden yang ada pada kelompok usia lebih dari 50 tahun yaitu 6 orang (12%).

Uji Normalitas

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji normalitas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak.

Tabel 9: Tabel Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 50

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation 1,62009422

Most Extreme Differences Absolute ,109

Positive ,109

Negative -,100

Kolmogorov-Smirnov Z ,767

(5)

19

Berdasarkan hasil output uji normalitas di atas, diketahui bahwa nilai signifikasi Asiymp.Sig (2-tailed) adalah 0,598 lebih besar dari nilai alpa yaitu 0,05, maka sesuai dengn dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

Uji Multikolinieritas

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji multikolinieritas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data yang diperoleh terjadi multikolinieritas atau tidak, yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

Tabel 10: Tabel Uji Multikolinieritas

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) Kompetensi Kepuasan Kerja

8,535 2,452 3,481 ,001

,235 ,077 ,419 3,069 ,004 ,881 1,136

,053 ,059 ,124 ,908 ,369 ,881 1,136

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel output “Coefficients” pada bagian “Collinierity Statistics” diketahui nilai Tolerence untuk variabel kompetensi (X1) dan kepuasan kerja (X2) adalah 0,881 lebih besar dari 0,10. Sementara itu, nilai VIF untuk variabel kompetensi (X1) dan kepuasan kerja (X2) adalah 1,136 < 10,0. Maka mengacu pada dasar pengambilan keputusan dalam uji Multikolinieritas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinieritas dalam model regresi.

Asymp. Sig. (2-tailed) ,598

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data

(6)

20 Uji Heterokedasitas

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji heterokedasitas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk melihat apakah data yang diperoleh terjadi heterokedasitas atau tidak, yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

Tabel 11: Tabel Uji heteroskedasitas

Berdasarkan output uji heteroskedastisitas di atas, dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel Kompetensi (X1) adalah 0,800. Sementara itu nilai signifikansi untuk variabel (X2) adalah 0,414. Karena nilai signifikansi kedua variabel tersebut lebih besar dari 0,05 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji glejser, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedasitas.

Uji Linieritas

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji linieritas terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Tabel 12: Tabel Uji Linieritas X1

Linieritas X1

Sum of Df Mean F Sig.

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2,522 1,420 1,777 ,082

Kompetensi -,011 ,044 -,039 -,255 ,800 ,881 1,136

Kepuasan Kerja

-,028 ,034 -,127 -,824 ,414 ,881 1,136

a. Dependent Variable: Abs_Res

(7)

21

Squares Square

Kinerja * Kompetensi

Between Groups

(Combined) 72,118 10 7,212 2,983 ,007

Linearity 35,555 1 35,555 14,704 ,000

Deviation from

Linearity 36,563 9 4,063 1,680 ,127

Within Groups 94,302 39 2,418

Total 166,420 49

Berdasarkan output uji linieritas X1 di atas, diketahui bahwan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,127 > 0,05, maka terdapat hubungan antara variabel kinerja dan variabel kompetensi.

Tabel 13: Tabel Uji Linieritas X2

Berdasarkan output uji linieritas X2 di atas, diketahui bahwan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,703 > 0,05, maka terdapat hubungan antara variabel kinerja dan variabel kepuasan kerja.

Uji Autokorelasi

Sebelum melakukan pengolahan data, diperlukan adanya uji autokorelasi terhadap data yang diperoleh dari responden, untuk mengetahui apakah terjadi autokorelasi atau tidak.

Tabel 14: Tabel Uji Autokorelasi

Runs Test ANOVA Table

Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

Kinerja * Kepuasan

Kerja

Between Groups

(Combined) 51,891 16 3,243 ,934 ,542

Linearity 12,034 1 12,034 3,467 ,072

Deviation

from Linearity 39,858 15 2,657 ,766 ,703

Within Groups 114,529 33 3,471

Total 166,420 49

(8)

22

Unstandardized Residual

Test Valuea -,32498

Cases < Test Value 25

Cases >= Test Value 25

Total Cases 50

Number of Runs 32

Z 1,715

Asymp. Sig. (2-tailed) ,086

a. Median

Berdasarkan output uji Run Test di atas, diketahui nilai Asymp.Sig (2- tailed) sebesar 0,086 lebih besar dari alpha 0,05, artinya tidak terdapat gejala autokorelasi.

 Analisis Deskriptif kategorisasi jawaban responden

Tabel 15: Kategori Perhitungan berdasarkan skala likert

Kategori Rata-Rata

Tinggi 3,8 - 5,0

Sedang 2,4 – 3,7

Rendah 1,0 – 2,3

(9)

23

Tabel di atas merupakan nilai acuan yang digunakan sebagai tolak ukur tingkat jawaban responden terhadap indikator yang ditanyakan dalam penelitian ini. Dapat dipahami nilai 1,0 – 2,3 merupakan kategori yang rendah, sedangkan nilai 2,4 – 3,7 merupakan kategori yang sedang, kemudian nilai 3,8 – 5,0 termasuk dalam kategori tinggi, nilai tersebut diperoleh berdasarkan nilai skor dari skala likert tertinggi yaitu lima yang dibagi tiga yang merupakan kategori dari jawaban.

Tabel 16: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kinerja, secara umum variabel kinerja masuk dalam kategori tinggi, dengan rata-rata jawaban responden 4,35 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima).

Tabel 17: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kompetensi

NO PERTANYAAN Rata–

Rata

Kategor i

1. Saya menyelesaikan pekerjaan

dengan cepat dan sesuai 4,46 Tinggi 2. Saya menyeleaikan pekerjaan sesuai

SOP yang telah ditentukan. 4,36 Tinggi 3. Saya selalu bekerja dengan teliti,

sehingga menghasilkan pekerjaan yang maksimal.

4,36 Tinggi 4. Saya selalu bekerja sesuai dengan

hari/jam kerja yang telah ditentukan 4,22 Tinggi

Jumlah 17,4

Rata-Rata 4,35 Tinggi

(10)

24

NO. PERTANYAAN Rata-

rata

Kategor i 1. Saya mengetahui dan memahami

bagian-bagian stakeholder dan proses bisnis yang ada di dalam perusahaan

4,06 Tinggi

2. Saya memahami prosedur kerja saat melaksanakan pekerjaan

4,48 Tinggi

3. Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan benar

4,42 Tinggi

4. Saya mampu menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.

4,32 Tinggi

5. Saya selalu berperilaku sopan dalam melakukan pekerjaan

4,52 Tinggi

6. Saya selalu bersikap hormat terhadap atasan saya

4,62 Tinggi 7. Saya selalu taat pada aturan

perusahaan

4,52 Tinggi

Jumlah 30,94

Rata-Rata 4,42 Tinggi

Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kompetensi, secara umum variabel kompetnsi masuk dalam kategori tinggi, dengan rata-rata jawaban responden 4,42 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima)

Tabel 18: Tanggapan Responden Terhadap Pertanyaan Kepuasan Kerja

NO. PERTANYAAN Skor Rata-

rata

Kategori

1. Saya senang dengan pekerjaan yang menarik dan menantang

228 4,56 Tinggi 2. Saya senang dengan pekerjaan saat

ini karena sesuai dengan kemampuan 216 4,32 Tinggi

(11)

25 saya

3. Saya merasa perusahaan sudah memberikan gaji karyawan sesuai dengan standart dan aturan yang berlaku.

177 3,54 Sedang

4. Saya menerima gaji yang cukup dan sesuai dengan pekerjaan yang saya

lakukan 178 3,56 Sedang

5. Saya senang dalam standart kenaikan jabatan yang digunakan dalam

perusahaan 170 3,40 Sedang

6. Saya senang dengan tingkat

kemajuan karier karyawan 183 3,66 Sedang 7. Saya senang dengan sikap yang

ditunjukan atasan 192 3,84 Tinggi

8. Saya senang dengan sikap rekan

kerja yang memiliki motivasi tinggi 218 4,36 Tinggi

Jumlah 1.562 31,24

Rata-Rata 195,25 3,90 Tinggi

Berdasarkan tabel tanggapan responden terhadap pertanyaan kepuasan kerja, secara umum variabel kepuasan kerja masuk dalam kategori tinggi, dengan rata- rata jawaban responden 3,90 (Dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima).

Uji Hipotesis

Pengaruh kompetensi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Dasar pengambilan keputusan

a Uji t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial (sendiri) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel (Y), dengan rumus t tabel

(12)

26

= t (α/2 ; n-k-1), jika nilai sig < 0,05, atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y, tetapi jika jika nilai sig > 0,05, atau t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

t = 0,025 ; 50) = 2,011

Tabel 19: Tabel Uji Regresi Linier Berganda (Parsial)

 Pengujian H1 pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y dengan uji t Diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,004 <

0,05 dan nilai t hitung 3,069 > 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

 Pengujian H2 pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y dengan uji t Diketahui nilai sig untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,369 >

0,05 dan nilai t hitung 0,908 < 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa keepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b Uji F bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peengaruh simultan (bersama-sama) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardiz ed Coefficient

s

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 8,535 2,452 3,481 ,001

Kompetensi ,235 ,077 ,419 3,069 ,004

Kepuasan Kerja

,053 ,059 ,124 ,908 ,369

a. Dependent Variable: Kinerja

(13)

27

(Y), dengan rumus F tabel = F (k ; n-k), jika nilai sig < 0,05 atau F hitung > F tabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y, tetapi jika nilai sig > 0,05 atau F hitung < F tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y

F (2 ; 48) = 3,19

Tabel 20: Uji Regresi Linier Berganda (Simultan)

ANOVAa

Model Sum of

Squares

Df Mean

Square

F Sig.

1 Regression 37,809 2 18,905 6,909 ,002b

Residual 128,611 47 2,736

Total 166,420 49

a. Dependent Variable: Kinerja

b. Predictors: (Constant), Kepuasan Kerja, Kompetensi

 Pengujian Hipotesis ketiga (simultan)

Berdasarkan output uji regresi linier berganda pada tabel ANOVA di atas diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai F hitung 6,909 > 3,19, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti kompetensi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Pembahasan

Penelitian ini menguji hubungan 3 variabel yaitu variabel kinerja, kompetensi, dan kepuasan kerja. Kinerja merupakan suatu macam pencapaian dari sebuah hasil pelaksanaan tugas. Kinerja karyawan merupakan hasil refleksi dari karyawan untuk memenuhi keperluan pekerjaan (Simanjuntak, 2005). Sementara itu menurut Mathis dan Jackson (2006), kinerja merupakan apa yang ingin dilakukan dan tidak ingin dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan adalah suatu pengaruh yang diberikan oleh karyawan berupa kontribusi terhadap

(14)

28

organisasi antara lain mencakup: kuantitas, kualitas, jangka waktu, kehadiran di tempat kerja, sikap kooperatif karyawan. Untuk mengukur kinerja terdapat beberapa indikator, antara lain: 1) kecepatan menyelesaikan tugas, 2) menyelesaikan tugas sesuai dengan SOP, 3) Ketepatan dalam melaksanakan tugas, 4) kehadiran saat bekerja. Berdasarkan analisis deskriptif variabel kinerja, nilai mean yang dihasilkan sebesar 4,35 (dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata-rata responden setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kinerja.

Kemudian variabel kedua adalah kompetensi, kompetensi merupakan kemampuan yang dimiliki setiap individu untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan tepat dan memiliki keunggulan yang menyangkut pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) (Edison, Anwar, dan Komariyah, 2016). Sedangkan Menurut Palan (2007) kompetensi dikenal sebagai bentuk kecakapan yang merujuk pada keadaan atau kualitas yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Untuk mngukur kompetensi terdapat beberapa indikator, antara lain: 1) Pengetahuan organisasi, 2) Pemahaman prosedur tugas, 3) Kemampuan melakukan tugas, 4) Sikap dalam menjalankan tugas, 5) Taat peraturan. Berdasarkan analisis variabel kompetensi, nilai mean yang dihasilkan sebesar 4,42 (dalam skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata-rata responden merasa setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kompetensi.

Kemudian variabel ketiga adalah variabel kepuasan kerja, kepuasan kerja merupakan suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang sebagai perbedaan antara banyaknya ganjaran yang diterima pekerja dengan banyaknya ganjaran yang diyakini seharusnya diterima (Robbins, 2013). Sementara itu menurut Wibowo (2007) kepuasan kerja adalah sikap umum individu terhadap pekerjannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pekerjaannya akan menunjukan kepuasannya terhadap organisasi atau perusahaan, sebaliknya jika seseorang tidak menunjukan ketidakpuasan terhadap pekerjaannya maka akan berdampak negatif terhadap organisasi atau perusahaan. Berdasarkan analisis variabel kepuasan kerja, nilai mean yang dihasilkan sebesar 3,90(dalam

(15)

29

skala terendah satu dan skala tertinggi lima) termasuk kategori tinggi, artinya rata- rata responden merasa setuju dalam menanggapi pernyataan tentang indikator kepuasan kerja.

 Pengaruh secara parsial antara Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Untuk menguji pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan, peneliti merumuskan dua hipotesis sebagai berikut, Ho1: kompetensi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Ha1 : kompetensi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis linier berganda dengan uji t diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,004 < 0,05 dan nilai t hitung 3,069 > 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, artinya kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Pangansari Utama, artinya semakin tinggi kompetensi yang dimiliki maka semakin baik juga kinerja yang akan dihasilkan, hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tsani (2013) dan Supriyanto (2015) yang menyatakan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun hasil ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto dan Kartika (2014) dan Riyanda (2017) yang menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Karena kompetensi dan kinerja karyawan memiliki pengaruh antar kedua variabel maka perlu adanya perhatian terhadap kompetensi karyawan sehingga dapat menjadi alasan yang kuat untuk memperhatikan kinerja karyawan sehingga efektifitas dalam bekerja dapat terus meningkat.

 Pengaruh secara parsial antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti merumuskan dua hipotesis sebagai berikut, Ho2: kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Ha2: kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis linier berganda dengan uji t diketahui nilai sig untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,369 >

0,05 dan nilai t hitung 0,908 < 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa

(16)

30

kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa Ho2 diterima dan Ha2 ditolak, artinya kepuasan kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Pangansari Utama. Artinya semakin tinggi atau rendahnya kepuasan kerja yang dirasakan tidak akan mempengaruhi kinerja karyawan tersebut dikarenakan karyawan tidak memprioritaskan promosi, gaji, tantangan pekerjaan dan rekan kerja yang profesional dalam kemajuan kinerja mereka, hal ini menunjukan apabila terjadi penurunan kinerja maka bukan disebabkan karena kepuasan kerjanya terganggu. Hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur (2013) dan Sulianti (2009) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun hasil ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hanifah (2016) dan Karnia dan Didiek (2018) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

 Pengaruh Secara Simultan Antara Kompetesi dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Karyawan

Berdasarkan output uji regresi linier berganda pada tabel ANOVA di atas diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai F hitung 6,909 > 3,19, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti kompetensi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Referensi

Dokumen terkait

• Peserta didik menulis model/kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang sederhana dan berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang benda,

Setelah instalasi berhasil dirakit, selanjutnya perlu melakukan penyetelan alat dan tes kebocoran. Mula–mula dilaku- kan pemvakuman untuk memastikan tidak adanya udara di

masukkan sos ikan, garam, gula pasir dan belacan masukkan sos ikan, garam, gula pasir dan belacan , , gaulkan hingga bercampur rata gaulkan hingga bercampur rata... bawang besar

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Pertama, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah di BMT Matra Pekalongan

Perbedaan yang terjadi pada penelitian ini disebabkan oleh air yang di aliran sungai tersebut masih ada beberapa sampah yang menghalangi botol melaju dengan lancar,

Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda pada hasil uji t dapat diketahui bahwa nilai t hitung pada variabel independen pengaruh Budaya Kerja sebesar

Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 3 menunjukkan bahwa t hitung kualitas pelayanan (X1) sebesar 2,787, nilai t tabel sebesar 1,984 sehingga hasil yang didapatkan t

Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,962 dengan probabilitas (Sig.) sebesar 0,004. Dari hasil perbandingan terlihat bahwa nilai t hitung