• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARI RAYA NATAL. Sabtu. Warna Liturgi: Putih. Bacaan Ekaristi Siang: 2021 DES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HARI RAYA NATAL. Sabtu. Warna Liturgi: Putih. Bacaan Ekaristi Siang: 2021 DES"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Saran Nyanyian: Pembuka: PS 451, MB 330, Kyrie: PS 353 Gloria: PS 354, Persembahan: PS 380, MB 352 ; Sanctus: PS 393, Agnus Dei: PS 414, Komuni: PS 453,454,456 MB 290, Madah Syukur: PS 476, Penutup: PS 457, MB 339.

• ANTIFON PEMBUKA

Seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera dianugerahkan kepada kita. Lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya dan Ia disebut Penasihat Ajaib.

• PENGANTAR

Selamat Natal. Pada Hari Raya Natal ini, kita merasa satu keluarga besar. Kita bergembira merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Anak-anak, remaja dan orangtua mengaturkan sembah sujud di hadapan bayi Yesus yang dijaga dengan penuh kasih oleh Ibu Maria dan Bapa Yusuf. Seluruh alam pun memuji dengan sorak, “Gloria in excelcis Deo.”

• DOA KOLEKTA

Ya Allah, secara mengagumkan Engkau menciptakan manusia dengan martabat yang luhur, dan secara lebih mengagumkan lagi Engkau membaruinya. Kami mohon perkenankanlah kami ikut serta dalam keilahian Kristus yang sudah berkenan menjadi manusia seperti kami.

Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

• BACAAN PERTAMA (Yes. 52:7-10)

“Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.”

Bacaan dari Kitab Yesaya:

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; Yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, “Allahmu meraja!”

Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersorak- sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; Maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Sabtu

2021

HARI RAYA NATAL

Warna Liturgi: Putih

25

Bacaan Ekaristi Siang:

Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6;

Yoh. 1:1-18 (panjang) atau Yoh. 1:1-5.9-14 (singkat).

OFISI: Pembuka: 60, 327 Madah: 48 Antifon & Mazmur: 64, 390 Bacaan Singkat:

64 Lagu Singkat: 65 Antifon & Kidung Zakharia: 65, 333 Doa Permohonan: 65 Doa Penutup: 65.

DES

(2)

• MAZMUR TANGGAPAN

.

MAZMUR 98: 1.2-3ab.3cd-4.5-6;R:3c Do = C; 4/4 Refren 008 (PS 807)

1 l 5 3 1 5 l 6 . 5 5 5 l 6 7 1 7 7 l 6 . 5 Se - ga- la u- jung bu - mi t’lah me - li - hat ke- se-la - mat - an 6 7 l 1 . 5 . l 6 5 4 3 l 2 . 1 ll

yang da - tang da- ri Al - lah ki - ta.

Mazmur: oleh Pemazmur

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘

1. Nya- nyi-kan-lah lagu baru bagi Tu - han, 6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l

se-bab I- a telah melakukan karya-karya yang a- ja- ib;

1 1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ ke-se- la-mat- an telah dikerjakan oleh tangan ka- nan- Nya, 6 . . . 4 3 2 1 ll oleh lengan- Nya yang ku - dus.

1 3 4 5 . . . 5 2. Tu- han te - lah memperkenalkan keselamatan

5 . . . 6 5 ‘ yang datang dari pa- da - Nya ,

6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l I- a te-lah menyatakan keadilan-Nya di hadapan pa- ra bang-sa.

1 1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ I - a i- ngat akan kasih dan kesetia- an - Nya, 6 . . . 4 3 2 1 ll

terhadap ka-um I- sra - el.

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ 3. Se- ga- la ujung bumi telah melihat kesela - mat - an, 6 71 5 . . . 3 4 5 5 l

yang da- tang dari Al- lah ki- ta;

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ Ber-so- rak- sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bu- mi, 6 . . . 4 3 2 1 ll

bergembiralah dan bermaz-mur-lah!

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ 4. Bermazmur-lah bagi Tuhan dengan ke - ca - pi, 6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l

dengan ke- capi dan la- gu mer- du;

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ dengan na-firi dan sangkakala yang nya- ring, 6 . . . 4 3 2 1 ll bersorak-sorailah di hadapan Raja, yak- ni Tu- han!

ALLELUYA 951 Do = F; 2/2 1 3 4 l 5 . 4 5 l 6 . 5 . l 3 4 3 2 l 1 ll Al - le - lu - ya, al - le - lu - ya, al - le - lu - ya.

Ayat: oleh solis

5 . . . 5 ‘ Fajar suci menyinari kita,

5 . . . 4 32 3 l marilah menyembah Tuhan, hai semu- a bang - sa, 3 . . . 43 2 ll sebab cahaya gemilang telah turun ke du - nia.

(---> Alleluya... )

.

. .

.

.

.

.

(3)

• BACAAN KEDUA (Ibr. 1:1-6)

“Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.”

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:

Saudara-saudara, pada zaman dulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini, Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan- Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta, Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi.

Ia jauh lebih tinggi dari pada para malaikat sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Karena kepada siapakah di antara para malaikat itu Allah pernah berkata,

“Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan” Ataupun:

“Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku.” Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

• BAIT PENGANTAR INJIL

• BACAAN INJIL (Yoh. 1:1-18) - singkat (Yoh. 1:1-5.9-14)

“Firman telah menjadi manusia.”

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Pada awal mula adalah Firman. Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama- sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia

.

MAZMUR 98: 1.2-3ab.3cd-4.5-6;R:3c Do = C; 4/4 Refren 008 (PS 807)

1 l 5 3 1 5 l 6 . 5 5 5 l 6 7 1 7 7 l 6 . 5 Se - ga- la u- jung bu - mi t’lah me - li - hat ke- se-la - mat - an 6 7 l 1 . 5 . l 6 5 4 3 l 2 . 1 ll

yang da - tang da- ri Al - lah ki - ta.

Mazmur: oleh Pemazmur

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘

1. Nya- nyi-kan-lah lagu baru bagi Tu - han, 6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l

se-bab I- a telah melakukan karya-karya yang a- ja- ib;

1 1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ ke-se- la-mat- an telah dikerjakan oleh tangan ka- nan- Nya, 6 . . . 4 3 2 1 ll oleh lengan- Nya yang ku - dus.

1 3 4 5 . . . 5 2. Tu- han te - lah memperkenalkan keselamatan

5 . . . 6 5 ‘ yang datang dari pa- da - Nya ,

6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l I- a te-lah menyatakan keadilan-Nya di hadapan pa- ra bang-sa.

1 1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ I - a i- ngat akan kasih dan kesetia- an - Nya, 6 . . . 4 3 2 1 ll

terhadap ka-um I- sra - el.

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ 3. Se- ga- la ujung bumi telah melihat kesela - mat - an, 6 71 5 . . . 3 4 5 5 l

yang da- tang dari Al- lah ki- ta;

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ Ber-so- rak- sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bu- mi, 6 . . . 4 3 2 1 ll

bergembiralah dan bermaz-mur-lah!

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ 4. Bermazmur-lah bagi Tuhan dengan ke - ca - pi, 6 7 1 5 . . . 3 4 5 5 l

dengan ke- capi dan la- gu mer- du;

1 3 4 5 . . . 6 5 ‘ dengan na-firi dan sangkakala yang nya- ring, 6 . . . 4 3 2 1 ll bersorak-sorailah di hadapan Raja, yak- ni Tu- han!

ALLELUYA 951 Do = F; 2/2 1 3 4 l 5 . 4 5 l 6 . 5 . l 3 4 3 2 l 1 ll Al - le - lu - ya, al - le - lu - ya, al - le - lu - ya.

Ayat: oleh solis

5 . . . 5 ‘ Fajar suci menyinari kita,

5 . . . 4 32 3 l marilah menyembah Tuhan, hai semu- a bang - sa, 3 . . . 43 2 ll sebab cahaya gemilang telah turun ke du - nia.

(---> Alleluya... )

.

. .

.

.

.

.

(4)

harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang- orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia, Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya, kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah; Tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

• RENUNGAN

KEAKRABAN ORANG BERIMAN

Hari ini, suara merdu diperdengarkan oleh paduan suara pilihan mengiringi kegiatan peribadatan, entah perayaan Ekaristi ataupun perayaan sabda. Hari ini wajah ceria mewarnai perjumpaan yang disertai dengan senyum keramahan. Hari ini rumah-rumah terbuka untuk menerima kunjungan tamu-tamu terhormat yang mewartakan kabar kesukaan. Hari ini hati masing-masing kita terbuka untuk menyambut kedatangan sang Juru Selamat. Semuanya menyatu di dalam ucapan Selamat Merayakan Hari Natal. Ya, Hari Natal, Hari Kelahiran Yesus di Betlehem; suatu peristiwa yang pantas dikenang; suatu peristiwa yang layak dihidupkan terus menerus; suatu peristiwa yang sudah dan sedang dan masih akan terus menginspirasi kehidupan kita.

Peristiwa demi peristiwa yang kita alami selama kita merayakan Natal, mengakrabkan kita satu sama lain. Memang benar, kita menjadi akrab, sambil bernyanyi bersama, sambil bersalaman natal, sambil bertamu dan menjamu tamu. Keakraban ini tentu saja dibangun berdasarkan inspirasi kelahiran Yesus. Yesus lahir berarti Dia “menjadi manusia dan diam di antara kita”. Begitulah penginjil Yohanes menegaskan apa yang diimaninya. Ya, Yesus ada di antara kita. Dia ada di antara kita, dan kita mengenal-Nya. Kita mengenal-Nya dan kita menerima-Nya. Kita menerima-Nya dan kita merayakan-Nya. Kita merayakan-Nya dan kita menjadi akrab dengan-Nya. Kita sungguh bersukacita, karena kepada kita yang mengakrabkan diri dengan-Nya diberi-Nya kasih karunia.

Kita menjadi akrab dengan-Nya disertai dengan pengakuan sebagaimana dituliskan oleh penulis surat Ibrani: “Dia menopang segala yang ada; Dia mengadakan penyucian dosa; Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi”. Dia diam di antara kita dengan karya-karya-Nya yang mulia, yang tak terlupakan. Dia diam di antara kita sambil menopang kita, supaya kita dapat bertahan di tengah-tengah badai kehidupan, yang ditandai dengan keterbatasan dan kekurangan kita. Dia diam di antara kita bahkan sambil mengampuni dosa kita untuk memerdekakan kita dalam perjalanan meraih kembali kekudusan.

Demikian, kita tak hanya menjadi akrab dengan-Nya, melainkan kita bahkan bangga dengan-Nya karena segala sesuatu yang dikerjakan-Nya untuk keselamatan kita.

Kita bersekutu di dalam perayaan Natal ini untuk merangkai misi kita ke depan. Dia yang diam di antara kita, dan yang sudah menjadi akrab dengan kita, mengajak kita untuk meluaskan keakraban itu, sambil membawa misi mulia sebagaimana yang ditegaskan oleh Yesaya, yaitu:

“supaya segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah”.

Kita bersyukur, kita sudah akrab satu sama lain, kita sudah akrab dengan Yesus, mari kita meluaskan lagi keakraban ini dengan siapa saja yang kita jumpai, supaya semakin banyak orang yang diselamatkan. (JM)

• DOA UMAT

I : Allah Bapa berkenan tinggal di antara kita dan mengangkat kita sebagai putera dan puteri-Nya yang terkasih. Marilah kita panjatkan doa-doa yang mengalir dari iman akan kasih-Nya yang teramat agung itu.

L : Marilah kita berdoa bagi Gereja:

U : Ya Bapa, semoga iman akan kedatangan dan perutusan Yesus Kristus, Putera-Mu, memperbarui dan menyempurnakan Gereja-Mu dalam perjuangan mewartakan kerajaan cinta kasih-Mu di tengah dunia.

L : Marilah kita berdoa bagi perdamaian di antara umat manusia:

U : Ya Bapa, semoga kehadiran Putera-Mu di tengah-tengah kami menguatkan iman kami untuk terus berjuang dalam mencapai perdamaian, kebahagiaan dan keadilan bagi seluruh umat manusia.

L : Marilah kita berdoa bagi orang-orang yang lemah, miskin dan tersingkir:

U : Ya Bapa, semoga kelahiran Putera-Mu di gua Betlehem menguatkan iman dan harapan untuk membangkitkan semangat mereka yang lemah, miskin dan tersingkir dalam perjuangan hidup mereka.

L : Marilah kita berdoa bagi kita semua:

U : Ya Bapa, semoga perayaan Natal menggerakkan kami untuk semakin rela berbagi pengalaman hidup dan anugerah-Mu kepada mereka yang terbuang dan menderita.

I : Allah Bapa kami, hidup adalah suatu permohonan terus-menerus akan karya penyempurnaan-Mu bagi kami. Dengarkanlah doa putera dan puteri-Mu, dan sempurnakanlah hidup kami dalam diri Yesus Putera-Mu, Tuhan kami.

U : Amin.

• DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, sudilah menerima persembahan kami pada hari raya ini.

Semoga oleh persembahan ini, kami didamaikan kembali sepenuhnya dengan Dikau dan ibadat kami kepada-Mu disempurnakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

• ANTIFON KOMUNI

Segala ujung bumi menyaksikan keselamatan yang dari Allah kita.

• DOA SESUDAH KOMUNI

Allah Yang Maha Penyayang, hari ini sudah lahir Juru Selamat dunia.

Semoga Dia, yang telah menjadikan kami anak-anak Allah, juga memberi kami hidup abadi. Sebab Dialah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ada tiga orang yang akan pergi berziarah ke negeri lain dengan berjalan kaki. Untuk sampai ke negeri yang hendak dituju, mereka harus melewati sebuah padang gurun yang luas. Karena itu, mereka membawa serta seorang penunjuk jalan.

Dalam perjalanan, si penunjuk jalan sesekali menghibur, menyemangati mereka, dan kadang-kadang bercerita tentang yang pernah terjadi di padang gurun ini. Suatu ketika, mereka nyaris kehabisan air minum. Mereka bingung. Mereka bertanya berapa jauh perjalanan mereka. “Sebentar lagi, kira-kira 300 meter di depan sana,” jawab si penunjuk jalan. Tetapi sebelum sampai yang 300 meter itu, salah seorang melihat fatamorgana. Sambil menggeret yang lainnya, ia berkata penuh semangat, “Ayo kita ke sana.” Teman yang lain setuju. Tetapi dengan halus dan tegas, penunjuk jalan menyadarkan mereka sambil berkata, “Bukan, di sana tak ada apa- apa. Yang kaulihat adalah fatamorgana, bayangan palsu. Jangan ke sana, kalian akan tersesat. Mari kita teruskan perjalanan semula,”

katanya.

Para peziarah tetap keras kepala, mereka tak mau mendengarkan kata-kata orang yang sudah berpengalaman itu. Melihat kemungkinan yang bahaya yang akan menimpa para peziarah itu, penunjuk jalan berusaha menyadarkan mereka sekali lagi. Kali ini ia cukup tegas dan penuh wibawa. Tetapi apa boleh buat, semua usahanya gagal. Si petunjuk jalan malah dipukuli oleh ketiga peziarah hingga terkapar dengan berlumuran darah.

Para peziarah lalu pergi ke arah mata air fatamorgana itu. Tentu saja, mereka tidak pernah sampai. Bahkan, akhirnya mereka justru tersesat dan tercerai-berai di tengah padang gurun.

Ingatlah, nasehat yang berguna mendatangkan berkat. Yang tidak mendengarkan nasehat akan menyusahkan diri sendiri.****

Kisah 3 orang peziarah

(5)

U : Amin.

• DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, sudilah menerima persembahan kami pada hari raya ini.

Semoga oleh persembahan ini, kami didamaikan kembali sepenuhnya dengan Dikau dan ibadat kami kepada-Mu disempurnakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

• ANTIFON KOMUNI

Segala ujung bumi menyaksikan keselamatan yang dari Allah kita.

• DOA SESUDAH KOMUNI

Allah Yang Maha Penyayang, hari ini sudah lahir Juru Selamat dunia.

Semoga Dia, yang telah menjadikan kami anak-anak Allah, juga memberi kami hidup abadi. Sebab Dialah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ada tiga orang yang akan pergi berziarah ke negeri lain dengan berjalan kaki. Untuk sampai ke negeri yang hendak dituju, mereka harus melewati sebuah padang gurun yang luas. Karena itu, mereka membawa serta seorang penunjuk jalan.

Dalam perjalanan, si penunjuk jalan sesekali menghibur, menyemangati mereka, dan kadang-kadang bercerita tentang yang pernah terjadi di padang gurun ini. Suatu ketika, mereka nyaris kehabisan air minum. Mereka bingung. Mereka bertanya berapa jauh perjalanan mereka. “Sebentar lagi, kira-kira 300 meter di depan sana,” jawab si penunjuk jalan. Tetapi sebelum sampai yang 300 meter itu, salah seorang melihat fatamorgana. Sambil menggeret yang lainnya, ia berkata penuh semangat, “Ayo kita ke sana.” Teman yang lain setuju. Tetapi dengan halus dan tegas, penunjuk jalan menyadarkan mereka sambil berkata, “Bukan, di sana tak ada apa- apa. Yang kaulihat adalah fatamorgana, bayangan palsu. Jangan ke sana, kalian akan tersesat. Mari kita teruskan perjalanan semula,”

katanya.

Para peziarah tetap keras kepala, mereka tak mau mendengarkan kata-kata orang yang sudah berpengalaman itu. Melihat kemungkinan yang bahaya yang akan menimpa para peziarah itu, penunjuk jalan berusaha menyadarkan mereka sekali lagi. Kali ini ia cukup tegas dan penuh wibawa. Tetapi apa boleh buat, semua usahanya gagal. Si petunjuk jalan malah dipukuli oleh ketiga peziarah hingga terkapar dengan berlumuran darah.

Para peziarah lalu pergi ke arah mata air fatamorgana itu. Tentu saja, mereka tidak pernah sampai. Bahkan, akhirnya mereka justru tersesat dan tercerai-berai di tengah padang gurun.

Ingatlah, nasehat yang berguna mendatangkan berkat. Yang tidak mendengarkan nasehat akan menyusahkan diri sendiri.****

Kisah 3 orang peziarah

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa transfeksi memperlihatkan metode yang paling sesuai pada udang vaname berdasarkan alasan ukuran telur yang relatif kecil, daya tetas

Ronald Anderson dan David Reeb (2009) mencatat bahwa para pendiri dan pewaris sah yang mewarisi perusahaan mereka lebih memilih pengeluaran modal yang ditujukan untuk

(2) Wajib Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh jasa pelayanan pengujian kendaraan bermotor, termasuk kendaraan

Saya tidak akan merokok atau mengambil mana – mana jenis dadah atau bahan yang memabukkan yang boleh mendatangkan kemudaratan semasa di dalam tempoh pengajian saya di

Kunjungan ANC men- jadi salah satu faktor risiko yang mening- katkan kejadian perdarahan pasca persalin- an karena apabila ibu melakukan pelayanan ANC secara teratur

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan intermediasi dengan orientasi input dan output, kemudian melakukan analisis regresi untuk melihat hubungan antara

Pada akhir Kapur Awal terbentuk Kelompok Alino, diselingi dengan kegiatan gunung api yang membentuk Formasi Pitrinak (Kpi) dan Anggota Batukora , Formasi Pudak