• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN METODE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1562

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH

Umi Mustaghfiroh

Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya Hasil belajar peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terutama materi Iman Kepada Malaikat Allah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam materi Iman Kepada malaikat peserta didik di SDS Karya Makmur Bahagia Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang menggunakan siklus Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV sds karya Makmur Bahagia Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timur dengan jumlah siswa 21 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe make a match, hasil belajar pendidikan agama Islam materi iman kepada malaikat setiap siklusnya mengalami perubahan secara signifikan. Nilai Ketuntasan Klasikal Sebesar 66,67 %, dan hasil belajar pada siklus II 85,71%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan di setiap siklusnya. Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan guru pendidikan agama Islam kelas IV SDS Karya Makmur Bahgia dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam materi iman kepada malaikat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match (mencari pasangan).

Kata Kunci : Hasil belajar, Make a Match, Metode Pembelajaran

(2)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1563 PENDAHULUAN

Pendidikan adalah salah satu kunci menuju kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baik pula kualitas bangsa itu sendiri. Tidak hanya pendidikan duniawi,semata akan tetapi pendidikan ukhrawi juga memegang peranan yang penting terhadap kemajuan suatu bangsa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam implementasi proses Pendidikan, guru merupakan komponen yang paling penting, sebab keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran sangat tergantung pada guru sebagai ujung tombak. Oleh karena itu upaya dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik- teknik penyajian atau biasa disebut metode mengajar.1 Peningkatan kualitas pendidikan seharusnya dimulai dari pembenahan kemampuan guru bagaimana merancang salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai karena kita yakin dengan tujuan bisa dicapai oleh satu strategi pembelajaran tertentu.2 Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah harus melalui pembelajaran. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar di sekolah telah muncul dan berkembang seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Eksistensi guru tetap penting karena peran guru tidak seluruhnya digantikan dengan teknologi.

Seorang guru tidak akan pernah bisa lepas dari proses pembelajaran.

Karena pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Di mana proses pembelajaran tersebut perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana

1 Asrori, M. (2013). Pengertian, tujuan dan ruang lingkup strategi pembelajaran. Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar , 5 (2), 26.

2 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.. (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2014), hlm. 24.

(3)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1564

secara efektif dan efesien. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarya, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pembelajaran: (1) Apa yang diajarkan;

berkaitan dengan tujuan dan materi yang diajarkan, (2) Bagaimana cara mengajarnya; menyangkut metode mengajar dan alat peraga apa yang yang akan di gunakan dalam pembelajaran, (3) Bagaimana cara mengetahui bahwa yang di ajarkan dapat dipahami mahasiswa; berkaitan dengan cara mengevaluasi terhadap materi yang telah di ajarkan.3

Adapun proses pembelajaran PAI di SDS Karya Makmur Bahagia sebagai obyek penelitian dan yang sudah berjalan selama ini belum dikatakan maksimal karena adanya beberapa kendala , diantaranya kurangnya pemahaman siswa terhadap materi-materi pembelajaran, kurang antusiasnya siswa mengikuti pembelajaran, kurang tepatnya pemilihan metode pembelajaran. Kendala- kendala tersebut menyebabkan hasil belajar sebagian siswa masih rendah dibawah atau dibawah KKM yang sudah ditetapkan yaitu 70. Pada materi beriman kepada malaikat Allah sebagian besar anak masih mengalami kesulitan, terutama mengenai 10 malaikat dan tugasnya.

Berkaitan dengan permasalahan diatas, maka perlu dipikirkan bagaimana cara memperbaharui dan memperbaiki pembelajaran PAI guna meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang diajarkan baik dari segi strategi pembelajaran, metode pembelajaran maupun media pembelajaran yang digunakan. Salah satu solusi untuk mensiasati kelemahan dalam pembelajaran PAI adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe make a match karena metode ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran. Metode make a match merupakan metode yang dapat menarik perhatian peserta didik untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan mencari pasangan kartu sambil belajar mengenai konsep materi dalam suasana yang menyenangkan. Dengan metode pembelajaran ini peserta didik akan berani dalam mengemukakan pendapatnya, peserta didik juga akan mudah mempelajari materi. Pemahaman yang baik peserta didik terhadap materi akan berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Penerapan

3 Jasiah, J. (2017). Pemanfaatan Internet pada Matakuliah Ilmu Pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 5(1), 65-86.

(4)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1565

metode make a match diharapkan dapat menyelesaikan masalah pembelajaran beriman kepada malaikat Allah.

Adapun latar belakang pemilihan metode tersebut adalah karena ada beberapa keunggulan dari metode make a match tersebut. Keunggulan dari Metode Make a Match tersebut adalah 1). Dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, baik secara kognitif maupun fisik. 2). Ada unsur permainan, sehingga metode ini sanagt menyenangkan. 3). Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari dan dapatmeningkatkan motivasi belajar peserta didik.4).

Efektif sebagai sarana melatih keberanian peserta didik untuk tampil presentasi. 5).

Efektif melatih kedisiplinan peserta didik dapat menghargai waktu untuk belajar.

Secara umum penerapan metode make a match ini sangat membantu siswa untuk meingkatkan hasil dan prestasi belajar dikelas. Dengan memahami akan kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran ini, maka guru dapat mempersiapkan langkah- langkah antisipatif agar penerapan metode ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Termasuk dalam mengatasi kebosanan peserta didik, seorang guru perlu membuat selingan dan mengelola metode pembelajaran dengan lebih kreatif.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang disusun untuk memecahkan suatu masalah serta melakukan perubahan yang berfungsi sebagai peningkatan hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian diskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu tehnik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang ingin dicapai. Upaya perbaikan dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan sehari-hari di kelas.

Dalam kerjanya , penelitian ini merujuk pada proses pelaksanaan yang dikemukakan oleh Kurt Lewin yang dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi, Empat tahapan utama yang saling berkaitan sering disebut juga dengan istilah siklus. Dalam Penelitian Tindakan Kelas pencapaian hasil yang belum baik harus diulang kembali dan perencanaan akan diulang kembali jika pada siklus yang sebelumnya belum memperlihatkan hasil dari tujuan yang akan dicapai.4 Siklus akan terus diulang hingga target yang akan dicapai terpenuhi..

4 Fitrianti. 2016. Sukses Profesi Guru dengan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Deeppublish, hal. 29

(5)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1566

Adapun langkah- langkah penerapan atau alur siklusnya adalah sebagai berikut :

Diagram Rancangan Penelitian dalam Kurt Lewin5

Adapun langkah- langkah penerapan atau alur siklusnya adalah Pertama Perencanaan sebagai langkah awal penelitian agar proses penelitian berjalan maksimal, diperlukan membuat perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Adapun hal- hal yang dipersiapkan dalam tahap perencanaan adalah rumusan masalah yang ingin dipecahkan, target yang ingin dicapai, dan instrumen yang digunakan selama proses penelitian berlangsung.Kedua,Tindakan, merupakan inti dari penelitian dimana seorang peneliti menjalankan proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam tahapan tindakan ini peneliti berupaya maksimal untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.Ketiga,Observasi, merupakan tahapan yang sangat penting dalam Penelitian Tindakan Kelas. Observasi ini penting agar peneliti dapat menyimak dan mengevaluasi jalannya penelitian. Dalam tahap observasi ini, peneliti dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan yang dikenal dengan istilah observasi partisipan dan dapat pula hanya mengamati dari luar kegiatan atau dikenal dengan istilah observasi non partisipan.Keempat Refleksi, merupakan tahap akhir dari siklus, yaitu mengkaji hasil pengamatan dan mengevaluasi hal- hal yang

5Putraa, I. P. S. A., & Wardika, I. W. G. (2021). Penggunaan aplikasi google classroom dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika mahasiswa. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains P-ISSN, 2302, 2124.

(6)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1567

perlu dibenahi atau dikembangkan pada pelaksanaan siklus berikutnya jika diperlukan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa adalah menggunakan rumus ketuntasan individu dan presentase ketuntasan klasikal. Data kualitatif diperoleh dari observasi atau pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung pada tiap siklus. Hasil perolehan data dicatat dalam lembar observasi yang telah disediakan, kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk persentase (%).

Penelitian ini berlokasi SDS Karya Makmur Bahagia Jl. Andjar Soegianto, Km. 14 Metro Mentaya, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah dengan Subyek penelitian adalah siswa Kelas IV SDS Karya Makmur Bahagia,Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur yang terdiri atas 21 orang siswa, dengan materi Iman Kepada Malaikat Allah.

Data kelas IV SDS Karya Makmur Bahagia

Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah:

1. Tes

Tes ini digunakan untuk mendapat data kuantitatif skor tes sebagai hasil belajar peserta didik. Tes merupakan serangkaian butir pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengetahui kemampuannya. Tes ini digunakan untuk menilai dan mengukur prestasi dan hasil belajar peserta didik terutama aspek kognitif berkenaan dengan penguasaan materi sesuai dengan proses

No. Keterangan Jumlah

1. Laki-laki 12

2. Perempuan 9

Jumlah 21

(7)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1568

pembelajaran. Menurut Jamaluddin Idris, “tes merupakan suatu prosedur yang sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih dalamkelompok (kelas)”

2. Observasi .

Observasi yaitu pengamatan terhadap hal-hal yang akan diteliti. Atau pengamatan secara langsung untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

Observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati aktivitas peserta didik dan guru selama proses pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Maka untuk membatasi pengamatan, observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan.

3. Lembar Observasi Peserta didik dengan Menggunakan metode Make a match yang bertujuan mengetahui tanggapan mereka terhadap pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan Metode Make a match pada materi Iman kepada malaikat Allah.

4. Dokumentasi,

meliputi data-data yang terkait dengan peserta didik berupa nilai, portofolio, foto yang menggambarkan aktivitas peserta didik saat mengikuti pembelajaran menggunakan metode make a match di kelas.

5. Lembar Observasi Aktivitas bertujuan mengetahui keaktifan, kerjasama dan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dalam proses diskusi berpasangan melalui metode Make a Match pada materi Iman Kepada Malaikat Allah.

Lembar observasi diisi pada saat kegiatan berlangsung.

Teknik Analisis Data

Untuk menghitung rata-rata hasil tes digunakan rumus berikut:

Keterangan:

X̅ = Nilai Rata-Rata

Σx = Jumlah Semua Nilai Siswa N = Jumlah Peserta Tes 6

6 Gunawan, M. A. (2015). Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi danSosial. Yogyakarta : Penerbit Pratama. Hal. 11

(8)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1569

Sedangkan rumus yang digunakan dalam menghitung persentase jumlah siswa yang dapat mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah sebagai berikut.

Keterangan:

Pk = Presentase ketuntasan Siswa Ranah Kognitif Σni = Jumlah siswa yang mencapai KKM

Σno = Jumlah Peserta Tes 7

HASIL PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ( PTK ) yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi Iman kepada Malaikat Allah melalui metode Make a match.

Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar. Namun sebelum peneliti menguraikan hasil penelitian mulai dari siklus I sampai dengan siklus II, peneliti menguraikan sedikit gambaran hasil observasi prasiklus yang menunjukan bahwa hasil Pembelajaran siswa pada materi iman Kepada Malaikat Allah.

Pra Siklus

Pra Siklus dilaksanakan dengan mengamati peserta didik .Adapun hasil belajarnya sebagai Data Awal penelitian adalah sebagai berikut:

No Aspek ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Nilai Persentase Keterangan

1 Tuntas 14 510 33,33 % Nilai > 70

2 Belum Tuntas 7 690 66,67 % Nilai < 70

Jumlah 21 1200 100 %

7 Widayati, A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 6 (1).

https://doi.org/10.21831/jpai.v6i1.1793. Hal. 18

(9)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1570 Ketuntasan belajar Klasikal Pra Siklus

Pk = Presentase ketuntasan Siswa Ranah Kognitif Σni = Jumlah siswa yang mencapai KKM

Σno = Jumlah Peserta Tes 8 = 7/21x100 =33,33 %

Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran yang sebelum menerapkan model pembelajaran make a match di kelas IV SDS Karya Makmur Bahagia adalah 33,33 % Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran belum memenuhi kriteria indikator keberhasilan sebesar 85 %. Maka dari itu, kegiatan pembelajaran masih perlu perbaikan

Siklus I

Pada Siklus I dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran make a match pada materi Iman Kepada Iman Kepada Malaikat Allah,sehingga diperoleh data sebagai berikut :

No Aspek ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Nilai Persentase Keterangan

1 Tuntas 14 1010 66,67 % Nilai > 70

2 Belum Tuntas 7 340 33,33 % Nilai < 70

Jumlah 21 1350 100 %

Ketuntasan belajar Klasikal Siklus I

8 Widayati, A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 6 (1).

https://doi.org/10.21831/jpai.v6i1.1793. Hal. 18

(10)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1571

= 14/21x100 = 66,67 %

.Pada siklus I menunjukkan 14 siswa yang tuntas belajar dan 7 siswa belum tuntas belajar. Jumlah rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,29. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 66,67 %. Hasil ini menunjukkan bahwa presentase ketuntasan klasikal belum mencapai indikator keberhasilan yaitu sebesar 85 %.Berdasarkan catatan lapangan pelaksanaan pembelajaran siklus I, pengamat menuliskan beberapa catatan, yaitu : (1) Guru perlu mempertimbangkan alokasi waktu yang digunakan selama menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match agar tidak terjadi kekurangan waktu.

(2) Terdapat beberapa langkah pembelajaran yang dilewati oleh guru. (3) Guru kurang dapat mengkondisikan kelas sehingga pada saat menerapkan model make a match suasana kelas menjadi gaduh.

Siklus II

Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki pembelajaran pada Siklus I.Adapun data yang diperoleh setelah pembelajaran yaitu :

No Aspek ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Nilai Persentase Keterangan

1 Tuntas 18 1630 85,71 % Nilai > 70

2 Belum Tuntas 3 180 14,29 % Nilai < 70

Jumlah 21 1810 100 %

Ketuntasan belajar Klasikal Siklus II

= 18/21x100 = 85,71 %

Pada penelitian siklus II,hasil belajar siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 85% . Dari jumlah siswa keseluruhan, sebanyak 18 siswa yang tuntas belajar sedangkan 3 siswa yang belum tuntas belajar . Hasil ini menunjukkan bahwa presentase ketuntasan klasikal berada pada kategori sangat baik dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu sebesar 85 %.Pada siklus II,

(11)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1572

pengamat mencatat beberapa hal sebagai berikut : Semua kendala yang terdapat pada siklus I dapat teratasi dengan baik pada siklus II, pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah terlaksana dengan sangat baik tanpa ada kendala-kendala yang berarti.Pada siklus II diperoleh kesimpulan bahwa secara garis besar kegiatan pembelajaran berjalan dengan sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran berada dalam kategori baik dan mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebesar 85%.Dengan keberhasilan yang didapatkan pada siklus II,peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian dikarenakan indikator keberhasilan telah terpenuhi.

Dari grafik diatas SIMPULAN

Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan selama dua siklus, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik kelas IV dengan materi Iman Kepada Malaikat Allah di SDS Karya Makmur Bahagia Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata nilai sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif learning tipe make a match saat pra siklus adalah banyaknya peserta didik yang mendapat nilai diatas 70 (KKM) adalah 33,33 %.

(12)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1573

Dari hasil siklus I peserta didik yang mendapat nilai diatas 70 adalah 66,67 %.

Setelah siklus II peserta didik yang mendapat nilai diatas KKM adalah 85,71 %.

REKOMENDASI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada 3 siswa yang memperoleh nilai 60.

Hal ini karena kondisi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode make a match belum maksimal sehingga belum memahami dengan baik materi pembelajaran ataupun metode pembelajaran yang diterapkan.

Selain itu siswa masih terlihat kurang aktif memperhatikan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Oleh karena itu perlu adanya penelitian selanjutnya dengan menggunakan siswa dalam jumlah yang besar untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran dengan penerapan metode make a match dalam pembelajaran PAI.

DAFTAR PUSTAKA

Asrori, M. (2013). Pengertian, tujuan dan ruang lingkup strategi pembelajaran.

Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 5 (2).

Dewi, R. N. L., & Laila, A. (2015). Pengaruh Metode Make A Match dengan Media Gambar Terhadap Kemampuan Mengenal Kekhasan Bangsa Indonesia Seperti Kebhinekaan Siswa Kelas III SDN Purwodadi Kec. Kras Kab.

Kediri Tahun Ajaran 2015. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 2(2).

Eliyanti, M. (2016). Pengelolaan Pembelajaran Dan Pengembangan Bahan Ajar.

Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 3(2).

Fitrianti.( 2016). Sukses Profesi Guru dengan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:

Deeppublish, hal. 29

Gunawan, M. A. (2015). Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi da nSosial.

Yogyakarta : Penerbit Pratama.

Jasiah, J. (2017). Pemanfaatan Internet pada Matakuliah Ilmu Pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya. Al-Khwarizmi:

Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 5(1).

(13)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1574

Putraa, I. P. S. A., & Wardika, I. W. G. (2021). Penggunaan aplikasi google classroom dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika mahasiswa. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains P-ISSN, 2302, 2124

Widayati, A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 6 (1). https://doi.org/10.21831/jpai.v6i1.1793.

Wina Sanjaya, ( 2014) Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenada Media.

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match lebih tinggi dari pada hasil belajar sebelum menggunakan model

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media puzzle, menunjukkan hasil yaitu

Rata-rata pretest dan posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat bahwa hasil tes yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make A

Analisis ketuntasan klasikal siswa pada setiap siklus dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat dilihat dari hasil belajar IPS

Dan penelitian yang dilakukan oleh Hendang (2015) meneliti tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match untuk meningkatkan hasil belajar siswa

Berdasarkan penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika hendaknya

KESIMPULAN dan SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match lebih baik

SIMPULAN Berdasarkan hasil tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dalam pembelajaran