1
(Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan)
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Oleh:
Fitri Yatun Hidayah NIM: 18312004
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1443 H/2022 M
PERAN IBU SEBAGAI MADRASAH AL-ŪLĀ DALAM PENDIDIKAN AKHLAK ANAK
(Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan)
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Oleh:
Fitri Yatun Hidayah NIM: 18312004
Pembimbing:
Dewi Maharani, MA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1443 H/2022 M
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Peran Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā Dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan)” yang disusun oleh Fitri Yatun Hidayah Nomor Induk Mahasiswa: 18312004 telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan ke sidang munaqasyah.
Jakarta, 24 Juli 2022 Pembimbing,
Dewi Maharani, MA
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Peran Ibu sebagai Madrasah al-Ūlā dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus Wanita Karier Di Desa Telawah Grobogan” oleh Fitri Yatun Hidayah dengan NIM 18312004 telah diujikan pada sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tanggal 26 Juli 2022. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd).
No Nama Jabatan Tanda Tangan
1 Dr. Esi Hariani, M.
Pd
Ketua Sidang
2 Reksiana, M. A. Pd Sekretaris Sidang
3 Dr. Muh. Ubaidillah Al Ghifary S., M. P.
I
Penguji 1
4 Dr. Sri Tuti Rahmawati, MA
Penguji II
5 Dewi Maharani, MA Pembimbing
Jakarta, 26 Juli 2022 Mengetahui,
Dekan Tarbiyah IIQ Jakarta Dr. Esi Hariani, M.Pd.
PERNYATAAN PENULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Fitri Yatun Hidayah
NIM : 18312004
Tempat/Tgl Lahir : Grobogan, 12 Februari 2000
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Peran Ibu Sebagai Madrasah al- Ūlā Dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan)” adalah benar-benar asli karya saya, kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 23 Juli 2022
Fitri Yatun Hidayah NIM: 18312004
iv MOTTO
ۤا َز َج ْ ُ ل َه
نا َس ْح ِا ْ لا ا َّ
ل ِا ِنا َس ْح ِاْلا ُء ٠٦
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”
(QS. Ar-Rahman [55]:60)
ا ًر ْسُي ِر ْس ُعْلا َعَم َّنِا ٠
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
(QS. Al-Insyirah [94]:6)
v
ۡ سِب
ۡ ِم
ِۡ هللَّ ٱ
ۡ حهرل ٱ
ۡ ِن ۡ م
ِۡمي ِحهرل ٱ
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., Yang senantiasa memberikan nikmat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Peran Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā dalam Pendidikan Akhlak (Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan).
Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW., yang kita harapkan syafaatnya nanti di hari akhir. Penyelesaian skripsi ini tidak luput dari bantuan dan dorongan berbagai pihak baik tersirat maupun tersurat, baik secara materiel maupun non-materiel. Maka pada kesempatan ini penulis sampaikan terimakasih kepada:
1. Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Ibu Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M. Hum.
2. Wakil Rektor I Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.Bapak Dr. H. M. Dawud Arif Khan.
3. Wakil Rektor II Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta Ibu Dr. H. Romlah Widayati, M. Ag.
4. Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Ibu Dr.
Esi Hairani, M.Pd.
5. Kaprodi Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Ibu Reksiana, M.A.Pd.
6. Dosen pembimbing skripsi Ibu Dewi Maharani, M.A. yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan,
vi
saran, motivasi serta senantiasa sabar dalam membimbing saya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
7. Para dosen Instruktur Tahfidz Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta yang senantiasa sabar mengarahkan, menuntun, memberi nasehat serta semangat dalam menyelesaikan target hafalan. Semoga beliau-beliau mendapatkan derajat yang mulia di sisi Allah SWT.
8. Seluruh dosen Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang telah memberikan ilmu-ilmunya yang luar biasa serta para staff Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini.
9. Kepala dan seluruh staf perustakaan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, yang telah banyak membantu penulis dalam mencari referensi yang dibutuhkan dalam penelitian ini serta saat penulis menjalankan studi di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
10. Kepala Desa Telawah Bapak Imam Budiawan selaku yang telah mengizinkan dan memberi bantuan penulis selama melakukan penelitian di Desa Telawah Grobogan, serta para narasumber yang berkenan membantu penulis dalam pengumpulan data.
11. Pahlawan hidupku Ayahanda tercinta Al-chafid Munadjad dan ibunda tersayang Aslamiyah, serta kakak saya Nisrokah dan Zamzuri yang sangat saya sayangi. Yang tak henti-hentinya memberikan kasih sayang, kesabaran, segenap tenaga dan materi yang tak ternilai dengan suatu apapun. Do’a dan semangatnya menjadi motivasi terbesar penulis dalam mencapai cita-cita.
12. Teruntuk keponakanku tersayang Tsania Tazkiyatul Kamila dan Ahmad Putra Zakil Qulub yang senantiasa berada disamping saya dikala senang dan sedih, Terimakasih sudah hadir di hidup tante dan menjadi salah satu motivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
vii
13. Sahabat-sahabatku Rahmah Fajriyah El-kahfi Rambe, Nur Maulidah Fitriyani, Usmayanti Nur Haliza, Dinda Adelia dan Nurul Islamiyati, yang selalu memberi warna dalam hidup dan menjadi pendengar yang baik, senantiasa menghibur dikala sedih, memberikan semangat, arahan, dan doa-doa terbaiknya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
14. Seluruh teman-teman mahasiswa IIQ Jakarta angkatan 2018 khususnya teman-teman Fakultas Tarbiyah Semester 8C, yang sudah mau berjuang bersama menyelesaikan tanggung jawab dan berbagai pihak lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan berlipat ganda kepada seluruh pihak yang telah berjasa dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, karena adanya keterbatasan pengalaman dan pengetahuan. Oleh karenanya kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan skripsi ini. Meskipun demikian, penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun para pembaca.
Jakarta, 23 Juli 2022 Penulis,
Fitri Yatun Hidayah NIM. 18312004
viii
PEDOMAN TRANSLITERASI
Transliterasi ialah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi di IIQ Jakarta, transliterasi Arab-Latin mengacu kepada SKB Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 158/1987 dan No. 0543b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.
1. Konsonan Tunggal Huruf
Arab
Nama Huruf Latin Nama
ا
Alif dilambangkan TidakTidak dilambangkan
ب
Ba B Beت
Ta T Teث
Ṡa ṡ (dengan titik di atas) Esج
Jim J Jeح
Ha ḥ (dengan titik bawah) Haخ
Kha Kh Ka dan Haد
Dal D Deذ
Żal Ż (dengan titik di atas) Zetر
Ra R Erز
Zai Z Zetس
Sin S Esش
Syin Sy Es dan Yeص
Ṣad ṣ (dengan titik bawah) Esix
ض
Ḍad ḍ (dengan titik bawah) Deط
Ṭa ṭ (dengan titik bawah) Teظ
Ẓa ẓ (dengan titik bawah) Zetع
‘ain ‘ Koma terbalik(di atas)
غ
Gain G Geف
Fa F Efق
Qaf Q Kiك
Kaf K Kaل
Lam L Elم
Mim M Emن
Nun N Enو
Wau W Weه
Ha H Haء
Hamzah ` Apostrofي
Ya Y Ye2. Konsonan Rangkap karena tasydid ditulis rangkap:
ةَدِّ دَعَ تُم
Ditulis Muta’addidahَّ دِّع
ة
Ditulis ‘Iddah3. Ta’ marbūtah di Akhir Kata a. Bila dimatikan, ditulis h:
ةَمْكِّح
Ditulis Hikmahةَيْز ِّج
Ditulis Jizyahx
(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dan lain sebagainya, kecuali dikehendaki lafal aslinya).
b. Bila Ta’ Marbūtah diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.
ءايلكلأاَّةَماَرَك
Ditulis Karāmah al-auliyāc. Bila Ta’ Marbūtah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah, dan dammah ditulis t.
رطفلاَّةاكز
Ditulis Zakāt al-fitr4. Vokal Pendek
َََّ
Fathah Ditulis Aََِّّ
Kasrah Ditulis Iََُّ
Dhammah Ditulis U5. Vokal Panjang
1. Fathah + Alif Ditulis Ā
ةيلهاج
Ditulis Jāhiliyyah2. Fathah + ya’ mati Ditulis Ā
ىسنت
Ditulis Tansā3. Kasrah + ya’ mati Ditulis Ī
يمرك
Ditulis Karīm4. Dhammah + wawu mati Ditulis Ū
َّورف
ض
Ditulis Furūḍ6. Vokal Rangkap
1. Fathah + ya’ mati Ditulis Ai
مكنيب
Ditulis Bainakum2. Fathah + wawu mati Ditulis Au
xi
لوق
Ditulis Qaul7. Vokal Pendek yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof.
متنأأ
Ditulis A’antumتدعا
Ditulis U’iddatتمركشَّنئل
Ditulis La’in syakartum8. Kata Sandang Alif+Lām
a. Bila diikuti huruf Qomariyyah
نارقلا
Ditulis Al-Qur’ānسايقلا
Ditulis Al-Qiyāsb. Bila diikuti huruf Syamsiyyah
ءامسلا
Ditulis Al-samā’سمشلا
Ditulis Al-syams9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya.
ضورفلاَّيوذ
Ditulis Żawī al-furūḍةنسلاَّلهأ
Ditulis Ahl al-sunnahxii DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN PENULIS ... iii
MOTTO ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
ABSTRAK ... xviii
ABSTRACT ... xix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Permasalahan ... 8
1. Identifikasi Masalah ... 8
2. Pembatasan Masalah ... 8
3. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Tinjauan Pustaka ... 10
F. Sistematika Pembahasan ... 15
BAB II LANDASAN TEORI A. Konsep Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā ... 17
1. Makna Ibu sebagai Madrasah al-Ūlā ... 17
2. Peran dan Tugas Ibu sebagai Madrasah al-Ūlā ... 19
3. Kedudukan Perempuan dalam Keluarga ... 25
B. Pendidikan Akhlak dalam Keluarga ... 42
1. Pengertian Pendidikan Akhlak ... 42
xiii
2. Urgensi Pendidikan Akhlak dalam Keluarga ... 50
3. Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak dalam Keluarga ... 55
C. Wanita Karier ... 62
1. Pengertian wanita karier... 62
2. Wanita Karier dalam Sudut Pandang Islam ... 65
3. Wanita Karier Di Desa Telawah Grobogan ... 72
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian ... 73
B. Jenis Penelitian ... 74
C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 74
D. Siklus (Jadwal Penelitian) ... 76
E. Sumber Data ... 76
F. Teknik Pengumpulan Data ... 78
G. Teknik Analisis Data ... 82
H. Pedoman Observasi ... 84
I. Pedoman Wawancara ... 85
BAB VI HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 87
B. Hasil Analisis Data Mengenai Peran Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā Dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus Wanita Karier Di Desa Telawah Grobogan) ... 91
1. Peran Ibu (wanita karier) sebagai Madrasah al-Ūlā dalam pendidikan akhlak anak di Desa Telawah Grobogan. ... 91
2. Kendala yang dihadapi Wanita Karier dalam Menjalankan Peran Sebagai Madrasah al-Ūlā dalam Pendidikan Akhlak Anak di Desa Telawah Grobogan ... 106
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 112
B. Saran ... 113
DAFTAR PUSTAKA ... 114
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 128
xiv
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 203
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 IndikatorAkhlak ... 49
Tabel.3 1 Siklus Penelitian ... 76
Tabel.3 2 Informan Penelitian ... 77
Tabel.3 3 Key Informan ... 79
Tabel.3 4 Buku Referensi ... 81
Tabel.3 5 Pedoman Observasi ... 84
Tabel.3 6 Kisi-Kisi Pedoman Wawancara ... 85
Tabel 4. 1 Klasifikasi Pendidikan Masyarakat ... 88
Tabel 4. 2 Rekapitulasi Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan ... 89
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4. 1 Proses Wawancara dengan Kepala Desa Telawah ... 88 Gambar 4. 2 Proses Wawancara dengan Wanita Karier ... 92
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Pedoman Observasi ... 129
Lampiran 2: Pedoman Wawancara ... 130
Lampiran 3: Pedoman Dokumentasi ... 135
Lampiran 4: Transkip Hasil Wawancara... 136
Lampiran 5: Hasil Dokumentasi ... 195
xviii ABSTRAK
Fitri Yatun Hidayah, NIM. 18312004, Judul Skripsi: “Peran Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā Dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus Wanita Karier Di Desa Telawah Grobogan).” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta 2022.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya wanita yang sudah berkeluarga memilih untuk menjadi wanita karier. Sebab di samping perannya sebagai istri dan seorang ibu, seorang wanita karier juga memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Tujuan skripsi ini mengetahui peran ibu (wanita karier) sebagai madrasah al-ûlâ dalam pendidikan akhlak anak, dan kendala apa yang dialami dalam menjalankan peran ganda sebagai seorang ibu sekaligus wanita karier.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tempat penelitian di Desa Telawah Grobogan. Sumber data utama penelitian ini ialah wanita karier yang memiliki anak usia sekolah dasar di Desa Telawah Grobogan. Adapun sumber data sekunder ialah suami-suami yang beristri wanita karier, anak- anak dari wanita karier, Kepala Desa Telawah, serta referensi berupa buku, dan artikel jurnal. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peran seorang ibu yang berprofesi sebagai wanita karier sudah dimulai dan diterapkan sejak dalam kandungan, masa kanak-kanak. Dan (2) Kendala yang dialami wanita karier dalam menjalankan peran ganda yang dimilikinya ialah: a. Keterbatasan waktu bersama anak sehingga kurang perhatian kepada anak; b. Ketika bekerja harus menitipkan anak kepada orang lain; c. Tenaga yang terbatas sehingga kurang maksimal dalam menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier.
Kata kunci: Peran Ibu, Pendidikan Akhlak, Wanita Karier
xix ABSTRACT
"The Role of Mothers as Madrasah al-Ūlā In Moral Children’s Education (Case Study of Career Women in Grobogan Telawah Village)."
Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah, Jakarta Institute of Al-Qur'an Sciences 2022.
This research is motivated by the increasing number of married women who choose to become career women. Because in addition to her role as a wife and a mother, a career woman also has responsibilities towards her work.
The purpose of this thesis is to find out the role of mothers (career women) as madrasatul ūlā in children's moral education, as well as what obstacles are experienced in carrying out dual roles as mothers (career women).
The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The research site is in the Grobogan Telawah Village.
The main data sources of this research are career women who have children of primary school age in Telawah Village, Grobogan. The secondary data sources are husbands who are married to career women, children of career women, the Head of the Telawah Village, as well as references in the form of books and journal articles. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used qualitative data analysis.
The results of this study indicate that a mother who works as a career woman still plays an important role in the moral education of children. This role has been started and applied since in the womb and childhood. The obstacles experienced by career women in carrying out their dual roles are: a. Limited time with children resulting in less attention to children; b. When working, you have to leave your child to someone else; c. Limited energy so that they are not optimal in carrying out their roles as housewives as well as career women.
Keywords: Mother’s Role, Moral Education, Career Women
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan tempat tumbuh kembang anak, dimana ia akan mendapat berbagai pengaruh langsung terutama saat masa-masa emas anak atau biasa disebut golden age. Orang tua, terutama ibu akan memberikan pengalaman pertama dalam kehidupan anak, yang mana pengalaman tersebut akan selalu memberikan dampak istimewa dan berarti dalam kehidupannya di masa mendatang.1 Sebagaimana dalam buku Tarbiyah al-Aulād fī al-Islām ada seorang penyair ternama yakni Hafiz Ibrahim menjelaskan dalam pepatah arab berikut:
َّْدَمَُّّمُلأا
َّ ةَسَر
ََّدْعَأََّاَتَْدَدْعَأَّاَذِّإ َّ
ََّْلأاََّبِّ يَطَّاًبْعَشََّتْد
َِّّقاَرْع
“Ibu itu ibarat sekolah jika engkau persiapkan ia dengan baik, berarti engkau telah menyiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.”2
Pendidikan keluarga menjadi pendidikan yang pertama dan utama bagi anak, dikatakan pertama karena seorang anak menerima pendidikan pertama kali dalam keluarganya sendiri, dari keluarga inilah anak mulai belajar berbicara, menulis, membaca, sampai anak tersebut tumbuh menjadi dewasa. Dikatakan utama karena setiap didikan dalam keluarga akan sangat mempengaruhi kepribadian anak. Baik buruknya kepribadian anak di masa yang akan mendatang
1 Nur Lailatul Fitri, “Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Anak Sejak Dini”, Jurnal Al-Hikmah : Indonesian Journal Of Early Childhood Islamic Education 1, no. 2.
(2017): h. 4. http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/11 (Diakses pada tanggal 24 Januari 2022.
2 Abdullah Nāshih ‘Ulwān, Tarbiyah al-Aulād fī al-Islām Pendidikan Anak Dalam Islam, terjemahan Arif Rahman Hakim, Cet. 12, (Solo: Insan Kamil, 2020), h. 7.
ditentukan oleh pendidikan dari keluarga atau orangtua itu sendiri, terlebih lagi seorang ibu.
Peran ibu sebagai madrasah al-ūlā sangat penting diimplementasikan untuk menunjang kesuksesan pendidikan anak, khususnya dalam pendidikan akhlak. Moralitas atau akhlak menjadi tolak ukur pendidikan dan menjadi nafas kehidupan seseorang.3 Bahkan, jenjang atau strata pendidikan belum menjadi ukuran mutlak akan ketentraman hidup seseorang, melainkan akhlak yang dimilikinya. Untuk itu, sejak dini (usia dasar) anak harus diajarkan pendidikan akhlak agar kehidupannya lebih terarah sesuai ajaran Islam.
Menurut R.A Kartini sebagai tokoh pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara, dalam aspek “Wanita sebagai pendidik pertama manusia”, Kartini lebih membebankan peran pembentukan watak manusia kepada wanita. Hal ini tertulis dalam suratnya kepada N.v.Z, yang dimuat pada Kolonial Weekblad, 25 Desember 1902, ia mengatakan:
“Bukan tanpa alasan orang mengatakan kebaikan dan kejahatan diminum anak bersama air susu ibu. Alam sendirilah yang menunjuk dia untuk melakukan kewajiban itu. Sebagai ibu dialah pendidik pertama umat manusia. Dipangkuannya anak pertama-tama belajar, merasa, berpikir, berbicara. Dan dalam kebanyakan hal pendidikan yang pertama-tama ini bukan tanpa arti untuk seluruh hidupnya.
Tangan ibulah yang pertama-tama meletakkan benih kebaikan dan kejahatan dalam hati manusia, yang tidak jarang dibawa sepanjang hidupnya. Dan bagaimana sekarang ibu-ibu Jawa dapat mendidik anak- anaknya, kalau mereka sendiri tidak terdidik? Peradaban dan
3 Muhammad Shaleh Assingkily, Miswar, “Urgensitas Pendidikan Akhlak Bagi Anak Usia Dasar (Studi Era Darurat Covid 19)”, Jurnal Tazkiya 9, no. 2, (2020): h. 93.
http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tazkiya (Diakses pada tanggal 27 Januari 2022)
kecerdasan bangsa Jawa tidak akan dapat maju dengan pesatnya, kalau perempuan dalam hal itu terbelakang tidak mempunyai tugas”.4
Sejalan dengan pemikiran RA Kartini tersebut, sudah selayaknya perempuan harus melengkapi dirinya dengan berbagai ilmu dan perangkat yang memungkinkannya tampil sebagai wanita hebat, agar kehadirannya dapat berperan optimal sebagai tiang penyangga kehidupan terutama peran utamanya sebagai ibu bagi anak-anaknya.
Teori mengenai ibu yang berperan utama sebagai madrasah al-ūlā bertolak belakang dengan kondisi saat ini, khususnya di Indonesia.
Perempuan pada era global ini memiliki istilah yang biasa dikenal dengan sebutan emansipasi wanita. Tuntutan zaman yang menyertai perubahan yang menyangkut perempuan sudah saatnya diikuti pula oleh perubahan paradigma, dimana kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan ditempatkan pada status yang setara, memiliki hak dan kewajiban yang seimbang, dan mendapat perlakuan yang adil.5
Paradigma ini akhirnya membuat kaum wanita berbondong- bondong merambah ke sektor publik, dan kini wanita telah menempati posisi penting di berbagai sektor seperti perekonomian, jasa, pendidikan, politik, hingga pemerintah. Wanita mampu menggeser dominasi kaum pria. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 50,70 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja adalah perempuan pada
4 Dri Arbaningsih, “Kartini dari Sisi Lain: Melacak Pemikiran Kartini Tentang Emansipasi Bangsa”, (Jakarta: Kompas Media, 2005), h. 127.
5 Arif Ismunandar, Hafiedh Hasan dan Ayu Eka Putri, “Peran Strategis Wanita Karier dalam Pendidikan Agama Anak”, Jurnal Madaniyah 11, no. 1. (2021): h. 79.
https://journal.stitpemalang.ac.id (Diakses pada tanggal 27 Januari 2022).
tahun 2020. Jumlah tersebut meningkat 2,63% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 49,40 juta orang.6
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) Bintang Puspayoga, mengatakan bahwa perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan ekonomi bangsa yang terdampak pandemi Covid-19. Partisipasi yang setara dan penuh dari seluruh masyarakat termasuk perempuan menjadi kunci kesejahteraan suatu bangsa. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) Bintang Puspayoga juga mengungkapkan perempuan menjadi kekuatan dalam seluruh sendi kehidupan. Masa depan bangsa ini turut bergantung kepada sejauh mana perempuan bisa mengambil peran, mendapatkan kesempatan yang sama, dan membuat perubahan.7
Ketika kaum wanita mulai memenuhi sektor publik, disaat yang sama sektor domestik mulai kehilangan peminat. Banyak kaum wanita yang lebih menikmati kiprahnya di sektor publik daripada sektor domestik. Sebab sektor publik dianggap lebih memberikan prospek cerah dari segi ekonomi, sehingga mampu meningkatkan taraf kesejahteraannya. Hal ini berdampak peran di sektor domestik diambil alih oleh para pembantu (asisten rumah tangga), tempat penitipan anak, baby sitter, atau anggota keluarga lain yang tidak bekerja.
6 Vika Azkiya Dihni, “Persentase Pekerja Perempuan Menurut Jenis Pekerjaan”
dalam Databoks (Oktober 2022).
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/10/07/perempuan-indonesia-paling-banyak- bekerja-sebagai-tenaga-usaha-penjualan (Diakses pada tanggal 27 Januari 2022).
7 “Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi” Biro Hukum dan Humas Kementrian Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (April 2021) https://kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3133/menteri-bintang-perempuan- tulang-punggung-pemulihan-sosial-ekonomi (Di akses pada tanggal 1 Februari 2022).
Fenomena di atas menjadi salah satu problema bagi kaum wanita karier khususnya di Indonesia, dimana selain berperan sebagai seorang ibu rumah tangga wanita di Indonesia juga dituntut bekerja untuk memenuhi perekonomian keluarga. Hal ini sesuai dengan data awal yang diperoleh penulis dalam wawancara dengan seorang wanita karier berusia 30 tahun, yang berprofesi sebagai buruh pabrik. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh data bahwa memang benar keputusan yang di ambil sebagai wanita karier di latar belakangi oleh kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan secara tidak langsung menuntut wanita untuk bekerja meninggalkan rumah demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebab tidak cukup apabila hanya mengandalkan gaji dari suami. Berikut adalah kutipan dari hasil wawancara tersebut:
“...saya bekerja untuk membantu suami mencukupi kebutuhan keluarga, membayar tagihan bank, dan sesekali membantu orang tua saya tanpa mengandalkan gaji dari suami.”8
Islam dalam ajarannya tidak ada larangan wanita berkarier, di dalam sejarah juga tercatat bahwa para istri Nabi mereka berkarier seperti Khadijah ra. yang aktif berbisnis, begitu juga Aisyah ra. Bergelut bersama masyarakat sekaligus menjadi guru. Wanita karier berarti wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi seperti bidang usaha, dinas pendidikan maupun perkantoran yang dilandasi pendidikan keahlian seperti keterampilan, kejujuran, dan sebagainya yang menjanjikan untuk mencapai kemajuan.9
8 Wawancara dengan wanita karier Desa Telawah Grobogan, Ibu Listiyowati, 06 Mei 2022.
9Siti Muri’ah, “Nilai-nilai Pendidikan Islam dan Wanita Karier”, (Cet. 1;
Semarang: Rasail Media Group, 2011), h. 32-33.
Berdasarkan landasan diatas maka sejatinya wanita memiliki peran yang sangat penting terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan sudah terbuka luas untuk wanita. Akan tetapi, pada kenyataanya wanita sebagai ibu yang memiliki peran ganda mengurus rumah tangga, bertanggung jawab dalam pendidikan anak sekaligus bekerja atau berkarier sering menghadapi kesulitan dalam menjalankan peran tersebut. Akibatnya wanita karier mengalami kendala yang dapat menghambat karier serta peran utamanya sebagai Ibu.
Berbicara mengenai perempuan yang bekerja atau perempuan yang mempunyai peran ganda pasti mereka memiliki konflik peran. Konflik peran dapat diartikan dimana seseorang yang memiliki peran yang bertentangan dengan peran lainnya. Dalam hal ini konflik yang dialami oleh seorang perempuan yang mempunyai peran ganda, dimana ia mempunyai peran sebagai Ibu tetapi di samping itu juga mempunyai peran sebagai seorang wanita karier (pekerja). Kedua peran tersebut pasti memiliki pertentangan. Di satu sisi, perempuan mempunyai peran di dalam keluarganya yaitu menjadi istri yang harus melayani suaminya, mendidik anak-anaknya dan juga menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Tetapi, di sisi lain perempuan juga mempunyai tugas dan tanggung jawab dengan pekerjaan yang dia miliki.
Psikolog anak dan keluarga, Sheryl Ziegler, Psy.D dari Colorado Association for Play Therapy mengungkapkan bahwa ada banyak tantangan yang dialami oleh ibu bekerja. Sebagian besar ibu bekerja merasa gagal menjadi ibu yang baik karena sibuk bekerja. Kesulitan membagi waktu ialah pemicu utama permasalahan ibu bekerja.
Kewajiban berada di kantor selama 8 jam sehari membuat para ibu
merasa kehilangan waktu bersama keluarga. Masalah-masalah lain yang muncul setiap hari seperti kurangnya waktu tidur, sering terlambat masuk kantor, dan kurang waktu “me time”.10
Kondisi objektif di lapangan dari hasil pengamatan sementara yang penulis lakukan di Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan terhadap wanita karier (sebagai buruh pabrik, Guru, Pegawai Negeri atau Swasta) yang memiliki anak usia sekolah dasar (SD), penulis menemukan adanya permasalahan banyaknya ibu yang bekerja kurang dapat secara penuh menjalankan perannya sebagai pendidik dalam keluarga. Adapun ketika ibu memilih bekerja dan menitipkan anaknya ada beberapa anak yang terhambat dalam pendidikannya, khususnya dalam pendidikan akhlak. Baik itu akhlak terhadap orang tua, keluarga, maupun masyarakat. Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurang maksimal peran ibu sebagai pendidik dalam keluarga karena waktunya terbagi untuk menjalankan peran di luar rumah sebagai wanita karier.
Berdasarkan latar belakang pentingnya peran ibu sebagai madrasah al-ūlā dalam pendidikan akhlak anak dan adanya hambatan terhadap wanita karier dalam menjalankan peran sebagai pendidik dalam keluarga di Desa Telawah, Grobogan, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam terhadap permasalahan tersebut yang kemudian penulis susun ke dalam bentuk skripsi dengan judul
“Peran Ibu Sebagai Madrasah Al-Ūlā dalam Pendidikan Akhlak Anak (Studi Kasus: Wanita Karier di Desa Telawah Grobogan).
10School of Parenting “Tantangan sehari-hari Ibu Bekerja”, (April 2019).
https://schoolofparenting.id/tantangan-sehari-hari-ibu-bekerja/ (Diakses pada tanggal 24 Februari 2022).
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan dalam survey awal yang ditemukan penulis di Desa Telawah, Kabupaten Grobogan maka penulis dapat mengidentifikasi beberapa masalah yang terkait dengan hal yang akan diteliti, yakni:
a. Mayoritas ibu lebih memilih menjadi wanita karier dibandingkan menjadi seorang ibu rumah tangga.
b. Peran Ibu sebagai madrasah al-ūlā dalam pendidikan Akhlak anak.
c. Ibu yang bekerja memiliki lebih sedikit waktu dalam hal pendidikan anaknya.
d. Mayoritas ibu yang bekerja tidak sepenuhnya dapat melakukan pengawasan dan tugas sebagai pendidik dalam keluarga.
e. Ibu yang memilih bekerja dan menitipkan anaknya ada beberapa anak yang terhambat dalam pendidikannya.
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis perlu membatasi permasalahan sebagai berikut:
a. Peran ibu sebagai madrasah al-ūlā dalam pendidikan Akhlak anak.
b. Ibu yang bekerja tidak sepenuhnya dapat melakukan pengawasan dan tugas sebagai pendidik dalam keluarga.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
a. Bagaimana peran wanita karier sebagai madrasah al-ūlā dalam pendidikan akhlak di Desa Telawah, Kabupaten Grobogan?
b. Apa kendala yang dihadapi wanita karier dalam menjalankan perannya sebagai pendidik akhlak dalam keluarga di Desa Telawah, Kabupaten Grobogan?
C. Tujuan Penelitian
Setelah sebelumnya rumusan masalah dipaparkan guna pembahasan tidak meluas serta pembahasannya mengerucut pada tujuan pembahasan ini, oleh karenanya peneliti membuat tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah di atas.
1. Untuk mengetahui peran wanita karier sebagai madrasah al-ūlā pada pendidikan akhlak anak di Desa Telawah, Kabupaten Grobogan.
2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi wanita karier dalam menjalankan perannya sebagai pendidik akhlak dalam keluarga di Desa Telawah, Kabupaten Grobogan.
D. Manfaat Penelitian
Peneliti mengharapkan hasil dari penelitian ini memperoleh manfaat yang baik bagi semua pihak, yakni untuk pengembangan ilmu dan referensi penelitian lebih lanjut. Dalam arti, manfaat penelitian yang berisi uraian yang menunjukkan bahwa masalah yang dipilih oleh peneliti layak untuk diteliti. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna secara teoritis maupun praktis bagi penulis dan pembaca, antara lain sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, skripsi ini diharapkan memiliki kegunaan untuk menambah khazanah pustaka dalam bidang pendidikan dan dapat menambah wawasan ilmu terkait pentingnya peran wanita dalam pendidikan agama Islam terutama dalam keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis skripsi ini diharapkan memiliki kegunaan, diantaranya:
a. Sebagai bahan masukan bagi wanita karier untuk meningkatkan perannya sebagai madrasah al-ūlā dalam mengupayakan pendidikan bagi anak-anaknya, khususnya pendidikan akhlak, sehingga diharapkan dapat lebih maksimal.
b. Bagi peneliti, diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan tentang peran wanita karier sebagai madrasah al-ūlā dalam mendidik akhlak pada anak.
E. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka menjelaskan kajian relevan yang dilakukan selama mempersiapkan atau mengumpulkan referensi sehingga ditemukan topik sebagai problem (permasalahan) yang terpilih dan perlu untuk dikaji melalui penelitian skripsi. Sebelum penulis menentukan judul dalam penelitian ini, penulis membaca beberapa skripsi, artikel jurnal, website, dan buku-buku yang membahas permasalahan yang akan penulis teliti, berikut merupakan kepustakaan yang ditemukan penulis:
1. Skripsi yang disusun oleh Ira Srinuryanti dengan judul “Peran Ibu Sebagai Orang Tua Tunggal Dalam Mendidik Akhlak Anak (Studi Kasus Di Dusun Sirap Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang)”, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran ibu sebagai orang tua tunggal dalam mendidik akhlak anak di Dusun Sirap, Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Adapun dalam penelitaan ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa upaya yang dilakukan ibu tunggal dalam mendidik akhlak anak
serta Kendala yang dihadapi ibu tunggal baik dari segi internal maupun eksternal.11
Persamaan skripsi di atas dengan skripsi penulis ialah sama-sama meneliti tentang bagaimana peran ibu dalam mendidik akhlak anak serta sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis.
Perbedaan skripsi di atas dengan skripsi penulis ialah dari objek penelitian. Penulis melakukan studi kasus pada ibu yang menjadi wanita karier, sedangkan skripsi di atas pada ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal.
2. Skripsi yang disusun oleh Ulfi Laelatul Mahfida dengan judul
“Pengaruh Pola Asuh Wanita Karir Terhadap Akhlak dan Hasil Belajar Siswa SD Plus Sunan Pandanaran Kanigoro Blitar”
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, 2019.
Hasil penelitian dalam skripsi ini mengungkapkan bahwa pola asuh wanita karier berperan dalam mempengaruhi akhlak dan hasil belajar siswa. Ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam pendidikan dasar anak dan akhlak anak ketika belum masuk sekolah, dan juga faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, atau kurang perhatiaan dan bimbingan dari orang tua, akrab atau tidaknya hubungan orang tua dengan anak, tenang atau
11 Ira Srinuryanti, “Peran Ibu Sebagai Orangtua Tunggal Dalam Mendidik Akhlak Anak (Studi Kasus Di Dusun Sirap Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang)”, (Skripsi Sarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, 2019). http://e- repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/ (Diakses pada tanggal 3 Februari 2022).
tidaknya situasi dalam rumah, semua itu sangat mempengaruhi pencapaian hasil belajar seorang anak.12
Persamaan, dengan tema yang penulis ambil ialah sama-sama membahas tentang pendidikan anak.
Perbedaan, dengan tema yang penulis ambil adalah fokus penelitian dan metodologi penelitian. Penulis fokus pada peran ibu bukan pola asuh. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, sedangkan skripsi tersebut menggunakan kuantitatif dengan teknik proporsional random sampling.
3. Skripsi yang disusun oleh Warsiah dengan judul Peran Wanita Karir Dalam Pendidikan Anak Perspektif M. Quraish Shihab Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana peran wanita karir dalam pendidikan anak perspektif M.
Quraish Shihab. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menurut M. Quraish Shihab peran wanita karir dalam pendidikan anak yaitu dalam pendidikan karakter atau pembentukan watak.
Wanita karir harus mampu membagi waktu dan menjadi teladan yang baik serta bijak dalam pendidikan karakter anak yaitu dengan mengajarkan ketauhidan, ibadah serta akhlak, sebab bagaimanapun anak merupakan amanah dan tanggung jawab dari Allah SWT yang akan di pertanggung jawabkan.13
Persamaan, dengan tema yang penulis ambil ialah sama-sama membahas tentang peran wanita karier dan pendidikan anak.
12 Ulfi Laelatul Mahfida, Pengaruh Pola Asuh Wanita Karir Terhadap Akhlak dan Hasil Belajar Siswa SD Plus Sunan Pandanaran Kanigoro, (Skripsi Sarjana: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, 2019). http://repo.uinsatu.ac.id/ (Diakses pada tanggal 2 Februari 2022).
13 Warsiah, “Peran Wanita Karir dalam Pendidikan Anak Perspektif M. Quraish Shihab”, (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Raden Intan, 2019).
http://repository.radenintan.ac.id/ (Diakses pada tanggal 4 Februari 2022).
Perbedaan, dari segi metodologi penelitian serta fokus penelitian.
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan skripsi terdahulu menggunakan studi pemikiran tokoh. Fokus penelitian penulis hanya pada pendidikan akhlak bukan pendidikan anak yang jangkauannya tentu lebih luas.
4. Hasil penelitian yang dilakukan Siti Muyhayhanah yang dicantumkan dalam artikel jurnal STAINU Temanggung, Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI), 2020 dengan judul Peran Wanita Karir Dalam Kehidupan Rumah Tangga Islami (Studi kasus pada wanita karir di Desa Kemloko). Pembahasan dalam artikel jurnal ini mengungkapkan bahwa wanita karir di desa Kemloko sering mengeluh tentang beban pekerjaannya yang tidak sedikit, belum pula beban peranannya sebagai ibu rumah tangga.
Karena dirumah mereka dituntut untuk memberi perhatian kepada suami dan anak-anaknya. Belum lagi kalau dirumah dan di luar rumah (pekerjaan) terdapat konflik. Akan tetapi hal ini dapat diantisipasi dengan menerapkan bahwa peran seorang istri sebagai pendamping suami dapat sebagai teman, pendorong dan penasehat yang bijaksana.
Dan yang paling penting bahwa peran itu dapat dilakukan dengan baik apabila ada keterbukaan satu sama lain, kerjasama dan saling pengertian dalam keluarga, tak pandang sebagai wanita karier atau ibu rumah tangga.14
Persamaan, dengan tema yang penulis ambil ialah sama-sama membahas tentang wanita karier.
14 Siti Muyhayhanah, “Peran Wanita Karir Dalam Kehidupan Rumah Tangga Islami (Studi kasus pada wanita karir di Desa Kemloko)”, Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI): STAINU Temanggung, 2, no. 1, (2020).
http://www.openjournal.unpam.ac.id/ (Di akses pada tanggal 4 Februari 2022).
Perbedaan, dengan tema yang penulis ambil ialah pada fokus penelitian.
5. Hasil penelitian yang dilakukan Moh. Rivaldi Abdul yang dicantumkan dalam artikel jurnal Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Journal of Islamic Education Policy, 2020 dengan judul Ibu Sebagai Madrasah bagi Anaknya : Pemikiran Pendidikan R.A Kartini. Artikel jurnal ini menganalisis pemikiran pendidikan R.A. Kartini. Fokus penelitiannya seputar konsep pendidikan Kartini dan pandangan Kartini mengenai peran ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya. Data primer dalam penelitian ini menggunakan surat- surat Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai sumber data primer. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa peran ibu sangat penting dalam pendidikan informal. Konsep pendidikan Kartini mengacu pada konsep pendidikan budi pekerti atau pendidikan akhlak, dimana pendidikan tidak hanya mencerdaskan otak saja, namun juga harus membentuk akhlak baik pada diri peserta didik.15
Persamaan, dengan tema yang penulis ambil ialah sama-sama membahas mengenai peran ibu sebagai pendidik dalam keluarga.
Perbedaan, dari segi metodologi penelitian serta fokus penelitian.
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis sedangkan artikel jurnal ini menggunakan studi pemikiran tokoh.
Penulis juga fokus pada peran ibu sebagai wanita karier dalam mendidik akhlak anak serta kendala yang dialami. Sedangkan artikel
15 Moh. Rivaldi Abdul, “Ibu Sebagai Madrasah bagi Anaknya : Pemikiran Pendidikan R.A Kartini”, Journal of Islamic Education Policy: Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 5, no. 2, (2020). http://journal.iain- manado.ac.id/index.php/jiep/article/view/1350/899 (Di akses pada tanggal 5 Februari 2022).
jurnal ini hanya fokus pada peran ibu sebagai madrasah bagi anaknya.
F. Sistematika Pembahasan
Penulisan skripsi ini mengacu pada buku pedoman skripsi, tesis dan disertasi yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta tahun 2021. Sistematika ini berguna untuk memberikan gambaran yang jelas agar pokok pembahasan tidak menyimpang. Adapun sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab yang masing-masing bab memiliki sub bab, diantaranya:
BAB I PENDAHULUAN meliputi: latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, tinjauan pustaka, kerangka teori, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI pada bab ini mencakup landasan teori yaitu konsep yang mendukung penulisan skripsi. Penulis membagi pembahasan dalam 3 sub bab, yakni : konsep ibu sebagai madrasah al- ūlā, pendidikan akhlak dalam keluarga serta wanita karier.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN meliputi : pendekatan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, siklus (jadwal penelitian), data dan sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, pedoman observasi, pedoman wawancara.
BAB IV HASIL PENELITIAN pada bab ini meliputi kajian teori penelitian berupa gambaran umum Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, deskripsi hasil data penelitian dan analisis data hasil penelitian.
BAB V PENUTUP merupakan bab akhir yang memuat kesimpulan hasil penelitian, saran yang membangun dan bermanfaat bagi semua pihak
yang terlibat dalam penelitian, serta lampiran-lampiran yang mendukung data penelitian.
17 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep Ibu Sebagai Madrasah al-Ūlā 1. Makna Ibu sebagai Madrasah al-Ūlā
Ibu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah wanita yang telah melahirkan, sebutan untuk wanita yang telah bersuami, dan panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum.1 Ibu dalam bahasa Arab disebut al Umm, apabila dilihat turunan nya kata ini memiliki banyak makna diantaranya umm dengan arti menjadi imam, ikutan jadi kaum.2 Dalam Al-Qur`an, kata al-umm (
ملأا(
terulang sebanyak 35 kali dalam berbagai bentuk pada 22 surah dalam 31 ayat, 24 kali dalam bentuk mufrad dan 11 kali dalam bentuk jamak.3Adapun istilah “Madrasah” berasal dari bahasa Arab yaitu nama tempat dari kata )
ًَّةَسا ََّرِّدَو - ًَّسا ْﻭ َُّرُدَو - اًسْرَد - َُّسُرْدَي - ََّسَرَد
( darasa-yadrusu-darsan wa durûsun wa dirāsatan, yang berarti terhapus, hilang bekasnya, menghapus, menjadi usang, dan melatih. Dilihat dari pengertian ini maka madrasah berarti tempat untuk mencerdaskan para peserta didik, menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan peserta
1 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2007), h. 416.
2 Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: PT Hidayah Karya Agung, 1972), hal 48.
3 Fathiyaturrohmah, Ayat-Ayat Tentang Peranan Ibu dalam Pendidikan Anak, Elementary 2, no. 1, (Januari-Juni 2014): h. 61. https://studylibid.com/doc/1025304/ayat- ayat-tentang-peranan-ibu-dalam-pendidikan-anak (Diakses pada 8 Februari 2022).
didik serta melatih kemampuan mereka sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.4
Secara etimologis, istilah al-ummu madrasah al-ūlā dapat diartikan sebagai ibu merupakan sekolah pertama. Namun secara terminologis istilah tersebut diartikan sebagai ibu yang dengan pendidikannya mampu mempengaruhi perkembangan pendidikan anak sampai anak itu berhasil dalam pendidikannya.5 Hal ini sebagaimana syair Ḥafiẓ Ibrāhīm:
َّ ةَسَردَمَُّّمُلأا
َّْعَأَّاَذِّإ َّ
َّْدَد
َّْدَدعَأََّاَتَ
َّْعَشََّت
ََّْلأاََّبِّ يَطَّاًب
َِّّقاَرْع
“Ibu itu ibarat sekolah jika engkau persiapkan ia dengan baik, berarti engkau telah menyiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.”6
Syair tersebut menjelaskan bahwa ibu ialah lembaga pendidikan, yang jika ia benar-benar mempersiapkan dirinya, berarti ia telah mempersiapkan sebuah generasi yang benar-benar digdaya.
Ibu memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan moral-anak-anak. Penanaman nilai-nilai kebaikan dan pendidikan serta motivasi untuk kesuksesan anak-anak akan membawa perubahan-perubahan dan pengaruh yang sangat besar untuk kualitas generasi bangsa.7
4 Fithriani Gade, “Ibu Sebagai Madrasah dalam Pendidikan Anak”, Jurnal Ilmiah Didaktika 13, no. 1, (Agustus 2012): h. 33. https://jurnal.ar- raniry.ac.id/index.php/didaktika/article/view/462 (Diakses pada tanggal 9 Februari 2022).
5 Nurhayati, Syahrizal, “Urgensi dan Peran Ibu Sebagai Madrasah Al-Ula dalam Pendidikan Anak”, Jurnal Itqan 6, no. 2, (Juli 2015): h. 155.
http://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/itqan/article/download/49/45. (Diakses pada tanggal 12 Februari 2022).
6 Abdullah Nashih ‘Ulwan, Tarbiyatul Aulad Fil Islam Pendidikan Anak Dalam Islam, Cet. 12, (Solo: Insan Kamil, 2020), hal. 7.
7 Zulhamdi dan Mahfudz Masduki, Ibu dalam Al-Qur’an: Sebuah Kajian Tematik, Esensia 16, no. 1, (2015): h. 9-10. http://ejournal.uin- suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/984. (Diakses pada tanggal 12 Februari 2022).
Suryati Armaiyn menuliskan dalam bukunya yang berjudul Catatan Sang Bunda bahwa, Ibu ialah manusia yang sangat sempurna. Ia akan menjadi manusia sempurna manakala mampu mengemban amanah Allah SWT., yakni menjadi guru bagi anak- anaknya, menjadi pengasuh bagi keluarga, menjadi pendamping bagi suami, dan mengatur kesejahteraan rumah tangga. Ia juga mampu menjadi mentor dan motivator. Kata-katanya mampu menggelorakan semangat. Nasihat nya mampu meredam ledakan amarah. Tangis nya mampu menggetarkan arsy Allah SWT, Doanya tembus sampai langit ke tujuh. Di tangan nya rezeki yang sedikit bisa menjadi banyak, dan di tangan nya pula penghasilan yang banyak tidak berarti apa-apa, kurang dan terus kurang. Dialah yang mempunyai peran sangat penting dalam menciptakan generasi masa depan.8
Berdasarkan uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa ibu ialah seorang perempuan yang menikah dan diberi kepercayaan oleh Allah SWT., untuk mengandung dan melahirkan anak dan menjadi orang yang pertama menjalin ikatan batin dan emosi pada anak serta sebagai sentral dalam perkembangan awal anak. Selain itu ibu juga bertanggung jawab untuk mengasuh, merawat, mendidik, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya.
2. Peran dan Tugas Ibu sebagai Madrasah al-Ūlā
Kata “peran” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan dengan kiprah, eksistensi, pemain atau perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.9 Peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status),
8 Suryati Armaiyn, Catatan Sang Bunda, (Jakarta: Al-Mawardi Prima Jakarta, 2011), h. 7-8.
9 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka. 1994), h. 751.
apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiban nya sesuai dengan kedudukan nya, maka ia menjalankan suatu peranan.10
Sebagaimana pendapat Livinson yang dikutip oleh Soerjono Soekanto bahwa:11
a. Peranan meliputi norma-norma yang diungkapkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
b. Peranan ialah konsep tentang apa yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting sebagai struktur sosial masyarakat.
Peran yakni seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan nya dalam suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Selain itu peran juga dapat didefinisikan sebagai bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi sosial tertentu.12
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa peran merupakan suatu sikap atau perilaku dinamis dari kedudukan (status) yang dimiliki oleh seseorang. Dalam hal ini peran yang dimainkan di dalam keluarga yakni peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Berbicara mengenai pendidikan anak, maka yang berpengaruh besar adalah seorang Ibu. Seperti yang diungkapkan oleh Samsul Munir Amin dalam bukunya yang berjudul Menyiapkan Masa Depan
10 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h. 243.
11 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, h. 221.
12 KozierBarbara, Peran dan Mobilitas Kondisi Masyarakat, (Jakarta: Gunung Agung, 1995), h. 21.
Anak secara Islami, peran ibu dalam mendidik anak ialah sebagai berikut:13
a. Peranan Ibu dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Bagi Anak- anak
Pendidikan jasmani dan kesehatan bagi anak-anak menjadi tugas dan tanggung jawab seorang ibu, baik dari segi aspek perkembangan ataupun aspek perfungsian. Beberapa hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan jasmani dan kesehatan anak-anak yakni dengan memberi peluang yang cukup untuk menikmati ASI, sebab ASI mengandung makanan jasmani, psikologikal, dan spiritual yang tidak terdapat dalam susu formula.
b. Peran Ibu dalam Pendidikan Intelektual Anak
Ibu berperan besar terhadap pendidikan anak-anaknya sebelum memasuki sekolah, hal ini dapat dilakukan dengan pembiasaan yang baik ketika di rumah. Misalnya dengan menolong anak, menemukan hal baru, dan menumbuhkan kesediaan-kesediaan, bakat, minat, serta kemampuan akalnya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan dan sikap intelektual yang sehat. Dalam memainkan fungsi peranan nya dalam pendidikan anak, yakni ibu harus mempersiapkan rumah tangga dengan segala macam-macam rangsangan intelektual dan budaya.
c. Peranan Ibu dalam Pendidikan Psikologikal dan Emosi
Kecerdasan psikologikal, perkembangan jiwa yang positif, dan emosi anak sangat dipengaruhi dari kesabaran dan teladan dari seorang ibu. Anak yang dididik ibu dengan cara kekerasan
13 Samsul Munir Amin, Menyiapkan Masa Depan Anak secara Islami, (Jakarta:
Amzah, 2007), h. 31-36.
juga akan membentuk watak yang keras terhadap jiwa dan psikologi anak.
Lebih lanjut Dewi Maharani berpendapat bahwa dalam Pendidikan Islam mendidik dengan memperhatikan sisi psikologi seorang anak berperan penting dalam menjembatani proses penyampaian ilmu pengetahuan agar lebih memperhatikan psikologi masing-masing individu anak, karena hal ini sangat menentukan keberhasilan orang tua atau pendidik dalam mentransfer ilmu yang diberikan kepada anak-anaknya. Dengan demikian akan menjadikan anak lebih sehat jiwanya, mereka akan memiliki kondisi fisik yang prima, kecerdasan mental intelektual (IQ) yang tinggi, kondisi kesehatan jiwa/kepribadian yang matang dan stabil dalam mental emosionalnya (EQ) mempunyai integritas kepribadian yang tinggi (mental-sosial), serta mempunyai keteguhan iman dan Islam.14
d. Peranan Ibu dalam Pendidikan Agama Anak
Seorang ibu sangat berperan dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama bagi anak. Bahkan ketika anak masih dalam kandungan, demikian pula nilai-nilai pendidikan keagamaan dapat dipraktikan oleh ibu terhadap anaknya sejak usia dini. Penanaman pendidikan agama yang dimulai sejak dini yang dilakukan oleh ibu akan memiliki arti yang penting bagi proses selanjutnya dalam pendidikan Agama anak.
14 Dewi Maharani, “Pendidikan Anak Perspektif Psikologi Dan Pendidikan Islam”.
IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam 1, No. 01, 2018, h. 38-60.
https://doi.org/10.37542/iq.v1i01.5, link Jurnal:
https://journal.ptiq.ac.id/index.php/iq/article/view/5 (diakses pada 10 Juli 2022).
e. Peran Ibu dalam Pendidikan Moral (Akhlak) Anak
Seorang ibu diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai pendidikan moral sejak dini agar meresap pada diri anak.
Pendidikan moral yang dapat dilakukan oleh ibu kepada anaknya ialah memberikan contoh perilaku yang baik dalam bergaul, menghormati bapak, ibu, kakak, adik, dan anggota keluarga lainnya. Demikian pula kepada orang lain yang harus dihormati.
f. Peran Ibu dalam Pendidikan Sosial Anak
Seorang ibu memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan sosial anak. Pendidikan sosial anak dengan lingkungannya dimulai sejak anak masih kecil. Adapun pendidikan sosial terhadap anak dapat dilakukan oleh ibu dalam hal memilih lingkungan sosial yang baik untuk anak, memilih teman belajar, serta teman bermain yang baik bagi anak.
Selaras dengan pendapat Samsul Munir Amin, peranan wanita sebagai ibu juga mendapat perhatian khusus dalam Islam. Menurut konsep Islam, peranan ini sangat vital bagi kelangsungan hidup yang sejahtera. Keberadaan ibu menjamin kesinambungan umat. Selain itu peran sebagai pendidik anak dianggap sebagai tugas utama dan suci.
Dan keadaan wanita di suatu bangsa menjadi tolak ukur keberhasilan generasinya, mengingat eratnya hubungan ibu dan anak sejak dalam kandungan.15
Pendidikan seorang anak merupakan proses mendidik, mengasuh, serta melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan oleh para orang tua sebagi tanggung jawabnya terhadap anak dengan
15 Aprijon Efendi, “Eksistensi Wanita dalam Perspektif Islam”, Jurnal Muwazah 5, no. 2, (Desember 2013): h. 229.
http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Muwazah/article/view/347 (Diakses pada tanggal 14 Maret 2022).
berlandaskan pada nilai-nilai yang terpuji, yang tentunya bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam hal ini peran dan keikutsertaan ibu sangat diperlukan. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an di bawah ini:
و ْ لا َو دِل َة َعا َض َّرلا َّمِتُّي ن ْ َ
ا َدا َر َ
ا ْن َمِل ِنْي َ ل ِما َ
ك ِنْي َ
ل ْو َح َّنُه َدا َ ل ْو َ
ا َن ْع ِض ْرُي ُت
“Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. al Baqarah [2] : 233)
Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir dalam ayat ini terkandung bimbingan dari Allah Ta’ala bagi para ibu supaya mereka menyusui anak-anaknya dengan sempurna, yakni dua tahun penuh.16 Ayat Al- Qur’an di atas dapat dijelaskan bahwa, arti penyusuan di sini bukanlah sekedar memberikan air susu, tetapi memberikan pula kepuasan rohani, pemeliharaan, pendidikan dan sebagainya.
Sebagaimana diakui para ahli betapa eratnya hubungan emosional dan fisik antara ibu dan anak yang dilahirkan nya. Dibutuhkan keahlian khusus seorang ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak untuk membina anaknya hingga memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi zaman yang terus berkembang. Peran orang tua terutama ibu mempunyai pengaruh besar bagi pertumbuhan seorang anak.17
Bersumber dari beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa ibu memiliki peran yang sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Maka dari itu ibu harus memahami
16 Abdullaḥ bin Muḥammad bin Abdurrāḥmān bin Isḥāq Alu Syaikh, Lubābut Tafsir Min Ibni Katsīr, terj. M. Abdul Ghoffar dan Abu Iḥsan al-Atsari, Tafsir Ibnu Katsīr, (Jakarta:
Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2017), h. 595.
17 Ratna Dewi, Kedudukan Perempuan dalam Islam dan Problem Ketidakadilan Gender, Jurnal Kajian Gender dan Anak 4, no. 1, (2020): h. 11.
https://www.lp2msasbabel.ac.id/ (Diakses pada tanggal 16 Maret 2022)