• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Komunikasi Massa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Komunikasi Massa"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

12 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Komunikasi Massa

Komunikasi massa merupakan komunikasi dengan melalui media massa dengan menghasilkan sebuah pesan. Produk yang dihasilkan lalu disebarluaskan kepada masyarakat luas dengan berlanjut pada jarak waktu yang sudah diatur, seperti harian, mingguan, ataupun bulanan. Menurut Gerbner dalam memproduksi sebuah produk, tidak dapat dilakukan secara perorangan melainkan oleh lembaga dengan menggunakan teknologi tertentu.

Komunikasi massa menurut Bittner, yaitu pesan yang disampaikan lewat media massa kepada orang banyak. Pesan yang akan disampaikan harus melalui media massa, apabila tidak menggunakan media massa maka bukan komunikasi massa. Jadi walaupun komunikasi tersebut disebarkan kepada orang banyak, semisal rapat akbar di ruangan luas dan didatangi oleh ratusan hingga ribuan orang, itu bukan komunikasi massa.

Menurut Maletzke, komunikasi massa mempertontonkan massa dengan satu arah secara tidak langsung karena menggunakan media massa, dan memiliki sifat terbuka kepada setiap orang. Pesan dapat dengan mudah tersampaikan kepada masyarakat luas dengan tidak langsung dan satu arah. Pesan tersebut tersampaikan tidak hanya satu tempat, melainkan tersebar di berbagai tempat.

2.1.1 Ciri- ciri komunikasi massa

Komunikasi yang disampaikan melalui media massa, baik melalui audio, media cetak, maupun audio visual merupakan ciri dari komunikasi massa. Lembaga serta komunikator yang bergerak pada organisasi kompleks, memang harus terlibat dalam membentuk komunikasi massa. Dalam setiap menyampaikan pesan pada media massa, banyak cara dan pastinya berbeda pada setiap caranya. Missal, pesan

(2)

13

tersebut disampaikan melalui radio, maka hanya secara audio, berbeda dengan televisi yang dibungkus secara sempurna yakni dengan audio dan visual secara nyata maupun verbal atau nonverbal.

Ciri-ciri komunikasi massa, antara lain:

1. Pesan bersifat umum

2. Komunikannya anonim dan heterogen 3. Media massa menimbulkan keserempakan

4. Komunikasi lebih mengutamakan isi dari hubungan 5. Bersifat satu arah

6. Stimulasi alat indra yang terbatas

7. Umpan balik tertunda dan tidak langsung

Komunikasi massa juga memiliki fungsi yakni sebagai sarana sosialisasi pada masyarakat. Menurut Robert K. Merton menuturkan dua aspek fungsi aktivitas, yaitu :

1. Fungsi nyata (manifest function) yaitu fungsi nyata yang diharapkan.

2. Fungsi tidak nyata atau tersembunyi (latent function), yakni fungsi yang tidak diharapkan.

2.2. Strategi Program

Menurut Morissan (2008) strategi program merupakan langkah untuk meningkatkan standar kualitas suatu program baik program televisi maupun program radio agar mendapatkan jumlah penonton atau audiens dengan jumlah yang maksimal. Karena keberhasilan suatu program ditentukan dari banyaknya

(3)

14

jumlah dan respon dari audiens, karena audiens merupakan pasar dan program merupakan sebagai produk yang ditawarkan. Untuk menarik perhatian serta merebut audiens, program acara harus dikemas semenarik mungkin agar bisa memenangkan perhatian dari para audiens. Sehingga diperlukan strategi dalam sebuah program agar dapat merebut pasar dan meningkatkan jumlah audiens secara konsisten.

Menurut Morissan (2008) strategi program merupakan langkah awal yang terdiri dari perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, dan pengawasan dan evaluasi program. Hal tersebut dilakukan agar penayangannya dapat menghasilkan dampak yang optimal.

2.3. Televisi

Televisi berasal dari kata Yunani. Televisi merupakan gabungan dari dua kata, yakni tele yang berarti far, off ‘jauh’, dan vision yang berarti to see ‘melihat’. Dalam harfiah, televisi mempunyai arti melihat dari jauh. Jadi televisi yaitu alat komunikasi media massa yang dapat dilihat dan didengar dengan jarak jauh oleh masyarakat secara luas.

Sebagai sarana informasi, maka televisi memiliki kekuatan yang sangat kuat dan efektif untuk mengabarkan sebuah pesan dan memberikan pengalaman seakan dirasakan oleh diri sendiri dari jarak jauh dan diwaktu yang sama. Penyampaian pesan seakan-akan pada saat itu juga (live) dari komunikator ke komunikan (Sony, 2008: 30). Maka dari itu televisi dikatakan sebagai alat informasi yang sempurna, karena dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.

Televisi yang merupakan alat komunikasi dengan memakai media, maka penyampaian pesan melalui televisi disebut sebagai komunikasi massa. Sama halnya dengan komunikasi massa yang mempunyai karakteristik, televisi juga memiliki karakteristik yakni :

a. Bersifat tidak langsung

(4)

15 b. Bersifat satu arah

c. Bersifat terbuka d. Public tersebar e. Bersifat selintas

2.3.1. Fungsi Televisi Sebagai Media Massa

Dengan adanya televisi sebagai media komunikasi maka timbullah kemajuan bagi masyarakat terkhusus dalam komunikasi dan informasi yang bersifat massa. Adanya televisi, masyarakat memanfaatkan untuk mencari informasi serta berinteraksi hingga ke seluruh dunia. Dikarenakan televisi merupakan massa, yang dimana memiliki sifat satu arah, berarti komunikan tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan komunikator, komunikan tidak memiliki sifat individual tetapi kolektif. Harold Lasswell mengemukakan bahwa komunikasi massa memiliki tiga fungsi, setiap fungsinya tidak berjalan sendiri, tetapi saling bergantungan antar fungsinya.

1. The surveillance of the environment

Berarti media massa bekerja mengamati lingkungan sekitar, lalu memberikan informasi bagi masyarakat yang tidak terjangkau.

2. The correlation of the if soceiely in responding to the environment

Media massa disebut juga “gatekeeper” dari arus informasi, karena media massa menjurus pada pemilihan,penafsiran, penilaian, mengenai apa yang akan disampaikan.

3. The Transmission of the social heritage from generation to the generation Media massa sebagai jembatan pembelajaran untuk tata nilai dan budaya setiap penerus.

(5)

16 2.4. Program Siaran Televisi

Program siaran televisi atau masyarakat sering menyebutnya dengan acara televisi yaitu hiburan acara yang disajikan dan ditayangkan oleh televisi yang berisikan pesan, hiburan, serta pendidikan. Program televisi terbagi menjadi dua, yakni program berita dan nonberita. Program televisi juga dapat ditayangkan secara langsung (live) maupun tidak langsung (tapping). Siaran langsung merupakan jenis siaran yang ditampilkan atau ditayangkan secara langsung dan tidak ada penundaan waktu (pada saat itu direkam, pada saat itu juga ditayangkan tanpa adanya proses edit). Apabila siaran tidak langsung yakni hasil rekaman yang melalui proses editing dan disiarkan di waktu yang berbeda dengan peristiwanya.

KPI membagi dua kategori dalam siaran televisi, yakni program faktual dan non factual. Program faktual yakni program yang berisikan informasi atau disebut juga program jurnalistik, dimana disiarannya menyajikan sebuah fakta nonfiksi kepada public yang sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS). Program non faktual yaitu program yang berisikan acara hiburan bisa berupa ekspresi seni dan budaya, rekayasa, imajinasi dari pengalaman seseorang atau suatu kelompok. Dari keduanya tersebut dapat diartikan dengan program berita dan nonberita.

Menurut Latief dan Yusiatie (2015) dalam bukunya Siaran Televisi Non Drama, program televisi terbagi dalam 2 kategori yakni program informasi dan hiburan. Program informasi merupakan program yang berisikan berita atau jurnalistik untuk memberikan pengetahuan kepada khalayak luas. Program hiburan yakni program yang memberikan hiburan kepada khalayak. Program hiburan terbagi kedalam dua format, yakni drama dan non drama. Program non drama terdiri atas, music, permainan, reality show, pertunjukan, komedi, variety show, talkshow, newstainment. Program drama merupakan acara televisi yang menayangkan atau menceritakan tentang kisah seseorang yang melibatkan pemain dengan konflik serta

(6)

17

emosi yang didapat dari ide dan dituangkan ke cerita untuk menyampaikan sebuah pesan. Program non drama, yakni program yang diproduksi dari ide kreatif dan berdasarkan realita kehidupan tanpa harus menafsirkan ulang dan nyata.

2.4.1. Jenis Program Siaran Televisi

Jenis program televisi dibedakan atas format teknis atau berdasarkan isinya.

Format yang bersifat umum yang menjadi pola terhadap bentuk program televisi, misalnya talkshow, dokumenter, film, kuis, music, dan lain sebagainya.

Berdasarkan isi, program televisi terbagi menjadi dua, yakni program jurnalistik dan artistik. Program jurnalistik terbagi menjadi dua yaitu Hard news dan Soft news.

Program artistik terbagi menjadi dua yaitu drama dan non drama.

2.4.2. Filosofi Program non drama

Program non drama merupakan salah satu sarana komunikasi massa yang termasuk ke dalam filsafat komunikasi. Filsafat komunikasi yakni sebuah ilmu yang mempelajari tentang pemahaman secara mendasar, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang mencakup bermacam-macam dimensi dan sesuai dengan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.

Dalam program non drama tidak hanya tentang hiburan saja melainkan memiliki fungsi komunikasi, sebagai program ilmu, memberikan informasi, menghibur, serta memberi pengaruh terhadap masyarakat melalui teknik penyajian persuasif, informatif, pervasif, instruktif, dan koersif. Oleh karena itu program non drama merupakan program menghibur dan memberi informasi yang memerlukan filsafat berpikir secara terstruktur agar tercapai tujuan dari komunikasi. Ada empat unsur agar terciptanya program non drama yang berkualitas yakni, keterampilan, intelektual, seni, dan kreativitas.

Dalam program non drama membutuhkan kreativitas agar dapat mendapatkan penonton, mencapai target audience, dapat memenangkan

(7)

18

penghargaan, membangun image, prestise, serta untuk kepentingan publik.

Terdapat tiga unsur agar menghasilkan sebuah program yang kreatif, yaitu orisinil yang berarti hasil ide sendiri, lalu kebaruan yang berarti sebelumnya belum pernah ada, bermakna yang berarti memiliki manfaat dari sebuah program.

` 2.4.3. Staf Produksi

Dalam proses produksi, terdapat banyak kru agar produksi dapat tercapai dengan sempurna. Setiap pekerjaannya saling berkaitan dan sama pentingnya dalam membuat produk. Semua kru terlibat dalam proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Namun banyaknya waktu yang terbuang ketika di proses pra produksi dimana harus mencari ide, imajinasi, informasi, fakta, serta opini yang kreatif. Kru produksi terdiri atas :

1. Eksekutif Produser

Eksekutif produser (EP) merupakan pemimpin seluruh tim produksi yang memiliki tanggung jawab atas kreatifitas acara. EP juga bertanggung jawab atas program, dana, tercapai atau tidaknya target sebuah acara tersebut. EP akan melakukan koordinasi dengan produser, program director, asisten produser, asisten administrasi, production development, asisten produksi, serta tim kreatif.

2. Produser

Produser akan bertugas berkoordinasi dengan seluruh kru produksi.

Produser juga yang bertanggung jawab atas jalannya kegiatan produksi mulai dari pra, produksi, hingga pasca. Produser memiliki tanggung jawab besar dalam kegiatan produksi, maka dari itu produser harus memiliki banyak skill, mulai dari kamera, tata suara, tata cahaya, teknik edit, serta blocking. Kriteria seorang produser, yaitu :

1. Mampu menjadi seorang pemimpin yang baik

(8)

19 2. Mempunyai ide yang banyak serta bagus 3. Mempunyai rasa inisiatif

4. Mempunyai idealism dalam berkarya 5. Mampu menjelaskan imajinasi secara jelas

6. Mempunyai intelektual yang baik (dapat membedakan benar dan salah, baik dan buruk)

7. Harus berekspektasi tinggi dan memiliki selera yang baik

3. Asisten produser

Asisten produser (Aspro) dapat disebut juga sebagai pendamping produser.

Aspro bekerja dibawah naungan produser yang bertugas mengawasi langsung perihal anggaran dan mengawasi produksi tiap harinya (kebutuhan fasilitas dan kru yang diperlukan).

4. Product Development

Product development (PRODE) merupakan orang yang merancang serta mengembangkan strategi program siaran berbasis riset (research), mendata serta menganalisis dengan menggunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) supaya dapat menarik minat masyarakat untuk menonton program siaran yang disajikan.

5. Program Director

Program director (PD) merupakan seorang pengarah acara. PD bertanggung jawab atas segala teknis serta konseptual seluruh persiapan hingga pelaksanaan produksi. Sama halnya dengan produser, PD juga harus memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang kamera, lighting, audio, performance, serta acting. PD juga

(9)

20

harus memiliki jiwa seni yang baik dan tinggi. Pada saat produksi, PD juga dapat merangkap sebagai switcherman, call shot kamera.

6. Asisten Produksi

Asisten Produksi-Production Assistant (PA) merupakan seseorang yang membantu PD, apa yang dikatakan oleh PD akan disampaikan oleh PA ke seluruh tim kerja. PA bertugas mempersiapkan, mencari, mencatat, mengumpulkan, serta melakukan koordinasi atas fasilitas acara mulai dari studio, desain, grafis, backdrop, stage, wardrobe, make up, kamera, audio, lighting, serta mendampingi editor dalam proses editing.

7. Kreatif

Kreatif memiliki tanggung jawab mencari ide, mengumpulkan data dan fakta, menuangkan ide berupa konsep, membuat naskah, rundown, mendampingi talent saat produksi. Kreatif berperan penting dalam menyusun sebuah materi yang akan host sampaikan selama program berlangsung. Kreatif dituntut kepekaan kreativitas yang tinggi dan baik, harus memiliki pengetahuan jurnalistik serta menulis yang baik. Harus bisa mempresentasikan ide-ide pikiran, lalu mengikuti dan mengetahui perkembangan teknologi industri dan kegunaannya.

8. Asisten Administrasi

Asisten Administrasi (AA) merupakan orang yang mempersiapkan administrasi keuangan produksi, atau dalam kata lain AA merupakan seorang bendahara. AA akan menyusun serta mengatur pengeluaran saat produksi. AA akan melakukannya sesuai dengan perintah EP ataupun Produser. AA bertugas memenuhi kebutuhan rekan kerja serta talent , seperti transportasi, akomodasi, kebutuhan produksi, serta konsumsi.

9. Camera Person

(10)

21

Camera Person atau yang lebih dikenal dengan Kameramen merupakan seorang yang bertanggung jawab atas penataan dan pengambilan gambar dengan menggunakan kamera. Kameramen bertanggung jawab pada gambar subjek yang direkam.

10. Audioman

Audioman atau penata suara merupakan orang yang bertanggung jawab atas pengoperasian peralatan audio di studio maupun luar studio. Tanggung jawab Audioman hanya pada saat pelaksanaan produksi saja. Audioman bertanggung jawab atas seluruh suara, musik, bunyi, serta efek suara. Pada saat pelaksanaan produksi, Audioman bertugas mengatur keseimbangan, keselarasan, harmonisasi level audio, serta memberikan isyarat kepada kerabat , khususnya kepada PD.

11. Lightingman

Lightingman merupakan orang yang menentukan serta merancang pencahayaan pada saat produksi acara. Tidak hanya mengatur cahaya lokasi agar lebih terang, tetapi harus bisa merangkai cahaya menjadi memiliki makna (seram, sedih, gembira, dan lain sebagainya).

12. Switcherman

Switcherman merupakan orang yang bertanggung jawab atas pemilihan gambar di layar televisi pada sistem multi kamera. Switcherman akan melaksanakan tugas nya ketika diperintah oleh PD atau sesuai dengan rundown yang telah diberikan.

13. Floor Director

Floor Director (FD) merupakan orang yang bertugas serta memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan perintah dari PD diruang control. PD harus mampu memahami tujuan program, ini agar memudahkan tugas PD ketika berkomunikasi menggunakan intercom. FD wajib berani berbicara didepan umum secara tegas, jadi

(11)

22

menjadi seorang FD harus memiliki teknik public speaking yang baik. Pada saat proses produksi, FD bertugas mengatur seluruh pengisi acara, berkoordinasi atas kesiapan seluruh fasilitas produksi. Apabila produksi sedang berlangsung dan ada perubahan, FD akan memberitahukan secara langsung kepada seluruh kru.

14. Editor

Editor atau penyunting gambar merupakan orang yang memiliki tanggung jawab dalam memangkas gambar atau suara dari hasil produksi acara. Menjadi seorang editor harus memiliki kekreativitas, teliti, cermat, dan sabar. Jiwa seni editor penting untuk menjadikan konsep program. Tugas seorang editor yaitu :

a. Mempelajari program yang akan diedit tentang konstruksi serta tujuan yang akan dicapai.

b. Memilih gambar yang layak diedit c. Menyusun gambar editan

d. Melakukan konsultasi dengan produser

e. Memiliki tanggung jawab atas gambar dan suara yang telah diedit Dalam melakukan produksi program perlu adanya panduan agar program dapat berjalan dengan lancar, seperti penjelasan ide, melakukan pengumpulan ide- ide, menyusun ide dalam pada sebuah treatment, menjelaskan mengenai alat-alat yang dibutuhkan, memilih talent, blocking dan rehearsal, proses pengambilan gambar, offline editing, online editing, delivered.

(12)

23 2.5. Rating

Dalam persaingan bisnis sektor media harus dapat menyajikan tayangan yang bermanfaat dan juga harus membagikan informasi - informasi penting kepada masyarakat. Masyarakat akan membutuhkan informasi yang sangat cepat dan tentunya juga akurat, sehingga informasi harus ringkas, cepat, dan jelas. Berkaitan dengan persaingan bisnis di sektor media yang semakin ketat, peringkat sebuah program atau rating program sebagai landasan untuk mendapatkan evaluasi tentang programnya. Sehingga rating dapat diartikan sebagai persentase dari banyaknya orang yang menonton suatu program dibandingkan jumlah populasinya.

Andi Fachruddin (2012) menyebutkan metode yang digunakan dalam melakukan pengukuran rating yaitu dengan cara memantau performa pemirsa menit per menit, pengumpulan data secara harian, dan mingguan agar performa dari sebuah program acara dapat terlihat dengan jelas. Lembaga pengukuran rating program di Indonesia bernama AGB Nielsen Media Research, merupakan bagian dari survey global yang ada lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Riset diambil menurut jumlah sampel yang disebarkan pada wilayah-wilayah yang memiliki kekuatan menuruti mekanisme pasar atau daerah tertentu. Riset rating untuk melihat tindakan penonton, yakni :

1. Seberapa lama penonton menonton suatu program.

2. Penonton selalu mengganti channel ke program apa.

3. Banyaknya penonton yang menonton suatu program.

4. Penjelasan apakah penonton televisi lebih banyak yang menonton suatu program.

5. Nilai iklan per penonton yang dapat diukur (CPRP).

(13)

24 2.6. Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Judul Penelitian Tujuan Penelitian Hasil penelitian

Pratikna Diyah Vivanda

(Fakultas Seni Rupa dan Desain - Institut Seni Indonesia Surakarta) 2014

Strategi Program Dalam Upaya Mempertahankan Rating Pada Program Talkshow

“Ceriwis” Trans TV

Untuk

mendeskripsikan strategi program pada acara talkshow Ceriwis TransTV dalam

mempertahankan rating

Hasil penelitian ini, TransTV menerapkan teori strategi program Morissan untuk mempertahankan rating program.

Belka Yufriza (Fakultas Dakwah Dan Ilmu

Komunikasi Broadcasting - Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau) 2012

Strategi

Komunikasi Pass TV Payakumbuh Dalam Memperluas Segmen Pemirsa

Untuk mengetahui strategi komunikasi

Pass TV

Payakumbuh dalam memperluas

segmen pemirsa

Penelitian ini meneliti bahwa Pass TV belum dapat berjalan dengan baik

(14)

25 Eddo Desfri

Mi’raj

(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana ) 2017

Strategi

Komunikasi Tim Kreatif Dalam Mempertahankan Eksistensi Program The Comment Net TV

Mendeskripsikan strategi komunikasi tim kreatif dalam mempertahankan eksistensi program The Comment Net TV

Dalam melakukan strategi

komunikasi, tim kreatif melakukan aspek yang ada di dalam ruang lingkup strategi komunikasi.

(15)

26 2.6. Kerangka Pikir

Way Out Life Channel

Strategi Program

Rating program Way Out Life Channel

Podcast saat ini sudah mulai masuk ke dunia televisi untuk memberi pengaruh diera sekarang ini. Hal ini menjadikan Life Channel menayangkan program Way Out yang dibalut dengan podcast. Way Out yang merupakan program podcast rohani satu-satunya. Maka dari itu penulis ingin mengetahui strategi program dan produksi Way Out melalui Produser dan tim creative untuk mengetahui strategi program Way Out dalam mempertahankan rating.

Referensi

Dokumen terkait

Dari analisis deskriptif yang diuraikan terda- hulu diperoleh hasil bahwa 59,26% responden bersedia membayar premium untuk tomat berla- bel aman residu pestisida dengan kesediaan

dengan data target (kejadian longsor terdahulu). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa terdapat tujuh faktor pen- gontrol tanah longsor yang terpilih dari total 17

Pemegang Izin/Hak Pengelolaan memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang

1) Batuserpih dan batulempung daerah penelitian memiliki kandungan material organik yang cukup (fair) untuk dapat menjadi batuan sumber yang baik bagi

Khusus untuk data utang luar negeri swasta dalam bentuk surat berharga yang diterbitkan di dalam negeri dan dimiliki oleh bukan penduduk diperoleh dari laporan bank

-> Multi – connections : dapat digabungkan dengan peralatan jaringan untuk menampilkan secara tour dari channel yang bersangkutan. Setelah memilih koneksi, anda dapat

SMS gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran informasi dengan menggunakan SMS yang dapat menyebarkan pesan ke ratusan nomor secara otomatis dan cepat yang

لحوالما او ه حللا اهاللاال ىلذحلا لللب لميلملا لمنلملا ااه تحياا مم كميالاع تمماسمقاا مم تمب لجاا اام حللا ميللاع ءمىاش لمل كلب او هاو