TUGAS AKHIR
“ANALISIS PENAMBAHAN JAM KERJA DAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN MS PROJECT - STUDI
KASUS : PROYEK PENANGANAN LONGSORAN KAYULANGI-BTS. PROV. SULTENG DAN AKSES MALILI”
Disusun oleh:
FIRNO ARDINO 4515041078
PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK SIPIL JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2019
TUGAS AKHIR
“ANALISIS PENAMBAHAN JAM KERJA DAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN MS PROJECT - STUDI KASUS : PROYEK PENANGANAN
LONGSORAN KAYULANGI-BTS. PROV. SULTENG DAN AKSES MALILI”
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Guna memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Pada Universitas Bosowa
Disusun oleh:
FIRNO ARDINO 4515041078
PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK SIPIL JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2019
PRAKATA
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Analisis Penambahan Jam Kerja dan Tenaga Kerja Dengan Menggunakan MS Project–Studi Kasus : Proyek Penanganan Longsoran Kayulangi - Bts. Prov. Sulteng dan Akses Malili”
Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan pada program studi sarjana Teknik Sipil jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Bosowa.
Proses penyusunan ini melalui berbagai proses panjang dan tidak lepas dari dukungan banyak pihak-pihak yang telah membantu secara moril maupun materil. Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya penulis hanturkan kepada:
1. Kedua orang tua penulis
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng selaku Rektor Universitas Bosowa Makassar.
3. Bapak Dr. Ridwan, ST.,M.Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar.
4. Ibu Nur Hadijah Yunianti, S.T.,M.T, selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Bosowa Makassar.
5. Bapak Dr. Ir. M. Natsir Abduh, M.Si. selaku Pembimbing 1
6. Bapak Ir. Fauzy Lebang, M.T. selaku Pembimbing 2.
7. Pimpinan proyek dan karyawan/karyawati Proyek Penanganan Longsoran Kayulangi Bts. Prov. Sulteng dan Akses Malili.
8. Seluruh Staff dan Dosen Pengajar Pada Jurusan Sipil Universitas Bosowa di Makassar
9. Seluruh kerabat saya yang terus memberi support pada banyak proses tugas akhir ini. Dari berjalan hingga usai seperti seharusnya. Kepada Saudara Yusuf Barakka, Zulfikar Arsyal, kakanda Abdul Rahman Burhanuddin, AinurRasyid M, Ardyansyah Ikhsan, Radhen Nugrah, A. Zul Mushawir, Rijal January, Fauzy Rafsanjani, seluruh teman angkatan, adik-adik (junior). Teman- teman lembaga di HMS, HMI, KOHATI dan seluruh lembaga eksternal internal kampus Universitas Bosowa dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Begitu banyaknya kalian sampai saya tak kuasa untuk menyebutnya satu persatu pada lembaran ini. Saya yakin Tuhan akan membalas kebaikkan kalian. Sungguh wajah- wajah kalianlah yang memberi membentuk saya pada banyak proses ini. Sebab sebaik-baik kerabat adalah mereka yang senantiasa menjaga kita pada jalur kebaikkan, bukan sebaliknya. I Miss You So Much and Never stop ending. Kita ketemu di episode Selanjutnya.
Harapan untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini sebaik-baiknya telah penulis lakukan, namun demikian penulis sebagai manusia biasa menyadari bahwa didalam tugas akhir ini terdapat banyak kekurangan dan masih memerlukan perbaikan. Baik itu sebagian atau secara menyeluruh.
Hal ini tidak lain disebabkan karena keterbatasan ilmu dan kemampuan yang dimiliki oleh penulis dalam menyelesaikan. Oleh karenanya berbagai masukan dan saran yang sifatnya membangun sangatlah penulis harapkan demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Disamping itu penulis berharap agar tugas akhir ini dapat memberikan manfaat kepda kita semua dan terkhusus kepada penulis sendiri. Akhir kata penulis ucapkan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan jalan dan perlindungan kepada kita semua untuk mencapai kesuksesan, Aamiin.
Makassar, 22 Februari 2019
Firno Ardino
ABSTRAK
ANALISIS PENAMBAHAN JAM KERJA DAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN MS PROJECT - STUDI KASUS : PROYEK PENANGANAN LONGSORAN KAYULANGI-BTS. PROV. SULTENG DAN
AKSES MALILI
Oleh : Firno Ardino1) Natsir Abduh2) Fauzy Lebang3)
Abstrak: Banyak faktor yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek, beberapa cara untuk mengatasinya dengan melakukan percepatan melalui penambahan jam kerja dan tenaga kerja. Dalam melakukan percepatan, biaya dan mutu harus diperhatikan, sehingga diperoleh biaya optimum. Proyek Penanganan Longsoran Kayulangi-Bts. Prov. Sulteng dan Akses Malili, dipilih untuk studi penelitian karena mengalami keterlambatan sebesar 15,6% pada akhir bulan september 2017.
Perhitungan dimulai dengan meninjau waktu keterlambatan yaitu pada bulan Juli Hingga September 2017. Kemudian mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Project, lalu melakukan update progress hingga waktu proyek berakhir. Penambahan jam kerja dan tenaga kerja dilakukan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis. Beberapa pekerjaan yang berada pada lintasan kritis akan dilakukan percepatan. Kemudian menganalisa biaya penambahan jam kerja dan tenaga kerja pada Microsoft Project.
Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa biaya optimum yaitu dengan penambahan tenaga kerja + 0 jam kerja lembur sebesar Rp 23.386.463.928,00. Dianggap menguntungkan dengan selisih Rp 1.826.528.072,00 dari biaya normal sebesar Rp 25.106.249.154,00.
Kata Kunci: Penambahan Jam Kerja, Tenaga Kerja, Microsoft Project.
1 Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Bosowa Makassar
2 Dosen Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Bosowa Makassar
3 Dosen Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Bosowa Makassar
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ... i
Lembar Pengajuan ... ii
Lembar Pengesahan ... iii
Pernyataan Keaslian Tugas Akhir ... iv
Prakata ... v
Abstrak ... viii
Daftar Isi ... ix
Daftar Notasi ... xi
Daftar Gambar ... xii
Daftar Tabel ... xiii
Daftar Lampiran ... xiv BAB I PENDAHULUAN ... I.1 1.1 Latar Belakang ... I - 1 1.2 Rumusan Masalah ... I - 4 1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ... I - 4 1.4 Pokok Bahasan dan Batasan Masalah ... I - 5 1.5 Sistematika Penulisan ... I - 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA... II - 1 2.1 Analisis Optimasi ... II - 1 2.2 Pengertian Proyek ... II - 1 2.3 Manajemen Proyek... II - 3 2.3.1 Pengertian ... II - 3 2.3.2 Penambahan Jam Kerja (Lembur) ... II - 4 2.3.3 Penambahan Tenaga Kerja ... II - 5 2.4 Perencanaan Proyek ... II - 5 2.4.1 Penjadwalan Proyek ... II - 8 2.4.2 Biaya Proyek ... II - 17 2.5 Alternatif Percepatan ... II - 21 2.6 Hubungan Biaya Terhadap Waktu ... II - 23 2.7 Microsoft Project 2010 ... II - 24 BAB III METODE PENELITIAN ... III - 1 3.1 Jenis Penelitian ... III - 1
3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian ... III - 1 3.1.1 Lokasi ... III - 1 3.1.2 Waktu ... III - 2 3.3 Pengumpulan Data ... III - 2 3.4 Analisa Data ... III - 3 3.5 Tahap dan Prosedur Penelitian ... III - 6 3.6 Bagan Alir Penelitian ... III - 9 BAB IV PEMBAHASAN ... IV - 1 4.1 Gambaran Umum ... IV - 1 4.2 Biaya Sisa Normal Proyek ... IV - 4 4.3 Durasi sisa Normal Proyek ... IV - 4 4.4 Menyusun Rencana Jadwal dan Biaya Proyek ... IV - 5 4.5 Menghitung kebutuhan pekerja dan jam kerja ... IV - 13 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... V - 1
5.1 Kesimpulan ... V - 1 5.2 Saran ... V - 2 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR NOTASI
Bts. : Batas
CC : Crash Cost (Biaya percepatan pelaksanaan) CD : Crash Duration (Durasi percepatan)
CPM : Critical Path Method
FS : Finish To Start
FF : Finish To Start
f`c : Kuat Tekan Beton
KP : Koefisien Pekerja
MS : Microsoft
NC : Normal Cost
ND : Normal Duration
PDM : Preseden Diagram Method
PERT : Project Evaluation and Review Technique adalah sebuah model Management Science untuk Perencanaan dan Pengendalian sebuah proyek.
PPN : Pajak Pertambahan Nilai Prov. : Provinsi
RAB : Rencana Anggaran Biaya
SF : Start To Finish
SS : Start To Start
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Finish to Finish (FF) ... II - 12 Gambar 2.2 Finish to Finish, FFij =0 ... II - 13 Gambar 2.3 Finish to Finish, FFij = x ... II - 13 Gambar 2.4 Finish to Finish, FFij = -x ... II - 13 Gambar 2.5 Finish to Start (FS) ... II - 14 Gambar 2.6 Finish to Start, FSij = 0 ... II - 14 Gambar 2.7 Finish to Start, FSij = x ... II - 14 Gambar 2.8 Start to Start (SS) ... II - 14 Gambar 2.9 Start to Start, SSij = 0 ... II - 15 Gambar 2.10 Start to Start, SSij = x ... II - 15 Gambar 2.11 Start to Finish (FS) ... II - 15 Gambar 2.12 Start to Finish, SF = x... II - 16 Gambar 2.13 Grafik hubungan waktu-biaya normal dan dipersingkat
untuk satu kegiatan (Sumber: Iman Soeharto 1995) ... II - 22 Gambar 2.14 Grafik hubungan waktu dengan biaya
total biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya optimal (Sumber : Iman
Soeharto 1995) ... II - 24 Gambar 2.15 Tampilan Microsoft Project 2010 ... II – 25 Gambar 3.1Longsoran di jalan Trans Sulawesi
(Sumber : GoogleEarth) ... III - 2 Gambar 3.2 Bagan Alir Penelitian ... III - 9 Gambar 4.1 Memasukkan Tanggal Dimulainya Proyek ... IV - 5 Gambar 4.2 Penyusunan Pekerjaan Task ... IV - 6 Gambar 4.3 Menyusun Kalender Kerja ... IV - 7 Gambar 4.4 Presendence Diagram Method (PDM) ... IV - 8 Gambar 4.5 Menganalisis Jalur Kritis ... IV - 8 Gambar 4.6 Pengisian Total Biaya ... IV - 11 Gambar 4.7 Pengisian Langsung Pada Reasorce Sheet ... IV - 12
DAFTAR TABEL
Gambar 4.1Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek ... IV - 3
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 01: Biaya Sisa Normal Lampiran 02: Durasi Sisa normal Lampiran 03: Lintasan Jalur Kritis
Lampiran 04: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Kondisi Normal Lampiran 05: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Skenario 1 Lampiran 06: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Skenario 2 Lampiran 07: Overtimework Skenario 2
Lampiran 08: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Skenario 3 Lampiran 09: Overtimework Skenario 3
Lampiran 10: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Skenario 4 Lampiran 11: Overtimework Skenario 4
Lampiran 12: Kebutuhan Bahan dan Pekerja Skenario 5 Lampiran 13: Overtimework Skenario 6
Lampiran 14: Critical Crash + 0 jam Lembur Lampiran 15: Critical Crash + 1 jam Lembur Lampiran 16: Critical Crash + 2 jam Lembur Lampiran 17: Critical Crash + 3 jam Lembur Lampiran 18: Critical Crash + 4 jam Lembur Lampiran 19: Critical Crash Normal
Lampiran 20: Kurvas S Lampiran 21: Dokumentasi
I - 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penjadwalan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memulai suatu pekerjaan. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja,peralatan, dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu untuk penyelesaian proyek (Abrar Husen 2009). Adanya penjadwalan kita bisa mengetahui kapan kegiatan-kegiatan akan dimulai, ditunda, dan diselesaikan, sehingga pengendalian sumber- sumber daya akan disesuaikan waktunya menurut kebutuhan yang ditentukan.
Proyek adalah suatu usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan suatu produk atau layanan yang unik (Schwalbe 2004).
Proyek sendiri memiliki batas waktu yang dalam artian bahwa proyek itu harus dapat diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang disediakan.
Namun kadang proyek itu yang dalam penyelesaiannya tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.
I - 2
Untuk mengatasi ataupun menghindari permasalahan seperti diatas, dalam mewujudkan tercapainya sebuah proyek yang berhasil perlu dilakukan manajemen proyek yang baik. Ada begitu banyak cara yang digunakan dalam merencanakan ataupun mengendalikan waktu dan biaya suatu proyek, baik dengan menggunakan metode ataupun menggunakan sebuah program.
Seiring kemajuan teknologi, sekarang ini banyak program yang dikembangkan oleh para ahli khususnya dalam bidang konstruksi. Adanya program aplikasi komputer tentu akan mempermudah dalam merencanakan ataupun mengendalikan suatu proyek. Pemanfaatan sebuah program dalam suatu proyek sangat membantu baik dari segi waktu atau tingkat keakuratan dari hasil analisa pada proyek itu sendiri.
Beberapa program aplikasi komputer yang sering digunakan didunia konstruksi adalah Microsoft Excel (MS Excel) 2010 dan Microsoft Project (MS Project) 2010.
Penggunaan program adalah satu salah bentuk kemajuan dalam dunia konstruksi. Seperti pada studi kasus yang penulis angkat. Tepatnya pada satu daerah di Sulawesi selatan yaitu: proyek “PENANGANAN LONGSORAN KAYULANGI-BTS. PROV. SULTENG DAN AKSES MALILI” menggunakan program Microsoft Excel 2010. Proyek ini dimulai pada tanggal 21 Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada tanggal 31 Desember 2017. Proyek ini memakan biaya sebesar 22,90 miliar rupiah.
I - 3
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun penulis. Keterlambatan pada proyek tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : faktor teknis dan non-teknis. Adanya keterlambatan data Mutual Check Nol (MC Nol), berpengaruh pada volume pekerjaan. Pada bulan Juli jumlah pekerja mencapai 80 orang, selanjutnya dibulan Agustus terjadi pengurangan hingga 90%. Dibulan september terjadi penambahan tenaga kerja hingga mencapai 70 orang. Akibatnya terjadi lonjakkan volume pekerjaan.
Selain itu pencairan anggaran yang baru masuk hingga bulan Agustus 2017 berpengaruh pada kondisi awal mobilisasi pada proyek.
Serta cuaca yang sering berubah cukup berefek pada pelaksanaan proyek. Akibatnya progres pelaksanaan baru mencapai 9,65% pada akhir bulan September 2017 yang seharusnya sudah mecapai 25,25%.
Adanya keterlambatan pada kasus ini, maka perlu di lakukan percepatan proyek agar dapat terselesaikan sesuai waktu yang di rencanakan. Strategi paling tepat dalam mengantisipasi keterlambatan proyek konstruksi adalah dengan membuat Risk Management yang berdampak atas waktu pelaksanaan. Dengan melihat karakteristik khusus proyek konstruksi dan faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek, berdasarkan pengalaman diusulkan rekomendasi strategi dalam melakukan percepatan proyek konstruksi, yaitu dengan melakukan penambahan tenaga kerja dan jam kerja memanfaatkan program aplikasi Microsoft Project 2010.
I - 4 1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, beberapa permasalahan yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Berapakah biaya percepatan yang dilakukan pada proyek tersebut dengan melakukan penambahan jam kerja dan tenaga kerja ? 2. Berapakah biaya terendah berdasarkan metode yang dilakukan
pada percepatan pelaksanaan proyek ? 1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1. Menganalisis biaya percepatan yang dilakukan pada pelaksanaan proyek dengan penambahan jam kerja dan tenaga kerja.
2. Menganalisis biaya percepatan (biaya terendah) pada pelaksanaan proyek untuk memperoleh biaya minimum.
1.3.2 Manfaat
Dari Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Mendapatkan suatu perbandingan perencanaan untuk memperoleh biaya minimum dengan penambahan jam kerja dan tenaga kerja.
2. Sebagai bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang terkait pada proyek.
I - 5
3. Sebagai bekal informasi penelitian bagi mahasiswa secara khusus dan masyarakat secara umum.
1.4. Pokok Bahasan dan Batasan Masalah
1.4.1 Pokok Bahasan
Mengacu pada permasalahan yang didapatkan pada penelitian ini, maka secara detail pokok bahasan yaitu sebagai berikut :
1. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi jam kerja dan tenaga kerja pada proyek penanganan longsoran Kayulangi Bts. Prov.
Sulteng dan Akses Malili.
2. Hasil evaluasi jam kerja dan tenaga akan menghasilkan biaya baru yang kemudian akan diperbandingkan. Sehingga kita dapat melihat biaya terendah yang digunakan.
1.4.2 Batasan Masalah
Mengacu pada permasalahan yang didapatkan pada penelitian ini, maka secara detail pembahasan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
1. Penelitian ini dilakukan pada proyek penanganan longsoran Kayulangi Bts. Prov. Sulteng dan Akses Malili.
2. Aplikasi yang digunakan adalah Ms. Project 2010 dan Ms. Excel 2010.
I - 6 1.5. Sistematika Penulisan
Tugas akhir ini secara garis besar terdiri dari 5 (lima) Bab yang masing- masing memiliki sub Bab. Sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Pada bagian ini meliputi : Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Penulisan, Pokok Bahasan dan Batasan Masalah, serta Sistematika Penulisan.
BAB II : Kajian Pustaka.
Pada bagian ini meliputi : teori yang mendukung penulisan yang akan dilakukan serta penelitian terdahulu.
BAB III : Metode Penelitian.
Pada bagian ini meliputi : Karakteristik, Daerah penelitian, Pengumpulan dan analisis data, serta data dengan metode yang digunakan.
BAB IV : Pembahasan.
Pada bagian ini meliputi : detail hasil-hasil observasi dan penelitian yang dilakukan dan diuji tingkat kebenarannya dengan prinsip-prinsip dan rumus-rumus terapan ilmu. Hubungan antara variabel terkait maupun bebas menjadi pokok pembahasan pada bab ini.
I - 7 BAB V : Kesimpulan dan Saran.
Pada bagian ini meliputi : penarikan kesimpulan dari penulisan / hasil penelitian dan saran yang perlu dilakukan menyangkut obyek studi yang diteliti.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Analisis Optimasi
Dalam penelitian ini, analisis optimasi diartikan sebagai suatu proses penguraian durasi proyek untuk mendapatkan percepatan durasi yang paling baik (optimal) dengan menggunakan berbagai alternatif ditinjau dari segi biaya. Proses memperpendek waktu kegiatan dalam jaringan kerja untuk mengurangi waktu pada jalur kritis, sehingga waktu penyelesaian total dapat dikurangi disebut sebagai crashing proyek (Heizer dan Render 2005).
2.2. Pengertian Proyek
Sebuah proyek yang sesungguhnya diartikan sebagai upaya yang diroganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia, yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu (Dispohusodo 1996).
Menurut Iman Soeharto (1995) kegiatan proyek dapat diartikan juga sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya yang tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan
jelas. Tugas tersebut dapat berupa membangunan pabrik, membuat produk baru, ataupun melakukan penelitian dan pengembangan.
Dari pengertian di atas terlihat bahwa ciri pokok proyek adalah : 1. Memiliki tujuan khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir.
2. Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas.
Titik awal dan titik akhir ditentukan dengan jelas.
4. Non-rutin, tidak berulang ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung.
Dalam proses mencapai sasaran dan tujuan dari proyek yang telah ditentukan, batasan yang disebut tiga kendala (triple constraint) yang terdiri dari:
1. Biaya/ Anggaran (Cost)
Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran yang telah direncanakan. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal bertahun-tahun, anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek. Tetapi dipecah bagi komponen- komponennya, atau per peroide tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode.
2. Waktu/Jadwal (Time)
Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.
3. Mutu
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. Memenuhi persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for the intended use.
Dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi.
2.3 Manajemen Proyek
2.3.1 Pengertian
Menurut Harold Kerzner (dalam Soeharto 1995) manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan. Untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Lebih jauh manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem dan hierarki (arus kegiatan) vertikal maupun horizontal. Dari definisi di atas terlihat bahwa konsep manajemen proyek mengandung hal-hal pokok sebagai berikut :
1. Menggunakan pengertian manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan yang berupa manusia, dana, dan material.
2. Kegiatan yang dikelola berjangka pendek dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik. Hal ini memerlukan teknik dan metode pengelolaan yang khusus, terutama aspek perencanaan dan pengendalian.
3. Memakai pendekatan system (system approach to management).
4. Mempunyai hierarki (arus kegiatan horizontal maupun vertical).
2.3.2 Penambahan Jam Kerja (Lembur)
Mempercepat waktu pelaksanaan suatu kegiatan dengan penambahan jam kerja atau kerja lembur merupakan salah satu usaha untuk menambah produktivitas kerja sehingga dapat mempercepat waktu pelaksanaan sebuah kegiatan. Rencana kerja lembur adalah :
a. Waktu kerja normal adalah 8 jam (08.00 – 17.00), sedangkan kerja lembur dilakukan setelah waktu kerja normal.
b. Harga upah pekerja untuk kerja lembur menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP.102/MEN/VI/2004 pasal 11 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur:
1. Untuk 1 jam kerja lembur pertama adalah 1,5 (satu setengah) kali upah sejam.
2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar sebesar 2 (dua) kali upah sejam.
Dari uraian diatas dapat dirumuskan sebagai berikut :
Biaya lembur per hari = (jam kerja lembur pertama x 1,5 x upah satu jam normal) + (jam kerja lembur berikutnya x 2 upah satu jam normal).
2.3.3 Penambahan Tenaga Kerja
Dalam suatu penyelenggaraan proyek, penambahan jumlah tenaga kerja merupakan salah satu alternatif untuk menunjang aktivitas pekerjaan. Jenis dan intensitas kegiatan proyek berubah dengan cepat sepanjang siklusnya, sehingga penambahan jumlah tenaga kerja harus meliputi perkiraan jenis dan kapan tenaga kerja diperlukan. Dengan mengetahui perkiraan angka dan jadwal kebutuhannya, maka penambahan tenaga kerja baik kualitas dan kuantitas menjadi lebih baik dan efisien. Dalam merencanakan penambahan jumlah tenaga kerja yang realistis perlu memperhatikan berbagai faktor, yaitu produktivitas tenaga kerja, keterbatasan sumber daya, jumlah tenaga kerja konstruksi di lapangan (Muhammad Iqbal 2012).
2.4 Perencanaan Proyek
Menurut Iman Soeharto (1995) perencanaan adalah proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya. Ini berarti memilih dan
menentukan langkah-langkah kegiatan di masa datang yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Suatu perencanaan yang tepat disusun secara sistematis dan memperhatikan faktor obyektif yang dapat berfungsi sebagai :
1. Sarana komunikasi bagi semua pihak penyelenggara proyek
2. Dasar pengaturan alokasi sumber daya
3. Pendorong para perencana dan pelaksana melihat kedepan dan menyadari pentingnya unsur waktu
4. Pegangan dan tolak ukur fungsi pengendalian
Sebaliknya, suatu perencanaan yang tidak tepat, tidak sistematis dan tidak logis akan segera diikuti adanya tumpang tindih dan kebisingan dalam implementasinya.
Sering dikatakan bahwa proses perencanaan lebih penting dari perencanaan itu sendiri, karena pada proses perencanaan para pimpinan dan para pelaksana proyek “dipaksa” untuk aktif ikut berfikir dan bersuara mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan yang menjadi tanggung jawabnya. Pada saat itu mereka mulai melihat kedepan untuk mengantisipasi persoalan yang mungkin timbul pada taraf implementasi dan bagaimana mengatasinya. Menyusun suatau perencanaan yang lengkap meliputi :
a. Menentukan Tujuan
Tujuan (goal) organisasi atau perusahaan dapat diartikan sebagai pedoman yang memberikan arah gerak segala kegiatan yang hendak dilakukan. Misalnya tujuan perusahaan.
b. Menentukan Sasaran
Sasaran adalah titik tertentu yang perlu dicapai bila organisasi tersebut ingin tercapai tujuannya. Dalam konteks di atas, kegiatan proyek dapat digolongkan sebagai kegiatan sasaran yang telah ditentukan dalam mencapai tujuan perusahaan.
c. Mengkaji Posisi Awal Terhadap Tujuan
Mengkaji posisi dan situasi awal terhadap tujuan atau sasaran dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi suatu organisasi pada saat awal terhadap sasran yang telah ada.
d. Memilih Alternatif
Dalam usaha meraih tujuan sasaran, tersedia berbagai pilihan tindakan atua cara mencapainya. Umumnya ditempuh pilihan yang menjajikan cara yang paling efesien dan ekonomis dari segi biaya.
e. Menyusun Rangkaian Langkah Mencapai Tujuan
Proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan. Kemudian menyusunnya menjadi urutan dan rangkaian menuju sasaran dan tujuan.
2.4.1 Penjadwalan Proyek
Menurut Iman Soeharto (1995) penjadwalan merupakan penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan sesuai skala waktu untuk mencapai sasaran. Penjadwalan menentukan kapan aktivitas-aktivitas itu dimulai, ditunda dan diselesaikan, sehingga pembiayaan dan pemakaian sumber daya akan disesuaikan waktunya menurut kebutuhan yang telah ditentukan.
Ada bermacam-macam metode penjadwalan proyek untuk merencanakan secara grafis dari aktivitas pelaksanaan pekerjaan konstruksi, tetapi hanya dua metode yang sering dipakai yaitu :
1. Bagan balok (BAR/GANTT Cart)
Metode bagan balok diperkenalkan oleh H.L Gantt, dengan tujuan mengidentifikasi unsur waktu dan urutan dalam merencanakan urutan suatu kegiatan yang terdiri dari waktu mulai, waktu penyelesaian dan pada saat pelaporan. Bagan balok mudah dibuat dan dipahami sehingga amat berguna sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek.
Bagan balok dapat dibuat secara manual atau dengan menggunakan komputer. Bagan ini tersusun dalam koordinat X dan Y. pada sumbu tegak lurus X, dicatat pekerjaan atau elemen atau paket kerja dari hasil penguraian lingkup suatu proyek dan digambar sebagai balok.
Sedangkan pada koordinat sumbu Y, tertulis satuan waktu misalnya hari, minggu, atau bulan.
Metode bagan balok sangat terbatas karena mempunyai kelemahan- kelemahan seperti tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan yang lain. Sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek, sukar mengadakan perbaikan atau perbaharuan (updating) karena umumnya harus dilakukan dengan membuat bagan balok baru,
Disisi lain juga tidak cocok untuk proyek yang berukuran sedang dan besar atau yang bersifat kompleks disebabkan kurangnya kemampuan penyajian secara sistematis karena harus menyusun sedemikian besar jumlah kegiatan yang mencapai puluhan ribu dan memiliki keterkaitan antara satu kegiatan dengan lainnya.
2. Jaringan Kerja (Network planning), yaitu :
a. Metode Jalur Kritis (Critical Path Methode / CPM)
Network planning (Jaringan Kerja) pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian pekerjaan yang digambarkan atau divisualisasikan dalam diagram network.
Dengan demikian dapat dikemukakan bagian-bagian pekerjaan yang harus didahulukan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan pekerjaan selanjutnya dan dapat dilihat pula bahwa suatu pekerjaan belum dapat dimulai apabila kegiatan sebelumnya belum selesai dikerjakan.
Menurut Badri (1997) Jalur kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir proyek. Lintasan kritis (Critical Path) melalui aktivitas-aktivitas yang jumlah waktu pelaksanaannya paling lama. Jadi, lintasan kritis adalah lintasan yang paling menentukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan, digambar dengan anak panah tebal.
Manfaat yang didapat jika mengetahui lintasan kritis adalah sebagai berikut :
1. Penundaan pekerjaan pada lintasan kritis menyebabkan seluruh pekerjaan proyek tertunda penyelesaiannya.
2. Proyek dapat dipercepat penyelesaiannya, bila pekerjaan- pekerjaan yang ada pada lintasan kritis dapat dipercepat.
3. Pengawasan atau kontrol dapat dikontrol melalui penyelesaian jalur kritis yang tepat dalam penyelesaiannya dan kemungkinan di trade off (pertukaran waktu dengan biaya yang efisien) dan crash program (diselesaikan dengan waktu yang optimum dipercepat dengan biaya yang bertambah pula) atau dipersingkat waktunya dengan tambahan biaya lembur.
4. Time slack atau kelonggaran waktu terdapat pada pekerjaan yang tidak melalui lintasan kritis. Ini memungkinkan bagi manajer/pimpro untuk memindahkan tenaga kerja, alat, dan
biaya ke pekerjaan-pekerjaan di lintasan kritis agar efektif dan efisien.
b. Teknik Evaluasi dan Review Proyek (PERT)
PERT atau Project Evaluation and Review Technique adalah sebuah model Management Science untuk perencanaan dan pengendalian sebuah proyek. Bila CPM memperkirakan waktu komponen kegiatan proyek dengan pendekatan deterministik satu angka yang mencerminkan adanya kepastian, maka PERT direkayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan (Iman Soeharto 1995).
c. Metode Preseden Diagram (PDM)
Menurut Iman Soeharto (1995) Metode Preseden Diagram (PDM) diperkenalkan oleh J.W Fondahl dari Universitas Stanford USA pada awal dekade 60-an. PDM adalah jaringan kerja yang umumnya berbentuk segi empat, sedangkan anak panahnya hanya sebagai petunjuk kegiatan-kegiatan yang bersangkutan.
Pada diagram PDM hubungan antar kegiatan berkembang menjadi beberapa kemungkinan berupa konstrain. Konstrain menunjukkan hubungan antar kegiatan dengan satu garis dari node terdahulu ke node berikutnya. Satu konstrain hanya dapat menghubungkan dua node. Karena setiap node memiliki dua ujung yaitu ujung awal atau mulai (S) dan ujung akhir (F), maka
ada empat macam konstrain yaitu awal ke awal (SS), awal ke akhir (SF), akhir ke awal (FS), dan akhir ke akhir (FF). Pada garis konstrain dibubuhkan penjelasan mengenai waktu mendahului (lead) atau terlambat/ tertunda (lag). Bila kegiatan (i) mendahului kegiatan (j) dan satuan waktu adalah hari. (Ariany 2010).
PDM mempunyai hubungan logis ketergantungan yang bervariasi. Jika di CPM hanya terdapat hubungan logis/konstrain FS = 0 dan SS = 0, maka pada PDM ada 4 macam hubungan logis/konstrain yang bervariasi, yaitu :
1. Finish to Finish (FF) yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa selesainya (Finish) kegiatan berikutnya (Successor) tergantung pada selesainya (Finish) kegiatan sebelumnya (Predecessor).
Gambar 2.1 Finish to Finish (FF)
FFij = 0, artinya selesainya kegiatan i dan j secara bersamaan.
Gambar 2.2 Finish to Finish, FFij =0
FFij = x, artinya kegiatan j selesainya setelah kegiatan i selesai.
Gambar 2.3 Finish to Finish, FFij = x
FFij = -x, artinya kegiaan i selesainya x hari lebih dahulu dari selesainya kegiatan j
Gambar 2.4 Finish to Finish, FFij = -x
2. Finish to Start (FS) yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa mulainya (Start) kegiatan berikutnya (Successor) tergantung pada selesainya (Finish) kegiatan sebelumnya (Predecessor).
X
Gambar 2.5 Finish to Start (FS)
FSij = 0, artinya kegitan j dimulai langsung setelah kegiatan i selesai.
Gambar 2.6 Finish to Start, FSij = 0
FSij = x, artinya kegiatan j dimulai setelah x hari kegiatan i selesai.
Gambar 2.7 Finish to Start, FSij = x
3. Start to start (SS) yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa mulainya (start) kegiatan berikutnya (Successor) tergantung pada mulainya (Start) kegiatan sebelumnya (Predecessor).
Gambar 2.8 Start to Start (SS)
SSij = 0, artinya kegiatan i dan j dimulai (start) secara bersama-sama.
Gambar 2.9 Start to Start, SSij = 0
SSij = x, artinya kegiatan j dimulai setelah x hari kegiatan i dimulai
Gambar 2.10 Start to Start, SSij = x
4. Start to Finish (SF) yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa selesainya (Finish) kegiatan berikutnya (Successor) tergantung pada mulainya (Start) kegiatan sebelumnya (Predecessor).
Gambar 2.11 Start to Finish (FS)
SF = x, artinya kegiatan j selesai setelah x hari kegiatan i dimulai.
Gambar 2.12 Start to Finish, SF = x
Untuk kegiatan Finish to Finish (FF) dan Finish to Start (FS) tenggang waktu/waktu tunda untuk kegiatan berikutnya disebut “Lag time”. Sedangkan, untuk kegiatan Start to Start (SS) dan Start to Finish (SF), waktu tenggang/waktu tunda untuk kegiatan berikutnya disebut “lead time“ (Soeharto, Iman 1995).
Terakhir adalah metode penjadwalan proyek dengan bantuan komputer. Salah satu keunggulan yang paling mencolok dari penggunaan alat bantu komputer adalah kemampuan mengolah data dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat dan dengan kemungkinan kesalahan yang kecil. Dengan demikian penyusunan jadwal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan teliti. Setiap saat situasi proyek mengalami perubahan, komputer dapat melakukan perubahan tersebut dalam waktu singkat.
Dalam usaha pengelolaan proyek konstruksi selalu ingin mencari metode yang dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan
pengendalian untuk menghadapi sejumlah kegiatan dan kompleksitas proyek yang cenderung bertambah. Masing-masing metode mempunyai ciri-ciri sendiri dan dikombinasikan pada proyek-proyek konstruksi. Dasar pemikiran untuk metode-metode tersebut harus berorientasi pada maksud penggunaannya.
Pada dasarnya satu pekerjaan konstruksi dipecah-pecah menjadi seperangkat pekerjaan-pekerjaan kecil sehingga dapat dianggap sebagai satu unit pekerjaan yang dapat berdiri sendiri dan memiliki suatu perkiraan jadwal yang tertentu pula, dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi perkiraan kurun waktu penyelesaian proyek dan mempertajam analisis ketergantungan antar kegiatan, karena dengan makin terincinya pemecahan, akan makin banyak komponen-komponen kegiatan terpisahkan sehingga jumlahnya bertambah. Dengan demikian, makin banyak variasi hubungan ketergantungan yang terbuka, dan yang mungkin menghasilkan kurun waktu penyelesaian proyek yang lebih singkat, dimana hal ini disebabkan oleh adanya kegiatan-kegiatan yang dapat dikerjakan secara parallel.
2.4.2 Biaya Proyek
Menurut Iman Soeharto (1995) didalam pembangunan suatu proyek, variabel biaya (cost) merupakan suatu peranan yang sangat penting dalam manajemen konstruksi, dimana biaya harus dikendalikan semaksimal mungkin dalam waktu yang telah ditentukan. Pengendalian waktu harus memperhatikan faktor biaya, karena terdapat hubungan yang
erat antara waktu penyelesaian proyek dengan biaya-biaya proyek yang bersangkutan atau aktifitas pendukungnya.
Ada beberapa jenis biaya yang berhubungan dengan pembiayaan suatu proyek konstruksi, yaitu :
1. Biaya Langsung (Direct Cost)
Biaya langsung adalah biaya yang diperlukan langsung untuk mendapatkan sumber daya yang akan dipergunakan untuk penyelesaian proyek. Unsur-unsur yang termasuk dalam biaya langsung adalah:
a. Biaya Material
Biaya material adalah biaya pembelian material untuk mewujudkan proyek itu termasuk biaya transportasi, biaya penyimpanan serta kerugian akibat kehilangan atau kerusakan material. Harga material didapat dari survey di pasaran atau berpedoman dari indeks biaya yang dikeluarkan secara berkala oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai pedoman sederhana.
b. Biaya Upah
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, biaya upah dibedakan atas:
1. Upah harian
Besar upah yang dibayarkan persatuan waktu, misalnya harian tergantung pada jenis keahlian pekerja, lokasi pekerjaan, jenis pekerjaan dan sebagainya.
2. Upah borongan
Besar upah ini tergantung atas kesepakatan bersama antara kontraktor dengan pekerja atas suatu jenis item pekerjaan.
3. Upah berdasarkan produktivitas
Besar jenis upah ini tergantung atas banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh pekerja dalam satu satuan waktu tertentu.
c. Biaya peralatan
Unsur-unsur biaya yang terdapat pada biaya peralatan adalah modal, biaya sewa, biaya operasi, biaya pemeliharaan, biaya operator, biaya mobilisasi, biaya demobilisasi dan lainnya yang menyangkut biaya peralatan.
d. Biaya sub-kontraktor
Biaya ini diperlukan bila ada bagian pekerjaan diserahkan/dikerjakan oleh sub-kontraktor. Sub-kontraktor ini bertanggung jawab dan dibayar oleh kontraktor utama.
2. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Biaya tidak langsung (indirect cost) ialah biaya yang diperlukan pada suatu proyek yang tidak dapat dihubungkan/terpisah dengan aktifitas tertentu pada proyek tersebut dan pada beberapa kasus tidak dapat dihubungkan pada proyek-proyek tertentu. Biaya tidak langsung dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Biaya pengeluaran umum (general overhead)
Biaya pengeluaran umum (general overhead) adalah biaya yang dibutuhkan dalam suatu proyek, tetapi tidak dapat dihubungkan
secara langsung pada kegiatan proyek tertentu. Contoh dari general overhead ialah : biaya operasional kantor seperti utilitas,sewa,akuntan,pembelian dan penggajian pegawai.
b. Biaya pengeluaran proyek (project overhead)
Biaya pengeluaran proyek (job or project overhead) ialah biaya yang diperlukan pada suatu proyek tetapi tidak dapat dihubungkan secara langsung pada suatu aktifitas tetentu. Misalnya supervisi lapangan (site supervisi), utilitas lapangan (site utility), asuransi proyek (proyek insurance) dan biaya penjadwalan (scheduling cost). Biaya tidak langsung cenderung meningkat bila durasi/waktu pelaksanaan proyek meningkat juga. Sebagai contoh kantor lapangan (site office), kantor lapangan biasanya disewa bulanan.
Biaya dari sewa kantor dan biaya tidak langsung yang lain akan maningkat sesuai dengan berapa waktu pelaksanaan proyek tersebut.
c. Gaji Pegawai
Termasuk dalam unsur biaya ini adalah gaji maupun honor pegawai / karyawan tetap dan tidak tetap yang terlibat maupun tidak terlibat dalam proyek yang dibebankan dalam pembiayaan proyek tersebut.
d. Biaya Tak Terduga
Biaya tak terduga adalah biaya untuk kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi, mungkin tidak.
e. Keuntungan
Keuntungan kontraktor yang direkomendasikan dalam kontrak kerja pada umumnya 10% selain itu juga tergantung besarnya resiko pekerjaan tersebut, semakin besar resikonya maka akan semakin besar pula propit yang ditetapkan. Bagi kontraktor propit sangat dipengaruhi oleh seberapa besar efesiensi yang dapat dilakukan kontraktor yang bersangkutan dengan baik mengurangi kualitas,spesifikasi dan waktu pelaksanaan proyek (Widyatmoko, Yurry :2008).
2.5 Alternatif Percepatan
Terminologi proses percepatan (crashing) adalah mereduksi suatu pekerjaan yang akan berpengaruh terhadap waktu penyelesaian proyek.
Crashing adalah suatu proses disengaja, sistematis, dan analitik dengan cara melakukan pengujian dari semua kegiatan dalam suatu proyek yang dipusatkan pada kegiatan yang berada pada jalur kritis. Proses crashing adalah cara melakukan perkiraan dari variabel cost dalam menentukan pengurangan durasi yang paling maksimal dan paling ekonomis dari suatu kegiatan yang masih mungkin untuk direduksi (Ervianto, 2004).
Untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara biaya dengan waktu suatu kegiatan, dipakai beberapa istilah yaitu:
a. Kurun waktu normal/normal duration (ND) yaitu jangka waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sampai selesai dengan tingkat produktivitas kerja yang normal, diluar pertimbangan kerja
lembur dan usaha lainnya seperti : menyewa peralatan yang lebih canggih.
b. Kurun waktu dipersingkat/ Crash Duration (CD) yaitu waktu tersingkat untuk menyelesaikan suatu kegiatan secara teknis masih mungkin, seperti dilakukannya upaya penambahan sumber daya dengan penambahan jam kerja (lembur), pembagian giliran kerja (shift), penambahan tenaga kerja dan penambahan peralatan atau merubah metode kerja.
c. Biaya normal/Normal Cost (NC) yaitu biaya langsung yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dengan kurun waktu normal.
d. Biaya untuk waktu dipersingkat/Crash Cost (CC) yaitu jumlah biaya langsung untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kurun waktu tersingkat.
Gambar 2.13 Grafik hubungan waktu-biaya normal dan dipersingkat untuk satu kegiatan (Sumber: Iman Soeharto 1995)
Gambar 2.13 menunjukkan hubungan antara durasi-biaya, pada titik A memberikan informasi tentang biaya yang dibutuhkan dalam kondisi minimum, tetapi durasinya maksimum (waktu paling lambat). Pada keadaan titik A disebut dengan biaya normal (nc) dan waktu normal (nd).
Pada titik B memberikan informasi bahwa pada titik tersebut durasi dalam kondisi minimum (waktu paling cepat) sedangkan biaya yang dibutuhkan pada kondisi maksimum. Pada keadaan demikian titik B disebut waktu dipersingkat (crash durasition) dan biaya waktu dipersingkat (crash cost).
Garis penghubung antara titik-titik ini dihubungkan oleh garis-garis dan dalam keadaan normal berupa kurva-biaya dari suatu kegiatan yang dihubungkan oleh segmen-segmen garis yang dapat berfungsi untuk menganalisis kegiatan apa yang masih layak untuk diadakan crashing.
Cara yang digunakan adalah meninjau slope (kemiringan) dari masing- masing segment garis yang dapat memberikan identifikasi mengenai pengaruh biaya terhadap pengurangan waktu penyelesaian suatu proyek.
2.6 Hubungan Biaya Terhadap Waktu
Menurut Iman Soeharto (1995) biaya total proyek adalah penjumlahan dari biaya langsung dan biaya tak langsung yang digunakan selama pelaksanaan proyek. Besarnya biaya ini sangat tergantung oleh lamanya waktu (durasi) penyelesaian proyek, kedua-duanya berubah sesuai dengan waktu dan kemajuan proyek. Meskipun tidak dapat diperhitungkan dengan rumus tertentu, tapi pada umumnya makin lama proyek berjalan makin tinggi komulatif biaya tak langsung yang diperlukan.
Pada Gambar 2.14 ditunjukkan hubungan biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya total dalam suatu grafik dan terlihat bahwa biaya optimum didapat dengan mencari total biaya proyek yang terkecil.
Gambar 2.14 Grafik hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya optimal (Sumber : Iman Soeharto 1995)
Hubungan semacam ini disebabkan karena setiap percepatan durasi proyek membutuhkan tambahan biaya langsung yang digunakan untuk menambah tingkat produktivitas kerja, menambah peralatan, mengganti metode kerja dan lain-lain. Antara waktu penyelesaian proyek normal dan dipercepat mengakibatkan perubahan terhadap biaya total proyek.
2.7 Microsoft Project 2010
Microsoft Project 2010 adalah sebuah aplikasi untuk mengelola suatu proyek. Microsoft project merupakan sistem perencanaaan yang dapat membantu dalam menyusun penjadwalan (scheduling) suatu proyek atau rangkaian pekerjaan. Microsoft project juga mampu membantu melakukan pencatatan dan pemantauan terhadap penggunaan sumber daya
(resource), baik yang berupa sumber daya manusia maupun yang berupa peralatan. Yang dikerjakan oleh microsoft project antara lain: mencatat kebutuhan tenaga kerja pada setiap sektor, mencatat jam kerja para pegawai, jam lembur dan menghitung pengeluaran sehubungan dengan ongkos tenaga kerja, memasukkan biaya tetap, menghitung total biaya proyek, serta membantu mengontrol penggunaan tenaga kerja pada beberapa pekerjaan untuk menghindari overallocation (kelebihan beban pada penggunaan tanga kerja) (Madcoms 2004).
Gambar 2.15 Tampilan Microsoft Project 2010
III - 1 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian manajemen / lapangan (Studi Kasus).
Hal ini dilakukan untuk meninjau suatu kasus tertentu dan memberikan solusi pemecahan kasus tersebut.
3.2 Waktu Dan Lokasi Penelitian
3.1.1 Lokasi
Lokasi penelitian ini dilakukan pada Proyek Penanganan Longsoran Kayulangi Bts. Prov. Sulteng dan Akses Malili. Jalan Nasional Kab. Luwu Timur, Kec. Mangkutana , Kel. Kayulangi Jl.Trans Sulawesi, Batas Provinsi Sulawesi Tengah yang berada pada titik Koordinat
(S.02⁰22’37.32”;E.120⁰47’36.61”)
Gambar 3.1 Longsor di jalan Trans Sulawesi – Sumber : GoogleEarth
Lokasi : KM 533+490 ( Dari Kota Makassar ) Lebar lereng : 22,40 m
Tinggi Lereng : 19,00 m Kemiringan : 53,00⁰
Koordinat : S.02⁰22’37.32” ; E.120⁰47’36.61”
3.1.2 Waktu
Adapun waktu penelitian kami dimulai pada bulan Juli 2018 sampai bulan Desember 2018.
3.3 Pengumpulan Data
Pengumpulan data atau informasi dari suatu pelaksanaan proyek konstruksi yang sangat bermanfaat untuk evaluasi optimasi waktu dan biaya secara keseluruhan. Data yang diperlukan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi yang terkait seperti kontraktor,konsultan pengawas, dan lain-lain.
III - 3 1. Variable Waktu
Data yang mempengaruhi variable waktu dapat diperoleh dari kontraktor pelaksana atau dari konsultan pengawas. Data yang dibutuhkan untuk variable waktu adalah :
a. Data cumulative progress (Kurva S), Meliputi : 1. Jenis kegiatan
2. Prosentase kegiatan 3. Durasi kegiatan
b. Rekapitulasi perhitungan biaya proyek 2. Variable Biaya
Semua data-sasta yang mempengaruhi variable biaya diperoleh dari kontraktor pelaksana. Data-data yang diperlukan dalam variable biaya antara lain :
a. Daftar rencana anggaran biaya (RAB) Penawaran, meliputi : 1. Jumlah biaya normal
2. Durasi normal
b. Daftar-daftar harga bahan dan upah c. Laporan harian
3.4 Analisa Data
Analisis data dilakukan dengan bantuan program Microsoft Project 2010. Dengan mengimputkan data yang terkait untuk analisis ke dalam program, maka Microsoft project ini nantinya akan melakukan kalkulasi
secara otomatis sesuai dengan rumus-rumus kalkulasi yang telah dibuat oleh program ini.
Proses pengimputan data untuk menganalisis percepatan meliputi dua tahap, yaitu:
a. Penambahan jam kerja lembur
Salah satu strategi untuk mempercepat durasi adalah menambah jam kerja (lembur) pada tenaga kerja yang sama. Waktu kerja normal para pekerja adalah 8 jam (dimulai pukul 08.00 – 17.00) dengan 1 jam istirahat. Pada alternatif ini dilakukan penambahan 4 jam kerja lembur. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa semakin besar penambahan jam lembur dapat menimbulkan penurunan produktivitas para tenaga kerja.
Adapun langkah-langkah dalam melakukan crasing program pada adalah sebagai berikut:
1. Menghitung produktivitas harian
=
2. Menghitung produktivitas per jam
=
3. Menghitung harian sesudah crash produktivitas
= (8 Jam x produktivitas setiap jam) + ( a x b x produktivitas setiap jam)
III - 5 a = jumlah jam lembur
b = koefisien produktivitas kerja lembur 4. Menghitung crash duration
=
5. Menghitung biaya tambahan pekerja a. Normal ongkos pekerja per hari
= Produktivitas harian x harga satuan upah pekerja b. Normal ongkos pekerja per jam
= produktivitas per jam x harga satuan upah pekerja c. Biaya lembur pekerja
= 1,5 x upah sejam normal untuk jam kerja lembur pertama + 2n x upah sejam normal untuk jam kerja lembur berikutnya Ket.
n : jumlah penambahan jam kerja berikutnya d. Crash cost pekerja setiap hari
= normal ongkos harian + biaya lembur pekerja e. Crash cost total
= crash cost per hari x crash duration 6. Menghitung cost slope
= ! "#$! % & ! "
$ #'
b. Penambahan tenaga kerja
Strategi lain yang dilakukan untuk mempercepat durasi proyek adalah penambahan jumlah tenaga kerja. Tenaga kerja yang akan ditambah adalah pekerja dan tukang. Langkah-langkah dalam melakukan crashing program sebagai berikut:
1. Menghitung produktivitas harian
2. Menghitung produktivitas sesudah crashing
= ( !)*+",-," , $ . "!" & "/$ 0 +/ 1 /"/&
2!" & "/$ 0 +/ 1 $! % &
3. Menghitung crash duration
4. Menghitung biaya tambahan pekerja f. Upah kerja harian normal
g. Upah kerja harian crashing
= prod. Harian crash x harga satuan upah setelah crashing h. Menghitung crash cost
= upah kerja harian setelah crashing x crash duration 5. Menghitung Cost Slope
3.5 Tahap Dan Prosedur Penelitian
Suatu penelitian harus dilaksanakan secara sistematis dan dengan urutan yang jelas dan teratur, sehingga akan diperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Oleh Karena itu, pelaksanaan penelitian ini di bagi dalam beberapa tahap, yaitu:
III - 7 Tahap 1 : Persiapan
Sebelum melakukan penelitian perlu dilakukan studi literature untuk memperdalam ilmu yang berkaitan dengan topik penelitian. Kemudian menentukan rumusan masalah sampai dengan kompilasi data.
Tahap 2 : Penentuan Objek Penelitian
Pada tahap ini di lakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Obserfasi lapangan dan identifikasi proyek yang akan diteliti b. Melakukan proses perizinan kepada pelaksana, pengawas
atau pemilik proyek.
Tahap 3 :Pengumpulan Data
Data proyek yang diperlukan untuk membuat laporan, meliputi : a. Rencana Anggaran Proyek (RAB)
b. Analisa harga satuan bahan proyek c. Time Schedule
d. Laporan harian jumlah tenaga kerja
Tahap 4 : Menentukan Normal Cost (NC) dan Normal Duration (ND) Tahap 5 : Menyusun Network Diagram
Dari jaringan kerja CPM akan diperoleh jalur kritis, yang kemudian di lakukan percepatan durasi kegiatan-kegiatan yang terletak pada jalur kritis.
Tahap 6 : Analisa Penentuan Percepatan dan Pembahasan
Dalam penelitian ini digunakan penerapan Analisa dengan menggunakan kedua skenario diatas yaitu penambahan jam kerja dan tenaga kerja. Semua kegiatan yang dipusatkan pada kegiatan yang berbeda pada jalur kritis yang mempunyai nilai cost slope terendah dengan bantuan Microsoft project.
Tahap 7 : Kesimpulan
Kesimpulan disebut juga pengambilan keputusan. Pada tahap ini, data yang telah dianalisa dibuat suatu kesimpulan yang berhubungan dengantujuan penelitian.
III - 9 3.6 Bagan Alir Penelitian
Gambar 3.2 Bagan Alir Penelitian
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai studi kasus pada proyek penanganan longsoran Kayulangi batas Provinsi Sulawesi Tengah dan akses Malili. Gambaran umum proyek saat dilakukan studi kasus dan pentingnya dilakukan percepatan pelaksanaan proyek juga akan dijelaskan pada bab ini. Proyek ini dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini karena dalam pelaksanaanya mengalami keterlambatan, sehinga perlu dilakukan percepatan agar proyek dapat selesai tepat waktu untuk menghindari denda akibat keterlambatan. Aktivitas yang berada pada lintasan kritis akan diidentifikasi, serta penentuan crashing akan ditinjau lebih lanjut. Data yang digunakan pada studi kasus ini berasal dari data aktual yang didapat di lokasi tempat proyek pelaksanaan ini dilakukan.
Berikut data Proyek Penanganan Longsoran Kayulangi Batas Provinsi Sulawesi Tengah dan Akses Malili.
Data umum Proyek :
Nama Proyek : PenangananLongsoran Kayulangi Bts. Prov.
Sulteng dan Akses Malili
Alamat : Jalan Poros Provinsi Sulawesi Selatan Batas Provinsi Sulawesi Tengah akses Malili Kabupaten Luwu Timur.
Nilai Kontrak : Rp. 25.212.992.000,0 Durasi Kontrak Proyek: 116 Hari Kalender Durasi Aktual : 50 hari kalender Durasi Normal : 38 Hari Kerja
Durasi keterlambatan : Durasi Aktual – Durasi Normal : 50 – 38
: 12 hari kerja
Tabel 4.1 Data Rencana Anggaran Biaya Proyek
URAIAN BOBOT
(%)
HARGA PER DIVISI (Rupiah)
Umum 2,532 580.300.000,00 Drainase 7,463 1.710.617.319,59 Pekerjaan Tanah 42,111 9.652.189.074,11 Pelebaran Perkerasan dan Bahu
Jalan - - Pekerasan Non Aspal 6,551 1.501.478.568,02 Perkerasan Aspal 7,292 1.671.446.292,98 Struktur 27,415 6.283.846.972,78 Pengembalian Kondisi dan
Pekerjaan Minor 6,294 1.442.594.676,33 Pekerjaan Harian 0,342 78.429.568,98 Pekerjaan Pemeliharaan Rutin - -
TOTAL HARGA KONSTRUKSI 22.920.902.472,79 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) = 10%
X (A) 2.292.090.247,28 TOTAL HARGA + PPN = (A) + (B) 25.212.992.720,07 DIBULATKAN 25.212.992.000,00 Dua Puluh Lima Milyar Dua Ratus Dua Belas Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah.
4.2 Biaya Sisa Normal Proyek
Biaya sisa normal proryek adalah biaya tersedia setelah progress berjalan untuk tiap-tiap item pekerjaan. Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk mengetahui biaya normal pelaksanaan proyek.
Nama item pekerjaan : Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Biaya rencana : Rp 126.625.602 Biaya aktual : Rp 39.897.629
Biaya normal : Biaya rencana – Biaya aktual : Rp126.625.602 - Rp 39.897.629 : Rp 86.727.973
Dari contoh perhitungan diatas biaya sisa normal pelaksanaan proyek disajikan pada (Lampiran 01 ).
4.3 Durasi Sisa Normal Proyek
Durasi sisa normal proryek adalah durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan item pekerjaan yang belum berjalan. Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk mengetahui durasi normal pelaksanaan proyek.
Nama item pekerjaan : Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Durasi rencana : 20 hari kerja Volume pekerjaan : 2696,27 m3 Kapasitas Produksi Harian :
: ,
: 134,81 m3/ hari
Durasi normal :
: ,
,
: 14 hari pelaksanaan
Dari contoh perhitungan diatas durasi sisa normal pelaksanaan proyek disajikan pada (Lampiran 02 ).
4.4 Menyusun Rencana Jadwal dan Biaya Proyek
Untuk melakukan penjadwalan yang lebih akurat maka jadwal akan dibuat dengan bantuan aplikasi ms project. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun rencana jadwal dan biaya proyek pada Microsoft project sebagai berikut :
1) Membuka lembar kerja baru
Klik tombol Start > Program > Microsft Office Project 2010 2) Memasukkan tanggal di mulainya proyek
Mengaktifkan menu Project > Project Information. Pada kotak dialog project Information dipilih Schedule From: Project Start Date dan Memasukkan tanggal dimulainya proyek yaitu 21 juli 2017 pada kotak Start Date. Langkah tersebut dapat dilihat pada Gambar dibawah..
Gambar 4.1 Memasukkan Tanggal Dimulainya Proyek
3.) Memasukkan data kegiatan proyek dengan mengetikkanya pada kolom Task Name dengan waktu kegiatan pada kolom durasi.
Setelah kolom durasi di isi, kolom Start dan Finish terisi secara otomatis.
Gambar 4.2 Penyusunan Pekerjaan Task
4.) Menyusun kelender kerja untuk menentukan hari kerja dan jam kerja. Pada proyek ini hari kerja dalam seminggu adalah 5 hari kerja denan jam kerja 8 jam perhari. untuk mengubahnya maka dilakukan dengan cara:
a. Memilih menu Tools>Change Working Time.
b. Klik tab Work Weeks > Details.
c. Pada select day(s), pilih Sunday> set day(s) to these specific working times.
d. Mengisi Form : 08.00 To 12.00 dan Form 13.00 To 17.00
Gambar 4.3 Menyusun Kalender Kerja 5.) Menyusun Diagram Network
Menyusun diagram network dilakukan setelah mendapatkan daftar pekerjaan, durasi tiap pekerjaan dan keterkaitan antar pekerjaan.
Pada penilitian ini network diagram yang dibuat berupa Presendence Diagram Method (PDM) menggunakan Microsoft Office Project. PDM dibuat untuk menentukan hubungan antara setiap pekerjaan. Di bawah ini adalah contoh cara memasukkan hubungan antara pekerjaan satu dengan pekerjaan lainnya pada kolom Predecessor.
Contoh pengisian :
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air (pada baris 9) dimulai bersamaan setelah 5 hari pekerjaan Sondir Termasuk Laporan (pada baris 6) dikerjakan (Start to start + 5 days). Maka, pada kolom predecessor pekerjaan Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air 6SS+5days.
Gambar 4.4 Presendence Diagram Method (PDM) Dari PDM yang telah dibuat kita bisa mengetahui item pekerjaan yang berada pada jalur kritis.
6.) Menganalisis Jalur Kritis, langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis jalur kritis pada Microsoft project sebagai berikut :
a. Klik simbol pada bar task name. Langkah tersebut dapat dilihat pada Gambar di bawah
Gambar 4.5 Menganalisis Jalur Kritis
b. Klik Filter > Critical sehingga item pekerjaan yang ada pada kolom task name hanya item pekerjaan yang berada pada jalur kritis.
c. Untuk Detail Lintasan Jalur Kritis dapat dilihat pada (Lampiran 03).
7.) Memasukkan biaya untuk tiap pekerjaan
Untuk memasukkan total biaya proyek maka, dilakukan langkah : klik menu View>Tabel>Cost. Biaya yang dimasukkan disini merupakan biaya yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rencana anggaran biaya (RAB). Biaya ini kemudian dimasukkan ke dalam Fixed Cost, sehingga nilai Total Cost sama dengan Fixed Cost.
Adapun untuk item pekerjaan pada jalur kritis maka dilakukan analisa bahan dan kebutuhan pekerja. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui kebutuhan pekerja pada saat dilakukan percepatan proyek.
Contoh perhitungan analisa kebutuhan bahan dan pekerja :
Nama item pekerjaan : Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Volume sisa : 1846,72 m3 Normal durasi : 14 hari Kofisien alat
a. Excavator : 0,0076
b. Dump Truck : 0,1349
c. Alat Bantu : 1,0000
Kofisien tenaga kerja
a. Pekerja : 0,0302
b. Mandor : 0,0076
Mencari Kebutuhan Alat
Kebutuhan bahan : Koefisien Alat x Volume Sisa a. Excavator : 0,0076 x 1846,72 b. Dump Truck : 0,1349 x 1846,72 c. Alat Bantu : 1,0000 x1846,72 Mencari Kebutuhan Pekerja
Kebutuhan Pekerja : Koefesien Pekerja x Volume sisa Durasi Normal
Pekerja : 0,0302 x 1846,72 / 14
Mandor : 0,0076 x 1846,72 / 14
Kebutuhan pekerja dapat di lihat pada (Lampiran 04) 8.) Memasukkan analisa bahan dan kebutuhan
Cara memasukkan analisa bahan dan kebutuhan pekerja pada Microsoft Project adalah sebagai berikut :
a. Memilih menu View>Resource Sheet.
b. Memasukkan kebutuhan bahan, pekerja, dan alat pada kolom Resource Name.
c. Memasukkan harga satuan bahan, pekerja, dan alat pada kolom Std.Rate. Klik tombol Ok dan biaya akan terhitung secara otomatis
Gambar 4.6 Pengisian Total Biaya
d. Memasukkan besar biaya tidak langsung (indirect cost)
Dalam RAB penawaran proyek ini terdapat indirect cost.
Besarnya indirect cost pada perencanaan sebesar 2 % dari nilai kontrak.
Total indirect cost = 2% x Rp 25.212.992.000,00
= Rp 458.418.049 Indirect cost/hari = !
"#$%&'
= . . . ,
)%$'
= Rp. 3.951.880 /hari
Cara memasukkan indirect cost pada Microsoft project.
Klik View>Resources Sheet> mengisi Resources Name (biaya tidak langsung)> tipe(work)>Std rate (indirect cost/hari)
Gambar 4.7 Pengisian Langsung Pada Reasorce Sheet
Klik Ganchart > mengisikan task name dengan nama biaya tidak langsung dibawah Summary Task>Block Task yang berada
dibawah task biaya tidak langsung > klik kanan (Indent)> letakkan pointer pada task biayatidak langsung > Assign Resources (Alt+F10) > pilih biaya tidak langsung > unit (1)
Secara otomatis Microsoft project akan mengakumulasikan besar biaya tidak langsung.
Dari proses ini selanjutnya diketahui durasi untuk menyelesaikan proyek adalah 75 hari dengan biaya RP 25.106.605.670,00
4.5 Menghitung kebutuhan pekerja dan Jam Kerja
Jalur Kritis yang telah diketahui selanjutnya dilakukan percepatan dengan metode penambahan tenaga kerja dan jam kerja. Metode percepatan durasi dengan penambahan tenaga kerja dan jam kerja dilakukan hingga item pekerjaan sudah jenuh atau tidak bisa dilakukan metode percepatan. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja dilakukan untuk mengetahui biaya terendah.
a. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja 0 jam lembur (Skenario 1) Untuk mengetahui biaya penambahan tenaga kerja dan jam kerja 0 jam maka perlu dianalisis terlebih dahulu kebutuhan pekerja untuk selanjutnya diinput ke dalam aplikasi ms project.
Contoh perhitungan metode percepatan kebutuhan pekerja
Nama item pekerjaan : Beton mutu sedang f'c 30 MPa lantai Jembatan
Volume sisa : 615,35 m3 Crash durasi : 5 hari