UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR
AKUNTANSI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED INTRUCTION (PBI) PADA SISWA
KELAS XI AK SMK PUTRA ANDA BINJAI
TAHUN AJARAN 2012/2013
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh :
DINI RETNO PRATIWI
NIM. 708310033
FAKULTAS EKONOMI
iv ABSTRAK
Dini Retno Pratiwi. NIM 708310033. “ Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) Pada Siswa Kelas XI AK Di SMK Swasta Putra Anda Binjai Tahun Pelajaran 2012/2013”. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan 2012.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Ak SMK Putra Anda Binjai Tahun Pelajaran 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) di kelas XI Ak SMK Putra Anda Binjai Tahun Pelajaran 2012/2013
Penelitian dilaksanakan di SMK Swasta Putra Anda Binjai pada semester ganjil pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan subjek kelas XI AK berjumlah 40 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana dalam tiap siklus trdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi refleksi. Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data dan penyajian data.
Dari data hasil observasi terhadap aktivitas siswa menunjukan adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I di peroleh 47,5% atau 19 orang untuk kriteria aktif. Sedangkan pada siklus II diperoleh 22,5% atau 9 orang untuk kriteria sangat aktif, 62,5% atau 25 orang untuk kriteria aktif. Selanjutnya dari nilai hasil belajar siswa sebelum tindakan dengan nilai rata-rata 62,75. Data evaluasi dari postes siklus I dengan rata-rata nilai 69,12 atau terjadi peningkatan sebesar 6,37 poin. Sedangkan data evaluasi dari postes siklus ke II dengan rata-rata nilai 83,87 berarti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 14,75 poin. Pada uji signifikan untuk aktivitas thitung > ttabel yaitu
2,38 > 1,99 dan untuk hasil belajar yaitu thitung > ttabel yaitu 8,24 > 1,99. Hal ini
menunjukkan bahwa pada siklus II telah diperoleh ketuntasan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan signifikan.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Intruction (PBI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa pada standar kompetensi mengelola dana kas kecil di SMK Putra Anda Binjai tahun ajaran 2012/2013.
v ABSTRACT
Dini Retno Pratiwi. 708310033. The effort of Improve Students Activity and Result Of Learning Student Accountancy Through Passing Study Model Base On The Problem (Problem Based Intruction) at Student of class XI Ak in SMK Putra Anda Binjai Academic Year of 2012/2013. Thesis Economy Faculty. Majoring Economy Education. Study Program of Accounting Education. State University of Medan 2012.
The probelm of this research is the low level activity and accounting learning result of students in class XI Ak SMK Putra Anda Binjai academic year of 2012/2013. The goal of this research is to increase the activity and learning result of accounting student by applying model the Problem Based Intruction (PBI) in class XI Ak SMK Putra Anda Binjai academic year of 2012/2013.
Research executed in state SMK Putra Anda Binjai in the year study 2012/2013 by subject is student of class XI Ak amounting to 40 people. This research is in form of Research Class Action executed in two cycle, where every cycle consisted of by four phase that is, planning, action, observation, and reflection. In data collected of technique using by is test result of learning and enquette sheet motivation to learn the student. While to analyse the data conducted in a few phase that is reduce the data and data presentation.
From data result of observation to activity of student to show the existence of improvement of a student activity from cycles I to cycles to II. in cycle I 47,5 which includ active enogh category. In cycle II the mean observation activities student is 62,5 which include active category. From the result of data analityc, it is obtained test data before implemetation with average score 62,75, when having a test on cycle I, the average score of students become 69,12 or having progress about 6,37 points. On the test cycle II, the average score of students become 83,87 or having progress about 14,75 points. Significance test for learning activity, tcount > ttabel was 2,38 > 1,99 and tcount > ttabel was 8,24
> 1,99 for learning outcomes. It means that in cycle II has been obtained activity and student learning outcomes completenses and indicated by significance increase.
It can be concluded that inferential that study with the model base on problem in class of XI Ak at standard mengelola dana kas kecil in state SMK Putra Anda Binjai of study year 2012/2013.
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KAT
A PENGANTAR ………..i
ABSTRAK ……… iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 4
1.3 Rumusan Masalah ... 4
1.4 Pemecahan Masalah ... 5
1.5 Tujuan Penelitian... 7
1.6 Manfaat Penelitian ... 7
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Teoritis ... 8
2.1.1 Model Pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) ... 8
2.1.2 Aktivitas Belajar ... 14
2.1.3 Hasil Belajar Akuntansi………19
2.2 Penelitian Yang Relevan... 24
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29
3.2 Subjek Penelitian ... 29
3.3 Objek Penelitian ... 29
3.4 Defenisi Operasional ... 29
3.5 Prosedur Penelitian ... 30
3.6 Teknik Pengumpulan Data... 34
3.7 Teknik Analisis Data ... 37
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Deskripsi Hasil Penelitian………41
4.2 Analisis Data ……….. 43
4.2.1 Reduksi Data ……… 43
4.2.2 Penyajian Data ………. 43
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ……… 48
4.3.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas……… 48
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 kesimpulan ………. ………….60
5.2 Saran ……….61
DAFTAR PUSTAKA
………..x
DAFTAR RIWAYAT HIDUP………xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Langkah-
langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah…… 11
Tabel 3.1 Pelaksanaan Tindakan Kelas…...
.32
Tabel 3.2 Lembar observasi Aktivitas Siswa ... ..35
Tabel 4.1 P
erolehan Skor Aktivitas Siswa Silkus I………41
Tabel 4.2 Perolehan Skor Aktivitas Siswa Silkus I
I ………. 42
Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa ………42
Tabel 4.4 Peningkatan Hasil Belajar Siswa dari Pre Test,
Siklus I ke Siklus II
……….45
Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Siswa ……….46
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Aktivitas Uji-
t………...56
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema penerapan model PBI ………... 28
Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas……… 31
Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil Belajar Siswa ………... 46
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Silabus
Lampiran 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I
Lampiran 3
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II
Lampiran 4
Materi Pembelajaran
Lampiran 5
Soal Pretes dan Kunci Jawaban Soal Pretes
Lampiran 6
Soal Postes Siklus I dan Kunci Jawaban Soal Postes Siklus I
Lampiran 7
Soal Postes Siklus II dan Kunci Jawaban Soal Postes Siklus II
Lampiran 8 Daftar Nilai Pretes
Lampiran 9 Daftar Nilai Postes Siklus I
Lampiran 10 Daftar Nilai Postes Siklus II
Lampiran 11 Perolehan Skor Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I
Lampiran 12 Perolehan Skor Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II
Lampiran 13 Perhitungan Uji-t Aktivitas belajar Siswa
Lampiran 14 Perhitungan Uji-t Hasil Belajar Siswa
Lampiran 15 Dokumentasi Penelitian
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan potensi
belajar dan kualitas sumber daya yang produktif. Dengan pendidikan sumber daya
ataupun kemampuan yang dimiliki seseorang dapat ditingkatkan. Proses belajar
merupakan merupakan bagian terpenting dalam suatu pendidikan. Peran lembaga
pendidikan sangat berpengaruh terhadap berhasilnya suatu proses belajar
mengajar dan membantu terbentuknya sumber daya yang optimal sebagai modal
bagi pembangunan nasional. Untuk itu diperlukan upaya dalam peningkatan
kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya guru pelajaran
akuntansi.
Guru merupakan unsur dalam proses belajar mengajar yang dituntut
memilki kemampuan dalam segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
pengajaran dikelas. Guru memegang peranan penting dalam keberhasilan
siswanya, walaupun perangkat pembelajaran telah tersedia dengan baik dan
lengkap tapi bila guru tidak berhasil dalam proses belajar mengajar maka siswa
tidak dapat menerima pelajaran dengan baik pula. Seorang guru yang ideal harus
mampu berpikir kritis dan menerima perubahan-perubahan pada saat proses
belajar mengajar didalam kelas, menjalankan tugasnya secara profesional dan
menemukan alternatif yang harus diambil dalam proses belajar mengajar guna
2
Banyak guru masih mengajar dengan metode ceramah dan mengharapkan
siswa duduk, diam, dengar, catat dan menghafal serta mengadu siswa satu sama
lain. Oleh sebab itu seorang guru sebagai sumber belajar harus mampu memberi
pengaruh yang baik terhadap lingkungan belajar siswa sehingga timbul reaksi
peserta didik untuk mampu mencapai hasil belajar yang di inginkan. Salah satu
kegiatan yang dapat mempengaruhi hasil belajar, yang harus dilakukan guru
adalah memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk
mencapai pengajaran yang semuanya akan mempengaruhi proses belajar siswa di
kelas.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti disekolah SMK Swasta
Putra Anda Binjai di kelas XI Ak, siswa cendrung acuh tak acuh pada saat proses
belajar mengajar berlangsung, dimana siswa bersikap pasif, malas untuk bertanya,
tidak fokus pada saat guru menyampaikan materi. Sehingga pada saat guru
mengadakan ulangan, nilai rata-rata tes hasil belajar yang diperoleh siswa masih
sangat rendah hanya 17 orang atau sekitar 42,5% siswa dari 40 siswa yang mampu
mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini dapat
disebabkan karena guru masih cendrung menggunakan model pengajaran yang
berorientasi pada buku teks dan masih bersifat konvensional. Dimana proses
pembelajaran lebih terfokus pada guru, dan kurang melibatkan siswa secara aktif
dalam proses pembelajaran. Keberhasilan kegiatan pembelajaran ditentukan oleh
aktifnya siswa saat mengikuti pembelajaran.
Aktivitas siswa sangat mempengaruhi hasil belajar saat pembelajaran.
3
optimal sesuai kemampuannya. Memperhatikan hasil belajar di atas, perlu
diadakan perbaikan dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu guru
sebagai sentral dalam pengembangan pendidikan, maka guru harus merencanakan,
mengorganisasikan, mengelola proses belajar sedemikian rupa sehingga bahan
ajar yang diberikan dapat di serap dan dimiliki siswa dengan baik. Guru harus
dapat mendesain pengajaran dengan baik dan dapat menerapkan model atau
pendekatan pengajaran yang sesuai dengan topik materi dan tujuan pembelajaran.
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini pembelajaran Problem
Based Intruction (PBI) diharapkan mampu meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa dan menjadi salah satu alternatif pembelajaran guna memecahkan
permasalahan yang ada. Pendekatan ini menggunakan masalah dunia nyata
sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan
keterampilan dalam pemecahan masalah, mengembangkan inkuiri, kemandirian
dan percaya diri.
Pengetahuan siswa diperoleh dari usaha siswa untuk mengkontruksikan
sendiri pengetahuan yang mereka peroleh baik dari guru, teman sejawat maupun
dari sumber lainnya, dan mengembangkan keterampilannya ketika belajar.
Pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) merupakan pendekatan yang
efektif untuk pengajaran tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk
memperoleh informasi yang mereka temukan atau peroleh dan mampu menyusun
informasi tersebut berdasarkan pengetahuan mereka sehingga dapat meningkatkan
4
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk
mengangkat judul penelitian “Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil
Belajar Akuntansi Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based
Intruction (PBI) Kelas XI Ak Di SMK Putra Anda Binjai”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Maka masalah dalam
penelitian ini dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Mengapa guru cenderung menerapkan metode konvensional dalam proses
belajar mengajar?
2. Bagaimana upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar akuntansi siswa kelas XI di SMK Putra Anda Binjai?
3. Apakah dengan menerapkan model Problem Based Intruction (PBI) dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa pada kelas XI Ak
SMK Putra Anda Binjai?
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah dengan menerapkan Model Problem Based Intruction (PBI) dapat
meningkatkan aktivitas belajar akuntansi siswa kelas XI Ak SMK Putra
Anda Binjai T.A 2012/2013?
2. Apakah dengan menerapkan Model Problem Based Intruction (PBI) dapat
meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Ak SMK Putra Anda
5
3. Apakah ada perbedaan yang signifikan aktivitas dan hasil belajar akuntansi
antara siklus I dan Siklus II dengan menerapkan model pembelajaran
Problem Based Intruction (PBI) pada siswa kelas XI Ak SMK Putra Anda
Binjai T.A 2012/2013?
1.4. Pemecahan Masalah
Sebagaimana telah di uraikan pada latar belakang masalah, bahwa
kenyataannya hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pelajaran akuntansi belum
mencapai target yang diinginkan, maka kemampuan guru dalam melaksanakan
proses belajar mengajar perlu di tingkatkan. Oleh karena itu, peneliti bekerjasama
dengan guru mata pelajaran akuntansi di SMK Swasta Putra Anda Binjai.
Adapun tindakan yang dapat dilakukan sebagai alternatif pemecahan
masalah adalah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Problem
Based Intruction (PBI). Problem Based Intruction (PBI) adalah model
pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan
bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di
dalam materi pelajaran.Model pembeljaran Problem based Intruction adalah salah
satu pembelajaran yang menghadapkan siswa kepada situasi masalah autentik dan
bermakna. Pembelajaran ini lingkungan belajarnya menenkankan pada peran aktif
siswa sedangkan peran guru hanya mengajukan masalah, memfasilitasi
penyelidikan dan mendukung belajar.
Dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI), Guru
menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan,
6
memunculkan masalah,memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan
masalah yang dipilihnya. Kemudian guru membantu siswa mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai,
melaksanakan eksperimen untuk memndapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah.Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang
sesuai seperti laporan video dan model serta membantu mereka untuk berbagi
tugas dengan teman-temannya.Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi
atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka
gunakan.
Penerapan model pembelajaran Problem based Intruction sangat cocok
diterapkan dalam pembelajaran akuntansi. Dimana dalam dalam kegiatan
pembelajaran siswa lebih aktif dalam belajar. Proses pembelajaran lebih menarik,
dimana siswa lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, serta keaktifan
siswa akan tampak sekali pada saat siswa berdiskusi untuk memecahkan masalah.
Penerapan model pembelajaran Problem Based Intruction ini dapat
membangkitkan keingintahuan dan kerja sama di antara siswa serta mampu
menciptakan kondisi yang menyenangkan. Penerapan model pembelajaran ini
juga dapat mendorong keberanian dan mental siswa dalam mengajukan pendapat.
Dimana setiap siswa harus berani mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka. Dengan demikian maka aktivitas belajar siswa dapat meningkat.
Maka dari uraian di atas, pemecahan masalah dalam penelitian ini yaitu
7
hasil balajar akuntansi dan aktivitas siswa kelas XI Ak SMK Putra Anda Binjai
dapat ditingkatkan.
1.5. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar akuntansi siswa kelas XI
Ak SMK Putra Anda Binjai dengan menerapkan model pembelajaran
Problem Based Intruction (PBI).
2. Untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Ak
SMK Putra Anda Binjai dengan menerapkan model pembelajaran Problem
Based Intruction (PBI).
3. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa
yang signifikan antara siklus I dengan Siklus II dengan menerapkan model
pembelajaran Problem Based Intruction (PBI).
1.6. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini
adalah :
1. Untuk menambah pengetahuan, wawasan dan kemampuan bagi penulis
dalam menggunakan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI)
dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di SMK Swasta
Putra Anda Binjai.
2. Sebagai bahan masukan kepada pihak sekolah khususnya guru bidang
studi akuntansi dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
8
3. Sebagai bahan referensi bagi civitas akademis UNIMED khususnya
jurusan pendidikan ekonomi dan pihak lain dalam melakukan penelitian
57 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Problem
Based Intruction (PBI) dapat meningkat.
2. Ada perbedaan yang signifikan antara siklus I dan Siklus II aktivitas dan hasil belajar
akuntansi siswa kleas XI Ak SMK Putra Anda Binjai T>A 2012/2013.
5.2.Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) dapat dijadikan sebagai
satu alternative model pembelajaran yang digunakan guru didalam kelas untuk
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada standar kompetensi
“Mengelola dana kas kecil”.
2. Diharapkan kepada guru untuk melakukan ulangan remedial kepada siswa yang belum
tuntas. Untuk penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat melakukan penelitian dengan
waktu yang lebih lama dan dengan sumber yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas