• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUNAS PUCUK MELINJO (Gnetum gnemon.L) SECARA IN-VITRO PADA BERBAGAI KONSENTRASI NAA DAN BAP DALAM MEDIA MS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUNAS PUCUK MELINJO (Gnetum gnemon.L) SECARA IN-VITRO PADA BERBAGAI KONSENTRASI NAA DAN BAP DALAM MEDIA MS."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Persentase eksplan yang hidup sampai minggu ke 10 setelah tanam pada  penambahan beberapa konsentrasiNAA dan BAP
Tabel  4.  Persentase  eksplan  membentuk  tunas  baru  sampai  minggu  ke  10  setelah  tanam  padapenambahan beberapa konsentrasi NAA dan BAP

Referensi

Dokumen terkait

terhadap Terjadi interaksi antara zat pengatur tumbuh BAP dan NAA terhadap presentase warna eksplan coklat umur 20 dan 30 hari setelah tanam, persentase warna eksplan putih umur

Pada media aseptik yang mengandung unsur hara makro dan mikro, Fe, vitamin, dan zat pengatur tumbuh yang diperlukan tanaman, sel atau jaringan tersebut akan membelah dan

vulgaris menunjukkan hasil induksi kalus terbaik diperoleh dari formulasi media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA 0,5 ppm, hal ini sesuai dengan hasil penelitian

Penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D dan BAP pada berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap waktu induksi kalus daun tanaman melati ( Jasminum sambac ) pada media MS secara in

Zat pengatur tumbuh eksogen yang ditambahkan ke dalam media dapat mengubah perimbangan zpt dalam sel tanaman, sehingga tidak memberikan respon terhadap pertumbuhan

Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP pada kultur in vitro eksplan daun tembakau Madura (Nicotiana tabacum L. Prancak

Respon Callogenesis Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP pada kultur in vitro eksplan daun tembakau Madura (Nicotiana tabacum L.

KESIMPULAN Terdapat pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh TDZ yang menurunkan peubah pertumbuhan planlet stevia dan tidak terdapat pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA pada