• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemahaman Mengenai Islam dan Terorisme dalam Film Dokumenter.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemahaman Mengenai Islam dan Terorisme dalam Film Dokumenter."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

v

ABSTRAK

Bicky Perdana Putra, 210110060353, 2013. Penelitian ini berjudul Ideologi Islam

dalam Film Dokumenter “

Prison and Paradise

, dengan subjudul Analisis Wacana

Kritis Model Norman Fairclough Mengenai Ideologi Islam dalam Film “

Prison and

Paradise

”. Pembimbi

ng utama Dr. Herlina Agustin, MT dan Pembimbing

Pendamping Dandi Supriadi, S.Sos. MA (SUT). Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu

Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman mengenai Islam dan

terorisme yang terdapat dalam film dokumenter

Prison and Paradise

, karya Daniel

Rudi Haryanto. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Norman

Fairclough dalam menganalisis film dalam dimensi teks, wacana, dan sosiokultural.

Pengumpulan data dilakukan dengan analisis film, wawancara mendalam, dan studi

pustaka. Objek penelitian adalah film dokumenter

Prison and Paradise

.

Hasil penelitian memperlihatkan terdapat pemahaman yang berseberangan

dengan para pelaku peledakan Bom Bali I dalam film

Prison and Paradise

.

Pemahaman tersebut dikonstruksi sedemikian rupa dengan berbagai cara, dalam pra

produksi, produksi, dan pasca produksi. Ideologi tersebut berangkat dari hal yang

sangat subjektif dan personal bagi sutradara. Sehingga faktor kognitif pembuat film

dinilai sangat berpengaruh.

Prison and Paradise

pun lahir di lingkungan yang kurang

akomodatif bagi film-

film yang ‘berbeda’. Faktor politik, hukum, dan situasi di

Indonesia menekan film ini hingga ke tingkat pelarangan tayang.

Peneliti menyimpulkan bahwa ideologi (pemahaman Islam dan terorisme)

pembuat film dalam film

Prison and Paradise

hadir dalam porsi yang signifikan. Hal

tersebut umumnya tidak disadari oleh para penonton awam, dan diterima sebagai

kebenaran. Walau film tersebut pun tumbuh dalam lingkungan yang kurang

mendukung. Peneliti menyarankan agar pemanfaatan film sebagai media penanaman

(2)

vi

generasi penerus. Peneliti juga menyarankan penerapan kategorisasi film ketimbang

(3)

vii

ABSTRACT

Bicky Perdana Putra, 210110060353, 2013. This research was titled Islam and

Terrorism Concept

in Documentary Movie “Prison and Paradise”, with subtitle

Critical Discourse Analysis with Norman Fairclough Model About Islam and

Terrorism Concept

in Documentary Movie “Prison and Paradise”. First Advisor Dr.

Herlina Agustin, MT and Second Advisor Dandi Supriadi, S.Sos., MA (SUT).

Journalism Studies Department, Faculty of Communication Science Padjadjaran

University, Jatinangor.

This research was aimed to find out the Islam and terrorism concept that exist

in documentary movie

Prison and Paradise

, directed by Daniel Rudi Haryanto.

This research used critical discourse analysis from Norman Fairclough model to

analyze the movie in textual, discourse, and sociocultural dimension. The data for

this research was collected by analyzing the movie, in depth reporting, and library

research. The object of this research was the documentary movie

Prison and

Paradise

.

The result of this research showed the existence of the concept that opposite

with the perpetrator of the first Bali bombing, in

Prison and Paradise

. The concept

were constructed in certain ways, from pra production, production, and post

production stage. The concept appear from the very subjective and personal

statement of the director. Therefore cognitive factor of the filmmaker was influence

the movie making.

Prison and Paradise

was born in a very hard atmosphere for a

‘different’ movie to be

exist. Political issue, regulation, and circumstance in

Indonesia was pressed the movie to the very low existence, forbidden to show.

Researcher reach a conclusion that the constructed ideology (of Islam and

terrorism concept) in

Prison and Paradise

present in a significant amount. The

constructed ideology, in a general way, was not realize by the audience, and was

(4)

viii

suggested that the use of movie to plant ideology to be generated in Indonesia.

Researcher also suggested the use of movie categorization than censorship that

Referensi

Dokumen terkait

DIREPRESENTASIKAN DALAM FILM (Analisis Wacana Kritis Mengenai Kemandirian Perkawinan dalam Film Seserahan) ini sebagai salah satu persyaratan guna memperoleh gelar

Prabowo dan Joko Widodo dalam MBM TEMPO Edisi 30 Juni-6 Juli 2014, Analisis.. Wacana Kritis Norman Fairclough Mengenai Representasi Sosok Calon

Film dokumenter ini berdurasi kurang lebih 23 menit, dengan judul “Kontroversi Majelis Gabungan Syiar Islam Kota Metropolitan” yaitu menceritakan tentang peranan Habib dan

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Implementasi Jurnalisme Advokasi Dalam Film Dokumenter Sexy Killers Produksi Watchdoc adalah benar merupakan karya saya

Penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan Media Film Dokumenter pada Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa

DIREPRESENTASIKAN DALAM FILM (Analisis Wacana Kritis Mengenai Kemandirian Perkawinan dalam Film Seserahan) ini sebagai salah satu persyaratan guna memperoleh gelar

Film Dokumenter "Tarian Caci", Media Pengetahuan Budaya Tradisional dalam Industri Kreatif di Indonesia Analisis Perspektif pada Festival Film Dokumenter Kementerian Pendidikan dan

112 Putri Wahyu illahi, Ernanda, Anggi Triandana: Nominalisasi pada Film Dokumenter The Bird Dancer Karya Elemental Production: Kajian Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen