• Tidak ada hasil yang ditemukan

Representasi Kebebasan Pers dalam Film Dokumenter Kubur Kabar Kabur.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Representasi Kebebasan Pers dalam Film Dokumenter Kubur Kabar Kabur."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iv

ABSTRAK

Yurike, K1A100005, 2015

. Skripsi ini berjudul, “

Representasi Kebebasan Pers

dalam Film Dokumenter

Kubur Kabar Kabur,

Studi Analisis Wacana Kritis

Model Norman Fairclough Mengenai Kebebasan Pers dalam Film

Kubur Kabar

Kabur.”

Dosen pembimbing utama Drs. H. Dian Wardiana, M.Si dan dosen

pembimbing pendamping Dr. Hj. Nuryah Asri Sjafirah, S.Sos, M.Si. Program

Studi Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran,

Jatinangor.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wacana kebebasan pers yang

dibangun dalam film

Kubur Kabar Kabur.

Di dalamnya meliputi penjelasan

mengenai kebebasan pers pada rezim-rezim tertentu di Indonesia, dan representasi

kebebasan pers dalam film

Kubur Kabar Kabur

pada level teks, praktik wacana

dan sosial budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian kualitatif dengan teknik analisis wacana kritis model Norman

Fairclough. Objek penelitian adalah film dokumenter

Kubur Kabar Kabur.

Hasil penelitian pada level teks menunjukkan wacana kebebasan pers

direpresentasikan melalui pemilihan kata, tata bahasa, analisis hubungan serta

identitas yang dilakukan oleh penulis teks. Analisis level praktik wacana

menunjukkan, penulis memaknai kebebasan pers tidak hanya bebas menulis apa

saja di media mana pun tetapi juga tidak adanya tekanan dari pihak mana pun

termasuk dari pemilik media. Sedangkan pada level sosiokultural menunjukkan,

kebebasan pers belum sepenuhnya merdeka dilihat dari meningkatnya jumlah

kekerasan terhadap pers, bahkan tumpang-tindihnya jaminan hukum mengenai

perlindungan kebebasan pers di Indonesia.

(2)

v

ABSTRACT

Yurike, K1A100005, 2015. This thesis was titled, "Representation of Press

Freedom in the Documentary Kubur Kabar Kabur, Critical Discourse Analysis

Study with Norman Fairclough Model About Freedom of The Press in

Documentary Kubur Kabar Kabur." Main supervisor Drs. H.

Dian Wardiana, M.

Si

and second supervisor Dr. Hj. Nuryah Asri Sjafirah, S.Sos, M.Si. Journalism

Studies Department, Faculty of Communication Science Padjadjaran University,

Jatinangor.

This research aims to

determine the discourse about freedom of the press

in Kubur Kabar Kabur.

It includes an explanation of the press freedom in

particular a repressive regime in Indonesia, and a representation of press

freedom in the film Kubur Kabar Kabur on textual, discourse, and sociocultural

dimension.

The method used in this research is qualitative research methods and

critical discourse analysis Norman Fairclough model. The object of the research

was the documentary Kubur Kabar Kabur.

The result of this research on the level of the text showed the discourse

of

press freedom

represented through

election

words, grammar, analysis of the

relationship as well as the identity of the

conducted by the author of the text.

Analysis of the level of discourse practice showed,

the authors

interpret the

freedom of the press is not only free to write a nything on any media but also the

absence of any pressure from any party including the owner of the media.

While

at level sosiocultural show,

freedom of the press is not fully independent as seen

from the increasing number of violence against the press, even the press has a

guarantees concerning the protection of press freedom in Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

A Content Analysis on First Semester English Workbooks for Seventh Graders: English Supplementary Materials, Global, and Cerah.. Yogyakarta: English Education Study Programme,

Pada setiap pasien radioterapi yang memenuhi kriteria penelitian akan diberikan penjelasan mengenai penelitian yang akan dilakukan. Bagi yang setuju untuk berpartisipasi

[r]

Setiap warga memiliki hak dalam mendapatkan pengakuan hukum tanpa ada perbedaan perlakuan yang diberikan. Hal ini juga menyangkut hak-hak dalam menjaga keturunan dan

untuk membaca teks dalam LKS dan materi yang relevan dengan permasalahan garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran serta meminta siswa untuk membuat catatan kecil

Berdasarkan hasil perhitungan biaya tenaga kerja langsung diatas tampak bahwa jenis ban 10.00-20 (proses dingin) memiliki biaya tenaga kerja langsung yang

karena awalnya ada 8 gejala-gejala High Self Esteem yang jadi target untuk dijalankan, tetapi perubahan gejala-gejala tesebut tidak mencapai 60% dipoint D

اﺬﻫ ناﻮﻨﻋ ﺔﻏﺎﻴﺻ ﺎﻬﻨﻣ نﻮﻜﺘﺗ ﱴﻟا تﺎﺤﻠﻄﺼﳌا ﻰﻠﻳ ﺎﻤﻴﻓ ﺔﺜﺣﺎﺒﻟا ﺢّﺿﻮﺗ ﺚﺤﺒﻟا :.. ٥ ﻊﺒﻃ ﰲ ﺎﻬﻣاﻮﻗأو ﺮﺻﺎﻨﻌﻟا ﻢﻫأ ﻰﻫ ﺎﺣﻼﻄﺻاو نأ ﻆﺣﻼﻧ نأ ﺐﳚ ﻦﻜﻟو ،ﲎﻔﻟا ﻪﻌﺑﺎﻄﺑ