• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laboratorium Perancangan Kota Departemen Teknik Planologi ITB 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laboratorium Perancangan Kota Departemen Teknik Planologi ITB 1"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 16 TAHUN 2000

TENTANG

PEDOMAN PEMBENTUKAN ASOSIASI PEMERINTAH DAERAH DAN PENETAPAN WAKIL ASOSIASI PEMERINTAHAN DAERAH SEBAGAI

ANGGOTA DEWAN PERTIMBANGAN OTONOMI DAERAH MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah dan Penetapan Wakil Asosiasi Pemerintah Daerah sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, perlu menetapkan pedoman pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah;

b. bahwa pedoman pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah tersebut pada huruf a, perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839)

2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848)

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2000 tentang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 44);

5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2000 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Tindak Lanjut Pelaksanaan Undang-undang Nomor 22 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah;

6. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN ASOSIASI PEMERINTAH DAERAH DAN PENETAPAN WAKIL ASOSIASI PEMERINTAH DAERAH SEBAGAI ANGGOTA DEWAN PETIMBANGAN OTONOMI DAERAH

BAB I KETENTUAN UMUM

(2)

a. Pemerintah adalah perangkat Negara Republik Indonesia yang terdiri atas Presiden beserta Menteri.

b. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah.

c. Pemerintah Daerah adalah penyelenggara Pemerintahan Daerah Otonom oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas Desentralisasi.

d. Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah yang selanjutnya disebut DPOD adalah suatu dewan di tingkat Pusat yang memberikan pertimbangan tentang otonomi daerah kepada Prsiden dan bertanggung jawab kepada Presiden.

e. Asosiasi Pemerintah Daerah adalah Organisasi yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah dalam rangka kerjasama antar Pemerintah Propinsi, antar Pemerintah Kabupaten/atau antar Pemerintah Kota, berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

BAB II

KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 2

Asosiasi Pemerintah Daerah merupakan organisasi yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kerjasama antar Pemerintah Daerah yang bersifat independen.

Pasal 3

Tugas dan fungsi Asosiasi Pemerintah Daerah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Asosiasi Pemerintah Daerah yang ditetapkan dalam musyawarah anggota Asosiasi Pemerintah Daerah.

BAB III

PEMBENTUKAN DAN PENGORGANISASIAN Pasal 4

Asosiasi Pemerintah Daerah terdiri dari : a. Asosiasi Pemerintah Propinsi;

b. Asosiasi Pemerintah Kabupaten;

c. Asosiasi Pemerintah Kota;

Pasal 5

Pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah dilakukan sebagai berikut : a. Asosiasi Pemerintah Propinsi dibentuk oleh Pemerintah Propinsi;

b. Asosiasi Pemerintah Kabupaten dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten;

c. Asosiasi Pemerintah Kota dibentuk oleh Pemerintah Kota.

Pasal 6

Anggota Asosiasi Pemerintah Propinsi, Asosiasi Pemerintah Kabupaten dan Asosiasi Pemerintah Kota diwakili oleh Kepala Daerah.

Pasal 7

Susunan Organisasi, persyaratan keanggotaan dan rapat-rapat Asosiasi Pemerintah Daerah diatur lebih lanjut dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Asosiasi Pemerintah Daerah.

(3)

BAB IV SUMBER KEUANGAN

Pasal 8

Sumber keuangan Asosiasi Pemerintah Daerah diperoleh dari iuran wajib anggota Asosiasi Pemerintah Daerah dan pendapatan lain yang sah yang ditetapkan dalam musyawarah anggota Asosiasi Pemerintah Daerah.

BAB V

MEKANISME PEMILIHAN DAN PENETAPAN WAKIL ASOSIASI PEMERINTAH DAERAH

SEBAGAI ANGGOTA DPOD Pasal 9

Perwakilan Asosiasi Pemerintah Daerah yang duduk sebagai anggota DPOD adalah wakil Asosiasi Pemerintah Propinsi, wakil asosiasi Pemerintah Kabupaten dan wakil Asosiasi Pemerintah Kota.

Pasal 10

Asosiasi Pemerintah Propinsi, Asosiasi Pemerintah Kabupaten dan Asosiasi Pemerintah Kota masing-masing memeilih dan menetapkan 1 (satu) orang wakil sebagai anggota DPOD.

Pasal 11

(1) Pemilihan dan penetapan wakil Asosiasi Pemerintah Daerah dilakukan secara demokratis dalam musyawarah anggota Asosiasi Pemerintah Propinsi, Asosiasi Pemerintah Kabupaten dan Asosiasi Pemerintah Kota.

(2) Mekanisme pemilihan dan penetapan wakil Asosiasi Pemerintah Daerah sebagai anggota DPOD ditetapkan dalam musyawarah anggota Asosiasi Pemerintah Daerah.

BAB VI

FASILITASI PEMBENTUKAN ASOSIASI PEMERINTAH DAERAH

Pasal 12

Menteri Dalam Negeri dan Meneteri Negara Otonomi Daerah memfasilitasi pebentukan Asosiasi Pemerintah Daerah.

BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 13

(1) Badan Kerjasam, Forum, Himpunan, Asosiasi dan yang sejenis yang pada saat pembentukan Asosiasi Pemerintah Daerah telah ada atau yang akan dibentuk di lingkungan Pemerintah Daerah diakui keberadaannya sepanjang memenuhi prisip-prinsip dasar Asosiasi Pemerintah Daerah;

(2) Badan Kerjasama, Forum, Himpunan, Asosiasi atau yang sejenisnya dapat bekerjasama dan

(4)

BAB VIII KETENTUAN PENUTUP

Pasal 14

Selambat-lambatnya pada bulan Juni Tahun 2000 Asosiasi Pemerintah Daerah telah terbentuk dan menetapkan wakilnya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

Pasal 15 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada Tanggal 24 Mei 2000

MENTERI DALAM NEGERI ttd.

SURJADI SOEDIDJA

(5)

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI

NOMOR : 14 TAHUN 2000 TANGGAL 23 MEI 2000

No.

JENIS MUTASI KEPEGAWAIAN YANG DIKUASAKAN KEPADA PEJABAT-PEJABAT PADA KOLOM 3

S/D 9 UNTUK DAN ATAS NAMA MENDAGRI

SEKRETARIS JENDERAL KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BAGIAN PERENCANAAN

KABAG.

PENGEM- BANGAN KARIER

KABAG.

MUTASI PEGAWAI

KABAG.

KINERJA &

KESEJAH TERAAN

PARA KASUBAG PADA BAG.

MUTASI PEGAWAI

KET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. Menandatangani Salinan dan Petikan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri mengenai :

a. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil.

b. Pengankatan menjadi Pegawai Negeri Sipil

c. Pemindahan Pegawai Negeri Sipl d. Pemberhentian senentara

Pegawai negeri Sipil e. Pengangkatan kembali Pegawai

Negeri Sipil yang diberhetikan sementara

f. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil

g. Pemberhentian dengan hormat Calon Pegawai Negeri Sipil/

Pegawai Negeri Sipil tidak atas permintaan sendiri h. Pemberhentian dengan hormat

Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil atas permintaan sendiri i. Pemberhentian dengan hormat

Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun sebelum mencapai batas masa usia pensiun

j. Pengankatan, Pemindahan, Pemberhentian sementara dan pengankatan kembali serta pemberhentia PNS dalam dan dari jabatan fungsinal.

-

-

- -

-

IV/a Kebawah IV/a Kebawah

-

-

Widyaiswara Utama Madya, Pustakawan Utama Madya, Ahli Pranata Komputer Utama Madya, Arsiparis Utama Madya, Anli

Peneliti Madya, Guru Besar Madya ke bawah dan Jabatn Fungsional lainnya yang

setingkat

-

IV/a Kebawah

IV/a Kebawah

IV/a Kebawah IV/a Kebawah

IV/a Kebawah

III/d Kebawah -

IV/a Kebawah

IV/a Kebawah

Widyaiswara Madya, Pustakawan Madya, Ahli Pranata Komputer Madya,

Arsiparis Madya, Anli Peneliti Madya, Lektor ke bawah dan Jabatn Fungsional lainnya yang setingkat

IV/a ke bawah

-

-

- -

-

- -

-

-

-

-

-

-

- -

-

- -

-

-

-

-

-

-

- -

-

III/b ke bawah

-

-

-

-

-

-

-

- -

-

- -

-

-

-

-

-

-

- -

-

- -

-

-

-

-

(6)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2. Menandatangani Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri mengenai :

a. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil. - - IV/a ke bawah - - - -

b. Pengankatan menjadi Pegawai Negeri Sipil - - - - - - -

c. Pemindahan Pegawai Negeri Sipl IV/e ke bawah IV/d ke bawah - - IV/a ke bawah - -

d. Pemberhentian senentara Pegawai negeri Sipil - IV/e ke bawah - - IV/a ke bawah IV/a ke bawah -

e. Pengangkatan kembali Pegawai Negeri Sipil yang diberhetikan sementara

- IV/e ke bawah - - - IV/a ke bawah -

f. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil - IV/e ke bawah - - - - III/b ke bawah

g. Pemberhentian dengan tidak hormat Calon Pegawai Negeri Sipil/ Pegawai Negeri Sipil tidak atas permintaan sendiri

- IV/e ke bawah - - III/d ke bawah - -

h. Pemberhentian dengan hormat Calon Pegawai Negeri Sipil/ Pegawai Negeri Sipil atas permintaan sendiri

- IV/e ke bawah - - - IV/a ke bawah -

i. Pemberhentian dengan hormat Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil atas permintaan sendiri

- - - -

j. Pemberhentian dengan hormat Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun sebelum mencapai batas masa usia pensiun

- - - III/b ke bawah - -

k. Pengangkatan, Pemindahan, Pemberhentian sementara dan pengangkatan kembali serta Pemnerhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan

- Eselon II - Eselon III - - -

l. Pengankatan, Pemindahan, Pemberhentian sementara dan pengankatan kembali serta pemberhentia PNS dalam dan dari jabatan fungsinal.

Widyaiswara Utama Madya, Pustakawan Utama

Madya, Ahli Pranata Komputer

Utama Madya, Arsiparis Utama

Madya, Anli Peneliti Madya, Guru Besar Madya

ke bawah dan Jabatn Fungsional

lainnya yang setingkat

Widyaiswara Madya, Pustakawan Madya, Ahli Pranata Komputer Madya,

Arsiparis Madya, Anli Peneliti Madya,

Lektor ke bawah dan Jabatn Fungsional lainnya

yang setingkat

- - -

m. Mutasi Kepegawaian lainnya IV/e ke bawah - IV/a ke bawah IV/a ke bawah IV/a kebawah -

(7)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

3 Menandatangani usul mutasi Kepegawaian yang diajukan kepada Presiden

IV/e ke bawah - - - - - -

4. Menandatangani Nota Persetujuan Kepala Badan Kepegawaian Negara mengenai :

a. Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil.

IV/a ke bawah III/d ke bawah II/d ke bawah - - - -

b. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil - IV/a ke bawah - - III/d ke bawah - II/a (*) ke bawah

c. Pemindahan Pegawai Negeri Sipil IV/e ke bawah IV/a ke bawah - - III/d ke bawah - -

d. Mutasi Kepegawaian Lainnya IV/a ke bawah IV/a ke bawah - III/d ke bawah III/d ke bawah -

(*) kecuali kenaikan Pangkat penyesua ian Ijasah dan Pilihan diper- cepat ditarik ke atas

MENTERI DALAM NEGERI

ttd.

SURJADI SOEDIRDJA

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Kedua, energi listrik yang dihasilkan digunakan oleh pompa untuk menghasilkan tekanan sehingga pupuk cair dapat dialirkan. Pada tahap ketiga, pupuk cair akan keluar dari

kuantitatif. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh

Pemimpin yang baik dan mengerti arah perubahan harus selalu. berfalsafah :” Ing ngarso sung tulodho”... Menciptakan Atmosfer untuk

Gambar 4.39 Perancangan keluaran laporan profit 82 Gambar 5.1 Form supplier pada TabSheetl pendataan supplier 86 Gambar 5.2 Form supplier pada TabSheetl daftar supplier 87 Gambar

Positioning yang ingin ditonjolkan oleh A&W Restaurant adalah item minuman rootbeer yang tidak dimiliki oleh pesaing-pesaingnya dan restoran fast food yang bertajuk

Sebuah penelitian di Filipina tentang respon rumah tangga terhadap kemiskinan dan kerawanan, dilaporkan bahwa terdapat tiga isu penting dalam menganalisis keberadaan simpanan

Value – value yang akan dipakai pada proses desain untuk memulai bisnis ini adalah value – value yang yang tidak bersebrangan atau bertolak belakang dari value inti “Get